Anda di halaman 1dari 2

2.

6 PEMBENTUKAN PERSAMAAN KESEIMBANGAN


Sebelum membahas persamaan kesimbangan kita bahas terlebih dahuku dua vector
gaya elemen. Vector ini adalah gaya-gaya yang bekerja yang dilakukan oleh terhadap
titik-titik. Apabila gaya yang bekerja dalam arah y pada gambar 2.4.1, maka aka nada
batas prismatic dengan yang berat W yang memberikan gaya {r
w
} terhadap titik simpul.
{r
w
} =


Apabila suatu batang yang tertahan dipanaskan T
0
, maka batang tersebut mengalami
gaya batang sebesar EAT, yang mana adalah koefisien ekspansi termal, dengan
demikian gaya-gaya {r
T
} bekerja terhadap titik kumpul.
{r
T
} = EAT {-c -s c s}
Yang mana c = cos B dan s = sin B, dan gaya {r
T
} berasal dari gaya sehubungan
dengan perpanjangan sebesar lt. Sedangkan gaya netto {r
net
} yang bekerja pada titik
kumpul adalah

{r
net
} = - [k] {d} + {r
w
} + {r
T
}
Persamaan kesimbangan untuk setiap titik adalah
{P} =

n
= 0
Yang mana numel = banyak elemen , menghasilkan [K] {D} = {R}, yang mana
[K] =

{R} = {P} + =

}
n
+ {r
T
}
n
)

2.7 PENOMORAN TITIK YANG DAPAT MENGHASILKAN MATRIKS JALUR
Banyaknya koefisien titik nol dari suatu matrik [K] tidak tergantung pada bagaimana titik
diberi nomor. Akan tetapi penomoran ini akan mempengaruhi susunan matriks tersebut.
Rangka batang pada Gambar 2.7.1 akan menghasilkan matrik kekakuan seperti yang
terlihat pada gambar 2.7.2a. angka nol dapat saja muncul didalam jalur, karena
batangnya terletak vertical maupun horizontal.

2.8 PENOMORAN KEMBALI TITIK-TITIK SECARA OTOMATIS
Metode penomoran memerlukan teori penggambaran dan terminologinya. Titik-titik
tersebut bedekatan apabila dihubungkan oleh elemen yang sama. Derajar suatu titik
adalah banyaknya titik lain yang berdekatan dan diterapkan pada metode Cuthill-
Mckee, cara tersebut sederhana namun effektif, dan masih dasar dari cara lain yang
lebih baik. Tidak ada satupun strategi penomoran yang terbaik dalam penerapannya
dalah semua masalah, metode Cuthill-Mckee hanya meninjau oada nomor titik banyak
mengabaikan d.o.f per titik, dikarenakan penomoran yang canggih belum tentu efektif.
Skema penomoran kembali untuk elemen digunakan untuk cara pemrcahan masalah
solusi wavefront (Bab 2.13).

2.10 REAKSI TUMPUAN PERHITUNGAN TEGANGAN
Tegangan pada elemen rangka batang dihitung dengan cara berikut. Perpanjamgan
batang adalah


cos

) sin
Yang dapat dihitung sesudah u dan titik kumpul diketahui, tegangan berhubungan
dengan titik e harus digabungkan dengan tegangan awal yang mungin ada. Sebagai
contoh tinjaulah atang dengan dengan koefisien termal . Apabila dipanaskan T
0

sebelum ada peralihan titik, maka aka nada tegangan tekan aksial sebesar
dengan demikian tegangan total adalah


Apabila batang dapat berekspansi dengan bekas, maka