Anda di halaman 1dari 2

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Penyakit autoimun di masyarakat mencapai 5-7% dan seringkali
merupakan penyakit kronik. Kelainan imunologi yang terjadi merupakan
gambaran suatu penyakit yang heterogen yang dapat dikelompokkan dalam
penyakit sistemik (misalnya arthritis reumatoid) dan penyakit organ spesifik
(misalnya anemia hemolitik autoimun) (1).
Angka kejadian tahunan anemia hemolitik autoimun dilaporkan mencapai
1 per 100.000 orang pada populasi secara umum. Anemia hemolitik autoimun
merupakan kondisi yang jarang dijumpai pada masa anak-anak, kejadiannya
mencapai 1 per 1 juta anak dan bermanifestasi primer sebagai proses
ekstravaskuler (1).
Anemia hemolitik autoimun (AHA) atau autoimmune hemolytic anemia
ialah suatu anemia hemolitik yang timbul karena terbentuknya aotuantibodi
terhadap eritrosit sendiri sehingga menimbulkan destruksi (hemolisis) eritrosit.
Dan sebagian referensi ada yang menyebutkan anemia hemolitik autoimun ini
merupkan suatu kelainan dimana terdapat antibody terhadap sel eritrosit sehingga
umur eritrosit memendek (1,2).
Berikut akan dilaporkan sebuah kasus wanita usia 16 tahun dengan
autoimmune hemolytic anemia yang dirawat di ruang Penyakit Dalam Wanita
RSUD Ulin Banjarmasin
2

1.2.Rumusan Masalah
Rumusan masalah makalah ini adalah mengetahui gejala klinis dan
penatalaksanaan Anemia hemolitik autoimun.

1.3.Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan gejala klinis dan
penatalaksanaan Anemia hemolitik autoimun.

1.4.Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis berupa
masukan kepada berbagai pihak :
1. Bagi Penulis
Dapat menambah pengetahuan mengenai Anemia hemolitik autoimun
yang kasusnya jarang dijumpai di bagian Penyakit Dalam RSUD Ulin
Banjarmasin
2. Bagi Masyarakat
Memberikan pemahaman kepada orang tua untuk mengetahui pengaruh
pada anak serta bagi diri sendiri tentang pemahaman mengenai
tatalaksana Anemia hemolitik autoimun.