Anda di halaman 1dari 54

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu masalah yang dihadapi pada sistem polikultur adalah
penentuan kombinasi spesies ikan yang paling efektif dalam memanfaatkan
makanan alami yang tersedia di kolam. Untuk dapat memanfaatkan makanan
alami yang terdapat di kolam secara efektif, tentu saja kombinasi spesies ikan
tersebut harus dapat hidup bersama tanpa menimbulkan persaingan untuk
mendapatkan makanan atau ruang gerak. Untuk mendapatkan kombinasi
spesies ikan yang efektif sebaiknya dilakukan beberapa kali percobaan dan
penyempurnaan secara terus-menerus dari kombinasi spesies yang ada
(Afrianto dan Liviaaty, !""#$.
%udidaya berperan penting dalam sektor perikanan nasional. Sejak tahun
&''(, ekspor akuakultur terus meningkat dari US) !.( milyar menjadi US) &.*
milyar tahun &''#+ dan tahun &''" ditargetkan sebesar US) *.! milyar. ,ari
target tersebut, budidaya bandeng diharapkan memberikan kontribusi sebesar
(-. ribu ton. ,engan demikian budidaya bandeng tidak saja menguntungkan
bagi masyarakat tetapi juga menjadi sumber devisa negara. %andeng merupakan
komoditas budidaya unggulan nasional yang memberikan kontribusi ketiga
terbesar setelah udang dan rumput laut (/inarsih, &'!!$.
Udang merupakan jenis ikan konsumsi air payau, badan beruas
berjumlah !* (. ruas kepala dan # ruas dada$ dan seluruh tubuh ditutupi oleh
kerangka luar yang disebut eksosketelon. Umumnya udang yang terdapat di
pasaran sebagian besar terdiri dari udang laut. 0anya sebagian kecil saja yang
terdiri dari udang air taar, terutama di daerah sekitar sungai besar dan raa
2
dekat pantai. Udang air taar pada umumnya termasuk dalam keluarga
1alaemonidae, sehingga para ahli sering menyebutnya sebagai kelompok udang
palaemonid. Udang laut, terutama dari keluarga 1enaeidae, yang bias disebut
udang penaeid oleh para ahli. Udang merupakan salah satu bahan makanan
sumber protein heani yang bermutu tinggi. %agi 2ndonesia udang merupakan
primadona ekspor non migas. 1ermintaan konsumen dunia terhadap udang rata-
rata naik !!,.3 per tahun. /alaupun masih banyak kendala, namun hingga saat
ini negara produsen udang yang menjadi pesaing baru ekspor udang 2ndonesia
terus bermunculan (%appenas,&'''$.
4enurut 4urtidjo (&''&$, ikan bandeng (Chanos chanos 5orskal$
merupakan salah satu sumber protein heani yang sangat penting. 2kan
bandeng memiliki nilai protein heani yang lebih tinggi dibandingkan dengan
protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sebab, protein heani mengandung
asam-asam yang lengkap dan susunan asam aminonya mendekati susunan
asam amino yang ada dalam butuh manusia.
4enurut 1rasetio et.al., (&'!'$, sampai saat ini sebagian besar budidaya
bandeng masih dikelola dengan teknologi yang relatif sederhana sehingga
tingkat produktivitas relatif rendah. 6ika dikelola dengan sistem yang lebih
intensif, maka produktivitas ikan ini dapat ditingkatkan hingga tiga kali lipatnya.
7eknologi budidaya bandeng yang sudah berkembang antara lain budidaya
tradisional, tradisional plus, semi intensif, dan intensif serta system keramba
jarring apung (86A$. 7erkait dengan tahap budidaya, teknologi yang digunakan
dan pola pemeliharaannya maka terdapat berbagai variasi budidaya yang dapat
dipilih. 1ola pemeliharaan tradisional umumnya dilakukan secara monokultur dan
polikultur. 1ola pemeliharaan secara intensif dan semi intensif pada umumnya
dilakukan secara monokultur.
3
,ari permasalahan di atas maka perlu dilakukan praktek kerja lapang
tentang teknik pembesaran dengan sistem polikultur. Sehingga dapat
mengetahui cara teknik pembesaran dengan sistem polikultur yang lebih lanjut
dan dapat dipergunakan oleh masyarakat sekitar khususnya di sektor perikanan.
1.2 Tujuan
7ujuan dari 1raktek 8erja Lapang ini adalah untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan serta menambah aasan dalam bidang
perikanan terutama dalam teknik polikultur pembesaran ikan bandeng (chanos
chanos$, udang indu (Penaeus monodon$, rumput laut (Gracillaria verrucosa$.
1.3 Kegunaan
8egunaan dari 1raktek 8erja Lapang ini adalah9
!. Untuk mendapatkan keterampilan dan pengetahuan tentang teknik polikultur
pembesaran ikan bandeng (:hanos chanos$, udang indu (Penaeus
monodon$, rumput laut (Gracillaria verrucosa$.
&. Agar mahasisa dapat membandingkan dan memadukan teori yang diperoleh
dari perkuliahan dengan yang ada di lapangan.
*. Sebagai informasi dan pengetahuan baru bagi penelitian selanjutnya
(. Sebagai media informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
1.4 Tempat dan Waktu
1raktek 8erja Lapang ini dilaksanakan di %alai %esar 1engembangan
%udidaya Air 1ayau 6epara, 8abupaten 6epara, 1ropinsi 6aa 7engah pada
bulan 6uli ; Agustus &'!&.
4
2 TN!AUAN PU"TAKA
2.1 Kla#$%$ka#$ dan &'r%'l'g$ kan Bandeng (Chanos chanos )'r#kal*
4enurut <ovianto (&'!!$, bandeng (:hanos chanos$ adalah ikan yang
populer di Asia 7enggara. 2kan ini merupakan satu-satunya spesies dalam familia
:hanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah
punah$. ,alam bahasa %ugis dan 4akassar dikenal sebagai ikan bolu, dan
dalam bahasa 2nggris milkfish$. 2kan %andeng ini memiliki klasifikasi ilmiah
sebagai berikut 9
8ingdom 9 Animalia
8elas 9 Actinopterygii
=rdo 9 >onorynchiformes
5amili 9 :hanidae
>enus 9 :hanos
Spesies 9 Chanos chanos
>ambar !. 2kan %andeng (:hanos chanos$
4enurut Soeseno (!"#($, badannya langsing berbentuk torpedo dengan
sirip ekor yang bercabang (suatu tanda baha ia ikan perenang cepat$, berarna
putih keperak-perakan. Sepintas lalu ia mirip dengan ikan salem. 7etapi
dagingnya tidak berarna merah, melainkan putih susu, sampai di berbagai
negara yang berbahasa inggris ia dikenal sebagai milkfish. Untuk lebih jalasnya
dapat dilihat pada gambar !.
,i laut panjang badannya dapat mencapai ! meter, tetapi dalam tambak ia tidak
dapat melebihi ukuran .' cm. Selain karena pengaruh faktor ruang, juga karena
memang sengaja dipungut sebelum menjadi deasa benar.
5
2.2 Kla#$%$ka#$ dan &'r%'l'g$ Udang W$ndu (Penaeus monodon )a+*
4enurut Amri (&''*$, penggolongan udang indu secara lengkap
berdasarkan ilmu taksonomi hean (sistem pengelompokan hean berdasarkan
bentuk tubuh dan sifat-sifatnya$ dipaparkan sebagai berikut9
5ilum 9 Arthropoda
8elas 9 :rustacea
5amili 9 1anaidae
>enus 9 1anaeus
Spesies 9 Penaeus monodon
>ambar &. Udang /indu (1enaeus monodon 5ab$
,itinjau dari morfologinya, tubuh udang indu terbagi menjadi dua
bagian, yakni bagian kepala hingga dada dan abdomen yang meliputi bagian
perut dan ekor. %agian kepala hingga dada disebut cephalothorax, dibungkus
kulit kitin yang tebal atau carapace. %agian ini terdiri dari kepala dengan .
segmen dan dada dengan # segmen. %agian abdomen terdiri atas ? segmen dan
! telson (4urtidjo, &''*$. Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada gambar &.
2.3 Kla#$%$ka#$ dan &'r%'l'g$ ,umput Laut (Gracilaria Verrucosa*
4enurut Utrecht (!".&$ dalam 5ebriko et.al., (&''#$, mengklasifikasikan
Gracilaria sebagai berikut 9
,ivisi 9 @hodophyta
8elas 9 @hodophyceae
%angsa 9 >igartinales
Suku 9 >racilariaceae
4arga 9 Gracilaria
6enis 9 Gracilaria verrucosa
6
>ambar *. @umput Laut (Gracilaria Verrucosa$
Seluruh bagian tanaman yang dapat menyerupai akar, batang, daun, atau
buah, semuanya disebut talus. %entuk talus ini beragam, ada yang bulat seperti
tabung, pipih, gepeng, bulat sperti kantong, atau ada juga yang seperti rambut.
Susunan talus terdiri dari satu sel dan banyak sel (1oncomulyo 7. et.al., &''?$.
Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada gambar *.
2.4 Pen-e+aran dan Ha+$tat
2.4.1 kan Bandeng (Chanos chanos )'r#kal*
a. Ha+$tat
4enurut Soeseno (!"#($, salah satu sifat yang mencolok dari ikan itu
ialah sifat euryhalien (tahan terhadap perubahan yang besar dari kadar garam
dalam air$, yang memungkinkan mereka untuk dipelihara dalam air payau.
4eskipun kadar garam dalam tambak air payau demikian silih berganti turun-
naik, kehidupan sehari-hari ikan bandeng tidak terpengaruh. %aik dalam tambak
lanyah yang berkadar garam -,.A pada musim kemarau, maupun dalam tambak
darat yang sudah taar airnya pada musim hujan, mereka tetap hidup dengan
sehat. 4eskipun dalam masa pertumbuhannya, ikan itu mencari tempat berair
payau atau taar yang mampu menumbuhkan klekap, namun kalau sudah
deasa mereka selalu kembali ke laut lagi untuk berkembang biak.
2kan bandeng hidup diperairan pantai, muara sungai,hamparan hutan
bakau, lagoon, daerah genangan pasang surut dan sungai. 2kan bandeng
deasa biasanya berada diperairan littoral. 1ada musim pemijaham induk ikan
bandeng sering dijumpai berkelompok pada jarak tidak terlalu jauh dari pantai
dengan karakteristik habitat perairan jernih, dasar perairan berpasir dan
berkarang dengan kedalaman antara !'-*' m (<ovianto, &'!! $.
7
+. Pen-e+aran
4enurut Soeseno (!"#($, sebagai ikan laut, jenis bandeng ini tersebar
mulai dari pantai Afrika 7imur sampai ke 8epulauan 7uamotu, sebelah timur
7ahiti, dan dari 6epang selatan sampai Australia utara. /alaupun demikian, ikan
itu ternyata tidak begitu banyak dikenal orang, lebih-lebih tingkah laku ikan
deasa di tengah laut. 4ungkin karena ia tidak begitu sering tertangkap sebagai
hasil laut oleh para nelayan pantai. Bang lebih terkenal ialah ikan bandeng hasil
pemeliharaan di tambak Sidoarjo dan >ersik, yang setiap tahun menjelang
7ahun %aru 2mlek sengaja dipanen yang sudah besar.
,aerah penyebaran ikan %andeng yaitu di laut tropik 2ndo 1asifik dan
dominan didaerah Asia. ,i Asia 7enggara ikan bandeng berada didaerah
perairan pantai %urma, 7hailand, Cietnam, 1hilipina, 4alalysia dan 2ndonesia.
Secara umum penyebaran ikan bandeng tercatat berada di sebagian besar laut
0india dan laut 1asifik kira-kira dari (' %7-!'' %% dan antara (' LU - (' LS.
1enyebarannya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti phase bulan,
pasang surut, arus air dan kelimpahan plankton (<ovianto, &'!!$.
2.4.2 Udang W$ndu (Penaeus monodon )a+*
a. Ha+$tat
Udang indu digolongkan jenis binatang eurihalin atau binatang air yang
dapat hidup dalma kisaran kadar garam *3-(.3 (pertumbuhan optimal pada
salinitas !.3-*'3$. %inatang ini aktif pada malam hari, sementara pada siang
hari lebih suka membenamkan diri di tempat teduh atau lumpur (4urtidjo, &''*$.
Udang indu juga menyukai perairan yang relatif jernih dan tidak tahan
terhadap cemaran industri maupun cemaran rumah tangga atau pertanian
(pestisida$. 1asalnya, lingkungan hidup yang kotor dan dasar perairan yang
berlumpur akan menghambat pertumbuhan udang indu. 5aktor pembatas
8
pertumbuhan udang indu lainnya adalah suhu dan oksigen terlarut. 8isaran
suhu optimum untuk pertumbuhan udang indu adalah &?-*&
o
:, sementara
kandungan oksigen terlarutnya sebanyak (-- ppm. 6ika dipelihara di tambak dari
ukuran benih, udang indu akan mencapai ukuran panen setelah dipelihara (-?
bulan (Amri, &''*$.
+. Pen-e+aran
%isa hidup diperairan pantai berlumpur atau berpasir. 7erdapat di
perairan laut antara Afrika Selatan dan 6epang, dan antara 1akistan %arat
sampai ke Autralia bagian Utara (4ujiman, !"#&$.
,aerah penyebaran udang indu sangat luas, dari barat daya Samudra
1asifik hingga Samudra 0india dan dari Afrika Selatan hingga 6epang dan
Australia. %eberapa negara yang terkenal sebagai pembudidaya udang indu
adalah 6epang, :ina, 7aian, 2ndonesia, 7hailand, 4alaysia, 5ilipina, 2ndia,
Dkuador, dan Australia. ,i 2ndonesia, udang indu hampir terdapat di seluruh
perairan dan sudah lama dibudidayakan di tambak-tambak yang berair payau
(Amri, &''*$.
2.4.3 ,umput Laut (Gracillaria verrucosa*
a. Ha+$tat
Gracilaria hidup di daerah litoral dan sub litoral, sampai kedalaman
tertentu, yang masih dapat dicapai oleh penetrasi cahaya matahari. %eberapa
jenis hidup di perairan keruh, dekat muara sungai (Sjafrie, !""'$.
1ertumbuhan >racilaria umumnya lebih baik di tempat dangkal dari pada
di tempat dalam. Substrat tempat melekatnya dapat berupa batu, pasir, lumpur
dan lain-lain, kebanyakan lebih menyukai intensitas cahaya yang lebih tinggi.
Suhu merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan pembiakan. Suhu
optimum untuk pertumbuhan adalah antara &'-&#
=
:, tumbuh pada kisaran kadar
9
garam yang tinggi dan tahan sampai pada kadar garam .' permil. ,alam
keadaan basah dapat tahan hidup di atas permukaan air (eEposed$ selama satu
hari (Asian, !""#$.
+. Pen-e+aran
@umput laut tumbuh hampir di seluruh bagian hidrosfir sampai batas
kedalaman &'' meter. 8edalaman ini syarat hidup untuk tanaman air masih
memungkinkan. 6enis rumput laut ada yang hidup di perairan tropis, subtropis,
dan di perairan dingin. ,isamping itu, ada beberapa jenis yang hidup kosmopolit
seperti Ulva Lactuca, Hypnea Musciformis, Colpomenia inuosa, !an Gracilaria
Verrucosa (1oncomulyo 7. et.al., &''?$.
4enurut Afrianto dan Liviaati (!""*$, rumput laut dari genus Gracilaria
mempunyai daerah penyebaran yang meliputi 8epulauan Seribu, perairan 6aa
%arat, 6aa 7engah, %ali, dan Sulaesi. Sedangkan rumput laut dari genus
Hypnea mempunyai daerah penyebaran di perairan 6aa dan %ali, serta
8alimantan.
2.. Ke+$a#aan &akan
2...1 kan Bandeng (Chanos chanos )'r#kal*
%andeng termasuk herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan$. 2kan ini
memakan klekap yang tumbuh di pelataran kolam. %ila sudah terlepas dari
permukaan tanah, klekap ini sering disebut sebagai tahi air. 1akan bandeng
terutama terdiri dari plankton (:hlorophyceae dan ,iatomae$, lumut dasar
(:yanophyceae$, dan pucuk tanaman ganggang (<ajas dan @uppia$. 7umbuh-
tumbuhan yang berbentuk benang dan yang lebih kasar lagi akan lebih mudah
dimakan oleh ikan bandeng bila mulai membusuk (Susanto, &''?$.
8eanehan lain dari ikan bandeng ialah makanannya. ,engan mulutnya
yang tak bergigi, ia mengais ganggang biru yang tumbuh menempel di dasar
10
perairan. 8umpulan ganggang biru ini dikenal sebagai klekap, kalau masih
menempel di dasar+ dan tahi air, kalau sudah terangkat dan mengapung dekat
permukaan air oleh gelembung-gelembung oksigen hasil proses fotosintesis
mereka sendiri. 4engingat pula ususnya yang sepanjang " kali panjang
badannya sendiri itu, orang cenderung untuk menarik kesimpulan, baha ikan
bandeng itu pemakan tumbuh-tumbuhan. ,ari produksi makanan alami berupa
ganggang biru yang dimakan ikan dan kembali ke ganggang biru lagi melalui
kotoran ikan, hanya memakan aktu pendek. 6adi juga efisien, sedang
pertumbuhan (pertambahan daging$ ikan cukup cepat (Soeseno, !"#-$.
2...2 Udang W$ndu (Penaeus monodon )a+*
Udang indu bersifat nocturnal, artinya aktif mencari makan dan
beraktivitas pada malam hari atau pada suasana gelap. Sebaliknya, pada siang
hari aktivitasnya menurun dan lebih banyak membenamkan dirinya di dalam
lumpur atau pasir. 4akanan udang indu bervariasi, baik jenis maupun
komposisinya, tergantung dari umurnya. <amun, umumnya udang bersifat
karnivora (pemakan hean$. 4akanannya berupa hean-hean kecil, seperti
invertebrata (hean tidak bertulang belakang$ air, udang kecil, kerang ("ivalvae$,
dan ikan kecil. Udang yang dibudidayakan di tambak diberi pelet (Amri, &''*$.
Udang deasa suka makan daging binatang lunak atau moluska (kerang,
tiram, siput$, cacing Annelida, yaitu cacing 1olyhaeta, udang-udangan
(Crustacea$, anak serangga (misalnya Chironomus$, dan lain-lain. ,i dalam
usaha budidaya, udang dapat makan makanan alami yang tumbuh di tambak,
11
seperti kelekap, lumut, plankton, dan binatang-binatang penghuni dasar perairan
(benthos$ (Suyanto dan 4ujiman, &''!$.
2./ ,epr'duk#$
2./.1 kan Bandeng (Chanos chanos )'r#kal*
2kan bandeng seperti halnya jenis binatang bertulang belakang lain
termasuk organisme hetero seksual, yaitu terdapat individu jantan dan betina.
Sebelum deasa perbedaan jantan dan betina agak sulit dibedakan, tetapi pada
saat matang gonad, individu jantan dan betina dengan mudah dapat dibedakan.
Umumnya bendeng betina selin berukuran lebih panjang dan lebih besar juga
dengan sentuhan sedikit saja akan mengeluarkan cairan pertanda matang
gonad. 1ara ilmuan mengemukakan baha bandeng yang matang gonad
(deasa$ memiliki perbedaan di bagian anal (belakang$. 2ndividu jantan memiliki
dua lubang, yaitu anus dan urogenita sedangkan untuk individu betina memiliki *
luabang yaitu anus, genital pore, dan urinaria pore (Sabarudin et.al., !"".$.
4enurut 4urtidjo (&''&$, di dalam sistem reproduksi, kelenjar biak atau
gonada memiliki peran yang sangat penting. Untuk ikan bandeng betina, gonada
disebut ovarium. Sedangkan untuk ikan bandeng jantan, gonada disebut testes.
=varium bandeng di dalam rongga tubuh berbentuk memanjang yang
pada umumnya memiliki sepasang atau dua bagian yang masing-masing terletak
di kanan-kiri antara gelembung renang dan usus. 2kan bandeng jantan memiliki
testes yang berbentuk memanjang dan berada dalam rongga tubuh di baah
gelembung renangdi atas usus. 7estes menempel pada rongga tubuh di bagian
gelembung renang karena jaringan pengikat yang disebut mesonterium. 2kan
memiliki testes satu pasang dan struktur testes terdiri atas rongga-rongga yang
tidak teratur dan banyak sekali.
2./.2 Udang W$ndu (Penaeus monodon )a+*
12
4enurut Suyanto dan 4ujiman (&''!$, udang jantan dan udang betina
dapat dibedakan dengan melihat alat kelamin luarnya. Alat luar jantan disebut
petasma, yang terdapat pada kaki renang pertama. Sedangkan lubang saluran
kelaminnya terletak di antara pangkal kaki jalan ke-( dan ke-.. Sedangkan
lubang saluran kelaminnya terletak di antara pangkal kaki jalan ke-*.
Alat kelamin primer yang disebut #onade terdapat di dalam bagian kepala
dada. 1ada udang jantan yang deasa, #onade akan menjadi testes yang
berfungsi sebagai penghasil mani (sperma$. Sedangkan pada udang betina,
#onade akan menjadi ovarium (indung telur$, yang berfungsi untuk menghasilkan
telur. $varium yang telah matang akan meluas sampai ke ekor.
6enis kelamin udang indu betina dapat diketahui dengan adanya telikum
di antara kaki jalan ke-( dan ke-.. 7elikum berupa garis yang tipis dan akan
melebar setelah terjadi fertilisasi. Sementara, jenis kelamin udang indu jantan
dapat diketahui dengan adanya petasma, yakni tonjolan di antara kaki renang
pertama. ,alam habitatnya, pertumbuhan udang indu betina lebih cepat
dibandingkan dengan jantan. ,emikian juga, frekuensi pergantian kulit lebih
banyak terjadi pada udang indu betina dibandingkan dengan udang indu
jantan (4urtidjo, &''*$.
2./.3 ,umput Laut (Gracillaria verrucosa*
4enurut 1oncomulyo 7. et.al., (&''?$, perkembangbiakan rumput laut
pada dasarnya ada dua macam yaitu secara kain dan tidak kain. 1ada
perkembangbiakan secara kain, gemetofit jantan melalui pori spermatangia
akan menghasilkan sel jantan yang disebut spermatia. Spermatia ini akan
membuahi sel betina pada cabang carpo#onia dari gemetofit betina. 0asil
pembuahan ini akan keluar sebagai carpospora. Setelah terjadi proses germinasi
akan tumbuh menjadi tanaman yang tidak beralat kelamin atau disebut sporofit.
13
1erkembangbiakan dengan cara tidak kain terdiri dari penyebaran
tetraspora, vegetatif dan konjugatif. Sporofit deasa menghasilkan spora yang
disebut tetraspora yang sesudah proses germinasi tumbuh menjadi tanaman
beralat kelamin, yaitu gametofit jantan dan gametofit betina. 1erkembangbiakan
secara vegetatif adalah dengan cara setek. 1otong seluruh bagian dari talus
akan membentuk percabangan baru dan tumbuh berkembang menjadi tanaman
biasa. 8onjugasi merupakan proses peleburan dinding sel dan percampuran
protoplasma antara dua thally.
4enurut 1arenrengi dan Sulaeman (&''-$, reproduksi rumput laut secara
generatif atau dikenal juga sebagai perkembangbiakan secara kain. @umput
laut diploid (&n$ menghasilkan spora yang haploid (n$. Spora ini kemudian
menjadi & jenis yakni jantan dan betina yang masing-masing bersifat haploid (n$.
Selanjutnya rumput laut jantan akan menghasilkan sperma dan rumput laut
betina akan menghasilkan sel telur. Apabila kondisi lingkungan memenuhi syarat
akan menghasilkan suatu perkainan dengan terbentuknya Figot yang akan
tumbuh menjadi tanaman baru.
1roses perbanyakan secara vegetatif berlangsung tanpa melalui
perkainan. Setap bagian rumput laut yang dipotong akan tumbuh menjadi
rumput laut muda yang mempunyai sifat seperti indukannya. 1erkembangbiakan
dengan vegetatif lebih umum dilakukan dengan cara stek dari cabang-cabang
thalus yang muda, masih segar, arna cerah, dan memiliki percabangan yang
rimbun, serta terbebas dari penyakit.
14
3 &ET0DE PELAK"ANAAN
3.1 &et'de Kerja
4etode kerja yang digunakan dalam 1raktek 8erja Lapang ini adalah
metode deskriptif. 4enurut Santoso (&''.$, metode deskriptif umumnya
bertujuan mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat terhadap suatu
populasi atau daerah tertentu mengenai berbagai sifat dan faktor tertentu.
3.2 Tekn$k Pengam+$lan Data
1engambilan data pada 1raktek 8erja Lapang ini dilakukan dengan dua
macam data, yaitu pengambilan data primer dan data sekunder. ,ata primer
didapatkan dengan cara mencatat hasil observasi, aancara serta partisipasi
aktif, sedangkan data sekunder yaitu data atau informasi yang dikumpulkan dan
dilaporkan oleh seseorang untuk suatu tujuan tertentu maupun sebagai
pengetahuan ilmiah.
3.2.1 Data Pr$mer
a. 0+#er1a#$
=bservasi adalah proses pencatatan pola perilaku subyek subyek
(orang$, obyek (benda$, atau kejadian yang sistematis tanpa adanya pertanyaan
atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti (Sangadji dan Sopiah,
&'!'$. ,alam 1raktek 8erja Lapang ini observasi yang dilakukan adalah dengan
cara mengamati dan mencatat kegiatan apa yang dilakukan dalam pembesaran
ikan bandeng (Chanos chanos$, udang indu (Penaeus monodon$, rumput laut
(Gracillaria verrucosa$ dengan sistem polikultur serta mendokumentasikan hal-
hal yang berkaitan dalam kegiatan di %alai %esar 1engembangan %udidaya Air
1ayau 6epara, 6aa 7engah.
15
+. Wa2an3ara
,alam memperoleh informasi dari pihak-pihak yang terkait tidaklah cukup
dengan cara observasi, karena dapat dilakukan dengan aancara. 4enurut
%lack dan :hampion (!"""$, aancara adalah suatu kegiatan komunikasi
verbal dengan tujuan mendapatkan informasi. ,i samping akan mendapatkan
gambaran yang menyeluruh, juga akan mendapatkan informasi yang penting.
3. Part$#$pa#$ akt$%
1artisipasi aktif adalah mengikuti pelaksanaan kegiatan sebagaimana
kegiatan yang dilakukan di lokasi (4arFuki, !"#*$. 8egiatan partisipasi aktif ini,
yaitu turut serta dan berperan dalam kegiatan pembesaran ikan bandeng
(Chanos chanos$, udang indu (Penaeus monodon$, rumput laut (Gracillaria
verrucosa$, dimana dapat digunakan untuk mendapatkan data dan informasi
mengenai teknik pembesaran bandeng (Chanos chanos$, udang indu (Penaeus
monodon$, rumput laut (Gracillaria verrucosa$ dengan sistem polikultur.
3.2.2 Data "ekunder
,ata sekunder adalah data atau informasi yang dikumpulkan dan
dilaporkan oleh seseorang untuk suatu tujuan tertentu maupun sebagai
pengetahuan ilmiah. ,ata ini biasanya diperoleh dari pustaka-pustaka atau dari
laporan-laporan peneliti terdahulu. 4enurut %lack dan :hampion (!"""$, ketika
membicarakan sumber data sekunder, rujukan apa yang kita punyai adalah
informasi yang pada mulanya dikumpulkan untuk suatu tujuan lain daripada
dimaksudkan sebagai pengetahuan ilmiah. ,alam 1raktek 8erja Lapang ini, data
sekunder diperoleh melalui telaah pustaka serta data yang diperoleh dari pihak
lembaga pemerintah maupun masyarakat yang terkait dengan teknik
pembesaran bandeng (:hanos chanos$, udang indu (Penaeus monodon$,
rumput laut (Gracillaria verrucosa$ dengan sistem polikultur.
16
4 HA"L P,AKTEK KE,!A LAPAN4
4.1 Keadaan Umum L'ka#$ Praktek Kerja Lapang
4.1.1 "ejara5 Berd$r$n-a Bala$ Be#ar Pengem+angan Bud$da-a A$r Pa-au
!epara6 Ka+upaten !epara6 Pr'p$n#$ !a2a Tenga5
%alai %esar 1engembangan %udidaya Air 1ayau (%%1%A1$ 6epara
didirikan pada tahun !"-!. ,alam perkembangannya mengalami beberapa
perubahan. 1ada aalnya bernama %esearch Center Unit (%CU$ dan secara
hierarki berada dibaah %adan 1enelitian dan 1engembangan 1erikanan
,epartemen 1ertanian, kemudian pada tahun !"-# berganti nama menjadi %alai
%udidaya Air 1ayau (%%A1$ berdasarkan S8 4enteri 1ertanian @2 <o. 9
*'?G8ptsG=rgG.G!"-# yang merupakan Unit 1elaksanan 7eknis dan berada
dibaah ,irektorat 6endral 1erikanan ,epartemen 1ertanian. 1ada periode ini
jenis komoditas yang dikembangkan tidak hanya terbatas jenis udang indu,
tetapi juga komoditas ikan bersirip dan moluska air. 1eriode ini juga menjadi
momentum yang mendorong perkembangan bagi industri udang secara nasional
dan keberhasilan dalam produksi benih udang secara massal, khususnya benih
udang indu (Penaeus monodon 5ab.$. 1ada saat itu diaali dengan
diterapkannya teknik pematangan gonad induk udang dengan cara ablasi mata,
sehingga salah satu kendala dalam penyediaan induk matang telur dapat
teratasi. 1ada tahun !"-"-!"## %%A1 6epara juga telah berhasil melakukan
pengkajian teknologi pembenihan udang skala rumah tangga (backyard
hatchery$, sehingga dapat mengembangkan dan meningkatkan pendapatan
masyarakat pesisir dan nelayan sekitar 6epara. 1ada tahun !""* usaha ini mulai
berkembang di daerah-daerah lain di 2ndonesia. 0ingga akhirnya pada tahun
&''! berdasarkan S8 4enteri 8elautan dan 1erikanan <o. 9 &?:G4D<G&''!,
17
%%A1 6epara mengalami perubahan nama H status (eselonisasi$ menjadi %alai
%esar 1engembangan %udidaya Air 1ayau (%%1%A1$, peningkatan status dari
eselon 222 menjadi eselon 22. 8edudukan %%1%A1 6epara merupakan Unit
1elaksana 7eknis yang secara administratif dan teknis bertanggung jaab pada
,irektorat 6enderal 1erikanan %udidaya, 8ementerian 8elautan H 1erikanan.
Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada gambar (.
>ambar (. 8antor %%1%A1 6epara
%%1%A1 6epara telah mengalami beberapa pergantian kepemimpinan,
yaitu 9
7ahun !"-!-!"-# 9 Alie 1oernomo, 4.Sc
7ahun !"-#-!"#* 9 2r. Soekotjo Adisukresno
7ahun !"#*-!"#- 9 2r. %ambang Salamoen
7ahun !"#--!""- 9 ,@.2r. 4ade L. <urdjana
7ahun !""--!""" 9 2r. 2in Siti ,junaida, 4.Sc
7ahun !"""-&''! 9 ,@. 2r. Dndhay 8usnendar, 4S
7ahun &''!-&''* 9 2r. Ambas 4asardi, 4.Si
7ahun &''*-&''( 9 2r. 2chtiadi, 4.4
7ahun &''(-&''- 9 ,@. 2r. 4. 4urdjani, 4.Sc
7ahun &''--&'!' 9 2r. Sudjiharno
7ahun &'!'-sekarang 9 2 4ade Suitha, A.1i
Selain itu %%1%A1 6epara memiliki visi dan misi untuk memajukan
pembangunan perikanan. Cisi %%1%A1 6epara adalah penghasil 7eknologi
%udidaya Air 1ayau yang inovatif, adaptif untuk meujudkan peningkatan
produksi yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Sehingga
18
dalam meujidkan visi ini, %%1%A1 mempunyai misi dengan tujuan dan sasaran
yang ingin dicapai dalam kurun aktu tertentu. %erdasarkan misi %%1%A1
6epara ini, dapat meningkatkan kerekayasaan dan layanan prima dalam
penerapan Sistem %udidaya Air 1ayau yang efektif, efisien, dan menguntungkan.
4.1.2 Letak 4e'gra%$# dan Keadaan "ek$tar
%alai %esar 1engembangan %udidaya Air 1ayau (%%1%A1$ 6epara
terletak di ,esa %ulu, 8ecamatan 6epara 8abupaten 6epara, 1ropinsi 6aa
7engah dan berada pada lahan seluas ?(,.(-& ha. Lokasi ini tepat di sebelah
barat kota 6epara yang berjarak * kilometer dari pusat kota 6epara dan dekat
dengan pantai 8artini.
Secara topografi %%1%A1 6epara berada di ketinggian '-',. m dari
permukaan laut. Adapun tipe perairan yang mengelilingi %%1%A1 6epara yaitu
tipe perairan berkarang dengan ciri-ciri kecerahan air yang tinggi dan mempunyai
dasar pantai yang berpasir serta salinitas perairannya berkisar antara &#-*& ppt
dengan perbedaan pasang surut hingga mencapai ! m, sedangkan temperatur
berkisar antara &.-*.
'
:.
Secara geografisnya terletak di tepi pantai Laut 6aa pada !!'
'
*"
I
!!II
%7 dan ?
'
*.
I
!'II LS dengan tanjung kecil yang landai. %%1%A1 6epara
berbatasan dengan 9
Sebelah Utara 9 1antai Utara 6aa
Sebelah Selatan 9 1antai 8artini
Sebelah 7imur 9 ,esa 8auman
Sebelah %arat 9 1ulau 1anjang
4.1.3 "truktur 0rgan$#a#$ dan Tenaga Kerja
19
%erdasarkan 8eputusan 4enteri 8elautan dan 1erikanan @2, <omor9
8D1.&? :G4D<G&''! tanggal ! 4ei &''! tentang =rganisasi dan 7ata 8erja %ali
%esar 1engembangan %udidaya Air 1ayau (%%1%A1$ 6epara yang merupakan
Unit 1elaksana 7eknis (U17$ yang berada dibaah dan tanggung jaab
,irektorat 6enderal 1erikanan %udidaya. ,i dalam struktur organisasi tersebut
terdapat kelompok jabatan fungsional yang mempunyai tugas melaksanakan
kegiatan perekayasaan, pengujin, penerapan, dan bimbingan penerapan standar
teknik, alat, dan mesin, serta sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan,
pengendalian hama dan penyakit ikan, pengaasan benih dan budidaya,
penyuluh, dan kegitan lain yang sesuai dengan tugas masing-masing jabatan
fungsional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun
struktur organ$#a#$ BBPBAP !epara pada lampiran *.
6umlah karyaan %%1%A1 6epara berdasarkan status kepegaaian
sampai dengan akhir tahun anggaran &'!! untuk tingkat pendidikan S!, S&, dan
,* sebagian besar lulusannya dari sarjana perikanan sedangkan untuk tingkat
pendidikan SL7A sebagian besar lulusannya dari kejuruan perikanan. Untuk
lulusan SL71 dan S, status kepegaaian yang 1<S sebanyak . orang
sedangkan honorer untuk lulusan SL71 sebanyak ( orang. %erdasarkan tingkat
pendidikan tersebut karyaan %%1%A1 6epara "'3 tingkat pendidikan dari
sarjana perikanan. Adapun rincian pegaai %%1%A1 6epara menurut status
kepegaaian dan tingkat pendidikan tahun &'!& pada lampiran ..
20
4.2 Pra#arana dan "arana
4.2.1 Pra#arana
4.2.1.1 !alan dan Tran#p'rta#$
Lokasi %alai %esar 1engembangan %udidaya Air 1ayau (%%1%A1$
6epara ini berada di ,esa %ulu 8ecamatan 6epara yang bersebelahan dengan
1antai 8artini yang berjarak * km dari pusat kota 6epara. 8ondisi jalan raya
%%1%A1 berupa jalan aspal yang menghubungkan masing-masing perkantoran
dan perumahan (rumah penduduk$ serta komplek pertambakan. Untuk kondisi
jalan yang menghubungkan kolam-kolam %%1%A1 6epara sudah baik dapat
dilalui dengan kendaraan roda dua hanya di beberapa tempat saja yang harus
berjalan kaki karena keadaan badan jalan yang menghubungkan sempit (hanya
cukup untuk dileati pejalan kaki$. 7ransportasi umum yang melalui %%1%A1
6epara adalah becak.
Alat transportasi yang dimiliki oleh %%1%A1 6epara ini diantaranya
adalah ( unit kendaraan roda dua, & unit kendaraan roda tiga, " unit kendaraan
roda empat dan ( unit kendaraan roda enam. 1rasarana yang dimiliki %%1%A1
6epara ini digunakan oleh 8epala %%1%A1 6epara dan karyaan dalam kegiatan
diluar kota dan kegiatan sehari-hari untuk ke kantor serta untuk kegiatan di
tambak. Adapun rincian daftar alat transportasi %%1%A1 6epara tahun &'!&
pada lampiran (.
4.2.1.2 Tana5 L'ka#$
%alai %esar 1engembangan %udidaya Air 1ayau (%%1%A1$ 6epara berdiri
di atas lahan seluas ?(,.(-& 0a yang berada di ,esa %ulu, 8ecamatan 6epara
8abupaten 6epara. Lokasi ini tepat di sebelah barat kota 6epara yang berjarak *
kilometer dari pusat kota 6epara dan dekat dengan pantai 8artini. Luas areal
pertambakan .(,.(-& 0a dan untuk fasilitas lainnya !' 0a.
21
6umlah tambak pembesaran ikan bandeng, udang indu, dan rumput laut
secara polikultur terdapat * buah tambak tradisional plus dengan luas yang
berbeda yaitu #''' m
&
dan .''' m
&
. Selain itu di tanah lokasi ini terdapat tambak
gelondongan bandeng ! tambak dengan luas #''' m
&
, tambak indukan ikan
bandeng ! tambak dengan luas #''' m
&
, dan tambak pembesaran rumput laut !
tambak dengan luas .''' m
&
.
4.2.1.3 )a#$l$ta#
a. La+'ratur$um
Laboraturium merupakan prasarana yang digunakan untuk meneliti dan
menganalisa tentang penyakit ikan dan udang serta kualitas air di tambak. ,i
%%1%A1 6epara terdapat & laboraturium yang digunakan yaitu laboraturium
basah dan laboraturium kering.
Laboraturium basah ini digunakan sebagai tempat sampling ikan dimana
di dalamnya terdapat akuarium-akuarium yang berisi ikan sampel yang akan diuji
dan ikan yang akan dikontrol tingkah lakunya serta sebagai uji pakan buatan dan
pakan alami. Sedangkan laboraturium kering digunakan untuk mengukur kualitas
air secara fisika dan kimia dan sebagai laboraturium uji hama dan penyakit.
Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada gambar ..
>ambar .. A. Laboratorium 8ering 0ama 1enyakit 2kan dan Udang, %.
Laboratorium 8ering 5isika dan 8ima dan :. Laboratorium %asah <utrisi.
A B C
22
+. ,uma5 D$na# dan A#rama
%%1%A1 6epara menyediakan rumah dinas yang diperuntukan bagi
pegaai yang belum memiliki rumah pribadi sehingga mempermudah pegaai
dalam melaksanakan tugas dan keajibannya. Adapun jumlah total rumah dinas
yang terdapat di %%1%A1 6epara ?. buah.
Selain itu %%1%A1 6epara juga mempunyai beberapa kegiatan yang
meliputi pelatihan dan kegiatan para mahasisa dan S48 yang melaksanakan
praktek kerja lapang atau kegiatan magang sehingga terdapat prasarana gedung
yang mendukung yaitu asrama. Asrama ini dapat digunakan dan dimanfaatkan
oleh para mahasisa dan para sisa S48 sebagai tempat tinggal sehingga tidak
perlu mencari tempat kos di luar daerah %%1%A1 6epara serta dapat
melaksanakan kegiatan praktek kerja lapang atau kegaitan magang dengan
aman dan nyaman. Adapun jumlah kapasitas asrama yang terdapat di %%1%A1
6epara yaitu !'' orang.
3. &u#5'la
%%1%A1 6epara mempunyai kegiatan yang dilakukan sehari-hari mulai
masuk aktu subuh sampai masuk aktu isya yang merupakan kegiatan yang
cukup panjang. Adanya mushola ini dapat memberikan kemudahan untuk
kegiatan beribadah bagi para pegaai dan para peserta pelatihan maupun para
mahasisa dan para sisa S48 yang melaksanakan kegiatan praktek kerja
lapang atau kegiatan magang. Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada gambar ?.
>ambar ?. 4ushola
d. Pra#arana Pendukung
5asilitas lain yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional di
%%1%A1 6epara meliputi6 gedung perkantoran utama ! unit (& lantai$, gedung
perkantoran ! unit, koprasi ! unit, kantin ! unit, auditorium dan ruang kuliah !
23
unit (& lantai$, perpustakaan ! unit, sarana olahraga ( unit, rumah jaga tambak
bandeng ! unit, rumah >enset ! unit, ruang makan ! unit, guest house ! unit,
pos satpam ! unit, dan gedung /aserda 81@2 J%udidaya 4inaK yang
menyediakan barang-barang kebutuhan rumah tangga kar yaan serta 4asjid
sebagai sarana ibadah. Selain itu prasarana komunikasi untuk mempermudah
kegiatan di kantor maupun lapang menggunakan telepon dan faEimail.
4.2.2 "arana
4.2.2.1 "$#tem Pen-ed$aan Tenaga L$#tr$k
%alai %esar 1engembangan %udidaya Air 1ayau (%%1%A1$ 6epara
menggunakan sumber listrik dari 1erusahaan Listrik <egara (1L<$ yang
diperlukan secara terus menerus selama &( jam. Sumber 1L< yang digunakan
ini menggunakan daya sebesar !(- 8CA dan !"- 8CA dengan panjang jaringan
.''' m. Akan tetapi sumber listrik yang berasal dari 1L< saja tidak mencukupi
untuk memenuhi kebutuhan operasional sehingga perlu dibantu dengan genset.
Adapun jumlah genset yang digunakan yaitu ? buah dengan daya !.' 8CA (&
buah$, #' 8CA (! buahGrusak ringan$, &.' 8CA (! buah$, !&. 8CA (! buah$.
>enset ini berfungsi untuk menanggulangi seaktu-aktu aliran listrik 1L<
mengalami gangguanGpadam. Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada gambar -.
>ambar -. A. 7iang Listrik yang bersumber dari 1L<, %. ,isel untuk membantu
menyalakan >enset
4.2.2.2 "$#tem Pen-ed$aan A$r Pa-au
Sumber air laut yang digunakan %%1%A1 6epara didapatkan dengan
menggunakan sistem penyaringan dengan saringan pasir (sand filter$. Air laut
diambil sejauh .#' m dari garis pantai dengan pompa dan dileatkan terlebih
dahulu melalui saringan pasir. Setelah itu air laut tersebut dialirkan ke tangki
saringan yang terbuat dari beton dengan ukuran kisaran ?E&E& meter dan
A B
24
susunan dari saringan tersebut yaitu pasir, ijuk dan kerikil. 8emudian air saringan
dialirkan dengan menggunakan pompa ke bak tandon yang terbuat dari beton
berbentuk bulat berdiameter L !' m dengan kedalam berkisar * m. Lalu air yang
berada ditandon diendapkan serta disaring dan air laut siap dipakai dengan
menyalakan pompa air.
Selain itu untuk mendapatkan air laut juga menggunakan saringan
raksasa (sand filter$ yaitu saringan yang ditempatkan dipantai yang ditanam
vertikal pada tanah dipinggir perairan laut. Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada
gambar #. Setelah itu tanah dibor dengan kedalaman sekitar ( meter pada lokasi
yang masih terendam air saat pasang surut. 1ipa paralon ukuran L (,' inchi yang
disebut pipa luar berlubang-lubang ditanamkan dan didalamnya terdapat pipa
ukuran L &,. inchi yang berfungsi sebagai jalur air. Air laut mengalir melalui pipa
luar dan telah tersaring dengan tanah dasar kemudian mengalir ke pipa dalam.
Antara pipa luar dan pipa dalam diberi ijuk yang berfungsi menahan pasir agar
tidak masuk ke pipa dalam. ,engan sistem ini air langsung dipakai menuju
saluran pertambakkan, pembenihan dan laboraturium. 6arak dari sumber air laut
ini berkisar sepanjang &..'' m yang dilengkapi dengan tandon, toer, serta
jaringan aerasi.
>ambar #. Sand filter
4.2.2.3 "$#tem Pen-ed$aan A$r Ta2ar
Sumber air taar yang digunakan %%1%A1 6epara didapatkan dari sumur
yang diambil dengan menggunakan pompa air kemudian ditampung dalam
tandon setinggi L !' m, sehingga air mengalir ke berbagai unit-unit bak. Selain
itu %%1%A1 6epara memiliki jaringan air taar dalam komplek pembenihan,
perkantoran sepanjang !''' m yang dilengkapi dengan tandon air dan pompa.
25
4.2.2.4 K'ntruk#$ Tam+ak
,alam keberhasilan usaha polikultur ikan bandeng, udang indu dan
rumput laut selain tergantung pada keadaan biologi ikan bandeng, udang indu
dan rumput laut, juga tergantung pada kondisi tambak itu sendiri. ,esain tata
letak dan kontruksi tambak akan mempengaruhi hasil yang akan dicapai.
Untuk kontruksi tambak polikultur yang digunakan di %%1%A1 6epara
menggunakan tipe tambak tanah. 8ontruksi tambak tanah ini akan
mempermudah menumbuhkan pakan alami. Selain itu, kontruksi tambak terdiri
dari pematang sebagai pembatas antara petak tambak yang satu dengan lainnya
dan pintu pemasukan air dan pintu pengeluaran air serta saluran air yang
digunakan sebagai tempat penampungan air dari pintu pengeluaran air. 0al ini
sesuai dengan pendapat Susanto 0eru (&''"$, berdasarkan uraian di atas dapat
disimpulkan baha suatu kolam yang baik harus mempunyai kontruksi sebagai
berikut9 ada saluran pemasukan dan pengeluaran, ada pintu pemasukan dan
pengeluran air, pematang yang kokoh dengan lebar antara !-& meter, dan
kedalaman kolam maupun air harus cukup .'-!.' cm.
7ambak yang digunakan untuk usaha polikultur bandeng, udang, rumput
laut ini berbentuk persegi panjang dengan luas #''' m
&
dan kedaan tanahnya
berupa tanah liat berpasir.
a. Pematang
1ematang adalah gundukan tanah yang mengililingi tambak. 1ematang
ini berfungsi sebagai jalan ketika melakukan pengontrolan dan pemupukan dan
sebagai penghalang bagi ikan agar tidak keluar tambak serta penahan rembesan
air. Selain itu, pematang juga berfungsi sebagai pembatas jenis usaha dan
sekaligus pembatas areal kepemilikan sehingga memudahkan seseorang dalam
mengelola usaha pertambakan.
26
1ada tambak pembesaran terdapat & jenis pematang yaitu pematang
utama dan pematang antara. 1ematang utama berfungsi sebagai pembatas dan
pertahanan antara tambak dengan saluran irigasi. Sedangkan pematang antara
merupakan pemisah antara tambak yang satu dengan tambak sebelahnya.
1ematang utama pada tambak pembesaran ini terbuat dari tanah yang
diambil dari petak itu sendiri dan tekstur tanahnya terbuat dari tanah lempung
berpasir. Sesuai dengan fungsinya sebagai pelindung, maka pematang utama
harus kuat dan tidak bocor karena tekanan air dan tidak mudah erosi. Untuk lebih
jalasnya dapat dilihat pada gambar ".
1ematang utama dilokasi ini berbentuk trapesium dengan kemiringan
berkisar antara ! 9 !,. lebar atas &-* m dan lebar baah (-. m serta tingginya
berkisar antara !,.-&,' m. %egitu pula pada pematang antara, baha tanah
yang digunakan dalam pembuatan pematang berupa tanah lempung berpasir.
%entuk pematang antara ini adalah trapesium dengan kemiringan antara ! 9 !,.
lebar atas !-& m dan lebar baah &-* m serta tingginya !,.-&,' m. 0al ini sesuai
dengan pendapat Afrianto dan Liviaaty (!""#$, sisi pematang dibuat miring
dengan perbandingan !9! atau !9!,. artinya perbandingan antara sisi tegak
dengan sisi mendatarnya adalah !9! atau !9!,..
>ambar ". A. 1ematang utama %. 1ematang antara
+. "aluran Kel$l$ng (7aren* dan Plataran
,asar tambak untuk budidaya polikultur terdapat & macam, yaitu
pelataran dan saluran keliling (caren$. Saluran keliling (caren$ adalah galian yang
dibuat mengeliling plataran tambak yang berfungsi sebagai tempat berlindung
A B
27
bagi ikan, udang, dan rumput laut terhadap serangan hama dan sengatan
matahari pada siang hari serta untuk memudahkan penangkapan ikan dengan
cara pengeringan. Ukuran lebar caren berkisar *-? m dan kedalamannya *'-?'
cm dari dasar plataran.
Sedangkan pelataran merupakan dasar tambak tempat tumbuhnya
makanan alami seperti klekap, ganggang, diatom, dan jasad renik lainnya. ,asar
pelataran dibuat rata dengan keadaan miring kearah pintu pengeluaran air untuk
memudahkan saat pengeluaran air serta mempermudah saat pemanenan. Untuk
kedalaman air diatas pelataran berkisar antara ('-"' cm. 0al ini sesuai dengan
pendapat 4udjiman (!"#&$, setiap petakan terdiri dari bagian plataran atau
pancaran dan bagian caren atau kolong (disebut juga sebagai parit keliling$.
1lataran merupakan bagian yang dangkal, dengan tinggi air berkisar antara *'-
(' cm. :aren merupakan bagian yang dalam, dengan tinggi air di sekitar ! m.
Sedangkan lebarnya sekitar ? m.
3. "aluran A$r
Saluran air atau kanal berfungsi sebagai saluran pemasukan air yang
mengalirkan air dari sumbernya ke dalam petak tambak serta sebagai saluran
pengeluaran air yang mengalirkan air ke luar petak tambak. Saluran air yang
terdapat pada lokasi ada &, yaitu saluran utama dan saluran pembagi air. Untuk
lebih jalasnya dapat dilihat pada gambar !'.
Saluran utama merupakan saluran yang menghubungkan sumber air
dengan unit pertambakan. Saluran ini terdapat diluar unit tambak yang berfungsi
untuk memudahkan pemasukan dan pengeluaran air dari unit pertambakan,
sehingga saluran dibuat memanjang ke arah hulu dan berada di tengah-tengah
lokasi pertambakan. Lebar saluran utama lokasi ini - m dengan kedalaman !.
cm.
28
Untuk saluran pembagi merupakan saluran yang memisahkan air dari
saluran utama ke dalam petak pertambakan. Saluran ini juga berfungsi untuk
mengaliri tambak yang ada disekitarnya serta sebagai tempat penangkapan dan
penanampungan ikan. Lebar permukaan saluran pembagi ( m, lebar dasar
saluran & m dan kedalaman !,. m. Sumber air di lokasi ini selalu tersedia baik itu
dimusim kemarau maupun dimusim penghujan, hal ini dikarenakan sumber air
dilokasi ini tergantung pasang surut air laut.
>ambar !'. A. Saluran air pembagi %. Saluran air utama
d. P$ntu A$r (Pema#ukan dan Pengeluaran*
1intu air berguna sebagai pengatur keluar masuknya air serta
menentukan tinggi rendahnya air dalam tambak. 7erdapat & jenis pintu air yaitu
pintu air utama dan pintu air petakan. 1intu air utama merupakan pintu air yang
menyuplai air dari saluran luar tambak, oleh karenanya dalam pembuatannya
harus dibuat dengan ukuran yang cukup besar dan harus kuat terhadap tekanan
arus air. 0al ini dimaksudkan agar pintu air dapat mengendalikan sumber air
sehingga tambak tidak kelebihan atau kekurangan air dan tidak merusak
pematang utama. Untuk itu, pintu air utama tambak pembesaran ini terbuat dari
beton dengan lebar ! m, tinggi sekitar & m, dan panjang sekitar ( m. Untuk lebih
jalasnya dapat dilihat pada gambar !!.
A B
29
1intu air utama ini terdapat papan pada sisi utama dengan kerangka pintu
air yang dibuat hanya di dalam dinding kerangka yang berfungsi sebagai
pencegahan agar tidak terjadi kelongsoran tanah disekitar pintu air. 1intu air
yang memiliki kerangka di dalam dinding memiliki beberapa keuntungan antara
lain cengkraman dinding pada kerangka akan kuat, sebab selain ditahan oleh
paku juga ditahan oleh kerangka pintu. 1intu air utama juga dilengkapi dengan
penyaring yang berfungsi untuk mencegah agar hama tidak masuk kedalam
tambak.
Sedangkan pintu air petakan merupakan pintu air yang menghubungkan
petak persediaan air atau petakan lain dalam unit tambak. Adapun fungsi dari
pintu air petakan yaitu untuk mengalirkan air ke dalam petakan-petakan tambak.
Untuk 1ersyaratan teknis pintu air petakan tidak jauh berbeda dengan pintu air
utama, hanya ukuran untuk pintu air petakan lebih kecil. 1ada pintu air petakan
tambak ini terbuat dari kayu besi yang memiliki lebar pintu ',? m dan panjang &,.
m. Selain itu juga dilengkapi dengan penyaring yang bertujuan untuk mencegah
keluarnya ikan yang dipelihara pada saat pergantian air karena ikan cendrung
melaan arus. Saringan yang digunakan terbuat dari filter kassa sebagai
penyaring pertama yang letaknya berada di bagian paling depan yang terbuat
dari kaat kassa setinggi !,. m. Setelah itu filter halus sebagai penyaring kedua
yang letaknya berada disebelah filter pertama, terbuat dari kain strimin dengan
tinggi !,& m. Adapun fungsi saringan ini untuk mencegah ikan liar masuk ke
dalam petakan tambak.
0al diatas sesuai pendapat Asian (!""#$, pintu air utama terbuat dari
beton dengan panjang * meter, tinggi &,&. meter serta lebarnya ! meter dan
terdiri dari & buah saringan dan & buah papan penutup untuk mengatur keluar
masuknya air. 1intu air petakan mirip dengan pintu air utama, terbuat dari kayu
30
dengan panjang lebih dari & meter, lebar ',# meter, tinggi !,. meter den
dilengkapi pula dengan & buah saringan dengan & buah papan penutup untuk
mengatur keluar masuknya air.
>ambar !!. 1intu Air Utama
4.2.2.. Tam+ak Pem+e#aran
7ambak pembesaran ikan bandeng, udang indu dan rumput laut secara
polikultur ini luasnya #''' m
&
. 7ambak pembesaran ini mempunyai - petak
tambak, * diantaranya adalah tambak polikultur. Luas masing petakan tambak
berbeda-beda yaitu #''' m
&
dan .''' m
&
. Untuk tambak pembesaran polikultur
letaknya berbeda, petakan tambak 5& dan 5* letaknya berdamping yang dibatasi
pematang antara dan tambak 5? terletak di belakang tambak seri 5* yang
dibatasi pematang utama. Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada gambar !&.
1ada pematang utama tersebu terdapat pipa penghubung yang
menghubungakan ke saluran irigasi, dimana pipa penghubung ini dapat dilepas
kapan saja sesuai dengan pemakaian. Selain itu fungsi dari pipa penghubung
untuk memudahkan memindah air dari petak satu ke petak satunya dan ke
saluran irigasi dan memudahkan dalam proses pengeringan saat pemanenan.
1ada tambak pembesaran juga terdapat sarana pendukung yaitu gubuk (pos
jaga$, tempat penyimpanan pupuk, obat, peralatan dan disetiap petak tambak
terdapat beberapa pompa air.
>ambar !&. 7ambak 1embesaran 1olikultur
4.2.2./ Pupuk dan 0+at
1upuk yang digunakan pada tambak pembesaran ikan bandeng, udang
indu dan rumput laut ini adalah pupuk kandang (organik$ dan pupuk urea dan
7S1 (anorganik$. 1ada pemupukan aal takaran yang diberikan yaitu pupuk
urea -.-!'' kgGha, pupuk 7S1 ('-.' kgGha dan pupuk kandang (organik$ &-*
31
tonGha. Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada gambar !*. 0al ini sesuai dengan
pendapat 4urachman et.al., (&'!'$, pemupukan menggunakan pupuk urea dan
7S1. 1enggunaan urea minimal .,' kgha
-!
dan maksimal !'' kgha
-!
atau rata;
rata ..,!. kgha
-!
. Sedangkan pupuk 7S1 minimal !,' kgha
-!
dan maksimal !''
kgha
-!
atau rata-rata *&,!& kgha
-!
. 1emupukan aal diberikan pada lahan tambak
setelah lahan diberikan kapur, bila lahan tambak p0 tanah stabil maka tidak
diberi kapur sehingga pemupukan aal diberikan setelah pengeringan lahan
tambak selama - hari. Sedangkan pupuk susulan diberikan pertama setelah
masuk bulan kedua selanjutnya diberikan secara periodik setiap & minggu sekali.
Untuk pupuk susulan yang diberikan yaitu pupuk 1=: (1upuk =rganik :air$ dan
pupuk campuran antara pupuk organik dan pupuk anorganik.
1ada tambak pembesaran ini juga menggunakan obat organik yaitu jenis
saponin. 8egunaan dari saponin ini dapat membunuh hama pengganggu seperti
ular, siput air, ikan gabus, belut, ikan batok, ikan nila, dan lain-lain. Untuk takaran
yang diberikan yaitu tergantung dari banyaknya hama yang mengganggu dalam
petakan tambak. ,alam penggunaan obat ini diberikan setelah dilakukan
pemanenan total dan selanjutnya lahan tambak bisa dikeringkan.
>ambar !*. 1upuk Urea dan S1-*?
4.3 Tekn$k Pem+e#aran kan Bandeng (75an'# 35an'#*6 Udang W$ndu
(Penaeus monodon %a+* Dan ,umput Laut (Gracillaria verrucosa*
,alam pembesaran ikan bandeng, udang indu dan rumput laut
(Gracillaria verrucosa$ secara polikultur dipilih karena adanya sifat simbiosis
mutualisme diantara * komoditas tersebut yang saling menguntungkan satu
sama lain. Adapun ikan bandeng dipilih karena sebagai pemakan plankton yang
dapat mengendalikan kelebihan plankton dalam perairan dan untuk udang indu
32
dipilih karena pertumbuhan udang indu lambat sehingga dilakukan uji coba
dalam pembesaran dengan sistem polikultur untuk melihat pertumbuhan udang
indu. 0al ini sesuai pendapat menurut 8holifah (&''#$, padat penebaran yang
berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap laju pertumbuhan udang
indu dan ikan bandeng. 0al ini karena ikan bandeng mempunyai sifat
menggerombol dan hidup di kolom air sehingga mengalami persaingan dalam
mendapatkan makanan akibat padat penebaran yang tinggi. %erbeda dengan
udang indu yang memiliki sifat individu dan kanibal padat penebaran yang
tinggi serta asupan pakan yang diberikan tidak mencukupi sehingga
menimbulkan sifat kanibal antar sesama untuk memenuhi kebutuhan asupan
makanannya, akibatnya banyak udang indu yang mati sehingga persaingan
lebih sedikit.
Sedangkan rumput laut dipilih karena dapat penyuplai oksigen melalui
proses fotosintesis pada siang hari dan memiliki kemampuan untuk menyerap
kelebihan nutrisi dan cemaran yang bersifat toksik di dalam perairan. Selain itu
dari kotoran udang, ikan bandeng dan bahan organik lainnya merupakan sumber
hara yang dapat dimanfaatkan oleh rumput laut dan fitoplankton untuk
pertumbuhan. 0al inilah yang dapat menyeimbangkan ekosistem perairan di
dalam petakan tambak budidaya polikultur.
4.3.1 Peng'la5an La5an
Untuk meningkatkan usaha pembesaran ikan bandeng, udang indu, dan
rumput laut secara polikultur, pengolahan lahan tambak sangat diperlukan untuk
mencapai keberhasilan. %eberapa tahapan yang dilakukan dianataranya9
pengeringan lahan, pembajakan (pembalikan tanah$, pengapuran, pemupukan
dan pengairan lahan.
4.3.1.1 Penger$ngan
33
,alam mempersiapkan lahan tambak pertama kali melakukan
pengeringan. Untuk pengeringan lahan tambak pembesaran ikan bandeng,
udang indu dan rumput laut secara polikultur diperlukan aktu selama - hari
sampai lahan kelihatan kering serta tanah dasar tambak menjadi retak-retak.
4enurut 4urtidjo (&''&$, peneringan dasar tambak sangat bermanfaat untuk
pertumbuhan klekap (lab-lab$ yang merupakan makanan alami ikan bandeng.
7anah dasar yang padat akan membuat permukaan dasar tambak menjadi lebih
baik bagi pertumbuhan beberapa spesies alga. %eberapa perlakuan pengeringan
tanah dasar tambak yang diperlukan, antara lain sebagai berikut, peneringan
selama - hari dan jika cuaca kurang baik !( hari, pengeringan tanah tambak
dilakukan hingga jika tanah diinjak hanya terbenam sekitar ! cm, pengeringan
sampai & lapisan sebelah atas tanah dasar tambak, dan pengeringan sampai
tanah dasar tambak retak-retak.
1engeringan ini dilakukan setelah pemanenan total. ,alam pemanenan
total masih terdapat sisa air yang tergenang, sehingga perlu digunakan pompa
untuk menyerap air menuju pintu pengeluaran. Setelah itu, proses pengeringan
tanah dilakukan sampai bagian dasar tanah pelataran dan caren retak-retak dan
keras. 0al ini dapat bermanfaat untuk pertumbuhan klekap yang merupakan
sumber makanan alami ikan bandeng dan udang indu. Apabila tanah tambak
berpotensi keasaman tinggi maka perlu distabilkan atau dinetralkan dengan
memberikan kapur tetapi dalam lokasi tambak ini cukup dilakukan pengeringan
tambak agar keasaman tanah tambak netral. Setelah pengeringan lahan juga
dilakukan perbaikan pematang dan caren.
,alam perbaikan pematang perlu membuang endapan lumpur dari caren
ke bagian pematang dengan menggunakan cangkul. Apabila kerusakan
pematang terlalu parah dapat dilakukan penggalian pematang pada bagian yang
34
rusak dan perbaiki kembali dengan menimbun lagi segumpal tanah. Sedangkan
perbaikan caren dapat dilakukan penggalian caren yang mengalami
pendangkalan.
4.3.1.2 Pengapuran
,alam pengapuran dilakukan setelah proses pengeringan selasai.
Setelah * hari, lahan diberi kapur saat kondisinya belum terisi air dengan cara
ditaburkan merata kepermukaan tanah. 8apur yang digunakan yaitu kapur
pertanian (dolomit$ :a4g (:=*$& yang diberikan sebanyak ('-(. kgGha. Untuk
pemberian kapur pada lahan tambak dilokasi ini, bila p0 tanah netral, hama dan
penyakit dapat teratasi tidak perlu dilakukan pemberian kapur. Setelah
pengeringan - hari dapat dilakukan pemupukan. 0al ini sesuai dengan pendapat
4urachman et.al., (&'!'$, pengapuran bertujuan untuk menurunkan keasaman
tanah atau menaikkan p0 tanah dan menjaga kestabilan kualitas air. 1engapuran
menggunakan kapur dolomit minimal & kgha
-!
;!'' kgha
-!
atau rata;rata
sebanyak *!,?. kgha
-!
.
4.3.1.3 Pemupukan
1emupukan dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan pakan alami di
tambak. 6enis pakan alami untuk udang dan juga ikan bandeng di tambak ialah
klekap, plankton, lumut, dan binatang-binatang yang banyak hidup di dasar
tambak seperti cacing-cacing, larva serangga (Chironomidae$, dan siput-siput
kecil (Suyanto dan 4udjiman, !"#&$. 6enis makanan alami yang tumbuh di dasar
tambak mempunyai nilai giFi tinggi bagi udang indu dan ikan bandeng.
Sehingga makanan alami ini dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan
udang dan ikan.
,alam pemupukan pada tambak pembesaran ikan bandeng, udang indu
dan rumput laut secara polikultur ini menggunakan pupuk kandang (pupuk
35
organik$ dan pupuk urea dan 7S1 (pupuk anorganik$. 1emupukan aal dilakukan
pada saat tanah dasar tambak (pelataran$ masih dalam keadaan becek. 7akaran
yang diberikan untuk pupuk urea -.-!'' kgGha, 7S1 ('-.' kgGha, dan pupuk
kandang &-* tonGha. Setelah pupuk diberikan, lahan tambak dikeringkan selama
- hari dan lahan tambak dapat diisi air. Lahan tambak diisi air sampai ketinggian
sekitar !' cm dan dibiarkan selama ( hari untuk menumbuhkan pakan alami
berupa ganggang dan phytoplankton. Setelah itu tambak diisi air lagi sampai
ketinggian ('-"' cm dan dibiarkan selama * hari. 8emudian dilakukan
penebaran tokolan udang, gelondongan bandeng, dan benih rumput laut. Setelah
! minggu diberikan pupuk susulan yang ditebar sebanyak .'3 dari takaran
pemupukan aal. 1emberian pupuk susulan selanjutnya dilakukan setiap &
minggu sekali selama proses pemeliharaan agar tambak dapat terus ditumbuhi
pakan alami.
4.3.1.4 "$#tem Penga$ran
,alam menjaga kualitas air tambak perlu dilakukan pengaturan air
dengan cara membuang dan mengganti air agar usaha pembesaran ikan
bandeng, udang indu dan rumput laut dapat tumbuh secara optimal sehingga
diperlukan sistem pengairan yang baik dan mendukung usaha pembesaran.
Sistem pengairan yang digunakan untuk tambak pembesaran ini menggunakan
sumber air yang berasal dari pasang surut air laut yang dihubungkan dengan
pipa paralon yang terhubung di petakan tambak dan sungai sehingga untuk
pergantian dan suplai air bisa dilakukan seaktu-aktu.
Selama pemeliharaan tambak pembesaran ini suplai air tergantung oleh
pasang surut air laut sehingga dalam pengisian air tambak tidak dapat diprediksi.
Selain itu saat pemeliharaan ikan bandeng, udang indu dan rumput juga
dilakukan pergantian air tambak apabila kualitasnya mengalami penurunan yang
36
dicirikan dengan keadaan air berarna keruh kecoklatan. Untuk menjaga kualitas
air di tambak pembesaran ini dapat menggunakan jaring (aring$ hijau yang
melapisi pintu pemasukan dan pengeluaran agar mencegah masuknya ikan liar
dan hama serta agar saat poses pemanenan ikan tidak ikut disaring keluar.
4enurut 8ordi dan 7ancung (&''-$, arna air yang sering ditemukan di
tambak antara lain arna hijau muda, hijau tua, kuning kecoklatan, hijau
kecoklatan dan arna keruh. /arna air yang baik untuk udang adalah arna
kuning kecoklatan dan hijau kecoklatan. /arna air kuning kecoklatan disebabkan
oleh fitoplankton dari Chryssophyta, biasanya terdiri dari jenis Chaetoceros,
&itchia, Gyrosi#ma dan !iatom. Sedangkan arna air hijau kecoklatan
disebabkan oleh keseimbangan fitoplankton dan Fooplanton di dalam tambak,
biasanya terdiri dari Chlorophya dan !iatom. %erdasarkan kondisi perairan
tersebut, arna perairan tambak polikultur yaitu berarna hijau yang dimana
teridentifikasi adanya fitoplankton jenis Chlorela sp. sedangkan bila perairan
tambak berarna kecoklatan teridentifikasi adanya keletonema sp.
4.3.2 Pene+aran T'k'lan
1enebaran yang kedua ke dalam petakan tambak yaitu penebaran
tokolan udang indu. Sebelum ditebar ke dalam petakan tambak, tambak diisi air
dengan kecerahan &'-*. cm yang bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami.
Adapun tokolan yang ditebar ke dalam petakan tambak berasal dari hatchery
%%1%A1 6epara.
6umlah tokolan yang ditebar sebanyak .''' ekor pada ukuran 1L !& ke
dalam petakan seluas #''' m
&
. 1ada tambak pembesaran ini salinitas saat
tokolan ditebar yaitu !' ppt. Selain itu dalam penebaran tokolan perlu
diperhatikan pertama kali yaitu mempersiapakan tempat sementara untuk
menampung tokolan berupa petakan di dekat pintu air yang diberi aring (hapa$
37
berbentuk persegi panjang dan tiap sudutnya diberi penahan agar hapa berdiri
tegak dan tidak kendor.
Sebelum benur ditebar menurut Suyanto dan 4ujiman (&''!$, perlu
dilakukan aklimatisasi terlebih dahulu. >unanya aklimatisasi ialah untuk
mencegah terjadinya shock pada sesuatu organisme apabila organisme itu
dipindahkan dari sesuatu lingkungan ke dalam lingkungan lain yang berbeda
sifatnya.
Setelah mempersiapkan petakan aklimatisasi dapat dilakukan penebaran
tokolan ke petakan. Aklimatisasi ini dapat dilakukan dengan cara, kantong plastik
yang berisi tokolan dengan keadaan terbuka diapungkan diatas permukaan air
petakan selama *'-?' menit agar suhu yang ada di kantong sama dengan suhu
tambak pembesaran. Setelah suhu air dalam kantong kira-kira sama dengan
suhu tambak, kantong plastik sedikit demi sedikit diisi air tambak sampai kantong
plastik terisi penuh air tambak. Apabila tokolan kelihatan sudah dapat
beradapatasi dengan air yang ada di tambak, tokolan dapat ditebar ke petakan
aklimatisasi. %ila benih bergerak aktif dan ingin keluar dari petakan aklimatisasi,
secara perlahan petakan aklimatisasi yang sudah diberi saringan halus dibuka
dan tokolan dibiarkan berenang menuju tambak pembesaran. Untuk penebaran
tokolan, aktu yang baik yaitu pada sore hari setelah matahari terbenam.
4.3.3 Pene+aran 4el'nd'ngan Bandeng
1enebaran yang ketiga ke dalam petakan tambak yaitu penebaran
gelondongan bandeng. >elondongan bandeng yang ditebar ke petak tambak
pembesaran polikuktur !'.''' ekor dengan siFe &.. Untuk penebaran bandeng
gelondongan perlu mempersiapkan tempat sementara untuk menampung
gelondongan berupa petakan di dekat pintu air yang diberi aring (hapa$
38
berbentuk persegi panjang dan tiap sudutnya diberi penahan agar hapa berdiri
tegak dan tidak kendor.
1ada pemeliharaan campuran ini, padat penebaran benih udangnya
cukup antara ..'''-!'.''' ekorGha benih. Sedangkan benih bandengnya dengan
kepadatan antara .''-!.''' ekorGha benih gelondongan. Sebaiknya benih udang
dilepaskan lebih dahulu. Setelah !-& minggu kemudian, barulah menyusul benih
bandengnya. 2ni maksudnya agar udangnya tidak kalah bersaing dalam adu
cepat mengganyang makanan (4udjiman, !"#&$.
1ada penebaran gelondongan bandeng dilakukan pada pukul '#.'' /2%
tetapi dapat dilakukan menjelang sore hari pukul !?.'' /2% agar menghindari
adanya perbedaan suhu yang terlalu besar dari air pengangkut ke air yang ada di
tambak. Sebelum penebaran gelondongan ke petak pembesaran perlu adaptasi
dengan suhu air yang ada di tambak. Adaptasi ini dilakukan dengan cara
aklimatisasi.
Aklimatisasi ini dapat dilakukan dengan cara, kantong plastik dengan
keadaan terbuka yang berisi gelondongan bandeng diapungkan diatas
permukaan air petakan selama *'-?' menit agar suhu yang ada di kantong sama
dengan suhu air tambak pembesaran. Setelah suhu air dalam kantong kira-kira
sama dengan suhu tambak, kantong plastik sedikit demi sedikit diisi air tambak
sampai kantong plastik terisi penuh air tambak. Apabila gelondongan bandeng
kelihatan sudah dapat beradapatasi dengan air yang ada di tambak,
gelondongan bandeng dapat ditebar ke petakan aklimatisasi. %ila gelondongan
bandeng bergerak aktif dan ingin keluar dari petakan aklimatisasi, secara
perlahan petakan aklimatisasi yang sudah diberi saringan halus dibuka dan
gelondongan bandeng dibiarkan berenang menuju tambak pembesaran.
4.3.4 Pene+aran Ben$5 ,umput Laut
39
1enebaran yang pertama kali ke dalam petakan tambak yaitu penebaran
benih rumput laut. %enih rumput laut yang ditebar ke petak tambak pembesaran
polikultur sebanyak ! ton. 1enebaran benih rumput laut ini dilakukan dengan
metode sebar ke petak tambak seluas #''' m
&
.
Sebelum benih rumput laut ditebar ke tambak pembesaran, hal-hal yang
perlu diperhatikan yaitu salinitas dan pasang surut air di tambak karena
pertumbuhan rumput laut tergantung tinggi rendahnya pasang surut dan salinitas.
Untuk salinitas sekitar !'-*' ppt dan pasang surut tidak boleh terlalu tinggi atau
terlalu rendah sekitar !,.-&,. meter. Selain itu penebaran benih rumput laut
dilakukan pada pagi hari pukul '#.'' /2%.
,alam penebaran benih rumput laut dilakukan dengan cara metode
sebar. :ara metode sebar yaitu benih rumput laut yang sudah ditimbang dan di
sebar ke pelataran dan beberapa titik caren. 4etode sebar ini lebih
menguntungkan karena pertumbuhannya tidak terhambat dengan obyek yang
dapat membatasi pertumbuhnya seperti dengan cara metode ikat dan
dimasukkan ke dalam keranjang. Selain itu juga pertumbuhan dengan metode
sebar ini relatif lebih banyak tumbuhnya dan terhidar dari pengaruh ombak yang
besar.
4.3.. Pemel$5araan kan Bandeng (chanos chanos*6 Udang W$ndu
(Penaeus monodon*6 Dan ,umput Laut (Gracillaria verrucosa*
Setelah dilakukan penebaran tokolan udang indu, gelondongan
bandeng, dan benih rumput laut, usaha pemeliharaan dan peraatan perlu
dilakukan dan diperhatikan. 1emeliharaan dan peraatan ini dengan mengontrol
kualitas air, kuantitas air, dan pakan. 1engontrolan tersebut merupakan hal
utama dalam menunjang pertumbuhan ikan bandeng, udang indu, dan rumput
laut.
40
,alam menjaga kualitas air perlu dilakukan pemupukan pada tambak
pembesaran yang bertujuan untuk menumbuhan pakan alami bagi udang indu,
ikan bandeng dan rumput laut. Selain itu mengotrol kadar kualitas air seperti ,=,
salinitas, p0, dan suhu karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan
bandeng, udang indu, dan rumput laut. 1engontrolan ini juga dapat dilakukan
secara berkala yaitu ! kali seminggu untuk menjaga agar kualitas air tetap
terjaga dan nutrien yang dibutuhkan rumput laut yang bersumber dari air
terpenuhi.
Selain kualitas air, untuk mempertahankan kuantitas air perlu diberi
tambahan air setiap hari sampai ketinggian air mencapai "' cm dari dasar
plataran. Air yang ditambahkan yaitu bersumber dari pasang surut air laut.
Apabila air tambak salinitasnya terlalu tinggi, maka perlu dilakukan penambahan
dengan air baah tanah dengan menggunakan pompa. Selain itu pada
pemeliharaan kualitas air tambak tiba-tiba mengalami fluktuasi yang tinggi, maka
perlu dilakukan pemindahan ikan bandeng, udang indu, dan rumput laut ke
petak tambak sebelahnya. 8emudian tambak yang kualitas airnya jelek tersebut
dibuang melalui saluran pengeluaran. 8uantitas air tambak ini perlu diperhatikan
terdapatnya lumut hitam yang dapat menghambat pertumbuhan ikan bandeng,
udang indu dan khususnya mengganggu proses fotosintesis rumput laut
sehingga perlu dilakukan pembuangan dan pembersihan lumut diatas
permukaan tambak dan yang menempel pada thallus rumput laut. 0al ini
merupakan permasalahan utama dan perlu pengontrolan dengan pembersihan
setiap & kali seminggu.
1ada pemeliharaan juga dilakukan kegiatan sampling yaitu dengan
menggunakan jala dan penimbangan. Untuk sampling ikan bandeng, pertama
memberikan pakan pelet yang ditebarkan ke permukaan air sebagai umpan.
41
Setelah terpancing untuk mengumpul di atas permukaan, jala dilempar ke
permukaan sebagai alat tangkap. 8emudian sample ikan bandeng dan udang
dimasukkan ke dalam ember yang berisi air. Untuk sampling ikan bandeng dan
udang ini diambil sebanyak !'-&' ekor pada petakan kotakan pakan yang
diapungkan. Selanjutnya diukur panjang dan ditimbang beratnya, lalu berat dari
ikan bandeng dan udang indu tersebut di jumlah dan di rata-rata menurut
spesiesnya. Setelah itu dikalikan dengan jumlah ikan bandeng yang ditebar, lalu
dikalikan persentase pemberian pakan per hari yaitu . 3. Sehingga akan
diketahui kebutuhan pakan bagi ikan bandeng dan udang indu per hari.
1engambilan sampling ini dilakukan setiap ! kali seminggu agar mengetahui
pertumbuhan ikan bandeng dan udang indu selama pemeliharaan dan untuk
mengetahui jumlah pakan yang dibutuhkan setiap ! minggu.
Sedangkan untuk pengambilan sampling rumput laut yaitu dengan
menebar rumput laut sebanyak . kg yang ditebar pada satu titik tertentu sebagai
sampling, lalu setiap ! minggu sekali dilakukan pengontrolan pertumbuhannya
dengan ditimbang beratnya dan juga dilakukan pembersihan endapan lumpur
yang menempel pada thalus rumput laut setiap ! kali seminggu. ,alam
pengontrolan pertumbuhan tersebut kita dapat mengetahui jumlah
pertumbuhannya setiap ! minggu. 8egiatan sampling ini bertujuan untuk
mengetahui seberapa besar pertumbuhan ikan bandeng, udang indu, dan
rumput laut serta diketahui seberapa banyak jumlah pakan yang dibutuhkan dan
nutrisi yang harus diberikan untuk memacu pertumbuhan ikan bandeng, udang
indu, dan rumput laut.
4.3./ Anal$#a Kual$ta# A$r
1ada pemeliharaan ikan bandeng, udang indu, dan rumput laut kualitas
air merupakan hal utama yang harus diperhatikan untuk menunjang kehidupan
42
dan pertumbuhannya secara optimal. Untuk pengukuran kualitas air tambak
pembesaran ini parameter yang diukur yaitu p0, salinitas, suhu, ,=.
a. pH
,alam tambak pembesaran ikan bandeng, udang indu dan rumput laut
secara polikultur ini nilai p0 berkisar -,.-#. 4enurut 8ordi dan 7ancung (&''-$,
pada pagi hari, saat konsentrasi :=& masih tinggi, p0 air tambak berkisar -,'.
1ada sore hari, saat konsentrasi oksigen terlarut mencapai maksimum, p0 naik
mencapai "-",. karena :=& dimanfaatkan dalam proses fotosintesis. 1erubahan
p0 harian yang demikian masih dapat ditolerir oleh hean budidaya. <amun, bila
p0 mencapai lebih dari !' maka pergantian air harus dilakukan karena
merupakan indikator kemampuan "uffer air yang rendah akibat alkalinitas
rendah.
+. "al$n$ta#
,alam tambak pembesaran ikan bandeng, udang indu dan rumput laut
secara polikultur ini nilai salinitasnya sebesar *& ppt. Apabila salinitas perairan
tambak terlalu tinggi maka perlu dilakukan penambahan air baah tanah dengan
pompa. 6ika salinitasnya rendah dibaah nilai optimal maka perlu dilakukan
penambahan air dari saluran irigasi. hal ini sesuai dengan pendapat 8ordi dan
7ancung (&''-$, salinitas air berpengaruh terhadap tekanan osmotik air.
Semakin tinggi salinitas, akan semakin besar pula tekanan osmotiknya.
3. "u5u
,alam tambak pembesaran ikan bandeng, udang indu dan rumput laut
secara polikultur ini suhunya berkisar &?-&-
o
:. 0al ini sesuai dengan pendapat
Suyanto dan 4ujiman (&''!$, suhu air yang normal di tambak daerah tropis
seperti di 2ndonesia ini berkisar &.-*&
o
:, yaitu di malam hari yang dingin dan
disiang hari yang panas terik. Apabila kondisi peraiaran tambak suhunya tidak
43
stabil maka perlu dilakukan penambahan air setiap hari pada pagi dan sore hari
sampai ketinggian air mencapai "' cm dari dasar pelataran. Sehingga bila suhu
yang tidak stabil akan mengganggu nafsu makan ikan dan udang maupun
pertumbuhan rumput laut.
d. D0
,alam tambak pembesaran ikan bandeng, udang indu dan rumput laut
secara polikultur ini memiliki kandungan oksigen antara *-? ppm. Apabila
kandungan oksigen turun nafsu makan juga mulai menurun sehingga perlu
dilakukan pengontrolan kualitas air. 0al ini sesuai pendapat menurut 8ordi
(&'''$, oksigen memegang peranan penting dalam kehidupan seluruh makhluk
hidup, baik hean maupun tumbuhan. Semakin sedikit oksigen terlarut dalam air,
maka kebutuhan makan biota di dalam air juga menjadi berkurang, bahkan
beberapa jenis biota mengalami stress bahkan kematian.
4.3.8 Pem+er$an Pakan
,alam pemeliharaan di tambak pembesaran ikan bandeng, udang indu
dan rumput laut secara polikultur pakan yang diberikan sebanyak *-. 3 dari
berat tubuh ikan bandeng dan udang indu. 1emberian pakan tamabahan (pelet$
untuk ikan bandeng dilakukan & kali sehari dengan cara ditebar diatas
permukaan kotakan yang diapungkan di tambak. 8otakan tersebut tesebut
terbuat dari bambu dan tujuan dibuat kotakan agar pakan tidak keluar dari
kotakan dan menyebar ke tepi-tepi tambak. Untuk pakan buatan ikan bandeng
menggunakan pakan pelet terapung yaitu 17 4atahari Sakti %1* yang diberikan
yaitu setiap pagi hari '-.''-'-.*' /2% dan sore hari !..''-!..*' /2% dan untuk
pakan alami menggunakan pupuk organik dan anorganik serta 1=: (pupuk
organik cair$ yang ditebar ditambak setiap ! minggu sekali. Untuk lebih jalasnya
dapat dilihat pada gambar !(. Sedangkan pemeliharan udang indu di lokasi
44
tambak ini tidak diberikan pakan tambahan berupa pelet tetapi memanfaatkan
pakan alami yang ada di tambak serta menanfaatkan pertumbuhan pakan alami
dari pupuk organik dan anorganik serta 1=: yang ditebar di tambak. Selain itu
udang indu memanfaatkan probiotik sebagai asupan makan tambahan yang
menguntungakan bagi kesehatan dan pertumbuhan udang.
Untuk mengetahui dosis pemberian pakan ikan bandeng yaitu dengan
cara pengambilan sampling setiap ! minggu sekali dan sebanyak !'-&' ekor
pada petak kotakan pakan tambak. Setelah itu seluruh ikan bandeng diukur
panjang dan ditimbang beratnya lalu kelompokkan dan di rata-rata berat menurut
spesiesnya. Selanjutnya dikalikan dengan jumlah ikan bandeng yang ditebar,
ldan juga dikalikan persentase pemberian pakan per hari yaitu . 3. Sehingga
akan diketahui kebutuhan pakan bagi ikan bandeng dan udang indu per hari.
1emberian pakan tersebut diberikan setelah ! bulan gelondongan
bandeng agar dapat beradaptasi dan memanfaatkan dahulu dengan pakan alami
yang tumbuh di petak tambak pembesaran yaitu klekap. Setelah ! bulan pakan
pelet baru dapat diberikkan, tetapi dalam pemberian pakan pelet diusahakan
jangan terlambat karena akan menurunkan nafsu makan yang diakibatkan suhu
meningkat. Selain itu takaran pakan pelet yang diberikan selama pemeliharaan
untuk ikan bandeng sebanyak &&. kg. Selama pemeliharaan ikan bandeng juga
memanfaatkan pakan alami yang ada di tambak.
>ambar !(. 1akan ikan bandeng
4.4 Pengendal$an Hama dan Pen-ak$t
,alam pemeliharaan di tambak pembesaran ikan bandeng, udang indu
dan rumput laut secara polikultur hama pengganggu yang termasuk golongan
predator dan memangsa udang secara langsung yaitu ular. Untuk
45
penggulangannya dengan menangkap dan membunuhnya secara langsung.
Selain itu golongan penyaing yaitu ikan kakap, ikan mujair, ikan nila, payus (ikan
bandeng laki-laki$, ikan baronang, dan belut. Untuk penanggulangannya secara
kimia yaitu menggunakan obat saponin dan breston. 7etapi biasanya yang
digunakan yaitu saponin yang diberikan setelah dilakukan pengesatan tambak
(pemanenan$. Sedangkan rumput laut hama yang menggangu moluska yaitu
sumpil. Untuk penggulangannya dengan obat kimia yaitu blestan dan binta.
1ada pemeliharaan juga terdapat penyakit yang menyerang udang indu
yaitu /hite Spot Cirus (/SC$ tetapi dalam pembesaran udang indu secara
polikultur penyakit ini hampir tidak ada dalam tambak ini. Untuk ikan bandeng
sendiri tidak ditemui adanya penyakit karena bandeng merupakan ikan yang
tahan terhadap penyakit sedangkan rumput laut penyakit yang biasa menyerang
yaitu ice-ice yang ditandai dengan adanya bercak-bercak putih pada thallus
sehingga menyebabkan patahnya thallus rumput laut tetapi ice-ice sering
menyerang rumput laut jenis 'uchema dan tidak menutup kemungkinan rumput
laut jenis Gracillaria spp juga dapat terserang.
Untuk pencegahan aal agar hama dan bbit penyakit tidak masuk pada
tambak pembesaran ikan bandeng, udang indu dan rumput laut, sebelum
masuknya air ke lahan pemeliharaan dilakukan pencegahan dengan memasang
jaring (aring$ yang berukuran ',. cm pada pintu pemasukan air dan saluran
paralon. 0al ini bertujuan agar hama tidak masuk ke lahan pemeliharaan.
4.. Pemanenan dan Pema#aran
4...1 Pemanenan
1emanenan dilakukan setelah pemeliharaan ikan bandeng, udang indu
dan rumput laut selama ( bulan. ,alam pemanenan di tambak pembesaran ini,
46
pemanenan ikan bandeng dan udang indu dilakukan secara bersama
sedangkan rumput laut dilakukan pemanenan secara bertahap yaitu setiap ('
hari. Untuk aktu pemanenan ikan bandeng dan udang indu yaitu pada pagi
hari sekitar pukul '!.'' /2% sedangkan rumput laut dipanen pada pagi hari
sekitar pukul '#.'' /2%.
Alat yang digunakan untuk penangkapan panen ikan bandeng yaitu
dengan jala dan jaring. ,alam penggunaan jala, ikan bandeng dipancing dengan
memberikan pakan pelet sehingga ikan bergerombol lalu jala dilempar ke arah
ikan bandeng yang bergerombol. 8emudian penangkapan ini sampai ikan
bandeng terlihat sudah tidak bergerombol lagi. Apabila dirasakan masih ada ikan
bandeng yang tersisa di tambak, penangkapan dilakukan dengan menggunakan
jaring. 6aring tersebut dibentangkan dengan sejajar diantara ujung pematang
tambak lalu jaring yang dibentangkan sampai dasar tambak dijalankan secara
bergantian oleh beberapa orang menuju arah pintu pengeluran sampai ikan
terkumpul ditepi tambak. %ila dalam jaring atau jala lempar terdapat udang maka
dimasukkan ke dalam keranjang yang terpisah dengan bandeng. Untuk hasil
tangkapan ikan bandeng yang masih berukuran kecil disortir lalu dimasukkan ke
tambak lain sedangkan ikan bandeng yang sesuai ukuran panen dimasukkan
dalam keranjang. 8emudian ditimbang dan siap untuk dipasarkan.
Untuk penangkapan udang indu dilakukan dengan mengurangi air
tambak dan pemanenannya tanpa menggunakan alat. 0anya saja dalam
membantu penangkapan udang indu yaitu dengan cara udang indu didorong
ke arah caren lalu menuju ke pintu pengeluran yang sudah disumbat dengan
bambu sampai udang bergerombol. 8emudian udang yang bergerombol diambil
dengan menggunakan tangan dan dimasukkan dalam keranjang. Setelah itu
47
ditimbang dan siap untuk dipasarkan. Untuk lebih jalasnya dapat dilihat pada
gambar !..
Sedangkan untuk pemanenan rumput laut dilakukan secara bertahap
yaitu setiap (' hari sekali dan dipanen dengan menggunakan tangan.
1emanenan ini dilakukan pemecahan dibagian thallus yang masih muda agar
thallus dapat tumbuh kembali. Setelah dipanen dan dilakukan pemecahan,
rumput laut dibersihkan dan ditebar kembali bagian thallus yang muda
sedangkan rumput laut yang tua dibersihkan dengan cara dicuci dan dijemur.
1enjemuran dapat dilakukan dipematang tambak selama & hari.
Untuk hasil produksi ikan bandeng selama ! siklus sebanyak !(.? kg
dengan siFe ?-# jumlah pendapatan sebesar @p &!.#('.''','' yang nilai S@
sebesar #'3 dan untuk udang indu selama ! siklus sebanyak ?' kg dengan
siFe .' jumlah pendapatan sebesar @p *.'''.''','' yang nilai S@ sebesar ?'3.
Sedangkan untuk hasil produksi rumput laut selama ! siklus sebanyak *'('' kg
jumlah pendapatan sebesar @p !..&''.''',''.
>ambar !.. A. 6aring pemanenan %. jala lempar
4...2 Pema#aran
,alam pemasaran pembesaran ikan bandeng, udang indu, dan rumput
laut secara polikultur yang diperoleh selama satu siklus produksi dilakukan
dengan cara menjual kepada pengepul atau tengkulak, perusaahan dan
mahasisa. Selain itu biasanya petani tambak sudah memiliki langganan tetap
yang siap membeli ikan bandeng, udang indu, dan rumput laut hasil
produksinya. 0asil produksi yang sudah dipesan pengepul dan perusahan dapat
diantarkan dengan menggunakan transportasi %%1%A1 6epara serta juga dapat
langsung mendatangi lokasi tambak dengan membaa alat transportasi sendiri
untuk mengangkut hasil produksinya. Untuk penjualan hasil pemanenan dapat
A B
48
dilakukan taar menaar dengan petani tambak setelah melihat kondisi dan
banyaknya hasil panen tersebut.
,ari hasil produksi dipasarkan ke daerah seperti 6epara, ,emak, dan
%rebes. 1ada hasil panen pembesaran ikan bandeng, udang indu, dan rumput
laut untuk ikan bandeng siFe ?-# dijual dengan harga @p !..''','' per kg
sebanyak !(.? kg, udang indu siFe .' dijual dengan harga @p .'.''','' per
kg sebanyak ?' kg dan rumput laut sebanyak *'('' kg dijual dengan kondisi
basah @p .'','' per kg sedangkan untuk penjualan dalam kondisi kering @p
!''','' per kg.
4./ Anal$#$# U#a5a dan Pr'duk#$
Perm'dalan
,alam usaha pembesaran ikan bandeng, udang indu, dan rumput laut
secara polikultur ini permodalannya merupakan modal sendiri yang meliputi
modal tetap dan modal kerja. 4odal tetap terdiri dari modal untuk pengadaan
lahan tambak, kontruksi tambak, pengadaan pintu air dan peralatan lainnya.
Sehingga dalam pembesaran secara polikultur terdapat jumlah investasi modal
tetap yang digunakan untuk usaha pembesaran ini. Untuk lebih jelasnya,
perincian modal dilihat pada lampiran ..
Pr'duk#$ dan Pener$maan
,alam penerimaan produksi yang dihasilkan oleh usaha pembesaran ikan
bandeng, udang indu, dan rumput laut secara polikultur ini selama ! siklus yaitu
sebesar @p &!.#('.''','' dengan ukuran siFe ?-# untuk ikan bandeng.
Sedangkan penerimaan produksi udang indu sebesar @p *.'''.''','' dengan
ukuran siFe .' dan produksi rumput laut sebesar @p !..&''.''',''. 1enerimaan
produksi ini didapatkan hasil penirimaan ikan bandeng, udang indu dan rumput
49
laut sebesar @p ('.'('.''','' selama ! siklus sedangkan dalam ! tahun total
penerimaan sebesar @p !&'.!&'.''',''.
Keuntungan
,alam usaha pembesaran ikan bandeng, udang indu, dan rumput laut
secara polikultur ini pendapatan yang diperoleh selama ! siklus sebesar @p
('.'('.''','' dimana dalam ! siklus total biaya oprasional yang dikeluarkan
sebesar @p &&.-!-.''',''. sedangkan untuk keuntungan bersih yang didapat
dari usaha pembesaran ini sebesar @p !-.*&*.''','' sehingga dalam ! tahun
keuntungan yang didapat sebesar @p .!."?".''',''.
4.8 Ham+atan dan Pengem+angan U#a5a
4.8.1 Ham+atan
1ada usaha pembesaran ikan bandeng, udang indu, dan rumput laut
secara polikultur ini terdapat hambatan yang sering timbul yaitu pertumbuhan
lumut yang lebih dominan sehingga mengganggu pertumbuhan rumput laut
dalam proses fotosintesis dan menyebabkan berkurangnya nutrisi dari rumput
laut serta mengganggu pertumbuhan udang indu dan ikan bandeng.
1ermasalahan selanjutnya yaitu suhu yang tidak stabil akan mengganggu nafsu
makan ikan bandeng dan udang indu sehingga diperlukan pengontrolan
kualitas air dengan baik dan secara seMuential. Selain itu rendahnya nilai daya
jual produk menjadi hambatan yang dapat mempengaruhi perkembangan usaha
pembesaran secara polikultur, hal ini disebabkan adanya daya saing pangsa
pasar. Sedangkan keamanan area tambak juga menjadi kendala karena
terkadang saat panen hasil tambak dijarah oleh orang-orang sehingga hasil yang
didapat kurang maksimal.
4.8.2 Pengem+angan U#a5a
50
,alam pengembangan usaha pembesaran ikan bandeng, udang indu,
dan rumput laut secara polikultur ini dilakukan pada perluasan pasar dengan
cara memperbanyak relasi kerja sehigga mempermudah usaha pemasaran.
,alam mencari relasi kerja dapat diperoleh dengan memberikan informasi
disertai promosi yang baik mengenai kualitas ataupun keunggulan lain terhadap
produksi ikan bandeng, udang indu, dan rumput laut yang dihasilkan kepada
para relasi. Selain itu dapat dilakukan dengan memperluas pangsa pasar hingga
ke luar 6epara agar jangkauan distribusi lebih luar dan juga diperluas melalui
program penyuluhan.
51
. KE"&PULAN DAN "A,AN
..1 Ke#$mpulan
,ari hasil praktek kerja lapang tentang teknik pembesaran ikan bandeng
(Chanos chanos forskal$, udang indu (Penaeus monodon fab$, rumput laut
(Gracillaria verrucosa$ secara tradisional plus dengan sistem polikultur di balai
besar pengembangan budidaya air payau jepara, jaa tengah dapat disimpulkan
sebagai berikut9
8egiatan polikultur ikan bandeng, udang indu dan rumput laut ini dimulai
dari pengolahan lahan, pebaran tokolan, penebaran gelondongan bandeng,
penebaran benih rumput laut, pemeliharaan, analisa kualitas air, pemberian
pakan, pemanenan dan pemasaran, pengendalian hama dan penyakit.
,alam pengolahan lahan meliputi beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu
pengeringan, pengapuran dan pemupukan.
Untuk penebaran gelondongan bandeng menggunakan siFe &. sedangkan
penebaran udang tokolan menggunakan 1L !&.
,alam pemeliharaan ikan bandeng dan udang indu memanfaatkan pakan
alami yaitu klekap. Selain itu juga ikan bandeng diberikan pakan buatan
berupa pelet terapung 17 4andiri Sakti %1* sedangkan udang indu hanya
memanfaatkan pakan alami dan memanfaatkan probiotik.
1ada pemanenan ikan bandeng dan udang indu dilakukan secara total
sedangkan rumput laut secara bertahap. Untuk ikan bandeng pemanenan
sebanyak !(.? kg dengan siFe ?-# jumlah pendapatan sebesar @p
&!.#('.''','' yang nilai S@ sebesar #'3 dan udang indu sebanyak ?' kg
dengan siFe .' jumlah pendapatan sebesar @p *.'''.''','' yang nilai S@
52
sebesar ?'3. Sedangkan rumput laut selama ! siklus sebanyak *'('' kg
jumlah pendapatan sebesar @p &!.&''.''',''.
Untuk penyakit pada udang indu dan ikan bandeng tidak ditemukan tetapi
untu rumput laut biasanya penyakit yang menyerang yaitu ice-ice.
..2 "aran
Adapun saran yang diberikan dalam proses kegiatan pembesaran
,alam meningkatkan usaha pembesaran ikan bandeng, udang indu dan
rumput laut secara polikultur ini sebaiknya perlu diperhatikan masalah
kualitas air. 0al ini disebabkan kualitas air merupakan unsur yang paling
penting dalam pertumbuhan udang indu, ikan bandeng dan rumput laut
agar tidak terserang penyakit.
1erlu adanya manajemen yang baik dalam pengontrolan lumut
'nteromorpha intestinalis yang dapat menyebabkan terganggunya
pertumbuhan ikan bandeng, udang indu dan khususnya pertumbuhan
rumput laut. 1ertumbuhan lumut 'nteromorpha intestinalis yang berlebihan
inilah yang mengganggu proses fotosintesis rumput laut.
1erlu adanya pengontrolan pertumbuhan udang indu secara berkala dan
secara intensif agar dapat memperoleh presentase Survival @ate yang
tinggi. 0al inilah yang mampu mendukung usaha pembesaran secara
polikultur agar memperoleh hasil pertumbuhan yang baik di antara *
komoditas tersebut sehingga tidak ada yang menjadi lebih dominan
53
DA)TA, PU"TAKA
Afrianto, Dddy dan Liviaaty, Dvi. !""#. %eberapa 4etode %udidaya 2kan.
8anisius Anggota 28A12. Bogyakarta. !'& hlm.
Afrianto dan Liviaati. !""*. %udidaya @umput Laut ,engan :ara
1engolahannya. 17 %hratara <iaga 4edia. 6akarta. &' hlm.
Amri, 8hairul. &''*. %udidaya Udang /indu Secara 2ntensif. Agromedia 1ustaka.
6akarta. "- hlm.
Asian 4, Laode. !""#. %udidaya @umput Laut. 8anisius Anggota 28A12.
Bogyakarta. ". hlm.
%lack, 6.A. dan :hampion, ,.6. !""". 4ethods and 2ssues in Sosial @esearch.
7erjemahan oleh 8osara, D., Salam, ,. dan @uFhendi, A. &''!. 4etode
dan 4asalah 1enelitian Sosial. @efika Aditama. %andung.
%appenas. &'''. %udidaya Udang /indu (Palaemonidae G Penaeidae$9 1royek
1engembangan Dkonomi 4asyarakat 1edesaan, &'''. 8antor ,eputi
4enegristek %idang pendayagunaan dan 1emasyarakatan 2lmu
1engetahuan dan 7eknologi, 6akarta.
5ebriko, S.,., Suriaan A., Sofiati, dan @ahman 4.A. &''#. 1eningkatan
1roduksi @umput Laut Gracilaria verrucosa di 7ambak ,engan
1enambahan 1upuk. eminar (ndonesia )*uakultur. !-!(.
8holifah, U., 7risyani <., dan Buniar 2. &''#. 1engaruh 1adat 7ebar yang
%erbeda terhadap 8elangsungan 0idup dan 1ertumbuhan pada 1olikultur
Udang /indu (Penaeus Monodon 5ab$ dan 2kan %andeng (Chanos
Chanos$ pada 0apa di 7ambak %rebes, 6aa 7engah. <eptunus. !(9
!.&-!.# hlm.
8ordi 8, 4.>.0. &'''. %udidaya 8epiting dan 2kan %andeng di 7ambak Sistem
1olikultur. ,ahara 1riFe. Semarang. &-& hlm.
8ordi dan 7ancung. &''-. 1engelolaan 8ualitas Air ,alam %udidaya 1erairan.
@ineka :ipta. 6akarta. !". hlm.
4udjiman, Ahmad. !"#&. %udidaya Udang /indu. 17 1enebar Sadaya
Anggota 28A12. 1robolinggo. #- hlm.
4urachman, 0anani <., Soemarno, dan 4uhammad S. &'!'. 4odel 1olikultur
Udang /indu (Penaeus monodon 5ab$, 2kan %andeng (Chanos+chanos
5orskal$ dan @umput Laut (Gracillaria Sp.$ Secara 7radisional. ,urnal
Pem"an#unan dan )lam Lestari !. !9!-!'.
4urtidjo, %.A. &''&. %udi ,aya dan 1embenihan %andeng. 8anisius Anggota
28A12. Bogyakarta. !!! hlm.
54
4urtidjo, Agus %. &''*. %enih Udang /indu Skala 8ecil. 8anisius Anggota
28A12. Bogyakarta. -. hlm.
4arFuki. !"#*. 4etodologi @iset. 5akultas Dkonomi. Universitas 2slam 2ndonesia.
Bogyakarta. !*' hlm.
<ovianto, @iFki %. &'!!. 4engenal 2kan %andeng. http9GGskp.unair.ac.idG
repositoryGeb-pdf. ,iakses tanggal &( 4ei &'!&.
1arenrengi, A. dan Sulaeman. &''-. 4engenal @umput Laut, -appaphycus
alvare.ii. Media )kuakultur &. !9 !(&-!(?.
1oncomulyo 7., 4aryani, 0., dan 8ristiani. &''?. %udi ,aya dan 1engolahan
@umput laut. Agro 4edia 1ustaka. 6akarta. ?# hlm.
1rasetio %.A., Albasri, 0., dan @asidi. &'!'. 1erkembangan %udidaya %andeng
,i 1antai Utara 6aa 7engah. Prosidin# /orum (novasi 0eknolo#i
)kuakultur. !&*-!*- hlm.
1utra, B.,. &'!!. 1eran Sektor 1erikanan ,alam 1erekonomian ,an
1enyerapan 7enaga 8erja ,i 2ndonesia9 )nalisis (nput+$utput.!-!*?.
Sabarudin, 8okarkin :., dan <ur 22 A. !"".. %iologi %andeng (:hanos chanos$.
%alai %udidaya Air 1ayau. 6epara. !&" hlm.
Sangadji, D.4 dan Sopiah. &'!'. 4etodologi 1enelitian 1endekatan 1raktis
dalam 1enelitian. 1enerbit A<,29 Bogyakarta.
Santoso, >empur. &''.. 4etodologi 1enelitian. 1restasi 1ustaka 1ublisher.
6akarta. "# hlm.
Sjafrie, 4.,.4. !""'. %eberapa :atatan 4engenai @umput Laut >racilaria.
$seana. Colume NC. (9 !(--!...
Soeseno, S. !"#-. %udidaya 2kan ,an Udang ,alam 7ambak. >ramedia
Anggota 28A12. 6akarta. !(. hlm.
Susanto. &''?. %udi ,aya 2kan ,i 1ekarangan. 1enebar Sadaya. 6akarata.
!"? hlm.
Susanto, 0. &''". 8olam 2kan @agam 1ilihan dan :ara 4embuat. 1enebar
Sadaya. 6akarta. "& hlm.
Suyanto, @. dan 4ujiman, A. &''!. %udi ,aya Udang /indu. 1enebar Sadaya.
6akarata. &'- hlm.
/inarsih, /.0., 1riyambodo, @ahardjo 7., dan 0usein A. &'!!. 1engembangan
%udidaya ,an 7eknologi 1engolahan %andeng Serta ,istribusinya
Sebagai Sumber Dkonomi 4asyarakat ,i 6aa 7imur. Cakra1ala. .9 !-
!..