Anda di halaman 1dari 34

DIABETES MELITUS

By :

Peter Giarso, dr
First Liutenant 16232/P
Naval Medical Officer
Indonesian Naval Medical Institution (Lakesla)

DIABETES MELITUS

suatu kumpulan gejala yang timbul
pada seseorang yang disebabkan oleh
karena adanya peningkatan kadar
glukosa darah akibat kekurangan
insulin baik absolut maupun relatif.

JENIS DIABETES
Diabetes Melitus Tipe 1 (DM Tipe1)
Diabates Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2)
Diabetes Melitus Tipe Lain
Defek genetik fungsi sel beta,
Defek genetik kerja insulin,
Penyakit eksokrin pankreas
Endokrinopati
Obat atau zat kimia
Infeksi, imunologi, sindroma genetik
Diabetes Melitus Gestasional
PATOFISIOLOGI
MAKANAN MASUK KE DLM SISTEM
PENCERNAAN
OLEH HATI DIUBAH MENJADI GLUKOSA
GLUKOSA MASUK KE
DALAM DARAH
GLUKOSA MERANGSANG PANKREAS
MELEPASKAN INSULIN
INSULIN TERIKAT SEL RESEPTOR
AKTIVASI RESEPTOR MEMBUKA
SALURAN SEL
GLUKOSA MASUK KE DALAM SEL
PATOFISIOLOGI
Pankreas.
Terdapat kumpulan sel yang disebut pulau-
pulau Langerhans :

Sel Beta. INSULIN
Sel Alfa. GLUKAGON
Sel Delta SOMATOSTATIN
PATOFISIOLOGI
DM Tipe 1 :
reaksi otoimun yang disebabkan
karena adanya peradangan pada sel
beta.
Ini menyebabkan timbulnya anti bodi
terhadap sel beta yang disebut ICA
(Islet Cell Antibody).
Reaksi antigen (sel beta) dengan
antibodi (ICA) yang ditimbulkannya
menyebabkan hancurnya sel beta.
PATOFISIOLOGI

DM Tipe 2
Insulin normal, banyak, kurang.
Reseptor insulin sel kurang.
Resistensi insulin.
VIrus dan Ba
Virus penyebab DM adalah rubela, mumps, dan human
coxsackievirus B4. Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel
beta, virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. Bisa
juga, virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang
menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. Diabetes mellitus
akibat bakteri masih belum bisa dideteksi. Namun, para ahli
kesehatan menduga bakteri cukup berperan menyebabkan DM.

Bahan Toksik atau Beracun
Bahan beracun yang mampu merusak sel beta secara langsung
adalah alloxan, pyrinuron (rodentisida), dan streptozoctin (produk
dari sejenis jamur). Bahan lain adalah sianida yang berasal dari
singkong.

Genetik atau Faktor Keturunan
Diabetes mellitus cenderung diturunkan atau diawariskan, bukan
ditularkan. Anggota keluarga penderita DM (diabetisi) memiliki
kemungkinan lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan
dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM. Para ahli
kesehatan juga menyebutkan DM merupakan penyakit yang terpaut
kromosom seks atau kelamin. Biasanya kaum laki-laki menjadi
penderita sesungguhnya, sedangkan kaum perempuan sebagai
pihak yang membawa gen untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

GAMBARAN KLINIS
3 P (Uri, dipsi, phagi)
Lesu, BB turun

DIAGNOSIS LAB
Another test :
Hb A1 C
KOMPLIKASI
AKUT
KRONIS


AKUT :
1. Reaksi Hipoglikemia
2. Koma Diabetik

PENGOBATAN

Diet
Farmakologis
Obat Hipoglikemik Oral
Pemicu sekresi insulin:
Sulfonilurea
Glinid
Penambah sensitivitas terhadap insulin:
Biguanid
Tiazolidindion
Penghambat glukosidase alfa
Insulin
Olahraga
Lain-lain

PATOFISIOLOGI KOMPLIKASI
KRONIS
Neuropathy
Angiopathy
Immunopathy
PATOFISIOLOGI LUKA PADA DM
Visited :
NEUROPATHY
Motorik :
Kelemahan otot.
Sensorik :
Sensitifitas nyeri dan
proprioceptive.( Mudah
dinilai)
Autonom : kelenjar keringat
ANGIOPATHY
Occlusive arterial disease
(Microangiopathy and chronic
macroangiopathic)

Diapedesis of leukocytes dan
akhirnya terjadi penebalan
membran basalis kapiler

Menyebabkan difusi oksigen
menurun
IMMUNOPATHY
Menurunnya :
Migration of polymorphonuclear
leukocytes
Phagocytosis
cell-mediated immune response.
IMMUNOPATHY

IMMUNOPATHY

MANFAAT HBO
Meningkatkan oksigenisasi di pinggir luka, generation of
granulation tissue,
Meningkatkan phagocytosis (leukosit)
Membunuh organisme. (bakteriostatic pd anaerob)
Meningkatkan penetrasi obat ( transmembrane transport
oxygen dependent)
Meningkatkan pembentukan fibroblast collagen to
support capillary angiogenesis.
Vasoconstriction Edema
Leukocytes kill bacteria more effectively
Collagen synthesis and cross-linking
Endothelial cell proliferation
OKSIGENISASI
ISCHEMIA : Jaringan dengan TcPO2<40

Collagen synthesis and cross-linking
Cross Linking Increases Stability
EDEMA
EDEMA
BEBERAPA PENELITIAN
Kalani M, et al Stockholm, Sweden, J Diabetes Complications
2002;16(2):153-8

38 pasien DM. studied Prospectively. TCOM < 40mm Hg

Treatment groups included:
21 patients treated conservatively
17 had HBO (40-60 treatments)

Hasil :
Terapi HBO :TCOM > 100mm Hg or 3x Initial Value

Kontrol Terapi HBO
Amputation 33% 12%
Intact skin @ 3 yrs 48% 76%
BEBERAPA PENELITIAN
Weisz, G. et al. "Treatment of the diabetic foot by hyperbaric
oxygen." Harefuah 1993 J un 1;124(11):678-81,740.

14 pasien DM dng nonhealing wounds, sudah dlm pengobatan
selama 3 bln
Terapi : 100 % oksigen, 2.5 ATA. Selama 56 +/- 10 sesi

Hasil :
In 11 there was complete wound healing
while in 1 there was partial response
in 1 minimal response
in 1 a transient response.

Conclusion :
HBO is useful in chronic nonhealing wounds of the diabetic foot and
of the diabetic foot with impending amputation.
BEBERAPA PENELITIAN
Lee, S. et al. "Hyperbaric oxygen in the treatment of diabetic foot
infection." Chang Keng I Hsueh Tsa Chih 1997 Mar;20(1):17-22.

31 pasien dengan ulkus

Yang dinilai :
Leukocyte count, total lymphocyte count, hemoglobin, erythrocyte
sedimentation rate (ESR), c-reactive protein (CRP), glycosylated
hemoglobin Alc (HbAlc), albumin, ankle-brachial index, types of bacterial
cultures and number of debridementse

Hasil :
Mean sesi terapi 35.3 +/-21.8 treatments (range 5 to 83).
Peningkatan leukocyte count
Low ankle-brachial index were significantly related to poor outcome.

CONCLUSIONS:
Peningkatan kontrol infeksi
BEBERAPA PENELITIAN
Okamoto, N. et al. "Effect of hyperbaric oxygen on ophthalmic artery
blood velocity in patients with
diabetic neuropathy." J pn J Ophthalmol, 1998, 42(5): 406-10.

7 pasien DM dng Diabetic neuropathy
3 pasien DM tanpa Diabetic neuropathy
7 pasien normal

100% oksigen, 2 ATA, selama 1 jam. Color doppler sebelum dan sesudah.

Hasil :
7 pasien DM dng Diabetic neuropathy : meningkat 20.6 +/- 9.5%
3 pasien DM tanpa Diabetic neuropathy : menurun 10.7 +/- 8.6%
7 pasien normal : menurun 15.0 +/- 9.0%

Kesimpulan :
Terjadi peningkatan kecepatan aliran darah.
Multifaktoral
BEBERAPA PENELITIAN
Fabliau, E. et al. "Adjunctive systemic hyperbaric oxygen therapy in treatment of severe
prevalently ischemic diabetic foot ulcer. A randomized study. Diabetes Care 1996
Dec;19(12):1338-43

Pasien DM dengan ulkus dalam pengobatan
35 diterapi HBO, 33 tidak

RESULTS
Terapi HBO : 3 diamputasi
Tidak terapi : 11 diamputasi
The transcutaneous oxygen tension measured on the dorsum of the foot
significantly increased
Indicated as negative prognostic determinants low ankle-brachial index
values

CONCLUSIONS:
HBOT, in conjunction with an aggressive multidisciplinary therapeutic
protocol, is effective in decreasing major amputations in diabetic patients
with severe prevalently ischemic foot ulcers.
BEBERAPA PENELITIAN
Hyperbaric Oxygen May Improve Healing of Diabetic Foot Ulcers. Laurie
Barclay, MD. Medscape Medical News 2003. 2003 Medscape.Aug. 7,
2003

28 diabetic patients dengan Wagner grades I-III foot ulcers, 3 bln diobati
tanpa hasil
Terapi HBO: twice daily, five days weekly for two weeks, or to a control
group.

Hasil :
Selama HBO, the transcutaneous oxygen pressure (TcPo2) di sekitar ulkus
meningkat (21.9 12.1 to 454.2 128.1 mm Hg (P < .001).
Hari ke 15, ukuran ulcer mengecil (in the HBO group) (41.8 25.5 vs. 21.7
16.9% in the control group; P = .037).
Minggu ke 4, 2 pasien HBO sembuh TOTAL, kontrol (-)

Kesimpulan :
HBO memperkecil luka ulkus
BEBERAPA PENELITIAN
Cihan Top. The Efficacy Of Hyperbaric Oxygen Theraphy For The Treatment Of
Diabetic Autonomic Neuropathy. The Internet Journal of Neurology TM
ISSN: 1531-295X

20 pasien dengan diabetic autonomic neuropathy

Research Design and Methods:
Non-invasive testing of cardiocirculatory functions
Electromyelography : sympathic cutaneous responses, stimulating two different
extremities.

Results:
mean valsalva ratio
mean heart rate variation with inspiration
mean heart rate response to stand up
mean systolic blood pressure response to stand up
electromyelography procedure.

Conclusion:
the autonomic neuropathy tests and electromyelographic findings were significiantly
improved.
We supposed HBO for autonomic neuropathy
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Sponsored by :