Anda di halaman 1dari 14

CA REKTUM

Ely marlina
(07171051)




Pembimbing:
Dr. DAVID I TAMBUN, SP.B


ANATOMI REKTUM
VAKULARISASI VENA REKTUM
DEFENISI
Ca Rektum adalah kanker
yang terjadi pada rektum.
ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO
KANKER REKTUM
Polip
Idiopathic Inflammatory Bowel Disease
Faktor Genetik
Diet
Gaya Hidup
Usia

PATOFISIOLOGI
Pada mukosa rektum yang normal, sel-sel epitelnya
akan mengalami regenerasi setiap 6 hari. Pada
keadaan patologis seperti adenoma, terjadi
perubahan genetik yang mengganggu proses
diferensiasi dan maturasi dari sel-sel tersebut yang
dimulai dengan inaktivasi gen Adenomatous
Polyposis Coli (APC) yang menyebabkan terjadinya
replikasi tak terkontrol. Peningkatan jumlah sel
akibat replikasi tak terkontrol tersebut akan
menyebabkan terjadinya mutasi yang akan
mengaktivasi K-ra onkogen dan mutasi gen p53, hal
ini akan mencegah terjadinya apoptosis dan
memperpanjang hidup sel.)
GEJALA KLINIS
Perubahan pada kebiasaan BAB atau adanya darah pada feses,
baik itu darah segar maupun yang berwarna hitam.
Diare, konstipasi atau merasa bahwa isi perut tidak benar-
benar kosong saat bab.
Keluhan tidak nyaman pada perut seperti sering flatus,
kembung, rasa penuh pada perut atau nyeri.
Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.
Mual dan muntah.
Rasa letih dan lesu.
Pada tahap lanjut dapat muncul gejala pada traktus urinarius
dan nyeri pada daerah gluteus.
PENYABARAN KARSINOMA REKTUM
Penyebaran limfogen; Penyebaran kolateral
menembus dinding rectus dan menginfiltrasi
vagina, prostat, vesica urinaria atau os.
sacrum
Penyebaran hematogen; penyebaran melalui
vena porta ke hepar. Penyebaran melalui
hipgastrika ke jantung, paru dan tempat
lainnya
Penyebaran langsung; penyebaran tumor
dekat anus ke lnn. Inguinalis

STADIUM KANKER REKTUM
Stadium 0 (carcinoma in situ)
Stadium I/Duke A
Stadium II/Duke B
Stadium III/Duke C
Stadium IV/Duke D
PEMERIKSAAN FISIK
Dari pemeriksaan colok dubur (Rectal Touche)
dapat diketahui
Adanya tumor rektum
Lokasi dan jarak dari anus
Posisi tumor, melingkar atau menyumbat
lumen
Perlengketan dengan jaringan sekitar

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Biopsi
Pemeriksaan Tumor Marker
Uji FOBT (Faecal Occult Blood Test)
Foto rontgen
Endoskopi
Virtual Colonoscopy (CT colonography)
Imaging Technique

PENATALAKSANAAN

1. Pembedahan
- Reseksi
- Eksisi Lokal
2. Radiasi
3. Kemoterapi
Fluorouracil, (5-FU) + leucovorin : 6-12 bulan




PROGNOSIS
Stadium I 72%
Stadium II 54%
Stadium III 39%
Stadium IV 7%

KESIMPULAN

Kanker rektum umumnya didahului oleh kondisi pramaligna seperti
adenomatous, villous polyp, familial adenomatous polyposis, dan kolitis
ulseratif.
Gambaran histopatologis yang paling sering dijumpai adalah tipe
adenocarsinoma (90-95%), adenocarsinoma mucinous (17%), signetring
cell carsinoma (2-4%), dan sarcoma (0,1-3%).
Screening awal untuk mengarahkan diagnosis kanker kolorektal penting
dilakukan untuk meningkatkan survivalnya. Screening awal yang dapat
dilakuka yaitu pemeriksaan darah samar di feses, sigmoidoskopi,
kombinasi darah samar feses dan sigmoidoskopi, kolonoskopi, double
contrast barium enema.
Operasi merupakan terapi utama untuk kuratif, namun bila sudah dijumpai
penyebaran tumor, maka pengobatan hanya bersifat operasi paliatif untuk
mencegah obstruksi, perforasi, dan perdarahan.