Anda di halaman 1dari 6

KONSEP DASAR ETIKA

A. Pengertian etika dan profesi


Etika adalah peraturan atau norma yang dapat digunakan sebagai acuan bagi perila
ku seseorang yang berkaitan dengan tindakan yang baik dan buruk yang merupakan s
uatu kewajiban dan tanggung jawab moral.
Etika atau Ethics berasal dari kata yunani, yaitu etos yang artinya adat, kebias
aan, perilaku atau karakter. Menurut kamus webster, Etik adalah suatu ilmu yang
mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara moral.
Etika berasal dari bahasa Yunani ethikos yang berarti adat istiadat atau kebiasa
an. Etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaiman sepatutnya man
usia hidup didalam masyarakat yang menyangkut aturan-aturan atau prinsip-prinsip
yang menentukan tingkah laku yang benar, yaitu baik buruk, kewajiban, dan tangg
ung jawab.
Moral, berasal dari kata latin yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Moral
adalah perilaku yang diharapkan oleh masyarakat yang merupakan standar prilaku dan
nilai-nilai yang harus diperhatikan bila seseorang menjadi anggota masyarakat dim
ana ia tinggal.
Sumber yang lain menyatakan bahwa moral mempunyai arti tentang perilaku dan keha
rusan masyarakat, sedangkan etika mempunyai arti prinsip-prinsip dibelakan kehar
usan tersebut.
Etiket atau adat merupakan suatu yang dikenal, diketahui, diulang, serta menjadi
suatu kebiasaan didalam suatu masyarakat, baik berupa kata-kata atau suatu bent
uk perbuatan yang nyata.
Etika kesehatan merupkan penerapan nilai etika terhadap bidang pemeliharaan/pela
yanan kesehatan masyarakat.
Etika keperawatan dapat diartikan sebagai filsafat yang mengarahkan tanggung jaw
ab moral yang mendasari pelaksanaan praktek keperawatan
Inti falsafah keperawatan adalah hak dan martabat manusia, sedangkan fokus etika
keperawatan adalah sifat manusia yang unik
B. Konsep moral dalam praktek keperawatan
Advokasi
Arti advokasi menurutu ANA (1985) adalah melindungi klien atau masyarakat terhada
p pelayanan kesehatah dan keselamatan praktek tidak sah yang tidak kompeten dan
melanggar etika yang dilakukan oleh siapapun. Advokasi merupakan dasar falsafah d
an ideal keperawatan yang melibatkan bantuan perawatan secara aktif kepada indiv
idu untuk secara bebas menentukan nasibnya sendiri
Pada dasarnya peran perawat sebagai advokat pasien adalah memberi informasi dan
memberi bantuan kepada pasien atas keputusan apapun yang dibuat pasien. Memberi
informasi berarti menyediakan penjelasan atau informasi sesuai yang dibutuhkan p
asien. Memberi bantuan mengandung dua peran, yaitu peran aksi dan non aksi.
Akuntabilitas
Akuntabilitas mengandung arti dapat mempertanggung jawabkan suatu tindakan yang
dilakukan dan dapat menerima konsekuensi dari tindakan tersebut.
Akuntabilitas mengandung dua komponen utama, yaitu tanggung jawab dan tanggung g
ugat. Ini berarti bahwa tindakan yang dilakukan perawat dilihat dari praktek kep
erawatan, kode etik dan undang-undang dibenarkan atau absah.
Loyalitas
Merupakan suatu konsep dengan berbagai segi, meliputi simpati, peduli, dan hubun
gan timbal-balik terhadap pihak yang secara profesional berhubungan dengan peraw
at. Ini berarti ada pertimbangan tentang nilai dan tujuan orang lain secara nila
i dan tujuan sendiri. Hubungan profesional dipertahankan dengan cara menyusun tu
juan bersama, menepati janji, menentukan masalah dan prioritas, serta mengupayak
an pencapaian kepuasan bersama.
Untuk mencapai kualitas asuhan keperawatan yang tinggi dan hubungan dengan pihak
yang harmonis, maka aspek loyalitas harus dipertahankan oleh setiap perawat bai
k loyalitas kepada pasien, teman sejawat, rumah sakit maupun profesi. Untuk mewu
judkan hal tersebut, beberapa argumentasi yang perlu diperhatikan sebagai beriku
t :
o Masalah pasien tidak boleh didiskusikan dengan pasien lain dan perawat harus b
ijaksana bila informasi dari pasien harus didiskusikan secara profesional
o Perawat harus menghindari pembicaraan yang tidak bermanfaat, dan berbagai pers
oalan yang berkaitan dengan pasien, rumah sakit atau pekerja rumah sakit harus d
idiskusikan dengan umum.
o Perawat harus menghargai dan memberi bantuan kepada teman sejawat. Kegagalan d
alam melakukan hal ini dapat menurunkan penghargaan dan kepercayaan masyarakat k
epada tenaga kesehatan.
o Pandangan masyarakat terhadap profesi keperawatan ditentukan oleh kelakuan ang
gota profesi. Perawat harus menunjukkan loyalitasnya kepada profesi dengan berpe
rilaku secara tepat pada saat bertugas
C. Permasalahan dasar etika keperawatan
Bandman dan bandman (1990) secara umum menjelaskan bahwa permasalahan etika kepe
rawatan pada dasarnya terdiri dari lima jenis, yaitu :
Kuantitas Melawan Kuantitas Hidup
Contoh Masalahnya : seorang ibu minta perawat untuk melepas semua selang yang di
pasang pada anaknya yang berusia 14 tahun, yang telah koma selama 8 hari. Dalam
keadaan seperti ini, perawat menghadapi permasalahan tentang posisi apakah yang
dimilikinya dalam menentukan keputusan secara moral. Sebenarnya perawat berada p
ada posisi permasalahan kuantitas melawan kuantitas hidup, karena keluaga pasien
menanyakan apakah selang-selang yang dipasang hampir pada semua bagian tubuh da
pat mempertahankan pasien untuk tetap hidup.
Kebebasan Melawan Penanganan dan Pencegahan Bahaya.
Contoh masalahnya : seorang pasien berusia lanjut yang menolak untuk mengenakan
sabuk pengaman sewaktu berjalan. Ia ingin berjalan dengan bebas. Pada situasi in
i, perawat pada permasalahan upaya menjaga keselamatan pasien yang bertentangan
dengan kebebasan pasien.
Berkata secara jujur melawan berkata bohong
Contoh masalahnya : seorang perawat yang mendapati teman kerjanya menggunakan na
rkotika. Dalam posisi ini, perawat tersebut berada pada masalah apakah ia akan m
engatakan hal ini secara terbuka atau diam, karena diancam akan dibuka rahasia y
ang dimilikinya bila melaporkan hal tersebut pada orang lain.
Keinginan terhadap pengetahuan yang bertentangan dengan falsafah agama, politik,
ekonomi dan ideologi
Contoh masalahnya : seorang pasien yang memilih penghapusan dosa daripada beroba
t kedokter.
Terapi ilmiah konvensional melawan terapi tidak ilmiah dan coba-coba
Contoh masalahnya : di Irian Jaya, sebagian masyarakat melakukan tindakan untuk
mengatasi nyeri dengan daun-daun yang sifatnya gatal. Mereka percaya bahwa pada
daun tersebut terdapat miang yang dapat melekat dan menghilangkan rasa nyeri bil
a dipukul-pukulkan dibagian tubuh yang sakit.
Konsep Profesi Keperawatan
Etika hubungan tim keperawatan
Tim keperawatan terdiri dari semua individu yang terlibat dalam pemberian asuhan
keperawatan kepada pasien. Komposisi anggota tim keperawatan bervariasi, tergan
tung pada tenaga keperawatan yang ada, sensus pasien, jenis unit keperawatan, da
n program pendidikan keperawatan yang berafiliasi/kerjasama
Faktor-faktor tim keperawatan yang diarahkan terhadap kualitas
asuhan keperawatan :
Dalam kerjasama dengan sesama tim, semua perawat harus berprinsip dan ingat bahw
a fokus dan semua upaya yang dilakukan adalah mengutamakan kepentingan pasien se
rta kualitas asuhan keperawatan dan semua perawat harus mampu mengadakan komunik
asi secara efektif.
Latar belakang pendidikan, jenis pekerjaan maupun kemampuan bervariasi, maka dal
am pemberian tugas asuhan keperawatan, perawatan dibagi dalam berbagai kategori,
misalnya perawat pelaksana, kepala bangsal, kepala unit perawat, kepala seksi p
erawatan (supervisor), dan kepala bidang keperawatan (direktor president of nurs
ing). Dalam memberikan asuhan keperawatan, setiap anggota harus mampu mengkomuni
kasikan dengan perawat anggota lain, dimana permasalahan etis dapat didiskusikan
dengan sesama perawat atau atasannya.
Hubungan perawat-pasien-dokter
Perawat, pasien, dan dokter adalah tiga unsur manusia yang saling berhubungan se
lama mereka masih terkait dalam suatu hubungan timbal balik pelayanan kesehatan.
Hubungan perawat dengan dokter telah terjalin seiring dengan perkembangan kedua
profesi ini, tidak terlepas dari sejarah, sifat ilmu/pendidikan, latar belakang
personal dan lain-lain.
Berbagai model hubungan perawat-pasien-dokter telah dikembangkan, diantaranya ad
alah model yang dikembangkan oleh Szasz dan hollander, mereka mengembangkan tiga
model hubungan dokter-perawat di mana model ini terjadi pada semua hubungan ant
ar manusia, termasuk hubungan antara perawat dan dokter
Model Yang Dikembangka Szasz dan hollander :
Model Aktivitas Pasivitas
Suatu model dimana dokter berperan aktif dan pasien berperan pasif. Model ini te
pat untuk bayi, pasien koma, pasien bius, dan pasien dalam keadaan darurat. Dokt
er berada pada posisi mengatur semuanya, merasa mempunyai kekuasaan, dan identit
as pasien kurang diperhatikan. Model ini bersifat otoriter dan paternalistic.
Model Hubungan Membantu
Merupakan dasar untuk sebagian besar dari praktek kedokteran. Model ini terdiri
dari pasien yang mempunyai gejala mencari bantuan dan dokter yang mempunyai peng
etahuan terkait dengan kebutuhan pasien. Dokter memberikan bantuan dalam bentuk
perlakuan/pengobatan. Timbal baliknya, pasien diharapkan bekerja sama dengan men
taati anjuran dokter. Dalam model ini, dokter mengetahui apa yang terbaik bagi p
asien, memegang apa yang diminati pasien dan bebas dari prioritas yang lain. Mod
el ini bersifat paternalistic atau sedikit lebih rendah.
Model Partisipasi Mutual
Model ini berdasarkan pada anggapan bahwa hak yang sama/kesejajaran antara umat
manusia merupakan nilai yang tinggi. Model ini mencerminkan asumsi dasar dari pr
oses demokrasi. Interaksi, menurut model ini, menyebutkn bahwa pihaknya yang sal
ing berinteraksi mempunyai kekuasaan yang sama, saling membutuhkan, dan aktivita
s yang dilakukan akan memberikan kepuasaan kedua pihak.
Robert Veatch mengembangkan empat model hubungan dokter pasien meliputi :
The Engineering Model
Dalam model ini veatch menolak sikap kemungkinan nilai bebas murni dari ilmu ata
u kedokteran pilihan-pilihan dibuat secara terus menerus terhadap fakta, observa
si, desain penelitian, dan tingkatan statistik signifikasi dalam suatu kerangka
nilai-nilia dengan praduga menurut ilmu-ilmu murni.
Sejumlah besar piliha-pilihan nilai dan signifikasi harus dibuat oleh orang-oran
g terhadap ilmu terapan seperti kedokteran, yang mana tidak seperti ilmu teknik,
nilai-nilai tidak dapat ditiadakan dari nasehat teknis terhadap
The Pristly Model
Dalam model ini dokter memegang vigure seorang ahli moral yang dapat memberi tah
u pasien apa yang harus dikerjakan pasien pada situasi tertentu. Tradisi ini ber
dasarkan prinsip etis jangan kerjakan ketidak baikan. Ini mencerminkan pelaksana
an prinsip paternalistic dengan tidak memberitahukan berita buruk kepada pasien,
tetapi memberikan suatu pemantapan yang tidak nyata. Model ini tidak menyertaka
n pasien dalam membuat keputusan, tetapi menyerahkan kebebasan kepada dokter, mi
salnya, pasien tidak diizinkan menolak transfusi darah yang menurut agamanya tid
ak diperbolehkan. Prinsip paternalime mengurangi takdir pasien dengan mengurangi
pengendalian pasien terhadap tubuh dan kehidupan.
The Collegial Model
Dalam model ini, dokter dan perawat merupakan mitra dalam mencapai tujuan untuk
menyembuhkan penyakit dan mempertahankan kesehatan pasien. Saling percaya dan pe
rcaya diri merupakan hal utama. Kedua belah pihak mempunyai kedudukan yang sama.
Namun pada kenyataannya, veatch berpendapat bahwa sebenarnya tidak ada dasar un
tuk persamaan kedudukan dalam hubungan pasien-dokter karna perbedaan kelas sosia
l, status ekonomi, pendidikan dan sistem nilai menimbulkan asumsi tentang rasa t
ertarik yang lazim terhadap ilusi.
The Contractual Model
Dalam model ini, peserta yang mengadakan hubungan/interaksi berharap untuk memeg
ang ketaatan terhadap anjuran dan manfaat untuk kedua belah pihak. Kesepakatan t
erhadap prinsip moral merupakan hal yang penting. Lebih lanjut dalam kesepakatan
hubungan, pasien berhak menentukan nasib mereka. Dalam model ini terjadi curah
pendapat tentang tanggung jawab dan kewajiban etis.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, serta hubungan dengan dokter
, dikenal beberapa peran perawat, yaitu :
Peran independen ( Mandiri )
Peran mandiri merupakan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang d
apat dipertanggung jawabkan oleh perawat secara mandiri
Peran dependen ( Tergantung Pada Dokter )
Peran tergantung merupakan peran perawat dalam melaksanakan program kesehatan di
mana pertanggung jawaban dipegang oleh dokter.
Peran inter dependen ( Kolaborasi )
Peran kolaborasi merupakan peran perawat dalam mengatasi permasalahan secara tea
m work dengan tim kesehatan lain.
Hubungan perawat-pasien dalam koteks etis
Peran perawat secara umum dapat digunakan kerangka yang mengacu pada pandangan d
asar hildegard E.peplav, tentang hubungan perawat-pasien, yang merupakan suatu t
eori yang mendasari nilai dan martabat manusia, pengembangan rasa percaya, pengu
kuran pemecahan masalah, dan kolaborasi.
Dalam konteks hubungan perawat-pasien, perawat dapat berperan sebagai konselor p
ada saat pasien mengungkapkan kejadian dan perasaan tentang penyakitnya. Dapat p
ula berperan sebagai pengganti orang tua (terutama pada pasien anak), saudara ka
ndung, atau teman bagi pasien dalam mengungkapkan perasaannya.
Pada dasarnya hubungan antara perawat-pasien berdasarkan pada sifat alamiah pera
wat dan pasien dalam berinteraksi perawat-pasien, peran yang dimiliki masing-mas
ing membentuk suatu kesepakatan atau persetujuan dimana pasien mempunyai peran d
an hak sebagai pasien dan perawat mempunyai peran dan hak sebagai perawat. Dan d
alam hubungan perawat-pasien maka setiap hubungan harus didahului dengan kontrak
dan kesepakatan bersama, dimana pasien mempunyai peran sebagai pasien dan peraw
at sebagai perawat. Kesepakatan ini menjadi parameter bagi perawat dalam memutus
kan setiap tindakan etis.
Kode Etik Profesi Keperawatan
A. Pengertian Kode Etik Keperawatan
Kode Etik Keperawatan merupakan bagian dari etika kesehatan yang menerapkan nila
i etika terhadap bidang pemeliharaan atau pelayanan kesehatan masyarakat.
Kode etik merupakan salah satu ciri/persyaratan profesi, yang memberikan arti pe
nting dalam penentuan, pemertahanan dan peningkatan standar profesi. Kode etik m
enunjukkan bahwa tanggung jawab dan kepercayaan dari masyarakat telah diterima o
leh profesi.
1. Kode etik keperawatan menurut ICN
a) Tanggung jawab utama perawat
Tanggung jawab utama perawat adalah meningkatkan kesehatan, mencegah timbulnya p
enyakit, memelihara kesehatan, dan mengurangi penderitaan.
Untuk melaksanakan tanggung jawab utama tersebut perawat harus meyakini bahwa :
Kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan diberbagai tempat adalah sama
Pelaksanaan praktek keperawatan dititik beratkan pada penghargaan terhadap kehid
upan yang bermartabat dan menjunjung tinggi hak asasi manusia;
Dalam melaksanakan pelayanan dan atau keperawatan kepada individu, keluarga, kel
ompok, dan masyarakat, perawat mengikut sertakan kelompok dan instansi terkait.
b) Perawat, Individu, dan Anggota Kelompok Masyarakat
Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan sesuai denga
n kebutuhan masyarakat.
c) Perawat dan Pelaksanaan Praktek Keperawatan
Perawat memegan peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan standar prakte
k keperawatan untuk mencapai kemampuan yang sesuai dengan standar pendidikan kep
erawatan.
d) Perawat dan Lingkungan Masyarakat
Perawat dapat memprakarsasi pembaharuan, tanggap, mempunyai inisiatif, dan dapat
berperan serta secara aktif dalam menemukan masalah kesehatan dan masalah sosia
l yang terjadi dimasyarakat.
e) Perawat dan Sejawat
Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman sekerja. Baik tenaga kep
erawatan maupun tenaga profesi lain diluar keperawatan. Perawat dapat melindungi
dan menjamin seseorang, bila pada masa perawatannya merasa terancam.
f) Perawat dan Profesi keperawatan
Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan standar praktek
keperawatan dan pindidikan keperawatan. Perawat diharapkan ikut aktif dalam meng
embangkan pengetahuandalam menopang pelaksanaan perawatan secara profesional.
2. Kode etik keperawatan menurut ANA
Kode etik keperawatan menurut American Nurses Association adalah sebagai berikut
:
a) Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi martabat kemanusiaan da
n keunikan klien yang tidak dibatasi oleh pertimbangan-pertimbangan status sosia
l atau ekonomi, atribut personal, atau corak masalah kesehatan.
b) Perawat melingdungi hak klien akan privasi dengan memegang teguh informasi ya
ng bersifat rahasia.
c) Perawat melindungi klien dan publik bila kesehatan dan keselamatannya teranca
m oleh praktek seseorang yang tidak berkompeten, tidak etis atau illegal.
d) Perawat memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan tindakan perawatan yang
dijalankan masing-masing individu.
e) Perawat memelihara kompetensi keperawatan.
f) Perawat melaksanakan pertimbangan ayng beralasan dan menggunakan kompetensi d
an kualitafikasi individu sebagai kriteria dalam mengusahakan konsultasi, meneri
ma tanggung jawab, dan melimpahkan kegiatan keperawatan kepada orang lain.
g) Perawat turut serta bertivitas dalam membantu pengembngan pengetahuan profesi
h) Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melaksanakan dan meningka
tkan standar keperawatan.
i) Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk dan membina kon
disi kerja yang mendukun pelayanan keperawatn yang berkualis.
j) Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melindungi publik terhada
p informasi dan gambaran yang salah serta mempertahankan integritas perawat.
k) Perawat bekerjasama dengan anggota profesi kesehatan atau warga masyarakat la
innya dalam meningkatkan upaya-upaya masyarakat dan nasional untuk memenuhi kebu
tuhan kesehatan publik.
3. Kode etik keperawatan menurut PPNI
Kode etik keperawatan di indonesia telah disusun oleh dewan pimpinan pusat PPNI
melalui Musyawara Nasional PPNI dijakarta pada tanggal 29 November 1989.
BAB I
Tanggung jawab perawat terhadap masyarakat kelurga dan penderita
Perawat dalam rangka pengabdiannya senantiasa berpedoman kepada tanggung jawab y
ang pangkal tolaknya bersumber dari adanya kebutuhan akan perawat untuk orang se
orang, keluarga dan masyarakat.
Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya dalam bidang perawat senantiasa memelih
ara suasana lingkungan yang menghomati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kel
angsungan hidup beragama dari orang seorang, keluarga atau penderita, keluargany
a dan masyarakat.
BAB II
Tanggung jawab perawat tehadap tugas
Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disetai kej
ujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan perawatan ses
uai dengan kebutuhan orang seorang atau penderita, keluarga dan masyarakat.
Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya sehubungan dengan tu
gas yang dipercayakan kepadanya.
Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan ketermpilan perawatan untuk tujua
n yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.
Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh
kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, keagam
aan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik yang dianut serta keduduka
n sosial.
Perawat senantiasa mengutamakan perlindunagan-perlindungan dan keselamatan pende
rita dalam melaksanakan tugas keperawatan, serta dengan matang mempetimbangkan k
emampuan jika menerima dan mengalihtugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya
dengan perawatan
BAB III
Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesional kesehatan lain
Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama perawat dengan tenaga
kesehatan lainnya baik dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maup
un dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
Perawat senantiasa menyebar luaskan pengetahuan, keterampilan dan pengalamanya k
epada sesama perawat serta menerima pengetahuan dan pengalamanya kepada sesama p
erawat serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari profesi bidang perawatan.
BAB 1V
Tanggung jawab perawat terhadap profesi perawatan
Perawat selalu berusaha meningkatkan pengetahuan profesional secara sendiri-send
iri dan atau bersama-bersama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan,keterapilan
dan pengalam yang bermanfaat bagi pengembangan perawatan.
Perawat selalu menjunjung tinggi nama baik profesi perawatan dengan menunjukkan
peri/tingka laku dan sifat-sifat pribadi yang tinggi.
Perawat senantiasa berperan dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelanyanan
perawat an serta menerapkanya dalam kegiatan-kegiatan pelayanan danpendidikan p
erawatan.
Perawatan secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi per
awatan sebagai sarana pengabdian.
BAB V
Tanggung jawab perawat terhadap pemerintah,banggsa dan tanah air
Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang d
i gariskan oleh perintah dalam bidang kesehatan dan perawatan.
Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada peme
rintah dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan dan perawatan kepada masyar
akat.
Tujuan etika keperawatan
Menciptakan dan mempertahankan kepercayaan klien kepada perawat, kepercayaan dia
ntara sesama perawat dan kepercayaan masyarakat kepada profesi keperawatan
Menurut American Ethich Commision Bureau On Teaching, tujuan etika profesi keper
awatan adalah mampu :
Mengenal dan mengedintisifikasi unsur moral dalam praktek keperawatan
Membentuk strategi atau cara menganalisis masalah moral yang terjadi dalam prakt
ek keperawatan
Menghubungkan praktek moral / pelajaran yang baik dan dipertanggung jawabkan pad
a diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan kepada tuhan, sesuai dengan kepercayaa
nnya.
Menurut Natonal League For Nursing (NLN) pusat pendidikan keperawatan milik perh
impunan perawat amerika, pendidikan etika keperawatan bertujuan :
Meningkatkan pengertian peserta didik tentang hubungan antar profesi kesehatan l
ain dan mengerti tentang peran dan fungsi anggota tim
Mengembangkan potensi pengambilan keputusan yang bersifat moralitas, keputusan t
entang baik dan buruk yang akan dipertanggung jawabkan kepda tuhan sesuai dengan
kepercayaannya.
Mengembangkan sifat pribadi dan sikap professional peserta didik
Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang penting untuk dasar praktek kepe
rawatan professional
Memberi kesempatan kepada peserta didik menerapkan ilmu dan prinsip etika kepera
watandalam praktek dan dalam situasi nyata.
Diposkan 22nd April 2011 oleh Ikrimah, S.Kep