Anda di halaman 1dari 116

i

EFEKTIVITAS MODEL PROJ ECT BASEDLEARNI NGDALAM


PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA
KELAS X SMA NEGERI 1 BATANGAN
TAHUN AJARAN 2012/2013
SKRIPSI
ANIK KURNIAWATI
NPM 09410054
PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
IKIP PGRI SEMARANG
2013
ii
EFEKTIVITAS MODEL PROJ ECT BASEDLEARNI NGDALAM
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA
KELAS X SMA NEGERI 1 BATANGAN
TAHUN AJARAN 2012/2013
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
IKIP PGRI Semarang untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Memperoleh Derajat Sarjana Pendidikan
ANIK KURNIAWATI
NPM 09410054
PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
IKIP PGRI SEMARANG
2013
iii
SKRIPSI
EFEKTIVITAS MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA
KELAS X SMA NEGERI 1 BATANGAN
TAHUN AJARAN 2012/2013
yang disusun dan diajukan oleh
ANIK KURNIAWATI
NPM 09410054
telah disetujui oleh pembimbing untuk diujikan
di hadapan Dewan Penguji
pada tanggal 26 Juni 2013
Pembimbing I, Pembimbing II,
Dr. Harjito, M.Hum. Zainal Arifin, S.Pd., M.Hum.
NPP 936501103 NPP 1083012558
iv
SKRIPSI
EFEKTIVITAS MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA
KELAS X SMA NEGERI 1 BATANGAN
TAHUN AJARAN 2012/2013
Yang disusun dan diajukan oleh
ANIK KURNIAWATI
NPM 09410054
telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
pada tanggal ..........................
dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Dewan Penguji
Ketua, Sekretaris,
Dra. Sri Suciati, M.Hum. Nanik Setyawati, S.S., M.Hum.
NIP 196503161990032002 NPP 997101150
Penguji I,
Dr. Harjito, M.Hum. ..................................
NPP 936501103
Penguji II,
Zainal Arifin, S. Pd., M.Hum. ..................................
NPP 0604018102
Penguji III,
Agus Wismanto, S.Pd., M.Pd. ..................................
NPP 108701307
v
MOTO DAN PERSEMBAHAN
Moto:
1. Hidup itu butuh keberuntungan, keberuntungan itu butuh usaha, karena usaha
akan menghasilkan pengalaman, dan pengalaman akan menjadi jalan untuk
meraih kesuksesan.
2. Waktu itu tidak bisa diulang kembali, jadi berpikirlah dengan baik sebelum
melangkah dalam kehidupan karena penyakit yang tidak ada obatnya adalah
penyesalan di kemudian hari.
3. Hidup ini adalah rangkaian belajar untuk menjadi insan yang beriman dan
berkepribadian baik.
Persembahan:
Kupersembahkan skripsi ini untuk:
1. Ayah Ibuku tercinta yang senantiasa
memberikan doa, semangat, materil, dan
semua pengorbanan mereka yang telah
diberikan pada saya yang tidak pernah
terlupakan.
2. Teman seperjuangan di IKIP PGRI
Semarang dan kos 176 Berjaya.
3. Almamater yang akan menjadi sejarah
dalam setiap langkah perjuanganku.
vi
PRAKATA
Puji syukur atas kehadirat Allah subhanahu wa taala atas limpahan rahmat
dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.
Skripsi yang berjudul Efektivitas Model Project Based Learning dalam
Pembelajaran Menulis Cerpen Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Batangan
Tahun Ajaran 2012/2013.
Penyusunan skripsi ini juga dimaksudkan untuk melengkapi syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari IKIP PGRI Semarang. Dalam
menyelesaikan skripsi ini, penulis menyadari bahwa tidak sedikit bantuan,
bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya Dr. Harjito, M.Hum.,
selaku pembimbing I yang telah mengarahkan penulis dengan penuh ketekunan
dan kecermatan, dan Zainal Arifin, S.Pd., M.Hum., selaku pembimbing II yang
dengan sabar membimbing dan memberikan motivasi penulis untuk
menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan
terima kasih kepada berbagai pihak, di antaranya:
1. Drs. Muhdi, SH., M.Hum., Rektor IKIP PGRI Semarang yang telah
memberi kesempatan kepada penulis menempuh pendidikan di IKIP
PGRI Semarang.
2. Dra. Sri Suciati, M.Hum., Dekan FPBS IKIP PGRI Semarangyang telah
mengizinkan penulis dalam menulis skripsi ini.
3. Nanik Setyawati, S.S., M.Hum., Ketua Program Studi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah menyetujui usulan topik skripsi
penulis.
4. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia yang telah memberi bekal ilmu kepada penulis selama belajar
di IKIP PGRI Semarang.
5. Drs. Agus Suhartono, M.Si Kepala SMA Negeri 1 Batangan yang telah
mengizinkan penulis melakukan penelitian di Instansi yang
dipimpinnya.
6. Enny Ernawati, S.Pd., Guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X
yang telah membantu dalam melaksanakan penelitian.
7. keluargaku yang telah memberi inspirasi selama penulis menyelesaikan
skripsi ini.
vii
8. Rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu menyelesaikan
skripsi ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Diharapkan skripsi ini bermanfaat bagi pembaca budiman dan bisa turut
mengisi atau menambah referensi, karena itu merupakan tujuan penulis. Penulis
menyambut baik segala kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan skripsi ini dengan tangan terbuka.
Semarang, 11 Juli 2012
Penulis
Anik Kurniawati
NPM 09410054
viii
ABSTRAK
Anik Kurniawati, Efektivitas Model Project Based Learning dalam
pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Batangan
Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Semarang: Fakultas Pendidikan Bahasa dan
Seni IKIP PGRI Semarang. Pembimbing I: Dr. Harjito,M.Hum. dan Pembimbing
II: Zainal Arifin, S.Pd., M.Hum. Juli 2013.
Latar belakang masalah penelitian ini adalah keterampilan berbahasa yang
masih rendah untuk mengarang sebuah karangan pada siswa kelas X SMA Negeri
1 Batangan, khususnya keterampilan menulis cerpen. Adanya latar belakang
tersebut perlu diupayakan menerapkan model Project Based Learning dalam
pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X-2 SMA Negeri 1 Batangan.
Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah model Project Based Learning
berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis cerpen pada
siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013? Adapun tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan model Project Based
Learning dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 1
Batangan tahun ajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dari hasil pengumpulan data
yang diujikan diperoleh dua bentuk teknik analisis data yaitu teknik tes dan teknik
non tes. Uji peningkatan keterampilan menulis cerpen dengan model Project
Based Learning pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan ini berupa teknik
analisis data yang meliputi teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Teknik
kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif berdasarkan hasil tes.
Sedangkan teknik kualitatif digunakan untuk menganalisis data nontes. Untuk
data kuantitatif langkah-langkah perhitungan melalui menghitung nilai tes
masing-masing siswa, merekap nilai yang diperoleh siswa, menghitung perbedaan
kemampuan menulis sebelum dan sesudah perlakuan, menghitung uji t, dan
menghitung uji hipotesis dengan membandingkan hasil perhitungan dengan harga
t Tabel. Langkah-langkah yang digunakan dalam teknik kualitatif adalah
observasi.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat diketahui bahwa hasil
perhitungan diperoleh harga t

sebesar 7,43 harga t

pada N = 27 untuk
taraf signifikasi 5% sebesar 1,67 dan pada taraf signifikasi 1% sebesar 2,39.
Dengan kriteria pengujian jika harga t

> t

maka H

diterima dan H

ditolak, sedangkan jika harga t

< t

maka H

ditolak dan H

diterima.
Terbukti pada taraf signifikasi 5% dapat diketahui hasil perhitungan t

>
t

yaitu 7,43 > 1,67 dan pada taraf signifikasi 1% dapat diketahui hasil
perhitungan t

> t

yaitu 7,43 > 2,39. Dengan demikian, H

diterima dan
H

ditolak. Model Project Based Learning efektif digunakan dalam pembelajaran


menulis cerpen. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata Pre-Test sebesar 65,5
dan nilai rata-rata Pos-Test sebesar 78,8. Pada analisis akhir model Project Based
Learning terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen pada
siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013.
ix
DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL LUAR ............................................................................................ i
SAMPUL DALAM........................................................................................... ii
PERSETUJUAN............................................................................................. iii
PENGESAHAN.............................................................................................. iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................................................. v
PRAKATA ...................... ............................................................................... vi
ABSTRAK ...................................................................................................... viii
DAFTAR ISI................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL............................................................................................ xii
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................xiii
DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................xiv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah............................................................... 1
B. Perumusan Masalah ..................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian........................................................................... 5
D. Manfaat Penelitian ....................................................................... 5
E. Penegasan Istilah............................................................................ 7
F. Sistematika Penulisan Skripsi ...................................................... 10
BAB II LANDASAN TEORI
A. Menulis......................................................................................... 11
1. Pengertian Menulis................................................................. 11
2. Unsur Menulis........................................................................ . 12
3. Tujuan Menulis ...................................................................... . 13
x
4. Fungsi Menulis....................................................................... 14
5. Manfaat Menulis .................................................................... 15
6. Pedoman Memulai Menulis ................................................... 15
7. Tahapan dalam Proses Menulis.............................................. 15
8. Teknik Menulis ...................................................................... 16
B. Cerpen ........................................................................................ 17
1. Pengertian Cerpen................................................................... 17
2. Ciri-Ciri Cerpen........................................................................17
3. Unsur-Unsur Cerpen................................................................17
C. Menulis Cerpen .......................................................................... 23
D. Model Pembelajaran.................................................................. 24
E. Model Pembelajaran Project BasedLearning............................25
F. Model Pembelajaran Berbasis Proyek........................................26
G. Kerangka Berfikir.........................................................................28
H. Hipotesis..........................................................................................30
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian .................................................................. 31
B. Desain Penelitian.......................................................................... 32
C. Populasi dan Sampel .................................................................... 32
D. Sumber Data................................................................................. 32
E. Variabel Penelitian....................................................................... 33
F. Teknik Pengumpulan Data........................................................... 34
G. Instrumen Penelitian..................................................................... 36
H. Analisis Data ................................................................................ 41
xi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ............................................................................ 42
B. Analisis Uji Hipotesis .................................................................. 56
C. Pembahasan.................................................................................. 58
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan..................................................................................... 61
B. Saran ........................................................................................... 61
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Bagan Kerangka Berfikir .............................................................. .29
Tabel 3.1 Lembar Observasi ......................................................................... 35
Tabel 3.2 Standar Isi .................................................................................... 36
Tabel 3.3 Pedoman Penskoran........................................................................ 37
Tabel 3.4 Hasil Penskoran............................................................................. 39
Tabel 3.5 Angket Minat Siswa...................................................................... 40
Tabel 3.6 Persiapan Analisis Uji t................................................................. 42
Tabel 4.1 Populasi Siswa Kelas X ............................................................... 44
Tabel 4.2 Daftar Nama Siswa Kelompok Eksperimen ................................. 45
Tabel 4.3 Rekap Nilai Pre-Test..................................................................... 49
Tabel 4.4 Nilai Pre-Test ................................................................................ 50
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Pre-Test ....................................................... 51
Tabel 4.6 Rekap Nilai Post-Test ................................................................... 53
Tabel 4.7 Nilai Post-Test............................................................................... 54
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Post-Test ...................................................... 55
Tabel 4.9 Nilai Pre-Test dan Post-Test ......................................................... 57
Tabel 4.10 Rangkuman Hasil Uji Hipotesis.................................................. 59
xiii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 4.1 Histogram Data Menulis Cerpen Pre-Test ............................... . 52
Gambar 4.2 Bagan Data Menulis Cerpen Pre-Test........................................ 52
Gambar 4.3 Histogram Data Menulis Cerpen Post-Test.............................. . 56
Gambar 4.4 Bagan Data Menulis Cerpen Post-Test .................................... . 56
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Daftar Nama Siswa............................................................................ 65
Lampiran 2 Nilai Siswa Sebelum Perlakuan......................................................... 66
Lampiran 3 Nilai Siswa Sesudah Perlakuan ......................................................... 67
Lampiran 4 Nilai Siswa Pre-Test dan Post-Test ................................................... 68
Lampiran 5 Lembar Soal Pre-Test........................................................................ 69
Lampiran 6 Lembar Soal Post-Test ...................................................................... 70
Lampiran 7 RPP.................................................................................................... 71
Lampiran 8 Silabus ............................................................................................... 83
Lampiran 9 Rekap Nilai Pre-Test ......................................................................... 84
Lampiran 10 Rekap Nilai Post-Test...................................................................... 85
Lampiran 11 Analisis Uji Hipotesis...................................................................... 86
Lampiran 12 Lembar Observasi............................................................................ 87
Lampiran 13 Angket Minat Siswa ........................................................................ 89
Lampiran 14 Hasil Perhitungan Minat Siswa ....................................................... 90
Lampiran 15 Data Hasil Angket Minat Siswa ...................................................... 91
Lampiran 16 Perhitungan Rata-rata Minat Siswa ................................................. 92
Lampiran 17 Foto Kegiatan Penelitian 1 .............................................................. 93
Lampiran 18 Foto Kegiatan Penelitian 2 .............................................................. 94
Lampiran 19 Foto Kegiatan Penelitian 3 .............................................................. 95
Lampiran 20 Pernyataan Keaslian Tulisan ........................................................... 96
xv
Lampiran 21 Bahan Ajar....................................................................................... 97
Lampiran 22 Daftar Nilai Persentil......................................................................104
Lampiran 23 Pekerjaan Angket Minat Siswa 1....................................................107
Lampiran 24 Pekerjaan Angket Minat Siswa 2....................................................108
Lampiran 25 Daftar Hadir Pre-Test.....................................................................109
Lampiran 26 Lembar Pekerjaan Pre-Test 1.........................................................110
Lampiran 27 Lembar Pekerjaan Pre-Test 2.........................................................111
Lampiran 28 Daftar Hadir Post-Test...................................................................112
Lampiran 29 lembar Pekerjaaan Post-Test 1.......................................................113
Lampran 30 lembar Pekerjaan Post-Test 2..........................................................114
Lampiran 31 Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian......................................115
Lampiran 32 Surat Keterangan Ijin Penelitian....................................................116
Lampiran 33 Rekapitulasi Bimbingan.................................................................117
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Menurut pendapat Tarigan (1994:1) keterampilan berbahasa (language arts,
language skills) dalam kurikulum mencakup empat jenis, yaitu keterampilan
menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills),
keterampilan membaca (reading skills), dan keterampilan menulis (writing skills).
Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan
lainnya dengan cara yang beraneka ragam. Dalam memperoleh keterampilan
berbahasa, biasanya kita melalui suatu hubungan urutan yang teratur.
Salah satu keterampilan berbahasa tersebut, yaitu keterampilan menulis.
Menurut pendapat Tarigan (1994:3-4) menulis merupakan suatu keterampilan
berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak
secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang
produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini maka sang penulis haruslah
terampil memanfaatkan grafologis, struktur bahasa, dan kosakata. Keterampilan
menulis tidak akan datang secara otomatis melainkan harus melalui latihan praktik
yang banyak dan teratur.
Menurut Morsey (dalam Tarigan, 1994:4) keterampilan menulis sangat
dibutuhkan dalam kehidupan yang serba modern ini. Komunikasi akan lebih
banyak berlangsung secara tertulis. Keterampilan menulis merupakan ciri orang
terpelajar atau bangsa yang terpelajar. Sehubungan dengan hal tersebut, ada
seorang penulis yang mengatakan bahwa menulis dipergunakan, melaporkan atau
memberitahukan, mempengaruhi, dan memberi maksud serta tujuan seperti itu
hanya dapat dicapai dengan baik oleh orang-orang yang dapat menyusun
pikirannya dan mengutarakannya dengan jelas, kejelasan ini bergantung pada
pikiran, organisasi, pemakaian kata-kata, dan struktur kalimat.
Oleh sebab itu, keterampilan dalam menulis harus ditingkatkan terutama
dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Untuk dapat meningkatkan keterampilan
menulis siswa, guru diharapkan dapat menerapkan sistem pembelajaran yang
menyenangkan. Menurut Syarifah (2009:42) pembelajaran merupakan suatu
desain yang menggambarkan rincian proses dan penciptaan situasi lingkungan
2
belajar yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan
pendidikannya sehingga terjadi perubahan dan perkembangan dalam diri siswa.
Menurut pendapat Tarigan (1994:21) menulis merupakan menurunkan atau
melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang
dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang
grafik tersebut serta dapat memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut.
Berpratik menulis adalah cara mudah membuat diri sendiri membuat banyak
tulisan. Walaupun demikian, ketika berproses akan ingin membuat tulisan
menjadi lebih fokus. Dalam dunia pendidikan menulis memiliki arti yang sangat
penting. Siswa yang sering menulis, akan menjadi terampil dan terarah
kemampuan berekspresinya, sehingga secara tidak langsung akan mempertajam
kemampuan berpikirnya.
Bagi siswa Sekolah Menengah Atas, menulis merupakan salah satu
keterampilan berbahasa yang harus dikuasai. Keterampilan ini sangat bermanfaat
bagi pengembangan diri mereka, baik untuk melanjutkan belajar kejenjang
pendidikan yang lebih tinggi, atau terjun ke kehidupan bermasyarakat. Di Sekolah
Menengah Atas, keterampilan menulis harus dapat dicapai sesuai dengan standar
kelulusan yang telah ditentukan. Hal ini yang menjadi pedoman untuk
melanjutkan kejenjang selanjutnya.
Kemampuan menulis merupakan proses belajar yang memerlukan ketekunan
berlatih. Semakin rajin berlatih kemampuan menulis akan meningkat. Untuk itu
keterampilan menulis siswa perlu ditumbuhkembangkan dan diupayakan lebih
gemar menulis, salah satunya dengan menulis cerpen. Penulis cerpen yang baik
adalah orang yang dapat menjadikan topik yang sederhana, yang tidak begitu
berarti, menjadi suatu karya yang menarik dan bermanfaat bagi pembacanya. Ide-
ide penulisannya, cukup digali dari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada
kesehariannya. Selain mudah diperoleh, ide-ide semacam itu begitu diakrabi
sehingga mudah pula untuk dikembangkan. Pengalaman pribadi ataupun
pengalaman orang lain merupakan bahan dasar suatu cerita.
Seperti halnya dengan karya sastra, karya sastra sebagai karya seni bersifat
kreatif, artinya sebagai hasil ciptaan manusia yang berupa karya bahasa yang
bersifat estetik (dalam arti seni), hasilnya berupa karya sastra.
Salah satu hasil dari karya sastra dapat berupa cerita pendek. Menurut
pendapat Kosasih (2012:34) cerita pendek (cerpen) merupakan cerita yang
3
menurut wujud fisiknya berbentuk pendek. Ukuran panjang pendeknya suatu
cerita memang relatif. Namun, pada umumnya cerita pendek merupakan cerita
yang habis dibaca sekitar sepuluh menit atau setengah jam. Jumlah katanya sekitar
500-5.000 kata. Karena itu, cerita pendek sering diungkapkan dengan cerita yang
dapat dibaca dalam sekali duduk.
Dalam menulis cerpen siswa diharapkan dapat menyusun sebuah cerita,
namun sering saya menerima keluhan dari siswa-siswa yang ingin memulai
menulis itu sulit darimana akan memulai tulisanya dalam sebuah cerita.
Kebanyakan mereka menyatakan bahwa mereka memiliki sesuatu yang ingin
ditulis, tetapi bagaimana menulisnya? Saya harus memulai dengan cara
bagaimana? Hal ini yang menjadi tugas guru untuk dapat memberi pencerahan
mengenai masalah yang saat ini dihadapi oleh siswa. memang tiap hari kita hidup
dari cerita. Setiap sore dan malam hari selalu ada dua atau tiga cerita televisi
yang kita lihat. Setiap pagi kita dapat membaca cerita bersambung di surat kabar.
Di teras sekolah rekan-rekan kita dengan semangat menuturkan cerita tentang
teman-teman kita sendiri. Dilihat dari peristiwa tersebut dapat disimpulkan
bahwa, cerita tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari.
Dari hal tersebut itu, maka penulis mencoba merancang model pembelajaran
baru yang akan digunakan dalam pembelajaran di kelas. Model pembelajaran
yang akan digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen adalah model
pembelajaran berbasis proyek atau biasa dikenal dengan sebutan project based
learning. Model pembelajaran ini merupakan salah satu pendekatan pembelajaran
kontekstual. Dalam pembelajaran yang berbasis proyek, siswa akan dihadapkan
pada permasalahan yang memerlukan kreativitas dalam pemecahannya dan
diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang telah dimiliki dalam
menyelesaikan masalah.
Menurut Depdiknas (dalam Komalasari, 2010:18) project based learning
merupakan pendekatan pembelajaran yang membutuhkan suatu pembelajaran
komprehensif dimana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat
melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi
suatu materi pelajaran, dan melaksanakan tugas bermakna lainnya.
Kondisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan khususnya kelas X yang saya
teliti, selama ini dalam pembelajaran yang berlangsung di kelas lebih terpusat
kepada guru. Siswa menjadi sangat bergantung kepada guru dan tidak terbiasa
4
mencari alternatif penyelesaian masalah lain yang tidak disampaikan oleh guru.
Materi pembelajaran cukup dihapalkan saja tanpa mempelajari lebih lanjut makna
dan bentuk pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut kurang
sesuai dengan pembelajaran kontekstual. Kontekstual adalah pembelajaran yang
menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata dan memotivasi siswa agar
menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari
sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan atas dasar
beberapa permasalahan, yaitu:
1. Rendahnya partisipasi siswa yang aktif dalam pembelajaran sastra;
2. Rendahnya kemampuan guru dalam memvariasikan model, media,
metode, dan strategi pembelajaran sastra;
3. Fokus pembelajaran ada pada guru, sedangkan siswa hanya menerima
apa-apa yang diberikan guru tanpa aktivitas dan partisipasi yang berarti.
Salah satu alternatif penyelesaian masalah ini, dalam pembelajaran menulis
cerpen adalah peneliti mencoba menerapkan model project based learning dalam
proses belajar mengajar di kelas. Penerapan project based learning dalam proses
belajar mengajar menjadi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa
dalam berfikir secara kritis dan memberi rasa kemandirian dalam belajar. Menurut
pendapat Ngatmini dkk, (2010:18) model project based learning merupakan
pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri
dalam mengkonstruk pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru) dan
mengkulminasikannya dalam produk nyata.
Jadi, dalam pembelajaran menulis cerpen yang menggunakan model
pembelajaran project based learning ini siswa kegiatannya bekerja mandiri dalam
mengkonstruk pengetahuan dan keterampilan serta mengkulminasikannya dalam
produk nyata. Maksudnya, siswa dalam menulis cerpen sebelumnya dituntut
bersikap hati-hati dan penuh keterampilan dalam menyeleksi detail-detail
kehidupan yang ada di sekitar dan menyusunnya dalam arti tertentu.
Setiap keterampilan menulis mempunyai indikator yang harus dicapai oleh
siswa kelas X SMA untuk keterampilan menulis cerpen, indikator yang harus
dicapai adalah siswa mampu menulis kerangka cerpen dan mengembangkan
kerangka yang telah dibuat dalam bentuk cerpen dengan memperhatikan unsur-
unsur pembangun cerpen.
5
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti melakukan penelitian mengenai
Efektivitas Model Project Based Learning dalam Pembelajaran Menulis Cerpen
pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan Tahun Ajaran 2012/2013.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang dibangun
dalam penelitian ini adalah apakah model project based learning dapat dikatakan
efektif dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 1
Batangan Tahun Ajaran 2012/2013?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan model
project based learning dalam Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa kelas X
SMA Negeri 1 Batangan Tahun Ajaran 2012/2013.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari melakukan penelitian ini adalah manfaat
teoritis dan manfaat praktis:
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai upaya pengembangan
keterampilan menulis cerpen sehingga dapat dipakai sebagai referensi dalam
penelitian lebih lanjut. Hasil penelitian ini secara teoretis dapat memberikan
pengetahuan tentang alternatif pembelajaran mengenai efektivitas model
Project Based Learning dalam pembelajaran menulis cerpen sebagai
sumbangan pemikiran kepada sekolah untuk perbaikan dalam pengajaran di
sekolah.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para guru bidang
studi bahasa Indonesia khususnya dan guru bidang studi lain pada umumnya.
Para guru semakin kreatif dalam menerapkan model pembelajaran yang akan
diajarkan kepada siswanya, supaya siswa tidak merasa jenuh. Guru harus
menampilkan sesuatu yang menarik. Penelitian yang diselenggarakan
diharapkan bermanfaat bagi:
a. Peneliti
6
Sebagai sarana penerapan model yang dipelajari dan peneliti dapat
mengimplementasikan model pembelajaran yang diterapkan terhadap
masalah yang ada.
b. Siswa
Dengan penelitian ini akan memberikan motivasi, sehingga siswa
selalu senang dan menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia terutama
dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan model project
based learning. Serta penelitian ini bermanfaat untuk mampu mencapai
indikator kompetensi menulis untuk meningkatkan kreatifitas siswa
dalam mengungkapkan ide, gagasan, dan pemikiran sehingga
menghasilkan tulisan yang baik.
c. Guru
Manfaat dari penelitian ini adalah memperkaya khasanah tentang
strategi mengajar keterampilan menulis, dalam upaya memperbaiki
penggunaan model yang selama ini digunakan dalam mengajar. Dan
memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kreatifitasnya sehingga
siswa tidak merasa bosan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia.
d. Sekolah
Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan
masukan kepada sekolah-sekolah dalam upaya peningkatan prestasi
dengan mengembangkan dan memanfaatkan model project based
learning dalam pembelajaran menulis cerpen.
E. Penegasan Istilah
Untuk memudahkan pemahaman dan supaya tidak terjadi kesalahan
pemahaman tentang judul Efektivitas Model Project Based Learning dalam
Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa X SMA Negeri 1 Batangan Tahun
Ajaran 2012/2013 ini, maka perlu adanya penegasan istilah sebagai berikut:
1. Efektivitas
Menurut Hamdani (2011:240) efektivitas berasal dari kata efektif yang
artinya pengaruh atau akibat. Jadi, efektivitas adalah suatu keadaan yang
mengandung pengertian terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki
dalam perbuatan. Efektivitas dalam penelitian ini ditunjukkan dengan
7
perolehan hasil belajar siswa yang baik dan ketuntasan belajar siswa pada
kelas eksperimen.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa efektivitas merupakan pengukuran
keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
2. Model
Menurut Aniah (dalam Sufanti, 2010:79) model adalah media tiga dimensi
yang mewakili benda yang sebenarnya. Benda tiga dimensi adalah benda yang
mempunyai ukuran panjang, lebar, dan isi (tinggi). Suatu model bisa lebih
besar, lebih kecil, atau sama dengan benda yang sebenarnya yang diwakili.
Suatu model juga bisa lebih lengkap, lebih terinci, atau lebih sederhana
dengan benda yang mewakili bergantung kompetensi dasar yang akan diraih
dalam pembelajaran. Hampir semua benda di dunia ini dapat dibuat modelnya,
bergantung keahlian dari pembuatannya. Sedangkan model pembelajaran
sendiri biasanya disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori pengetahuan.
Menurut Joyce dan Weil (dalam Rusman, 2012:133) model pembelajaran
adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk
kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merangsang bahan-bahan
pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain.
Menurut Mills (dalam Suprijono, 2009:45) model adalah bentuk
representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau
sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu. Model
merupakan interpretasi terhadap hasil observasi dan pengukuran yang
diperoleh dari beberapa sistem.
Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil
penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang
berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada
tingkat operasional di kelas. Model pembelajaran dapat diartikan pula sebagai
pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum, mengatur materi, dan
memberi petunjuk kepada guru di kelas.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa model merupakan suatu rencana dalam
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien.
3. Project Based Learning
8
Menurut Ngatmini dkk, (2010:18) project based learning merupakan
pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri
dalam mengkonstruk pembelajaranya (pengetahuan dan keterampilan baru)
dan mengkluminasikannya dalam produk nyata.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa project based learning adalah metode
pengajaran sistematik yang mengikutsertakan pelajar ke dalam pembelajaran
pengetahuan dan keahlian yang kompleks.
4. Pembelajaran
Menurut Syarifah (2009:42) pembelajaran merupakan suatu desain yang
menggambarkan rincian proses dan penciptaan situasi lingkungan belajar yang
memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan pendidikannya
sehingga terjadi perubahan dan perkembangan dalam diri siswa.
Menurut Hamdani (2011:23) pembelajaran merupakan usaha guru
membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan
atau stimulus.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu cara guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir agar mengenal dan
memahami sesuatu yang sedang dipelajari.
5. Menulis
Menulis merupakan menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik
yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga
orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut serta dapat
memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut, (Tarigan, 1994:21).
Menulis merupakan segenap rangkaian kegiatan seseorang dalam rangka
mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada
orang lain agar mudah dipahami, (Nurudin, 2012:3).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan salah satu keterampilan
dalam berbahasa yaitu suatu kegiatan menurunkan atau melukiskan lambang-
lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa. Serta sebagai medium
yang penting untuk mengekspresikan dan sebagai sarana komunikasi.
6. Cerpen
Cerpen harus ringkas, padat dan selektif. Kesan adanya penggambaran
yang bertele-tele dan kadang menceritakan hal-hal yang kurang ada
relevansinya dengan cerita induk bukan saja terdapat pada pembukaan tetapi
9
juga dalam isi cerita itu sendiri. Plot ceritanya yang mestinya bisa diceritakan
ringkas kadang harus dua kali panjangnya. Cerpen merupakan cerita yang
pendek, yang memusatkan diri pada satu situasi dan seketika, intinya adalah
konflik (biasanya kurang dari 10.000 kata ), (Noor, 2009:27).
Cerita pendek adalah fiksi pendek yang selesai dibaca dalam sekali duduk.
Cerita pendek hanya memiliki satu arti, satu krisis dan satu efek untuk
pembacanya, (Sumardjo, 1994:184).
F. Sistematika Penulisan Skripsi
Agar diperoleh gambaran yang lebih jelas, runtut antara bab yang satu dengan
yang lainnya, maka dalam penelitian ini akan disajikan sistematika penulisan
sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan, yang berisi latar belakang penelitian, rumusan
masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah dan
sistematika penulisan.
Bab II Landasan Teori, yang berisi pengertian menulis, pengertian cerpen,
menulis cerpen, model pembelajaran, model Project Based Learnig, kerangka
berfikir, hipotesis.
Bab III Pendekatan penelitian, desain penelitian, subjek penelitian, data
dan sumber data, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen
penelitian, analisis data.
Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan meliputi deskripsi data, uji
hipotesis, dan pembahasan.
Bab V Penutup berisi simpulan dan saran.
Bagian akhir dari penulisan ini terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-
lampiran sebagai pendukung penelitian ini.
10
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Menulis
1. Pengertian Menulis
Menulis dipergunakan oleh orang terpelajar untuk mencatat atau merekam,
meyakinkan, melaporkan atau memberitahukan, dan mempengaruhi maksud serta
tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh orang-orang yang dapat
menyusun pikirannya dan mengutarakannya dengan jelas, kejelasan ini
bergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian kata-kata, dan struktur kalimat.
Menulis merupakan menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik
yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga
orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut serta dapat
memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut, (Tarigan, 1994:21).
Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan sebagai
alat komunikasi secara tidak langsung yang berfungsi untuk menuangkan pikiran,
ide atau gagasan, dan perasaan serta dipahami oleh pembaca melalui media masa,
(Syarifah, 2009:114).
Menulis merupakan keterampilan berbahasa aktif. Menulis merupakan
kemampuan puncak seseorang untuk dikatakan terampil berbahasa. Menulis
merupakan keterampilan yang sangat kompleks. Menulis tulisan juga merupakan
media untuk melestarikan dan menyebarluaskan informasi dan ilmu pengetahuan,
(Nurjamal, 2011:4).
Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk
bahasa tulis untuk tujuan misalnya, memberi tahu, meyakinkan, menghibur,
(Nurjamal, 2011:69).
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah
menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan
suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang-orang lain dapat
membaca lambang-lambang grafik tersebut.
11
Singkatnya, menulis sebagai sebuah keterampilan berbahasa adalah
kemampuan seseorang dalam mengemukakan gagasan, perasaan, dan pikiran.
Pemikirannya kepada orang atau pihak lain dengan menggunakan media tulisan.
Setiap penulis pasti memiliki tujuan dengan tulisannya itu antara lain: mengajak,
menginformasikan, meyakinkan, membujuk atau menghibur pembaca.
2. Unsur-Unsur Menulis
Menurut The Liang Gie (dalam Nurudin, 2012:4-10) unsur menulis setidak-
tidaknya terdiri atas; gagasan, tuturan (narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi,
persuasi), tatanan, dan wahana.
Unsur yang pertama adalah gagasan, yang dimaksud dengan gagasan adalah
pendapat, pengalaman, atau pengetahuan yang ada dalam pikiran seseorang.
Setiap orang pasti punya gagasan, apapun bentuk gagasan itu. Gagasan seseorang
akan sangat bergantung pada pengalaman masa lalu, pengetahuan yang
dimilikinya, latar belakang hidupnya, kecenderungan personal dan untuk tujuan
apa gagasan itu ingin dikemukakan.
Unsur yang kedua adalah tuturan. Tuturan adalah pengungkapan gagasan
sehingga dapat dipahami oleh pembaca. Ada beberapa macam-macam tuturan
antara lain: narasi (penceritaan), deskripsi (pelukisan), eksposisi (pengungkapan
berdasar fakta secara teratur, logis, dan terpadu), argumentasi (meyakinkan), dan
persuasi (pembujukan).
Unsur yang ketiga adalah tatanan. Tatanan yang dimaksud di sini adalah tertib
pengaturan dan penyusunan gagasan dengan mengindahkan berbagai asas, aturan,
dan teknik sampai merencanakan rangka dan langkah. Ini berarti menulis tidak
sekedar menulis, tetapi menulis dengan disertai sebuah aturan menulis.
Unsur selanjutnya adalah wahana. Wahana juga disebut dengan alat. Wahana
dalam menulis berarti sarana pengantar gagasan berupa bahasa tulis yang terutama
menyangkut kosakata, gramatika, dan retorika (seni memakai bahasa). Bagi
penulis pemula, wahana sering menjadi masalah. Akan tetapi, jika disertai niat
yang menggelora disertai dengan belajar terus menulis, wahana lambat laun akan
bisa dilalui dengan mudah.
3. Tujuan Menulis
Adapun tujuan menulis yang dikemukakan Hugo Harting (dalam Tarigan,
1994:24) adalah sebagai berikut.
12
a. Tujuan Penugasan
Tujuan penugasan ini merupakan kegiatan menulis yang dilakukan karena
tugas, bukan atas kemauan sendiri.
b. Tujuan Alturistik
Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca menghindarkan
kedudukan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami,
menghargai perasaan dan pengarangnya, ingin membuat hidup para pembaca
lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya.
c. Tujuan Persuasif
Tulisan yang tujuannya untuk meyakinkan para pembaca akan kebenaran
gagasan yang diutarakan.
d. Tujuan Informasional
Tulisan ini bertujuan memberi informasi atau keterangan atau penerangan
pada para pembaca.
e. Tujuan Pernyataan Diri
Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang
pengarang kepada pembaca.
f. Tujuan Kreatif
Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian.
g. Tujuan Pemecahan Masalah
Tujuan menulis adalah menjelaskan, menjernihkan, dan menjelajahi serta
meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar
dapat dimengerti dan diterima oleh pembaca.
4. Fungsi Menulis
Tarigan (1994:22) mengemukakan bahwa menulis sebenarnya memiliki
banyak fungsi. Pada prinsipnya tujuan utama menulis adalah sebagai alat
13
komunikasi yang tidak langsung. Tulisan dapat membantu menjelaskan pikiran,
selanjudnya secara terperinci fungsi menulis dapat dijabarkan sebagai berikut.
a. Memperdalam pemahaman suatu ilmu dan penggalian hikmah
pengalaman-pengalaman. Hal ini dapat terjadi melalui kegiatan menulis yang
terus menerus secara kreatif mengasah dan memprosesan pengalaman tersebut,
akan tercapai suatu penghayatan yang mendalam terhadap suatu pengalaman
dan ilmu pengetahuan.
b. Dengan potensi keterampilan menulis, seseorang dapat membuktikan
sekaligus menyadari potensi ilmu pengetahuan, ide-ide dan pengalaman hidup.
Hal ini penting sebab kenyataan tersebut dapat dipakai sebagai salah satu tolok
ukur penentuan kualitas bidang profesi.
c. Dengan potensi keterampilan menulis, seseorang dapat menyumbangkan
pengalaman hidup dan ilmu pengetahuan serta ide-ide yang berguna bagi
masyarakat secara lebih luas. Jaringan komunikasi yang dicapai oleh media
tulis sekarang ini telah begitu luas.
d. Potensi keterampilan menulis cukup berperan bagi seseorang untuk
meningkatkan potensi kerja serta memperluas media komunikasi.
e. Pada giliranya keterampilan menulis akan memperlancar mekanisme kerja
masyarakat intelektual.
5. Manfaat Menulis
Harjito (2009:20) berpendapat bahwa manfaat menulis dapat dipetik dalam
kegiatan menulis antara lain:
a. Sebagai sarana untuk mengungkapkan diri.
b. Sebagai sarana pemahaman terhadap sesuatu hal.
c. Membantu mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, dan perasaan
harga diri.
d. Meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap keadaan lingkungan.
e. Memunculkan ketertiban secara bersemangat.
f. Mengembangkan suatu pemahaman mengenai kemampuan dan
penggunaan bahasa.
6. Pedoman Memulai Menulis
14
Menulis sebuah karangan lazimnya didahului dengan kegiatan prapenulisan,
seperti menetapkan topik karangan, menyusun kerangka karangan, dan
mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengembangkan karangan
itu. Kegiatan prapenulisan perlu dilakukan, karena merupakan persiapan dan
panduan proses penulisan selanjudnya, baru setelah kegiatan prapenulisan dapat
diselesaikan, kegiatan penulisan yang sebenarnya dapat dimulai, (Nurjamal,
2011:50).
7. Tahapan dalam Proses Menulis
Menurut Tompkins dan Kenneth dalam (Syarifah, 2009:115) mengemukakan
tahapan proses menulis adalah sebagai berikut ini:
a. Prewriting (pramenulis)
1) Siswa menulis berdasarkan topik yang telah disediakan.
2) Siswa mengikuti aktivitas latihan sebelum menulis.
3) Siswa mengidentifikasi untuk audien mana mereka tulis.
4) Siswa mengidentifikasi tujuan aktivitas menulis.
5) Siswa memilih bentuk yang sesuai berdasarkan audien dan tujuan
b. Drafting (membuat kerangka)
1) Siswa menulis draft kasar.
2) Siswa menekankan isi dibandingkan cara kerja.
c. Revising (melakukan perbaikan)
1) Siswa saling menukar tulisan mereka didalam kelompok menulis.
2) Siswa berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusikan teman sekelas.
3) Siswa membuat perubahan pada karangan mereka sesuai tanggapan dan
saran dari guru dan teman sekelas.
Antara draft pertama dan draft terakhir, siswa membuat hal yang
substansif dari pada hanya perubahan kecil.
d. Editing (melakukan koreksi)
1) Siswa mengoreksi karangan mereka.
2) Siswa membantu mengoreksi karangan teman sekelas.
3) Siswa meningkatkan identifikasi dan memeriksa kesalahan cara kerja
mereka sendiri.
e. Sharing (tukar pikiran)
1) Siswa mempublikasikan tulisan mereka dalam bentuk yang sesuai.
15
2) Siswa berbagi tulisan akhir mereka dengan audien yang sesuai.
8. Teknik Menulis
Hamid (2011:163) berpendapat bahwa teknik menulis yang efektif dan sangat
menyenangkan, yaitu clustering dan fast writing.
a. Clustering (pengelompokan)
Pengelompokan dilakukan dengan cara menulis pemikiran-pemikiran yang
saling berkaitan dan secepatnya menuangkan di atas kertas, tanpa
mempertimbangkan kebenaran atau nilainya.
b. Fast Writing (menulis cepat)
Kegiatan menulis dimana sebelum menemukan apa yang sebenarnya yang
ingin ditulis, seseorang penulis harus melampau otak kiri yang ingin
mengevaluasi segalanya sebelum tertuang di atas kertas dan memberikan otak
kanan yang kreatif memegang kendali untuk sementara waktu. Salah satu cara
untuk menanggulangi hal ini adalah dengan menulis cepat.
B. Cerpen
1. Pengertian Cerpen
Menurut Kosasih (2012:34) cerita pendek (cerpen) merupakan cerita yang
menurut wujud fisiknya berbentuk pendek. Ukuran panjang pendeknya suatu
cerita memang relatif. Namun, pada umumnya cerita pendek merupakan cerita
yang habis dibaca sekitar sepuluh menit atau setengah jam. Jumlah katanya sekitar
500-5.000 kata. Karena itu, cerita pendek sering diungkapkan dengan cerita yang
dapat dibaca dalam sekali duduk.
Cerita pendek adalah seni, keterampilan menyajikan cerita, (Sumardjo,
1994:84).
Oleh karena itu, cerita pendek pada umumnya bertema sederhana. Jumlah
tokohnya terbatas. Jalan ceritanya sederhana dan latarnya meliputi ruang lingkup
yang terbatas.
2. Ciri-ciri Cerpen
Kosasih (2012:34) berpendapat bahwa berdasarkan uraian di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa cerpen memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Alur lebih sederhana.
16
b. Tokoh yang dimunculkan hanya beberapa orang.
c. Latar yang dilukiskan hanya sesaat dan dalam lingkup yang relatif
terbatas.
3. Unsur-Unsur Cerpen
Kehadiran sebuah cerita rekaan tidak dapat dilepaskan dari dua unsur, yaitu
unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang turut
mempengaruhi kehadiran cerita rekaan. Unsur luar itu misalnya: ekonomi, politik,
sosial, dan lain-lain. cerita rekaan atau cerpen juga terdapat unsur intrinsik. Faktor
intrinsik ialah faktor yang membangun cerita rekaan dari dalam, dari dirinya
sendiri. Faktor intrinsik meliputi tokoh, alur atau plot, latar atau setting, gaya atau
style dan pusat pengesahan atau point of view. Termasuk bagian unsur intrinsik
adalah tema, (Harjito, 2007: 1-2).
a. Tema
Tema berasal dari bahasa latin yang berarti tempat meletakkan suatu
perangkat. Disebut demikian karena tema adalah ide yang mendasari suatu
cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam
memaparkan karya fiksi yang diciptakannya, (Aminuddin, 2002:91).
Dalam sebuah cerita pendek, biasanya ada suatu peristiwa atau masalah
yang ditampilkan atau diungkapkan. Masalah ini merupakan dasar atau inti
yang akan mewarnai seluruh cerita dari awal hingga akhir.
Kosasih (2012:37) berpendapat bahwa ada beberapa unsur intrinsik yang
dipergunakan pengarang untuk menyalurkan tema cerita di antaranya.
1) Melalui alur cerita
Alur cerita kerapkali dipakai oleh pengarang untuk membimbing
pembaca mengenali tema dalam cerita yang ditulisnya. Jika Anda
mendaftar peristiwa yang ada dalam cerita yang kita baca, Anda akan
menemukan peristiwa-peristiwa yang diurutkan atas dasar sebab akibat,
yaitu peristiwa A mengakibatkan peristiwa B, peristiwa B merupakan
akibat dari peristiwa A. Rangkaian peristiwa dalam suatu cerita yang
berhubungan atas dasar sebab dan akibat itu disebut alur.
2) Melalui tokoh cerita
17
Selain alur, penokohan juga biasa dipakai oleh pengarang untuk
menyalurkan tema. Penokohan meliputi peran dan sifat-sifat tokoh yang
diciptakan oleh pengarang. Tokoh cerita dengan bermacam-macam sifat
dan wataknya sengaja diciptakan oleh pengarang untuk dimuati tema.
Tokoh jahat (antagonis) biasanya dipertentangkan dengan tokoh baik
(protagonis). Jika pengarang hendak menunjukkan kepada pembaca,
bahwa kebaikan tidak selamanya benar, pengarang dapat saja
mengalahkan pemain dengan watak baik. Akan tetapi, jika pengarang
bertujuan menyatakan bahwa kejahatan pasti punah, pengarang tentu
akan memenangkan tokoh protagonis.
3) Melalui pendekatan yang dipergunakan pengarang
Perkataan dapat dipakai untuk menemukan tema. Melalui kalimat-
kalimat, dialog yang diucapkan oleh tokoh-tokoh cerita, dan juga
komentar pengarang terhadap peristiwa-peristiwa, pengarang dapat
menyampaikan pernyataan-pernyataan yang dapat kita jadikan rumusan
tema.
b. Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah aktor pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh dalam cerita adalah
orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama,
sedangkan cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku itu disebut dengan
penokohan, (Aminuddin, 2002:79).
Sedangkan menurut Kosasih (2012:36) penokohan merupakan cara
pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam
cerita,
berikut adalah contoh teknik penggambaran karakteristik tokoh.
1) Teknik analitik atau penggambaran langsung
Intan namanya dia anak yang cantik, anggun, pintar, kaya-raya, baik
hati, dan ceria. Dia anak yang sempurna sangat sempurna, tapi hanya satu
kekurangannya yaitu tidak mempunyai tubuh yang sehat. Sekarang dia
duduk di kelas IX SMP dan kini sedang menghadapi ujian akhir.
2) Penggambaran fisik dan perilaku tokoh
Asap mengepul dari batang rokok yang kujepit di antara dua jariku.
Sementara seorang gadis berambut panjang terurai basah kena air hujan
18
menghampiriku. Ah, dia tidak menghampiriku. Dia hanya ingin mencari
perlindungan dari guyuran hujan sepertiku. Celana dan kaos hitamnya
terlihat basah.
3) Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh
Desa Karangsaga tidak kebagian aliran listrik. Padahal kampung-
kampung tetangganya sudah pada terang semua. desa itu gelap gulita kalau
malam, cepat becek kalau hujan tiba. Banyak anjing berkeliaran di sana,
beberapa diantaranya tidak jelas empunya.
4) Penggambaran tata kebahasaan tokoh
Kata-katanya sering membuat marah orang yang mendengarkannya.
Teriakan mengancam begitu mudah mengucur dari mulutnya sehingga
sering membuat orang-orang yang baru mengenalnya menjadi takut.
Logatnya memang tidak seperti orang-orang kebanyakan, ia seperti orang
dari daerah pedalaman.
5) Pengungkapan jalan pikiran tokoh
Ia ingin menemui anak gadisnya itu tanpa ketakutan, ingin ia
mendekapnya, mencium bau keringatnya. Dalam pikirannya, Cuma anak
gadisnya yang masih mau menyambut dirinya. Dan mungkin
ibunya,seorang janda yang renta tubuhnya, masih berlapang dada
menerima kepulangannya.
c. Alur atau Plot
Alur adalah peralihan dari satu keadaan ke keadaan yang lain menurut
Luxemburg (dalam Harjito, 2007:8).
Sedangkan menurut Kosasih (2012:35) alur (plot) merupakan pola
pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab kibat. Secara
umum, alur terbagi ke dalam bagian-bagian berikut.
1) Pengenalan situasi cerita (exposition)
Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan para tokoh, menata
adegan, dan hubungan antartokoh.
2) Pengungkapan peristiwa (complication)
Dalam bagian ini, disajikan peristiwa awal yang menimbulkan
berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi
para tokohnya.
19
3) Menuju pada adanya konflik (rising action)
Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun
keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya
kesukaran tokoh.
4) Puncak konflik (turning point)
Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang
paling besar dan mendebarkan. Pada bagian ini pula, ditentukannya
perubahan nasib beberapa tokohnya. Misalnya, apakah dia berhasil
menyelesaikan masalahnya atau gagal.
5) Penyelesaian (ending)
Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-
nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu.
d. Latar atau Setting
Latar atau setting mempunyai pengertian ruang dan waktu serta suasana
lingkungan tempat cerita itu bergerak menyatu dengan tokoh, maupun
temanya. Latar merupakan latar belakang suatu cerita dimana dan kapan serta
dalam keadaan bagaimana cerita itu terjadi.
Sedangkan setting bukan hanya berfungsi latar yang hanya bersifat fisikal
untuk membuat suatu cerita menjadi logis. Ia juga memiliki fungsi psikologis
sehingga setting pun mampu menuansakan makna tertentu serta mampu
menciptakan suasana-suasana yang tertentu yang menggerakkan emosi atau
aspek kejiwaan pembacanya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa setting adalah latar peristiwa
dalam karya fiksi, baik berupa tempat, waktu mapun peristiwa, serta memiliki
fungsi fisikal dan psikologis, (Aminuddin, 2002:67). Latar memberikan pijakan
cerita secara kongkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan
realitas kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah
sungguh-sungguh ada dan terjadi.
e. Gaya
Dalam karya sastra istilah style mengandung pengertian cara seorang
pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan media bahasa
20
yang indah dan baik serta mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat
menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca, (Aminuddin, 2002:72).
f. Sudut Pandang atau Point of View
Menurut Sudjiman (dalam Harjito, 2007:11) antara sudut pandang dan
pusat pengisahan berbeda. Sudut pandang merupakan suatu cerita yang
bermula dari sudut pencerita dengan pengisahannya.
g. Amanat
Amanat merupakan ajaran moral atau pesan didaktis yang hendak
disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya itu. Amanat tersirat
di balik kata-kata yang disusun, dan juga berada di balik tema yang
diungkapkan. Karena itu, amanat selalu berhubungan dengan tema cerita itu.
Misalnya, tema suatu cerita tentang hidup bertetangga, maka cerita amanatnya
tidak akan jauh dari tema itu: pentingnya menghargai tetangga, pentingnya
menyantuni tetangga yang miskin, dan sebagainya, (Kosasih, 2012:36).
C. Menulis Cerpen
Para penulis belum menyadari pentingnya tujuan dalam menulis. Nampak
bahwa beberapa penulis memulai dan mengembangkan cerpennya tanpa tujuan
yang jelas. Akibatnya jalan cerita tersasar dan bertele-tele yang tidak perlu. Saya
tekankan bahwa cerita pendek hanya hanya mengemukakan suatu aspek saja
secara tajam. Tujuan menulis cerpen merupakan pegangan untuk mengembangkan
imajinasi dan tanggapan kehidupan, (Sumardjo, 1994:82).
Ada tiga hal yang patut diperhatikan dalam menentukan arah penulisan
cerpen, yakni tentang apa, dasar kepercayaan atau keyakinan hidup dan apa yang
akan dibuktikannya, (Sumardjo, 1994:82-84).
a. Tentang apa
Inilah obyek cerpen. Dalam hal ini kita bisa menulis tentang segala
macam obyek. Misalnya tentang kehidupan guru, kehidupan tukang bakso,
penggali kubur dan sebagainya. Atau bercerita tentang peperangan, bencana,
kecelakaan, percintaan, perkawinan dan sebagainya.
b. Dasar keyakinan
21
Sastra bukan hanya khayalan dan barang permainan belaka. Ia adalah
juga ekspresi serius seseorang dalam menanggapi kehidupan ini. Di sinilah
diperlukan dasar keyakinan seseorang dalam tulisan-tulisannya.
c. Apa yang hendak dibuktikannya
Pengarang harus memiliki ketangkasan menulis, menyusun cerita yang
menarik. Tetapi cerita yang menarik tadi untuk apa, misalnya memilih
obyek untuk membuat cerita serta pengarang dapat berpegangan pada
maksud menulis cerpen.
D. Model Pembelajaran
Model pembelajaran merupakan suatu desain yang menggambarkan rincian
proses dan penciptaan situasi lingkungan belajar yang memungkinkan siswa untuk
berinteraksi dengan lingkungan pendidikannya sehingga terjadi perubahan dan
perkembangan dalam diri siswa, (Syarifah, 2009:42).
Model pembelajaran (Syarifah, 2009:43) dapat dibagi berdasarkan rumpun
materi atau bahan ajar, antara lain:
1. Rumpun model sosial, meliputi model bermain peran (role play models)
dan model klasifikasi nilai (value classification models).
2. Rumpun pemrosesan informasi, meliputi model berpikir induktif, model
berpikir sinektik, dan model pemerolehan konsep.
3. Rumpun pembelajaran pribadi, meliputi model nondirektif brainstroming
(siswa mencurahkan perasaan) dan model problem solving (siswa dibantu
pemecahan masalahnya).
4. Rumpun pembelajaran behavioral, meliputi model pengelolaan kontigensi
(reaksi pengatan), model pengendalian diri (pengembangan diri,
kecakapan hidup, life skil), (Syarifah, 2009:43).
a. Macam-macam Model Pembelajaran
Menurut Ngatmini (2010:75-85) bahwa model-model pembelajaran terdiri
atas:
1. Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
22
Cooperative Learning merupakan model pembelajaran yang berpusat
pada siswa mendasarkan diri pada perspektif filosofi John Dewey.
Sehubungan dengan penerapan model Cooperative Learning, guru dapat
menggunakan pendekatan Student Team Achievement Division (STAD).
Jigsaw, Group Investigation (GI), atau pendekatan struktural.
2. Model Problem Based Learning
Model problem based learning (PBL) merupakan kegiatan pembelajaran
yang guru berperan menyodorkan berbagai masalah, memberi pertanyaan dan
menfasilitasi infestigasi dan dialog.
Model pembelajaran ini memiliki fitur-fitur sebagai berikut.
a) Pertanyaan atau masalah perangsang.
b) Fokus Interdisipliner.
c) Investigasi autentik.
d) Produksi artefak dan exhibit.
e) Kolaborasi.
3. Model Example Non Example
Model pembelajaran example non example atau juga dapat disebut
example and non-example merupakan model pembelajaran yang
menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Model example non
example juga merupakan contoh dari kasus atau gambar yang relevan dengan
kompetensi dasar.
4. Model Classroom Discussion (Diskusi Kelas)
Diskusi merupakan prosedur yang digunakan untuk mendorong
pertukaran verbal di antara siswa-siswanya. Diskusi sebagai situasi yang guru
dan siswa atau siswa dan siswa lainnya saling bercakap-cakap dan berbagi ide
dan pendapat.
E. Model Pembelajaran Project BasedLearning
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan pada pendekatan CTL adalah
Project Based Learning yang merupakan pendekatan model pembelajaran yang
memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk
pembelajaranya (pengetahuan dan keterampilan baru) dan mengkluminasikannya
dalam produk nyata, demikian menurut Ngatmini dkk, (2010:18).
23
Menurut Depdiknas (dalam Komalasari, 2010:70) project based learning
merupakan pendekatan pembelajaran yang membutuhkan suatu pembelajaran
yang membutuhkan suatu pembelajaran komprehensif dimana lingkungan belajar
siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah
autentik termasuk pendalaman materi suatu materi pelajaran, dan melaksanakan
tugas bermakna lainnya.
Menurut Bern dan Erickson (dalam Komalasari, 2010:70) project based
learning merupakan pendekatan yang memusat pada prinsip dan konsep utama
suatu disiplin, melibatkan siswa dalam memecahkan masalah dan tugas penuh
makna lainnya, mendorong siswa untuk bekerja mandiri membangun
pembelajaran dan pada akhirnya menghasilkan karya nyata.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa project based learning adalah metode
pengajaran sistematik yang mengikutsertakan pelajar ke dalam pembelajaran
pengetahuan dan keahlian yang kompleks.
F. Model-Model Pembelajaran Berbasis Proyek
Model-model pembelajaran berbasis proyek meliputi:
1. Pembelajaran Portofolio
Pada umumnya portofolio dikenal sebagai model penilaian, yaitu
kumpulan hasil ulangan harian, formatif, sumatif, dan nilai tugas terstruktur
yang disusun dalam satu map jepit (binder). Portofolio ini biasanya
merupakan karya terpilih dari seorang siswa, atau kelompok, atau karya satu
kelas secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif, (Komalasari,
2010:70).
2. Inquiry
Inquiry merupakan model pembelajaran yang berupaya menanamkan
dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses
pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan
kreativitas dalam memahami konsep dan memecahkan masalah, (Komalasari,
2010:73).
3. Group Investigation
Group Investigation merupakan model investigasi kelompok sering
dipandang sebagai model yang paling kompleks, yang melibatkan siswa sejak
24
perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk
mempelajarinya melalui investigasi, (Komalasari, 2010).
4. Karyawisata
Komalasari (2010:77) berpendapat bahwa model karyawisata merupakan
model pembelajaran yang mengajak siswa untuk mengunjungi objek-objek
tertentu dalam rangka menambah dan memperluas wawasan terhadap objek
yang dipelajari.
Salah satu model pembelajaran berbasis proyek yaitu model Inquiry,
dimana peranan guru dalam model pembelajaran berbasis pproyek sama
dengan model Inquiry berikut langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek,
( Hamdani, 2010:183).
a. Guru merencanakan pelajaran sehingga pelajaran terpusat pada masalah-
masalah yang tepat untuk diselidiki para siswa.
b. Guru menyajikan materi pelajaran yang diperlukan sebagai dasar bagi
siswa untuk memecahkan masalah.
c. Guru memerhatikan cara penyajian yang enaktif.
d. Apabila siswa memecahkan masalah, guru hendaknya berperan sebagai
seorang pembimbing.
Berikut beberapa kelebihan dan kelemahan atas penggunaan metode
proyek, (Hamid, 2011:211-212).
a) Kelebihan Model Proyek
Adapun beberapa kelebihan atas penggunaan model proyek dalam
pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Dapat merombak pola pikir siswa dari yang sempit menjadi lebih luas
dan menyeluruh, ketika memandang dan memecahkan masalah yang
dihadapi dalam kehidupan.
2. Melalui model ini, siswa dibina untuk membiasakan diri menerapkan
pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terpadu, sehingga
diharapkan bisa berguna dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-
hari.
b) Kelemahan Model Proyek
Adapun kekurangan dari pemakaian model proyek dalam pembelajaran
adalah:
25
1. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal
maupun horisontal, belum menunjang pelaksanaan model proyek.
2. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan model ini
sukar, sehingga memerlukan keahlian khusus dari para guru.
3. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan siswa,
cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
4. Bahan pelajaran sering menjadi luas, sehingga dapat mengaburkan
pokok unit yang dibahas.
G. Kerangka Berfikir
Pembelajaran menulis merupakan pembelajaran yang kurang diminati oleh
siswa, khususnya menulis cerpen. Siswa cenderung malas untuk mengungkapkan
gagasan dan pikirannya lewat tulisan dan bisa saja dipengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu karena metode dan model pembelajarannya kurang menarik dan
cenderung membosankan. Akibat dari pembelajaran yang seperti itu membuat
siswa menjadi pasif dan kemampuan menulis pun semakin rendah.
Di dalam pembelajaran menulis cerpen siswa dapat berekspresi dengan
mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat yang mereka miliki. Masalah yang
juga dimiliki oleh siswa adalah mereka kesulitan menentukan ide yang akan
dipakai dalam penulisan cerpen. Guru dapat membantu siswa untuk menemukan
ide sebagai bahan menulis cerpen dengan menerapkan model pembelajaran.
Dengan adanya model pembelajaran siswa diharapkan dengan mudah menemukan
ide untuk menulis cerpen.
Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerpen, dapat tercapai dengan
adanya perubahan belajar dari yang pasif menjadi aktif. Siswa harus lebih aktif
dalam pembelajaran menulis cerpen. Agar siswa aktif, guru juga harus
memberikan sesuatu yang menarik minat siswa. salah satu hal yang dapat dipakai
sebagai sarana untuk menarik perhatian siswa adalah dengan menggunakan model
pembelajaran project based learning.
Dengan adanya model pembelajaran project based learning dapat menyalurkan
pesan, merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga mendorong
terciptanya proses belajar pada diri siswa.
Model project based learning sebagai salah satu model untuk mengefektifkan
pembelajaran menulis cerpen. Dengan model project based learning dapat
menjadikan siswa aktif serta membantu siswa dalam berfikir untuk menulis
26
cerpen berdasarkan pengalaman orang lain menjadi sempurna. Hal di atas yang
menjadikan pertimbangan sebagai bahan penelitian yang melatar belakangi
penyusunan skripsi dengan judul Efektivitas Model Project Based Learning
dalam Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1
Batangan Tahun ajaran 2012/2013.
Pola rancangan kerangka berfikir dalam penelitian dapat dijelaskan pada bagan
berikut:
Tabel 2.1
Bagan Kerangka berfikir
Pada bagan kerangka berfikir dapat dijelaskan bahwa penggunaan model
project based learning dalam proses belajar mengajar lebih efektif dapat
meningkatkan hasil pembelajaran menulis cerpen siswa, dibandingkan proses
belajar mengajar tanpa menggunakan model project based learning. Jadi, dapat
Guru Siswa
Pembelajaran menulis cerpen yang
disampaikan tanpa menggunakan
model project based learning.
Mengalami kesulitan dalam
pembelajaran menulis cerpen.
Pembelajaran menulis cerpen yang
disampaikan dengan menggunakan
model project based learning.
Hasil pembelajaran menulis cerpen
lebih efektif.
27
diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model PBL efektif digunakan dalam
pembelajaran menulis cerpen.
H. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian,
dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat
pertanyaan, (Sugiyono, 2010:96). Sedangkan menurut Aikunto (2010:110),
hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap
permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Arikunto (2010:112) menyebutkan bahwa, ada dua jenis hipotesis, yaitu
hipotesis kerja atau hipotesis alternatif dan hipotesis nol. Menurut Sugiyono
(2009:97) hipotesis nol (H

) adalah hipotesis yang dirumuskan karena teori yang


digunakan masih diragukan kehandalannya. Berdasarkan landasan teori dari
kerangka berpikir dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H

= Penerapan model project based learning efektif dalam pembelajaran menulis


cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013.
H

= Penerapan model project based learning tidak efektif dalam pembelajaran


menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013.
Kriteria yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:
Jika t

maka hipotesis kerja (H

) diterima dan hipotesis nihil (H

)
ditolak.
Jika t

maka hipotesis kerja (H

) ditolak dan hipotesis nihil (H

)
diterima.
28
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian
kuantitatif biasanya menggunakan alat atau statistik dalam menganalisis data
(Djojosuroto, 2004:121).
Sedangkan menurut Sugiyono (2009:14), penelitian kuantitatif dapat diartikan
sebagai metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, maksudnya
bahwa metode penelitian ini untuk memperoleh kebenaran dalam penelitian yang
bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi dan digunakan
untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel
pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan
instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan
untuk menguji hipotesis yang telah diterapkan.
Desain penelitian ini menggunakan metode eksperimen metode eksperimen
merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan
tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono,
2009:107).
Metode eksperimen ini bertujuan untuk memperoleh data yang meyakinkan
mengenai efek dari suatu variabel pada variabel lain, yaitu dengan cara memberi
perlakuan pembelajaran menulis cerpen menggunakan model project based
learning kepada kelompok eksperimen kemudian membandingkan hasil sebelum
dan sesudah dikenai perlakuan. Penelitian ini juga untuk mengetahui keefektifan
penerapan model project based learning dalam meningkatkan kemampuan
menulis pada siswa kelompok eksperimen.
29
B. Desain Penelitian
Dalam perwujudan penelitian, peneliti menggunakan desain penelitian lemah
(pre-experimental) (Sugiyono, 2009:109). Dalam model desain penelitian ini,
kelompok tidak diambil secara acak, tetapi diberi tes awal dan tes akhir di
samping perlakuan. Dalam hal ini, sebelum dilakukan pembelajaran menulis
cerpen dengan model pembelajaran project based learning peneliti mengadakan
tes awal, kemudian diberi perlakuan yaitu menulis cerpen dengan model project
based learning. Setelah diberi perlakuan tersebut kemudian diberi tes akhir. Hasil
kedua tes dibandingkan. Desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut.
A

Keterangan:
A : kelompok yang diteliti.
O

: pre-test atau prates, untuk mengetahui rata-rata pembelajaran menulis


cerpen.
X : perlakuan atau treatmen penggunaan model project based learning dalam
pembelajaran menulis cerpen.
O

: post-tes atau pascates, untuk mengetahui rata-rata pembelajaran menulis


cerpen setelah diberi perlakuan.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi menurut Arikunto (2010:173) adalah keseluruhan subjek penelitian.
Apabila ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka
penelitiannya adalah penelitian populasi. Adapun populasi penelitian ini adalah
siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri atas
delapan kelas, yaitu kelas X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7 dan X8.
Sampel menurut Arikunto (2010:174) adalah sebagian atau wakil populasi
yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila dimaksudkan untuk
menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah
siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013 dengan
30
mengambil satu kelas yang dipilih secara acak. Penentuan sampel pada penelitian
ini, mengambil dengan cara clutser random sampling (sampel kelas acak), dengan
anggapan bahwa setiap kelas individu atau kelompok dalam populasi memiliki
kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Setelah melalui proses tersebut,
maka diperoleh sampel yaitu kelas X2 sebagai sampel penelitian.
D. Data dan Sumber Data
Sumber data penelitian ini diperoleh dari hasil menulis cerpen siswa kelas X
SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013.
Data penelitian ini adalah nilai menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1
Batangan tahun ajaran 2012/2013.
E. Variabel Penelitian
Menurut Arikunto (2010:159) variabel adalah objek penelitian yang bervariasi.
Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu
penelitian.
Dalam penelitian yang mempelajari pengaruh suatu treatment, terdapat variabel
penyebab (X) atau variabel bebas (independent variable) dan variabel akibat (Y)
atau variabel terikat (dependent variable). Karena penelitian ini adalah penelitian
eksperimen, maka pada penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas
(X) dan variabel terikat (Y) karena ada yang mempengaruhi dan yang
dipengaruhi. Dalam penelitian ini variabel yang mempengaruhi adalah
penggunaan model Project Based Learning sehingga disebut variabel bebas,
sedangkan variabel yang dipengaruhi adalah pembelajaran menulis cerpen
disebut variabel terikat.
Jika dirincikan, variabel penelitian pada judul skripsi ini adalah sebagai
berikut.
1. Variabel bebas (X) penelitian yang berupa penggunaan model project
based learning sebagai variabel bebas.
2. Variabel terikat (Y) yang berupa kemampuan menulis cerpen sebagai
variabel terikat.
F. Teknik Pengumpulan Data
Mengumpulkan data adalah mengamati objek yang diteliti. Mengumpulkan
data merupakan pekerjaan yang penting dalam meneliti. Data digunakan untuk
mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang diteliti. Itulah
31
sebabnya menyusun pengumpulan data harus ditangani secara serius agar
diperoleh hasil yang sesuai dengan kegunaannya. Teknik yang digunakan dalam
pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode tes dan metode nontes.
1. Metode Tes
Metode tes digunakan untuk mendapatkan data mengenai kemampuan
siswa dalam menulis cerpen. Melalui teknik ini metode tes yang diberikan
mengacu pada materi pelajaran yang digunakan sebagai materi dalam
penelitian yaitu kemampuan menulis (Arikunto, 2006:223). Tes ini dilakukan
sebanyak dua kali, yaitu:
a. Tes pertama yaitu tes yang dilakukan sebelum diberi penjelasan (pre-
test).
b. Tes kedua yaitu tes yang dilakukan sesudah diberi penjelasan (post-
test).
Pre-test adalah tes yang dilakukan sebelum menggunakan model project
based learning dalam pembelajaran menulis cerpen. Sedang post-test adalah
tes yang dilakukan setelah menggunakan model project based learning dalam
pembelajaran menulis cerpen.
2. Metode Nontes
a. Observasi atau Pengamatan
Observasi penelitian ini menggunakan instrumen pedoman observasi.
Dalam pengambilan data-data aspek yang diobservasi adalah penggunaan
model project based learning dalam pembelajaran keterampilan menulis
cerpen di kelas. Dalam melaksanakan observasi ini dilakukan untuk
mendapatkan daftar nama siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun
ajaran 2012/2013.
Tabel 3.1 Lembar Observasi
NO PERILAKU SISWA
HASIL PENGAMATAN
KETERANGAN
YA TIDAK
1.
2.
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dan
mempersiapkan model yang
disesuaikan dengan materi
pembelajaran.
Guru menampilkan,
menjelaskan di depan
siswa.
32
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Model yang digunakan guru
sesuai dengan materi.
Materi yang digunakan guru
menarik dan tidak
membosankan.
Guru menjelaskan cara
menulis cerpen dengan
model.
Siswa memperhatikan guru
pada saat menjelaskan
model yang diterapkan
dalam pembelajaran.
Siswa melakukan kegiatan
sesuai dengan perintah
guru.
Guru mengadakan tes untuk
membuat cerpen sesuai
dengan pengalaman hidup
orang lain.
Siswa mendiskripsikan di
depan kelas hasil tes
membuat cerpen.
Siswa merasa senang dan
mendapat pengalaman baru
dalam pembelajaran
menulis cerpen model
project based learning.
b. Dokumentasi
Dalam melaksanakan metode dokumentasi ini yakni untuk
mendapatkan daftar nama siswa dan foto pada waktu pelaksanaan
penelitian, yakni untuk mengetahui nama siswa kelas X SMA Negeri 1
Batangan tahun ajaran 2012/2013.
G. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat ukur dalam penelitian (Sugiyono, 2010:148).
Jadi, instrumen dalam penelitian bergantung pada banyaknya teknik pengumpulan
data dalam sebuah penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
beberapa teknik tes. Maka dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah
instrumen berupa soal tes melakukan kegiatan menulis cerpen pada siswa.
Dalam instrumen soal tes, digunakan untuk mengukur kemampuan siswa
dalam menulis cerpen, ukuran keberhasilan terkandung dalam kompetensi dasar
33
yang ada dalam silabus kelas X semester 2 yaitu terdapat dalam standar isi
berikut.
Tabel 3.2 Standar Isi
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Menulis
16. mengungkapkan pengalaman diri
sendiri dan orang lain kedalam
cerpen.
16.2 menulis karangan berdasarkan
pengalaman orang lain dalam cerpen
(pelaku, peristiwa, latar).
Tes dilaksanakan berdasarkan rujukan pada kompetensi dasar tersebut. Oleh
karena itu, penilaian menulis cerpen menggunakan pedoman penskoran yang
dirancang oleh peneliti yang terjabar dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP).
Soal tes tersebut adalah tes yang diberikan setelah memberi pembahasan
materi tersebut selesai. Dalam penelitian ini kemampuan menulis cerpen,
dilakukan dengan penelitian proses dan penelitian hasil. Instrumen yang dipakai
dalam penelitian ini adalah:
1. Contoh cerpen
2. Soal yang harus dikerjakan
Tuliskanlah sebuah karangan berdasarkan pengalaman hidup orang
lain dalam bentuk cerita pendek! Dengan memperhatikan (pelaku,
peristiwa, latar).
Penelitian hasil merujuk pada hasil menulis cerpen yang dibuat oleh siswa.
Penilaian proses dilakukan dengan menggunakan pedoman penskoran yang
dirancang oleh peneliti. Berikut ini disajikan pedoman penskoran berdasarkan
kriteria tiap-tiap aspek penilaian.
Tabel 3.3 Pedoman penskoran kemampuan menulis cerpen
NO ASPEK
PENILAIAN
DESKRIPTOR SKOR KATEGORI
A Aspek Kebahasaan
34
1. Pilihan kata/diksi 1. Sesuai
2. Kurang sesuai
10
5
Tinggi/sangat baik
Sedang/baik
2. Ejaan/tanda baca 1. Sesuai
2. Kurang sesuai
10
5
Tinggi/sangat baik
Sedang/baik
B Aspek Kesusastraan
1. Tema 1. Sesuai dengan
isi cerita
2. Kurang sesuai
dengan isi
cerita
10
5
Tinggi/sangat baik
Sedang/baik
2. Alur 1. Sesuai dengan
jalan cerita
2. Mendekati
sesuai dengan
jalan cerita
3. Kurang sesuai
dengan isi
cerita
20
15
5
Tinggi/sangat baik
Sedang/baik
Rendah/kurang
3. Latar 1. Sesuai
2. Kurang sesuai
10
5
Tinggi/sangat baik
Rendah/kurang
4. Sudut pandang 1. Sesuai
2. Kurang sesuai
10
5
Tinggi/sangat baik
Rendah/kurang
5. Gaya bahasa 1. Mendukung
makna
keseluruhan
2. Mendekati
mendukung
makna
3. Kurang
mendukung
makna
20
15
5
Tinggi/sangat baik
Sedang/baik
Rendah/kurang
35
6. Tokoh dan penokohan 1. Sesuai dengan
keduanya
2. Kurang sesuai
dengan
keduanya
10
5
Tinggi/sangat baik
Rendah/kurang
Skor Maksimal 100
Cara menghitung skor
Nilai % =


skor ideal (100)
Tabel 3.4 Hasil Penskoran
NO RENTANG NILAI KATEGORI
1.
85 100
Tinggi atau sangat baik
2.
66 84
Sedang atau baik
3. 0 65 Rendah atau kurang
Berdasarkan pedoman penjumlahan skor di atas, dapat diketahui hasil tes
menulis cerpen. Siswa akan memperoleh hasil sangat baik adalah siswa yang
mendapat nilai 85-100, siswa yang memperoleh hasil baik adalah siswa yang
mendapat nilai 66-84, siswa yang memperoleh hasil kurang adalah siswa yang
mendapat nilai 0-65.
Sedangkan pedoman penyusunan angket disesuaikan dengan tujuan
penelitian angket disusun guna mendapat data yang valid sehingga hasil dari
penelitianpun bersifat valid pula. Angket berisi pertanyaan atau pernyataan yang
harus diisi oleh siswa dengan seksama, agar mendapatkan data yang diharapkan
oleh peneliti. Penyusunan angket dapat dilihat sebagai berikut.
36
Tabel 3.5 Angket Minat Siswa
No Pernyataan
Skala
Skor
SL SR KD JR TP
1. Saya berusaha mengikuti pelajaran bahasa
Indonesia dengan baik.
2. Saya akan merasa sangat rugi jika tidak
mengikuti pelajaran bahasa Indonesia.
3. Saya berusaha memiliki buku pelajaran
bahasa Indonesia.
4. Saya berusaha mencari bahan lewat internet
dan perpustakaan.
5. Saya berusaha mengerjakan soal-soal latihan
di rumah.
6. Saya berusaha menyelesaikan tugas bahasa
Indonesia tepat waktu.
7. Saya berusaha memahami pelajaran bahasa
Indonesia dengan sungguh-sungguh.
8. Saya akan bertanya kepada guru jika ada
yang tidak jelas.
9. Saya berusaha mendiskusikan materi
pelajaran bahasa Indonesia dengan teman.
10 Saya merasa pelajaran bahasa Indonesia
bermanfaat.
Skor Total :
Keterangan:
SL: Selalu (skor 5)
SR: Sering (skor 4)
KD: Kadang-kadang (skor 3)
JR: Jarang (skor 2)
TP: Tidak pernah (skor 1)
Minat Siswa =

100 %
37
Keterangan:
n : skor yang diperoleh tiap siswa
N: jumlah seluruh skor
Kriteria penilaian adalah sebagai berikut.
a. Tidak berminat apabila siswa mendapat skor 10-17.
b. Kurang berminat apabila siswa mendapat skor 18-25.
c. Cukup berminat apabila siswa mendapat skor 26-33.
d. Berminat apabila siswa mendapat skor 34-41.
e. Sangat berminat apabila siswa mendapat skor 42-50.
H. Analisis Data
Untuk mengetahui efektivitas penggunaan model Project Based Learning
dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan
Tahun Ajaran 2012/2013, dengan membandingkan kemampuan menulis hasil pre-
test dan post-test. Adapun rumus untuk menghitung perbandingan kemampuan
menulis hasil pre-test dan post-test dengan menggunakan uji t.
T=

()
Keterangan:
Mk = mean dari kelompok sesudah pemberian model Project Based Learning
Me = mean dari kelompok sebelum pemberian model Project Based Learning

= jumlah deviasi dari mean perbedaan


N = jumlah subjek (Hadi, 2000:278).
38
Langkah-langkah untuk menganalisis data dengan menggunakan uji t sebagai
berikut.
1. Membuat tabel persiapan analisis uji t
Tabel 3.6 Persiapan Analisis Uji t
Pasangan Kemampuan menulis B b

E - K E K
Keterangan :
B = perbedaan kemampuan menulis sebelum dan sesudah perlakuan
MB =

B = B MB
Kemudian dihitung dengan uji t.
2. Membandingkan Hasil Perhitungan dengan Harga t Tabel
Untuk mengetahui hipotesis kerja diterima atau ditolak, maka hasil
perhitungan uji t tersebut dikonsultasikan dengan nilai t tabel taraf signifikasi
5% (dk = n-1). Jika hasilnya t hitung t tabel maka hipotesis diterima.
39
BAB IV
EFEKTIVITAS MODEL PROJ ECT BASEDLEARNI NGDALAM
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS X SMA
NEGERI 1 BATANGAN TAHUN AJARAN 2012/2013
A. Hasil Penelitian
1. Persiapan Penelitian
Setelah proposal penelitian disetujui, peneliti segera melakukan penelitian
di sekolah yang telah ditentukan yaitu di SMA Negeri 1 Batangan. Namun
sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan persiapan terlebih dahulu
agar penelitian berlangsung dengan baik. Persiapan tersebut antara lain:
a. Pengumpulan Informasi
Informasi yang dimaksud adalah informasi yang berhubungan dengan
objek penelitian. Oleh karena itu, langkah yang pertama dilakukan dalam
mempersiapkan penelitian adalah mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.
Informasi yang dibutuhkan dalam penelitian antara lain jumlah peserta didik
kelas X, jumlah kelas X, dan nama peserta didik yang diperoleh dari guru
bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013.
Adapun hasil dari pengumpulan informasi yaitu untuk jumlah siswa kelas
X SMA Negeri 1 Batangan berjumlah 216 siswa yang terbagi menjadi 8 kelas
untuk masing-masing kelas berjumlah 27 siswa.
40
Tabel 4.1
Jumlah Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Batangan Tahun Ajaran 2012/2013
No Kelas Jumlah Siswa
1 X1 27 siswa
2 X2 27 siswa
3 X3 27 siswa
4 X4 27 siswa
5 X5 27 siswa
6 X6 27 siswa
7 X7 27 siswa
8 X8 27 siswa
Jumlah 216 siswa
a. Menentukan Populasi dan Sampel Penelitian
Sesuai dengan judul skripsi yang diajukan, populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran
2012/2013 yang berjumlah 216 siswa, sedangkan untuk sampel adalah siswa
kelas X2 SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah
siswa 27 siswa. berikut data daftar nama siswa sebagai sampel dalam
penelitian.
41
Tabel 4.2
Daftar Nama Siswa Kelompok Eksperimen
NO NIS NAMA SISWA L/P
1. 1820 ANNISA NUR ROCHMAH P
2. 1821 ATIK MEI ANI P
3. 1822 AYU SRI WAHYUNI P
4. 1823 BAYU MUSTIKA L
5. 1824 CATUR SUDARMANA L
6. 1825 CHRISTIYAN RAHARDJO L
7. 1826 DANIEL SETYO UTOMO L
8. 1827 DIAN PERMATASARI P
9. 1829 GRACE PRILIA SONRA EVELINE SITORUS P
10. 1830 JAMBARI RIYANTO L
11. 1831 JEVRI NUGROHO SETIANTO L
12. 1832 KIKIH KRISDIANTO L
13. 1833 LIA RUMIATI P
14. 1834 NOVIANTI P
15. 1835 NUR CAHYANINGSIH P
16. 1836 PUPUT LESTARI P
17. 1837 RIZKI OKTAVIANI P
18. 1838 THEZZA AYUN INKTYAZ P
19. 1839 ULFA CHOIRIYATUN NISA P
20. 1840 VIVI ARYANTI P
21. 1841 WINDA AYU SUSANTI P
22. 1842 YAYUK NUR HIKMAH P
23. 1843 YOSIE APRILIANA P
24. 1844 YUNI AMBARWATI P
25. 1845 YUSAK KORNIAWAN L
26. 1846 YUSWA ANDRIAN L
27. 1863 MARIA AYU RESPANINGTYAS P
Keterangan:
L (Laki-laki) = 9 siswa
P (Perempuan) = 18 siswa
Jumlah = 27 siswa
b. Mempersiapkan Perangkat Pembelajaran
Sebelum pembelajaran dilaksanakan perlu disiapkan beberapa perangkat
pembelajaran, yaitu silabus kelas X, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
42
kelas X semester 2 dengan standar kompetensi (SK) menulis karangan
berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen (pelaku, peristiwa, dan latar).
RPP dalam pembelajaran menulis cerpen pada penelitian ini menggunakan 1
RPP, dimana dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terdapat 2
alokasi waktu yaitu pertama menulis cerpen tanpa menggunakan model project
based learning, dan yang kedua rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
menulis cerpen dengan menggunakan model project based learning. Selain
silabus dan RPP juga dipersiapkan buku kumpulan cerpen sebagai media
pembelajaran dan bahan ajar yang berkaitan dengan menulis cerpen, seperti
unsur-unsur cerpen dan contoh cerpen.
b. Deskripsi Data Kemampuan Menulis
Pada hasil penelitian ini disajikan deskripsi data kemampuan menulis
cerpen hasil pre-test sebelum pembelajaran menulis menggunakan model
project based learning dan post-test setelah pembelajaran menulis
menggunakan model project based learning. Kegiatan penelitian dilaksanakan
sebanyak dua kali pertemuan dan setiap satu kali pertemuan berlangsung
selama dua jam pelajaran 245 menit. Dalam pertemuan pertama dilakukan
test awal untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen siswa sebelum
menggunakan model project based learning. Pada pertemuan kedua
dilaksanakan dengan menggunakan model project based learning untuk
menulis cerpen. Pelaksanaan pre-test dilaksanakan pada tanggal 23 April 2013
dan post-test dilaksanakan pada tanggal 24 April 2013 di SMA Negeri 1
Batangan tahun ajaran 2012/2013. Hasil belajar inilah yang kemudian
dianalisis untuk mengetahui ada dan tidaknya perbedaan hasil belajar menulis
cerpen siswa dengan menggunakan model project based learning dan
pembelajaran menulis cerpen siswa tanpa menggunakan model project based
learning. Efektif dan tidaknya pembelajaran menulis cerpen dengan
menggunakan model project based learning ditinjau dari hasil belajar siswa
secara individu maupun klasikal pada materi pokok menulis cerpen kelas X
SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013. Sesuai materi pokok yang
digunakan, untuk pre-test mendapat pembelajaran secara konvensional,
sedangkan post-test pembelajaran dengan menggunakan model project based
learning.
43
Aspek yang dinilai adalah diksi, ejaan, kesesuaian tema, alur, ketepatan
gaya bahasa, penggambaran latar, dan ketepatan menentukan tokoh. Masing-
masing aspek memiliki bobot yang berbeda, bergantung pada tingkat
kepentingan masing-masing aspek memiliki bobot yang berbeda ada juga yang
sama, bergantung pada tingkat kesukaran masing-masing aspek. Dari perolehan
bobot tersebut dapat ditentukan dengan skala penilaian 10-100. Dengan
demikian skor kemampuan menulis cerpen tertinggi idealnya sebesar 100.
Pada hasil penelitian ini disajikan deskripsi data kemampuan menulis
cerpen hasil pre-test dan post-test setelah menggunakan model project based
learning dan uji hipotesis. Data penelitian ini berupa kemampuan menulis
cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013 dari
hasil pre-test dan post-test setelah perlakuan dan sebelum perlakuan
pembelajaran menulis cerpen yang menggunakan model project based
learning. Data kemampuan menulis cerpen hasil pre-test dan post-test diambil
pada akhir bulan April di SMA Negeri 1 Batangan.
Setelah melakukan pembelajaran dengan model project based learning,
dapat diperoleh data berupa skor pre-test dan skor post-test dari hasil menulis
cerpen. Skor penilaian menulis cerpen terendah adalah 0 dan tertinggi 100.
Dapat dilihat kategorinya sebagai berikut.
Interval skor penilaian menulis cerpen apabila interval nilai berada di antara
angka 85-100 memiliki kategori tinggi atau sangat baik, 66-84 berkategori
sedang atau baik, dan apabila interval nilai berada di antara angka 0-65 maka
berkategori rendah atau cukup.
44
Data kemampuan menulis cerpen hasil pre-test dan post-test adalah sebagai
berikut.
a. Data kemampuan menulis cerpen hasil pre-test
Dari hasil penelitian pre-test yang telah dilaksanakan 23 April 2013 di
kelas X2 SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013 menunjukkan
bahwa data kemampuan menulis cerpen siswa sebagai berikut.
45
Tabel 4.3 Rekap Nilai Keterampilan Menulis Cerpen Kelompok Eksperimen
sebelum Perlakuan (Pre-Test)
(Tanpa Model Project BasedLearning)
NO NAMA SISWA Nilai Aspek
Kebahas
aan
Aspek Kesastraan Skor
a b c d e f g h
1. ANNISA NUR ROCHMAH 70 5 10 10 10 10 10 5 10 70
2. ATIK MEI ANI 80 5 5 10 20 10 10 10 10 80
3. AYU SRI WAHYUNI 70 5 10 10 10 10 5 10 10 70
4. BAYU MUSTIKA 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
5. CATUR SUDARMANA 65 5 5 10 10 10 10 5 10 65
6. CHRISTIYAN RAHARDJO 70 5 5 10 10 10 10 10 10 70
7. DANIEL SETYO UTOMO 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
8. DIAN PERMATASARI 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
9. GRACE PRILIA S. E. S. 65 5 5 10 10 10 10 5 10 65
10. JAMBARI RIYANTO 70 5 5 10 10 10 10 10 10 70
11. JEVRI NUGROHO SETIANTO 55 5 5 10 5 5 10 5 10 55
12. KIKIH KRISDIANTO 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
13. LIA RUMIATI 55 5 5 10 5 5 10 5 10 55
14. NOVIANTI 65 5 10 10 5 10 5 10 10 65
15. NUR CAHYANINGSIH 70 5 10 10 10 10 10 5 10 70
16. PUPUT LESTARI 75 10 10 10 10 10 10 10 5 75
17. RIZKI OKTAVIANI 80 10 10 10 10 10 10 10 10 80
18. THEZZA AYUN INKTYAZ 60 5 5 10 10 10 5 5 10 60
19. ULFA C. N 60 5 5 10 5 10 10 10 5 60
20. VIVI ARYANTI 65 10 5 10 5 10 10 10 5 65
21. WINDA AYU SUSANTI 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
22. YAYUK NUR HIKMAH 60 10 5 5 10 5 10 5 10 60
23. YOSIE APRILIANA 70 5 5 10 10 10 10 10 10 70
24. YUNI AMBARWATI 80 10 10 10 10 10 10 10 10 80
25. YUSAK KORNIAWAN 65 10 5 10 5 10 10 10 5 65
26. YUSWA ANDRIAN 60 5 5 10 5 10 10 10 5 60
27. MARIA AYU R 60 5 5 10 5 10 10 10 5 60
Keterangan:
a. Diksi d. Alur g. Gaya Bahasa
b. Ejaan e. Latar h. Tokoh
c. Tema f. Sudut Pandang
46
Tabel 4.4
Nilai Keterampilan Menulis Cerpen Kelompok Eksperimen sebelum
Perlakuan (Pre-Test)
(Tanpa Model Project BasedLearning)
NO NIS NAMA SISWA Nilai
1. 1820 ANNISA NUR ROCHMAH 70
2. 1821 ATIK MEI ANI 80
3. 1822 AYU SRI WAHYUNI 70
4. 1823 BAYU MUSTIKA 60
5. 1824 CATUR SUDARMANA 65
6. 1825 CHRISTIYAN RAHARDJO 70
7. 1826 DANIEL SETYO UTOMO 60
8. 1827 DIAN PERMATASARI 60
9. 1829 GRACE PRILIA SONRA EVELINE SITORUS 65
10. 1830 JAMBARI RIYANTO 70
11. 1831 JEVRI NUGROHO SETIANTO 55
12. 1832 KIKIH KRISDIANTO 60
13. 1833 LIA RUMIATI 55
14. 1834 NOVIANTI 65
15. 1835 NUR CAHYANINGSIH 70
16. 1836 PUPUT LESTARI 75
17. 1837 RIZKI OKTAVIANI 80
18. 1838 THEZZA AYUN INKTYAZ 60
19. 1839 ULFA CHOIRIYATUN NISA 60
20. 1840 VIVI ARYANTI 65
21. 1841 WINDA AYU SUSANTI 60
22. 1842 YAYUK NUR HIKMAH 60
23. 1843 YOSIE APRILIANA 70
24. 1844 YUNI AMBARWATI 80
25. 1845 YUSAK KORNIAWAN 65
26. 1846 YUSWA ANDRIAN 60
27. 1863 MARIA AYU RESPANINGTYAS 60
jumlah 1770
Rata-rata 65,5
47
Pemerolehan skor kemampuan menulis cerpen pada hasil pre-test skor
tertinggi yang diperoleh 80, sedangkan skor terendah yang diperoleh sebesar
55, dan rata-rata yang diperoleh hasil pre-test sebesar 65,5.
Dengan demikian, maka rata-rata kemampuan menulis cerpen hasil pre-
test sebesar 65,5 berada dalam interval antara 0-65 berarti termasuk kategori
rendah atau cukup. Data kemampuan menulis cerpen hasil pre-test dapat
dilihat pada lampiran 2.
Adapun distribusi frekuensi untuk masing-masing kategori kemampuan
menulis cerpen dapat dibuat dalam tabel distribusi sebagai berikut.
Tabel 4.5
Distribusi frekuensi kemampuan menulis cerpen hasil Pre-Test siswa
kelas X SMA Negeri 1 Batangan
Interval Nilai Frekuensi Kategori prosentase
85-100
66-84
0-65
3
7
17
Tinggi atau Sangat baik
Sedang atau Baik
Rendah atau Cukup
11,1%
26%
62,9%
jumlah 27 100 %
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa data kemampuan
menulis cerpen hasil pre-test dengan kategori tinggi atau sangat baik
sebanyak 3 siswa atau 11,1%, kategori sedang atau baik sebanyak 7 siswa
atau 26%, dan kategori rendah atau cukup sebanyak 17 siswa atau 62,9%.
Dari tabel di atas maka dapat dibuat histogram data kemampuan
menulis cerpen sebagai berikut.
Gambar 4.1 Histogram data kemampuan menulis cerpen
Dari gambar histogram
mengetahui presentase
Gambar 4.2 Bagan (
b. Data kemampuan menulis cerpen hasil
Dari hasil penelitian
April 2013 di kel
menunjukkan bahwa data kemampuan menulis cerpen siswa sebagai berikut.
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
Gambar 4.1 Histogram data kemampuan menulis cerpen
Dari gambar histogram diatas maka dapat dibuat bagan (
entase data kemampuan menulis cerpen sebagai berikut.
Gambar 4.2 Bagan (chart) data kemampuan menulis cerpen
Data kemampuan menulis cerpen hasil post-test
Dari hasil penelitian post-test yang telah dilaksanakan pada tanggal 24
di kelas X2 SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013
menunjukkan bahwa data kemampuan menulis cerpen siswa sebagai berikut.
0-65 66-84 85-100
Gambar 4.1
Nilai tes siswa
11%
26%
63%
Gambar 4.2
48
Gambar 4.1 Histogram data kemampuan menulis cerpen pre-test
atas maka dapat dibuat bagan (chart) untuk
data kemampuan menulis cerpen sebagai berikut.
) data kemampuan menulis cerpen pre-test
nakan pada tanggal 24
as X2 SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013
menunjukkan bahwa data kemampuan menulis cerpen siswa sebagai berikut.
Nilai tes siswa
Tinggi
Sedang
Rendah
49
Tabel 4.6 Rekap Nilai Keterampilan Menulis Cerpen Kelompok Eksperimen
sesudah Perlakuan (Post-Test)
(Menggunakan Model Project BasedLearning)
NO NAMA SISWA Nilai Aspek
Kebahas
aan
Aspek Kesastraan Skor
a b c d e f g h
1. ANNISA NUR ROCHMAH 75 10 5 10 10 10 10 10 10 75
2. ATIK MEI ANI 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
3. AYU SRI WAHYUNI 80 10 5 10 10 10 5 20 10 80
4. BAYU MUSTIKA 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
5. CATUR SUDARMANA 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
6. CHRISTIYAN RAHARDJO 90 10 5 10 20 10 5 20 10 90
7. DANIEL SETYO UTOMO 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
8. DIAN PERMATASARI 80 10 5 10 20 10 10 10 5 80
9. GRACE PRILIA S. E. S. 95 10 5 10 20 10 10 20 10 95
10. JAMBARI RIYANTO 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
11. JEVRI NUGROHO SETIANTO 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
12. KIKIH KRISDIANTO 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
13. LIA RUMIATI 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
14. NOVIANTI 80 10 5 10 20 10 10 5 10 80
15. NUR CAHYANINGSIH 85 10 5 10 20 10 10 10 10 85
16. PUPUT LESTARI 75 10 5 10 10 10 10 10 10 75
17. RIZKI OKTAVIANI 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
18. THEZZA AYUN INKTYAZ 85 10 5 10 20 10 10 10 10 85
19. ULFA C. N 85 10 5 10 20 10 5 10 10 85
20. VIVI ARYANTI 85 10 5 10 20 10 10 10 10 85
21. WINDA AYU SUSANTI 80 10 5 10 20 10 10 5 10 80
22. YAYUK NUR HIKMAH 75 10 10 5 10 10 10 10 10 75
23. YOSIE APRILIANA 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
24. YUNI AMBARWATI 75 10 5 10 10 10 10 10 10 75
25. YUSAK KORNIAWAN 85 10 5 10 20 10 10 10 10 85
26. YUSWA ANDRIAN 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
27. MARIA AYU R 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
Keterangan:
a. Diksi d. Alur g. Gaya Bahasa
b. Ejaan e. Latar h. Tokoh
c. Tema f. Sudut Pandang
50
Tabel 4.7
Nilai Keterampilan Menulis Cerpen Kelompok Eksperimen sesudah
Perlakuan (Post-Test)
(Menggunakan Model Project BasedLearning)
NO NIS NAMA SISWA Nilai
1. 1820 ANNISA NUR ROCHMAH 75
2. 1821 ATIK MEI ANI 80
3. 1822 AYU SRI WAHYUNI 80
4. 1823 BAYU MUSTIKA 70
5. 1824 CATUR SUDARMANA 70
6. 1825 CHRISTIYAN RAHARDJO 90
7. 1826 DANIEL SETYO UTOMO 70
8. 1827 DIAN PERMATASARI 80
9. 1829 GRACE PRILIA SONRA EVELINE SITORUS 95
10. 1830 JAMBARI RIYANTO 70
11. 1831 JEVRI NUGROHO SETIANTO 80
12. 1832 KIKIH KRISDIANTO 80
13. 1833 LIA RUMIATI 70
14. 1834 NOVIANTI 80
15. 1835 NUR CAHYANINGSIH 85
16. 1836 PUPUT LESTARI 75
17. 1837 RIZKI OKTAVIANI 80
18. 1838 THEZZA AYUN INKTYAZ 85
19. 1839 ULFA CHOIRIYATUN NISA 85
20. 1840 VIVI ARYANTI 85
21. 1841 WINDA AYU SUSANTI 80
22. 1842 YAYUK NUR HIKMAH 75
23. 1843 YOSIE APRILIANA 80
24. 1844 YUNI AMBARWATI 75
25. 1845 YUSAK KORNIAWAN 85
26. 1846 YUSWA ANDRIAN 80
27. 1863 MARIA AYU RESPANINGTYAS 70
Jumlah 2130
Rata-rata 78,8
51
Pemerolehan skor kemampuan menulis cerpen pada hasil post-test skor
tertinggi yang diperoleh 95, sedangkan skor terendah yang diperoleh sebesar
70, sehingga dapat diperoleh rata-rata hasil post-test sebesar 78,8.
Dengan demikian, maka rata-rata kemampuan menulis cerpen hasil post-
test sebesar 78,8 berada dalam interval antara 66-84 yang berarti termasuk
kategori baik. Data kemampuan menulis cerpen hasil post-test dapat dilihat
pada lampiran 3.
Adapun distribusi frekuensi untuk masing-masing kategori kemampuan
menulis cerpen dapat dibuat dalam tabel sebagai berikut.
Tabel 4.8
Distribusi frekuensi kemampuan menulis cerpen hasil Post-Test siswa
kelas X SMA Negeri 1 Batangan
Interval Nilai Frekuensi Kategori prosentase
85-100
66-84
0-65
7
20
0
Tinggi atau Sangat baik
Sedang atau Baik
Rendah atau Cukup
26%
74%
0%
jumlah 27 100 %
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa data kemampuan menulis
cerpen hasil post-test dengan kategori tinggi atau sangat baik sebanyak 7
siswa atau 26%, kategori sedang atau baik sebanyak 20 siswa atau 74%,
sedangkan kategori rendah atau cukup tidak ada.
Dari tabel tersebut di atas maka dapat dibuat histogram data kemampuan
menulis cerpen sebagai berikut.
Gambar 4.3 Histogram data kemampuan menulis cerpen
Dari gambar histogram
mengetahui presentase
Gambar 4.4 Bagan (
B. Analisis Uji Hipotesis
Berdasarkan data kemampuan menulis cerpen hasil
kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013 sebagai subjek
penelitian. Langkah selanjutnya yaitu dilakuka
efektivitas model project based learning
dapat dilihat sebagai berikut.Berdasarkan hasil
diketahui bahwa:
0
5
10
15
20
25
Gambar 4.3 Histogram data kemampuan menulis cerpen
Dari gambar histogram diatas maka dapat dibuat bagan (
mengetahui presentase data kemampuan menulis cerpen sebagai berikut.
Gambar 4.4 Bagan (chart) data kemampuan menulis cerpen
Analisis Uji Hipotesis
Berdasarkan data kemampuan menulis cerpen hasil pre-test dan
kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013 sebagai subjek
penelitian. Langkah selanjutnya yaitu dilakukan uji hipotesis untuk membuktikan
project based learning dalam pembelajaran menulis cerpen
dapat dilihat sebagai berikut.Berdasarkan hasil pre-test dan
66-84 85-100
Gambar 4.3
26%
74%
0%
Gambar 4.4
52
Gambar 4.3 Histogram data kemampuan menulis cerpen post-test
atas maka dapat dibuat bagan (chart) untuk
data kemampuan menulis cerpen sebagai berikut.
data kemampuan menulis cerpen post-test
dan post-test siswa
kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013 sebagai subjek
n uji hipotesis untuk membuktikan
dalam pembelajaran menulis cerpen
dan post-test, dapat
Nilai tes siswa
Tinggi
Sedang
Rendah
53
Tabel 4.9 Nilai Siswa Pre-Test dan Post-Test
NO NAMA SISWA Pre-Test Post-Test
1. ANNISA NUR ROCHMAH 70 75
2. ATIK MEI ANI 80 80
3. AYU SRI WAHYUNI 70 80
4. BAYU MUSTIKA 60 70
5. CATUR SUDARMANA 65 70
6. CHRISTIYAN RAHARDJO 70 90
7. DANIEL SETYO UTOMO 60 70
8. DIAN PERMATASARI 60 80
9. GRACE PRILIA SONRA EVELINE SITORUS 65 95
10. JAMBARI RIYANTO 70 70
11. JEVRI NUGROHO SETIANTO 55 80
12. KIKIH KRISDIANTO 60 80
13. LIA RUMIATI 55 70
14. NOVIANTI 65 80
15. NUR CAHYANINGSIH 70 85
16. PUPUT LESTARI 75 75
17. RIZKI OKTAVIANI 80 80
18. THEZZA AYUN INKTYAZ 60 85
19. ULFA CHOIRIYATUN NISA 60 85
20. VIVI ARYANTI 65 85
21. WINDA AYU SUSANTI 60 80
22. YAYUK NUR HIKMAH 60 75
23. YOSIE APRILIANA 70 80
24. YUNI AMBARWATI 80 75
25. YUSAK KORNIAWAN 65 85
26. YUSWA ANDRIAN 60 80
27. MARIA AYU RESPANINGTYAS 60 70
Jumlah 1770 2130
Rata-rata 65,5 78,8
M

= 78,8
M

= 65,5
b

= 2250,03
N = 27
54
Selanjutnya data tersebut dimasukkan ke dalam rumus sebagai berikut.
T =

()
=
,,

,
()
=
,

=
,

,
=
,
,
= 7,43
Kemudian hasil dari t

dibandingkan dengan t

pada taraf
signifikasi 5% dan 1%. Hasil perhitungan dapat disajikan dalam bentuk tabel
sebagai berikut.
Tabel 4.10
Rangkuman Hasil Uji Hipotesis
Kemampuan
menulis
cerpen

5%

1%
Keterangan
Pre-test
Post-test
65,5
78,8
27
27
7,43 1,67 2,39 Signifikan
55
Hasil dari perhitungan uji t ditununjukkan bahwa harga t

= 7,43 yang
ternyata lebih besar dari harga t

pada taraf signifikasi 5% maupun 1% pada dk


= 52 yaitu sebesar 1,67 dan 2,39. Hal ini memberikan arti bahwa hipotesis
alternatif (H

) yang diajukan diterima, sehingga melalui model project based


learning sangat efektif untuk pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X
SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013.
C. Pembahasan
Dalam hasil penghitungan uji hipotesis diperoleh harga t

= 7,43. Maka
langkah selanjutnya adalah mengkonsultasikan dengan t

dengan indeks daya


beda 27 + 27 2 = 52 pada taraf signifikasi 5%. Setelah dibandingkan dengan
t

dapat diketahui hasil penghitungan t

> t

yaitu 7,43 > 1,67


sehingga bunyi hipotesisnya adalah diterima dan data yang diperoleh adalah
signifikan.
Dari penghitungan uji hipotesis diperoleh t

adalah sebesar 7,43


sedangkan nilai t

dengan dk = 52 pada taraf signifikasi 1% = 2,39. Setelah


dibandingkan dengan t

dapat diketahui hasil penghitungan t

>
t

yaitu 7,43 > 2,39. Berdasarkan penghitungan tersebut maka dapat dikatakan
bahwa hipotesis alternatif (H

) yang berbunyi model project based learning


efektif dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 1
Batangan tahun ajaran 2012/2013 diterima dan data yang diperoleh sangat
signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan hipotesis alternatif (H

) diterima,
maka menunjukkan bahwa model project based learning sangat efektif dalam
pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Batangan tahun
ajaran 2012/2013.
Dari data tersebut, dapat disimpulkan model project based learning sangat
efektif dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 1
Batangan tahun ajaran 2012/2013. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata nilai
post-test yang lebih tinggi pre-test. Pada hasil post-test nilai rata-rata yang
diperoleh adalah 78,8 sedangkan pada hasil pre-test nilai rata-rata yang diperoleh
adalah 65,5. Selain itu, dapat juga dilihat pada distribusi perolehan nilai. Pada
56
hasil pre-test nilai tertinggi adalah 80 sedangkan pada hasil post-test nilai tertinggi
adalah 95.
Meningkatnya nilai yang diperoleh dalam keterampilan menulis cerpen melalui
model project based learning dikarenakan siswa lebih terampil memanfaatkan
keefektifan kalimat dengan penggunaan pilihan katanya dan menggunakan gaya
bahasa pada saat mengarang. Model project based learning digunakan agar siswa
terdorong, termotivasi untuk menulis cerpen. Melalui kegiatan ini siswa lebih
berani dalam menuangkan hasil karyanya atau terampil menuangkan seluruh ide
dan gagasannya melalui menulis cerpen. Dengan kegiatan belajar mengajar yang
menciptakan situasi lingkungan belajar yang dapat memperkenankan siswa untuk
bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya dalam produk nyata untuk
dapat mengaplikasikannya berupa sebuah karangan. Hal ini yang menjadikan
siswa lebih mudah dalam menulis karena dibantu oleh produk nyata sehingga
siswa dengan mudah membuat karanganya yang berupa cerpen.
Siswa memiliki kemampuan untuk terampil menulis apabila mampu menguasai
ejaan dan pilihan katanya. Siswa akan lebih menguasai bahan tulisan jika bahan
tulisan merupakan hasil perolehan ide atau gagasan siswa. jadi guru hendaknya
mengetahui ide yang disukai oleh siswa dan lebih kreatif lagi dalam
menyampaikan suatu materi sehingga siswa mudah menguasai materi yang akan
dibuat untuk menulis cerpen dan siswa dapat terampil menulis secara maksimal.
Siswa mengalami kendala dalam pembelajaran menulis cerpen dengan model
project based learning karena, kurangnya perhatian dan pemahaman dari siswa
saat dijelaskan oleh guru.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan keterampilan menulis yakni
dengan adanya proyek yang dijadikan sumber dalam pemerolehan suatu ide atau
gagasan, siswa lebih kreatif dan lebih tertarik untuk mengikuti pelajaran yang
disampaikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model project based
learning sangat efektif dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X
SMA Negeri 1 Batangan tahun ajaran 2012/2013.
Angket minat siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, rata-rata skor
perolehan siswa kelas X2 adalah 40,25 dan prosentase sebesar 80,5% yang berarti
keseluruhan siswa sangat berminat dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia.
57
Angket minat ini hanya untuk mengetahui seberapa besar minat siswa dalam
pembelajaran bahasa Indonesia.
58
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat diperoleh t

sebesar 7,43
dan t

1,67 pada N = 27 untuk taraf signifikan 5% serta pada taraf signifikasi


1% yakni sebesar 2,39. Hal tersebut membuktikan bahwa t

> t

artinya,
hipotesis H

diterima. Dengan demikian, model project based learning sangat


efektif dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas X SMA Negeri 1
Batangan tahun ajaran 2012/2013.
Model project based learning dapat meningkatkan pengetahuan dan
pemahaman siswa dalam memahami materi. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-
rata nilai post-test yang lebih tinggi dari pre-test. Pada hasil post-test nilai rata-
rata yang diperoleh adalah 78,8 sedangkan pada hasil pre-test nilai rata-rata yang
diperoleh adalah 65,5. Melalui model project based learning siswa dapat
mengkonstruk dalam produk nyata, siswa lebih kreatif dan lebih tertarik untuk
mengikuti pelajaran yang disampaikan. Pembelajaran yang mengkonstruk dengan
produk nyata dapat merangsang siswa menjadi aktif untuk menulis sebuah
karangan yang berupa cerpen. Hal ini yang menjadikan siswa lebih mudah dalam
menulis cerpen.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka disampaikan beberapa
saran. Saran ini dimaksudkan untuk ditujukan kepada berbagai pihak.
1. Bagi Guru
Hendaknya guru bahasa Indonesia disarankan dapat menerapkan materi
pengajaran menulis cerpen dengan model project based learning dalam proses
belajar mengajar, sehingga siswa dapat berlatih menulis cerpen. Agar kemampuan
menulis cerpen siswa lebih baik, maka siswa harus banyak berlatih dalam menulis
cerpen sehingga dapat menuangkan ide atau gagasannya dalam bentuk tulisan.
59
2. Bagi Siswa
Hendaknya siswa lebih sering berlatih menulis cerpen, membaca
kumpulan cerpen atau karangan untuk dapat terampil dalam menuangkan ide atau
pokok pikiran sehingga lebih mudah menuangkannya dalam bentuk tulisan.
3. Bagi Sekolah
Hendaknya pihak sekolah melengkapi sarana dan prasarana untuk
fasilitas belajar siswa. karena fasilitas juga akan menunjang proses pembelajaran
siswa di sekolah. Khususnya, yang berkaitan dengan proses pembelajaran menulis
yang dapat mendukung peningkatan hasil belajar siswa.
60
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Aminuddin. 2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru
Algesindo.
Djojosuroto, Sumaryati. 2004. Prinsip-prinsip Dasar dalam Penelitian Bahasa
dan Sastra. Bandung: Nuansa.
Hadi, Sutrisno. 2000. Statistik. Yogyakarta: Andi.
Hamdani. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Hamid, Sholeh. 2011. Metode Edu Tainment. Yogyakarta: Diva Press.
Harjito. 2007. Melek Sastra. Semarang: Kotak Media.
Harjito dan Nazla Maharani Umaya. 2009. Jurus Jitu Menulis Ilmiah dan
Populer. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press.
Komalasari, Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi.
Bandung: Refika Aditama.
Kosasih. 2012. Dasar-dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya.
Ngatmini, dkk. 2010. Perencanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia. Semarang:
IKIP PGRI Semarang Press.
Noor, Redyanto. 2010. Pengantar Pengkajian Sastra. Semarang: Fasindo.
Nurudin. 2012. Dasar-Dasar Penulisan. Malang: Umm Press.
Nurjamal. dkk. 2011. Terampil Berbahasa. Bandung: Alfabeta.
Rusman. 2010. Model-model Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumardjo, Jakob. 1997. Catatan Kaki Tentang Menulis Cerpen. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning. Surabaya: Pustaka Pelajar.
61
Syarifah, Ety. 2009.Pembelajaran Inovatif Bahasa Indonesia. Semarang:
Bandungan Institute.
Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
LAMPIRAN
Lampiran 1
Daftar Nama Siswa Kelompok Eksperimen
NO NIS NAMA SISWA L/P
28. 1820 ANNISA NUR ROCHMAH P
29. 1821 ATIK MEI ANI P
30. 1822 AYU SRI WAHYUNI P
31. 1823 BAYU MUSTIKA L
32. 1824 CATUR SUDARMANA L
33. 1825 CHRISTIYAN RAHARDJO L
34. 1826 DANIEL SETYO UTOMO L
35. 1827 DIAN PERMATASARI P
36. 1829 GRACE PRILIA SONRA EVELINE SITORUS P
37. 1830 JAMBARI RIYANTO L
38. 1831 JEVRI NUGROHO SETIANTO L
39. 1832 KIKIH KRISDIANTO L
40. 1833 LIA RUMIATI P
41. 1834 NOVIANTI P
42. 1835 NUR CAHYANINGSIH P
43. 1836 PUPUT LESTARI P
44. 1837 RIZKI OKTAVIANI P
45. 1838 THEZZA AYUN INKTYAZ P
46. 1839 ULFA CHOIRIYATUN NISA P
47. 1840 VIVI ARYANTI P
48. 1841 WINDA AYU SUSANTI P
49. 1842 YAYUK NUR HIKMAH P
50. 1843 YOSIE APRILIANA P
51. 1844 YUNI AMBARWATI P
52. 1845 YUSAK KORNIAWAN L
53. 1846 YUSWA ANDRIAN L
54. 1863 MARIA AYU RESPANINGTYAS P
Keterangan:
L (Laki-laki) = 9 siswa
P (Perempuan) = 18 siswa
Jumlah = 27 siswa
Lampiran 2
Nilai Keterampilan Menulis Cerpen Kelompok Eksperimen sebelum
Perlakuan (Pre-Test)
(Tanpa Model Project BasedLearning)
NO NIS NAMA SISWA Nilai
28. 1820 ANNISA NUR ROCHMAH 70
29. 1821 ATIK MEI ANI 80
30. 1822 AYU SRI WAHYUNI 70
31. 1823 BAYU MUSTIKA 60
32. 1824 CATUR SUDARMANA 65
33. 1825 CHRISTIYAN RAHARDJO 70
34. 1826 DANIEL SETYO UTOMO 60
35. 1827 DIAN PERMATASARI 60
36. 1829 GRACE PRILIA SONRA EVELINE SITORUS 65
37. 1830 JAMBARI RIYANTO 70
38. 1831 JEVRI NUGROHO SETIANTO 55
39. 1832 KIKIH KRISDIANTO 60
40. 1833 LIA RUMIATI 55
41. 1834 NOVIANTI 65
42. 1835 NUR CAHYANINGSIH 70
43. 1836 PUPUT LESTARI 75
44. 1837 RIZKI OKTAVIANI 80
45. 1838 THEZZA AYUN INKTYAZ 60
46. 1839 ULFA CHOIRIYATUN NISA 60
47. 1840 VIVI ARYANTI 65
48. 1841 WINDA AYU SUSANTI 60
49. 1842 YAYUK NUR HIKMAH 60
50. 1843 YOSIE APRILIANA 70
51. 1844 YUNI AMBARWATI 80
52. 1845 YUSAK KORNIAWAN 65
53. 1846 YUSWA ANDRIAN 60
54. 1863 MARIA AYU RESPANINGTYAS 60
jumlah 1770
Rata-rata 65,5
Lampiran 3
Nilai Keterampilan Menulis Cerpen Kelompok Eksperimen sesudah
Perlakuan (Post-Test)
(Menggunakan Model Project BasedLearning)
NO NIS NAMA SISWA Nilai
28. 1820 ANNISA NUR ROCHMAH 75
29. 1821 ATIK MEI ANI 80
30. 1822 AYU SRI WAHYUNI 80
31. 1823 BAYU MUSTIKA 70
32. 1824 CATUR SUDARMANA 70
33. 1825 CHRISTIYAN RAHARDJO 90
34. 1826 DANIEL SETYO UTOMO 70
35. 1827 DIAN PERMATASARI 80
36. 1829 GRACE PRILIA SONRA EVELINE SITORUS 95
37. 1830 JAMBARI RIYANTO 70
38. 1831 JEVRI NUGROHO SETIANTO 80
39. 1832 KIKIH KRISDIANTO 80
40. 1833 LIA RUMIATI 70
41. 1834 NOVIANTI 80
42. 1835 NUR CAHYANINGSIH 85
43. 1836 PUPUT LESTARI 75
44. 1837 RIZKI OKTAVIANI 80
45. 1838 THEZZA AYUN INKTYAZ 85
46. 1839 ULFA CHOIRIYATUN NISA 85
47. 1840 VIVI ARYANTI 85
48. 1841 WINDA AYU SUSANTI 80
49. 1842 YAYUK NUR HIKMAH 75
50. 1843 YOSIE APRILIANA 80
51. 1844 YUNI AMBARWATI 75
52. 1845 YUSAK KORNIAWAN 85
53. 1846 YUSWA ANDRIAN 80
54. 1863 MARIA AYU RESPANINGTYAS 70
Jumlah 2130
Rata-rata 78,8
Lampiran 4
Nilai Siswa Pre-Test dan Post-Test
NO NAMA SISWA Pre-Test Post-Test
28. ANNISA NUR ROCHMAH 70 75
29. ATIK MEI ANI 80 80
30. AYU SRI WAHYUNI 70 80
31. BAYU MUSTIKA 60 70
32. CATUR SUDARMANA 65 70
33. CHRISTIYAN RAHARDJO 70 90
34. DANIEL SETYO UTOMO 60 70
35. DIAN PERMATASARI 60 80
36. GRACE PRILIA SONRA EVELINE SITORUS 65 95
37. JAMBARI RIYANTO 70 70
38. JEVRI NUGROHO SETIANTO 55 80
39. KIKIH KRISDIANTO 60 80
40. LIA RUMIATI 55 70
41. NOVIANTI 65 80
42. NUR CAHYANINGSIH 70 85
43. PUPUT LESTARI 75 75
44. RIZKI OKTAVIANI 80 80
45. THEZZA AYUN INKTYAZ 60 85
46. ULFA CHOIRIYATUN NISA 60 85
47. VIVI ARYANTI 65 85
48. WINDA AYU SUSANTI 60 80
49. YAYUK NUR HIKMAH 60 75
50. YOSIE APRILIANA 70 80
51. YUNI AMBARWATI 80 75
52. YUSAK KORNIAWAN 65 85
53. YUSWA ANDRIAN 60 80
54. MARIA AYU RESPANINGTYAS 60 70
Jumlah 1770 2130
Rata-rata 65,5 78,8
Lampiran 5
MENULIS CERPEN (BERDASARKAN PENGALAMAN ORANG LAIN)
Tuliskanlah sebuah karangan berdasarkan pengalaman hidup orang lain
dalam bentuk cerita pendek!
Lembar Soal Pre-Test
Petunjuk:
1. Tulislah dengan rapi dan jelas agar dapat terbaca!
2. Tidak diperkenankan untuk bekerjasama!
3. Berdoa sebelum mengerjakan!
LKS
Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu (1) menentukan
tema cerpen; (2) menentukan perincian tema; (3) mengembangkan ide dalam
bentuk cerpen dengan memperhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan.
SOAL
lampiran 6
MENULIS CERPEN (BERDASARKAN PENGALAMAN ORANG LAIN)
Tuliskanlah sebuah karangan berdasarkan pengalaman hidup orang lain
dalam bentuk cerita pendek! Dengan memperhatikan (pelaku, peristiwa, latar).
Lembar Soal Post-Test
Petunjuk:
1. Tulislah dengan rapi dan jelas agar dapat terbaca!
2. Tidak diperkenankan untuk bekerjasama!
3. Berdoa sebelum mengerjakan!
LKS
Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu (1) menentukan
tema cerpen; (2) menentukan perincian tema; (3) mengembangkan ide dalam
bentuk cerpen dengan memperhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan.
SOAL
Lampiran 7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMA Negeri 1 Batangan
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema/ Materi : Menulis Cerita Pendek
Kelas/ Semester : X/ Genap
Alokasi Waktu : 4 X 45 menit (2 X pertemuan)
A. Standar Kompetensi
Menulis
16. Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam
cerpen.
B. Kompetensi Dasar
16.2 Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen
(pelaku, peristiwa, latar).
C. Indikator
1. Menentukan topik yang berhubungan dengan pengalaman orang lain
untuk menulis cerita pendek.
2. Menulis kerangka cerita pendek dengan memperhatikan pelaku,
peristiwa, latar.
3. Mengembangkan kerangka yang telah dibuat dalam bentuk cerpen
(pelaku, peristiwa, latar, konflik) dengan memperhatikan pilihan kata,
tanda baca, dan ejaan.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menentukan topik yang berhubungan dengan pengalaman
orang lain untuk menulis cerpen.
2. Siswa dapat menulis kerangka cerita pendek dengan memperhatikan
pelaku, peristiwa, latar.
3. Siswa dapat mengembangkan kerangka yang telah dibuat dalam
bentuk cerpen (pelaku, peristiwa, latar, konflik) dengan
memperhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan.
E. Materi Pembelajaran
1. Ciri-ciri cerita pendek
2. Syarat topik cerpen
3. Kerangka cerita pendek
4. Unsur-unsur cerpen
F. Metode dan Model Pembelajaran
1. Metode Pembelajaran
Ceramah dan tanya jawab.
2. Model Pembelajaran
Model project based learning
Skenario Pembelajaran
No Kegiatan Waktu Metode
Pertemuan Pertama
Kegiatan awal
Pendahuluan:
a. Guru masuk kelas
mempersiapkan peserta didik
untuk dapat mengikuti pelajaran
(disiplin, tertib).
b. Guru memimpin berdoa sebelum
memulai pelajaran (religius,
disiplin).
c. Guru mengecek kehadiran siswa
yang tidak masuk (jujur,
disiplin).
Apersepsi :
a. Guru memberikan apersepsi,
dengan menunjukkan salah satu
cerpen yang diambil dari
15 menit Ceramah dan
demonstrasi.
kumpulan cerpen serta
menceritakannya (terampil dan
komunikatif).
b. Guru menumbuhkan rasa ingin
tahu tentang bagaimana langkah
awal yang harus ditempuh dalam
menulis cerpen (komunikatif).
Kegiatan Inti:
Sebagai kegiatan Eksplorasi, siswa
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Mampu menyebutkan ciri-ciri
dari cerita pendek (kreatif dan
inovatif).
b. Siswa dapat menyebutkan unsur-
unsur yang perlu diperhatikan
dalam menulis cerpen
(kreatifitas).
c. Siswa dapat menyebutkan
kerangka yang terdapat pada
cerpen (terampil dan percaya
diri).
Sebagai kegiatan Elaborasi, guru
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Memfasilitasi peserta didik
melalui pemberian tugas, untuk
menulis cerpen (terampil serta
komunikatif).
b. Memfasilitasi peserta didik untuk
menyajikan hasil kerja individu
(jujur dandisiplin).
c. Memfasilitasi peserta didik untuk
membahas cerita pendek yang
ditulis teman (berani dan
45 menit Ceramah,
tanya jawab,
dan
penugasan.
percayadiri).
Sebagai kegiatan Konfirmasi, guru
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Memberikan umpan balik positif
dan penguatan dalam bentuk
lisan maupun tulisan terhadap
pembelajaran menulis cerpen
siswa (komunikatif).
b. Memfasilitasi peserta didik
melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan dalam
pembelajaran menulis cerpen
(kraeatif, inofatif).
c. Guru bertanya jawab tentang hal-
hal yang belum diketahui siswa
dalam pembelajaran menulis
cerpen (jujur, disiplin).
d. Guru bersama peserta didik
bertanya jawab dan meluruskan
kesalah pahaman terkait dalam
materi pembelajaran yang telah
dipelajari (kritis, cermat, teliti,
kreatif).
e. Guru memberikan penguatan dan
menyimpulkan (tanggung
jawab).
Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan Penutup, guru
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Bersama-sama peserta didik
membuat rangkuman atau
simpulan pembelajaran.
30 menit Ceramah,
tanya jawab.
b. Melakukan penilaian dan refleksi
terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan secara konsisten
dan terprogram.
c. Merencanakan kegiatan
pembelajaran berikutnya.
Pertemuan Kedua
Kegiatan awal
Pendahuluan:
a. Guru masuk kelas
mempersiapkan peserta didik
untuk mengikuti pelajaran dan
mengawalinya dengan
memimpin doa (disiplin dan
religius).
b. Guru mengecek daftar kehadiran
siswa (jujur, disiplin).
Memotivasi:
Menentukan topik yang berhubungan
dengan pengalaman orang lain untuk
menulis cerpen.
Kegiatan Inti:
Sebagai kegiatan Eksplorasi, siswa
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Mampu menentukan topik cerita
pendek yang akan ditulis
(terampil sertakomunikatif).
b. Mampu membaca buku
kumpulan cerpen, yang
difasilitasi Guru (terampil,
disiplin).
c. Peserta didik menunjukkan ciri-
ciri yang terdapat dalam cerita
15 menit
45 menit
Ceramah,
tanya jawab.
Demonstrasi,
inquiri, PBL.
pendek (percayadiri).
d. Melibatkan peserta didik untuk
mencari unsur-unsur yang
terdapat dalam cerpen (terampil
danbertanggungjawab).
e. Guru menjelaskan tema materi
yang akan dipelajari dengan
menerapkan model pembelajaran
yang telah direncanakan.
Sebagai kegiatan Elaborasi, guru
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Memfasilitasi peserta didik
merumuskan masalah untuk
menentukan topik yang
berhubungan dengan pengalaman
orang lain (terampil,
komunikatif).
b. Memfasilitasi peserta didik untuk
mengidentifikasi apa yang harus
dipelajari untuk memahami lebih
baik permasalahan dan
bagaimana cara
memecahkannya, melalui
menulis cerpen (tekun, ulet, dan
terampil).
c. Memfasilitasi peserta didik
mencari informasi dari berbagai
sumber untuk dapat
mengembangkan kerangka yang
telah dibuat (bertanggung
jawab, komunikatif).
d. Menganalisis dan menyajikan
hasil cerpen dalam tulisan
(percaya diri, bertanggung
jawab, danterampil).
Sebagai kegiatan Konfirmasi, guru
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Memberikan konfirmasi terhadap
hasil eksplorasi peserta didik
(terampil, komunikatif).
b. Memfasilitasi peserta didik
melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar
yang dilakukan (tekundanulet).
c. Memfasilitasi peserta didik untuk
memperoleh pengalaman yang
bermakna dalam mencapai
kompetensi dasar:
1) Berfungsi sebagai
narasumber dan fasilitator
dalam menjawab pertanyaan
peserta didik yang
menghadapi kesulitan,
dengan menggunakan bahasa
yang baku dan benar.
2) Membantu menyelesaikan
masalah.
3) Memberi acuan agar peserta
didik dapat melakukan
pengecekan hasil eksplorasi.
4) Memberi informasi untuk
bereksplorasi lebih jauh.
5) Memberikan motivasi kepada
peserta didik yang kurang
atau belum berpartisipasi
aktif.
d. Guru bertanya jawab tentang hal-
hal yang belum diketahui siswa.
e. Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalah
pahaman, memberikan
penguatan dan menyimpulkan
(terampil dan komunikatif).
Kegiatan Akhir
Dalam kegiatan penutup, guru
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Bersama-sama peserta didik
membuat rangkuman atau
simpulan pembelajaran.
b. Melakukan penilaian dan refleksi
terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan secara konsisten
dan terprogram.
c. Merencanakan tindak lanjut
dalam bentuk rencana
pembelajaran berikutnya
30 menit Ceramah,
tanya jawab.
G. Sumber Belajar dan Media Pembelajaran
1. Sumber belajar
a. Buku Berbahasa Indonesia untuk SMA kelas X terbitan Erlangga.
b. Buku Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra terbitan Yrama Widya.
2. Media pembelajaran
Buku kumpulan cerpen pilihan kompas 2010.
H. Tugas
Individu
I. Penilaian
1. Teknik : penilaian hasil yakni pada hasil tulisan cerpen
2. Bentuk : tes menulis cerpen
3. Instrumen/soal
Penilaian proses dilaksanakan selama pembelajaran.
Indikator
Pencapaian
Kompetensi
Teknik
Penilaian
Bentuk
penilaian
Instrumen
a. Mampu
mengembangk
an kerangka
yang telah
dibuat dalam
bentuk cerpen
(pelaku,
peristiwa, latar,
konflik)
dengan
memperhatikan
pilihan kata,
tanda baca, dan
ejaan.
individual produk a. Tulislah
sebuah
karangan
berdasarkan
pengalaman
hidup orang
lain dalam
bentuk
cerita
pendek!
PEDOMAN PENSKORAN
Pedoman penskoran kemampuan menulis cerpen
No Aspek Penilaian Skor Max
A Aspek Kebahasaan
1. Pilihan kata atau diksi 10
2. Ejaan atau tanda baca 10
B Aspek Kesusastraan
1. Tema 10
2. Alur 20
3. Latar 10
4. Sudut pandang 10
5. Gaya bahasa 20
6. Tokoh dan penokohan 10
Jumlah 100
Cara menghitung skor
Skor perolehan
Nilai % = X skor ideal (100)
Skor maksimal
Batangan, April 2012
Menyetujui,
Guru Mata Pelajaran Peneliti
Enny Ernawati, S.Pd., Anik Kurniawati
NIP 197908112009032006 NPM 0910054
Mengetahui
Kepala SMAN 1 Batangan
Drs. Agus Suhartono, M.Si.
NIP 19621114 198502 1 002
Lampiran 9
Rekap Nilai Keterampilan Menulis Cerpen Kelompok Eksperimen sebelum
Perlakuan (Pre-Test)
(Tanpa Model Project BasedLearning)
NO NAMA SISWA Nilai Aspek
Kebahas
aan
Aspek Kesastraan Skor
a b c d e f g h
28. ANNISA NUR ROCHMAH 70 5 10 10 10 10 10 5 10 70
29. ATIK MEI ANI 80 5 5 10 20 10 10 10 10 80
30. AYU SRI WAHYUNI 70 5 10 10 10 10 5 10 10 70
31. BAYU MUSTIKA 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
32. CATUR SUDARMANA 65 5 5 10 10 10 10 5 10 65
33. CHRISTIYAN RAHARDJO 70 5 5 10 10 10 10 10 10 70
34. DANIEL SETYO UTOMO 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
35. DIAN PERMATASARI 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
36. GRACE PRILIA S. E. S. 65 5 5 10 10 10 10 5 10 65
37. JAMBARI RIYANTO 70 5 5 10 10 10 10 10 10 70
38. JEVRI NUGROHO SETIANTO 55 5 5 10 5 5 10 5 10 55
39. KIKIH KRISDIANTO 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
40. LIA RUMIATI 55 5 5 10 5 5 10 5 10 55
41. NOVIANTI 65 5 10 10 5 10 5 10 10 65
42. NUR CAHYANINGSIH 70 5 10 10 10 10 10 5 10 70
43. PUPUT LESTARI 75 10 10 10 10 10 10 10 5 75
44. RIZKI OKTAVIANI 80 10 10 10 10 10 10 10 10 80
45. THEZZA AYUN INKTYAZ 60 5 5 10 10 10 5 5 10 60
46. ULFA C. N 60 5 5 10 5 10 10 10 5 60
47. VIVI ARYANTI 65 10 5 10 5 10 10 10 5 65
48. WINDA AYU SUSANTI 60 5 5 10 10 5 10 5 10 60
49. YAYUK NUR HIKMAH 60 10 5 5 10 5 10 5 10 60
50. YOSIE APRILIANA 70 5 5 10 10 10 10 10 10 70
51. YUNI AMBARWATI 80 10 10 10 10 10 10 10 10 80
52. YUSAK KORNIAWAN 65 10 5 10 5 10 10 10 5 65
53. YUSWA ANDRIAN 60 5 5 10 5 10 10 10 5 60
54. MARIA AYU R 60 5 5 10 5 10 10 10 5 60
Keterangan:
d. Diksi d. Alur g. Gaya Bahasa
e. Ejaan e. Latar h. Tokoh
f. Tema f. Sudut Pandang
Lampiran 10
Rekap Nilai Keterampilan Menulis Cerpen Kelompok Eksperimen sesudah
Perlakuan (Post-Test)
(Menggunakan Model Project BasedLearning)
NO NAMA SISWA Nilai Aspek
Kebahas
aan
Aspek Kesastraan Skor
a b c d e f g h
28. ANNISA NUR ROCHMAH 75 10 5 10 10 10 10 10 10 75
29. ATIK MEI ANI 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
30. AYU SRI WAHYUNI 80 10 5 10 10 10 5 20 10 80
31. BAYU MUSTIKA 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
32. CATUR SUDARMANA 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
33. CHRISTIYAN RAHARDJO 90 10 5 10 20 10 5 20 10 90
34. DANIEL SETYO UTOMO 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
35. DIAN PERMATASARI 80 10 5 10 20 10 10 10 5 80
36. GRACE PRILIA S. E. S. 95 10 5 10 20 10 10 20 10 95
37. JAMBARI RIYANTO 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
38. JEVRI NUGROHO SETIANTO 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
39. KIKIH KRISDIANTO 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
40. LIA RUMIATI 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
41. NOVIANTI 80 10 5 10 20 10 10 5 10 80
42. NUR CAHYANINGSIH 85 10 5 10 20 10 10 10 10 85
43. PUPUT LESTARI 75 10 5 10 10 10 10 10 10 75
44. RIZKI OKTAVIANI 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
45. THEZZA AYUN INKTYAZ 85 10 5 10 20 10 10 10 10 85
46. ULFA C. N 85 10 5 10 20 10 5 10 10 85
47. VIVI ARYANTI 85 10 5 10 20 10 10 10 10 85
48. WINDA AYU SUSANTI 80 10 5 10 20 10 10 5 10 80
49. YAYUK NUR HIKMAH 75 10 10 5 10 10 10 10 10 75
50. YOSIE APRILIANA 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
51. YUNI AMBARWATI 75 10 5 10 10 10 10 10 10 75
52. YUSAK KORNIAWAN 85 10 5 10 20 10 10 10 10 85
53. YUSWA ANDRIAN 80 10 5 10 20 10 5 10 10 80
54. MARIA AYU R 70 10 5 10 10 10 10 5 10 70
Keterangan:
d. Diksi d. Alur g. Gaya Bahasa
e. Ejaan e. Latar h. Tokoh
f. Tema f. Sudut Pandang
Lampiran 11
Analisis Data (Uji Hipotesis)
Analisis Uji Hipotesis
NO Kemampuan Menulis
Cerpen
B b

Post-Test Pre-Test
1. 75 70 5 8.3 68.89
2. 80 80 0 13.3 176.89
3. 80 70 10 3.3 10.89
4. 70 60 10 3.3 10.89
5. 70 65 5 8.3 68.89
6. 90 70 20 -6.7 44.89
7. 70 60 10 3.3 10.89
8. 80 60 20 -6.7 44.89
9. 95 65 30 -16.7 278.89
10. 70 70 0 13.3 176.89
11. 80 55 25 -11.7 136.89
12. 80 60 20 -6.7 44.89
13. 70 55 15 -1.7 2.89
14. 80 65 15 -1.7 2.89
15. 85 70 15 -1.7 2.89
16. 75 75 0 13.3 176.89
17. 80 80 0 13.3 176.89
18. 85 60 25 -11.7 136.89
19. 85 60 25 -11.7 136.89
20. 85 65 20 -6.7 44.89
21. 80 60 20 -6.7 44.89
22. 75 60 5 -1.7 2.89
23. 80 70 10 3.3 10.89
24. 75 80 -5 18.3 334.89
25. 85 65 20 -6.7 44.89
26. 80 60 20 -6.7 44.89
27. 70 60 10
3.3 10.89

2130 1770 360


0 2250.03
MB =

= 13,3
b = B MB
N = 27
Berdasarkan hasil Pre-Test dan Post-Test, dapat diketahui bahwa:
M

= 78,8
M

= 65,5
b

= 2250,03
N = 27
Selanjutnya data tersebut dimasukkan kedalam rumus sebagai berikut.
T =

()
=
,,

.,
()
=
,

,
=
,
,
= 7,43
Lampiran 12
LEMBAR OBSERVASI
NO PERILAKU SISWA
HASIL PENGAMATAN
KETERANGAN
YA TIDAK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dan
mempersiapkan model yang
disesuaikan dengan materi
pembelajaran.
Guru menampilkan,
menjelaskan didepan siswa.
Model yang digunakan guru
sesuai dengan materi.
Materi yang digunakan guru
menarik dan tidak
membosankan.
Guru menjelaskan cara
menulis cerpen dengan
model.
Siswa memperhatikan guru
pada saat menjelaskan model
yang diterapkan dalam
pembelajaran.
Siswa melakukan kegiatan
sesuai dengan perintah guru.
Guru mengadakan tes untuk
membuat cerpen sesuai
dengan pengalaman hidup
orang lain.
Siswa mendiskripsikan di
depan kelas hasil tes

10.
membuat cerpen.
Siswa merasa senang dan
mendapat pengalaman baru
dalam pembelajaran menulis
cerpen model project based
learning.

Pati, April 2013


Observer/pengamat
Enny Ernawati, S.Pd
Lampiran 13
ANGKET MINAT UNTUK SISWA
Nama :
Kelas :
Petunjuk Pengisian :
1. Bacalah dari setiap pertanyaan/pernyataan pada indikator yang berbeda.
2. Berilah tanda () pada kolom yang tersedia sesuai jawaban anda pada
setiap pertanyaan/pernyataan, dengan pilihan sebagai berikut:
No Pernyataan
Skala
Skor SL SR KD JR TP
1. Saya berusaha mengikuti pelajaran bahasa
Indonesia dengan baik.
2. Saya akan merasa sangat rugi jika tidak
mengikuti pelajaran bahasa Indonesia.
3. Saya berusaha memiliki buku pelajaran bahasa
Indonesia.
4. Saya berusaha mencari bahan lewat internet
dan perpustakaan.
5. Saya berusaha mengerjakan soal-soal latihan
di rumah.
6. Saya berusaha menyelesaikan tugas bahasa
Indonesia tepat waktu.
7. Saya berusaha memahami pelajaran bahasa
Indonesia dengan sungguh-sungguh.
8. Saya akan bertanya kepada guru jika ada yang
tidak jelas.
9. Saya berusaha mendiskusikan materi pelajaran
bahasa Indonesia dengan teman.
10 Saya merasa pelajaran bahasa Indonesia
bermanfaat.
Skor Total :
Keterangan: SL : Selalu (skor 5)
SR : Sering (skor 4)
KD : Kadang-kadang (skor 3)
JR : Jarang (skor 2) TP : Tidak pernah (skor 1)
Lampiran 14
Hasil Perhitungan Minat Siswa
1. Contoh perhitungan minat siswa no 1 sebagai berikut.
Skor penilaian =


100
=

100
= 68%
Siswa no 1 termasuk kategori siswa yang berminat.
2. Contoh perhitungan minat siswa no 2 sebagai berikut.
Skor penilaian =


100
=

100
= 92%
Siswa no 2 termasuk kategori siswa yang sangat berminat.
Lampiran 15
DATA HASIL ANGKET MINAT SISWA
NO pernyataan jumlah % Ket
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1. 4 5 3 2 1 4 5 5 2 3 34 68% Berminat
2. 5 5 4 4 4 5 5 5 4 5 46 92% Sangat berminat
3. 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 49 98% Sangat berminat
4. 5 4 5 2 3 3 5 3 4 5 39 78% Berminat
5. 5 5 5 3 5 4 5 5 5 5 47 94% Sangat berminat
6. 4 3 4 3 3 3 2 4 3 3 32 64% Cukup berminat
7. 4 4 3 3 3 5 3 2 2 3 32 64% Cukup berminat
8. 5 5 4 3 4 3 4 3 4 4 39 78% Berminat
9. 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 47 94% Sangat berminat
10. 4 4 5 2 2 3 5 2 3 5 35 70% Berminat
11. 5 5 3 2 2 2 5 3 3 5 35 70% Berminat
12. 4 3 3 4 5 3 3 3 3 4 35 70% Berminat
13. 5 3 5 5 5 5 5 5 4 4 46 92% Sangat berminat
14. 5 5 5 4 3 5 3 3 4 5 42 84% Sangat berminat
15. 4 4 3 2 4 5 5 3 5 5 40 80% Berminat
16. 5 3 5 3 5 5 5 3 4 5 43 86% Sangat berminat
17. 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 46 92% Sangat berminat
18. 5 4 5 3 3 5 4 3 3 5 40 80% Berminat
19. 5 5 5 5 3 3 5 3 5 5 39 78% Berminat
20. 5 3 4 3 3 4 5 3 4 5 39 78% Berminat
21. 5 5 5 3 4 4 3 3 4 5 41 82% Berminat
22. 5 5 5 3 3 3 5 3 5 5 42 84% Sangat berminat
23. 5 5 5 2 2 5 5 5 2 5 41 82% Berminat
24. 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 47 94% Sangat berminat
25. 3 2 5 4 3 4 4 2 2 2 31 62% Cukup berminat
26. 4 3 4 2 4 4 5 4 4 5 39 78% Berminat
27. 5 5 5 3 4 4 3 3 4 5 41 82% Berminat
Lampiran 16
Menghitung Rata-Rata Minat Siswa Secara Keseluruhan
M =

=
.

= 40,25
Hasil penghitungan minat siswa keseluruhan
Skor penilaian =


100 %
=
,

100%
= 80,5%
Jadi, rata-rata seluruh siswa termasuk dalam kategori siswa sangat berminat.
Lampiran 17
Foto Kegiatan Pelaksanaan Penelitian
Peneliti memimpin berdoa sebelum memulai pelajaran
Peneliti memberikan apersepsi terkait materi yang akan disampaikan
Lampiran 18
Foto Kegiatan Pelaksanaan Penelitian
Kegiatan eksplorasi peneliti bersama-sama siswa menyebutkan unsur-unsur
pembangun yang terdapat dalam cerpen
Peneliti bertanya kepada salah satu siswa terkait materi ajar
Lampiran 19
Foto Kegiatan Pelaksanaan Penelitian
Siswa mulai membuat tulisan kerangka karangan
Siswa mengembangkan kerangka karangan menjadi cerpen
Lampiran 20
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Anik Kurniawati
NPM : 09410054
Prodi : PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Fakultas : Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar
merupakan hasil karya sendiri, bukan merupakan penganbilan tulisan atau pikiran
orang lain yang saya akui sebagai hasil tilisan atau pikiran saya sendiri.
Apabila pada kemudian hari terbukti atau dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan,
maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Semarang, 30 Mei 2013
Yang membuat pernyataan
Anik Kurniawati
NPM 09410054
lampiran 21
A. Standar Kompetensi
Menulis
16. Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen.
BAHAN AJAR
Sekolah : SMA Negeri 1 Batangan
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema/ Materi : Menulis Cerita Pendek
Kelas/ Semester : X/ Genap
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit (2 X pertemuan)
B. Kompetensi Dasar
16.1 Menulis karangan berdasarkan pengalaman hidup orang lain dalam cerpen
(pelaku, peristiwa, latar).
C. Indikator
4. Mampu menentukan topik yang berhubungan dengan pengalaman hidup
orang lain untuk menulis cerita pendek.
5. Mampu menulis kerangka cerita pendek dengan memperhatikan pelaku,
peristiwa, dan latar.
6. Mampu mengembangkan kerangka yang telah dibuat dalam bentuk cerpen
(pelaku, peristiwa, latar, konflik) dengan memperhatikan pilihan kata,
tanda baca, dan ejaan.
1. Kognitif
a. Proses
a) Menjelaskan pengertian cerpen
b) Mengidentifikasi unsur-unsur cerpen (pelaku,
peristiwa, latar, konflik)
c) Menulis kerangka cerpen
b. Produk
a) Menulis karangan berupa cerpen, berdasarkan
kehidupan diri sendiri dengan memperhatikan
(pelaku, peristiwa, latar)
2. Psikomotor
a. Mengidentifikasi unsur-unsur cerpen (pelaku, peristiwa,
latar)
b. Menulis cerpen berdasar pada unsur-unsur pembangun
cerpen
c. Menyajikan hasil kerja individu
d. Membahas cerita pendek yang ditulis teman
3. Afektif
a. Karakter
Jujur, disiplin, ingin tahu, dan bertanggung jawab dalam
mengidentifikasi cerpen yang ditulis.
b. Keterampilan Sosial
Bertanya dengan bahasa yang baik dan benar, menyumbang
ide, menjadi penulis yang baik dan kreatif dalam
mengidentifikasi tema, latar, dan penokohan pada cerpen
yang telah ditulis.
D. Materi Prasyarat
a. Siswa dapat mengerti dan mampu menjelaskan ciri-ciri cerita pendek.
b. Siswa dapat mengerti terlebih dahulu dan mampu mengidentifikasi unsur-
unsur cerpen dalam kegiatannya menulis cerpen.
c. Siswa mampu mengerti syarat topik yang baik dalam cerpen.
E. Petunjuk bagi peserta didik untuk mempelajari bahan ajar
a. Sebelum menginjak pada materi pembelajaran terlebih dahulu bacalah dan
simaklah penjelasan singkat tentang materi yang tersaji.
b. Setelah mengetahui mengenai materi yang disajikan guru, kemudian
mulailah menulis karangan berupa cerpen berdasar pada unsur-unsur yang
terdapat dalam cerpen.
PENDAHULUAN
A. Diskripsi singkat atau gambaran umum tentang cakupan materi
menulis karangan berdasarkan pengalaman hidup orang lain dalam cerpen
(pelaku, peristiwa, latar)
Pengertian Cerpen
Cerita pendek, tidak terlepas dari cerita itu sendiri. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, cerita diartikan sebagai turunan yang membentangkan
bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya).
Cerita pendek (cerpen) merupakan cerita yang menurut wujud fisiknya
berbentuk pendek. Ukuran panjang pendeknya suatu cerita memang relatif.
Namun, pada umumnya cerita pendek merupakan cerita yang habis dibaca sekitar
sepuluh menit atau setengah jam. Jumlah katanya sekitar 500-5000 kata. Karena
itu, cerita pendek sering diungkapkan dengan cerita yang dapat dibaca dalam
sekali duduk.
Oleh karena itu, cerita pendek pada umumnya bertema sederhana. Jumlah
tokohnya terbatas. Jalan ceritanya sederhana dan latarnya meliputi ruang lingkup
yang terbatas.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa cerpen memiliki
ciri-ciri sebagai berikut.
1. Alur lebih sederhana
2. Tokoh yang dimunculkan hanya beberapa orang
3. Latar yang dilukiskan hanya sesaat dan dalam lingkup yang relatif terbatas
Unsur-unsur Cerpen
Cerpen dibangun oleh unsur-unsur sebagai berikut.
1. Alur
Alur (plot) merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh
hubungan sebab kibat. Secara umum, alur terbagi ke dalam bagian-bagian
berikut.
a. Pengenalan situasi cerita (exposition)
Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan para tokoh, menata
adegan, dan hubungan antartokoh.
b. Pengungkapan peristiwa (complication)
Dalam bagian ini, disajikan peristiwa awal yang menimbulkan
berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi
para tokohnya.
c. Menuju pada adanya konflik (rising action)
Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun
keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya
kesukaran tokoh.
d. Puncak konflik (turning point)
Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang
paling besar dan mendebarkan. Pada bagian ini pula, ditentukannya
perubahan nasib beberapa tokohnya. Misalnya, apakah dia berhasil
menyelesaikan masalahnya atau gagal.
e. Penyelesaian (ending)
Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-
nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu.
2. Penokohan
Penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan dan
mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita
Berikut adalah contoh teknik penggambaran karakteristik tokh:
a. Teknik analitik atau penggambaran langsung
Intan namanya dia anak yang cantik, anggun, pintar, kaya-raya, baik
hati, dan ceria. Dia anak yang sempurna sangat sempurna, tapi hanya satu
kekurangannya yaitu tidak mempunyai tubuh yang sehat. Sekarang dia
duduk di kelas IX SMP dan kini sedang menghadapi ujian akhir.
b. Penggambaran fisik dan perilaku tokoh
Asap mengepul dari batang rokok yang kujepit di antara dua jariku.
Sementara seorang gadis berambut panjang terurai basah kena air hujan
menghampiriku. Ah, dia tidak menghampiriku. Dia hanya ingin mencari
perlindungan dari guyuran hujan sepertiku. Celana dan kaos hitamnya
terlihat basah.
c. Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh
Desa Karangsaga tidak kebagian aliran listrik. Padahal kampung-
kampung tetangganya sudah pada terang semua. desa itu gelap gulita kalau
malam, cepat becek kalau hujan tiba. Banyak anjing berkeliaran di sana,
beberapa diantaranya tidak jelas empunya.
d. Penggambaran tata kebahasaan tokoh
Kata-katanya sering membuat marah orang yang mendengarkannya.
Teriakan mengancam begitu mudah mengucur dari mulutnya sehingga
sering membuat orang-orang yang baru mengenalnya menjadi takut.
Logatnya memang tidak seperti orang-orang kebanyakan, ia seperti orang
dari daerah pedalaman.
e. Pengungkapan jalan pikiran tokoh
Ia ingin menemui anak gadisnya itu tanpa ketakutan, ingin ia
mendekapnya, mencium bau keringatnya. Dalam pikirannya, Cuma anak
gadisnya yang masih mau menyambut dirinya. Dan mungkin
ibunya,seorang janda yang renta tubuhnya, masih berlapang dada
menerima kepulangannya.
3. Latar
Latar atau setting merupakan tempat dan waktu berlangsungnya kejadian
dalam cerita. Latar berfungsi untuk memperkuat atau mempertegas keyakinan
pembaca terhadap jalannya cerita ataupun pada karakter tokoh. Dengan
demikian apabila pembaca sudah menerima latar itu sebagai sesuatu yang
benar adanya, maka cenderung dia pun akan lebih siap dalam menerima
karakter tokoh ataupun kejadian-kejadian yang berada dalam cerita itu.
Macam-macam latar:
a. Latar tempat
Tempat berlangsungnya cerita mungkin berupa daerah yang luas,
seperti nama daerah atau negara, mungkin pula berada di daerah yang
sempit, seperti kelas atau pojok kamar.
b. Latar waktu
Waktu berlangsungnya cerita, mungkin pada pagi hari, malam hari,
dan waktu-waktu lainya. Seperti halnya latar tempat, penggambarannya
dapat secara langsung oleh pengarang ataupun melalui penuturan tokoh.
4. Tema
Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi cerita. Tema suatu cerita
menyangkut segala persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan,
kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan sebagainya.
Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh pengarangnya. Untuk dapat
menyingkap tema suatu cerpen, seorang pembaca harus terlebih dahulu
mengenali unsur-unsur intrinsik yang dipakai oleh pengarang untuk
mengembangkan cerita fiksinya.
Beberapa unsur intrinsik yang dipergunakan pengarang untuk
menyalurkan tema ceritanya.
a. Melalui alur cerita
Alur cerita kerapkali dipakai oleh pengarang untuk membimbing
pembaca mengenali tema dalam cerita yang ditulisnya. Jika Anda
mendaftar peristiwa yang ada dalam cerita yang kita baca, Anda akan
menemukan peristiwa-peristiwa yang diurutkan atas dasar sebab akibat,
yaitu peristiwa A mengakibatkan peristiwa B, peristiwa B merupakan
akibat dari peristiwa A. Rangkaian peristiwa dalam suatu cerita yang
berhubungan atas dasar sebab dan akibat itu disebut alur.
b. Melalui tokoh cerita
Selain alur, penokohan juga biasa dipakai oleh pengarang untuk
menyalurkan tema. Penokohan meliputi peran dan sifat-sifat tokoh yang
diciptakan oleh pengarang. Tokoh cerita dengan bermacam-macam sifat
dan wataknya sengaja diciptakan oleh pengarang untuk dimuati tema.
Tokoh jahat (antagonis) biasanya dipertentangkan dengan tokoh baik
(protagonis). Jika pengarang hendak menunjukkan kepada pembaca,
bahwa kebaikan tidak selamanya benar, pengarang dapat saja
mengalahkan pemain dengan watak baik. Akan tetapi, jika pengarang
bertujuan menyatakan bahwa kejahatan pasti punah, pengarang tentu akan
memenangkan tokoh protagonis.
c. Melalui pendekatan yang dipergunakan pengarang
Perkataan dapat dipakai untuk menemukan tema. Melalui kalimat-
kalimat, dialog yang diucapkan oleh tokoh-tokoh cerita, dan juga komentar
pengarang terhadap peristiwa-peristiwa, pengarang dapat menyampaikan
pernyataan-pernyataan yang dapat kita jadikan rumusan tema.
5. Amanat
Amanat merupakan ajaran moral atau pesan didaktis yang hendak
disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya itu. Amanat
tersirat di balik kata-kata yang disusun, dan juga berada di balik tema yang
diungkapkan. Karena itu, amanat selalu berhubungan dengan tema cerita itu.
Misalnya, tema suatu cerita tentang hidup bertetangga, maka cerita
amanatnya tidak akan jauh dari tema itu: pentingnya menghargai tetangga,
pentingnya menyantuni tetangga yang miskin, dan sebagainya.
B. Manfaat
Pada dasarnya bahan merupakan inti pokok materi. Ia adalah sesuatu yang akan
disajikan kepada ana. Bahan pembelajaran hendaknya sebagai gabungan dari
pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Bahan sebagai dasar kegiatan belajar siswa.
dengan bahan maka tujuan pembelajaran khusus akan dapat tercapai dengan baik
nantinya. Keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan sangat bergantung pada
keberhasilan seorang guru merancang materi ajar itu sendiri. Karena itu dengan
materi dan bahan yang lengkap dan tertata akan memudahkan guru nantinya jika
akan melakukan suatu pembelajaran, bahan ajar itu akan dijadikan pedoman dan
acuan seorang guru. Tidak hanya itu saja, siswapun juga dapat merasakan manfaat
dan memperoleh manfaatnya dari bahan ajar tersebut. Materi ajar pada hakikatnya
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari silabus, yakni perencanaan,
prediksi, dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat kegiatan
pembelajaran. Materi dan bahan ajar menempati posisi yang sangat penting dari
keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pembelajaran dapat
mencapai sasaran.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif
a. Proses
1) Siswa mampu menentukan topik yang berhubungan dengan
kehidupan kehidupan diri sendiri untuk menulis cerpen
2) Siswa mampu megidentifikasi unsur-unsur cerpen (pelaku,
peristiwa, latar, konflik)
b. Produk
1) Siswa mampu mengembangkan kerangka yang telah dibuat
dalam bentuk cerpen (pelaku, peristiwa, latar, konflik) dengan
memperhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan.
2) Siswa mampu menulis cerpen
2. Psikomotor
1) Siswa mampu menulis cerpen, berdasarkan pengalaman hidup
sesuai dengan karakteristik pembangun dalam cerpen.
2) Siswa mampu melaporkan hasil kerjanya untuk dapat dibahas
secara bersama-sama.
3. Afektif
a. Karakter
Siswa terlibat dalam proses pembelajaran yang menanamkan nilai-
nilai karakter kejujuran, disiplin, rasa ingin tahu, komunikatif, dan
bertanggung jawab dalam menulis cerpen berdasarkan pengalaman
hidup masing-masing.
b. Keterampilan sosial
Siswa mampu menulis cerpen dengan bahasa yang baik dan benar,
menuangkan gagasan pikiranya kedalam cerpen yang telah dibuat
secara kreatif dalam mengidentifikasi cerpen.
Lampiran 22
DAFTAR NILAI PERSENTIL UNTUK DISTRIBUSI STUDENT (t)
dk t
0.995
t
0.99
t
0.975
t
0.95
t
0.925
t
0.90
t
0.75
t
0.70
t
0.60
t
0.55
1 63,66 31,82 12,71 6,31 4,17 3,08 1,00 0,73 0,32 0,16
2 9,92 6,96 4,30 2,92 2,28 1,89 0,82 0,62 0,29 0,14
3 5,84 4,54 3,18 2,35 1,92 1,64 0,76 0,58 0,28 0,14
4 4,60 3,75 2,78 2,13 1,78 1,53 0,74 0,57 0,27 0,13
5 4,03 3,36 2,57 2,02 1,70 1,48 0,73 0,56 0,27 0,13
6 3,71 3,14 2,45 1,94 1,65 1,44 0,72 0,55 0,26 0,13
7 3,50 3,00 2,36 1,89 1,62 1,41 0,71 0,55 0,26 0,13
8 3,36 2,90 2,31 1,86 1,59 1,40 0,71 0,55 0,26 0,13
9 3,25 2,82 2,26 1,83 1,57 1,38 0,70 0,54 0,26 0,13
10 3,17 2,76 2,23 1,81 1,56 1,37 0,70 0,54 0,26 0,13
11 3,11 2,72 2,20 1,80 1,55 1,36 0,70 0,54 0,26 0,13
12 3,05 2,68 2,18 1,78 1,54 1,36 0,70 0,54 0,26 0,13
13 3,01 2,65 2,16 1,77 1,53 1,35 0,69 0,54 0,26 0,13
14 2,98 2,62 2,14 1,76 1,52 1,35 0,69 0,54 0,26 0,13
15 2,95 2,60 2,13 1,75 1,52 1,34 0,69 0,54 0,26 0,13
16 2,92 2,58 2,12 1,75 1,51 1,34 0,69 0,54 0,26 0,13
17 2,90 2,57 2,11 1,74 1,51 1,33 0,69 0,53 0,26 0,13
18 2,88 2,55 2,10 1,73 1,50 1,33 0,69 0,53 0,26 0,13
19 2,86 2,54 2,09 1,73 1,50 1,33 0,69 0,53 0,26 0,13
20 2,85 2,53 2,09 1,72 1,50 1,33 0,69 0,53 0,26 0,13
21 2,83 2,52 2,08 1,72 1,49 1,32 0,69 0,53 0,26 0,13
22 2,82 2,51 2,07 1,72 1,49 1,32 0,69 0,53 0,26 0,13
23 2,81 2,50 2,07 1,71 1,49 1,32 0,69 0,53 0,26 0,13
24 2,80 2,49 2,06 1,71 1,49 1,32 0,68 0,53 0,26 0,13
25 2,79 2,49 2,06 1,71 1,49 1,32 0,68 0,53 0,26 0,13
26 2,78 2,48 2,06 1,71 1,48 1,31 0,68 0,53 0,26 0,13
27 2,77 2,47 2,05 1,70 1,48 1,31 0,68 0,53 0,26 0,13
28 2,76 2,47 2,05 1,70 1,48 1,31 0,68 0,53 0,26 0,13
29 2,76 2,46 2,05 1,70 1,48 1,31 0,68 0,53 0,26 0,13
30 2,75 2,46 2,04 1,70 1,48 1,31 0,68 0,53 0,26 0,13
40 2,70 2,42 2,02 1,68 1,47 1,30 0,68 0,53 0,26 0,13
50 2,68 2,40 2,01 1,68 1,46 1,30 0,68 0,53 0,25 0,13
60 2,66 2,39 2,00 1,67 1,46 1,30 0,68 0,53 0,25 0,13
70 2,65 2,38 1,99 1,67 1,46 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
71 2,65 2,38 1,99 1,67 1,46 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
72 2,65 2,38 1,99 1,67 1,46 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
73 2,64 2,38 1,99 1,67 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
74 2,64 2,38 1,99 1,67 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
75 2,64 2,38 1,99 1,67 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
76 2,64 2,38 1,99 1,67 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
77 2,64 2,38 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
78 2,64 2,38 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
79 2,64 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
80 2,64 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
81 2,64 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
82 2,64 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
83 2,64 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
84 2,64 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
85 2,63 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
86 2,63 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
87 2,63 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
88 2,63 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
89 2,63 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13
90 2,63 2,37 1,99 1,66 1,45 1,29 0,68 0,53 0,25 0,13