Anda di halaman 1dari 14

PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 1



Proses Industri Etanolamin
1. Pendahuluan
Etanolamin (juga disebut 2-aminoethanol dan glycinol) adalah senyawa organik yang
tersusun atas sebuah amina primer dan alkohol primer . Senyawa ini memiliki rumus
kimia NH
2
C
2
H
4
OH. Ethanolamin termasuk dalam basa lemah yang beracun, mudah terbakar, korosif,
berwarna dan merupakan cairan kental dengan bau seperti amonia.
Ethanolamin biasanya disebut monoethanolamin atau MEA agar dapat dibedakan dari
diethanolamin (DEA) dan triethanolamin (TEA). Monoethanolamin adalah senyawa hasil reaksi dari
etilen oksida dengan amonia. Pengolahan lebih lanjut dengan etilen oksida dapat dihasilkan DEA dan
TEA. Ethanolamin adalah senyawa kedua terbanyak yang melimpah untuk kelompok fospolipit, zat
yang ditemukan pada membran biological. Ethanolamin juga menunjukan kelas dari antihistamine
yang termaksud etil amina.

2. Klasifikasi Proses
Ethanolamin hanya memiliki satu proses, yaitu reaksi antara etilen oksida dan amonia
menghasilkan monoethanolamin. Namun dengan reaksi lebih lanjut dapat dihasilkan diethanolamin,
dan triethanolamin.

3. Sifat Fisik - Kimia Bahan Baku dan Produk
3.1. Bahan Baku
3.1.1. Etilen Oksida
Sifat Fisik :

Nama Lain : epoksietana, dimetilen oksida, aksasiklopropana
Rumus Molekul : C
2
H
4
O
Berat Molekul : 44,05 gr/mol
Bentuk : Gas (tak berwarna)
Density pada 20
o
C : 0,896 gr/ml
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 2

Titik Didih : 10,7
o
C
Titik Nyala : - 20
o
C
Temperatur pembakaran : 430
o
C
Batas Keracunan : 25-100 ppm
Batas Ledakan : Terendah = 3 % di udara
Tertinggi = 80 % di udara
Sifat Kimia
Etilen oksida adalah senyawa yang reaktif. Biasanya, reaksi dimulai dari terbakarnya struktur
cincin dan umumnya bersifat eksothermis.
Suatu ledakan dapat terjadi jika etilen oksida dalam bentuk uap mendapatkan pemanasan
yang berlebihan.
Dapat mengalami reaksi dekomposisi, adisi, isomerisasi, dan resuksi.

3.1.2. Amonia

Sifat Fisik
Nama Lain : Hidrogen nitrida, spiritus Hartshorn, Nitrosil, Vaporol
Rumus Molekul : NH
3

Berat Molekul : 17,0306 gr/mol
Bentuk : Cair atau gas (tak berwarna, berbau tajam)
Density pada 20
o
C : 1,335 gr/ml
Titik Didih : -33,34
0
C

Sifat Kimia
Bahaya Utama : Kaustik, korosif, beracun
Mengalami reaksi amonisasi, misalnya pada senyawa halogen
NH
3
+ HX NH
4
+
+ X
-

Amonia mengalami disosiasi mulai pertama kali pada 400-500
0
C, pada tekanan 1 atm
Oksidasi pada suhu yang tinggi dari NH
3
akan menghasilkan N
2
+ H
2
O


PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 3

3.2. Produk
3.2.1. Monoetanolamin

Sifat Fisik :
Nama Lain : 2-Amino-l-Ethanol, Monoethanolamine, -Aminoethanol, -
hydroxyethylamine, -Aminoethyl alcohol, Glycinol, Olamine,
MEA, UN 2491
Rumus Molekul : C
2
H
7
NO
Berat Molekul : 61,08 gr/mol
Density pada 20
o
C : 1,02 gr/ml
Titk Didih : 170,5
o
C
Titik Nyala : 95
o
C
Bentuk : cairan kental, berwarna, berbau, mengandung
amonia ringan
Kemurnian : 80-98 %, mengandung amina dan air
Kelarutan dalam (STP) : 100%
Viskositas (20
0
C) : 19 cP

Sifat Kimia :
Kelarutan : Larut dalam air, alkohol, kloroform, eter.
Sedikit larut dalam benzene.


3.2.2. Dietanolamin

Sifat Fisik :
Nama Lain : 2,2'-Iminobisethanol, Iminodiethanol, Diolamine,
Bis(hydroxyethyl)amine, N,N-Bis(2-hydroxyethyl)amine, 2-
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 4

[(2-Hydroxyethyl)amino]ethanol, Ethylethanamine, 2,2'-
Dihydroxydiethylamine, ,'-Dihydroxydiethylamine, N-.
Rumus Molekul : C
4
H
11
NO
2

Berat Molekul : 105,2 gr/mol
Density pada 30
o
C : 1,09 gr/ml
Titk Didih : 270
o
C
Titik Nyala : 138
o
C
Temperatur Pembakaran : 660
o
C
Bentuk (pada 20
0
C) : Kristal, berwarna
Kemurnian : 94-95 %, berisi mono dan trietanolamin.
Tidak larut dalam benzen.
Sifat Kimia :
Kelarutan : Larut dalam air, alkohol. Sedikit larut dalam eter.
Bahaya : Dapat menyebabkan iritasi kulit, dan bersifat karsinogen.

3.3.3. Trietanolamin

Sifat Fisik :
Nama Lain : Tris(2-hydroxyethyl)amine, 2,2',2"-Trihydroxy-triethylamine,
Triethylolamine, Trolamine, TEOA
Rumus Molekul : C
6
H
15
NO
3

Bentuk : Kuning pucat berminyak, sedikit berbau seperti amonia.
Berat Molekul : 149,2 gr/mol
Density pada 20
o
C : 1,13 gr/ml
Titk Didih : 360
o
C
Kemurnian : 80 % secara teknis memiliki kadar kira-kira 2% mono-
dan 15 % diethanolamin, 98 % kadar kemurnian tinggi.
Sifat Kimia
Kelarutan : Larut dalam air, alkohol, kloroform. Sedikit larut dalam eter.
Bahaya : Dapat menyebabkan alergi dan lebih iritan daripada DEA.
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 5

4. Reaksi yang Terjadi

(a). CH
2
CH
2
+ NH
3
NH
2
CH
2
CH
2
OH H = ( )
O
(b). CH
2
CH
2
+ NH
2
CH
2
CH
2
OH NH(CH
2
CH
2
OH)
2
H = ( )

O
(c). CH
2
CH
2
+ NH(CH
2
CH
2
OH)
2
N(CH
2
CH
2
OH)
3
H = ( )
O

5. Diagram Alir

















PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 6

6. Uraian Proses
Etilen oksida dan amonia (20-30% NH
3
aqueous) diumpankan ke dalam reaktor tangki
berpengaduk. Reaksi yang terjadi bersifat eksotermik dan panas dihilangkan dengan air yang ada
pada cooling jacket. Ketiga reaksi pembuatan MEA, DEA, dan TEA terjadi pada reaktor ini, kemudian
hasil dan sisa reaksi dialirkan menuju NH
3
Flash untuk memisahkan sisa amoniak agar dapat di-
recycle. Air yang terkandung dalam NH
3
aqueous (80-70% water) dipisahkan pada water separation
tower dan dapat di-recycle kembali bersama NH
3
recycle. Masing-masing senyawa MEA, DEA, dan
TEA dipisahkan dengan cara destilasi pada tower yang berbeda. Senyawa yang pertama kali
dipisahkan adalah MEA karena titik didihnya paling rendah (170,5
0
C), diikuti pemisahan DEA (270
0
C)
dan yang tarakhir didestilasi adalah TEA (360
0
C). Jika diinginkan komposisi di-trietanolamin yang
lebih tinggi, maka MEA dan DEA dapat dialirkan menuju reaktor ke dua (reaktor tambahan) setelah
senyawa tersebut didestilasi.

7. Data Kuantitatif
Basis : 1 ton ethanolamin (95% etilen oksida)
Bahan Baku :
Ammonia =


. 1000 kg/ton = 14,092 kmol
Etilen oksida =


. 1000 kg/ ton = 18,390 kmol
H
2
O =

.


. 1000 kg/ton = 0,031 kmol
Komposisi Produk
Monoethanolamin = 70 % =


. 1000 kg/ton = 11,460 kmol
Diethanolamin = 25 % =


. 1000 kg/ton = 2,38 kmol
Triethanolamin = 5 % =


. 1000 kg/ton = 0,33 kmol



PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 7

C2H4O
NH3


CH4
Heavy Ends
MEA DEA TEA
H2O NH3
C2H4O
NH3 H2O




CH4
C2H4O...............................
NH3 ................................
NH2CH2CH2OH .................
NH(CH2CH2OH)2 ...............
N(CH2CH2OH)3..................

8. Blok Diagram










9. Neraca Massa
9.1. Reaktor






Reaksi (a)
C
2
H
4
O + NH
3
NH
2
CH
2
CH
2
OH
M : 18,390 14,092 - kmol
B : 11,460 11,460 11,460 kmol _
S : 6,930 2,630 11,460 kmol
BM : 44,050 17,030 61,08 kg/kmol
Massa : 305,27 44,83 699,9 kg



Reaktor
NH3
Flash

Water
Separator
Tower

Mono
Tower

Di
Tower

Tri
Tower

Reaktor
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 8

C2H4O 240 kg
NH3 810 kg
H2O 0,56 kg
Total 150,56 kg




CH4
C2H4O 185,8 kg
NH3 44,83 kg
NH2CH2CH2OH 554,8 kg
NH(CH2CH2OH)2 215,37 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
H2O 0,56 kg
Total 1050,56 kg


Reaksi (b)
C
2
H
4
O + NH
2
CH
2
CH
2
OH NH(CH
2
CH
2
OH)
2

M : 6,93 11,460 - kmol
B : 2,38 2,38 2,38 _ kmol
S : 4,55 9,08 2,38 kmol
BM : 44,05 61,08 105,2 kg/kmol
Massa : 199,99 554,8 250,38 kg

Reaksi (c)
C
2
H
4
O + NH(CH
2
CH
2
OH)
2
N(CH
2
CH
2
OH)
3

M : 4,55 2,38 - kmol
B : 0,33 0,33 0,33 _ kmol
S : 4,22 2,05 0,33 kmol
BM : 44,05 105,2 149,2 kg/kmol
Massa : 185,80 215,37 49,2 kg
Tabel 1. Neraca Massa pada Reaktor

Komponen
BM
(kg/kmol)
Masuk Keluar
Kmol kg Kmol kg
C
2
H
4
O 44,05 18,39 240 4,22 185,8
NH
3
17,03 14,46 810 2,63 44,83
NHCH
2
CH
2
OH 61,08 - - 9,08 554,8
NH(CH
2
CH
2
OH)
2
105,2 - - 2,05 215,37
N(CH
2
CH
2
OH)
3
149,2 - - 0,33 49,2
H
2
O 18,01 0,31 0,56 0,031 0,56
Total 32,881 1050,56 18,341 1050,56








Reaktor
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 9

C2H4O 185,8 kg
NH3 44,83 kg
NH2CH2CH2OH 554,8 kg
NH(CH2CH2OH)2 215,37 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
H2O 0,56 kg
Total 1050,56 kg


C2H4O 185,8 kg
NH2CH2CH2OH 554,8 kg
NH(CH2CH2OH)2 215,37 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
H2O 0,56 kg
Total 1005,73 kg


NH3 44,83 kg

9.2. NH
3
Flash
Terjadi pemisahan NH
3
sisa













Tabel 2. Neraca Massa pada NH
3
Flash

Komponen
Input
Output
Top Bottom
kg kg kg
C
2
H
4
O 185,8 - 185,8
NH
3
44,83 44,83 -
NHCH
2
CH
2
OH 554,8 - 554,8
NH(CH
2
CH
2
OH)
2
215,37 - 215,37
N(CH
2
CH
2
OH)
3
49,2 - 49,2
H
2
O 0,56 - 0,56
Total 1050,56 1050,56


NH3
Flash
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 10

C2H4O 185,8 kg
NH2CH2CH2OH 554,8 kg
NH(CH2CH2OH)2 215,37 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
H2O 0,56 kg
Total 1005,73 kg

NH2CH2CH2OH 554,8 kg
NH(CH2CH2OH)2 215,37 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
H2O 0,0112 kg
Total 819,3812 kg
H2O 0,5488 kg
C2H4O 185,8 kg
Total 186,3488 kg
9.3. Water Separation Tower
Terjadi pemisahan air sebanyak 98%
H
2
O (top) = 98% . 0,56 kg = 0,5488 kg
H
2
O (bottom) = 2% . 0,56 kg = 0.0112 kg













Tabel 3. Neraca Massa pada Water Separation Tower

Komponen
Input
Output
Top Bottom
kg kg kg
C
2
H
4
O 185,8 185,8 -
NHCH
2
CH
2
OH 554,8 - 554,8
NH(CH
2
CH
2
OH)
2
215,37 - 215,37
N(CH
2
CH
2
OH)
3
49,2 - 49,2
H
2
O 0,56 0,5488 0,0112
Total 1005,73 1005,73


Water
Separator
Tower
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 11

NH2CH2CH2OH 11,096 kg
NH(CH2CH2OH)2 215,37 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
Total 275.666 kg
NH2CH2CH2OH 543,704 kg
H2O 0,0112 kg
Total 543,7152 kg
NH2CH2CH2OH 554,8 kg
NH(CH2CH2OH)2 215,37 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
H2O 0,0112 kg
Total 819,3812 kg
9.4. Mono- Tower
Terjadi pemisahan MEA (NH
2
CH
2
CH
2
OH) pada suhu destilasi 170,5
0
C
MEA (top) = 98% . 554,8 kg = 543,704 kg
MEA (bottom) = 2% . 554,8 kg = 11,096 kg












Tabel 4. Neraca Massa pada Mono- Tower

Komponen
Input
Output
Top Bottom
kg kg kg
NHCH
2
CH
2
OH 554,8 527,06 27,74
NH(CH
2
CH
2
OH)
2
215,37 - 215,37
N(CH
2
CH
2
OH)
3
49,2 - 49,2
H
2
O 0,0112 0,0112 -
Total 819,3812 819,3812



Mono
Tower
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 12

NH2CH2CH2OH 27,74 kg
NH(CH2CH2OH)2 215,37 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
Total 275,666 kg
NH2CH2CH2OH 27,74 kg
NH(CH2CH2OH)2 204,6015 kg
Total 232,3415 kg
NH(CH2CH2OH)2 10,76685 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
Total 59,96658 kg
9.5. Di- Tower
Terjadi pemisahan DEA (NH(CH
2
CH
2
OH)
2
) pada suhu destilasi 270
0
C
DEA (top) = 95% . 215,37 kg = 204,6015 kg
DEA (bottom) = 5% . 215,37 kg = 10,76685 kg












Tabel 5. Neraca Massa pada Di- Tower

Komponen
Input
Output
Top Bottom
kg kg kg
NHCH
2
CH
2
OH 27,74 27,74 -
NH(CH
2
CH
2
OH)
2
215,37 204,6015 10,76685
N(CH
2
CH
2
OH)
3
49,2 - 49,2
Total 275,666 275,666




Mono
Tower
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 13

NH(CH2CH2OH)2 10,76685 kg
N(CH2CH2OH)3 49,2 kg
Total 59,96658 kg
NH(CH2CH2OH)2 10,76685 kg
N(CH2CH2OH)3 48,216 kg
Total 59,98285 kg
N(CH2CH2OH)3 0,984 kg
9.6. Neraca Massa pada Tri- Tower
Terjadi pemisahan TEA (N(CH
2
CH
2
OH)
3
)pada suhu destilasi 270
0
C
TEA (top) = 98% . 49,2 kg = 48,216 kg
TEA (bottom) = 2% . 49,2 kg = 0,984 kg










Tabel 5. Neraca Massa pada Di- Tower

Komponen
Input
Output
Top Bottom
kg kg kg
NH(CH
2
CH
2
OH)
2
10,76685 10,76685 -
N(CH
2
CH
2
OH)
3
49,2 48,216 0,984
Total 275,666 275,666







Mono
Tower
PIK 2 Industri C2

Doc. yu1ka Page 14

10. Fungsi Alat
Reaktor (CSTR) : Berfungsi sebagai tangki tempat merekasikan senyawa umpan secara
simultan.
NH
3
Flash : Berfungsi sebagai pemisah NH
3
sisa yang merlintas untuk kemudian di-recycle.
Water Separation Tower : Berfungsi sebagai menara pemisah air dengan jalan destilasi.
Mono- Tower : Berfungsi sebagai menara tempat memisahkan MEA dari larutan produk
dengan jalan destilasi pada suhu 170,5
0
C
Di- Tower : Berfungsi sebagai menara tempat memisahkan DEA dari larutan produk
dengan jalan destilasi pada suhu 270
0
C
Tri- Tower : Berfungsi sebagai menara tempat memisahkan TEA dari larutan produk
dengan jalan destilasi pada suhu 360
0
C

11. Kegunaan Produk
MEA
o digunakan pada larutan murni untuk menyerap kotoran tertentu pada gas alam,
atau untuk menyerap CO
2
dari flu gas (gas buang)
o digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan shampo untuk membantu
menjaga lapisan luar alami pelindung rambut.
o digunakan sebagai pH kontrol
o digunakan untuk alkalinisasi air dalam siklus uap pembangkit listrik, termasuk
pembangkit listrik tenaga nuklir dengan reaktor air bertekanan. Alkalinisasi ini
dilakukan untuk mengendalikan korosi pada komponen logam.
DEA
o Digunakan dalam pembuatan detergen ringan dan shampo.
o Digunakan sebagai surfaktan dan inhibitor korosi.
o Digunakan untuk menyerap karbon dioksida dari gas alam.
o Dalam kilang minyak, DEA dalam larutan air biasa digunakan untuk menghilangkan
gas hidrogen sulfida dari berbagai proses.
TEA
o Digunakan sebagai emulsifer dan sulfaktan
o Digunakan dalam pembutan kosmetik (dalam pembersih muka).
o Digunakan sebagai pH kontrol
o Digunakan sebagai aditif organik (0,1% wt.) di penggilingan clinker semen.
o Polipeptida trietanolamin digunakan dalam obat tetes telinga untuk meredakan
infeksi telinga.
o Digunakan sebagai pengompleks ion aluminium.