Anda di halaman 1dari 9

SEMBUR ALAM

Sumur sembur alam (natural flow) pada kondisi stabil


dapat terjadi bila reservoir mempunyai tekanan yang
cukup tinggi sehingga fluida dapat naik ke permukaan.
Sedangkan apabila reservoir tidak mempunyai tekanan
yang cukup, maka fluida tidak dapat naik ke
permukaan dan hal ini akan menyebabkan sumur mati.
Untuk mengatasi kondisi seperti ini, sumur masih
dapat diproduksikan dengan sebuah metoda
pengangkatan buatan yang sering disebut metoda
Artificial Lift System.
Pada prinsipnya metoda produksi sumur sembur alam yang
memanfaatkan perbedan tekanan yang ada antara tekanan
reservoir dengan tekanan lubang sumur. Sehingga secara alamiah
adanya perbedaan tekanan ini akan mengalirkan fluida ke
permukaan. Agar recovery yang didapat optimum maka dilakukan
analisa performance sumurnya yaitu inflow performance, vertical lift
performance dan bean performance.

Inflow Performance
Inflow Performance adalah aliran air , minyak dan gas dari formasi
menuju ke dalam sumur (dasar sumur), yang dipengaruhi oleh
productivity index-nya atau lebih umum disebut Inflow Performance
Relationship (IPR).
Kalau PI merupakan angka yang akan menentukan potential
formasi yang bersangkutan, dimana angka tersebut didapat dari
persamaan berikut :




Dimana :
PI = productivity indeks
q = laju produksi, bbl/d
Pwf = tekanan alir dasar sumur, psi
Ps = tekanan statik reservoir, psi
Pwf Ps
q
PI

Untuk menentukan harga PI secara langsung adalah sewaktu


sumur tersebut flowing . Kemudian dicatat harga Pwf dan q sumur
tersebut . Dari pressure build-up curve dapat ditentukan tekanan
static reservoir (Ps).

Vertikal Lift
Merupakan studi mengenai kehilangan tekanan (pressure loss)
sepanjang pipa vertikal yang disebabkan oleh adanya gesekan
antara dinding pipa dengan fluida yang mengalir.

Bean Performance
Merupakan studi mengenai pressure loss yang terjadi pada aliran
fluida reservoir pada saat melalui suatu pipa yang diameternya
diperkecil pada suatu tempat saja, kemudian fluida akan mengalir
kembali melalui pipa dengan diameter semula.
Pemilihan ukuran bean/choke di lapangan dimaksudkan agar
tekanan down-stream di dalam flow line yang disebabkan oleh
tekanan separator tidak berpengaruh terhadap tekanan kepala
sumur (THP) dan kelakuan produksi sumur. Tekanan kepala sumur
atau tubing sedikitnya dua kali lebih besar dari tekanan flow line.

Peralatan Produksi Sumur Sembur Alam
Terdiri dari dua komponen peralatan, yaitu peralatan di permukaan
dan peralatan di bawah permukaan.
Peralatan Di Permukaan
Terdiri dari :
Wellhead, adalah suatu peralatan yang digunakan untuk
mengontrol kebocoran sumur dipermukaan. Wellhead tersusun
dari dua rangkaian didalamnya, yaitu casing head dan tubing
head. Casing head berfungsi sebagai tempat menggantungkan
rangkaian casing dan mencegah terjadinya kebocoran. Pada
casing head juga terdapat gas outlet yang berfungsi untuk
meredusir gas yang mungkin terkumpul diantara rangkaian
casing. Tubing head merupakan bagian dari wellhead yang
diperlukan untuk menyokong rangkaian tubing yang berada
dibawahnya dan untuk menutup ruangan yang terdapat diantara
casing dan tubing, sehingga aliran fluida dapat keluar hanya
melalui tubing.
Christmas-tree, adalah kumpulan dari valve-valve dan fitting-fitting
yang dipasang di atas tubing head, dimana peralatan ini terbuat
dari bahan besi baja yang berkualitas tinggi, sehingga dapat
menahan tekanan tinggi dari sumur, juga dapat menahan reaksi
dari air formasi yang bersifat korosif yang bersama-sama
mengalir dengan minyak atau dapat menahan pengikisan pasir
yang terbawa ke permukaan.
Berdasarkan sayapnya, christmas-tree dibagi menjadi dua macam,
yaitu :
bercabang satu (single wing atau single arm)
bercabang dua (double wing atau double arm)

Berdasarkan komponennya, christmas-tree terdiri dari :
Manometer pengukur tekanan, adalah peralatan yang digunakan
untuk mengukur tekanan pada casing (Pc) dan tekanan tubing
(Pt).
Master gate (master valve), adalah jenis valve yang digunakan
untuk menutup sumur jika diperlukan. Untuk sumur-sumur yang
bertekanan tinggi, disamping master gate, dipasang pula suatu
valve lain yang letaknya dibawah master gate.
Choke, berfungsi untuk menahan sebagian aliran dari sumur
sedemikian rupa sehingga produksi minyak dan gas pada suatu
sumur dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.
Peralatan Di bawah Permukaan
Terdiri dari :
Tubing, merupakan pipa vertikal di dalam sumur yang berfungsi
untuk mengalirkan fluida reservoir dari dasar sumur ke
permukaan.
Packer, berfungsi untuk menyekat annulus antara casing dan
tubing serta memberikan draw-down yang lebih besar.
Nipple, merupakan alat yang berfungsi untuk menempatkan alat-
alat kontrol aliran di dalam tubing.
Sliding sleeve door, digunakan untuk memproduksikan
hidrokarbon dari beberapa zona produktif dengan single tubing
string.
Blast Joint, merupakan sambungan pada tubing yang memiliki
dinding yang tebal, dipasang tepat didepan formasi produktif yang
berfungsi untuk menahan semburan aliran fluida formasi.
Flow Coupling, merupakan alat yang berfungsi untuk menahan
turbulensi fluida akibat adanya kontrol aliran yang dipasang pada
nipple.