Anda di halaman 1dari 3

Judul : Aplikasi Ilmu Jiwa Belajar Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru

Berdasarkan Pembahasan Masalah di atas, maka perumusan masalah dari penelitian ini adalah:
a. Bagaimana Pembahasan Tentang Ilmu Jiwa Belajar
b. Bagaimana Pembahasan Tentang Profesionalisme Guru
c. Bagaimana Aplikasi Ilmu Jiwa Belajar dalam meningkatkan Profesionalisme Guru.
Pohon pisang daunnya layu
bisa dijadikan pupuk disawah
saat abang bilang i lap yu
ku cuma bisa bilang, ciyus miapah
Disini bingung, Disana linglung
mangnya enak, engga nyambung.
Jalan-jalan ke Kota Arab
Jangan lupa membeli kitab
Cewek sekarang tidak bisa diharap
Bodi bohai betis berkurap
Dulu delman
Sekarang dokar
Dulu teman
Sekarang pacar
Ke jakarta naiklah pesawat
Pesawat terbang, landingnya susah
Kalau cinta sudah melekat
Siang terbayang, malam mimpi basah
Jangan suka menulis di atas kaca
menulislah diatas meja
janganlah menangis karena cinta
menangislah karena dosa



PERUMUSAN MASALAH DAN JUDUL PENELITIAN
==================================
Apakah Masalah itu ?
Menurut Albert Einstein
The formulation of the problem is often more essential than its solution. Masalah timbul karena
adanya tantangan, kesangsian atau kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena, adanya kemeduaan
arti (ambiguity), adanya halangan / rintangan, adanya celah (gap) baik antar kegiatan atau antar feno-
mena. Perumusan masalah merupakan tahap awal dari suatu penelitian.
------------------------------------------
Definisi Masalah
Adalah situasi dimana terdapat kesenjangan (gap) antara hal yang bersifat positif (kejadian, fenomena)
dengan hal yang bersifat normatif/kondisi ideal (teori)
------------------------------------------
Ciri ciri Masalah Yang Baik
1. Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian
2. Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas
3. Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti
------------------------------------------
Sumber untuk memperoleh masalah
- Pengamatan terhadap kegiatan manusia
- Pengamatan terhadap alam sekeliling
- Bacaan
- Ulangan dan perluasan penelitian
- Cabang studi yang sedang dikembangkan
- Catatan dan pengalaman pribadi
- Praktek dan keinginan masyarakat
- Bidang spesialisasi
- Pelajaran yang sedang diikuti
- Diskusi ilmiah
- Perasaan intuisi
------------------------------------------
Cara merumuskan masalah
- Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
- Rumusan masalah harus jelas dan padat
- Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah
- Rumusan masalah harus merupakan dasar bagi judul penelitian
------------------------------------------
Ilustrasi Perumusan Masalah dalam Riset Bisnis
Para pelaku bisnis membutuhkan hasil riset bisnis yang berupa INFORMASI, karena:
1.Mengurangi ketidak pastian
2.Membantu dalam memfokuskan pengambilan keputusan
------------------------------------------
Alternatif riset bisnis
1.Eksplanasi / Explatory
2.Deskriptif
3.Causal (Sebab Akibat)
Alternatif mana yang dipilih tergantung pada tingkat ketidakpastian perumusan masalah
------------------------------------------
Judul Penelitian
- Judul Penelitian merupakan identitas atau cermin jiwa dari penelitian.
- Judul Penelitian wujudnya merupakan kalimat dan hanya 1 (satu) kalimat pernyataan yang terdiri dari
kata-kata yang kongkrit, jelas, singkat, deskriptif dan tidak terlalu puitis
------------------------------------------
Dasar Perumusan Judul Penelitian
- Mengetahui Status Sesuatu
- Membandingkan status 2 (dua) fenomena atau lebih
- Mengetahui hubungan atau pengaruh 2 (dua) fenomena atau lebih. Hubungan atau pengaruh tersebut
dikenal pula dengan istilah korelasi, a.l:
1. Korelasi Sejajar
2. Korelasi Sebab Akibat
------------------------------------------
Kerangka Teori
>Kerangka teori atau landasan teori merupakan bagian dari penelitian yang memuat teori teori yang
berasal dari studi kepustakaan .
>Landasan teori berisi deskripsi teori yaitu uraian sistematis mengenai teori-teori dari hasil penelitian
yang relevan dengan variabel-variabel yang sedang diteliti
------------------------------------------
Kerangka Berpikir
>Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan
berbagai faktor yang telah diidentifikasikan sebagai masalah yang penting.
>Kerangka berpikir biasanya dipakai apabila dalam penelitian digunakan dua variabel atau lebih, apabila
membahas satu variabel maka peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-
masing variabel, juga argumentasi terhadap besaran variabel yang diteliti.
------------------------------------------
Komponen Kerangka Berpikir
1. Variabel variabel yang akan diteliti harus dijelaskan
2. Terdapat hubungan antara berbagai variabel penelitian, baik positif maupun negatif.
3. Terdapat cukup keterangan/penjelasan (argumen) mengapa peneliti mengharapkan adanya
hubungan antar variabel.
------------------------------------------
Variabel
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai atau yang menjadi pembeda.
Variabel yang ingin digunakan perlu ditetapkan, diidentifikasikan dan diklasifikasikan. Jumlah variabel
yang digunakan tergantung dari luas dan sempitnya penelitian yang akan dilakukan.
Dalam ilmu-ilmu eksakta, variabel yang digunakan umumnya mudah diketahui. Sedangkan variabel
dalam ilmu sosial, sifatnya lebih abstrak. Variabel dalam ilmu sosial berasal dari suatu konsep yang perlu
diperjelas dan diubah bentuknya sehingga dapat diukur.
------------------------------------------
Macam-macam variabel
1. Variabel Kontinu
2. Variabel Descrete
3. Variabel Dependen
4. Variabel Bebas
5. Variabel Moderator
6. Variabel Random
7. Variabel Aktif
8. Variabel Atribut