Anda di halaman 1dari 5

Nama : Chandra Aritonang

Kelas : 4 EEB
NIM : 0612 3032 0941
INTERFACING (TEKNIK
ANTARMUKA KOMPUTER)
Sebuah sistem komputer pada prinsipnya terdiri atas 4 bagian penting, yaitu: CPU (Central
Processing Unit), memori, alat I/O (Input/Output), dan interkoneksi diantara semua bagian
tersebut yang sering disebut dengan Bus. Bagian-bagian tersebut saling bekerja sama dalam satu
kesatuan untuk melaksanakan perintah-perintah yang diberikan oleh manusia atau programmer
untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu.
Bagian-bagian tersebut masing-masing memiliki fungsi yang beragam dan saling terkait satu
dengan yang lainnya. CPU (Central Processing Unit) merupakan tempat pemrosesan instruksi-
instruksi program. CPU terdiri dari dua bagian utama, yaitu unit kendali (control unit) dan unit
arithmatika dan logika (arithmetic and logic unit). Disamping dua bagian utama tersebut, CPU
memiliki beberapa memori internal yang berukuran kecil yang disebut dengan register.
Sedangkan memori dibutuhkan untuk proses pengolahan dan penyimpanan data. CPU hanya
dapat menyimpan data dan instruksi di register yang ukurannya kecil, sehingga tidak dapat
menyimpan semua informasi yang dibutuhkan untuk keseluruhan proses dari program.
Dibutuhkan memori baik yang bersifat internal memori seperti RAM dan ROM maupun
eksternal memori seperti harddisk untuk memaksimalkan fungsi-fungsi pengolahan data yang
dilakukan oleh CPU.
Selain itu untuk memberikan masukan atau input dan melihat hasil atau output dari sebuah hasil
pemrosesan komputer dibutuhkan kemampuan untuk dapat mengakomodir semua hal tersebut
maka dalam sistem komputer dikenal sebuah fasilitas yang dinamakan alat input/output (I/O).
Terakhir kesemuanya bagian tersebut dalam sebuah sistem komputer dihubungkan atau
diinterkoneksikan dengan sebuah fasilitas yang disebut dengan Bus. Dalam sistem komputer kita
mengenal ada tiga macam bus yaitu: bus alamat, bus kontrol, dan bus data.
Pada tulisan kali ini akan dibahas lebih dalam tentang hal-hal yang berhubungan dengan alat I/O
sistem komputer. Terutama yang menyangkut bagaimana proses menghubungkan alat-alat yang
berada di luar sistem komputer agar dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan sistem
komputer sehingga dapat memaksimalkan kemampuan dari sistem komputer tersebut.
DEFINISI INTERFACING (TEKNIK ANTARMUKA KOMPUTER)
Komputer saat ini telah menjadi alat bantu utama bagi manusia dan digunakan bukan hanya
untuk menyelesaikan permasalahan di temapat kerja, membuat program atau bermain game,
tetapi dapat digunakan untuk mengontrol alat melalui berbagai port yang tersedia dan dikenal
dengan istilah Interfacing komputer. Interfacing (antar muka) adalah bagian dari disiplin ilmu
komputer yg mempelajari teknik-teknik menghubungkan komputer dengan peralatan elektronika
lainnya. Sistim komputer yang berpusat pada pemroses utama (baik itu Mikroprosesor maupun
Mikrokontroler) memiliki kemampuan yang besar dalam memecahkan masalah tetapi tidak ada
manfaatnya tanpa menghubungkan dengan peralatan lainnya. Suatu teknik khusus diperlukan
untuk dapat menghubungkan dengan peralatan-peralatan tersebut. Menghubungkan pemroses
utama dengan peralatan elektronik lainnya bukanlah persoalan yang mudah. Kita tidak dapat
langsung menghubungkan pemroses utama dengan peralatan tersebut, disebabkan oleh hal-hal
berikut :
1. Terdapat beraneka ragam peralatan/ piranti yang memiliki metode operasi beragam.
2. Laju transfer data dalam piranti seringkali lebih lambat dibandingkan dengan laju transfer data
dengan pemroses utama (Mikroprosesor).
3. Piranti seringkali menggunakan format data yang berbeda dengan pemroses utama
(Mikroprosesor).


Sebagai contoh :
Bandingkan antara Mikroprosesor dengan RS-232 (COMM)

Mikroprosesor RS-232C /Comm
Metode Operasi Paralel Serial
Transfer data Sama dgn clock komputer (MBps) 20 Kbps
Format Data Paralel (Bus) Serial Asinkron
Jadi tidaklah praktis untuk menghubungkan mikroprosesor secara langsung dengan piranti yang
ingin dijalankannya. Diperlukan suatu teknik untuk memperantarakan pemroses utama
(mikroprosesor) dengan dunia luar. Teknik ini dapat dijalankan melalui :
1. Perangkat lunak, berupa program, yakni suatu prosedur tertentu untuk menjalankan piranti.
Dalam dunia komputer, program ini lebih dikenal sebagai Driver/installer. Adapula
perangkat lunak yang dimasukkan kedalam perangkat keras yand disebut sebagai Firmware.
2. Perangkat keras, yakni berupa piranti khusus mulai dari serpih (IC) yang terintegrasi dalam
sebuah papan induk (Chipsets-Onboard), berupa sebuah port atau bahkan terintegrasi
kedalam papan yang ditancapkan pada system bus (Card).
Interfacing ke rangkaian berbasis mikroprosesor
Pada dasarnya interfacing dan mikroprosesor adalah bagaimana cara menghubungkan atau
merangkaikan memori dan IC peripheral ke mikroprosesor atau CPU. Umumnya teknik yang
digunakan untuk interfacing ke mikroprosesor ini berdasarkan atas tata cara hubungan IC digital
yang tentu saja berbasis logika atau berlevel tegangan digital. Sebagian besar permasalahan
timbul hanya pada teknik pengalamatan dan kontrol read dan write tetapi tidak pada
permasalahan tegangan antar hubungan kecuali untuk masalah buffering Fan in dan fan out.
Interfacing ke rangkaian berbasis komputer
Dalam dimensi yang lebih besar, interfacing berlaku pula untuk hubungan antar dua sistem
komputer atau lebih. Akan tetapi interfacing antar komputer dalam dimensi yang lebih besar
berubah menjadi nama lain. Misalnya jaringan komputer dengan nama-nama khusus LAN,
WAN.
Ada beberapa terminal antar muka antara komputer dan mikrokontroler, antara lain melalui port
paralel, port serial, usb, ataupun melalui card tambahan seperti PPI8255.
Dari beberapa teknik antar muka diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Antar muka melalui port paralel
Antar muka dengan menggunakan port paralel menggunakan komunikasi paralel sebanyak 8 bit
data dalam parelel port (port data) dihubungkan dengan 8 bit data dalam mikrokontroler. Sistem
antar muka ini merupakan sistem antarmuka yang paling cepat diantara yang lainnya. Akan
tetapi memiliki kekurangan yaitu membutuhkan jumlah sambungan yang banyak.
2. Antar muka dengan menggunakan serial port
Sitem antar muka dengan menggunakan port serial ini banyak digunakan dalam sistem saat ini.
Dengan menggunakan sistem antar muka serial, port serial (UART) dari mikrokontroler
dihubungkan ke konverter RS-232 kemudian dihubungkan ke port serial komputer.
Kecepatan transfer dari komunikasi ini bergantung pada baudrate dari komunikasi serial di antara
dua piranti tersebut, kedua piranti tersebut, yaitu komputer dan mikrokontroler harus mempunyai
nilai baudrate (jumlah byte per detik) yang sama, misal 1200,2100,19200, 115000, dll.
Misal baudrate 1200, maka komunikasi tersebut dapat mentransfer data sebanyak 1200 byte data
dalam satu detik.
Sistem antar muka port serial ini banyak digunakan dalam sistem antarmuka saat ini.


3. Sistem antar muka menggunakan usb
Saat ini setiap komputer sudah dilengkapi dengan usb, serta sebagaian besar piranti tambahan
komputer juga sudah menggunakan usb, usb saat ini sudah sangat populer untuk
menghubungkan perangkat luar ke komputer, seperti transfer data atau gambar, dll.
Demikian juga dengan antar muka misalnya antara handphone dengan komputer juga
menggunakan usb. Sistem antar muka antara mikrokontroler dan komputer melalui usb
sebenarnya sama dengan antar muka melalui port serial. Jadi data serial dari mikrokontroler
dihubungkan terlebih dahulu ke konverter serial USB kemudian dihubungkan ke port usb.
Di dalam komputer port usb tersebut kemudian di kenali sebagai port serial baru. Jadi, program
interface dalam komputer tersebut dapat menerima data tersebut sebagai data serial.
RUANG LINGKUP INTERFACING.
Interfacing bukanlah disiplin ilmu yang berdiri sendiri tetapi berkaitan erat dengan disiplin ilmu
komputer lainnya. Pemahaman yang mendalam dari disiplin lainnya yang berkaitan dengan
bahasan interfacing ini akan sangat membantu untuk memahami materi-materi yang disajikan
selanjutnya. Disiplin ilmu komputer ini adalah Elektronika Analog dan Digital, Mikroprosesor,
Organisasi dan Arsitektur Komputer, Komunikasi Data serta pendukung Bahasa Pemrograman,
baik berbasis Teks seperti Bahasa Rakitan/ Assembly, C, Basic, Pascal maupun berbasis Grafis
seperti Visual Basic, Visual C, Delphi bahkan berbasis Web seperti Java.