Anda di halaman 1dari 25

EPIDEMIOLOGI K3

Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Jakarta
2011
Dr. Fahrul Azwar
1
Pengertian
Epidemiologi:
Cabang ilmu yang mempelajari
penyebaran penyakit dan faktor-
faktor penyebab
(Mac Mahon and Pugh 1970)
Last 1983 : dan penerapannya
utk penanggulangan masalah
kesehatan
2
EPIDEMILOGI
MENCARI PENYEBAB
UPAYA PENCEGAHAN
TUJUAN
1. MEMAHAMI TTG CARA TIMBULNYA GANGGUAN
2. MEMAHAMI TTG RIWAYAT ALAMIAH GANGGUAN
3. MEMAHAMI TTG PENYEBARAN DARI GANGGUAN
4. MEMBANTU ADMINISTRASI KESEHATAN
MANFAAT
1. KLASIFIKASI GANGGUAN
2. PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMELIHARAAN YANG PERLU
3. CARA MENILAI KEGIATAN YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN
UNTUK MENYUSUN
3
EPIDEMIOLOGI
DESKRIPTIF ANALITIK
1. WHAT, WHO, WHEN,
WHERE
2. DATA SATU KELOMPOK

3. TIDAK UTK
MEMBUKTIKAN
HIPOTESA
1. WHY, HOW

2. DATA DUA KELOMPOK
( + KLP KONTROL)
3. UTK MEMBUKTIKAN
HIPOTESA
1. CROSS-SECTIONAL
2. SURVEY
3. SENSUS
1. CROSS-SECTIONAL
2. CASE-CONTROL STUDY
3. COHORT
4
Faktor-faktor yg mempengaruhi
terjadinya penyakit
1. Variabel orang: umur, pekerjaan, status
sosial ekonomi dll
2. Variabel waktu
3. Variabel tempat
Healthy workers effect menyebabkan
bias, karena pada umumnya
tenaga kerja lebih sehat
daripada populasi umum
5
SEGITIGA EPIDEMIOLOGI
Sangat umum digunakan sebagai literatur epide-
milogi, terdiri dari 3 komponen yaitu host, ling-
kungan dan agent.

Model ini menunjukkan komponen secara
komprehensif dan memprediksi tentang suatu
penyakit.

















Host
Lingkungan
Agent
SEGITIGA EPIDEMIOLOGI
Walaupun demikian konsep dan metode epidemiologi
saat ini belum menunjukkan agen yang spesifik
contoh : schizophenia, penyakit jantung coroner dan
rhematoid arthritis.

Penyakit yang sudah jelas agennya, beberapa ahli
Epidemiologi cenderung menyebut agen sebagai
bagian dari suatu kondisi lingkungan.


Inti Genetik
Lingkungan
Fisik
Manusia
Lingkungan
Biologi
Lingkungan
sosial
MODEL LINGKARAN
MODEL LINGKARAN
Sebagai pendekatan lain untuk menggambarkan hubu-
ngan dengan lingkungan.
Lingkaran terdiri atas Inti/pusat ( host dan manusia) ge-
netik disusun oleh inti.
Lingkungan dikelilingi oleh manusia, secara skematis
terbagi ke dalam tiga sektor :
1. Lingkungan biologi
2. Lingkungan sosial
3. Lingkungan fisik.
Ukuran relatif pada komponen berbeda-beda dalam
lingkaran bergantung masalah penyakit spesifik.
Penyakit turunan inti genetik relatif lebih banyak
Measles inti genetik relatif sedikit
Sistem pertahanan ( Imunitas ) pada host dan sektor
biologis dalam lingkungan memberi kontribusi yang
Sumber Data Epidemiologi
1. Pencatatan Vital Statistik: dari
konsepsi s/d meninggal
2. Survey kesakitan: dg interview,
pemeriksaan fisik, status klinis
3. Penyakit yg harus dilaporkan
4. Surat kematian
5. Surveillance, sensus
10
Strategi epidemiologi
Tahap I: Pengumpulan data
Tahap II: Pengelompokan data
menurut tempat, waktu
dan orang
Tahap III: Menyusun hipotesa
Tahap IV: Eksperimen
Tahap V: Membuktikan hipotesa
11
Membuktikan hipotesa
sebab - akibat
1. Studi eksperiment
2. Studi kohort
3. Studi kasus - kontrol
Adanya hubungan asosiatif:
1. Kuatnya asosiasi
2. Konsistensi asosiasi
3. Hubungan temporal yg tepat
4. Hubungan bersifat spesifik
5. Sesuai dengan Ilmu pengetahuan
12
PEKERJAAN DAN PROSES PRODUKSI
RESI KO BAHAYA
GANGGUAN KESEHATAN TENAGA KERJA
PENYAKIT MENULAR
MASALAH GIZI
MASALAH KEPENDUDUKAN
MASALAH LINGKUNGAN
KESADARAN AKAN KESEHATAN
GANGGUAN KENYAMANAN KERJA
KECELAKAAN KERJA
PENYAKIT AKIBAT KERJA
WORK RELATED DISEASES
MASYARAKAT INDUSTRI
13
GANGGUAN KESEHATAN TENAGA KERJA
PASTI ADA PENYEBAB
MULTI PLE ATAU SI NGLE
PERLINDUNGAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
KEGI ATAN
MENCARI DAN MENENTUKAN PENYEBAB
MENGUJI DAN MENEGAKKAN DIAGNOSA
MERENCANAKAN UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN
MENOLONG, MENGOBATI DAN MERAWAT
MENENTUKAN DERAJAT KECACATAN
PENETAPAN BESARNYA KOMPENSASI
14
UPAYA HIPERKES DAN KK
PENCEGAHAN DALAM ARTI LUAS
HEALTH PROMOTION
SPESIFIC PROTECTION
EARLY DIAGNOSIS AND TREATMENT
DISABILITY LIMITATION
REHABILITATION
FAKTOR PENYEBAB
15
Prinsip-Prinsip Pengelolaan K3 (Maizlish, 2000)
Pengendalian
Substitusi &
Eliminasi
Pengendalian
teknis
Monitoring
Lingkungan
APD
Monitoring
Biologi
Pemeriksaan
Awal
Diagnosis
Treatment
Rehab & Man
Cacat
Jamsostek
PRIMARY
PREVENTION
SECONDARY
PREVENTION
TERTIARY
PREVENTION
Umpan balik hasil
Surveillance
Umpan balik hasil
Surveillance
Umpan balik hasil
Surveillance
EPIDEMILOGI
HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN DALAM PEMANFAATAN
DI PERUSAHAAN
1. PENYEBAB MASALAH KESEHATAN PADA TENAGA KERJA
ADALAH POTENSI BAHAYA INDUSTRI YG RELATIF TIDAK
BERKEMBANG, DAPAT DIHILANGKAN DG UPAYA
PENCEGAHAN YG BAIK DAN BENAR.
SEDANGKAN PD PENYAKIT UMUM DAN MENULAR
FAKTOR PENYEBAB ADALAH KUMAN YG BISA
BERKEMBANG DAN BERTUMBUH SHG PENYEBARANNYA
DAPAT TERJADI DG CEPAT
17
EPIDEMILOGI
2. ADANYA DATA DASAR YG UP TO DATE DAN DAPAT
DIPERTANGGUNG JAWABKAN, YG DAPAT
MENGGAMBARKAN PERUBAHAN-PERUBAHAN
TERJADINYA GANGGUAN KESEHATAN TENAGA
KERJA
18
EPIDEMILOGI
3. DILAKSANAKANNYA PENELITIAN-PENELITIAN
YG SISTEMATIS (BUKAN TRIAL AND ERROR),
TTG MASALAH ATAU GANGGUAN KESEHATAN
YG DIJUMPAI DAN MUNGKIN TERDAPAT
DI TEMPAT KERJA
19
EPIDEMILOGI
4. KLASIFIKASI GANGGUAN KESEHATAN (PENYAKIT),
YAITU PENGELOMPOKAN GANGGUAN KESEHATAN
ATAU PENYAKIT YG HANYA DAPAT DILAKUKAN
APABILA TELAH ADA SATU KRITERIA BAKU DLM
PENEGAKAN DIAGNOSA SERTA SISTEM PENCATATAN
DAN PELAPORAN YG SERAGAM, YG AKAN
DIPERGUNAKAN OLEH SEMUA PERUSAHAAN
20
EPIDEMILOGI
5. FREKWENSI GGN KESEHATAN (PENYAKIT), BAIK YG
DITETAPKAN SECARA ABSOLUT MAUPUN SECARA
RELATIF BERDASARKAN BESARAN POPULASI DARI
MANA KASUS TERSEBUT BERASAL.
DIKENAL 2 (DUA) JENIS PENGERTIAN MENGENAI
FREKWENSI PENYAKIT YG DAPAT DIUKUR SECARA
EPIDEMIOLOGIS

21
EPIDEMILOGI
KERACUNAN PB
KERACUNAN PESTISIDA
CARPAL TUNNEL SYNDROME
SILICOSIS
NOISE-INDUCED HEARING LOSS
ASTHMA
CANCER
HAZARDS


22
INCIDENCE RATE
YAITU JUMLAH KASUS ATAU KEJADIAN BARU YANG TERJADI DI KALANGAN
ATAU POPULASI TERTENTU SELAMA PERIODE WAKTU TERTENTU
DALAM HAL INI PENENTUAN WAKTU ATAU SAAT TIMBULNYA GANGGUAN AKAN SANGAT MENENTUKAN.
SAAT DIAGNOSA PASTI DITEGAKKAN BISA DIPAKAI ATAU DIARTIKAN SEBAGAI WAKTU MULAINYA PENYAKIT

APABILA ANCAMAN HANYA UNTUK WAKTU TERBATAS (SPT EPIDEMI PENY. INFEKSI) MAKA
PERIODE WAKTU TERJADINYA KASUS2 BARU ADALAH SAMA DENGAN LAMANYA EPIDEMI. IR PADA SUATU
EPIDEMI DISEBUT ATTACT RATE

UNTUK MENGATASI WAKTU YANG PANJANG DENGAN KEMUNGKINAN TERJADINYA
PERUBAHAN POPULASI MAKA DIGIUNAKAN JUMLAH POPULASI PADA PERTENGAHAN PERIODE
SEBAGAI POPULASI YANG MEMPUNYAI RESIKO

IR MERUPAKAN UKURAN LANGSUNG DARI KEMUNGKINAN (PROBABILIOTAS) UNTUK
MENJADI SAKIT PADA KELOMPOK POPULASI YANG BERBEDA
CATATAN :
INCIDENCE RATE =
JUMLAH KEJADIAN BARU SELAMA SATU PERIODE
JUMLAH POPULASI RENTAN PADA TENGAN PERIODE
23
- PR TERGANTUNG PADA 2 FAKTOR YAITU JUMLAH ORANG YANG TELAH MENDAPAT GANGGUAN PADA WAKTU
YANG LALU DAN LAMANYA MEREKA MENDERIITA, SEHINGGA SANGAT TERGANTUNG DARI PADA
SIFAT AKUT DAN KRONIS DARI GANGGUAN YANG TERJADI

- PR TERUTAMA PADA YANG KRONIS, PENTIING UNTUK PERENCANAAN KEBUTUHAN FASILITAS.
TENAGA DAN PEMBERANTASAN DARI GANGGUAN YANG TERJADI
PREVALENCE RATE
YAITU JUMLAH KASUS ATAU KEJADIAN BARU YANG TERJADI DI KALANGAN
ATAU POPULASI TERTENTU SELAMA PERIODE WAKTU TERTENTU

PREVALENCE RATE =
JUMLAH PENDERITA GANGGUAN TERTENTU PADA SATU SAAT
JUMLAH KESELURUHAN POPULASI PADA SAAT YANG SAMA


CATATAN :
24

TERIMAKASIH
25