Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ILMU BEDAH UMUM

drh. Iman Setyowati K



Pertanyaan : Apa yang anda ketahui tentang Atropin, Xylazin, Zoletil dan Ketamin?
Jawab :
Atropin
Diberikan untuk mencegah hipersekresi kelenjar ludah dan bronkus selama 90 menit.
Dosis 0,4 mg - 0,6 mg intramuskular bekerja setelah 10-15 menit.
Atropin adalah senyawa alam terdiri dari amine antimuscarinic tersier;Atropin adalah
antagonis reseptor kolinergik yang diisolasi dari Atropa belladona L, Datura stramonium L
dan tanaman lain keluarga Solanaceae.Sifat fisikokimia atropin yaitu serbuk kristal putih atau
kristal putih seperti jarum, larut dalam air (2500 mg/mL), alkohol (200 mg/mL) pada suhu
25
o
C, gliserol (400 mg/mL) atau metanol. Dalam perdagangan injeksi atropine berada dalam
bentuk larutan steril dalam pelarut water for injection atau larutan NaCl 0,9 %. Atropin
merupakan obat sub kelas terapi
Obat Kardiovaskuler.
Farmakodinamik/Farmakokinetik yaitu aksi onset : IV : cepat, absorpsinya lengkap,
distribusinya terdistribusi secara luas dalam badan, menembus plasenta, masuk dalam air
susu, menembus sawar darah otak. Metabolisme hepatik, T
o
eliminasi (half-life elimination) :
2-3 jam. Ekskresi : urin (30% hingga 50% dalam bentuk obat yang tidak berubah dan
metabolitnya).
Atropin sulfat secara lambat dipengaruhi oleh cahaya. Simpan injeksi pada suhu ruang
yang terkontrol pada suhu 15
o
C hingga 30
o
C (59
o
F hingga 86
o
F), hindari dari suhu dingin
dan lindungi dari cahaya. Kontraindikasi yaitu antimuscarinic kontraindikasi pada angle-
closure glaucoma (glaukoma sudut sempit), myasthenia gravis (tetapi dapat digunakan untuk
menurunkan efek samping muskarinik dari antikolinesterase), paralytic ileus, pyloric stenosis,
pembesaran prostat.
Efek samping yaitu antimuscarinik termasuk kontipasi, transient (sementara)
bradycardia (diikuti dengan takikardi, palpitasi, dan aritmia), penurunan sekret bronkial,
retensi urin, dilatasi pupil dengan kehilangan akomodasi, fotophobia, mulut kering, kulit
Nama : SULASTRI
NIM : 115130101111053
Kelas : PKH 2011 C
kering dan kemerahan. Efek samping yang terjadi kadang-kadang : kebingungan (biasanya
pada usia lanjut), mual, muntah dan pusing.
Interaksi obat yaitu meningkatkan efek/toksisitas : Antihistamin, fenotiazin, TCAs
dan obat lain dengan aktivitas antikolinergik dapat meningkatkan efek antikolinergik dari
atropin jika digunakan secara bersamaan. Amine sympathomimetic dapat menyebabkan
tachyrrhytmias, hindari penggunaan secara bersamaan. Menurunkan efek : Efek antagonis
terjadi dengan obat phenothiazine. Efek levodopa dapat diturunkan (data klinik tervalidasi
terbatas). Obat-obat dengan mekanisme cholinergic(metochlopramide, cisapride, bethanecol)
menurunkan efek antikolinergik atropin. Parameter monitoring : Heart rate, tekanan darah,
pulsa, status mental; monitor jantung. Mekanisme aksi yaitu menghambat aksi asetilkolin
pada bagian parasimpatik otot halus, kelenjar sekresi dan SSP, meningkatkan output jantung,
mengeringkan sekresi, mengantagonis histamin dan serotonin. Monitoring : Denyut jantung,
tekanan darah, pulsa, status mental; pemberian secara intravena diperlukan monitor jantung.

Xylazine
Xylazine merupakan salah satu golongan alpha2-adrenoceptor stimulant atau alpha-2
adrenergic receptor agonist. Alpha-2 agonist seperti xylazine dan medetomidin adalah
preanestetikum yang sering digunakan pada anjing dan kucing untuk menghasilkan sedasi,
analgesi, dan pelemas otot. Golongan alpha-2 agonist yang lain seperti romifidin sering
digunakan pada kuda, tetapi tidak direkomendasikan untuk anjing dan kucing. Xylazine
bekerja melalui mekanisme yang menghambat tonus simpatik karena xylazine mengaktivasi
reseptor postsinap 2-adrenoseptor sehingga menyebabkan medriasis, relaksasi otot,
penurunan denyut jantung, penurunan peristaltik, relaksasi saluran cerna, dan sedasi.
Aktivitas xylazine pada susunan syaraf pusat adalah melalui aktivasi atau stimulasi reseptor
2-adrenoseptor, menyebabkan penurunan pelepasan simpatis, mengurangi pengeluaran
norepineprin dan dopamin. Reseptor 2, Xylazine menghasilkan sedasi dan hipnotis yang
dalam dan lama, dengan dosis yang ditingkatkan mengakibatkan sedasi yang lebih dalam dan
lama serta durasi panjang. Xylazine diinjeksikan secara intramuskular menyebabkan iritasi
kecil pada daerah suntikan, tetapi tidak menyakitkan dan akan hilang dalam waktu 2448
jam. 2-adrenoseptor adalah reseptor yang mengatur penyimpanan dan atau pelepasan
dopamin dan norepineprin. Xylazine menyebabkan relaksasi otot melalui penghambatan
transmisi impuls intraneural pada susunan syaraf pusat dan dapat menyebabkan muntah.
Xylazine juga dapat menekan termoregulator. Xylazine menyebabkan tertekannya sistem
syaraf pusat, bermula dari sedasi, kemudian dengan dosis yang lebih tinggi menyebabkan
hypnosis, tidak sadar dan akhirnya keadaan teranestesi.Pada sistem pernafasan, xylazine
menekan pusat pernafasan. Xylazine juga menyebabkan relaksasi otot yang bagus melalui
imbibisi transmisi intraneural impuls pada SSP. Penggunaan xylazine pada anjing
menghasilkan efek samping merangsang muntah tetapi dapat mengosongkan lambung pada
anjing diberi makan sebelum dianestesi.
Xylazine biasa digunakan pada kucing sebagai agen sedatif untuk keperluan
pembedahan minor dan untuk menguasai hewan atau handling. Penggunaaan xylazine dengan
dosis yang lebih tinggi bukan saja untuk sedasi dan analgesi, tetapi juga menghasilkan
immobilisasi. Xylazine bisa digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain seperti
benzodiazepin atau opioid untuk menghasilkan sedasi. Xylazine juga dapat dikombinasikan
dengan anestesi injeksi seperti ketamine, tiopental, dan propofol atau anestesi inhalasi seperti
halotan dan isofluran untuk menghasilkan anestesi yang lebih baik.Xylazine biasanya
digunakan sebagai preanestesi, tetapi pada anjing akan menyebabkan muntah sehingga
bersifat kontra-indikasi untuk hewan yang menderita obstruksi gastro-intestinal. Waktu
induksi dari suatu agen anestesi bisa dikurangi sampai 50-75% dengan pemberian preanestesi
xylazine untuk menghindari overdosis.
Dalam anestesi hewan, xylazine sering digunakan dalam kombinasi dengan ketamin.
Xylazine adalah analoque clonidine. Obat ini bekerja pada reseptor presynaptic dan
postsynaptic dari sistem saraf pusat dan perifer sebagai agonis sebuah adrenergik. Obat
ini banyak digunakan dalam subtansi kedokteran hewan dan sering digunakan sebagai obat
penenang (sedatif), nyeri (analgesik) dan relaksasi otot rangka (relaksan otot). tetapi memiliki
efek farmakologis banyak lainnya. Sebagian besar terdiri dari efek bradikardia dan hipotensi.
Xylazine menghambat efek stimulasi saraf postganglionik.
Xylazine dapat diberikan secara intravena, intramuskular, subkutan. Xylazine
mengandung 23,32 mg / ml hidroklorida xylazine dalam larutan air injeksi berbasis. Xylazine
dapat diperoleh juga sebagai bubuk kristal murni. Dosis intramuskular hingga 0,3 mg / kg
untuk ternak telah. Untuk menginduksi muntah pada kucing, xylazine adalah dosis pada 0,2
sampai 0,5 mg per pon (0,44-1 mg / kg) intramuskular. Untuk anjing dosis bahkan bisa lebih
tinggi. Xylazine tersedia dalam 20 mg / ml dalam konsentrasi 20 botol ml dan 100 mg / ml
pada konsentrasi 50ml botol.
Sebagai efek samping dari xylazine adalah mengalami penurunan setelah kenaikan
awal pada tekanan darah dalam perjalanan efeknya vasodilatasi tekanan darah dan juga dapat
menyebabkan bradikardi. Pengaruh xylazine dapat dibatalkan dengan menggunakan
antagonis reseptor adrenergik seperti atipamezole, yohimbine dan tolazoline. Khusus pada
kucing xylazine juga merangsang pusat muntah, sehingga obat tersebut digunakan sebagai
emetik. Peningkatan buang air kecil kadang-kadang terjadi pada kucing. Anjing cenderung
menelan udara berlebih. Tindakan pencegahan dan efek Samping :
Xylazine tidak boleh digunakan pada hewan dengan hipersensitivitas atau alergi
terhadap obat tersebut.
Xylazine tidak dianjurkan pada hewan yang menerima epinefrin,penyakit
jantung,darah rendah,penyakit ginjal dengan atau jika hewan ini sangat lemah.

Zolazepam (Zoletil)
Zoletil berisi Tiletamin sebagai tranquilizer mayor dan zolazepam sebagai muscle
relaxant. Memberikan anestesi general dengan waktu induksi yang singkat. Efek samping
yang dimilki sedikit. Durasi : 20 60 menit tergantung dosis yang diberikan. Pemberian
kembali bila diperlukan hanya menggunakan setengah dari dosis awal.
Dosis yang di berikan untuk hewan :
Anjing :
Intramuskular : 7 25 mg/Kg.
Intravena : 5 10 mg/Kg.
Kucing :
Intramuskular : 10 15 mg/Kg.
Intravena : 5 7,5 mg/Kg.
Primata : 4 6 mg/Kg.
Felidae : 4 7,5 mg/Kg.
Canidae : 5 11 mg/Kg.
Ursidae : 3,5 8 mg/Kg.
Bovidae : 3,5 33 mg/Kg.
Viverridae : 2,5 6 mg/Kg.
Mouse : 50 75 mg/Kg.
Rat : 50 75 mg/Kg.
Cobaye : 20 mg/Kg.
Hamster : 50 mg/Kg.
*Pada primata sampai hamster hanya diberikan melalui intramuskular
Formula atau komposisi yang diberikan untuk hewan :
Zoletil 20 tiletamin 50 mg dan zolazepam 50 mg.
Zoletil 50 tiletamin 125 mg dan zolazepam 125 mg.
Zoletil 100 tiletamin 250 mg dan zolazepam 250 mg.




Ketamin
Ketamin adalah suatu rapid acting nonbarbiturat general anaesthetic. Indikasi
pemakaian ketamin adalah prosedur dengan pengendalian jalan napas yang sulit, prosedur
diagnosis, tindakan ortopedi, pasien risiko tinggi, tindakan operasi sibuk, dan asma.
Kontraindikasinya adalah tekanan sistolik 160 mmHg dan diastolik 100 mmHg, riwayat
penyakit serebrovaskular, dan gagal jantung. Dosis induksi 1-4 mg/kgBB intravena dengan
dosis rata-rata 2 mg/kgBB untuk lama kerja 15-20 menit, dosis tambahan 0,5 mg/kgBB
sesuai kebutuhan. Dosis pemberian intramuskular 6-13 mg/kgBB, rata-rata 10 mg/kgBB
untuk lama kerja 10-25 menit.
Ketamin adalah satu-satunya obat anestesi intravena yang memiliki kemampuan
hipnosis, analgesik dan amnesia sekaligus dan relatif murah. Mempunyai onset kerja yang
cepat dan mencapai efek kerja maksimal dalam waktu yang singkat pula. Pada dosis
subanestesi ketamin dapat memberikan analgesi yang kuat (Reves et al., 2010). Salah satu
obat anestetik yang sering digunakan pada kucing adalah ketamin. Dalam penggunaannya
ketamin mempunyai beberapa keuntungan, di antaranya yaitu mempunyai mula kerja (onset
of action) yang cepat dan efek analgesik yang kuat serta aplikasinya cukup mudah, yaitu
dapat diinjeksikan secara intramuskular. Namun, ketamin juga mempu-nyai kerugian yaitu
tidak terjadi relaksasi otot sehingga dapat menimbulkan kekejangan dan depresi ringan pada
saluran respirasi. Oleh karena itu, untuk mengurangi efek samping ketamin, penggunaannya
sering dikombinasi-kan dengan obat premedikasi, seperti diazepam, midazolam,
medetomidine, atau xylazin.
Farmakologi
Mula kerja IV: anestesi umum: 1-2 menit, sedasi: 1-2 menit. IM: anestesi umum: 3-8
menit. Durasi: IV.: 5-15 menit; IM.: 12-25 menit. Metabolisme: hati lewat hidroksilasi dan
N-demetilasi. Metabolit norketamin mempunyai potensi 25% dari ketamin. Waktu paruh
eliminasi: 11-17 menit; eliminasi : 2,5-3,1 jam. Eksresi klirens: 18 mL/kg/menit.
I nteraksi obat
Efek sistem sitokrom P450: Peniingkatan efek: Penghambat CYP2B6 dapat
meningkatkan efek ketamin; misalnyadesipramin, paroksetin, dan sertralin. Penghambat
CYP2C9 dapat meningkatkan efek ketamin misalnya delavirdin, flukonazol, gemfibrozil,
ketokenazol, nikardipin, NSAID, sulfonamid, dan tolbutamid. Penghambat CYP3A4 dapat
meningkatkan efek ketamin, misalnya antijamur azol, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin,
eritromisin, imatinib, isoniazid, nefazodon, nikardipin, propofol, protease inhibitor, kunidin,
telitromisin, dan verapamil. Barbiturat, narkotik, hidroksin dapat memperpanjang pemulihan.
Penghambat neuromuskuler nondepolarisasi dapat meningkatkan efek. Pelemas otot, hormon
tiroid, dapat meningkatkan tekanan darah dan laju jantung. Halotan dapat menurunkan
tekanan darah.
Mekanisme aksi
Bekerja langsung pada sistem limbik dan kortek menyebakan keadaan seperti
katalepsi. Terjadi penglepasan epinefrin dan norepinefrin endogen akan mempertahankan
tekanan darah.Menurunkan refleks spinal polisinaps.