Anda di halaman 1dari 50

APLIKASI GEOKIMIA DALAM PENCARIAN MINERAL

Pada dasarnya definisi ini menyatakan bahwa geokimia mempelajari jumlah dan
distribusi unsur kimia dalam mineral, bijih, batuan tanah, air, dan atmosfer. Tidak terbatas
pada penyelidikan unsur kimia sebagai unit terkecil dari material, juga kelimpahan dan
distribusi isotop-isotop dan kelimpahan serta distribusi inti atom.
Eksplorasi geokimia khusus mengkonsentrasikan pada pengukuran kelimpahan,
distribusi, dan migrasi unsur-unsur bijih atau unsur-unsur yang berhubungan erat dengan
bijih, dengan tujuan mendeteksi endapan bijih. Dalam pengertian yang lebih sempit
eksplorasi geokimia adalah pengukuran secara sistematis satu atau lebih unsur jejak dalam
batuan, tanah, sedimen sungai aktif, vegetasi, air, atau gas, untuk mendapatkan anomali
geokimia, yaitu konsentrasi abnormal dari unsur tertentu yang kontras terhadap
lingkungannya background geokimia!.
Prinsip Dasar Prospeksi/Eksplorasi Geokimia
Prospeksi"eksplorasi geokimia pada dasarnya terdiri dari dua metode#
$etode yang menggunakan pola dispersi mekanis diterapkan pada mineral yang relatif
stabil pada kondisi permukaan bumi seperti# emas, platina, kasiterit, kromit, mineral
tanah jarang!. %ocok digunakan di daerah yang kondisi iklimnya membatasi pelapukan
kimiawi.
$etode yang didasarkan pada pengenalan pola dispersi kimiawi. Pola ini dapat
diperoleh baik pada endapan bijih yang tererosi ataupun yang tidak tererosi, baik yang
lapuk ataupun yang tidak lapuk. Pola ini kurang terlihat seperti pada pola dispersi
mekanis, karena unsur-unsurnya yang membentuk pola dispersi bisa#
memiliki mineralogi yang berbeda pada endapan bijihnya contohnya# serussit dan
anglesit terbentuk akibat pelapukan endapan galena!
dapat terdispersi dalam larutan ion %u
&'
dalam airtanah berasal dari endapan
kalkopirit!
bisa tersembunyi dalam mineral lain contohnya (i dalam serpentin dan empung
yang berdekatan dengan sutu endapan pentlandit!
bisa teradsorbsi contohnya %u teradsosbsi pada lempung atau material organik
pada aliran sungai bisa dipasok oleh airtanah yang melewati endapan kalkopirit!
bisa bergabung dengan material organik contohnya %u dalam tumbuhan!
Daur Geologi
)emua endapan bijih adalah produk dari daur yang sama di dalam proses-proses
geologi yang mengakibatkan terjadinya tanah, sedimen dan batuan. *ambar + merupakan
ringkasan dari daur geologi dan contoh-contoh tipe bijih yang dihasilkan pada berbagai
stadia daur.
*ambar +. Daur geologi, geokimia dan terbentuknya bijih
Dispersi
Dispersi geokimia adalah proses menyeluruh tentang transpor dan atau fraksinasi
unsur-unsur. Dispersi dapat terjadi secara mekanis contohnya pergerakan pasir di sungai!
dan kimiawi contohnya disolusi, difusi dan pengendapan dalam larutan!.
Tipe dispersi ini mempengaruhi pemilihan metode pengambilan contoh, pemilihan
lokasi contoh, pemilihan fraksi ukuran dsb. %ontohnya dalam survey drainage pertanyaan
muncul apakah contoh diambil dari air atau sedimen , jika sedimen yang dipilih, haris
diketahui apakah pengendapan unsur yang dicari sensitif terhadap variasi p- contohnya
adsorpsi %u oleh lempung! atau kecepatan aliran sungai contohnya dispersi )n sebagai
butiran detrital dari kasiterit!. .ika adsorpsi dari ion-ion yang ikut diendapkan dicari dalam
tanah atau sedimen, maka fraksi yang halus yang diutamakan, jika unsur yang dicari hadir
dalam mineral yang resisten, maka fraksi yang kasar kemungkinan mengandung unsur
yang dicari.
Lingkungan Geokimia
/ingkungan geokimia primer adalah lingkungan di bawah 0ona pelapukan yang
dicirikan oleh tekanan dan temperatur yang besar, sirkulasi fluida yang terbatas, dan
oksigen bebas yang rendah. )ebaliknya, lingkungan geokimia sekunder adalah lingkungan
pelapukan, erosi, dan sedimentasi, yang dicirikan oleh temperatur rendah, tekanan rendah,
sirkulasi fluida bebas, dan melimpahnya 1
&
, -
&
1 dan %1
&
. Pola geokimia primer menjadi
dasar dari survey batuan sedangkan pola geokimia sekunder merupakan target bagi survey
tanah dan sedimen.
Mobilitas nsur
$obilitas unsur adalah kemudahan unsur bergerak dalam lingkungan geokimia
tertentu. 2eberapa unsur dalam proses dispersi dapat terpindahkan jauh dari asalnya, ini
disebut mudah bergerak atau mobilitasnya besar, contohnya# unsur gas mulia seperti radon.
3n dipakai sebagai petunjuk dalam prospeksi endapan 4ranium.
$obilias unsur akan berbeda dalam lingkungan yang berbeda, contohnya# 5
bersifat sangat mobil dalam proses pembekuan magma pembentukan batuan beku!,
cebakan pneumatolitik dan hidrotermal, namun akan sangat tidak mobil stabil sekali!
dalam proses metamorfose dan pembentukan tanah. 2ila 5 masuk ke air akan menjadi
sangat mobil kembali.
4nsur yang berbeda yang ditemukan dalam suatu endapan bisa memiliki mobilitas
yang sangat berbeda, sehingga mungkin tidak memberikan anomali yang sama secara
spasial. $isalnya# Pb dan 6n sangat sering terdapat bersama-sama berasosiasi! di dalam
endapan bijih di dalam lingkungan siliko-alumina!, sedangkan dalam lingkungan
pelapukan 6n yang jauh lebih mobil daripada Pb akan mudah mengalami pelindian,
sehingga Pb yang tertinggal akan memberikan anomali pada 0ona mineralisasinya. %ontoh
lainnya#
Emas yang tahan terhadap larutan akan tertinggal dalam gossan.
*alena terurai perlahan dan menghasilkan serusit dan anglesit yang relatif tidak
larut. oleh karena itu Pb cenderung tahan dalam gossan
$ineral sulfida %u, 6n dab 7g mudah terurai dan bermigrasi ke level yang lebih
rendah membentuk bijih oksida yang kaya atau bijih supergen
nsur Penun!uk
8arena unsur-unsur memperlihatkan mobilitas yang berbeda dikontrol oleh
perbedaan stabilitas dan oleh lingkungan tempat mereka bermigrasi! sering dilakukan
penggunaan unsur penunjuk dalam prospeksi suatu unsur. 4nsur penunjuk adalah suatu
unsur yang jumlahnya atau pola penyebarannya dapat dipakai sebagai petunjuk adanya
mineralisasi. 7lasan penggunaan unsur penunjuk antara lain#
4nsur ekonomis yang diinginkan sulit dideteksi atau dianalisis
4nsur yang diinginkan deteksinya mahal
4nsur yang diinginkan tidak terdapat dalam materi yang diambil akibat perbedaan
mobilitas!
%ontohnya # Emas kelimpahannya kecil dalam bijih, oleh karena itu pola dispersinya
hanya mengadung kadar emas yang sangat rendah, kurang dari batas
minimal yang dapat dianalisis. Di lain pihak, %u, 7s, atau )b dapat
berasosiasi dengan emas dalam kelimpahan yang relatif besar.
Anomali Geokimia
2ijih mewakili akumulasi dari satu unsur atau lebih diatas kelimpahan yang kita
anggap normal. 8elimpahan dari unsur khusus di dalam batuan barren disebut
background. Penting untuk disadari bahwa tak ada unsur yang memiliki background yang
seragam, beberapa unsur memiliki variasi yang besar bahkan dalam jenis batuan yang
sama. %ontohnya background nikel#
dalam granitoid kira-kira 9 ppm dan relatif seragam
dalam shale berkisar antara &: - +:: ppm
dalam batuan beku mafik (i rata-rata sekitar +;: ppm dan relatif tidak seragam
dalam batuan beku ultramafik (i rata-rata sekitar +&:: ppm dengan variasi yang
besar.
Tujuan mencari nilai background adalah untuk mendapatkan anomali geokimia,
yaitu nilai di atas background yang sangat diharapkan berhubungan dengan endapan bijih.
8arena sejumlah besar conto bisa saja memiliki nilai di atas background, maka ada nilai
ambang"nilai batas yang digunakan untuk menentukan anomali, yang dikenal dengan
sebutan threshold, yaitu nilai rata-rata plus dua standar deviasi dalam suatu populasi
normal. )emua nilai di atas nilai threshold didefinisikan sebagai anomali.
Teknik-teknik interpretasi baru melibatkan grafik frekuensi kumulatif, analisis rata-
rata yang bergerak, analisis regresi jamak banyak menggantikan konsep klasik
background dan threshold.
Peren"anaan Eksplorasi Geokimia
8arena eksplorasi mineral makin lama makin sulit, mahal, dan kompetitif, maka
eksplorasi perlu dilakukan seefisien mungkin, dengan biaya yang betul-betul efektif. Tiap
eksplorasi geokimia terdiri dari tiga komponen, yaitu sampling pengambilan conto!,
analisis, dan interpretasi. 8etiganya merupakan fungsi bebas yang saling terkait.
8egagalan pada tahap yang satu akan mempengaruhi tahap berikutnya.
a# Pemili$an Meto%e
Pemilihan teknik tergantung pada mineralogi dan geokimia daerah target.
8omposisi badan bijih akan menentukan unsur yang dapat digunakan. %ontohnya %u
sangat ideal untuk endapan tembaga, tapi 7s sangat berguna dalam pencarian mineralisasi
emas, dll. /ebih jauh lagi mineralogi daerah target dikombinasikan dengan lingkungan
sekunder pola dispersinya!. %ontohnya dispersi %u bisa hidromorfik dan mekanis,
sedangkan timah putih sangat khas, hampir selalu mekanis sebagai butiran kasiterit, atau
terdapat dalam biotit atau mineral asesori lainnya.
-al kedua yang perlu dipertimbangkan adalah relatif dari target badan bijih! yang
dapat dijumpai sebagai # +! bijih yang tersingkap, &! tersingkap sebagian, <! tertimbun
batuan penutup yang lebih muda, atau =! tertutup dalam batuan induknya blind ore!
Penyontoan di permukaan akan efektif untuk tipe +! dan &!, tapi perlu antisipasi
untuk respon geokimia yang berbeda. 8asus <! dan =! perlu teknik yang optimum yang
dapat mendeteksi melalui penutup, bawah penutup, gas bocor dari mineralisasi, atau
mendeteksi halo lingkaran! sekitar batuan.
)urvey geokimia diterapkan pada berbagai tahapan eksplorasi mineral, yaitu#
)urvey regional dengan tujuan mencari jalur mineralisasi
)urvey lokal dengan tujuan mengidentifikasi daerah target untuk keperluan evaluasi
)urvey kekayaan dengan tujuan menentukan batas daerah termineralisasi
)urvey deposit dengan tujuan menentukan lokasi dari badan bijih individual
Perlu adanya integrasi antara survey geokimia dengan strategi eksplorasi
keseluruhan.
b# Optimasi &eknik Sur'e(
4ntuk optimasi survey geokimia perlu dilakukan identifikasi target yang
maksimum. )uatu target perlu jelas terlihat dalam data geokimia, mungkin dicirikan oleh
adanya penambahan atau pengurangan kelimpahan unsur tertentu atau asosiasinya. Target
harus mudah dibedakan dari data survey lainnya. Dengan kata lain perlu adanya kontras
geokimia yang maksimum anomali!. Pengambilan conto, penyiapan conto, dan pemilihan
metode analitis dapat mempengaruhi kontras.
Pengamatan kontras anomali yang optimum dimulai di lapangan melalui
pengenalan sekitar lingkungan lokal yang akan mempengaruhi proses dispersi, tempat-
tempat yang mungkin mengalami pelindian atau peningkatan akibat perembesan,
kehadiran pengendapan sekunder, perkembangan tanah yang tidak normal, dan distribusi
tanah penutup yang tertranspor. %atatan lapangan merupakan bagian survey yang penting
yang dapat digunakan bersama-sama dengan analisis data untuk interpretasi.
Pengambilan conto merupakan hal paling penting dalam eksplorasi geokimia.
Preparasi conto yang baik dapat juga menunjang kontras yang baik. Thomson +>?9!
mendemonstrasikan bahwa analisis 6n pada fraksi -:'<@ mesh dari material tanah yang
diambil pada kedalaman &: cm dari tanah semi residu di gurun )audi 7rabia menghasilkan
kontras maksimum di atas badan mineralisasi 6n. )ebaliknya pada fraksi -+@: mesh tanah
*ambar &. Posisi relatif badan bijih terhadap
permukaan
yang sama mengalami dilusi oleh material barren aeolian sehingga kontras dan
dispersinya jauh berkurang.
Pengkayaan sekunder dari logam yang terdispersi hidromorfik cenderung terjadi
pada fraksi halus dari tanah lempung dan silt! atau tanah los yang myelimuti partikel
kasar. Pemisahan fraksi halus dan kasar dapat meningkatkan anomali.
.arak pengangkutan logam oleh airtanah dari pelapukan sulfida sangat bervariasi
dan dapat menghasilkan pola geokimia yang sulit untuk diinterpretasikan. 8onsentrasi
logam yang tinggi karena pengendapan sekunder mengikuti pola hidromorfik, scavenging
dll. )ering dicirikan oleh bentuk mineral yang lemah dan tidak stabil yang unsur-unsurnya
dapat direcovery dengan teknik analisis yang lemah.
"# Parameter Sur'e(
Tantangan dalam survey geokimia adalah mendesign program yang efektif, pada
prakteknya adalah membuat keputusan tentang pemilihan point-point berikut ini,
$aterial )ample
Pola penyontoan
Preparasi conto
Prosedur 7nalitis
8riteria interpretasi hasil
4ntuk membuat keputusan diperlukan pengetahuan atau asumsi tentang keadaan
daerah survey. 7rtinya diperlukan rujukan infomasi yang relevan tentang#
Dispersi dan karakter mobilitas dari unsur dalam mineral dan batuan induk
Pengaruh lingkungan lokal pada proses dispersi
4kuran target, baik ukuran mineralisasi maupun ukuran yang diharapkan dari lingkaran
dispersi sekelilingnya
8etersediaan material conto
8emampuan analitis
8ondisi logistic
/ingkungan lokal dapat mempengaruhi proses dispersi. 5aktor yang paling penting
yang berhubungan dengan iklim dan topografi adalah material"tanah di daerah survey,
apakah tertranspor atau residu. .ika tertranspor, asalnya dari apa, kolovium, aluviumA
$aterial eksotis seperti sedimen berlapis, aluvial, pasir fluvial, abu vulkanik, menutupi
batuan dasar, tetapi tidak mengekspresikan geokimia dari batuan yang berada di
bawahnya.
4kuran target akan mempengaruhi pemilihan interval pengambilan conto. 7rah
orientasi tertentu dari target juga harus dipertimbangkan dalam lintasan dan grid
pengambilan conto. Bdealnya, grid pengambilan conto dibuat dengan garis dasar sejajar
terhadap sumbu panjang target. *aris lintangnya tegaklurus terhadap garis dasar tadi untuk
mendapatkan kemungkinan irisan maksimum.
)urvey geokimia yang ideal didasarkan pada penyontoan yang sistematis dan
beraturan untuk memperoleh database yang homogen, agar dapat dilakukan evaluasi
komparatif dari gejala geokimia. 1leh karena itu penting sekali untuk memilih medium
penyontoan yang seragam di seluruh daerah survey. Teknik preparasi dan teknik analitis
harus dipilih yang dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya dan menunjang kontras
yang optimum.
Terakhir, perlu dilakukan evaluasi terhadap hambatan-hambatan logisistik. 7kses,
kondisi medan, keterdapatan tenaga, budget dan waktu perlu dipertimbangkan dengan hati-
hati.
%# Stu%i Orientasi
)tudi orientasi digambarkan sebagai suatu seri percobaan pendahuluan untuk
menentukan karakter dispersi geokimi yang berhubungan dengan mineralisasi pada daerah
tertentu. Bnformasi tadi digunakan untuk#
$endefinisikan bakcground dan respon geokimia yang abnormal
$endefinisikan prosedur survey yang optimum
$engidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dispersi dan kriteria interpretasi
hasil survey
$engenali gejala-gejala yang harus dicatat dan dilaporkan oleh pengambil conto
)urvey orientasi klasik terdiri dari penyontoan dan analisis di lapangan sekitar
badan yang representatif tetapi mineralisasinya tidak dikenal. Bdealnya, pekerjaan ini
dimulai dari mineralisasi yang telah dikenal yang secara geologi dan geomorfologi
representatif untuk lokasi penelitian. 8emudian dilanjutkan menjauhi mineralisasi untuk
mendapatkan harga background yang sesuai.
1rientasi sample tanah harus diambil minimal dari dua lintasan melalui
mineralisasi dan dilanjutkan ke dalam background. )pasi pengambilan conto tergantung
pada luas mineralisasi. $inimal empat atau lima contoh di atas mineralisasi dan juga dari
background. Penting agar karakter tanah yang berbeda dievaluasi. -asilnya, lintasan ini
harus mencakup kondisi fisiografi normal dan tipe major tanah, seperti daerah yang
penirisan baik lereng curam, daerah rembesan, dan rawa.
2erbagai fraksi dari material conto perlu dianalisis . 5raksi yang disarankan adalah#
Tabel +. 5raksi-fraksi untuk analisis kimia
$esh 7)T$! $ikron
- <@ ' 9: -@::-+??
-9: -+??
-9:'+=: -+??'+:@
--+=:'&<: -+:@';<
-&<: -;<
2radshaw +>?@! juga menyarankan preparasi fraksi mineral berat jika diduga ada
dispersi fragmen yang resisten, apalagi kalau terdapat emas, timah putih dan tungsten.
)emua contoh harus dianalisis dengan teknik ekstraksi total. )ebagai tambahan
disarankan conto tanah dianalisis dengan teknik hot acisd extractable dan cold acid
extractable dan dengan teknik khusus yang mungkin diinginkan misalnya khusus sulfida,
khusus timah putih, khusus material organik!.
e# Stu%i Literatur
Tidak praktis untuk mengunjungi lapangan dan melakukan survey orientasi
sebelum program eksplorasi dibuat. Bnformsi yang berguna dapat diperoleh dari
penyelidikan terdahulu yang telah dilakukan orang. 2isa berupa paper atau dokumen intern
perusahaan. )eringkali dapat dilakukan orientasi terbalik dengan mengevaluasi survey
terdahulu secara kristis. )urvey literatur sebaiknya disertakan dalam diskusi dengan orang
yang mengetahui kondisi daerah survey dan ahli geokimia yang profesional.
)# Orientasi &eoritis
Pendekatan yang sangat spekulatif ini berdasarkan pada aplikasi model teoritis,
prinsip-prinsip dasar geokimia, asumsi-asumsi geologi, geomorfologi dan iklim dari
daerah yang diselidiki.
g# Organisasi Sur'e( %an Operasi
%hecklist dari hal-hal yang perlu dipertimbangkan khususnya dalam survey tanah
dapat dilihat pada Tabel &. .ika telah dilakukan orientasi praktis untuk mendefinisikan
parameter survey, maka ahli geokimia harus ada disana untuk#
$emperlihatkan kepada pengambil conto apa yang ingin diambil untuk melatih mereka
tentang prosedur survey
$enguji dan menkonfirmasikan karakter dan distribusi dari penutup overburden! yang
tertranspor.
Cerifikasi kondisi tanah pada lokasi kunci
8enalilah fisiografi daerah survey untuk keperluan interpretasi
Tabel &. %hecklist untuk organisasi geokimia tanah
*AL CEK
team lapangan jumlah, komposisi, pengalaman, pemimpin
training kapan, dimanan, oleh siapa
peta dasar skala yang sesuai, tpografi
skema penomoran sederhana, tidak meragukan, hindari alfanumerik
catatan lapangan isi dengan benar
8ontrol kualitas ambil conto duplikat, dengan standar, masukan ke laboratorium
8omunikasi dengan lab sederhana dan langsung
Daftar pengiriman perlu disertakan tiap pengiriman conto ke lab
Bnstruksi berikan instruksi sederhana dan tidak meragukan
Pengembalian data cek duplikat, standar dll. .ika meragukan lakukan analisis ulang
pengolahan data manual atau komputer, ambil prosedur paling sesuai
Bnterpretasi peta disiapkan untuk merangkum gejala geokimia
Bntegrasi buku lapangan untuk membantu interpretasi
penyimpanan data diperlukan untuk perbaikan dan interpretasi ulang
arsip conto di lab, kantor
integrasi dengan eksplo-rasi lain lakukan komunikasi yang baik dengan manajemen atau orang
dari proyek lain
prosedur pembuatan la-poran orang yang membuat laporan harus mengetahui program
lapangan
&ipe Sur'e( Geokimia
+# Sur'e( Se%imen Sungai Akti) ,Stream Sediment-
+#+ Prospeksi mineral berat
Teknik ini merupakan metode prospeksi paling tua. )ampai sekarang masih banyak
digunakan untuk prospeksi endapan yang mengandung mineral resisten seperti# kromit,
kasiterit, emas, platina, mineral tanah jarang, rutil, sirkon, turmalin, garnet, silimanit,
kianit dsb. $aterial conto yang optimum adalah kerakal dengan diameter rata-rata @ cm.
4ntuk dapat melakukan pembandingan antar conto, perlu jumlah conto yang seragam
dengan teknik konsentrasi yang standar. $etode yang paling sederhana adalah
pendulangan atau dengan meja Dilfey. )pasi conto bervariasi antara satu per @: E +:: km
&
sampai l satu per :,@ km
&
. Daktu yang diperlukan tergantung ukuran butir conto, keadaan
medan dan metode konsentrasi. Bdentifikasi akhir dari mineral dilakukan secara petrografis
di laboratorium.
+#. Analisis konsentrat mineral berat %ari se%imen
8onsentrat mineral berat yang diperoleh dianalisis unsur jejaknya untuk
mengetahui mineral asalnya. %ontohnya pirit dipisahkan dari sedimen sungai dan
dianalisis %u-nya. Pirit yang berasal dari endapan %u dapat mengandung ++::E+?::
ppm %u, pirit dari endapan 7u mengandung =:E=9: ppm %u, dan pirit dari batubara
menandung +:: -+&: ppm %u.
+#/# Anal(sis )raksi $alus se%imen sungai akti)
Pengambilan contoh sedimen sungai aktif fraksi halus banyak digunakan di daerah
yang drainagenya cukup besar dan mengalami erosi aktif. 8erapatan conto ditentukan oleh
kerapatan drainage, namun secara kasar kerapatan conto dapat diambil satu per & E+: km
&
untuk survey regional, kerapatan conto satu per :,@ E & km
&
digunakan untuk penyontoan
pendahuluan yang lebih rinci.
Pengambilan contoh sedimen sungai aktif fraksi halus banyak digunakan di daerah
yang drainagenya cukup besar dan mengalami erosi aktif. 8erapatan conto ditentukan oleh
kerapatan drainage, namun secara kasar kerapatan conto dapat diambil satu per & E+: km
&
untuk survey regional, kerapatan conto satu per :,@ E & km
&
digunakan untuk penyontoan
pendahuluan yang lebih rinci.
Deskripsi lapangan perlu dilakukan pada tiap lokasi conto Bnformasi harus
mencakup# material organik, sifat sungai dan endapannya, kehadiran singkapan, apakah
dijumpai endapan besi oksida atau mangan oksida sekunder. Pengukuran p- air sungai
akan sangat berguna.
/angkah pertama penyajian hasil survey drainage adalah mengeplot semua sungai
yang ada di daerah penyelidikan dan mengeplot nomor conto dan nilainya. )etelah
dilakukan pengolahan data secara statistik dapat dilakukan pemilihan background dan
threshold. /okasi conto dapat ditandai dengan titik hitam, yang ukurannya menunjukkan
kandungan logamnya atau dengan menebalkan sungai yang kandungannya logamnya lebih
tinggi.
.# Sur'e( &ana$
Darna tanah dan perbedaan komposisi dapat merupakan indikator yang penting
untuk berbagai kandungan logam. %ontohnya, tanah organik dan inorganik reaksinya akan
berbeda terhadap logam kandungan logamnya berbeda!. Dari kedua tipe ini dapat
diharapkan perbedaan level background yang jelas. $engabaikan perbedaan ini akan
mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan eksplorasi, yaitu anomali yang
signifikan tidak terlihat dan anomali yang salah.
7nomali yang salah umumnya berkaitan erat dengan komponen yang menunjukkan
konsentrasi unsur yang ekstrim, seperti pada material organik dan mineral lempung, juga
unsur jejak dalam airtanah.
8egagalan mendefinisikan kondisi anomali yang menunjukkan adanya
mineralisasi! dapat terjadi jika conto tidak berhasil menembus 0ona pelindian. Bni sering
terjadi pada pengambilan conto yang tergesa-gesa, sehingga bukti mineralisasi tidak
terlihat.
4nsur jejak yang dikandung conto tanah umumnya mewakili daerah terbatas. 1leh
karena itu diperlukan sejumlah conto yang diambil secara sistematis untuk mengevaluasi
sifat-sifat mineralisasi. Perencanaan penyontoan biasanya mengikuti grid bujur sangkar
atau empat persegi panjang. %onto tambahan diambil dari lingkungan yang berasosiasi
dengan akumulasi unsur jejak, seperti 0ona depresi atau rembesan untuk menguji dispersi
hidromorfik dari badan mineral yang tertimbun.
)urvey tanah terdiri dari analisis conto tanah yang biasanya diambil dari hori0on
tanah khusus, kemudian diayak untuk mendapatkan ukuran fraksi tertentu. %onto
umumnya diambil pada pola kisi grid! yang beraturan. Di daerah yang terisolir dengan
medan yang sulit, akan sulit pula untuk membuat grid pengambilan conto yang baik.
$etode alternatif yang dapat digunakan adalah penyontoan ridge dan spur. $etode
ini sangat baik dikombinasikan dengan survey sedimen sungai untuk medan yang sulit.
$etode pengambilan conto yang paling ideal adalah dengan grid yang teratur. Prosedur
yang normal adalah menentukan garis dasar kemudian buat lintasan yang tegak lurus
terhadap garis dasar. Penentuan garis dapat dilakukan dengan theodolit atau kompas.
Pemilihan grid yang digunakan tergantung pada tipe target yang dicari. .ika
diketahui bahwa mineralisasi di daerah itu memiliki dimensi panjang searah dengan jurus,
seperti mineralisasi vein atau unit stratigrafi, maka garis dasar harus diletakan paralel
terhadap jurus. %onto diambil sepanjang garis lintang yang tegak lurus pada garis dasar.
Dalam kasus ini interval antar garis bisa lebih besar dari interval conto sepanjang garis
dasar. .ika jurusnya tidak dikenal dan targetnya diduga eFuidimensional, maka
pengambilan conto dilakukan dengan grid yang berbentuk bujur sangkar.
4ntuk praktisnya sering digunakan grid segi empat panjang, karena penambahan
frekuensi smpling sepanjang garis dasar tidak membutuhkan banyak waktu. 4kuran grid
yang digunakan umumnya @:: m G +:: m atau &:: m G &:: m untuk survey pendahuluan
dan +:: m G @: m atau @: m G @: m untuk survey detil. 8adang-kadang digunakan juga
grid jajaran genjang .
Pengambilan contoh #
%onto tanah umumnya diambil pada hori0on 2, pada kedalaman <: - @: cm. 4ntuk
unsur tertentu seperti 7g dan -g hori0on 7 dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Pada daerah yang keras dan kering conto diambil dengan menggali lubang kecil
dengan menggunakan sekop dan cangkul. .ika tanah lunak dan lembab dapat
digunakan sekop kecil atau hand auger. %onto ditempatkan pada kantong conto
standar, diberi nomor dan keterangan singkat yang mencakup tipe tanah, warna,
kandungan organik. *ejala khusus sepanjang lintasan perlu dicatat, contohnya
singkapan, jalan setapak, sungai.
)istem penomoran tergantung pada pola pengambilan contoh. 4ntuk pola grid lebih
baik menggunakan sistem koordinat dengan mengambil titik : pada garis lintasan
dasar, dan memberi nomor rujukan pada tiap garis lintang. (amun penomoran
alfanumerik kurang praktis untuk analisis laboratorium. %ara penomoran
lainmenggunakan kode enam sampai delapan digit yang merupakan kode proyek,
daerah dan nomor conto, misalnya nomor &:=:<&@ bisa berarti proyekk &, kode
daerah :=, conto :<&@. Tipe ini lebih baik untuk pengolahan data dengan komputer.
Di daerah kering dan banyak matahari, conto dapat dikeringkan di tempat terbuka di
camp, tapi di daerah basah dibutuhkan alat pengering. .ika conto sudah kering, dapat
digerus dan diayak. Di daerah tropis yang didominasi tanah latosol penggerusan
dapat dilakukan dengan mortar agar agregat oksida besinya hancur. 7yakan dari
stainless steel atau dari nilon dapat digunakan )ebelum mengayak tiap-tiap sampel,
ayakan harus bersih. 7yakan dapat dibersihkan dengan kuas ukuran <,@ cm atau @
cm. -asil pengayakan dimasukkan ke dalam amplop kertas, kemudian ke dalam
kantong plastik agar tidak bocor atau terkontaminasi pada waktu pengangkutan.
5raksi ukuran yang umum untuk conto geokimia adalah -9: mesh :,& mm!, tapi
ukuran yang lebih halus atau lebih kasar dapat digunakan untuk kasus-kasus tertentu.
Pada daerah baru yang belum diselidiki dianjurkan untuk melakukan survey orientasi
untuk menentukan fraksi ukuran yang optimum untuk analisis, kedalaman
penyontoan yang terbaik , jika mungkin respons geokimia dari mineralisasi .
-asi survey tanah biasanya disajikan dalam bentuk peta kontur yang mengacu pada
isopleth garis yang konsentrasinya sama!. )elang antar kontur dapat digambarkan dengan
warna atau arsir. Tiap titik conto dan harganya harus diperlihatkan, tapi nomornya tidak
perlu diterakan agar tidak membingungkan. Pola pengambilan conto yang tidak beraturan
dapat disajikan dalam peta dot, atau dengan memberikan warna yang berbeda pada setiap
titik conto.
)urvey lanjut follow-up! dilakukan dengan spasi grid yang lebih rapat. %ontohnya
suatu anomali yang terdapat pada grid penyelidikan pendahuluan @::G&:: m dapat
dipenyontoan lagi dengan grid &@:G+:: m atau lebih rapat lagi, tapi grid yang lebih rapat
dari &@G&@ m umumnya kurang menguntungkan, kecuali jika target yang diharapkan
berupa vein yang sangat kecil atau pegmatit. .ika hasil survey lanjut menjanjikan, maka
pada daerah anomali dapat dilnjutkan dengn survey geofisika sebelum diputuskan
dilakukan pemboran.
/# Sur'e( 0atuan
Dalam rangka mendapatkan informasi kelimpahan background dari unsur yang
dianalisis dalam survey tanah atau sedimen sungai aktif perlu dilakukan sedikitnya
pengambilan contoh batuan secara terbatas.
)urvey batuan dapat dilakukan sendiri untuk mendeteksi kemungkinan dispersi
primer yang berasosiasi dengan bijih. )urvey batuan dapat digunakan untuk prospeksi
mineralisasi pada kondisi berikut#
Prospeksi bijih yang meghasilkan pola dispersi batuan dasar yang luas contohnya
seperti )i, 8, 5, %l dapat dijumpai pada lingkaran alterasi yang ekstensif mengitari
bijih hidrotermal!.
Prospeksi untuk endapan yang luas berkadar rendah contohnya endapan %u yang
tersebar atau endapan )n yang tersebar! yang pengenalannya tidak mungkin
dilakukan dari contoh setangan karena kadarnya rendah atau mineral yang dicari
tidak terlihat.
Pengambilan conto batuan bisa dilakukan dengan chip sampling secara acak pada
singkapan atau dengan pemboran dengan pola grid bor auger untuk kedalaman yang kecil,
atau dengan rotary percussion untuk daerah yang overburdennya tebal!. %onto batuan,
yang diperoleh digerus dan diayak. 5raksi E9: mesh dianalisis.
1# Sur'e( Air
7nalisis air dari sungai, mata air, danau, rawa sumur, dan sumur bor, dapat
dilakukan dalam prospeksi, tetapi kesulitan analisis sehubungan dengan rendahnya
konsentrasi, ditambah lagi fluktuasi yang cepat akibat variasi musim menghambat
meluasnya penggunaan metode ini.
7irtanah bisa kontak dengan batuan dan melarutkan unsur-unsur dan terjadi
kesetimbangan kimia yang erat kaitannya dengan kimia yang dikandung oleh akifer.
7irtanah mengandung padatan terlarut yang bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
%ontohnya air dari ladang minyak dengan endapan halit dapat mengandung padatan
terlarut yang lebih banyak dari air laut atau airtanah biasa. (amun airtanah digunakan juga
dalam eksplorasi mineral, umumnya dari sumber yang dangkal.
7ir sungai dan danau umumnya berasal dari air permukaan, tapi air tanah dapat
memberi kontribusi melalui mata air dan sungai bawah tanah. 7ir danau dan sungai
memperlihatkan kandungan padatan terlarut yang lebih bervariasi, karena adanya variasi
penambahan air permukaan yang besar dan tiba-tiba, yang akan merubah p-, Eh, dan
lingkungan kimia dalam jarak yang sangat pendek.
%onto diambil di lapangan dengan botol plastik yang bersih &@: E @:: ml! yang
telah dicuci dua sampai tiga kali. 7gar bebas kontaminasi botol harus dibersihkan dengan
asam yang bebas logam sebelum dibawa ke lapangan. 4ntuk praktisnya, conto diasamkan
dengan dua atau tiga tetes asam nitrit bebas logam untuk mencegah pengendapan logam
yang ada. .ika diperlukan pengukuran p- dan Eh atau penentuan substansi yang mungkin
dipengaruhi oleh asam, maka perlu diambil conto duplikat atau melakukan pengukuran
ditempat. .ika conto mengandung padatan suspensi, maka perlu dilakukna filtrasi, tapi
biasanya dilakukan di laboratorium sebelum analisis.
2 # Sur'e( 0iogeokimia
5ilosofinya adalah, bahwa akar tanaman menunjam jauh ke dalam tanah dan
mengambil makanan dari batuan dasar yang lapuk. %ontohnya tanaman teh telah
memperlihatkan batas-batas anomali (i di 7ustralia 2arat. 8euntungan metode ini
dibandingkan dengan metode lainnya, yaitu dapat dilakukan untuk#
Prospeksi di daerah yang tanah penutupnya tertranspor
Prospeksi di daerah berawa
Prospeksi di daerah yang vegetasinya sangat rapat
Tanaman mengambil makanan dari tanah melalui akarnya. Dengan
membandingkan konsentrasi unsur dalam jaringan tanaman dengan konsentrasi unsur
dalam tanah, unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. 8elompok
pertama terdiri dari unsur biogenikmencakup -, %, (, P, dan ), merupakan unsur
pembangun jaringan tanaman, konsentrasinya di atas konsentrasi unsur-unsur tsb dalam
tanah.
8elompok kedua berupa unsur yang jejak yang diperlukan utuk pertumbuhan yang
sehat, terdiri dari 2, $g, 8, %a, $n, 5e, %u dan 6n yang konsentrasinya dalam tanaman
hampir sama dengan dalam tanah.
8elompok ke tiga adalah unsur yang tidak diperlukan atau unsur toksik, antara lain
Pb, )r, -*, 2e, 4, (B, %r, 7g, )n. Dan )e. 4nsur toksik mungkin diperlukan dalam
jumlah yang sangat sedikit, sedangkan unsur yang diperlukan bisa menjadi toksik jika
hadir dalam konsentrasi yang tinggi.
Pada tanah dengan konsentrasi Pb, %u, -g dan (i tinggi, pertumbuhan vegetasi
terhambat atau terbatas pada jenis tertentu. 7da tanaman yang toleran terhadap
konsentrasi toksik yang tinggi, adapula yang seolah-olah membutuhkan unsur toksik untuk
dapat mulai tumbuh. Tanaman yang demikian disebut tanaman indikator. Hang paling
dikenal adalah bunga tembaga di 6ambia dan tanaman )elenium di 7merika. 8ehadiran
bunga tembaga menjadi indikasi konsentrasi %u ratusan sampai ribuan ppm. Tanaman
selenium menjadi indikator yang baik untuk mineralisasi uranium karena )e sering
menyertai 4. Daun yang menguning chlorosis! dapat disebabkan oleh konsentrasi unsur
%u, 6n, $n dan (i. Penelitian biogeokimia dalam prospeksi dilakukan sejah tahun +><:.
$aterial tanaman yang dikumpulkan dijadikan abu, untuk menghilangkan unsur biogenik
penyusun jaringan, unsur yang dicari akan dijumpai dalam residu abu!. 7bu umumnya
mencapai +-<I berat, sehingga unsur yang dicari akan terkonsentrasi sampai +:: kalinya
dari unsur asal dalam jaringan.
8euntungan lain survey biogeokimia dibandingkan dengan survey tanah adalah
anomalinya di dalam abu akan lebih mudah dideteksi karena konsentrasinya tinggi. (amun
dalam hal pekerjaan, survey biogeokimia melibatkan pekerjaan yang lebih banyak.
4ntuk melakukan survey biogeokimia, sedikitnya diperlukan <:: gram material
dari tiap tanaman. Tanaman muda dan kurus umumnya memberikan hasil yang paling
baik. %onto dapat divariasikan dengan spesies yang berbeda, tapi menggunakan satu
spesies lebih praktis. Pengambilan conto harus sedekat mungkin pada gridnya. )etelah
conto dimasukkan ke dalam kantung, material dikeringkan dan dapat dikirim ke
laboratorium untuk dijadikan abu dan dianalisis, atau dapat dibiarkan hangus di udara atau
dalam oven, kemudian masukan ke dalam kantung conto dan dikirim ke laboratorium.
)ebelum conto dianalisis, dilakukan pengabuan terlebih dulu pada temperatur =@: - @::
%. Temperatur ini terlalu tinggi untuk )b, -g , )e, dan Te, sehingga perlu menggunakan
metode pengabuan basah.
3# Sur'e( Gas
)uatu teknik yang masih sedang dikembangkan adalah pengambilan conto gas
untuk mencari anomali unsur volatil di sekitar bijih. )aat ini perhatian difokuskan pada
pendeteksian gas -g di sekitar berbagai endapan bijih. )ejumlah volume udara dilewatkan
melalui suatui filter yang dapat menangkap uap -g untuk dianalisis kemudian.
Pengambilan conto dapat dilakukan dekat permukaan misalnya melalui satu unit
perangkat yang dipasang pada kendaraan beroda empat!, dalam tanah, atau dengan
pesawat yang terbang rendah. 8eterbatasan metode ini adalah#
8onsentrasi gas yang diukur umumnya rendah
)ulit menentukan lokasi anomali yang akurat
Peka terhadap kondisi cuaca
$emelukan endapan bijih yang mengandung -g yang cukup
Tipe penyelidikan lain adalah inderaja digunakan untuk mendeteksi hidrokarbon
dalam prospeksi minyak dan untuk mendeteksi gas-gas radiogenik seperti 3n, -e, dan Je
dalam prospeksi 4 dan Th. *as radiogenik ini luruh dalam paruh waktu yang pendek
3n
&&:
@= jam, 3n
&&&
= hari! yang membatasi ukuran pola dispersi yang dapat dikenal.
Dalau begitu 3n
&&&
banyak digunakan dalam prospeksi uranium, dan kadang-kadang
berhasil. *as seperti -
&
), )1
&
, B
&
, %1
&
, (
&
dan 1
&
memiliki potensi dalam prospeksi, tetapi
pada saat ini banyak yang belum dieksploitasi.
Meto%e Analitis
Dalam eksplorasi geokimia tidak perlu mengutamakan akurasi yang tinggi, yang
penting cepat, tidak mahal dan sederhana. $etode yang banyak digunakan dalam
prospeksi geokimia adalah kromatografi, kolorimetri, spektroskopi emisi, J35, dan 77).
$etode lain yang juga digunakan dalam kasusu khusus adalah aktivasi neutron, radiometri
dan potensiometri.
77) atomic absorpsion spectrometry! merupakan teknik yang paling banyak
dipakai dalam analisis unsur tunggal standar. 7lat-alat yang lebih canggih dapat
menganalisis multi unsur, seperti#
Plasma emissin spectrometry menganalisis +& unsur utama %u, Pb, 6n, 7g, D, )b, 2a,
(i, $n, 5e, %r, )n! dan +: unsur berguna baik sebagai unsur pennyertamaupun untuk
pemetaan geologi# C, P, 7s, $o, 2, 2e, %d, %o, (i, H.
Optical emission spectrometry yang langsung dibaca # Fuantometer, yang mengukur
secara simultan ? unsur dan &; unsur jejak.
Interpretasi Data Geokimia
Bnterpretasi data geokimia melibatkan kesimpulan statistik dan geologi. Perlu
disadari bahwa kesuksesan interpretasi data tergantung pada keberhasilan porgram
pengambilan conto. .ika mungkin program pengambilan conto dibuat fleksibel sehingga
interpretasi dapat dilakukan secara progresif, mulai dari interpretasi subyektif, diteruskan
dengan prosedur yang lebih kompleks sampai kemungkinan anomali ditemukan atau
sampai dapat dikenali tanpa ragu jika tidak terdapat anomaly.
+# Pengola$an Data Geokimia Strategis
*eokimia strategis dan analisis multi unsur dengan data yang banyak << unsur"
conto! membutuhkan pengolahan data dengan komputer. 7nalisis ini sering dilakukan di
pusat-pusat pengolahan data. Prospektor hanya perlu menyediakan peta lokasi dan data
lapangan buku catatan penyontoan!.
Pengolahan data dimulai dengan mengambil informasi geokimia dari conto yang
dikumpulkan. -al ini dapat diperoleh dengan cara mengelompokkan conto dengan indeks
yang sama, sebagai berikut#
-asil analisis dari laboratorium
8oordinat conto
1bservasi lapangan
Pengolahan data melibatkan manipulasi sejumlah besar variabel nilai conto!. Bni
dapat menentukan variabilitas dalam dan antara populasi conto. 7da tiga metode statistik
yang digunakan# pertama melibatkan pengolahan variabel yang diambil satu persatu
analisis univariate!, kedua teknik analisis bivariate, dan ketiga analisis multivariate.
Analisi uni'ariate atau analisis elementer memungkinkan perangkuman
karakteristik dari distribusi unsur baik melalui penghitungan maupun secara grafis. *rafik
yang disajikan untuk distribusi unsur tertentu dapat digunakan untuk menentukan hukum
statistik mana yang sesuai dengan distribusi unsur atau menentukan populasi yang berbeda
jika ada! dalam conto global.
Analisis statistik bi'ariate terdiri dari analisis dua karakter dari variasi simultan ,
baik dengan grafik ataupun perhitungan koefisien korelasi linier.
Analisis multi'ariate terdiri dari# regresi multiple dan analisis faktorial. 3egresi
multiple memungkinkan variasi-variasi dari suatu variabel dihubungkan dengan variasi-
variasi dari satu atau beberapa variabel lain. *unanya untuk membantu menonjolkan atau
mengeliminasi material logam dari endapan primer. %ontohnya %u yang tinggi yang
berasosiasi dengan batuan basa dapat ditekan atau dihapus dengan studi distribusi (i, %o
dan C. Di lain pihak anomali yang signifikan akan kelihatan lebih kontras. 7nalisis
faktorial bertujuan mendapatkan informasi dari data numerik yang besar. )intesis ini
membutuhkan perhitungan matematis yang kompleks. %ontohnya jika satu seri plutonik
dipelajari, dimulai dengan data kimia 5e, $g dan Ti dikelompokkan pada faktor yang
sama., ini dapat mengekspresikan variasi dalam level mineral feromagnesia dalam conto
yang berbeda. Dalam prospeksi geokimia, fakta-fakta ini dapat dapat menggambarkan
kehadiran berbagai mineralisasi, kontras antara unit geologi utama, fenomena pedologi,
dan sebagainya. Penyajian hasil disajikan dalam bentuk #
peta data mentah
peta nilai anomali dengan menggunakan pola yang berbeda
peta dari background geokimia lokal
.# Geokimia &aktis
.ika data tidak terlalu banyak, tidak perlu pengolahan data dengan komputer.
8onsekuensinya prospektor harus memproses dan menyajikan sendiri datanya.
7nalisis statistik elementer dapat membantu memisahkan background dari
anomali. -al ini dapat dilakukan secara manual melalui perhitungan nilai rata-rata, deviasi
standar dapat pula disajikan dalam bentuk grafis dengan melakukan langka-langkah
sebagai berikut#
Pemilihan data populasi yang tepat, sebesar mungkin dan sehomogen mungkin
Pengumpulan harga-harga menjadi jumlah kelas yang cukup
$enghitung frekuensi tiap kelas kemudian plot terhadap unit kelas untuk mendapatkan
histogram
$enghaluskan histogram untuk mendapatkan kurva frekuensi
Pengeplotan frekuensi kumulatif sebagai ordinat untuk mendapatkan kurva frekuensi
kumulatif yang merupakan bagian integral dari kurva frekuensi.
Dengan mengubah ordinat di atas menjadi skala probabiliti, maka kurva frekuensi akan
menjadi garis lurus
APLIKASI GEOKIMIA DALAM PANAS 0MI
Pada penelitian panas bumi dengan menggunakan metoda geokimia, data yang
digunakan adalah data kimia manifestasi air panas, data kimia tanah dan udara tanah. Data
tersebut digunakan untuk memprediksi kondisi fluida reservoir.
Kimia Mani)estasi Air Panas
Dalam eksplorasi geokimia, hal yang dapat ditentukan dari data kimia manifestasi
air panas adalah #
)ifat kimia air panas
Tipe fluida reservoir
Temperatur reservoir
7sal air panas
Pola aliran air panas
Si)at Kimia
)ifat kimia meliputi karakteristik tiap unsur, dimana rasio perbandingan unsur-
unsur kimia yang terkandung di dalam manifetasi air panas dapat digunakan untuk
mengetahui hal-hal sebagai berikut (icholson, +>><! #
7sal fluida reservoir
8emungkinan terjadinya pencampuran
7liran fluida panas bumi
Pemanasan uap air steam heating!
Daerah permeabel 0ona upflow)
$endelineasi daerah potensi panas bumi
&ipe 4lui%a Reser'oir
Dikenal @ tipe fluida panas bumi dengan karakteristik sebagai berikut #
7ir 8lorida
4mum dijumpai pada sistem bertemperatur tinggi K&&@L%!
$engandung (a
'
, 8
'
, %a
'&
, $g
'&
sebagai kation.
2erasosiasi dengan gas %1& dan -&).
p- netral atau sedikit asam dan basa tergantung %1& terlarut.
2erasosiasi dengan 0ona alterasi argilik-propilitik.
Terbentuk endapan sinter silika.
)angat baik sebagai geotermometer.
7ir )ulfat
8andungan sulfat K +::: ppm
)1= tinggi akibat oksidasi -&) pada vadose zone dan menghasilkan
-&)1= #
-&) ' &1& M -&)1=
Ditunjukkan dengan manifestasi berupa kolam lumpur.
Terbentuk di bagian paling dangkal pada sistem panas bumi akibat
kondensasi uap air ke dalam air permukaan.
2ersifat asam.
2erasosiasi dengan 0ona alterasi argilik lanjut.
Tidak dapat digunakan sebagai geotermometer.
7ir 2ikarbonat
-%1< merupakan anion utama.
(a merupakan kation utama.
Di bawah muka air tanah bersifat asam lemah, tetapi dapat bersifat basa oleh
hilangnya %1& terlarut di permukaan.
Terbentuk pada daerah pinggir dan dangkal akibat adsorbsi gas %1& dan
kondensasi uap air ke dalam air tanah.
2erasosiasi dengan 0ona alterasi argilik.
8ehadiran batugamping di bawah permukaan dapat membentuk endapan sinter
travertin %a%1<!.
7ir )ulfat-8lorida
p- sekitar &-@.
8omposisi klorida dan sulfat hampir sama.
Pada umumnya merupakan hasil pencampuran dari air klorida dan sulfat.
Dilusi 8lorida-2ikarbonat
p- mendekati netral ;-9!.
8lorida sebagai anion utama.
-asil pelarutan air klorida oleh air tanah ataupun air bikarbonat.
Reser'oir %an Asal Air Panas
Dengan menggunakan diagram segitiga %l-/i-2, maka dapat diinterpretasikan asal
air panas yang muncul menjadi manifestasi di permukaan. 2ila kandungan %l yang relatif
lebih tinggi dibandingkan 2 dan /i, maka hal ini menunjukkan bahwa air panas ini berasal
dari proses volkanik magmatik yang membawa gas -%l dan -&) terlarut (icholson,
+>><!. 2ila kandungan 2 relative lebih tinggi dibanding %l dan /i maka dapat
diinterpretasikan bahwa batuan sampingnya adalah batuan sedimen, dimana pengayaan
manifestasi air panas di permukaan tersebut dimungkinkan karena adanya interaksi fluida
panas selama di perjalanan menuju permukaan. )edangkan bila kandungan /i relatif lebih
tinggi dibanding %l dan 2, maka dapat diperkirakan bahwa telah terjadi interaksi fluida
dengan batuan dalam proses migrasinya menuju permukaan, batuan yang dimaksud dapat
berupa batuan beku, piroklastik maupun metamorf.
&emperatur Reser'oir
Dalam menghitung perkiraan awal temperatur reservoir maka metoda yang
digunakan adalah geotermometer dari data kimia air panas. 2erikut ini adalah syarat-syarat
kelayakan suatu air panas dapat dijadikan sebagai geotermometer #
8ecepatan aliran K & kg"detik.
Tidak terjadi hilang uap dan gas.
Temperatur mata air harus mendidih atau hampir mendidih N K >: :%!.
p- mendekati netral
Dari syarat-syarat di atas maka air tipe klorida merupakan tipikal air terbaik sebagai
geotermometer dikarenakan p--nya yang netral. 2erikut ini adalah metoda-metoda yang
digunakan dalam perhitungan larutan geotermal #
*eotermometer )ilika
*eotermometer 8-(a
*eotermometer (a-8-%a
*eotermometer 8-$g
Kimia &ana$ %an %ara &ana$
$enurut (icholson +>><!, data kimia tanah dan udara tanah dimaksudkan untuk
mengetahui hal-hal berikut #
$engidentifikasi daerah permeabel
$engidentifikasi kemungkinan upflow
$endelineasi daerah prospek
&a$apan Kegiatan
Tahapan kegiatan dalam pengambilan dan analisis contoh serta format penyajian
data dalam survei geokimia panas bumi mencakup kegiatan pralapangan, lapangan dan
laboratorium.
+. 8egiatan pralapangan
8egiatan pralapangan meliputi studi literatur dan analisis data sekunder, serta
penyiapan peralatan dan pereaksi. )tudi literatur dan analisis data sekunder merupakan
kegiatan pengumpulan dan analisis data pustaka melalui identifikasi terhadap hasil
penyelidikan terdahulu yang berkaitan dengan geokimia, berdasarkan informasi geologi
regional, peta topografi, foto udara, citra satelit dan geografi daerah penyelidikan yang ada
atau pernah dilakukan di daerah yang akan diselidiki.
)edangkan penyiapan peralatan dan pereaksi dilakukan dengan cara kalibrasi peralatan dan
standarisasi pereaksi yang akan digunakan.
&. 8egiatan /apangan
8egiatan lapangan meliputi pengamatan, pengukuran, dan pengambilan contoh.
Pengamatan Pengamatan dilakukan terhadap jenis manifestasi, endapan dan identifikasi
sifat kimia dan fisika air, yaitu#
a! jenis manifestasi# tanah panas, tanah panas beruap, kolam lumpur panas, geyser, mata
air panas, fumarol, dan solfatar. 8eterdapatannya pada suatu daerah penyelidikan
dapat langsung diamati di lapangan dengan kasat mata.
b! jenis endapan pada manifestasi dapat dibedakan antara sinter karbonat, sinter silica,
oksida besi dengan cara meneteskan -%l + ( pada endapan yang terdapat di sekitar
munculnya manifestasi mata air panas.
c! Bdentifikasi sifat fisika air yang muncul pada manifestasi dapat dilakukan dengan eara
mengetahui sifat fisik air tersebut, diantaranya# rasa tawar, asin, pahit, asam!, bau
bau belerang -
&
)! dan wama jernih, keruh, putih, dll!.
Pengukuran parameter-parameter pada daerah penyelidikan meliputi#
temperatur manifestasi dan udara di lokasi,
p- air,
debit air panas"dingin,
electric conductivity E%! air panas"dingin,
koordinat dan ketinggian lokasi pengambiian eontoh.
pengukuran %:
&
, %1, -
&
) dan (-
<
dilakukan pada manifestasi hembusan uap air,
fumarol dan solfatar.
luas manifestasi.
Pengambilan %ontoh.
Pengambilan contoh dilakukan terhadap air, gas, tanah dan udara tanah.
<. 8egiatan /aboratorium
8egiatan laboratorium meliputi preparasi contoh clan analisis unsur dengan
menggunakan metode konvensional dan atau instrumen.
Preparasi %ontoh
%ontoh sebelum dianalisis kandungan unsur-unsurnya perlu dipersiapkan terlebih
dahulu. Preparasi contoh siap analisis ditempuh melalui kegiatan mulai dari penyusunan
contoh agar tidak terjadi kesalahan sistematis penyontohan dan penyediaan duplikat untuk
memantau presisi analisis kimia. Penyusunan contoh berikut duplikat dilakukan secara
random dalam tempat yang tersedia.
7nalisis %ontoh
7nalisis %ontoh sebagian dilakukan di lapangan terutama p-, T, debit dan electric
konduktiviti air. )edangkan untuk penentuan kadar unsur-unsur tertentu dilakukan di
laboratorium. Parameter yang dianalisis dilakukan terhadap contoh air, gas, tanah dan
udara tanah.
&ata Cara Pengambilan Conto$
Pengambilan contoh air.
Pengambilan contoh air dilakukan terutama pada mata air panas, dan sebagai
pembanding dilakukan juga terhadap mata air dingin. Pengambilan contoh air panas
dilakukan pada tempat dimana temperatur dan debitnya paling tinggi, sehingga
kontaminasi oleh lingkungannya dapat dihindari seminimal mungkin. Pengambilan contoh
air dilakukan untuk dua tujuan, yaitu untuk analisis unsur dan analisis isotop
+9
: dan
&
-!.
Peralatan dan pereaksi yang digunakan
a. 2otol poliethylene bervolume @:: ml, yang tahan terhadap asam, panas dan korosif
b. 2otol isotop
+9
: dan
&
- bervolume +@ ml terbuat dari gelas yang berpelapis
aluminium foil.
c. )yringe plastik tahan panas bervolume minimal @: ml.
d. 5ilter holder diameter &@ milimeter
e. 8ertas filter porositas :,=@ micrometer
f. *P), altimeter, kamera, stop watch
g. p- meter digital, p- meter paper, electric conductivitimeter
h. )arung tangan karet tahan panas
i. -(:
<
+# +
Pengukuran parameter pada contoh air dilapangan meliputi
a. Pengukuran temperatur
b. Pengukuran debit air
c. Pengukuran p- air
d. Pengukuran electric conductiviti.
!ara Pengambilan contoh air untuk analisis unsur
a. %ontoh air yang akan diambil harus disaring menggunakan kertas saring porous
filter! berukuran :,=@ micrometer.
b. 2otol yang akan digunakan untuk menyimpan contoh dibilas dengan menggunakan
contoh air yang sudah disaring.
c. %ontoh air dibagi menjadi & botol bevolume minimal @:: mB.
d. 2otol pertama langsung dikemas dan diberi kode lokasi sebagai bahan untuk
analisis anion %B, -%:
<
, ):
=
, 5, %:
<
!
e. 2otol kedoo sebelum dikemas diasamkan dengan penambahan -(:
<
+ # + sampai
p- &, sebagai contoh air untuk analisis kation (a, 8, /i, $g, 2, %a, 5e, 7B, 7s!,
)i:
&
, dan (-
=
!ara Pengambilan contoh air untuk analisis isotop
a. -arus dihindari kontaminasi oleh udara luar
b. 2otol yang digunakan untuk menyimpan contoh air, botol kecil bervolume +@ ml.
c. 2otol dibilas dengan menggunakan contoh air yang akan diambil.
d. 2otol harus diisi dengan contoh air sampai penuh dan tidak terbentuk gelembung
udara di dalam botol, apabila terdapat gelembung maka pengambilan contoh harus
diulang.
e. Pengisian dan penutupan botol dilakukan di dalam air dan ditutup rapat serta
diisolasi.
f. 2otol contoh diberi label sesuai lokasi pengambilan contoh
Pengambilan contoh gas.
Pengambilan contoh gas dilakukan terutama pada hembusan gas, fumarol, atau
solfatar. Pengambilan tersebut dilakukan dengan tujuan, untuk mengetahui komposisi gas
secara kualitatif melalui pengukuran langsung di lapangan dan kuantitatif di laboratorium.
Peralatan dan pereaksi yang digunakan dalam pengambilan contoh gas
a! 7lat detektor gas pompa isap gas, tube gelas detektor gas spesiflk untuk gas %:
&
, %1,
-
&
) dan (-
<
b! Tabung vacuum volume minimal +:: ml.
cO Termometer digital
d. *P), altimeter, kamera
c! )elang silicon rubber
d! )arung tangan karet tahan panas
e! %orong poliethylene
f! $asker gas
g! )topwatch
!ara Pengukuran gas secara kualitatif.
a! Pengukuran temperatur hembusan gas, fumarol, atau solfatar menggunakan termometer
digital dalam satuan
:
%.
b! %orong yang posisinya dibalikan dipasang pada hembusan gas, fumarol,atau solfatar
dan dihubungkan dengan selang silicon rubber.
c! 8edua ujung tube detektor gas dipatahkan dan segera pasang salah satu ujung tube pada
pompa gas dan ujung yang lain pada selang silikon rubber pada poin &.
d! $enarik pompa gas hingga volume minimal @: ml dan biarkan untuk beberapa saat
e! $engamati skala tube detektor gas untuk mengetahui konsentrasi gas secara kualitatif
berdasarkan perubahan warna pada tube detektor tersebut.
!ara Pengambilan contoh gas untuk analisis kuantitatif.
a! Pengukuran temperatur hembusan gas, fumarol, atau solfatar menggunakan
termometer digital dalam satuan
:
%. $anifestasi yang sulit dijangkau oleh termometer
digital, pengukuran temperatur dapat dilakukan menggunakan termometer maksimum.
b! %orong yang posisinya dibalikan dipasang pada hembusan gas, fumarol,atau solfatar
dan dihubungkan dengan selang silicon rubber.
c! )emburan dan atau hembusan gas dialirkan melalui corong yang poslsmya dibalikan
dan dihubungkan dengan selang silicon rubber ke tabung vacuum yang berisi larutan
(a1- &@ I sebanyak +"@ volume tabung.
d! Tabung vacuum contoh diberi label sesuai lokasi pengambilan contoh.
Pengambilan !ontoh "anah
Pada lokasi titik amat yang telah diukur koordinatnya dan dipatok dilakukan
pemboran dengan hand auger sampai kedalaman 9:-+:: cm hori0on 2!.
%ontoh tanah yang di peroleh dikeluarkan dari mata bor, untuk kemudian didiskripsi
secara umum yang meliputi jenis tanah, wama, besar butir, hubungan antara butir serta
kalau memungkinkan sifat fisik alterasinya
)elanjutnya contoh pada hori0on 2 diambil kurang Bebih &:: gram untuk analisis
kandungan -g dan p-.
Peralatan
a! Termometer digital
b! *P), altimeter, kamera
c! -and auger
d! 1beng dan botol atau plastik contoh
!ara Pengambilan !ontoh "anah
%ontoh tanah yang diperoleh pada kedalaman 9:-+:: cm, dibagi & bagian. )atu
bagian untuk analisis p- dan satu bagian lagi untuk analisis -g. %ontoh tanah untuk bahan
analisis -g, dikeringkan dengan diangin-anginkan dalam baki pengering tanpa kena sinar
matahari langsung. )etelah kering, contoh digerus pelan sampai ukuran 9: delapan puluh!
mesh untuk kemudian disaring dengan saringan )tainles )teel. -asil yang diperoleh dari
penyaringan kemudian dimasukkan kedalam plastik diberikan label lokasi titik amat dan
siap untuk dianalisis di laboratorium. )elama penyimpanan dan pembawaan contoh dari
lapangan ke laboratorium, harus dihindari kontak dengan temperatur tinggi untuk
mencegah terjadinya penguraian dan penguapan sebagian konsentrasi -g.
Pengambilan !ontoh #dara "anah
Pengambilan contoh udara tanah untuk mengetahui kandungan %1
&
dilakukan
setelah pengambilan contoh tanah.
Peralatan dan pereaksi
a! 8imoto -andy )ampler
b! )top watch
c! /arutan (a1-
d! Termometer digital
Tata %ara Pengambilan dan 7nalisis %ontoh )erta 5ormat Penyajian Data Dalam )urvei
*eokimia Panas 2umi
Cara Pengambilan Udara tanah dan Pengukuran T udara tanah
Pipa PC% dihubungkan dengan alat 8imoto -andy )ampler dengan selang
dimasukkan kedalam lubang bor bekas pengambilan contoh tanah, kemudian lubang bor
ditutup bagian atasnya. Dalam keadaan demikian udara dalam lubang dikeluarkan atau
divacumkan selama kurang lebih @ lima! menit dan dibiarkan selama kurang lebih @
lima! menit juga. 5ilter house dari alat dihubungkan dengan selang kedalam lubang bor
yang akan diambil contoh udara tanahnya.
)eterusnya contoh udara tanah atau gas %1
&
dihisap dengan mempergunakan
pompa hisap tekan yang dapat diatur kecepatannya dengan tombol kontrol speed, dengan
kecepatan :.@ liter per menit. )elanjutnya contoh udara tanah atau gas %:
&
tersebut
dialirkan kedalam rotameter atau flow meter melalui bypass valve, kemudian dialirkan
kedalam tabung reaksi yang telah tersedia dan berisi larutan (a1- guna menangkap gas
%:
&
PabsorpsiP!. 7khimya larutan (a1- yang telah mengandung contoh udara tanah atau
gas %1
&
dalam tabung tersebut dimasukkan kedalam botol plastik penyimpanan yang
bersih, ditutup rapat dengan diberi label bernomor sesuai dengan lokasi titik amat .
Pengukuran temperatur dalam lubang bor dilakukan dengan menggunakan
termometer digital. Pipa indicator Pstick"probeP! yang dihubungkan kabel dengan alat
Termometer digital dimasukkan kedalam lubang bor bekas contoh tanah dan udara tanah,
selanjutnya ditutup rapat jangan sampai kontak udara sekitar dan dibiarkan beberapa saat
sambil di baca dalam Termometer digital dan menunjukkan angka yang relatif stabil untuk
dicatat sebagai temperatur pada kedalaman lubang bor diharapkan hasil pengukuran
temperatur pada lubang bor mencerminkan kondisi lubang pada waktu pengambilan
contoh tanah dan udara tanah.
Tata Cara Analisis Contoh
%ontoh yang diperoleh dari lapangan, dibawa ke laboratorium untuk dianalisis
sesuai dengan parametemya. 7nalisis p- tanah, dilakukan langsung terhadap tanah yang
masih segar diambil di lapangan, sedangkan untuk analisis -g, diperlakukan pengerjaan
preparasi contoh seperti berkut.
a! %ontoh tanah dikering udarakan atau diangin-angin pada temperatur kamar, hindari
penjemuran dibawah matahari agar tidak terjadi penguapan unsur -g.
Tata %ara Pengambilan dan 7nalisis %ontoh )erta 5ormat Penyajian Data Dalam )urvei
*eokimia Panas 2umi
Analisis Air
%ontoh air yang diperoleh dianalisis menggunakan beberapa $etode, yaitu#
Dengan $etode tersebut diperoleh data p- tanpa satuan, E% dalam satuan Qmhos"cm.
sedangkan konsentrasi lainnya dalam satuan mg"/.
Analisis contoh isotop
18
0 dan
2
H
7nalisis contoh isotop
+9
: dan
&
- air, menggunakan spectrophotometer massa, untuk#
mengetahui kualitas interaksi fluida dengan mineral batuan yang mungkin telah terjadi.
8onsentrasinya disajikan dalam satuan per million L"::!.
Analisis Gas
%ontoh gas yang pada umumnya diperoleh dari manifestasi fumarol dan atau solfatar,
dianalisis menggunakan & $etode, yaitu#
2erdasarkan alat gas kromatografi untuk mengetahui konsentrasi, %1, %-
=
, -
&
, :
&
'7r, (
&
,
(-
<
, ):
&
, sedangkan %1
&
, -
&
) dan -%B dengan $etode titrimetri.
8onsentrasi -&: dalam contoh gas diketahui dengan perhitungan penimbangan berat gas
total dan dalam contoh.
Analisis tana$ %an u%ara tana$
$nalisis p% tanah
7nalisis p- tanah, ditimbang sebanyak +: sepuluh! gram tanah, dimasukkan ke
dalam beaker glass dengan menambahkan =: empatpuluh! mi aFuadest dan diaduk.
%ampuran tanah dan aFuadest ini di ukur p- nya dengan p- $eter Digital.
$nalisis &onsentrasi %g tanah
%ontoh tanah berukuran 9: delapan puBuh! mesh, ditimbang dan dianalisis
menggunakan alat $ercury 7naly0er 6eeman. 8onsentrasi -g diperoleh dalam satuan
nanogram, di konversi terhadap berat contoh yang ditimbang, maka akan diperoleh
konsentrasi -g dalam satuan ppb, konsentrasi -g yang diperoleh dikoreksi oleh
konsentrasi -
&
:- tanah dari masing-masing contoh tanah.
$nalisis &onsentrasi !O
'
udara tanah
7nalisis contoh %1
&
udara tanah untuk mengetahui konsentrasi %1
&
dari masing
masing titik amat lokasi sampling, menggunakan $etode titrasi terhadap contoh %1
&
dalam larutan (a1- berlebih. 8onsentrasi %1
&
dalam larutan (a1- contoh di titrasi
dengan $etode asam basa, dan dikoreksi dengan temperatur Rubang bor, temperatur udara
di lokasi ketika berlangsungnya pengambilan contoh, serta elevasi tofografi dari masing-
masing titik amat pengambilan contoh. 8onsentrasi %1
&
diperoleh dalam satuan I, di plot
pada peta distribusi konsentrasi %1
&
Data (ang Di$asilkan
Data geokimia yang diperoleh, dievaluasi dan diinterpretasikan untuk mengetahui
kondisi fluida bawah permukaan komposisi kimia air"gas, tipe air"gas dan estimasi
temperatur bawah permukaan!. -asil penyelidikan pendahuluan geokimia dituangkan
dalam bentuk laporan yang dilengkapi dengan diagram-diagram geokimia dan peta sebaran
manifestasi dengan skala +#+::.:::, skala + #@:.::: atau lebih besar, disajikan dalam
bentuk#
a! Peta distribusi titik amat pengambilan contoh dan jenis manifestasi Panas bumi pada
peta lokasi penyelidikan.
-asil analisis air panas dan air dingin, berbentuk tabel berisi data p- tanpa satuan,
electric conductivity dalam satuan (mhos)cm dan konsentrasi senyawa kimia lainnya
seperti# %B, -%:
<
, ):=, 5, (a, 8., /i, $g, 2, %a, 5e, 7B, 7s, silika serta (-= dalam
satuan mg"/, isotop
+9
: dan
&
-.
b! -asil analisis konsentrasi -g tanah dalam satuan part per billion ppb!
c! -asil analisis kandungan %:
&
udara tanah, dalam satuan persen I !
d! -asil analisis kimia gas dari contoh gas, dalam satuan I mol"mol untuk senyawa gas
seperti# %1&, -&), %1, %-=, -&, :&'7r, (&, (-<, ):&, -%B dan -&:.
e! -asil analisis kimia isotop
+9
: dan
&
-, dalam satuan per mill :"::!
f! Plot air panas pada diagram segitiga %B, ):=, -%:<, diagram segitiga %l"+::, /i, 2"=,
dan diagram segitiga (a"l111, 8"+::, S$g dan distribusi isotop
+9
: dan
&
-.
g! Peta kontur distribusi -g tanah dan %:
&
udara tanah.
h! Estimasi temperatur bawah permukaan.
i! Estimasi potensi energi panas bumi hipotetis $we!.
APLIKASI GEOKIMIA DALAM GNNGAPI
Pemantauan terhadap kegiatan gunungapi ini menggabungkan metode-metode
geologi, geofisika, dan geokimia. 7nalisis kimia memegang peranan penting,
penerapannya mencakup analisis batuan, conto air gunungapi, dan gas yang dihasilkan
oleh gunungapi. -asil analisis batuan menunjukkan komposisi senyawa utama yang ada di
gunungapi. Data ini berguna untuk mengetahui karakteristrik batuan " magma gunungapi
dan meramalkan kegiatan di masa yang akan datang. -asil analisis conto air menunjukkan
kandungan senyawa yang terdapat pada air kawah gunungapi. Datanya berguna untuk
mengetahui tingkat keasaman atau kebasahan yang berkaitan dengan tingkat kegiatan
gunungapi.
-asil analisis gas menunjukkan kandungan dan komposisi gas yang dilepaskan
oleh gunungapi. Datanya mencerminkan tingkat kegiatan dan meramalkan kapan suatu
gunungapi kemungkinan akan meletus 2adrudin, +>>=!.
Culkanisma adalah gejala penerobosan magma kepermukaan bumi, yang
ditentukan oleh beberapa kegiatan seperti letusan, penghamburan abu, aliran lahar,
solfatar, getaran gempa bumi dan sebagainya.
7plikasi *eokimia dalam *unung api sama halnya dengan aplikasi geokimia untuk
panas bumi yang telah dibahas secara rinci lebih dahulu, karena sebagian besar panas bumi
merupakan hasil dari panas oleh aktivitas vulkanikgunung api!.
Analisis 0atuan
7nalisis batuan gunung api bertujuan unruk mengetahui komposisi kimia penyusun
mineral"batuan vulkanik sehingga dapat di ketahui komposisi magma gunung api Tersebut.
Dengan megetahui komposisi magma sangat membantu dalam prediksi perilaku erupsi
gunung api tersebut. 8omposisi magma mulai dari basaltic yang sangat minim )i1&
namun melimpah 5e, $g, %a relative encer dan sangat panas, atau magma dengan
komposisi andesitic-rhyolitic yang lebih kaya akan )i1& yang lebih kental.
)elain itu dalam analisis batuan betujuan untuk menganalisa unsure-unsur
jejaktrace element! dan merupakan minor element, seperti 3ubidium3b!, 2arium2a!,
)tronsium)r!, (ikel(i!, %obalt%o!, CanadiumC!, %room%r!, /ithium/i!, )ulphur)!,
dan PlumbumP2!. 4nsur-unsur ini sangat berguna untuk menentukan ganesa magma,
misalnya kandungan )r dan Pb pada basal oceanic mencirikan asalnya dari mantel bumi.
Analisa Gas Sol)atara
)olfatara adalah merupakan manifestasi darii aktivitas gunungapi aktif yang
mengeluarkan gas& yang berasal dari uap magma yang keluar melalui fumarol atau
rekahan-rekan di sekitar mata air panas. 8andungan- kandungan gas seperti -&1, %1&,
-&), -%l, )1&, (& , 1&, dapat memberikan informasi tentang peningkatan aktivitas
gunungapi.
Analisa Air
7nalisis geokimia air meliputi air kawah, air panas dan air dingin. 7nalisis
conto air di lapangan, meliputi # pengukuran temperatur udara, air, pengukuran p-, bau,
warna, kekeruhan, pengukuran debit air. )elanjutnya dilakukan analisa di laboratorium
untuk menentukan komposisi kimia yang terkandung di dalamnya. )eperti prosedur dalam
analisa kimia air dalam penyelidikan geokimia panas bumi.
APLIKASI GEOKIMIA DALAM MIN5AK 0MI
7nalalisis geokimia bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia dari suatu
hidrokarbon. 8omposisi kimia ini akan dapat menjelaskan apakah suatu batuan dapat
menghasilkan hidrokarbon atau apakah hidrokarbon J berasal dari batuan induk H.
0atuan In%uk
Terminologi umum batuan induk adalah batuan sedimen berbutir halus dan oleh Daples
+>9@! dalam )ubroto &:::!, batuan induk dibedakan menjadi beberapa pengertian
sebagai berikut.
2atuan induk efektif effective source rock!# setiap batuan induk yang telah
membentuk dan mengeluarkan hidrokarbon.
$ungkin batuan induk possible source rock!# setiap batuan induk yang belum
pernah dievaluasi potensinya, tapi mempunyai kemungkinan membentuk dan
mengeluarkan hidrokarbon.
2atuan induk potensial potential source rock!# setiap batuan sedimen yang belum
matang diketahui mampu menghasilkan dan mengeluarkan hidrokarbon jika tingkat
kematangan termalnya bertambah tinggi.
Definisi spesifik batuan induk diberikan oleh -unt +>?>! yaitu sedimen berbutir
halus yang dalam kondisi alaminya membentuk dan mengeluarkan cukup hidrokarbon
untuk menghasilkan akumulasi komersial minyak atau gas.
Evaluasi standar yang sering digunakan untuk identifikasi batuan induk menurut
3ondeel &::+!, 2arker +>?>! dan -unt +>?>! antara lain sebagai berikut#
Kuantitas Material Organik
.umlah material organik yang terdapat di dalam batuan sedimen hampir selalu
dinyatakan sebagai karbon organik total T1%!. 8arbon organik total "otal Organic
!arbon# T1%! adalah jumlah karbon organik tidak termasuk karbon karbonat! yang
dinyatakan sebagai persen berat dari batuan kering dry rock!. Hang dimaksud karbon
organik adalah 0at karbon yang berasal dari 0at organic dan bukan berasal dari karbonat
misalnya gamping!. 2eberapa perkiraan nilai T1% minimum untuk batuan induk
disajikan dalam Tabel &.+ 8oesoemadinata,+>9:!.
2atuan yang mengandung T1% T :,@ I dipertimbangkan sebagai berpotensi
rendah dan miskin material organik. .umlah hidrokarbon yang terbentuk oleh batuan ini
begitu kecil sehingga eksplusi benar-benar tidak terjadi. )elanjutnya, kerogen yang ada
pada batuan miskin lean rock! ini akan cenderung teroksidasi.
2atuan yang mengandung T1% antara :,@ I dan +,: I berada pada batas antara
berpotensi rendah dan baik. 2atuan ini tidak akan menjadi batuan induk yang sangat
efektif, tapi mungkin dapat mengeluarkan hidrokarbon dalam jumlah yang kecil jadi tidak
boleh terlalu diabaikan. 8erogen dalam batuan yang mengandung T1% T +I secara
umum teroksidasi, sehingga potensinya membentuk hidrokarbon terbatas.
2atuan yang mengandung T1% K +I seringkali mempunyai potensi yang besar.
Pada beberapa batuan, T1% antara +I dan &I berasosiasi dengan lingkungan
pengendapan pertengahan antara oksidasi dan reduksi, tempat terjadinya pengawetan
material organik yang kaya lemak dan berpotensi membentuk minyak bumi. T1% lebih
dari &I seringkali menandakan lingkungan sangat reduksi dengan potensi yang sangat
baik.
-arga T1% digunakan sebagai kriteria awal dalam merekomendasikan batuan
untuk dianalisis lebih lanjut. 2anyak batuan yang mempunyai harga T1% tinggi, tapi
mempunyai potensi rendah karena kerogen yang terkandung berupa material kayuan
woody! atau telah teroksidasi kuat. .adi, harga T1% tinggi memang diperlukan tapi
kriteria itu tidak cukup untuk menentukan batuan induk yang baik. 4ntuk itu, diperlukan
penentuan apakah kerogen yang ada berkualitas untuk membentuk hidrokarbon.
&ipe Material Organik
$aterial organik dalam batuan induk berpotensi harus bertipe yang mampu
menghasilkan hidrokarbon. Tipe material organik mempunyai peranan penting pada sifat
dasar dari produk petroleumnya minyak atau gas!.
Bstilah kerogen seringkali merujuk kepada material organik dalam batuan induk
yang menghasilkan minyak ketika terpanaskan. 8erogen didefinisikan oleh -unt +>?>!
sebagai semua material organik yang terurai dalam batuan sedimen yang tidak larut dalam
asam non oksidasi, basa dan pelarut organik. )edangkan definisi dari 7llen dan 7llen
+>>:! bahwa kerogen adalah bagian dari material organic dalam batuan yang tidak larut
dalam pelarut organik biasa. )ifat tidak larutnya karena besarnya ukuran molekulnya.
Perbedaan tipe kerogen dapat diidentifikasi dari konsentrasi lima unsur primer yaitu
karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan sulfur. )mith et al. &::=! juga memberikan
definisi tentang kerogen yaitu matriks organik yang tidak larut dalam pelarut organik biasa
dan dapat dipisahkan dari mineral anorganik dengan cara melarutkan dengan -%l dan -5.
Terdapat empat tipe kerogen yang dua di antaranya cenderung menghasilkan
minyak 2arker, +>?>, Daples, +>9@ dan )mith et al., &::=!. Tipe kerogen secara rinci
disajikan dalam Tabel &.< di bawah ini.
Kematangan Material Organik
Tipe material organik yang dapat menghasilkan minyak dan gas harus telah matang
agar menghasilkan minyak dan gas bumi. Parameter kematangan yang sering dipakai
adalah reflektansi vitrinit 3o!. $etode 3o ini berdasarkan pada fakta bahwa naiknya
temperature akan meningkatkan harga reflektansi dari vitrinit. 2eberapa kekurangan dari
metode ini yaitu seringkali pada batuan vitrinit tidak hadir karena telah terombak sehingga
harga 3o tidak mencerminkan kematangan.
-arga 3o juga dapat dikaitkan dengan pembentukan hidrokarbon. $enurut
3ondeel &::+!, kebanyakan kerogen memasuki pembentukan minyak pada nilai 3o
sekitar :.; I. Puncak pembentukan minyak sampai sekitar 3o :.> I, dan akhir dari
pembentukan minyak pada nilai 3o sekitar +.<@ I. 8emudian pada nilai 3o sekitar +.@ I
mulai terjadi pembentukan gas.
8ematangan juga seringkali dilihat dari harga Tmaks yang didapat dengan pirolisis
*ock +val. Tmaks merupakan nilai temperatur pada saat hidrokarbon yang terbentuk dari
material organik mencapai nilai maksimum. 2atas kematangan material organik secara
umum terletak pada harga Tmaks. =<@o % )ubroto, &:::!.
Analisis 0iomarker
2iomarker biological marker, molecular fossil! adalah senyawa organic kompleks
yang tersusun dari unsur %, - dan unsur lainnya yang ditemukan dalam minyak, bitumen,
batuan dan sedimen serta menunjukkan sedikit atau tanpa perubahan dalam strukturnya
dari molekul organik asalnya organisme hidup! Peters dan $oldowan, +>><!. 4ntuk
mendeteksi senyawa biomarker dalam hidrokarbon ataupun batuan induk digunakan
metode kromatografi yaitu proses pemisahan campuran suatu senyawa berdasarkan sifat
fisiokimianya. 8romatografi yang sering dipakai untuk pemisahan komponen hidrokarbon
adalah ,as !hromathography *%! dan ,as !hromathography -ass .pectrometry
*%$)!.
)atuan struktur dasar biomarker adalah isoprena metilbutadiena! yang mempunyai
lima atom karbon. )enyawa-senyawa yang tersusun dari isoprene disebut terpenoid atau
isoprenoid atau isopentenoid Peters dan $oldowan, +>9;!. Terpenoid adalah biomarker
siklik jenuh dan bercabang kompleks yang tersusun dari satuan-satuan isoprena, yaitu
monoterpana & isoprena, %+:!, sesFuiterpana < isoprena, %+@!, diterpana = isoprena,
%&:!, sesterterpana @ isoprena, %&@!, triterpana ; isoprena, %<:!, tetraterpana 9
isoprena, %=:! dan politerpana U > isoprena, %'=:!. )enyawa biomarker yang penting dan
sering digunakan dalam analisis geokimia adalah terpana dan sterana.
7nalisis biomarker dalam penelitian ini dilakukan terhadap sampel batuan dan
minyak. Di dalam geokimia petroleum, biomarker memiliki kegunaan antara lain sebagai
berikut.
Korelasi
$inyak bumi berasal dari material organik yang terpanaskan dalam batuan induk
dan kemudian bermigrasi ke reservoir. 8arena proses migrasi seringkali membuat bitumen
yang terbentuk tertinggal dalam batuan induk sehingga material organik yang dapat larut
yang tertinggal dalam batuan dan yang ada pada minyak bumi dalam reservoir dapat
menunjukkan kemiripan dalam komposisi kimianya 2arker, +>?>!. 8emiripan ini juga
dapat ditentukan dari komposisi isotop karbon stabil maupun rasio senyawa biomarker
seperti rasio pristana"fitana Peters dan $oldowan, +>><!. .uga, minyak bumi yang
terbentuk oleh batuan induk yang sama tapi terdapat dalam reservoir yang berbeda dapat
menunjukkan kemiripan. Teknik yang digunakan untuk menghubungkan minyak bumi
satu dengan lainnya dan dengan batuan induk penghasil minyak itu sendiri adalah korelasi
geokimia.
Penentuan ingkungan Pengendapan dan Umur
Perbedaan lingkungan pengendapan dicirikan oleh perbedaan variasi organisme
dan biomarker. )ecara umum organisme dapat dikelompokkan menjadi bakteri, alga, alga
laut dan tumbuhan tinggi. %ontohnya biomarker terpana menurut 6umberge +>9?! dalam
)ubroto &:::! dapat menentukan lingkungan pengendapan seperti#
danau dicirikan oleh %&+ trisiklik dan gamaserana,
laut dangkal dekat pantai! dicirikan oleh %+> dan %&: trisiklik dan oleanana,
laut lebih dalam dicirikan oleh %&= dan %&@ trisiklik,
sedimen kaya fosfat dicirikan oleh %&< trisiklik, %<+ dan %<& hopana panjang,
sedimen 1rdovisium dicirikan oleh %&? dan %&> pentasiklik.
2iomarker lainnya seperti indeks homohopana seperti rasio pristana"fitana dapat
menentukan derajat oksisitas dari lingkungan pengendapan. Pada lingkungan yang oksik
sampai suboksik maka pristana akan lebih melimpah daripada fitana. 7nalisis biomarker
yang memberikan rendahnya senyawa sterana menunjukkan batuan induk miskin lempung
biasanya karbonat!. $elimpahnya gamaserana berkaitan dengan kondisi hipersalin
evaporit! saat pengendapan batuan induk.
2iomarker juga dapat menentukan umur dari batuan induk seperti#
oleanana adalah biomarker penciri angiospermae tumbuhan berbunga! yang hanya
ditemukan pada batuan berumur lebih muda dari 8apur 7khir,
dinosterana adalah penciri untuk dinoflagelata laut yang membedakan sumber dari
Paleo0oikum dengan $eso0oikum dan Tersier.
)ebuah ringkasan yang disusun oleh Colkman +>99! tentang biomarker untuk
rekonstruksi lingkungan pengendapan batuan induk dan asal material organic disajikan
pada Tabel &.=.
Penentuan Kematangan
Pemecahan termal kerogen membentuk minyak selama katagenesis mengakibatkan
perubahan biomarker secara signifikan. )ecara ideal, suatu parameter kematangan
berdasarkan pengukuran konsentrasi biomarker menurut reaksi berikut#
)enyawa biomarker 2 belum ada pada saat 7 belum terpanaskan dan saat terpanaskan
hanya 7 yang menghasilkan 2. )ecara termal, biomarker 2 lebih stabil dan konversi 7
menjadi 2 harus terjadi pada nilai kematangan yang membentuk minyak. Parameter
kematangan sering diungkapkan sebagai rasio antara 2 dan 7'2 dengan nilai :-+ :-
+::I! dan semakin mendekati + maka kematangan termal semakin meningkat.
Parameter kematangan biomarker telah disusun oleh Peters dan $oldowan +>><!
dihubungkan dengan tahap pembentukan minyak dan nilai reflektansi vitrinit yang disa-
jikan pada *ambar &.& di bawah ini.
APLIKASI GEOKIMIA DALAM LINGKNAGAN
7plikasi *eokomia untuk kepentingan lingkungan hidup sangatlah diperlukan
penelitian lingkungan yang menunjang kehidupan manusia yang lebih baik dan lestari.
7spek geokimia dibidang lingkungan abntara lain dalam penelitian tentang tanah,
kandungan mineral dan unsusr-unsur yang terdapat dalam tanah sangatlah diperlukan
untuk pemanfaatan dan pengelolaan tanah yang lebih baik dan tetapat guna serta untuk
konservasi lingkungan. Dalam pertanian geokimia tanah sangatlah menentukan tingkat
kesuburan tanah.
)alah satu aspek lingkungan yang sangat vital bagi kehupan manusia dan mahkluk
hidup di bumi ini adalah air. Data geokimia air sangatlah penting untuk pengelolaan dan
pelestarian sumberdaya air tersebut sebagai penyokong keseteimbangan lingkungan. 2aik
itu air permukaandanau, sungai, dan laut! maupun air bawah permukaanair tanah!.
Air permukaan
7ir permukaan adalah air yang ditemukan di alam. 7ir permukaan ini sebenarnya
berasal dari air hujan yang tertahan di permukaan bumi di mana biasanya terlihat sebagai
air hujan, air danau, dan air kolam. 7ir sungai biasanya mempunyai komposisi mineral
yang berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain, tergantung sifat permukaan
tanah dan karena akibat aliran-aliran sungai yang melalui berbagai daerah sebelum
mencapai laut. )edangkan air danay merupakan air permukaan yang alirannya terhambat
sehingga terkumpul menjadi danau atau rawa.
Air ba!ah permukaan
7ir bawah permukaan diperoleh dengan cara menggali tanah atau mengebor
dengan kedalaman tertentu sehingga ditemukan sumber mata air atau saluran air di bawah
tanah. 7ir sumur umumnya jernih dan komposisinya tetap, variasinya berbeda, tergantung
sifat permukaan tanah di mana hujan turun dan susunan tanah yang dilaluinya.
Analisis Mutu Air &ana$
)alah satu kriteria air sehat yaitu air yang bebas dari organisme penyebab penyakit
dan bahan-bahan kimia yang beracun, yang dapat digunakan untuk minum, penyediaan
makanan, mencuci alat-alat, pakaian, mandi dan sesuai peruntukannya.
7da dua sifat umum dari air yakni # sifat kimia air dan sifat fisika air
Si"at kimia air
)ifat kepolaran dari air membantu menjelaskan bagaimana molekul air
berhubungan satu dengan yang lain. $olekul air tidak berperan bebas tetapi dirangkaikan
dengan molekul yang ada di dekatnya.
-idrogen atau ujung positif dari suatu molekul air menarik ujung oksigen dan
menghasilkan ikatan hidrogen, sudut antara atom-atom hidrogen +:@
:
! menyusun suatu
struktur kisi tetrahedral yang terbuka.
Dalam membentuk molekul air, dua atom hidrogen dan satu atom oksigen
memenuhi orbit elektronnya dengan berbagai elektron. )etiap atom hidrogen dengan satu
elektron yang berputar mengelilingi intinya, membutuhkan satu elektron lagi supaya
mantap. 7tom oksigen yang lebih besar, dengan enam elektron pada kulit luarnya,
memerlukan dua buah lagi untuk memenuhi orbitnya. 2ila ke tiga atom yang goyah
tersebut menghimpun elektronnya hasilnya adalah sebuah molekul yang mantap
kepolarannya dapat menjelaskan mengapa molekul-molekul air tertarik ke ion-ion yang
bermuatan elektrostatik. 8ation-kation seperti (a
'
, 8 dan %a
'
menjadi terhidrasi melalui
penarikannya ke ujung oksigen atau ujung negatif dari molekul air, melalui ujung positif
dari molekul air, mendorong pelarutan garam-garam dalam air, karena kemampuannya
menarik molekul air lebih besar.
)ifat kimia air sebagai pelarut. Persyaratan kimia dari air dinyatakan oleh
kandungan kimia di dalamnya, sifat air sebagai pelarut mengakibatkan terlarutnya unsur-
unsur dan senyawa-senyawa kimia.
Bkatan -idrogen. Bkatan hidrogen merupakan suatu ikatan dimana atom hidrogen
berperan sebagai penghubung diantara molekul-molekul air. -al ini berhubungan dengan
energi yang relatif rendah dimana atom-atom hidrogen diikat kepada dua molekul yang
berbeda pengikatan ini mengakibatkan kekakuan struktur, titik didih tinggi.
Si"at #isika Air
+. 2ahan Tersuspensi
Penentuan padatan tersuspensi sangat berguna dalam analisis air yang tercemar
dan dapat digunakan untuk mengevalusi kekuatan air buangan domestik dan untuk
menentukan efisiensi unit-unit pengolahan. Pengendapan padatan ini dapat dilakukan
dengan proses biologis dan flokulasi kimia.
&. 8ekeruhan
8ekeruhan dapat disebabkan oleh bahan-bahan tersuspensi yang bervariasi
ukuran koloidal sampai dispersi kasar. Pada waktu banjir sejumlah besar tanah lapisan
atas mengalir ke sungai dan kebanyakan bahan-bahan ini berupa 0at-0at organik dan
anorganik. Pada daerah pemukiman, kekeruhan disebabkan oleh buangan penduduk
dan buangan industri. Pengukuran kekeruhan air membantu menentukan jumlah bahan
kimia yang dibutuhkan dalam pengolahan air.
<. Temperatur
:
%!
Temperatur air tanah pada tempat dan waktu tertentu merupakan hasil dari
bermacam proses pemanasan yang terjadi di bawah dan atau dipermukaan bumi,
$atthess, +>9&!. Temperatur air tanah dan udara dapat diukur menggunakan
alat thermometer. Temperatur rata-rata udara lokal berubah menurut ketinggiannya,
yaitu makin tinggi lokasi pengukuran semakin rendah temperatur udara.
8enaikan temperatur air tanah menyebabkan kandungan ion-ion terlarut di dalam air
semakin besar dan secara tidak langsung akan merubah properti kimia fisik air.
=. p-
8arena kadar ion -
'
sangat kecil, maka nilai konsentrasinya ditampilkan dalam
bentuk p- yang mewakili nilai log +: konsentrasi ion hidrogen. Pada temperatur &@
:
%
keaktifan ion -
'
dan ion 1-
-
pada air adalah +:
-+=
, sehingga dengan asumsi konsentrasi
-
'
M 1-
-
+ G +:
-?
mol"liter! maka nilai p- air murni M ?. Perubahan temperatur
menyebabkan p- air berubah dan perubahan p- air tersebut bergantung pada jenis
endapan akifernya. $etode paling sederhana untuk megetahui nilai p- adalah dengan
menggunakan kertas indikator p- dengan kesalahan ' :,+ unit.
@. Potensial redoks " Eh air tanah
Potensial redoks adalah ukuran kecenderungan agresivitas! air untuk
mengoksidasi atau mereduksi unsur yang terlarut dalam larutan. Potensial redoks
dinyatakan dalam satuan milivolt mC!. 2esarnya Eh dapat diukur dari perbedaan
potensial antara elektroda logam inert yang terbuat dari emas atau platinum dengan
sebuah elektroda lain yang mempunyai nilai potensial yang konstan. (ilai potensial
hidrogen dianggap sebagai nilai nol baseline!, sehingga jika nilai Eh air lebih besar
dari nilai Eh hidrogen, maka pontensial redoksnya positif. Potensial redoks yang positif
menunjukkan kondisi oksidasi, sedangkan nilai negatif menunjukkan kondisi reduksi.
;. Daya -antar /istrik D-/!
Daya hantar listrik adalah ukuran kemampuan suatu 0at menghantarkan arus
listrik dalam temperatur tertentu yang dinyatakan dalam micromohs per centimeter
:
%.
)atuan yang lebih umum digunakan adalah mikro )iemens )!. nilai daya hantar
listrik untuk berbagai jenis air adalah sebagai berikut $andel, +>9+!
Tabel &.& (ilai Daya -antar /istrik
.enis 7ir
(ilai Daya -antar /istrik )!
7ir destilasi aFuades! :,@ E @,:
7ir hujan @,: E <:
7ir tanah segar <: E &:::
7ir laut =@.::: E @@.:::
7ir garam brine! K +::.:::
(ilai konduktivitas merupakan fungsi antara temperatur, jenis ion-ion terlarut dan
konsentrasi ion tersebut. Peningkatan ion-ion yang terlarut menyebabkan nilai
konduktivitas air juga meningkat sehingga dapat dikatakan nilai konduktivitas yang
terukur merefleksikan konsentrasi ion yang terlarut pada air.
?. 8lasifikasi air tanah berdasarkan potensi penggunaan
8lasifikasi ini berdasarkan penggunaan oleh manusia untuk keperluan rumah
tangga domestik!, pertanian dan industri. Di Bndonesia klasifikasi yang digunakan
berdasarkan surat 8eputusn $enteri 8/- (o. 8ep. :<"$en. 8/-"BB"+>>"5eb. +>>+
dan Peraturan $enteri 8esehatan 3B (o. =+;"$en8es"PE3 BJ"+>>:. Pembagian
berdasarkan baku mutu 7 air dapat langsung diminum!, 2 air harus diolah dulu
sebelum diminum!, % air hanya dapat digunakan untuk pertanian dan indsutri! dan D
air hanya dipergunakan untuk keperluan industri!.
Analisis &ana$
Darna tanah dan perbedaan komposisi dapat merupakan indikator yang penting
untuk berbagai kandungan logam. %ontohnya, tanah organik dan inorganik reaksinya akan
berbeda terhadap logam kandungan logamnya berbeda!. Dari kedua tipe ini dapat
diharapkan perbedaan level background yang jelas. $engabaikan perbedaan ini akan
mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan eksplorasi, yaitu anomali yang
signifikan tidak terlihat dan anomali yang salah.
7nomali yang salah umumnya berkaitan erat dengan komponen yang menunjukkan
konsentrasi unsur yang ekstrim, seperti pada material organik dan mineral lempung, juga
unsur jejak dalam airtanah.
8egagalan mendefinisikan kondisi anomali yang menunjukkan adanya
mineralisasi! dapat terjadi jika conto tidak berhasil menembus 0ona pelindian. Bni sering
terjadi pada pengambilan conto yang tergesa-gesa, sehingga bukti mineralisasi tidak
terlihat.
4nsur jejak yang dikandung conto tanah umumnya mewakili daerah terbatas. 1leh
karena itu diperlukan sejumlah conto yang diambil secara sistematis untuk mengevaluasi
sifat-sifat mineralisasi. Perencanaan penyontoan biasanya mengikuti grid bujur sangkar
atau empat persegi panjang. %onto tambahan diambil dari lingkungan yang berasosiasi
dengan akumulasi unsur jejak, seperti 0ona depresi atau rembesan untuk menguji dispersi
hidromorfik dari badan mineral yang tertimbun.
)urvey tanah terdiri dari analisis conto tanah yang biasanya diambil dari hori0on
tanah khusus, kemudian diayak untuk mendapatkan ukuran fraksi tertentu. %onto
umumnya diambil pada pola kisi grid! yang beraturan. Di daerah yang terisolir dengan
medan yang sulit, akan sulit pula untuk membuat grid pengambilan conto yang baik.
TUGAS UAS GEOKIMIA
APLIKASI GEOKIMIA DALAM PENCARIAN MINERAL, PANAS
BUMI, GUNUNGAPI, MINYAK BUMI DAN LINGKUNGAN
Disusun Oleh
NAMA : EBSANROY YATULE
NIM : 055110703
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2010