Anda di halaman 1dari 14

THUVIJA DARSHINI GOVINDEV

GASTRO ENTERITIS
GASTRO ENTERITIS
Gstroentritis adalah inflamasi yang terjadi
pada lambung dan usus yang memberikan
gejala diare dengan frekuensi lebih banyak
dari biasanya yang disebabkan oleh
bakteri,virus dan parasit yang patogen.
Diare adalah buang air besar (defekasi)
dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari
biasanya, dengan tinja berbentuk cairan atau
setengah cair dapat pula disertai frekuensi
yang meningkat

Anatomi fisiologi
Saluran gastrointestinal mulut esofagus lambung
usus anus .
Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal, anterior
terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea
dan jantung. Esofagus yang dapat mengempis ini, yang
panjangnya kira-kira 25 cm (10 inchi) menjadi distensi bila
makanan melewatinya.
Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam
rongga peritoneal.
Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri
dari garis tengah tubuh, tepat di bawah diafragma kiri.
Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi
dengan kapasitas kira-kira 1500 ml. Lambung dapat
dibagi ke dalam empat bagian anatomis, kardia, fundus,
korpus dan pilorus.

Usus halus segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal.
Untuk sekresi dan absorbsi, usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu
bagian atas disebut duodenum, bagian tengah disebut jejunum,
bagian bawah disebut ileum.
Sekum mengontrol isi usus ke dalam usus besar, dan mencegah
refluks bakteri ke dalam usus halus.
Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen,
segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke
kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen mengabsorbsi
air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon.
Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian. Kolon sigmoid dan
rektum kolon sigmoid menampung massa faeces yang sudah
dehidrasi sampai defekasi berlangsung.
Kolon mengabsorbsi sekitar 600 ml air perhari sedangkan usus
halus mengabsorbsi sekitar 8000 ml kapasitas absorbsi usus besar
adalah 2000 ml perhari.
Bila jumlah ini dilampaui, misalnya adalah karena adanya kiriman
yang berlebihan dari ileum maka akan terjadi diare.
Rektum berlanjut pada anus, jalan keluar anal diatur oleh jaringan
otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal.

Etiologi
Infeksi internal saluran pencernaan yang merupakan
penyebab utama diare
- virus (rotavirus, Norwalk, astrovirus, calcivirus, coronavirus,
minirotavirus, virus bulat kecil
- bakteria (aeromonashidrophilia, bacillus cereus,
campylobacter jejuni, clostridium defficile, clostridium
perfringens, E, coli, plesiomonas, shigelloides, salmonella
spp, staphylococcus aureus, vibrio cholerae, dan yersinia
enterocolitica)
- parasit usus (balantidium coli, capillaria philippinensis,
cryptosporidium, entamoeba histolitica, giarsia lamblia,
isospora billi, fasiolapsis buski, sarcocystis suihominis,
strongiloides stercoralis, dan trichuris trichuria)
Patogenesis
Diare akut akibat infeksi( gastro enteritis) terutama
fekal oral.
masukan minuman atau makanan yang
terkontaminasi tinja
ditambah dengan ekskresi yang buruk
makanan yang tidak matang
Makanan yang disajikan tanpa dimasak
penularannya transmisi orang ke orang melalui
aerosolisasi (Norwalk, rotavirus)
tangan yang terkontaminasi (clostridium difficille)
aktivitas seksual

Faktor penentu terjadinya diare akut adalah faktor
penyebab (agent) dan faktor penjamu (host).
Faktor penjamu kemampuan pertahanan tubuh
terhadap mikroorganisme, yaitu faktor daya tahan
tubuh atau lingkungan lumen saluran cerna, seperti
keasaman lambung, motilitas lambung, imunitas
juga mencakup lingkungan mikroflora usus.
Faktor penyebab yang mempengaruhi patogenesis
antara lain daya penetrasi, yang merusak sel
mukosa, kemampuan memproduksi toksin yang
mempengaruhi sekresi cairan di usus serta daya
lekat kuman. Kuman tersebut membentuk koloni-
koloni yang dapat menginduksi diare patogenesis
diare disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu :

Bakteri noninvasif
(enterotoksigenik)

Bakteri makanan/minuman masuk kedalam lambung asam lambung.
bila jumlah bakteri terlalu banyak maka akan ada yang lolos kedalam duodenum.
Di dalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai
koloni yang besar .
enzim muicinase bakteri mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan
sel epitel usus bakteri masuk ke dalam membrane (dinding sel epitel).
Di dalam membrane bakteri mengeluarkan toksin yang disebut sub unit A dan sub
unit B mengeluarkan cAMP (cyclic Adenosin Monophospate).
cAMP merangsang sekresi cairan usus di bagian kripta vili dan menghambat
absorbsi cairan di bagian kripta vili, tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel
tersebut
Sebagai akibat adanya rangsangan sekresi cairan dan hambatan absorbsi cairan
tersebut, volume cairan didalam lumen usus akan bertambah banyak.
Cairan menyebabkan dinding usus menggelembung dan tegang dan sebagai
reaksi dinding usus akan megadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau
hiperperistaltik untuk mengalirkan cairan ke usus besar.
Bakteri enteroinvasif

Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi,
dan bersifat sekretorik eksudatif. Cairan diare dapat bercampur lendir dan
darah. Bakteri yang termasuk dalam golongan ini adalah Enteroinvasif E.
Coli (EIEC), S. Paratyphi B, S. Typhimurium, S. Enteriditis, S. Choleraesuis,
Shigela, Yersinia dan Perfringens tipe C.
Penyebab diare lainnya, seperti parasit menyebabkan kerusakan berupa
usus besar (E. Histolytica) kerusakan vili yang penting menyerap air,
elektrolit dan zat makanan (lamdia) patofisologi kandida menyebabkan
gastroenteritis belum jelas, mungkin karena superinfeksi dengan jasad
renik lain.
Mekanisme yang dilakukan virus masih belum jelas kemungkinan dengan
merusak sel epitel mukosa walaupun hanya superfisial, sehingga
mengganggu absorpsi air, dan elektrolit. Sebaliknya sel-sel kripti akan
berpoliferasi dan menyebabkan bertambahnya sekresi cairan ke dalam
lumen usus. Selain itu terjadi pula kerusakan enzim-enzim disakarida yang
menyebabkan intoleransi yang akhirnya memperlama diare.

GEJALA KLINIS.
Diare.
Muntah.
Demam.
Nyeri Abdomen
Membran mukosa mulut dan bibir kering
Fontanel Cekung
Kehilangan berat badan
Tidak nafsu makan
Lemah
. Akibat dari diare itu sendiri adalah
kehilangan air dan elektrolit (Dehidrasi)
yang mengakibatkan gangguan asam basa
(Asidosis Metabolik dan Hipokalemia),
gangguan gizi (intake kurang, output
berlebih), hipoglikemia dan gangguan
sirkulasi darah.

Penatalaksanaan

Pemberian cairan sangat penting untuk
mengganti cairan tubuh yang berkurang
melalui muntah dan diare
minimal 2 liter air sehari, ditambah 200ml air
setiap kali diare.
Oralit direkomendasikan untuk orang tua dan
orang dengan kondisi klinis lain.
Oralit dapat mengganti garam, glukosa dan
mineral penting dalam tubuh..

Medikamentosa
obat antidiare (Loperamide)
Obat antiemetik stemetil (proklorperazin)
dan metoclopramide (yang dapat diberikan
secara intramuskular atau secara oral).
Antibiotik
KOMPLIKASI.
Dehidrasi
Renjatan hipovolemik
Kejang
Bakterimia
Mal nutrisi
Hipoglikemia