Anda di halaman 1dari 81

DIABETES MELLITUS (DM)

Latar Belakang
Diabetes melitus atau kencing manis telah masalah
kesehatan dunia.
Pada tahun 2003 terdapat 150 juta kasus
Penyakit diabetes yagn banyak diderita diabetes tipe 2
mencakup 90 95 persen

Pengertian
Diabetes Melitus adalah kumpulan gejala yang timbul
pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar
gula (glukosa) darah akibat kekurangan hormon insulin
secara absolut atau relatif.


Sejarah Diabetes Melitus
Diabetes dikenal sejak berabad-abad sebelum masehin
cendikiawan India dan Cina pada abad 3 sampai dengan
6 masehi juga menemukan penyakit ini.
Tahun 1674 Willims melukiskan urin tadi seprti
digelimangi madu dan gula.

Gb.1 Perkiraan jumlah orang dewasa dengan DM menurut
kelompok umur untuk negara maju dan negara berkembang
Gambar 2. Prevalensi DM global menurut usia
dan jenis kelamin untuk tahun 2000
Ranking Negara
tahun 2000
Orang
dengan DM
(juta)
Rangking Negara
tahun 2030
Orang
dengan DM
(juta)
1. India
2. Cina
3. AS
4. Indonesia
5. Jepang
6. Pakistan
7. Federasi Rusia
8. Brasil
9. Italia
10.Banglades
31,7
20,8
17,7
8,4
6,8
5,2
4,6
4,6
4,3
3,2

India
Cina
AS
Indonesia
Pakistan
Brasil
Banglades
Jepang
Filipina
Mesir

79,4
42,3
30,3
21,3
13,9
11,3
11,1
8,9
7,8
6,7
Tabel 1. Daftar negara dengan jumlah perkiraan kasus DM terbanyak
untuk tahun 2000 dan 2030
Sunday Star-26
th
March 2006
GLUKOSA GLIKOGEN
darah
Otot, liver
INSULIN
Gb.3. Kerja hormon insulin
Definisi DM
Suatu penyakit
metabolik yang
ditandai oleh
hiperglikemia yang
merupakan hasil dari
gangguan pada
sekresi insulin, kerja
insulin atau
keduanya.
Hiperglikemi kronis
dari DM dihubungkan
dengan kerusakan
jangka panjang,
disfungsi, dan
kegagalan berbagai
macam organ,
terutama mata, ginjal,
syaraf, jantung, dan
pembuluh darah.
PATHOGENESIS
Hyperglycaemia
Increased hepatic
glucose production
Decreased
muscle glucose
uptake
Impaired insulin secretion
Patogenesis
Autoimmune destruction of
the -cells of the pancreas
Impairment of insulin
secretion and defects
in insulin action
HYPERGLYCEMIA
Simtom (Gejala)
Gejala:
Poliuria
Polidipsia
Polifagia
Berat Badan turun
Penglihatan kabur
Komplikasi akut:
Hiperglikemia & Ketoasidosis
Sindroma hiperosmolar non
ketosis

Gejala hiperglikemia kronis:
suseptibilitas terhadap infeksi
Komplikasi kronis:
Retinopati (potential loss of
vision)
Nefropati (renal failure)
Neuropati perifer (foot ulcers,
amputation, Charcot joint)
Neuropati autonom (causing
gastrointestinal, genitourinary,
and cardiovascular symptoms
& sexual disfunction)
Klasifikasi DM
1. Diabetes tipe 1
- kerusakan sel mengarah kepada
defisiensi insulin absolut
A. Imun
B. Idiopatik
2. Diabetes tipe 2 (80%)
- defisiensi insulin relatif sampai defek
sekresi
3. DM kehamilan (Gestational DM)
Diabetes Mellitus Tipe 1
Kriteria Diagnosis DM
1. Gejala DM ditambah gula darah sewaktu 200 mg/dl
(11,1 mmol/l)
atau
2. Glukosa darah puasa (GDP) 126 mg/dl (7,0 mmol/l)
atau
3. Glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa
(GD 2 jam PP) 200 mg/dl (11,1 mmol/l) dengan tes
toleransi glukosa oral (TTGO).
TTGO: beban glukosa = 75 gr glukosa anhidrous
(gula) dicairkan dalam air
TTGO tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan
rutin.

Kriteria tersebut harus dikonfirmasi pada hari berikutnya.


Kategori yang berhubungan dengan nilai GDP:
GDP < 110 mg (6,1 mmol/l) = normal
GDP 110 mg (6,1 mmol/l) dan < 126 mg/dl (7,0
mmol/l) = Glukosa Puasa Terganggu (Impaired
Fasting Glucose/IFG)
GDP 126 mg/dl (7,0 mmol/l) = DM

Kategori yang berkaitan dengan TTGO:
Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa < 140
mg/dl (7,8 mmol/l) = normal toleransi glukosa
Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa 140
mg/dl (7,8 mmol/l) dan < 200 mg/dl (11,1 mmol/l)
= Glukosa Toleransi Terganggu (Impaired
Glucose Tolerance/IGT)
Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa 200
mg/dl (11,1 mmol/l) = DM
Normoglycemia IFG or IGT Diabetes
FPG < 110 mg/dl
2-h PG < 140 mg/dl
FPG 110 and
< 126 mg/dl (IFG)
2-h PG 140 and
< 200 mg/dl (IGT)
FPG 126 mg/dl or
2-h PG 200 mg/dl
or
Symptoms of
diabetes and
casual plasma
glucose
concentration 200
mg/dl
Tabel 3. Kriteria Diagnosis Diabetes Mellitus
Kriteria untuk mengetahui adanya DM pada
individu yang asimptomatik
1. Usia 45 tahun, pemeriksaan diulang setiap 3 tahun.
2. Pemeriksaan seharusnya dipertimbangkan pada usia
lebih muda atau dilakukan lebih sering pada individu
dengan:
Overweight (BMI 25 kg/m
2
)
Ada riwayat DM pada saudara tingkat pertama
Populasi etnis risiko tinggi (orang Amerika-Afrika,
Amerika-Hispanik, penduduk asli Amerika/Indian,
Amerika-Asia, Penduduk Kepulauan Pasifik)
Pernah melahirkan bayi dengan BBL > 9 lb ( 4 kg)
atau didiagnosis GDM
Hipertensi ( 140/90)
Kadar Kolesterol HDL 35 mg/dl (0,90 mmol/l)
dan/atau kadar trigliserida 250 mmol/dl (2,82 mmol/l)
Tes sebelumnya mempunyai IGT atau IFG.
Major Risk Factors for Type 2 Diabetes
1. Family history of diabetes (i.e. parents or
siblings with diabetes)
2. Overweight (BMI 25 kg/m
2
)
3. Habitual physical inactivity
4. Race/ethnicity(e.g. African-Americans, Hispanic-
Americans, Native-Americans, Asian-
Americans, and Pasific Islanders)
5. Previously identified IFG or IGT
6. Hypertension ( 140/90 mmHg in adults)
7. HDL cholesterol 35 mg/dl (0,90 mmol/l) and/or
triglyceride level 250 mmol/dl (2,82 mmol/l)
8. History of GDM or delivery of a baby weighing
> 9 lb
9. Polycystic ovary syndrome

DIABETES DAN KOMPLIKASI


Risiko co-morbiditi


CVS 2-4
Stroke 5X
Amputasi 27.7X
Impotence 1/3 lelaki
diabetes
Causes of Death Among
People With Diabetes
Ischemic heart disease
Other heart disease
Diabetes (acute complications)
Cancer
Cerebrovascular disease
Pneumonia/influenza
All other causes
40
15
13
13
10
4
5
CAUSES % of Deaths
Geiss LS et al. In: Diabetes in America. 2nd ed. 1995:233-257.
CAD, PVD
CVA
Dyslipidemi
a
Hypertension
Smoking
microvascula
r
macrovascular
Genetics
KOMPLIKASI DIABETES
AKUT KRONIK
KOMPLIKASI
AKUT
Hiperglisemia Koma
(Gula terlalu tinggi)
Hipoglisemia Koma
(Gula terlalu rendah)
Tanda 2
Terlalu dahaga
Kencing banyak
Letih
Lemah
Rasa mengantuk
Tanda 2
Rasa lapar
Sakit kepala
Ketar tangan
Berdebar
Berpeluh
Tingkahlaku agresif
DIABETIC COMPLICATIONS

RETINOPATHY
NEPHROPATHY
NEUROPATHY
DIABETIC FOOT
CARDIOVASCULAR DISEASE

MATA
Mudah dapat katarak ( selaput mata )
Glaukoma
Retinopathy
Cataracts of the crystalline lens with opacification, as shown here, are more frequent in persons
with diabetes mellitus.
Glaucoma with marked cupping of the optic disk is seen on funduscopic examination. The
incidence of glaucoma is higher in the diabetic population.
Diabetic retinopathy is shown here on funduscopic examination.
DIABETIC COMPLICATIONS

RETINOPATHY
NEPHROPATHY
NEUROPATHY
DIABETIC FOOT
CARDIOVASCULAR DISEASE

Diabetic Nephropathy-
Natural History
Screening for Diabetic
Nephropathy
DARAH TINGGI
DIABETIC COMPLICATIONS

RETINOPATHY
NEPHROPATHY
NEUROPATHY
DIABETIC FOOT
CARDIOVASCULAR DISEASE

TREATMENT
SARAF
Kehilangan rasa pada anggota kaki
Saraf Autonomik-
Tekanan darah rendah bila bangun - pening
Kembung perut
Impotence
Mononeuropati
Diabetic neuropathy
Pemeriksaan neurologi
Diagnosis
Ada gejala
Touch and pin prick
Vibration sense
Position sense
Ankle jerk
Muscle wasting

Autonomic neuropathy
Diabetic control
Treat pain/parassthesia
footcare
TYPES OF NEUROPATHY
PERIPHERAL NEUROPATHY
- Distal Symmetrical Polyneuropathy
- Mononeuritis ( Amyotrophy )
- Painful Neuropathy ( Acute )
AUTONOMIC NEUROPATHY
- Gastroperesis, ED, Diabetic
Diarrhoea
Neuropathic Bladder, etc


NEUROPATHY
PERIPHERAL NEUROPATHY
SYMPTOMATICS
ANTIEPILEPTICS :
Clonoazepam, Gabapentin, Carbamazipine
TRICYCLICS :
Amitriptyline, Imipramine
OTHERS :
Pentoxifylline, TENS, Acupuncture


TREATMENT
AUTONOMIC DYSFUNCTION

SEXUAL DYSFUNCTION

GASTROPERESIS

TREATMENT
DIABETIC COMPLICATIONS

RETINOPATHY
NEPHROPATHY
NEUROPATHY
DIABETIC FOOT
CARDIOVASCULAR DISEASE

Ulkus terjadi karena arteri menyempit
dan selain itu juga terdapat gula berlebih pada
jaringan yang merup akan
medium yang baik sekali bagi kuman, ulkus
timbul pada daerah yang sering
mendapat tekan-an ataupun trauma pada
daerah telapak kaki ulkus
berbentuk bulat biasa berdiameter lebih dari 1
cm berisi massa jaringan
tanduk lemak, pus, serta krusta
DIABETIC FOOT
NEUROPATHY
PERIPHERAL
AUTONOMIC
ULCER
INFECTION
GANGRANE


W OUND DEBRID
ANTIBIOTICS
AVOID WT BEARING
REVASCULAR SURGERY
ANTIPLATELET
PENTOXYFYLINE
AMPUTATION

PVD
DM
PREVENTION

OPTIMAL GLYCEMIA
GOOD FOOT CARE
FOOT EVALUATION
PODIATRIC VISIT

TREATMENT
DIABETIC FOOT
Screening
Pemeriksaan kaki
6 -12 M
DM control
Specific intensive care
Emphasize self care
Foot Ulcers and Amputations &
DM
>50% of lower limb amputations in the US
Foot ulcers occur in 15% of diabetes patients
over a lifetime
Cost of diabetes-related amputation:
$27,000
National Diabetes Fact Sheet. November 1, 1997:1-8.
Reiber GE et al. In: Diabetes in America. 2nd ed. 1995:409-428.

PATHOPHYSIOLOGY
MULTIFACTORIAL:
a) Diabetic neuropathy
b) Vascular disease
c) Susceptibility to infection
d) Trauma
All these predispose the diabetic foot to
ulcerations.
Risiko amputasi 15X lebih
tinggi untuk pesakit diabetes
berbanding dengan orang
lain.
WAGNER CLASSIFICATION
1). Grade 0 : tidak ada luka
2). Grade I : merasakan hanya sampai pada permukaan
kulit
3). Grade II : kerusakan kulit mencapai otot dan tulang
4). Grade III : terjadi abses
5). Grade IV : gangren pada kaki, bagian distal
6). Grade V : gangren pad seluruh kaki dan tungkak
bawah distal


Foot ulcer
RISK STATUS
CLASSIFICATION
1) Normal sensation with no deformity.
2) Normal sensation with deformity.
3) Insensitivity without deformity.
4) Ischemia without deformity.
5) Complicated:
combination insensitivity/ ischemia/
deformity; Charcot joint, previous
ulceration, ulceration.
TREATMENT
GRADE 0 skin intact, bony deformity,
foot at risk.

Proper foot wear with padding.
Patient education.
Surgical correction of claw toes &
prominent PIP joint.
TREATMENT
GRADE 1 superficial ulcers.

Outpatient dressing changes.
Total contact cast.
Antibiotics.
TREATMENT
GRADE 2 Deep ulcers

Hospitilazation.
Wound debridement/ aggressive.
Wound care and IV antibiotics.
Goal to correct to Grade 1 ulcer.
TREATMENT
GRADE 3 Abscess and osteomylitis

Emergency drainage.
Wound left open for daily dressing till
definite closure.
IV antibiotic
If failed, amputation.
TREATMENT

GRADE 4 - Gangrene of toes/ forefoot


AMPUTATION
TREATMENT

GRADE 5 - whole foot gangrene


AMPUTATION
DIABETIC COMPLICATIONS

RETINOPATHY
NEPHROPATHY
NEUROPATHY
DIABETIC FOOT
CARDIOVASCULAR DISEASE

PENYAKIT MACROVASCULAR
80% KEMATIAN DIABETES ADALAH
BERKAITAN DENGAN PENYAKIT
CARDIOVASKULAR
ANTARANYA-
* CORONARY ARTERY DISEASE
*CEREBROVASCULAR STROKE
* PERIPHERAL VASCULAR DISEASE
PENYAKIT MACROVASCULAR
80% KEMATIAN DIABETES ADALAH
BERKAITAN DENGAN PENYAKIT
CARDIOVASKULAR
ANTARANYA-
* CORONARY ARTERY DISEASE
*CEREBROVASCULAR STROKE
* PERIPHERAL VASCULAR DISEASE
PENGURUSAN KOMPLIKASI
MACROVASCULAR
SARINGAN CARDIOVASCULAR
YEARLY / GEJALA
SEJARAH ANGINA , CLAUDICATION
STROKE
CHECK BP
CAROTID BRUIT
PERPHERAL PULSE
ECG , CXR, STRESS TEST
ECHO
Kardiovaskular
Untuk mengurangkan komplikasi
makrovaskular ,selain hyperglisemia
semua faktor risiko harus dirawat
Merokok , dyslipidemia , kawal HPT, ubah
gaya hidup
CV DISEASE & DIABETES
SILENT
ISCHAEMIA
AMI
ANGINA
CARDIO
MYOPATHY
INSULIN
RESISTANCE
HT
VASCULAR
DYSFUNCTION
HYPER
GLYCAEMIA
DYSLIPID-
AEMIA
CLOTTING ABN
SMOKING
OBESE
CV COMPLICATIONS
CORONARY ARTERY DISEASE
-ASYMPTOMATIC SUDDEN
DEATH

PERIPHERAL ARTERY DISEASE
CEREBROVASCULAR DISEASE




CORONARY ARTERY
DISEASE

TREATMENT
MEDICAL
INVASIVE/SURGICAL

PREVENTION









MEDICAL TREATMENT
THROMBOLYTIC THERAPY
ANTIPLATELET
BETA BLOCKER
ACE INHIBITOR
TIGHT GLYCAEMIC CONTROL
CORRECT CVS RISK FACTORS

INVASIVE/SURGICAL
PERCUTANEOUS CORONARY
INTERVENTION ( PCI )
ANGIOPLASTY +/- STENTING
SURGICAL BYPASS ( CABG )

HIGH RATE OF RESTENOSIS IN ANGIOPLASTY
USE OF IIa/IIIb Platelet Inhibitor prevent restenosis
post stenting ( EPISTENT Study )

Penatalaksanaan

Diet tinggi karbohidrat, rendah lemak, tinggi
serat
Penggunaan gula pengganti (Sorbitol,
manitol, Xylitol, aspartam), sakarin dan
siklamat tidak digunakan karena
karsinogenik, sukrosa dan fruktosa dapat
digunakan dengan sangat terbatas karena
mengandung kalori tinggi.
Olahraga min 30 menit 3 x/minggu
Obat Hiperglikemik Oral (OHO) bertujuan:
Menstimulasi pelepasan insulin yang
tersimpan sbg cadangan
Menurunkan ambang sekresi insulin
Meningkatkan sekresi insulin

OHO

Obat berkhasiat hipoglikemik ada 2 yaitu :

(1) Obat Anti Diabetes (OAD) atau Obat
Hipoglikemik Oral (OHO) yang berfungsi untuk
merangsang kerja pankreas untuk mensekresi
insulin.
(2) Suntikan insulin. Pasien yang mendapat
pengobatan insulin waktu makanannya harus
teratur dan disesuaikan dengan waktu
pemberian insulinnya. Makan selingan diberikan
untuk mencegah hipoglikemia (Perkeni, 1998).

SEKIAN TERIMAKASIH

ATAS PERHATIAN ANDA.