Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia merupakan jumlah penduduk yang banyak. Dapat dilihat dari hasil sensus
penduduk yang semakin tahun semakin meningkat. Dalam pengetahuan tentang
kependudukan dikenal sebagai istilah karakteristik penduduk yang berpengaruh penting
terhadap proses demografi dan tingkah laku sosial ekonomi penduduk.
Dibanding dengan negara negara yang sedang berkembang lainnya, Indonesia menempati
urutan ketiga dalam jumlah penduduk setelah Cina dan india Indonesia merupakan negara
yang sedang membangun dengan mempunyai masalah kependudukan yang sangat serius
disertai dengan, yaitu jumlah penduduk yang sangat besar disertai dengan tingkat
pertumbuhan yang relatif tinggi dan persebaran penduduk yang tidak merata. Jumlah
penduduk bukan hanya merupakan modal, tetapi juga akan merupakan beban dalam
pembangunan
Pertumbuha penduduk yang meningkat berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan
masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas,
mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah
tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat
mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat yang tepat pada sasarannya.
asalah utama yang dihadapi di bidang kependudukan di Indonesia adalah masih tingginya
pertumbuhan penduduk dan kurang seimbangnya penyebaran dan struktur umur penduduk.
Program kependudukan dan keluarga.
!erencana bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh
masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk. Dengan demikian
diharapkan tercapai keseimbangan yang baik antara jumlah dan kecepatan pertambahan
penduduk dengan perkembangan produk dan jasa.
"ersedianya lapangan#kesempatan kerja baru untuk mengatasi peningkatan penawaran tenaga
kerja merupakan salah satu target yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi daerah.
$paya tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi khususnya
in%estasi langsung &direct in%estment' pada sektor-sektor yang bersifat padat karya, seperti
konstruksi, infrastruktur maupun industri pengolahan. (ementara pada sektor jasa, misalnya
melalui perdagangan maupun pariwisata. "enaga kerja adalah orang yang siap masuk dalam
pasar kerja sesuai dengan upah yang ditawarkan oleh penyedia pekerjaan. Jumlah tenaga
kerja dihitung dari penduduk usia produktif &umur )* thn+,* thn' yang masuk angkatan
kerja.
-ondisi di negara berkembang pada umumnya memiliki tingkat pengangguran yang
jauh lebih tinggi dari angka resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. .al ini terjadi karena
ukuran sektor informal masih cukup besar sebagai salah satu lapangan nafkah bagi tenaga
kerja tidak terdidik. (ektor informal tersebut dianggap sebagai katup pengaman bagi
pengangguran.
Rumusan Masalah
!erdasarkan latar belakang yang ada penulis mengambil rumusan masalah sebagai
berikut /
). !agaimana laju pertumbuhan penduduk di Indonesia dan faktor yang mempengaruhi 0
1. !agaimana pandangan umum tentang ketenagakerjaan di Indonesia0
2. !agaimanakah pekerjaan dan tingkat upah yang berlaku di Indonesia0
3. !agaimana tingkat kesempatan kerja di Indonesia 0
*. (trategi apa yang dapat meningkatkan kesempatan kerja di Indonesia 0
,. 4pa faktor-faktor yang menyebabkan pengangguran 0
5. 4pa saja jenis pengangguran dan cara mengatasinya 0
Tujuan
). $ntuk mengetahui jumlah, kepadatan, dan laju pertumbuhan penduduk serta faktor
yang mempengaruhi
1. $ntuk mengetahui ketenagakerjaan di Indonesia.
2. $ntuk mengetahui angkatan kerja dan tingkat upah di Indonesia.
3. $ntuk mengetahui kesempatan kerja yang ada di Indonesia.
*. $ntuk mengetahui strategi yang dapat meningkatkan kesempatan kerja
,. $ntuk mengetahui faktor faktor yang menyebabkan pengangguran
5. $ntuk mengetahui jenis pengangguran dan cara mengatasinya.
BAB II
PEMBAHASAN
1. KEPENDUDUKAN
1.1 Pengertan !en"u"uk
Penduduk adalah mereka yang berada di dalam dan bertempat tinggal atau berdomisili di
dalam suatu wilayah negara & menetap ' + lahir secara turun temurun 6 besar di negera itu.
Jumlah penduduk adalah banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah negara.penduduk
suatu negara dapat dibagi dalam dua kelompok,yakni kelompok penduduk usia kerja &tenaga kerja'
dan kelompok penduduk bukan usia kerja.
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa dedefinisikan menjadi dua/
). 7rang yang tinggal di daerah tersebut
1. 7rang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang
mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. isalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih
tinggal di daerah lain.
Ilmu yang mempelajari tentang masalah kependudukan adalah Demografi. Istilah Demografi
pertama sekali ditemukan oleh 4chille 8uillard
John 8raunt adalah seorang pedagang di 9ondo yang menganalisis data kelahiran dan
kematian, migrasi dan perkawinan yang berkaitan dalam proses pertumbuhan penduduk
sehingga John 8raunt dianggap sebagai bapak Demografi.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan
ruang tertentu. asalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu demografi. !erbagai
aspek perilaku manusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak
digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi, seperti
pengencer hingga pelanggan potensial. -ependudukan atau demografi adalah ilmu yang
mempalajari dinamika kependudukan manusia. eliputi dalamnya ukuran struktur, dan
distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk setiap waktu akibat kelahiran ,
kematian, migrasi, serta penuaan. 4nalisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara
keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan,
kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.
1.# Dnamka Ke!en"u"ukan
Dinamika kependudukan adalah perubahan penduduk. Perubahan tersebut selalu terjadi dan
dalam undang-undang no. ): tahun );;1 tentang <perkembangan kependudukan dan pembangunan
keluarga sejahtera disebut sebagai perkembangan kependudukan. Perkembangan kependudukan
terjadi akibat adanya perubahan yang terjadi secara mauoun karena perilaku yang terkait dengan
upaya memenuhi kebutuhannya. Perubahan alami tersebut adalah karena kematian dan kelahiran.
(edangkan yang terkait dengan upaya pemenuhan kebutuhan adalah migrasi atau pindahan tempat
tinggal.
(etiap perubahan yang diakibatkan salah satu faktor perubahan penduduk tersebut akan berdampak
pada keseluruhan, misalnya jumlah menurut umur penduduk dan jenis kelamin penduduk.
=ang diperlukan dalam pengukuran dinamika kependudukan adalah /
a. Indikator
Indikator diperlukan untuk mengetahui dan mempalajari dengan tepat berbagai keadaan atau
perubahan yang terjadi pada penduduk disuatu negara. Indikator dalam demografi terdiri dari
beberapa hal, yaitu /
- Jumlah penduduk
- -omposisi penduduk menurut jenis kelamin, umur, suku bangsa, pendidikan,
agama, pekerjaan.
- Proses demografi yang mempengaruhi jumlah dan komposisi penduduk
b. Parameter
$kuran atau satuan yang memberikan penilaian kuantitatif. Dikenal 1 macam pengukuran,
yaitu
- 4ngka 4bsolut
- 4ngka >elatif
Dinamika kependudukan menjelaskan bahwa di samping jumlah absolutnya yang tetap tinggi,
persoalan kependudukan di Indonesia meliputi persebaran serta kualitas penduduk dipandang
dari sudut sumberdaya manusia secara keseluruhan.
anfaat dari memahami dinamika penduduk adalah /
). engetahui jumlah penduduk pada suatu waktu dan wilayah tertentu.
1. emahami perkembangan dari keadaan dahulu, sekarang dan perkiraan yang akan
datang.
2. empelajari hubungan sebab akibat keadaan penduduk dengan aspek kehidupan lain
misalnya ekonomi, pendidikan, sosial, kesehatan dan lain-lain.
3. erancang antisipasi menghadapi perkembangan kependudukan yang terjadi baik hal
yang menguntungkan maupun merugikan.
1.$ %akt&r'(akt&r Dem&gra(k )ang Mem!engaruh Laju Pertum*uhan Pen"u"uk
4. 4ngka -elahiran
?ertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan seorang wanita secara riil
untuk melahirkan yang diwujudkan dalam jumlah bayi yang senyatanya dilahirkan.
"inggi rendahnya kelahiran erat hubungannya dan tergantung pada struktur umur,
banyaknya kelahiran, banyaknya perkawinan, penggunaan alat kontrasepsi, aborsi,
tingkat pendidikan, status pekerjaan, serta pembangunan.
!eberapa fertilitas yang sering digunakan adalah /
). 4ngka kelahiran kasar
enunjukkan jumlah kelahiran pertahun di satu tempat per seribu penduduk.
1. 4ngka kelahiran khusus
4ngka kelahiran khusus yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi
setiap ).::: penduduk wanita pada kelompok umur tertentu.
2. 4ngka kelahiran umum
4ngka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran setiap
).::: wanita yang berusia )* + 3; tahun dalam satu tahun. 8fr dapat dihitung dengan
menggunakan rumus berikut ini.
?aktor pendorong kelahiran & protanatalitas '
a. 4nggapan bahwa banyak anak banyak re@eki
b. (ifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan
c. Pernikahan usia dini
d. 4danya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya
e. 4danya penilaian yang tinggi terhadap anak
?aktor penghambat kelahiran
a. 4danya program keluarga berencana
b. -emajuan di bidang iptek dan obat-obatan
c. 4danya peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjangan anak bagi pns
d. 4danya $$ perkawinan yang membatasi dan mengatur usia pernikahan
f. Penundaan usia pernikahan karena alasan ekonomi, pendidikan dan karir
g. 4danya perasaan malu bila memiliki banyak anak
!. 4ngka -ematian & 7>"49I"4( '
4ngka kematian dibedakan menjadi tiga macam yaitu angka kematian kasar, angka
kematian khusus dan angka kematian bayi.
). ?aktor pendorong kematian
a. 4danya wabah penyakit seperti demam berdarah, flu burung dan sebagainya.
b. 4danya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan sebagainya.
c. -esehatan serta pemenuhan gi@i penduduk yang rendah
d. 4danya peperangan, kecelakaan, dan sebagainya.
e. "ingkat pencemaran yang tinggi sehingga lingkungan tidak sehat.
1. ?aktor penghambat kematian
a. "ingkat ksesehatan dan pemenuhan gi@i masyarakat sudah baik
b. Aegara dalam keadaan aman dan tidak terjadi peperangan.
c. 4danya kemajuan iptek di bidang kedokteran sehingga berbagai macam penyakit
diobati.
d. 4danya pemahaman agama yang kuat oleh masyarakat sehingga tidak
melakukan bunuh diri atau membunuh orang lain, karena ajaran agama
melarang hal tersebut.
2. igrasi
igrasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi angka
pertumbuhan penduduk. igrasi adalah perpindahan penduduk. 7rang dikatakan
telah melakukan migrasi apabila orang tersebut telah melewati batas administrasi
wilayah lain.
Jenis-jenis migrasi/
a. "ransmigrasi
b. $rbanisasi
c. Bmigrasi
d. Imigrasi
e. >e-emigrasi
Data +umlah Pen"u"uk In"&nesa
#. KETENA,AKER+AAN
.ampir semua negara di dunia ini termasuk indonesia tidak mampu menyediakan
lapangan kerja yang cukup menampung angkatan kerjanya. !ukan hanya negara berkembang
yang tidak mampu menyediakan lapangan kerja, tetapi juga negara + negara maju.
-urangnya lapangan pekerjaan merupakan masalah yang harus di tangani dengan
sungguh + sungguh . alasannya, bekerja atau tidak bekerjanya seseorang berhubungan
langsung dengan kesempatan orang mencari nafkah. 4da baiknya kita mengetahui arti dari
masing + masing konsep.
#.1 Angkatan Kerja
4ngkatan kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia kerja. !aik yang sudah
bekerja maupun belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan. enurut ketentuan pemerintah
indonesia, penduduk yang sudah memasuki usia kerja adalah berusia minimal )* tahun
sampai ,* tahun. 4kan tetapi tidak semua penduduk yang memasuki usia kerja termasuk
angkatan kerja. (ebab penduduk yang tidak akif dalam kegiatan ekonomi tidak termasuk
dalam kelompok angkatan kerja. isalnya ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa dsb.
enurut (oemitro Djojohadikusumo, faktor-faktor yang menentukan angkatan kerja adalah /
a. Jumlah dan sebaran usia penduduk
b. Pengaruh keaktifan bersekolah terhadap penduduk yang berusia muda
c. Peranan kaum wanita dalam perekonomian
d. Pertambahan penduduk yang tinggi
e. eningkatnya jaminan kesehatan.
#.# Tenaga Kerja
.ampir sama dengan 4ngkatan -erja, "enaga kerja adalah penduduk dalam usia
kerja yang siap melakukan pekerjaan, yaitu usia )*-,* tahun. !erdasarkan $$ Ao )2. tahun
1::2, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan
barang dan jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.
"enaga kerja secara umum debedakan menjadi dua, yaitu "enaga -erja Jasmani dan "enaga
-erja >ohani.
"enaga kerja Jasmani terdiri dari /
"enaga -erja "erdidik adalah tenaga kerja yang memerlukan jenjang pendidikan yang tinggi.
isalnya dokter, guru, insinyur dsb.
"enaga -erja "erlatih adalah tenaga kerja yang memerlukan pelatihan dan pengalaman.
isalnya sopir, montir dsb.
"enaga -erja tidak "erdidik dan "erlatih adalah tenaga kerja yang dalam pekerjaannya tidak
memerlukan pendidikan ataupun pelatihan terlebih dahulu. isalnya tukag sapu, tukang
sampah dsb.
"enaga kerja memegang peranan yang sangat penting dalam roda perekonomian suatu
negara, karena/
a. "enaga kerja merupakan salah satu faktor produksi.
b. (umber Daya 4lam.
c. -ewiraswastaan.
#.$ Kesem!atan Kerja
-esempatan kerja adalah kesempatan yang tersedia bagi masyarakat untuk
melakukan kegiatan ekonomi yang menjadi sumber pendapatannya untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Jika angkatan kerja lebih besar dari jumlah kesempatan kerja yang
tersedia maka akan terjadi pengangguran. -esempatan kerja dibedakan menjadi dua
golongan, yaitu
a. -esempatan kerja permanen, artinya kesempatan kerja yang memungkinkan orang bekerja
secara terus-menerus sampai mereka pensiun atau tidak mampu lagi untuk bekerja
b. -esempatan kerja temporer, artinya kesempatan kerja yang hanya memungkinkan orang
bekerja dalam waktu relatif singkat, kemudian menganggur untuk menunggu kesempatan
kerja baru.
#.- Pasar Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja adalah keseluruhan aktifitas yang mempertemukan penawaran
tenaga kerja & pencari kerja ' dengan permintaan tenaga kerja & lowongan kerja '.
(ebelum seseorang memutuskan untuk menerima atau tidak menerima suatu
lowongan pekerjaan, seseorang tersebut sering kali berusaha memperoleh informasibenar-
benar perlu. Informasi sebagai man di butuhkan oleh pencari kerja/
)' Jenis usaha dan gambaran umum
1' kecocokan pekerjaan tersebut
2' "ingkat upah atau gaji
3' -euntungan-keuntungan lain di luar gaji
*' Prospek masa depan seperti kemungkinan naik pangkat.
!egitu pula dengan perusahaan. (ebelum memutuskan merekrut pegawai atau
karyawan baru, perusahaan sering kali mempertimbangkan dan memerlukan sejumlah
informasi berkaitan dengan kondisi si pelamar tersebut. Informasi itu antara lainC
)' Jenis dan tingkat pendidikan
1' -eahlian khusus yang di miliki calon
2' -ejujuran, sikap, dan penampilan
3' Pengalaman kerja
*' -esehatan.
Angkatan Kerja "an " In"&nesa
U!ah Mnmum D In"&nesa
Masalah Ketenagakerjaan " In"&nesa
). Pengangguran dan pendidikan rendah
asalah di atas pada akhirnya tali temali menghadirkan implikasi buruk dalam
pembangunan hukum di Indonesia. !ila ditelusuri lebih jauh keempat masalah di atas
dapatlah disimpulkan bahwa akar dari semua masalah itu adalah karena ketidakjelasan politik
ketenagakerjaan nasional. (ekalipun dasar-dasar konstitusi $$D 3* khususnya pasal 15 dan
pasal 23 telah memberikan amanat yang cukup jelas bagaimana seharusnya negara
memberikan perlindungan terhadap buruh#pekerja.
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang
tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai
dengan pasar kerja. (elain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari
kerja. ?enomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan
kerja, yang disebabkan antara lain/ perusahaan yang menutup#mengurangi bidang usahanya
akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusifC peraturan yang menghambat
in%entasiC hambatan dalam proses ekspor impor, dll.
enurut data !P( angka pengangguran pada tahun 1::1, sebesar ;,)2 juta
penganggur terbuka, sekitar 3*: ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. !ila
dilihat dari usia penganggur sebagian besar &*.5D juta' adalah pada usia muda &)*-13 tahun'.
(elain itu terdapat sebanyak 1,5 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan
&hopeless'. (ituasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional.
asalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam
kerja normal 2* jam per minggu, pada tahun 1::1 berjumlah 1D,D5 juta orang. (ebagian dari
mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan, upah
rendah, yang mengakibatkan produkti%itas rendah. Dengan demikian masalah pengangguran
terbuka dan setengah penganggur berjumlah 2D juta orang yang harus segera dituntaskan.
-eadaan 4ngkatan -erja dan -eadaan -esempatan -erja
asalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya
dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja. 4ngkatan kerja di Indonesia pada tahun 1::1
sebesar )::,D juta orang. ereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah &)*-13
tahun' sebanyak 1:,5 juta. Pada sisi lain, 3*,22 juta orang hanya berpendidikan (D kebawah,
ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah.
-eadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran
tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. Pada tahun 1::1, jumlah orang yang bekerja
adalah sebesar ;),, juta orang. (ekitar 33,22 persen kesempatan kerja ini berada disektor
pertanian, yang hingga saat ini tingkat produkti%itasnya masih tergolong rendah. (elanjutnya
,2,5; juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal.
Dan selama hampir 1* tahun lebih pemerintah Indonesia percaya, dengan jenis
in%estor ini, sampai kemudian disadarkan oleh kenyataan pahit bahwa jenis industri seperti
itu adalah jenis industri yang paling gemar melakukan relokasi. Pemindahan lokasi industri
ke negara yang menawarkan upah buruh yang lebih kecil, peraturan yang longgar, dan buruh
yang melimpah. ereka diberikan gelar industri tanpa kaki &foot loose industries', karena
kemudahan mereka melangkah dari satu negara ke negara lainnya.
Indonesia yang mendapat era reformasi tahun );;D secara ambisius
meratifikasisemua kon%ensi dasar I97 &a basic human rights con%entions' yaituC kebebasan
berserikat dan berunding, larangan kerja paksa, penghapusan diskriminasi kerja, batas
minimum usia kerja anak, larangan bekerja di tempat terburuk. Ditambah dengan kebijakan
demokratisasi baru dibidang politik, telah membuat in%estor tanpa kaki ini kuatir bahwa
demokratisasi baru selalu diikuti dengan diperkenalkannya
$ndang-undang baru yang melindungi dan menambah kesejahteraan buruh. !ila ini
yang terjadi maka konsekuensinya akan ada peningkatan biaya tambahan &labor cost maupun
o%erheadcost'. !agi perusahaan yang masih bisa mentolerir kenaikan biaya operasional ini,
mereka akan mencoba terus bertahan, tetapi akan lain halnya kepada perusahaan yang
keunggulan komparatifnya hanya mengandalkan upah murah dan longgarnya peraturan,
mereka akan segera angkat kaki ke negara yang menawarkan fasilitas bisnis yang lebih
buruk.
Itulah sebabnya sejak tahun );;;-1::1 diperkirakan jutaan buruh telah kehilangan
pekerjaan karena perusahaannya bangkrut atau re-lokasi ke Cina, -amboja atau Eietnam.
Jenis indusri seperti ini sudah lama hilang dari negara-negara industri maju, karena sistem
perlindungan hukum dan kuatnya serikat buruh telah membuat industri ini hengkang ke
negara lain.
In%estor yang datang ke sektor ini adalah in%estor yang berbisnis dengan
memanfaatkan potensi sumber daya alam kita, bukan karena sumber daya manusia yang
melimpah. Industri ini juga tidak mengenal re-Iokasi &kecuali kaJau sudah habis masa
eksplorasi'. -arena tidak di semua tempat ada tersedia sumber daya alam yang melimpah.
engandalkan terus-menerus industri ke sektor padat karya manufaktur, akanhanya membuat
buruh Indonesia seperti hidup seperti dalam ancaman bom waktu.
>entannya hubungan kerja akibat buruknya kondisi kerja, upah rendah. P.-
semenamena dan perlindungan hukum yang tidak memadai, sebenarnya adalah sebuah awal
munculnya rasa ketidakadilan dan potensi munculnya kekerasan. $saha keras dan
pembenahan radikal harus dilakukan untuk menambah percepatan in%estor baru. (aya sangat
sedih mendengar berita tentang minimnya atase perdagangan Indonesia yang
mempromosikan potensi keunggulan ekonomi kita. Indonesia dengan penduduk 1): juta
(ingapura, dengan penduduk 3 juta memiliki )1* atase perdagangan, "hailand dengan
penduduk ,: juta punya 5* atase, alaysia D:, Philippine 3*. !agaimana mungkin negara
lain tahu ada potensi kita bila tenaga yang mempromosikannya hanya 1* orang.
Potensi in%estasi di banyak negara berkembang juga dapat kita temukan di web-site
khusus mereka, yang disediakan untuk menarik in%estor asing potensial. Di dalam situs itu
bisa ditemukan &bahkan infofmasi setiap daerah' potensi bisnis apa yang layak
dikembangkan. Indonesia sejauh yang saya ketahui tidak punya situs informasi secanggih itu.
(elain itu, poIitik nasional kita juga tidak memiIiki komitmen sungguh-sungguh untuk
meningkatkan kualitas (D, terbukti dengan minimnya alokasi dana 4P!A yang disepakati
politisi dan pemerintah untuk anggaran pendidikan. >asio anggaran pendidikan Indonesia
untuk untuk pendidikan hanya ).,F dari PD!. (ementara itu "hailand 2,,. (ingapura 1.2 dan
India 2.2. Itu sebabnya banyak sekolah (D yang tidak mempunyai guru atau hanya
mempunyai ) atau 1 orang guru yang mengajar semua kelas ) sampai kelas ,.
1. inimnya perlindungan hukum dan rendahnya upah
Dalam kamus modern serikat buruh, hanya ada dua cara melindungi buruh yaituC
Pertama, melalui undang-undang perburuhan. eIalui undang-undang buruh akan terlindungi
secara hukum, mulai dari jaminan negara memberikan pekerjaan yang layak, melindunginya
di tempat kerja &kesehatan dan keselamatan kerja dan upah layak' sampai dengan pemberian
jaminan sosial setelah pensiun.
-edua, melalui serikat buruh. (ekalipun undang-undang perburuhan bagus, tetapi
buruh tetap memerlukan kehadiran serikat buruh untuk pembuatan Perjanjian -erja !ersama
&P-! '. P-! adalah sebuah dokumen perjanjian bersama antara majikan dan buruh yang
berisi hak dan kewajiban masing-masing pihak. .anya melalui serikat buruhlah + bukan
melalui 9( ataupun partai politik + bisa berunding untuk mendapatkan hak-hak tambahan
&di luar ketentuan $$' untuk menambah kesejahteraan mereka.
2. Penurunan Pekerja (ektor ?ormal
Jumlah orang yang bekerja di sektor formal terus mengalami penurunan semenjak
tahun 1::: dan terus turun hingga lebih dari ) juta lapangan kerja yang hilang di tahun 1::2.
-ondisi ini terutama terlihat sekali pada kelompok pekerja kasar. Di lain pihak, pekerja di
sektor informal menunjukkan gejala yang terus meningkat. Pada tahun 1::2 terdapat
peningkatan sekitar 3::.:::pekerja. Jumlah pekerja di sektor pertanian, dimana kebanyakan
berada pada sektor informal, juga kembali meningkat dari 3: persen pada tahun );;5 menjadi
sekitar 3,,2 persen pada tahun 1::2. -ecenderungan ini merupakan gambaran bahwa
pekerjaan yang lebih produktif, dengan sistem jaminan socials yang memadai sedang
mengalami penurunan, digantikan dengan pekerjaan yang kurang produktif dan tanpa
proteksi sosial.
Penciptaan lapangan kerja yang mengecewakan saat ini amat berbeda jauh dengan
pengalaman Indonesia di masa lalu. (ebelum krisis pertumbuhan ekonomi yang didorong
oleh ekspor dengan in%estasi tinggi merupakan sumber utama penyerapan tenaga kerja.
4ntara tahun );;: hingga );;*, industri berorientasi ekspor beserta berbagai industri
pendukungnya diperkirakan telah menyediakan separuh dari total pekerjaan yang ada.
(ecara umum kita dapat mengatasi berbagai masalah ketenagakerjaan melalui berbagai upaya
praktis seperti berikut/
). endorong In%estasi
engharapkan in%estasi dari luar negeri kenyataannya belum menunjukkan hasil
yang berarti selama tahun 1::, lalu. Para in%estor asing mungkin masih menunggu adanya
perbaikan iklim in%estasi dan beberapa peraturan yang menyangkut aspek perburuhan. -alau
upaya terobosan lain tidak dilakukan, khawatir masalah pengangguran ini akan bertambah
terus pada tahun-tahun mendatang.
!eberapa produk perikanan dan kelautan juga sangat potensial untuk dikembangkan
seperti udang, ikan kerapu dan rumput laut dan beberapa jenis budidaya perikanan dan
kelautan lainnya. (ektor industri manufaktur dan kerajinan, khususnya untuk industri
penunjang - supporting industries seperti komponen otomotif, elektronika, furnitur, garmen
dan produk alas kaki juga memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan dan penyerapan
tenaga kerja. Penulis juga mencermati banyak sekali produkproduk I" dan industri
manufaktur yang sangat dibutuhkan, baik untuk pasar domestik, maupun untuk pasar ekspor.
Di samping kedua sektor tersebut, sector jasa keuangan, persewaan, jasa konsultasi bisnis dan
jasa lainnya juga memiliki prospek baik untuk dikembangkan.
1. emperbaiki daya saing
Daya saing ekspor Indonesia bergantung pada kebijakan perdagangan yang terus
menjaga keterbukaan, disamping menciptakan fasilitasi bagi pembentukan struktur ekspor
yang sesuai dengan ketatnya kompetisi dunia. Dalam jangka pendek, Indonesia dapat
mendorong ekspor dengan mengurangi berbagai biaya yang terkait dengan ekspor itu sendiri
serta meningkatkan akses kepada pasar internasional. -ebijakan yang dapat dipakai untuk
mengontrol biaya-biaya tersebut diantaranya i' enjaga kestabilan dan daya saing nilai tukar
ii' emastikan peningkatan tingkat upah yang moderat sejalan dengan peningkatan
produktifitas iii' 4kselerasi proses restitusi PPn dan restitusi bea masuk impor bagi para
eksportir dan i%' eningkatkan kemampuan fasilitas pelabuhan dan bandara dan infrastruktur
jalan untuk mengurangi biaya transportasi.
Pemerintah dapat berupaya lebih keras lagi dalam menegosiasikan akses yang lebih
besar ke pasar internasional pada pembicaraan perdagangan multilateral Putaran Doha
terbaru. -arena Indonesia telah mempunyai kebijakan re@im perdagangan yang sangat
terbuka, pemerintah dapat meminta pemotongan bea masuk dan pembebasan atas berbagai
pengenaan bea masuk bukan ad-%alorem oleh negara-negara maju, dengan dampak yang kecil
bagi kebijakan proteksi Indonesia sendiri.
2. eningkatkan ?leksibilitas tenaga kerja
Indonesia memiliki aturan ketenagakerjaan yang paling kaku serta menimbulkan
biaya paling tinggi di 4sia "imur. (ebagai contoh, biaya untuk mengeluarkan pekerja
sangatlah tinggiC pesangon yang harus dibayarkan mencapai ; bulan gaji. "entunya kebijakan
pasar tenaga kerja harus berimbang antara penciptaan pasar tenaga kerja yang fleksibel
dengan kebutuhan untuk memberikan perlindungan dan keamanan bagi tenaga kerja.
9angkah-langkah praktis yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan fleksibilitas
tenaga kerja antara lain/
G enyelesaikan pelaksanaan perundang-undangan tenaga kerja dan berkonsentrasi pada dua
isu utama yang mendapat perhatian para pengusaha yaitu/ i' keleluasaan dalam
mempekerjakan pekerja kontrak dan ii' keleluasaan dalam melakukan outsourcing, dengan
menekankan para sub-kontraktor untuk memenuhi hak-hak pekerja mereka.
G enciptakan peradilan tenaga kerja, sebagaimana yang diatur dalam undang-undang
perselisihan hubungan industrial. .al ini dimaksudkan untuk mempercepat proses
penyelesaian perselisihan tenaga kerja.
G embentuk tim ahli dalam menentukan tingkat upah minimum. Pemerintah pusat dapat
menjalankan kewenangan untuk membatasi peningkatan upah minimum di daerah.
G Jika diperlukan, mere%isi $ndang-undang mengenai (istem -esejahteraan (osial Aasional
yang baru disahkan dan membentuk komisi tingkat tinggi yang bertugas mendesain sistem
kesejahteraan nasional. (istem ini harus dapat dilaksanakan dan mendukung penciptaan
lapangan pekerjaan.
3. Peningkatan -eahlian Pekerja
Pemerintah seharusnya dapat meningkatkan kemampuan angkatan kerja. 9emahnya
kemampuan pekerja Indonesia dirasakan sebagai kendala utama bagi in%estor. >endahnya
keahlian ini akan mempersempit ruang bagi kebijakan Indonesia untuk meningkatkan struktur
produksinya. Halaupun pada saat sebelum krisis pendidikan di Indonesia mencapai kemajuan
yang luar biasa, dalam segi kuantitas, kualitas pendidikan masih tertinggal dibandingkan
dengan negara-negara pesaing lainnya. Pemerintah harus lebih menekankan pencapaian
tujuan di bidang pendidikan formal dengan mereformasi sistem pendidikan, sesuai dengan
prinsip dan manfaat dari proses desentralisasi.
$. KESEMPATAN KER+A
-esempatan kerja secara umum diartikan sebagai suatu keadaan yang mencerminkan jumlah
dari total angkatan kerja yang dapat diserap atau ikut secara aktif dalam kegiatan perekonomian.
-esempatan kerja adalah penduduk usia )* tahun keatas yang bekerja atau disebut pula pekerja.
!ekerja yang dimaksud disini adalah paling sedikit satu jam secara terus menerus selama seminggu
yang lalu.
Bsmara &);D, / )23', kesempatan kerja dapat diartikan sebagai jumlah penduduk yang bekerja
atau orang yang sudah memperoleh pekerjaanC semakin banyak orang yang bekerja semakin luas
kesempatan kerja.
(agir &);;3 / *1', memberi pengertian kesempatan kerja sebagai lapangan usaha atau
kesempatan kerja yang tersedia untuk bekerja akibat dari suatu kegiatan ekonomi, dengan demikian
kesempatan kerja mencakup lapangan pekerjaan yang sudah diisi dan kesempatan kerja juga dapat
diartikan sebagai partisipasi dalam pembangunan. (edangkan (ukirno &1::: / ,D', memberikan
pengertian kesempatan kerja sebagai suatu keadaan dimana semua pekerja yang ingin bekerja pada
suatu tingkat upah tertentu akan dengan mudah mendapat pekerjaan.
(wasono dan (ulistyaningsih &);;2', memberi pengertian kesempatan kerja adalah termasuk
lapangan pekerjaan yang sudah diduduki &employment' dan masih lowong &%acancy'. Dari lapangan
pekerjaan yang masih lowong tersebut timbul kemudian kebutuhan tenaga kerja yang datang
misalnya dari perusahaan swasta atau !$A dan departemen-departemen pemerintah. 4danya
kebutuhan tersebut berarti ada kesempatan kerja bagi orang yang menganggur. Dengan demikian
kesempatan kerja &employment' yaitu kesempatan kerja yang sudah diduduki.
Dari definisi di atas, maka kesempatan kerja apat dibedakan menjadi dua golongan yaitu /
). -esempatan kerja permanen yaitu kesempatan kerja yang memungkinkan orang bekerja secara
terus-menerus sampai mereka pensiun atau tidak mampu lagi untuk bekerja. isalnya adalah
orang yang bekerja pada instansi pemerintah atau swasta yang memiliki jaminan sosial hingga
hari tua dan tidak bekerja ditempat lain.
1. -esempatan kerja temporer yaitu kesempatan kerja yang memungkinkan seseorang bekerja
dalam waktu yang relatif singkat, kemudian menganggur untuk menunggu kesempatan kerja
baru. isalnya adalah orang yang bekerja sebagai pegawai lepas pada perusahaan swata dimana
pekerja mereka tergantung order.
-eberhasilan pembangunan tidak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi
juga harus dilihat dari keberhasilan dalam mengurangi tingkat ketimpangan pendapatan dan
kesejahteraan masyarakat. (elain itu keberhasilan pembangunan juga diukur dari tingkat keberhasilan
mengurangi jumlah jumlah penduduk miskin serta keberhasilan dalam upaya menciptakan lapangan
kerja atau kesempatan kerja dan meningkatkan tingkat partisipasi angkatan kerja. -esempatan kerja
merupakan peluang bagi angkatan kerja yang menganggur untuk mendapatkan pekerjaan yang berarti
pula peluang atau kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. -eadaan tenaga kerja dan kesempatan
kerja di Indonesia ditandai oleh adanya beberapa masalah pokok yang bersifat struktural. asih
tingginya tingkat pertumbuhan penduduk berarti masih tetap tinggi pula pertumbuhan angkatan kerja.
Diperkirakan pertumbuhan angkatan kerja lebih tinggi daripada pertumbuhan penduduk oleh karena
struktur umur penduduk yang relatif muda. .al ini berarti banyak tenaga kerja yang berusia muda dan
umumnya kurang atau belum trampil dan kurang pengalaman. (elain itu masalah ketenagakerjaan
juga ditandai oleh adanya kekurang seimbangan penyebaran tenaga kerja bila dikaitkan dengan
sumber alam yang tersedia. (ebagian besar tenaga kerja Indonesia berada di Pulau Jawa yang
merupakan bagian yang kecil dari seluruh wilayah Indonesia. Di lain pihak pasar kerja belum
berfungsi dengan baik dalam menyebarkan tenaga kerja dari daerah yang kelebihan tenaga kerja ke
daerah yang kekurangan tenaga kerja. 4danya kelebihan tenaga kerja secara umum dan belum
terserapnya seluruh tenaga kerja yang tersedia, menimbulkan masalah lain pada bidang perburuhan
seperti kurang layaknya syarat kerja dan kondisi kerja.
Dalam rangka mengatasi masalah ketenagakerjaan, pemerintah harus menempuh
kebijaksanaan dan langkah-langkah yang bersifat menyeluruh. (asaran yang ingin dicapai adalah
perluasan kesempatan kerja produktif, pemerataan kegiatan dan pemerataan hasil pembangunan.
Dalam hubungan ini telah dirumuskan empat bentuk kebijaksanaan. Pertama, kebijaksanaan umum di
bidang ekonomi dan sosial. Di bidang ekonomi, kebijaksanaan mencakup kebijaksanaan fiskal
ketenagakerjaan, moneter dan in%estasiC di bidang sosial diadakan kebijaksanaan kependudukan yang
bertujuan mewujudkan masyarakat berkeluarga kecil yang sejahtera. -edua, kebijaksanaan sektoral di
berba-gai sektor mengusahakan terciptanya perluasan kesempatan kerja berikut peningkatan produksi.
-etiga, kebijaksanaan daerah berupa pengerahan tenaga kerja dari daerah yang kelebihan ke daerah
yang membutuhkan, misalnya melalui 4ntar -erja 4ntar Daerah. -eempat, kebijaksanaan khusus
yang secara langsung dan tidak langsung menyediakan lapangan kerja untuk waktu yang relatif
pendek bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah, misalnya waktu sepi kerja di sektor
pertanian.
Pada tahun );D;, tingkat kesempatan kerja di Indonesia adalah sebesar 52.;:D.1:3 jiwa yang
terbagi dalam beberapa sektor ekonomi. Pada tahun );;:, tingkat kesempatan kerja menurun sebesar
5).*5:.::: jiwa. Dan pada tahun selanjutnya tingkat kesempatan kerja terus meningkat sampai tahun
);;3 adalah sebesar D1.:2D.):: jiwa. Pada tahun );;*, tingkat kesempatan kerja di Indonesia
menurun menjadi D:.)):.:,: jiwa.
Dengan terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun );;5 telah berdampak negatif pada
seluruh tatanan ekonomi sosial di Indonesia. -arena dengan depresiasi nilai rupiah terhadap dollar
4merika yang drastis dipercaya telah menyebabkan kontraksi pada sektor-sektor riil yang sangat
tergantung pada input produksi impor. -ondisi ini telah mengakibatkan meningkatnya insiden
kebangkrutan usaha-usaha disektor formal, rasionalisasi dan insiden pemutusan hubungan kerja
&P.-', yang pada gilirannya dapat mengurangi peluang kesempatan kerja dan menurunnya rata-rata
tingakt pendapatan keluarga. Jumlah rumah tangga miskin terus meningkat. Pada tahun );;;, tingkat
kesempatan kerja di Indonesia terus meningkat sebesar DD.D),.D*; jiwa. "etapi pada tahun 1::1-
1::2, tingkat kesempatan kerja menurun drastis, pada tahun 1::1 sebesar ;).,35.),, jiwa dan pada
tahun 1::2 menurun lagi menjadi ;:.5D3.;)5 jiwa. Dan pada tahun selanjutnya tingkat kesempatan
kerja di Indonesia terus meningakat sampai pada tahun 1::, sebesar ;*.3*,.;2* jiwa. .al ini
disebabkan oleh semakin membaiknya roda perekonomian dan banyak terbukanya lapangan kerja di
Indonesia. Perkembangan kesempatan kerja di Indonesia dari tahun );D;-1::5 dapat dilihat pada
tabel IE-1 berikut ini.
Perkembangan -esempatan -erja di Indonesia
"ahun );D;-1::5
"ahun
-esempatan -erja
&Jiwa'
);D; 52.;:D.1:3
);;: 5).*5:.:::
);;) 5,.312.)5;
);;1 5;.1::.*31
);;2 D:.):).:),
);;3 D1.:2D.)::
);;* D:.)):.:,:
);;, D*.5:).D)2
);;5 D5.:3;.5*,
);;D D5.,51.33;
);;; DD.D),.D*;
1::: D;.D25.52:
1::) ;2.511.:2,
1::1 ;).,35.),,
1::2 ;:.5D3.;)5
1::3 ;2.511.:2,
1::* ;3.;3D.))D
1::, ;*.3*,.;2*
1::5 ;*.,35.3;5
(umber / !P( Pro%insi Aanggroe 4ceh Darussalam &diolah'
(ebagai strategi peningkatan kesempatan kerja yang diperlukan antara lain /
). Dari sisi persediaan tenaga kerja /
Pengendalian jumlah penduduk dalam jangka panjang masih perlu dipertahankan.
Pengendalian angkatan kerja dalam jangka pendek melalui peningkatan pendidikan yaitu
dibedakan atas peningkatan kuantitas pendidikan &perluasan fasilitas pendidikan, peningkatan
kondisi perekonomian keluarga yang mencegah angka putus sekolah dan peningkatan usia
sekolah#wajib belajar ; tahun' serta peningkatan kualitas pendidikan dan produkti%itas tenaga
kerja.
Pemerataan pembangunan infrastruktur secara merata sehingga dapat mencegah migrasi desa-
kota.
1. Dari sisi kebutuhan tenaga kerja
Perluasan dan penciptaan kesempatan kerja melalui kebijakan makro &seperti penyederhanaan
mekanisme in%estasi, pengembangan sistem pajak yang ramah pengembangan usaha, sistem kredit
yang menggerakkan sektor riil', kebijakan regional &melalui pengalokasian anggaran untuk
pembangunan infrastruktur yang menyerap tenaga kerja', kebijakan sektoral & di sektor pertanian
dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan &koperasi', membentuk kelompok yang terdiri dari
beberapa usaha kecil &$-' dalam pengolahan hasil pertanian, perbaikan teknik usaha tani, hingga
pengembangan sistem pengemasan sesuai dengan kebutuhan pasar di luar komunitas, sedangkan di
sektor industri melalui penyederhanaan mekanisme in%estasi, penataan sistem keamanan yang lebih
baik, melakukan promosi peluang in%estasi daerah serta di sektor lainnya melalui sistem regulasi dan
peri@inan usaha yang lebih sederhana' dan kebijakan khusus &usaha kerajinan dan makanan bagi
wanita di perdesaan, "-" &"enaga -erja uda "erdidik' yaitu program perluasan kesempatan
kerja bagi lulusan (9"4 ke perdesaa
-. PEN,AN,,URAN
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja &)* sampai ,3 tahun' yang
sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. 7rang yang tidak sedang mencari kerja
contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain
sebagainya yang karena sesuatu hal tidak#belum membutuhkan pekerjaan.
-.1 Pengangguran Ber"asarkan !en.e*a* terja"n.a
!erdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 5 macam/
Pengangguran (rks&nal &frictional unemployment'
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya
kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran
pekerja tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. (emakin maju
suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang
memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Pengangguran k&njungtural &cycle unemployment'
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang &naik-
turunnya' kehidupan perekonomian#siklus ekonomi.
Pengangguran struktural &structural unemployment'
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan
corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa
kemungkinan, seperti/
). 4kibat permintaan berkurang
1. 4kibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
2. 4kibat kebijakan pemerintah
Pengangguran musman &seasonal Unemployment'
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi
jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti
musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
Pengangguran sklkal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus
ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Pengangguran tekn&l&g
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga
manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
Pengangguran sklus
Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian
karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat.
-.# Pen.e*a* Pengangguran
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan
jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah
dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produkti%itas dan
pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan
timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
"ingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran
dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
-etiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya
yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang
berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur
dan keluarganya.
"ingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik,
keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. 4kibat jangka
panjang adalah menurunnya 8AP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah Ipengangguran terselubungI
di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih
banyak orang.
-.$ Mengatas Pengangguran )ang Terja"
4danya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan
dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut.
/ara Mengatas Pengangguran Struktural
$ntuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah /
Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja.
(egera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat
dan sektor ekonomi yang kekurangan.
engadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan &lowongan' kerja yang
kosong, dan
(egera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.
/ara Mengatas Pengangguran %rks&nal
$ntuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut.
Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang
bersifat padat karya.
Deregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya
in%estasi baru.
enggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industry.
enggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor
formal lainnya.
Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan
raya, P9"$, P9"4, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun
untuk merangsang in%estasi baru dari kalangan swasta.
/ara Mengatas Pengangguran Musman
Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut.
Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan
elakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika
menunggu musim tertentu.
/ara Mengatas Pengangguran Skls
$ntuk mengatasi pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut.
engarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
eningkatkan daya beli masyarakat.
Da(tar Pustaka
http/##kuliahitukeren.blogspot.com#1:))#:5#pengertian-kesempatan-kerja.html
http/##fachrimaulana.blogspot.com#1:))#:1#kesempatan-kerja.html
http/##kuliahitukeren.blogspot.com#1:))#:5#perkembangan-kesempatan-kerja-di.html
http/##id.wikipedia.org#wiki#Pengangguran
http/##bahankuliahkesehatan.blogspot.com#1:))#:3#makalah-konsep-kependudukan-di.html
http/##indriramadia.wordpress.com#1:))#:1#):#ketenagakerjaan-dan-pengangguran#
http/##dickyhendramulyadi.blog.com#1:))#:3#13#ketenagakerjaan-dan-pengangguran#
http/##orinkaltimindonesia.wordpress.com#1:):#))#1)#makalah-pengangguran#
http/##seshakri-arie@uya.blogspot.com#1:)1#:,#%entor-)1.html
http/##jogoyitnan-free.blogspot.com#1:))#:*#tenaga-kerja-angkatan-kerja-kesempatan.html
http/##sekedar-coretan-saya.blogspot.com#1:)1#:*#makalah-ketenagakerjaan-dan.html
http/##ratnapratiwii.wordpress.com#1:)1#:3#:D#makalah-tentang-pengagguran#