Anda di halaman 1dari 20

Objek : Uji Tekan

Asisten :Ahmad Fadhil Adli


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakan
Material merupakan komponen atau unsur yang sangat penting dalam
proses produksi. Dalam perencanaan produksi dibutuhkan pengetahuan tentang
kualitas material yang digunakan pada proses produksi. Oleh sebab itu, kita
sebagai seorang engineer harus mampu untuk melakukan pengujian-pengujian
terhadap sebuah material, baik itu pengujian merusak, maupun pengujian tidak
merusak, dan salah satu dari pengujian merusak tersebut adalah uji tekan.
1.! T"j"an
Pengujian tekan dilakukan untuk mendapatkan:
Fenomena yang terjadi pada uji tekan.
Pengaruh pengujian tekan dengan tingkat deformasi berariasi terhadap
kekerasan alumunium.
1.# $an%aat
Dengan melakukan uji tekan kita dapat mengetahui sifat mekanik dari suatu
material. !ehingga kita dapat memprediksikan pengaruh pembebanan terhadap
material tersebut dan mengetahui fenomena yang terjadi pada saat
berlangsungnya uji tekan. Dengan begitu, kita dapat menggunakan material
sesuai dengan sifat-sifat mekaniknya.
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
BAB II
TIN&AUAN PU'TA(A
!.1 De%enisi Uji Tekan
Pengujian tekan adalah salah satu pengujian mekanik dan tergolong pada
jenis pengujian merusak karena spesimen& material yang diuji tidak dapat
digunakan kembali.
!.! Fen)mena*%en)mena +an terjadi ,ada "ji tekan
1. Barreling
'arelling adalah perubahan bentuk dimensi karena gesekan antara penekan
dengan benda uji.
(esekan antara spesimen dan dies yang menghambat permukaan atas an
ba)ah. !pesimen berekspansi secara bebas dapat menyebabkan fenomena
barreling.
Fenomena barreling diakibatkan oleh ukuran diameter yang lebih besar
daripada tinggi spesimen.
-ambar E.!.1 Barreling
2. Buckling
Kelompok 7 *+,
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
Buckling adalah terjadinya pembengkokan pada material setelah diberi
beban, hal ini disebabkan :
%kuran diameter yang lebih kecil daripada tinggi spesimen.
'enda uji tidak sesumbu pada penekan.
-ambar E.!.! Buckling
Pada pengujian tekan terhadap benda uji akan terbentuk suatu diagram
perbandingan antara tegangan dan regangan.

-
o


"

-
e
+ +
+ t


= =
Mekanisme terjadinya penguatan material saat uji tekan
3. Strain hardening
Strain hardening yaitu pengerasan pada material akibat penumpukan
dislokasi pada batas butir.
Proses :
Kelompok 7 *+.
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
Material di deformasi, sehingga terjadi pergerakan dislokasi. 'ila
deformasi diteruskan, maka akan terjadi pertambahan dislokasi. !uatu saat
dislokasi akan menumpuk, pada saat inilah terjadi Strain Hardening. 'ila
deformasi tetap diteruskan, maka dislokasi yang menumpuk akan muncul ke
permukaan, lalu menyebabkan terjadinya retak hingga material tersebut patah.
/ika balok dengan ketinggian a)al 0ho1 menjadi hi maka regangan aksial atom
menjadi :
$urunan rumus h
i
Kelompok 7 *+2
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
BAB III
$ETODOLO-I
#.1 Peralatan Per.)baan
Peralatan yang digunakan pada pengujian tekan adalah :
*. Mesin uji uniersal dan perlatan pendukungnya.
3. Dial indicator dan standar magnetik
4. /angka sorong
5. $ungku pemanas
,. #lat uji kekerasan dan peralatan pendukungnya
.. Mesin amplas sabuk
2. Mesin poles
#.! 'kema Alat
Kelompok 7 *+6
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
-ambar E.#.1 !kema #lat %ji $ekan
Kelompok 7 *+7
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
-ambar E.#.! #lat %ji $ekan
#.# Pr)sed"r ,er.)baan
*. !pesimen disiapkan. !alah satu spesimen dibagi 3 sehingga didapat empat
spesimen.
3. %kur panjang dan diameter spesimen
4. %ntuk h&d 8 4&3 diberi 9 3+: dan 4+ :
%ntuk h&d ; 4&3 diberi 9 3+: dan 4+ :
5. Peralatan disiapkan seperti skema alat
,. !etelah diuji tekan, spesimen dipotong untuk tiap tingkat deformasi
dibagian tengahnya, amplas pada spesimen yang akan di uji kekerasannya
dan bagian tersebutdi haluskan pada mesin poles.
Kelompok 7 **+
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
.. Di ukur kekerasannya, dan dicatat
BAB I/
DATA DAN PE$BAHA'AN
0.1 Data Per.)baan
!pesimen adalah #lumunium
',esimen 1234
h
5
2mm4
d
5
2mm4
hi
te)ri
hi
,er.)baan
Fen)mena H6A
h7d 8 #7!
3+ ,+ 3, 5+,55 53,*
'uckling
strain
hardening
*3
45
3.
4+ 57,5 3, 4.,. 42
'uckling
strain
herdening
*,
*.,,
33
h7d 9 #7!
3+ 34,4 3,,4 *7,+2 *6,6
'arreling
4.,,
44
4,
4+ 3,,4 3,,4 *6,.. 3*,. 'arreling
4,
42
47
Tabel E.1 $abel <asil Percobaan
0.! Perhit"nan
#. h&d ; 4&3
9 - 3+ : 9 - 4+ :
hi teori - 5+,55 hi teori - 4.,.
=h teori - ho > hi teori =h teori - ho > hi teori
- ,+ > 5+,55 - 57,5 > 4.,.
- 7,,. -*3,6
'. h&d ; 4&3
9 - 3+ : 9 - 4+ :
Kelompok 7 ***
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
hi teori - *7,+2. hi teori - *6,..6
=h teori - ho > hi teori =h teori - ho > hi teori
- 34,4> *7,+2. - 3,,4 > *6,..6
- 5,335 - .,.43
0.0 -6AFI(
A. AL h7d 8 #7!
B. AL h7d 9 #7!
Kelompok 7 **3
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
0.: Analisa
Pengujian tekan dengan memberikan pembebanan dari dua arah yang
menuju satu titik. Pengujian dilakukan terhadap spesimen alumunium, yang
dibedakan atas dua, berdasarkan nilai perbandingan h&d. yaitu dalam alumunium
h&d 8 4&3 dan alumunium ; 4&3. Dengan nilai perbandingan ini akan didapatkan
fenomena akan didapat fenomena pada pengujian tekan.
Pengujian dilakukan pada spesimen yang memiliki nilai regangan 0?1 3+:
dan 4+: .Pada #l dengan h&d 8 4&3 didapat nilai <@# yang berbeda dari 4 titik
yang dilakukan setelah penekanan dilakukan. Pada #l h&d 8 4&3 dengan ? - 3+:
pada pengujian didapatkan h setelah penekanan adalah 53,* dari panjang a)al h
+
adalah ,+ dari data yang dihasilkan menunjukan adanya fenomena buckling dan
terjadi juga strain hardening 0pengerasan material1 selama penekanan dilakukan.
Buckling merupakan fenomena perubahan dimensi spesimen akibat pembebanan
tekan. %ntuk #l h&d 8 4&3 pada 4+: didapatkan data dengan panjang a)al h
+
- ,+
Kelompok 7 **4
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
setelah penekanan panjang akhir h
*
- 42. <al ini menunjukan adanya fenomena
buckling. Dan mekanisme yang terjadi adalah adanya pengerasan material.
Pengerasan material diketahui dari pengujian kekerasan material yang
telah dilakukan pengujian tekan, sehinga didapatkan nilai <@# yang berbeda dari
tiga titik yang diambil.
Pengujian dilakukan dengan #l h&d ; 4&3 pada ? - 3+ : diketahui atau
didapatkan data yang prinsipnya sama. Diameter a)al yang diambil adalah 3,,4.
Dan untuk nilai h terjadi pemendekan material yaitu dari 34,4 menjadi *6,6. <al
ini menunjukkan adanya fenomena yang terjadi adalah fenomena barreling.
shingga nilai <@# yang diuji dengan uji kekerasan berbeda-beda dari tiga titik.
%ntuk #l h&d ; 4&3 pada ? - 4+ : didapatkan atau diketahui fenomena
yang terjadi adalah barreling. Barreling merupakan pembengkokan material
akibat penekannan. Diketahui dari data yaitu h
+
-3,,4 setelah penekanan menjadi
h
*
-3*,.. !pesimen setelah penekanan dilakukan pula pengujian kekerasan,
sehingga didapatkan nilai <@# dari tiga titik yang diambil.
/adi dari percobaan dan data yang dihasilkan terdapat perbedaan data,
yaitu pada #l h&d 8 4&3 dan #l h&d ; 4&3 didapatkan fenomena yang berbeda dan
niai <@# yang berbeda pula.
(rafik yang didapatkan merupakan grafik <@# terhadap titk dari
pengujian kekerasan. Pengujian keras dilakukan dengan tiga titik yang berbeda.
Pada grafik #l h&d 8 4&3 3+: terjadi atau diketahui kekerasan yang paling kecil
pada titik 3 dengan nilai <@# - 44 dan untuk h&d 8 4&3 4+: terlihat grafik yang
semakin menanjak, hal ini menunjukkan kekerasan material setelah ditekan
semakin keras.
<al berbeda pada grafik h&d ; 4&3 3+ : yaitu memiliki nilai kekerasan
yang paling tinggi pada titik 3 dengan nilai <@# -45. !edangkan titik h&d ; 4&3
4+: terjadi penanjakan grafik, namun tidak begitu tajam dibandingka #l h&d 8
4&3 4+:.
Kelompok 7 **5
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
BAB /
PENUTUP
:.1 (esim,"lan
*. Ailai perbandingan h&d mempengaruhi fenomena-fenomena yang terjadi.
3. #" h&d 8 4&3, fenomena yang terjadi adalah Buckling.
4. #" h&d ; 4&3, fenomena yang terjadi adaalah Barreling.
5.Pengujian kekerasan dilakukan untuk mengetahui mekanisme yang
terjadi pada uji tekan.
,.$erjadi mekanisme pengerasan material setelah penekanan dilakukan.
:.! 'aran
*. Praktikan diharapkan berhati-hati dalam pratikum demi keselamatan
praktikan.
3. Praktikan dianjurkan untuk mengikuti prosedur percobaan yang telah
ada.
Kelompok 7 **,
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
4. Dibutuhkan kerja sama tim dalam pratikum demi kelancaran
pengambilan data.
$ugas !ebelum Praktikum
*. !ebutkan ciri-ciri dan cara melakukan pengujian tekanB
/a)ab :
Ciri-ciri pengujian tekan adalah
a. Pada pengujian spesimen akan diberikan gaya luar berupa tekanan
b. $erjadinya peristi)a barreling akibat adanya gesekan antara
permukaan tekan dengan dies penahan
c. $erjadi buckling akibat ketidak seimbangan antara panjang spesimen
dengan diameter spesimen
d. $erjadi pengerasan material akibat penumpukan dislokasi pada batas
butir
Cara melakukan pengujian tekan:
Kelompok 7 **.
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
a. !iapkan spesimen 0batangan alumunium1 berdiameter 33 mm dan
panjang 44 mm
b. @atakan permukaan potong dan usahakan ketegak lurusan antara
permukaan potong dengan sumbu potong alumunium pada mesin
amplas sabuk.
c. Persiapkan peralatan seperti gambar
Deterangan :
*. Penekan
(punch
3. !pesimen
4. Pelat penahan
5. !tandar
magnetik
!. Dial indicator
.. Depala silang
ba)ah
2. Pemegang
punch
d. "akukan pengujian tekan dengan regangan 0?1 yang diariasikan dan
jumlah yang telah ditentukan oleh asisten
e. Potong satu spesimen untuk tiap tingkat deformasi dibagian tengahnya,
amplas pada amplas sabuk dan haluskan bagian tersebut pada mesin
poles. %kur dan catat nilai kekerasannya.
3. /elaskan perbedaan antara kekuatan tekan dengan kekuatan tarik B
/a)ab:
Kelompok 7 **2
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
Dekuatan tekan adalah kemampuan maksimum material menahan tekanan
yang diberikan. !edangkan kekuatan tarik adalah kebalikan dari kekuatan
tekan yaitu kemampuan maksimum material menahan regangan yang
diberikan.
4. #pa pengaruh pengerjaan dingin terhadap sifat mekanik alumunium E
/a)ab:
Pengaruh pengerjaan dingin terhadap alumunium adalah menurunnya
kekuatan logam.
5. #pa pengaruh pemanasan terhadap sifat mekanik alumunium E
/a)ab :
Pengaruh pemanasan terhadap sifat mekanik alumunium adalah struktur
butir logam mudah terdeformasi.
$ugas !etelah Praktikum
*. Degunaan dari masing masing peralatan yang digunakan
Kelompok 7 **6
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
a. Mesin uji uniersal dan peralatan pendukungnya digunakan untuk
melakukan penekanan terhadap spesimen
b. Dial indicator dan standar magnetik digunakan untuk mengukur
besarnya nilai penekanan yang diberikan
c. /angka sorong digunakan untuk mengukur panjang dan diameter dari
spesimen
d. #lat ukur keras dan peralatan pendukungnya digunakan untuk
mengukur kekerasan dari spesimen.
e. Mesin amplas sabuk digunakan menghaluskan permukaan spesimen
3. Fenomena yang terjadi pda uji tekan
a. Barreling adalah pertambahan diameter dari spesimen setelah diberi
pembebanan, biasanya terjadi jika diameter lebih besar dari pada
panjang spesimen 0 d 8 h 1
b. Buckling adalah terjadinya pembengkokan pada spesimen setelah
setelah diberi pemebebanan, biasanya terjadi jika panjang lebih besar
dari pada diameter spesimen 0 h 8 h 1
c. Strain hardening adalah pengerasan material akibat penumpukan
dislokasi pada batas butir.
4. Pengaruh pengujian tekan dengan tingkat deformasi berariasi terhadap
kekerasan alumunium, adalah berbanding lurus dengan kekerasan yaitu
semakin besar nilai penekanan penekanan yang di berikan maka semakin
keras pula specimen hasil uji tekan tersebut.
5. Perbedaaan aplikasi pemberian beban tekan dan beban tarik adalah beban
tekan mengakibatkan menyusutnya dimensi specimen uji dan
bertambahnya nilai kekerasan dari material tersebut, sedangkan beban
tarik mengakibatkan bertambahnya dimensi spesimen uji dan
berkurangnya nilai kekerasan dari spesimen uji.
Kelompok 7 **7
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
T"as tambahan
$abel besi cor
no Aama besi cor (ambar Pengrtian Ciri-ciri contoh
*. 'esi cor putih 'esi cor yang
didapatkan
dari hasil
pendinginan
cepat
Material
getas,permukaan
patahan be)arna
putih,tidak
memiliki grafit
'esi
jembatan,gaga
ng pintu
3. 'esi cor kelabu 'esi cor yang
didapatkan
dari proses
anneling dan
normali"ing
sehingga
terbentuk
fasa pearlite
dan #errite
Domposisi
karbon 3.,: -
5:, komposisi
silikon *: - 4:,
permukaan
patah agak
buram, getas,
grafik berbentuk
pipih
'lok
silinder,mesin
bubut
4. 'esi cor nodular 'esi cor yang
didapatkan
dari hasil
pencampuran
dengan unsur
lain,
0magnesium1.
Domposisi
karbon 4: -
5:, komposisi
silikon *.6: -
3.6:, grafit
berbenruk bulat,
ulet, sifat mirip
karbon
@oda gigi,
rantai motor
5. 'esi cor
maliabel
'esi cor yang
didapatkan
dari proses
pendinginan
setelah
didapatkanny
a temperatur
eutetik 0232
o

C1
'entuk grafit
tidak beraturan,
memiliki sifat
mampu tempa
$ransmisi roda
gigi, rangka
motor
Kelompok 7 *3+
"aporan #khir Praktikum Material $eknik %ji $ekan
Kelompok 7 *3*