Anda di halaman 1dari 6

SPEKTROMETER RESONANSI MAGNETIK INTI (RMI)

Prinsip Kerja Spektrofotometri Resonansi Magnetik Inti


Metode spektrofotometri jenis ini didasarkan pada penyerapan energi oleh
partikel yang sedang berputar di dalam medan magnet yang kuat. Energi yang
dipakai dalam pengukuran dengan metode ini berada pada daerah gelombang
radio 75-0,5 m atau pada frekuensi 4-600 MHz, yang bergantung pada jenis inti
yang diukur.
Inti yang dapat diukur dengan NMR yaitu :
a. Bentuk bulat
b. Berputar
c. Bilangan kuantum spin =
d. Jumlah proton dan netron ganjil, contoh : 1H, 19F, 31P, 11B, 13C

Di dalam medan magnet, inti aktif NMR (misalnya 1H atau 13C)
menyerap pada frekuensi karakteristik suatu isotop. Frekuensi resonansi, energi
absorpsi dan intensitas sinyal berbanding lurus dengan kekuatan medan magnet.
Sebagai contoh, pada medan magnet 21 tesla, proton beresonansi pada 900 MHz.
nilai magnet 21 T dianggap setara dengan magnet 900 MHZ, meskipun inti yang
berbeda beresonansi pada frekuensi yang berbeda.
Inti yang sama beresonansi pada frekuensi audio pada medan magnet
bumi. Fenomena ini dimanfaatkan oleh spektrometer NMR medan bumi, yang
lebih murah dan mudah dibawa. Instrumen ini biasa digunakan untuk keperluan
kerja lapangan dan pengajaran.

Bagian Terpenting Spektrofotometer RMI
1. Magnet kutub utara dan selatan yang dapat diubah kekuatannya dalam
rentang kecil tertentu. Induksi medan magnet magnetic flux density
dinyatakan dalam standar internasional (SI), yang disimbolkan sebagai H0,
dengan satuan kekuatan dalam Tesla (T). Kekuatan medan magnet RMI harus
disesuaikan terhadap momen magnet inti proton atau Untuk spektrometer
RMI umum dipakai Ho = 2,35 T yang sesuai dengan frekuensi 100 MHz.
Ada tiga jenis magnet yang dipakai :
a. Magnet yang permanen,
b. Elektromagnet
c. Magnet superkonduksi

2. Pancaran frekuensi Radio (RF) dibuat tetap. Oleh sebab itu spektrum RMI
adalah merupakan grafik yang menunjukkan banyaknya energi yang
diabsorpsi oleh inti atom dirajah terhadap kuat medan magnet luar (Ho).

3. Tempat sampel merupakan tabung gelas yang diletakkan di antara dua magnet
utara dan selatan. Tabung gelas ini tempatnya dalam lilitan kumparan RF.
Tabung sampel ini bergasing vertikal, berkekuatan di atas 25 Hz dengan
memakai pemutar turbin udara.

Atom Hidrogen sebagai Magnet Kecil
Kompas jarum akan mengarah pada medan magnet bumi dengan arah
utara. Jika jarum kompas tersebut diputar dengan jari sehingga menunjukkan arah
selatan (arah yang berlawanan dengan medan magnet bumi). Posisi ini sangat
tidak stabil karena berlawanan dengan arah medan magnet bumi, dan jika
dibiarkan jarum akan segera kembali ke posisi semula yang lebih stabil.

Inti hidrogen juga mempunyai perilaku seperti magnet kecil dan inti-inti
hidrogen dapat juga diatur arahnya agar sesuai dengan arah medan magnet luar
atau berlawanan dengan arah medan magnet luar. Arah yang berlawanan dengan
medan adalah tak stabil (energinya tinggi). Ini memungkinkan untuk mengubah
arahnya dari yang lebih stabil ke kurang stabil dengan memberikan energi yang
sesuai.

Energi yang dibutuhkan untuk mengubahnya tergantung pada kekuatan
medan magnet luar yang digunakan, tetapi biasanya dalam kisaran gelombang
radio pada frekuansi antara 60 100 MHz. (frekuansi radio BBC 4 adalah
diantara 92-95 MHz). Hal ini memungkinkan untuk mendeteksi hubungan antara
gelombang radio pada frekuensi tertentu dengan perubahan orientasi proton
sebagai suatu puncak dalam grafik. Perubahan proton dari satu arah ke arah lain
oleh gelombang radio disebut dengan kondisi resonansi.

Ciri-ciri spektrum RMI
1. Puncak


Pada gambar terdapat dua puncak karena ada dua lingkungan hidrogen
yang berbeda dalam gugus CH
3
dan gugus COOH yang mengandung
oksigen. Mereka berada pada posisi yang berbeda dalam spektrum
karena membutuhkan medan magnet luar yang sedikit berbeda untuk
menyebabkannya beresonansi pada frekuensi radio tertentu.

Ukuran kedua puncak memberikan informasi yang penting, yaitu
banyaknya atom hidrogen dalam tiap-tiap lingkungan. Bukan tinggi
puncaknya tetapi perbandigan luas area di bawah puncak. Jika anda dapat
menghitung luas area di bawah puncak pada diagram di atas, anda akan
mendapatkan perbandingannya 3 (untuk puncak yang besar) dan 1 (untuk
yang kecil). Perbandingan 3:1 menunjukkan banyaknya atom hidrogen
dalam dua lingkungan yang berbeda hal ini sesuai untuk CH
3
COOH.

2. Perlunya standar sebagai pembanding TMS
TMS dipilih sebagai standar karena beberapa alasan, diantaranya:
TMS mempunyai 12 atom hidrogen yang semuanya memiliki
lingkungan kimia yang sama. Mereka terikat oleh atom yang sama
dengan cara yang sama sehingga tidak hanya menghasilkan puncak
tunggal tetapi juga puncak yang kuat (karena ada banyak atom
hidrogen).
Hidrogen pada senyawa ini lebih terlindungi dibandingkan pada
senyawa lain karena adanya elektron-elektron ikatan C-H. Ini artinya
inti hidrogen lebih terlindungi dari medan magnet luar, dan anda harus
meningkatkan medan magnet untuk membawa hidrogen ini kembali ke
kondisi resonansinya.
Pengaruh dari hal ini adalah TMS menghasilkan puncak yang ekstrim pada sisi
kanan dan puncak lain akan muncul di sebelah kirinya.



3. Pergeseran kimia
Skala horisontal ditunjukkan sebagai (ppm). dinamakan pergeseran
kimia/chemical shift dan dihitung dalam bagian per juta/parts per million
ppm.
Suatu puncak dengan pergeseran kimia, misalnya 2.0 artinya atom-atom
hidrogen yang memunculkan puncak tersebut memerlukan medan magnet 2
juta lebih kecil dari medan yang dibutuhkan oleh TMS untuk menghasilkan
resonansi.



4. Pelarut untuk spektroskopi RMI
Spektrum RMI biasanya ditentukan dari larutan substansi yang akan
dianalisis. Untuk itu pelarut yang digunakan tidak boleh mengandung atom
hidrogen, karena adanya atom hidrogen pada pelarut akan mengganggu puncak-
puncak spektrum.
Ada dua cara untuk mencegah gangguan oleh pelarut. Pertama, dapat
menggunakan pelarut seperti tetraklorometana, CCl
4
, yang tidak mengandung
hidrogen, atau anda dapat menggunakan pelarut yang atom-atom hidrogennya
telah diganti dengan isotopnya, deuterium, sebagai contoh CDCl
3
sebagai ganti
CHCl
3
. Semua spektrum RMI pada bagian ini menggunakan CDCl
3
sebagai
pelarut. Atom-atom deuterium mempunyai sifat-sifat magnetik yang sedikit
berbeda dari hidrogen, sehingga mereka akan menghasilkan puncak pada area
spektrum yang berbeda.