Anda di halaman 1dari 26

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

JAKARTA
STASE ILMU PENYAKIT DALAM
RSUD CIANJUR
Maret 2012
Disusun oleh :
Sami Rahmawati
2008730111
Pembimbing : dr. Toton Suryotono, Sp.Pd
American
Diabetes
Association
(ADA) 2005
Diabetes melitus merupakan suatu
kelompok penyakit metabolik dengan
karakteristik hiperglikemia yang terjadi
karena kelainan sekresi insulin, kerja
insulin atau keduanya.
WHO 1980
Diabetes melitus merupakan sesuatu yang
tidak dapat dituangkan dalam satu jawaban
yang jelas dan singkat tapi secara umum
dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan
problema anatomik dan kimiawi yang
merupakan akibat dari sejumlah faktor di
mana didapat defisiensi insulin absolut atau
relatif dan gangguan fungsi insulin.
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
WHO 2012: > 346
juta dari 6.994 miliar
penduduk
Penyebab kematian
ke-3 setelah hipertensi
dan konsumsi rokok
10 negara dengan
penduduk diabetes
terbanyak:
India, China, Amerika,
Indonesia, Jepang,
Pakistan, Bangladesh,
Italia, Rusia, Brazil
Data penelitian Mc. Carty dan
Zimmer
110,4 juta pada tahun 1994
175,4 juta pada tahun 2000
Akan melonjak sampai 293,3
juta pada tahun 2010
(Tjokroprawiro, 2006)
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Indonesia peringkat
ke-4 setelah India,
China, dan Amerika
Serikat
Depkes, 2008:
prevalensi DM di
Indonesia sebesar 5,7%
yang berarti lebih dari
12 juta penduduk
Indonesia
Riskesdas, 2007:
prevalensi nasional
diabetes sebesar
15,7% di perkotaan
Riskerdas, 2007: DM paling tinggi yaitu
Kalimantan Barat dan Maluku Utara
yaitu 11,1 %, sedangkan kelompok usia
penderita DM terbanyak adalah 55-64
tahun yaitu 13,5%.
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Intoleransi glukosa dengan onset pada waktu kehamilan. Diabetes jenis ini merupakan
komplikasi pada sekitar 1-14% kehamilan. Biasanya toleransi glukosa akan kembali
normal pada trimester ketiga.
DM TIPE 1
Faktor-faktor imunologi
Faktor lingkungan
Faktor genetik
DM TIPE 2
Mekanisme yang tepat yang
menyebabkan resistensi
insulin dan gangguan sekresi
insulin pada diabetes tipe II
masih belum diketahui.
Faktor Risiko :
Usia (resistensi insulin
cenderung meningkat pada
usia di atas 65 tahun)
Obesitas
Riwayat keluarga
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Defisiensi insulin
Glukosa (hiperglikemia)
Melebihi nilai ambang ginjal
Glikosuria
Diuresis osmotik
Poliuria
Polidipsia
Keseimbangan kalori negatif
BB
Polifagia
Mengeluh lelah dan
mengantuk
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI

PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Gejala Klasik Gejala Lain
1. Poliuria
2. Polidipsi
3. Polifagi
4. BB
1. Lemah
badan
2. Kesemutan
3. Gatal-gatal
4. Penglihatan
kabur
5. Disfungsi
ereksi pada
pria
6. Pruritus
vulvae pada
wanita

PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Tabel GDS dan GDP sebagai patokan penyaring DM (mg/dl)

Bukan DM

Belum
pasti DM

DM
Kadar GDS
Plasma vena
Darah kapiler

Kadar GDP
Plasma vena
Darah kapiler

< 100
<80


<110
<90

100 200
80 200


110 - 126
90 - 110

>200
>200


>126
>110
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Penatalaksanaan
Tujuan
Langkah-
langkah
Evaluasi medis
lengkap-
Pertemuan I
Evaluasi
medis secara
berkala
Pilar
penatalaksanaan
Penilaian hasil
terapi
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
2
4
2
TERAPI GIZI MEDIS
INTERVENSI
FARMAKOLOGIS
4
LATIHAN
JASMANI
3
EDUKASI
1
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
No. Golongan Mekanisme kerja Dosis dan sediaan ES-KI
1.
Sulfonil urea-
Glibenclamid
Meningkatkan sekresi insulin
: ATP-sensitive K channel
S:2,5-5mg/tab
DH:2,5-15mg
LK:12-24jam
F:1-2x/hari AC
ES:hipoglikemi
KI:pasien
hepar& ginjal
2.
Meglitinid-
Repaglinid
SD no.1, t 1 jam
S:1mg/tab
DH:1,5-6mg
LK:-
F:3x/hariAC

SD no.1, ES:
ggn GI
3. Biguanid- Metformin
Prod glukosa hepar dan
sens. Jar otot & adiposa
terhadap insulin
S:500-850mg
DH:250-3000
LK:6-8jam
F:1-3x/hari PC/bersama
makan
ES: gjala GI
KI: hamil,
pasien hepar, c,
ginjal, ph.
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
No. Golongan Mekanisme kerja Dosis dan sediaan ES-KI
4.
Tiazolidinedion -
pioglitazone
Mengaktifkan PPAR-g,
terbentuk GLUT baru
S:15-30mg/tab
DH:15-45mg
LK:24 jam
F:1x sehari
ES: BB,
edema
KI:ggal jtg 3-
4
5.
Penghambat -
glikosidase (acarbose)
Mengurangi absorbsi
glukosa di usus halus
S:50-100mg
DH:100-300mg
LK:-
F:3x bersama suapan
ES:
kembung,
flatulens
6.
DPP-IV Inhibitor
(vildagliptin)
Menghambat kerja DPP-
IV- GLP meningkat
S:50 mg/tab
DH:50-100mg
LK:12-24 jam
F:1-2x
-
Obat mahal
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
SUNTIKAN
Insulin
Diberikan pada
keadaan
tertentu
Preparat
dibedakan
berdasarkan
lama kerja
Umumnya
disuntikkan
subkutan. Pada
keadaan
khusus : IM/IV
Agonis
GLP-1/
incretin
mimetic
Injeksi 2x/hari.
sek. Insulin
&
menghambat
sek. glukagon
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
DM Tahap I Tahap II Tahap III
GHS
GHS
+
Monoterapi
Catatan :
1. GHS = Gaya Hidup Sehat
2. Dinyatakan gagal bila terapi
selama 2 -3 bulan pada tiap
tahap tidak mencapai target
terapi HbA1C < 7 %
3. Bila tidak ada pemeriksaan
HbA1C dapat dipergunakan
pemeriksaan glukosa darah rata2
hasil pemeriksaan beberapa kali
glukosa darah sehari yang
dikoversikan ke HbA1C menurut
kriteria ADA, 2010
GHS
+
Kombinasi 2 OHO
+
Basal Insulin
GHS
+
Kombinasi 2 OHO
Insulin Intensif
GHS
+
Kombinasi 3 OHO
Jalur Pilihan Alternatif, bila :
-Tidak terdapat insulin
-Diabetisi betul-betul menolak
insulin
-Kendali Glukosa belum
Optimal
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
GHS
+
Monoterapi
Met, SU, AGI,
Glinid, TZD,
DPP-IV


GHS
+
Kombinasi 2
Obat
Met, SU, AGI,
Glinid, TZD,
DPP-IV
GHS
+
Kombinasi 3
Obat
Met, SU, AGI,
Glinid, TZD,
DPP-IV
GHS
+
Kombinasi 2
Obat
Met, SU, AGI,
Glinid, TZD
+
Basal Insulin
Kadar HbA1C
GHS
Gaya Hidup
Sehat
Penurunan
Berat badan
Mengatur diit
latihan jasmani
teratur
Catatan :
1. Dinyatakan gagal bila dengan terapi 2-3
bulan tidak mencapai target HbA1C < 7 %
2. Bila tidak ada pemeriksaan HbA1C
dapat digunakan pemeriksaan glukosa
darah. Rata2 glukosa darah sehari
dikonversikan ke HbA1C menurut kriteria
ADA 2010
< 7 % 7-8 % 8-9 % >9 % 9-10 % >10 %
GHS
+
Insulin
Intensif
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Penilaian
Hasil
Terapi
Pem.
Kadar
glukosa
darah
Pem.
Glukosa
urin
Pantau
benda
keton
PGDM
Pem.
A1C
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
BAIK SEDANG BURUK
IMT (Kg/m2) 18,5-<23 23-25 >25
GDP (mg/dl)
GD2PP(mg/dl)
80-100
80-144
101-125
145-179
126
180
A1C (%) <6,5 6,5-8 >8
TEK. Darah
(mmHg)
130/80 130-140/80-90 >140/90
KOL-TOTAL
LDL
HDL
TG(mg/dl)
<200
<100
P>40, W>50
<150
200-239
100-129

150-199
240
130

200
Target Pengendalian DM
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Macrovascular Microvascular
Stroke
Heart disease and
hypertension
2-4 X increased risk
Foot problems
Diabetic eye disease
(retinopathy and cataracts)
Renal disease
Peripheral Neuropathy
Peripheral
vascular disease
Meltzer et al. CMAJ 1998;20(Suppl 8):S1-S29.
Erectile Dysfunction
PENATALAKSANAAN
GEJALA KLINIS DIAGNOSIS
KLASIFIKASI ETIOLOGI
DIABETES MELITUS (REFRESHING)
FISIOLOGI PATOFISIOLOGI
DEFINISI EPIDEMIOLOGI
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Primer
Mencegah terjadinya DM pada Kelompok
masyarakat yang mempunyai risiko tinggi dan
intoleransi glukosa
Sekunder
Menghambat timbulnya penyulit pada pasien
yang telah menderita DM
Tersier
Mencegah terjadinya penyulit atau kecacatan
lebih lanjut.