Anda di halaman 1dari 7

Nama : Rayi Vialita

NIM : 030.09.196


Terapi Non Farmakologis Pada CHF

1. Diet Seimbang
Diet seimbang yang dipilih dari Canadas Food Guide merupakan titik awal yang baik
untuk mengelola gagal jantung kongestif. Berat badan berlebihan menyebabkan kerja
jantung lebih berat. Penurunan berat badan secara bertahap, tetapi tetap ideal dapat
dicapai dengan menggunakan jumlah porsi minimal yang direkomendasikan dari
masing-masing empat kelompok makanan, diantaranya makanan dengan rendah
garam, rendah lemak, rendah kolesterol dan rendah gula. Selain itu kebiasaan
merokok perlu dihentikan.

Walaupun tidak makan terlalu banyak, tetapi harus dipastikan pasien makan cukup
untuk memiliki gizi yang baik. Beberapa orang dengan gagal jantung kongestif
mengalami kesulitan menjaga berat badan yang sehat, karena kebutuhan energi yang
lebih tinggi, kurang nafsu makan, mual dan gejala lain yang terkait. Bagi orang yang
sulit untuk makan yang cukup, suplemen makanan khusus mungkin disarankan.

Dengan gagal jantung adalah penting untuk mengurangi atau menghindari
penggunaan kafein untuk mencegah peningkatan denyut jantung atau irama jantung
yang abnormal.

Tujuan diet seimbang pada manajemen gagal jantung kongestif :
Untuk menurunkan beban kerja jantung
Untuk mengurangi edema perifer (ekstremitas)
Untuk memperbaiki pernafasan terutama pada penderita yang sudah mengalami sesak
nafas
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah :
Jangan tambahkan garam pada waktu memasak atau tersaji di meja makan
Hindari makanan dengan penmgawet dan makanan olaha
Baca label makanan , untuk memilih produk dengan tinggi sodium atau rendah
sodium
Kurangi intake garam sampai 2000-3000 mg per hari
Level pembatasan sodium tergantung tingkat keparahan penderita gagal jantung
Gunakan bahan rempah-rempah sebagai pemberi rasa pada makanan
Pembatasan intake cairan dibutuhkan pada gagal jantung yang parah
Pola diet ini dilaksanakan pada diet harian sepanjang waktu
2. Garam (Sodium)
Salah satu langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah untuk mengurangi jumlah
garam (Sodium) dalam diet . Makanan yang tampaknya tidak "asin" dapat memiliki
garam (natrium) tersembunyi. Hal ini menyebabkan cairan ekstraselular pindah ke
intravaskular sehingga jantung bekerja lebih keras. The Heart and Stroke Foundation
merekomendasikan bahwa gizi masyarakat Kanada tidak lebih dari 2.300 mg natrium
(sekitar 1 sdt / 5 mL garam) total per hari dari makanan olahan dan garam
ditambahkan selama makan.

Bagi mereka yang mengalami gagal jantung, konsumsi garam harus dibatasi yaitu,
tidak lebih dari 2.000 mg per hari. Bagi mereka yang telah didiagnosa dengan tekanan
darah tinggi (hipertensi), atau mereka yang sensitif, asupan natrium harus dibatasi
sampai 1.500 mg (2 / 3 sdt) sehari. 1Penderita gagal jantung juga hendaknya
menghindari:
natrium tinggi pada makanan olahan, minuman atau bumbu
Makanan cepat saji
daging asap, daging asin
makanan kaleng (tidak termasuk buah-buahan)
Acar sayuran
snack asin
Soya saus
Bila memungkinkan, ganti garam biasa dengan garam rendah sodium.

3. Serat
Penderita gagal jantung cenderung mengalami keterbatasan dalam aktivitas fisik.
Karena adanya kongesti cairan ke sentral. Oleh sebab itu beberapa metode
pengobatan menggunakan diuretic untuk mengurangi jumlah cairan yang ada Faktor-
faktor ini dapat mengakibatkan sembelit yang menyebabkan ketegangan pada jantung.
Sembelit ini dapat diatasi dengan meningkatkan serat dalam diet. Serat ditemukan
pada sereal gandum, roti, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran.

4. Cairan
Asupan cairan harus dibatasi, tidak lebih dari 8 gelas per hari. Ini mencakup semua
jenis cairan yang diminum, pada saat makan dan antara waktu makan. Jika natrium
darah berada pada tingkat yang rendah, pasien mungkin harus secara drastis
mengurangi asupan cairan agar tubuh dapat mengimbangi kadar natrium darah.

Pedoman pilihan makanan untuk sodium 2000 mg

Jenis makanan Dianjurkan Dihindari
Roti, beras, pasta dan
sereal
Muffin inggris, kraker yang
tidak asin, nasi dan pasta
yang dimasak tanpa garam
Roti manis, biscuit, kraker
asin, sereal instan
Sayuran Semua sayuran segar, saus
tomat (tanpa garam), sayuran
rendah garam dan jus sayuran
Sayuran kaleng, jus tomat
dan sayuran dalam kemasan
Buah Semua buah segar Buah kering (umumnya
tinggi kandungan sodium)
Susu dan produk susu Susu skim, yogurt rendah
lemak, dibatasi 2 cangkir
(500 ml) per hari.keju rendah
garam, dibatasi 84 gr keju per
minggu
Susu cokelat, susu krim,
susu kental manis, es krim,
Daging, ikan,telur Daging,ikan,telur segar,
daging merah, tuna, salmon
yang di rendam pada air
untuk melarutkan garam.
Telur 2 per minggu
Daging, ikan yang diasap,
dikalengkan dan
diasinkan,hot dog,sarden.
Lemak Margarine
nonhidtogenated,bebas
batasi penggunaan selai
kacang
garam, mayonnaise rendah
kalori
Makanan tinggi
potassium
Jeruk, pisang, jus buah,
apricot, bayam, tomat segar,



5. Nafsu makan
Nausea dan muntah sering ditemui sebagai efek samping dari pengobatan gagal
jantung. Hal ini juga sebagai pertanda terjadi peningkatan keparahan dari gagal
jantung. Makan yang terlalu banyak dapat meningkatkan beban kerja jantung. Ileh
sebab itu, dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil dan lebih sering, dengan periode
istirihat diantaranya.
Sedangkan berdasarkan klasifikasi gagal ginjal menutul NYHA, maka pembatasan
asupan natrium yang dilakukan adalah:
Kelas II
A. Singkirkan botol garam di meja makan (Na= 1,6 sampai 2,8 gr)
Kelas III
B. Jangan memberi garam sewaktu masak dan singkirkan botol garam di meja makan
(Na=1,2 sampai 1,8 g)
Kelas IV
Cara A+B dan diet rendah natrium (Na= 0,2 sampai 1 g)

6. Pembatasan Aktivitas Fisik
Pembatasan aktivitas fisik yang ketat merupakan tindakan awal yang sederhana
namun sangat tepat dalam penanganan gagal jantung. Tetapi harus diperhatikan
jangan sampai memaksakan larangan yang tidak perlu untuk menghindari kelemahan
otot-otot rangka. Kini telah diketahui bahwa kelemahan otot rangka dapat
mengakibatkan intoleransi terhadap aktifitas fisik. Tirah baring dan aktivitas yang
terbatas juga dapat menyebabkan flebotrombosis. Pemberian antikoagulansia
mungkin diperlukan pada pembatasan aktivitas yang ketat untuk mengendalikan
gejala

Menurut kelas fungsinal NYHA, pembatasan aktivitas fisik yang dilakukan adalah:
Kelas I : Tidak ada
Kelas II :
- Hentikan olahraga dan kerja berat
- Hentikan kerja purna waktu atau aktivitas yang setara ; mulai terapkan adanya fase
istirahat siang
Kelas III:
Aktivitas fisik terbatas di rumah
Kelas IV:
Aktivitas fisik terbatas di tempat tidur dan kursi

INTAKE DAN OUTPUT CAIRAN

A. Pengertian pengukuran intake dan output
1. Pengukuran intake merupakan suatu tindakan mengukur jumlah cairan yang
masuk kedalam tubuh.
Intake/asupan cairan untuk kondisi normal pada orang dewasa adalah kurang lebih
2500 cc perhari. Asupan cairan dapat langsung berupa cairan atau ditambah dari
makanan lain.
2. Pengukuran Output merupakan suatu tindakan mengukur jumlah cairan yang
keluar dari tubuh.
Output/pengeluaran cairan sebagai bagian dalam mengimbangi asupan cairan pada
orang dewasa, dalam kondisi normal adalah kurang lebih 2300 cc. Jumlah air yang
paling banyak keluar berasal dari ekskresi ginjal (berupa urien), sebanyak kurang
lebih 1500 cc perhari pada orang dewasa

B. Tujuan
1. Menentukan tingkat dehidrasi klien.
2. Memudahkan kontrol terhadap keseimbangan cairan elektrolit.
3. Memberikan data untuk menunjukan efek diuretic atau terapan rehidrasi.
a Keseimbangan cairan tubuh=asupan-haluaran
Hal-hal yang perlu diperhatikan
a. Rata-rata cairan perhari
a) Air minum : 1500 2500 ml
b) Air dari makanan : 750 ml
c) Air hasil oksidasi (metabolism) : 200 ml
b. Rata-rata haluaran cairan perhari
Urine : 1400 1500 ml
IWL
- Paru : 350 - 400 ml
- Kulit : 350 400 ml
Keringat : 100 ml
Feses : 100 200 ml
c. IWL
Dewasa : 15 cc/kg BB/hari
Anak :(30 usia(tahun) cc/kgBB/hari
Jika ada kenaikan suhu : (WL=200 (suhu badan sekarang-36,80 c)

Kg BB m.24 jam = Kg BB
24 Jam
Mencari Output
a) Perhitungan feses
b) Perhitungan IWL
c) Perhitungan urine
Rumus urine:
1cc 1cc
Kg BB U.24 jam = Kg BB
24 Jam

Output terdiri dari:
1. Urine
Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekskresi melalui traktus urinarius
merupakan proses output cairantubuh yang utama. Dalam kondisi normal output urine
sekitar 1400-1500 ml per 24 jam, atau sekitar 30-50 ml per jam pada orang dewasa.
Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam setiap harinya,
bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai
upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh.
2. IWL (Insesible Water Loss)
IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit. Melalui kulit dengan mekanisme diffusi.
Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah berkisar
300-400 ml per hari, tetapi bila proses respirasi atau suhu tubuh meningkat maka IWL
dapat meningkat.
3. Keringat
Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas, respon ini
berasal dari anterior hypotalamus, sedangkan impulsnya ditransfer melalui sumsum
tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada kulit.
4. Feses
Pengeluaran air melalui feses berkisar antara 100-200 ml per hari, yang diatur melalui
mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon).