Anda di halaman 1dari 12

BAB II

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN


2.1 Sejarah Perusahaan
Perintisan perusahaan penerbangan ini dimulai dari sebuah badan yang
dinamakan Depot Penyelidikan, Percobaan, dan Pembuatan Pesawat Terbang
(DPPP). Badan ini diprakarsai oleh Nurtanio dan didirikan pada Agustus 1961. Pada
tahun 1962, nama DPPP diganti menjadi Lembaga Persiapan Industri Penerbangan
(Lapip). Kemudian pada tahun 1966 nama tersebut diubah kembali menjadi
Lembaga Industri Penerbangan Nurtanio (Lipnur).
Pada tanggal 23 Agustus 1976, aset Lipnur (TNI AU) dilebur dengan Divisi
Teknologi Penerbangan (ATTP) Pertamina menjadi PT. Industri Pesawat Terbang
Nurtanio. Industri ini merupakan sejarah industri pesawat terbang modern
selanjutnya. Pada masa ini, segala aspek baik infrastruktur, fasilitas, sumber daya
manusia, hukum dan peraturan, beserta semua yang berkaitan dan mendukung
keberadaan industri pesawat terbang diatur secara menyeluruh.
Setelah melakukan pengembangan di berbagai fasilitas serta sarana dan
prasarana, pada tanggal 11 Oktober 1985 PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio
diubah menjadi PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Industri ini
kemudian mengembangkan teknologi canggih dan konsep transformasi teknologi
yang memberikan hasil yang optimal sebagai upaya untuk mengusai teknologi
penerbangan dalam waktu yang relatif singkat yaitu 20 tahun.
Dalam menjalankan kegiatannya, IPTN berpegangan pada filosofi
transformasi teknologi Begin at the End and End at the Beginning. Dengan
filosofi tersebut, perusahaan ini berhasil mentransfer teknologi penerbangan yang
rumit dan terbaru, dengan secara khusus menguasai desain pesawat terbang,
rekayasa pengembangan serta menufaktur pesawat komuter kecil dan sedang, IPTN
juga bekerja sama dengan pihak pabrikan melaksanakan pembuatan berbagai jenis
pesawat terbang, seperti C212 Aviocar, C235, NBO105, NBK117, BN109, SA330
Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
5
Puma, NAS332 Super puma dan Nbell412. Hal ini kemudian berlanjut pada
keberhasilan membuat pesawat N250 dan N2130.
IPTN kemudian memasuki masa-masa sulit ketika Indonesia tertimpa krisis
moneter pada pertengahan tahun 1997, yang meluas ke arah krisis melti dimensi
yang meliputi bidang ekonomi, sosial, budaya, hukum, akhlak, dan hankam. Krisis
ini sangat berdampak pada kelangsungan hidup perusahaan ini, yang memaksa
pemerintah mengurangi dukungan politis dan juga suntikan dana bagi IPTN. Hal ini
ternyata tidak dapat diantisipasi oleh perusahaan ini, sehingga kondisi internal yang
mencakup finansial dan menejerial pun memburuk.
Dalam keadaan ini, Presiden RI, KH. Abdurrahman Wahid pada tanggal 24
Agustus 2000 meresmikan perubahan nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia (PT.
DI). Hal ini bertujuan untuk memberi nafas dan paradigma baru bagi perusahaan.
Perubahan nama ini ternyata tidak memperbaiki keadaan, namun ternyata keadaan
yang timbul semakin rumit dan kompleks. Hal ini disebabkan oleh volume bisnis
jauh lebih kecil dari sumber daya yang tersedia, budaya organisasi tidak sehat,
Direksi tidak berfungsi sebagai mana mestinya, ketidakadaan modal kerja, beban
gaji melebihi kemampuan, serta beban utang yang masih besar.
Berdasarkan fakta bahwa PT. DI adalah aset nasional, industri strategis yang
mendukung kepentingan nasional dan memiliki kemampuan kedirgantaraan, maka
tindakan penyelamatan pun dilakukan. Strategi penyelamatan yang dilakukan
diawali dengan tahap Rescue (sampai dengan Desember 2003), Recovery (Januari-
Desember 2004)dan kemudian dilanjutkan dengan tahap Pertumbuhan
Bisnis.Penyelamatan perusahaan dan penanganan karyawan diantaranya dilakukan
dengan:
a. Program perumahan sementara yang berlaku bagi seluruh karyawan selama 6
bulan untuk Stop-Bleeding, peningkatan produktivitas dan pemulihan
kepercayaan pelanggan.
b. RUPS luar biasa berupa peminjaman modal kerja senilai US $ 39 Juta untuk
PAF/TUDM/MPA-AU/Bae, restrukturasi keuangan PMS dan RDI/SLA,
Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
6
pencabutan SKEP sistem pengupahan 15/10/02 kembali ke sistem sebelumnya,
seleksi ulang seluruh karyawan, rasionalisasi 6000 karyawan, jual aset non
produktif serta pengubahan susunan BOD & BOC.
c. Program seleksi ulang karyawan oleh Konsultan SDM independen Perso
Data.
d. Program Re-staffing (pemanggilan karyawan yang lulus seleksi ulang).
e. Program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dilakukan dengan sosialisasi secara
cascade dan melalui media massa.
f. Program Re-deployment/Career Change Program berupa konversi kompetensi,
penyaluran ke BUMN lain, penyaluran ke perusahaan swasta lain, penyaluran ke
BUMN lain, Training Enterpreneurship dan Family Counseling.
g. Konsep PT. DI baru, Re-Fokus lini usaha (terbagi menjadi 4: Aircraft,
Aerostruktur, Maintenance dan Engineering Service), organisasi baru,
restrukturisasi sumber daya, bisnis proses baru dan budaya perusahaan baru.
Saat ini PT DI masih tetap berproduksi untuk usaha memenuhi kontrak kerja yang
telah disepakatinya. Meski dengan berbagai kendala dan kekurangan yang ada.
Bagaimanapun langkah-langkah yang telah diambil diharapkan cukup memadai
memperbaiki kinerja, efisiensi dan efektifitas perusahaan. Sehingga bukan hal yang
mustahil PT DI nantinya bangkit kembali sebagaimana yang diharapkan seluruh
bangsa dan negara ini.
2.2 Visi dan Misi Directorate Of Aerostructure
2.2.1 Visi
Untuk menjadikan komponen pesawat terbang yang terkemuka dan
komponen manufaktur dengan operasi keunggulan yang memenuhi
persyaratan global, dengan memproduksi bagian pesawat yang berkualitas
tinggi dan pengiriman komponen yang tepat waktu, tanggap cepat terhadap
pelanggan, dan harga yang bersaing melalaui proses bisnis.


Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
7
2.2.2 Misi
Untuk menjadi yang terkemuka dalam laba yang membangkitkan unit
bisnis di PT. Dirgantara Indonesia (Persero) dengan pengembalian modal
menuju keberhasilan penguasaan pasar, target perencanaan laba jangka
pendek dan jangka panjang di perusahaan.
2.3 Satuan Usaha
2.3.1 Aircraft
Memproduksi beragam pesawat unntuk memnuhi berbagai misi sipil,
militer, dan juga misi khusus.
2.3.2 Aerostructure
Didukung oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan mempunyai
kemampuan tinggi dalam manufaktur pesawat, dilengkapi pula dengan
fasilitas manufaktur dengan ketepatan tinggi (high precision), seperti: mesin-
mesin canggih, bengkel sheet metal & welding/pengelasan, composite &
bonding center, jig & tool shop, calibration, testing equipment & quality
inspection (peralatan test & uji kualitas), pemeliharaan, dlsb. Bisnis Satuan
Usaha Aerostucture meliputi:
a. Pembuatan komponen aerostructure (machined parts, Sub-assembly,
Assembly)
b. Pengembangan rekayasa (engineering package); pengembangan
komponen aerostructure yang baru
c. Perancangan dan pembuatan alat-alat (tooling design &
manufacturing)
2.3.3 Aircraft Services
Dengan keahlian dan pengalaman bertahun-tahun, Unit Usaha Aircraft
Services menyediakan servis pemeliharaan pesawat dan helikopter berbagai
jenis, yang meliputi: penyediaan suku cadang, pembaharuan dan modifikasi
struktur pesawat, pembaharuan interior, maintenance & overhaul.

Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
8
2.3.4 Engineering Services
Dilengkapi dengan peralatan dan perancangan analisis yang canggih,
fasilitas uji berteknologi tinggi, serta tenaga ahli yang berlisensi dan
berpengalaman standard internasional, Satuan Usaha Engineering Services
siap memenuhi kebutuhan produk dan jasa bidang engineering.
2.3.5 Defence
Bisnis utama Satuan Usaha Defence, terdiri dari: produk-produk militer,
perawatan, perbaikan, pengujian dan kalibrasi baik secara mekanik maupun
elektrik dengan tingkat akurasi yang tinggi, integrasi alat-alat perang,
produksi segala sistem senjata, antara lain: FFAR 2.75 rocket, SUT Torpedo,
dll.
2.4 Strategi
Dalam jangka panjang terdapat dua tahap sasaran perusahaan:
a. Tahap konsolidasi dan survival (2001-2003)
b. Tahap tumbuh dan sehat (2004 dan seterusnya)
Langkah-langkah strategis meliputi empat upaya:
a. Reorientasi bisnis.
b. Restrukturisasi sumber daya manusia dan organisasi.
c. Restrukturisasi keuangan dan permodalan.
d. Program peningkatan kinerja keuangan.
2.5 Pengabdian Masyarakat
Sejak tahun 1995 PT Dirgantara Indonesia membentuk Tim Pembina Pabrik
Domestik (TP2D) yang bertujuan mendorong pertumbuhan industri nasional.
Aktivitas yang dilakukan adalah pelatihan-pelatihan teknologi dan peningkatan
SDM kepada industri kecil dan menengah yang berbasis teknologi. Telah dibina 30
perusahaan yang terdiri dari industri manufaktur, pemeliharaan, supplier,
laboratorium dan perusahaan penerbangan. Saat ini sedang disiapkan program yang
sama untuk perusahaan yang tergabung dalam ASPEP (Asosiasi Permesinan dan
Pekerjaan Logam).
Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
9
2.6 Budaya Perusahaan
Budaya perusahaan PT Dirgantara Indonesia dijargonkan sebagai SPEED,
yakni:
a. Solid, kompak danbersinergi sebagai tim, bersikap tulus dan terbuka untuk
mencapai tujuan perusahaan.
b. Professional, ahli dan kompeten sesuai dengan norma profesinya.
c. Excellent, tekad untuk memperoleh keunggulan dan standar kualitas
tertinggi.
d. Enthusiast, semangat dan gairah dalam bekerja dan menghadapi tantangan.
e. Dignity, martabat berlandaskan iman dan takwa.
2.7 Produk dan Jasa
2.7.1 Produk
a. Aircraft Full Development :
1. N250
2. N2130
b. Aircraft Joint Develpment and Production :
1. CN235 Sipil
2. CN235 Militer
3. CN235 Maritim
c. Aircraft under licence Production :
1. NC212
d. Helicopter under licence Production :
1. NBELL-412 HP/SP medium twin helicopter
2. Super Puma NAS-332 heavy helicopter
3. NBO-150 CB/CBS light twin helicopter
e. Subcontract Progranm :
1. Boeing B727, B757, B767
2. Lockhead F16
3. Mitsubishi Heavy Industri
Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
10
4. Airbus A330, A340, A380
2.7.2 Jasa
a. Engineering work packages: design, development, testing
b. Manufakturing subcontracts
c. Aircraft Maintenance Repair and Overhaul (MRO)
d. Engine Maintenance Repair and Overhaul (MRO)
e. Aircraft Industrial Tooling & Equipment Manufacturing
2.8 Sturktur Organisasi
Struktur organisasi PT. Dirgantara Indonesia secara keseluruhan, yang dibagi
berdasarkan unit bisnis, ditunjukkan dalam gambar 2.1 Dalam struktur organisasi
ini, presiden direktur membawahi empat buah direktorat yang merupakan unit bisnis
perusahaan dan ditambah dengan direktorat yang berfungsi mengatur keuangan dan
administrasi perusahaan. Kelima direktorat tersebut yaitu Directorat of
Aerostructure, Directorat of Aircraft Integration, Directorat of Aircraft Services,
Directorat of Technology and Development, dan Directorat of Finance and
Administration. Selain itu, presiden direktur juga dibantu oleh Assintant beberapa
divisi, yaitu Division of Security, Division of Integral Audit, dan Division of
Coorporate Planning and Development.
Adapun struktur organisasi Direktorat Aerostucture PT. Dirgantara Indonesia
ditunjukkan dalam gambar 2.2 Struktur organisasi unit bisnis ini dibagi berdasar kan
fungsi yang masing-masing dijalankan oleh sebuah divisi. Terdapat empat buah
divisi yang dibawahi oleh Direktorat Aerostructure, yaitu Divisi Business
Integration, Divisi Engineering, Divisi Operation Aerostucture, dan Divisi Resource
Management Aerostructure. Divisi Business Integration membawahi beberapa
departemen, yaitu Dept. Sales and Marketing, Dept. Production Planning, dan
departemen-departemen yang menangani program-program yang sedang dijalankan
direktorat ini. Selain membawahi empat buah divisi, Direktorat Aerostructure juga
dibantu oleh Dept. Quality Assurance untuk menjalankan seluruh tugasnya.

Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
11




























Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT Dirgantara Indonesia
DIREKTUR
UTAMA
SEKERTARIS PERUSAHAAN ASISTEN DIREKTUR UTAMA BIDANG
HUBUNGAN PEMERINTAH
SATUAN PENGAWASAN
INTERN
UNIT BISNIS STRATREGIS
AIRCRAFT SERVICE
DIVISI PEMASARAN &
PENJUALAN AIRCRAFT
SERVICE
DIVISI PERAWATAN &
MODIFIKASI
DIVISI MANAJEMEN
LOGISTIK AIRCRAFT
SERVICE
DIVISI KEUANGAN &
ADMINISTRASI AIRCRAFT
SERVICE
DIVISI PENGAMANAN
DIVISI PERENCANAAN
PERUSAHAAN
DIREKTORAT UMUM &
SUMBER DAYA MANUSIA
DIVISI KEUANGAN
PERUSAHAAN
DIREKTORAT KEUANGAN
DIVISI
PEMBENDAHARAAN
DIVISI AKUNTANSI
DIVISI PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA
DIVISI ADMINISTRASI
SUMBER DAYA MANUSIA
DIVISI PENGADAAN
UMUM & JASA FASILITAS
DIVISI TEKNOLOGI
INFORMASI
DIREKTORAT NIAGA &
RESTRUKTURISASI
DIVISI
POENGEMBANGAN
USAHA
DIVISI PEMASARAN
DIVISI PENJUALAN
DIVISI
RESTRUKTURISASI
DIREKTORAT TEKNOLOGI &
PENGEMBANGAN
DIREKTORAT PRODUKSI
DIVISI MANAJEMEN
PROGRAM
DIVISI PUSAT
TEKNOLOGI
DIVISI PUSAT
RANCANG BANGUN
DIVISI PUSAT UJI
TERBANG
DIVISI SERTIFIKASI &
KELANGSUNGAN LAIK
UDARA
DIVISI JAMINAN MUTU
DIVISI REKAYASA
MANUFAKTUR
DIVISI MANAJEMEN
PROGRAM DAN
PERENCANAAN
DIVISI PENGADAAN
DAN LOGISTIK
DIVISI DETAIL PART
MANUFACTURING
DIVISI KOMPONEN DAN
PERAKITAN
DIVISI PERAKITAN
AKHIR DAN PUSAT
DELIVERI
Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
12
2.9 Manajemen Kualitas Direktorat Aerosructure
Sistem manajemen kualitas mengacu pada AS9100 : revisi C 2009 yang
secara matematik dapat dinyatakan sebagai ISO9001/2008 ditambah regulasi
keselamatan penerbangan.
2.9.1 General
AE telah menstabilkan dan mengimplementasikan sistem manajemen
kualitas dan manajemen akses pada karyawan AE, pelanggan, dan regulatory.
Hal ini didasarkan pada prinsip keempat pada kebijakan kualitas (quality
policy) untuk memenuhi dan mengenali pelanggan dan aplicable statutory dan
regulatory dari kebutuhan sistem manajemen kualitas dan ekspektasi ketika
penyediaan produk sesuai harga ekonomisnya. Requirement (kebutuhan)
untuk setiap penggunaan standar dan regulasi dari peningkatan berkelanjutan
pada setiap level dalam AE (mengacu pada 10-AE-P401).
2.9.2 Control of Document
Procedure 10-AE-P403 disusun untuk mendefinisikan aturan yang
dibutuhkan :
a. Pada approval document (dokumen yang disetujui) setelah isu yang
terdahulu oleh fungsi otoritas
b. Untuk melakukan review dan update yang diperlukan dan re-approve
dokumen
c. Untuk memastikan bahwa perubahan dibuat pada suatu dokumen
dilakukan setelah pengajuan permintaan perubahan kepada fungsi
otoritas dan status revisi dokumen telah dikenali
d. Untuk memastikan bahwa versi dokumen yang dipakai tersebut
tersedia sesuai point of use dan dikendalikan dengan master list dari
dokumen
e. Untuk memastikan dokumen tersebut legible dan readly identifiable
(dapat dikenali dan dimengerti)
Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
13
f. Untuk memastikan bahwa document of external origin (dokumen
eksternal asli) ditentukan oleh AE yang dibutuhkan untuk planning
dan pelaksanaan QMS dikenali dan pendistribusiannya terkendali
g. Untuk mencegah penggunaan dokumen usang dan menggunakan
proses identifikasi yang cocok jika saja dokumen tersebut nantinya
masih dapat digunakan untuk tujuan tertentu.
Dokumentasi sistem manajemen kualitas dan perubahannya disediakan
untuk semua effeted function dan akses diberikan kepada semua karyawan
AE, pelanggan dan/atau perwakilan otoritas regulatory.
2.9.3 Control of Records
Record (dokumen) dalam bentuk hardcopy dan electronics media diatur
menurut 10-AE-P402 untuk diidentifikasi, storage, protection, retrieval,
retention, legible, desposition dan readly identifiable.
2.10 Manajemen Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan faktor penentu terhadap keberhasilan suatu bisnis
dalam industri, karena itu pengelolaan sumber daya manusia harus diarahkan
kepada peningkatan kompetensi da keterampilan. Berikut merupakan poin-poin
untuk manajemen sumber daya manusia.
2.10.1 General
Untuk kerja karyawan yang berpengaruh pada kualitas produk harus
menjadi komponen dasar menurut dasar pendidikan, pelatihan, keterampilan,
dan pengalaman yang tepat.
2.10.2 Competence, Awarness and Training
Menentukan kompetensi penting untuk unjuk kerja yang berdampak
pada kualitas produk,
a. Provide (menyediakan) pelatihan atau tindakan lainnya untuk
memenuhii kebutuhan tersebut
b. Evaluate (mengevaluasi) keefektifan dari tindakan yang diambil
Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
14
c. Ensure (memastikan) bahwa setiap karyawan sadar tentang relevansi
dan pentingnya aktivitas mereka dan bagaimana hal tersebut dalam
berkontribusi untuk mencapai quality objective
d. Maintain (merawat) appropriate record pendidikan, pelatihan, skill
dan experiance
2.11 Tata Kerja Perusahaan
Secara garis besar proses produksi pesawat mencakupi beberapa tahapan.
2.11.1 Gedung Penyimpanan
Sebelum bahan baku diproses menjadi komponen terlebih dahulu
dilakukan evaluasi dan pengujian Quality Assurance melalui destruction
inspection maupun non-destruction inspection. Pengujian dimaksudkan untuk
mengetahui kualitas dan adanya korosi. Selanjutnya bahan baku tersebut
ditempatkan di gudang penyimpanan sesuai dengan spesifikasinya.
2.11.2 Pre-cutting
Bahan baku yang sudah diperiksa dikirim ke bagian pre-cutting
sesuai dengan permintaan bagian produksi disertai job card yang tersedia.
Proses ini dilaksanakan antara lain untuk menghemat bahan yang diproses,
memudahkan pelaksanaan dan pengontrolan bahan. Bahan yang telah
dipotong diperiksa kembali oleh Quality Assurance dan dilirim ke fabrikasi
untuk proses selanjutnya.
2.11.3 Fabrikasi
Bagian ini bertugas membuat komponen pesawat terbang dan
helikopter serta membuat dan menyiapkan tool dan jig sebagai alat bantu
pembuatan komponen. Pembuatan komponen dilakukan melalui proses
pemesinan maupun tidak (di machining shop maupun sheet metal forming).
Perlakuan lain yang diterapkan oleh komponen diatas :

Tinjauan Umum Perusahaan

Ryan Rahman (1010912047)
Teknik Mesin Universitas Andalas
15
a. Heat treatment
Suatu perlakuan yang diterapkan terhadap bahan baku sehingga lebih
memudahkan proses pembuatan komponen. Proses yang dilakukan antara lain
: pengerasan, pelunakkan, penormalan kembali. Ketiga hal tersebut diatas
dilakukan dengan cara pemanasan, pendinginan dan kombinasi antara
pemanasan dan pendinginan. Komponen yang memerlukan perlakuan diatas
adalah komponen yang dibuat dengan cara pengepresan.
b. Surface treatment
Suatu perlakuan pelapisan komponen secara kimiawi sehingga
komponen lebih tahan korosi. Selain diatas terdapat perlakuan lain terhadap
komponen dengan cara chemical milling. Komponen yang mendapat
perlakuan diatas antara lain yang dibuat di sheet metal forming, machining
shop juga komponen-komponen yang dibentuk dengan cara stretch forming
dan rubber press.
c. Pengecatan dasar
Suatu perlakuan lanjut agar komponen-komponen diatas lebih tahan
korosi. Sebelum komponen-komponen diatas dirakit di bagian fixed wing dan
rotary wing diadakan pengujian final oleh bagian oleh bagian Quality
Assurance sesuai data yang tercantum didalam dokumen.
d. Rotary wing
Bertugas merakit pesawat helikopter dari struktur awal sampai final,
termasuk didalamnya mesin, sistem elektrik, sistem avionik, interior dan
sebagainya. Perakitan yang disesuaikan dengan pesanan atau kebutuhan
pemesan yang disesuaikan dengan misi dan fungsi pesawat tersebut dalam
operasi.
e. Fixed wing
Bertugas merakit pesawat bersayap tetap dan proses perakotannya sama
seperti rotary wing.