Anda di halaman 1dari 6

Berat Awal Berat Akhir x 100 %

Berat Awal
( 1019,74 + 328,77 ) 1316,11 x 100 % = 3,18%
1019,74
Dimana :
1019,74 = Berat Sampel sebelum di oven
328,77 = Berat pan
1316,11 = Berat pan + sampel setelah di oven



Penentuan kandungan air terikat (inherent moisture) batubara
1. Prosedur
1.1 Alat dan bahan yang digunakan :
- Crucible
- Oven
- Neraca
1.2 Bahan yang digunakan yaitu fine coal
1.3 Timbang crucible
1.4 Masukkan fine coal ke dalam crucible sebanyak +1 gram
1.5 Masukkan crucible + fine coal tersebut ke dalam oven pada temperatur 105 C
selama 1 jam
1.6 Setelah 1 jam keluaran dari oven dan masukkan kedalam desikator untuk
pendinginan
1.7 Setelah dingin, timbang crucible + fine coal dan catat hasilnya
2. Perhitungan
IM = ( A + B ) C X 100 %
A
Dimana :
A = Berat Sampel sebelum di oven
B = Berat crucible
C = Berat crucible + sampel setelah di oven







IM = ( A + B ) C X 100 %
A
Dimana :
A = Berat Sampel sebelum di oven
B = Berat crucible
C = Berat crucible + sampel setelah di oven

IM = ( 1,0047 + 11,6590 ) 12,6390 X 100 % = 2,46%
1,0047
Penentuan kandungan abu (ash) di dalam batubara.
1. Prosedur
1.1 Alat dan bahan yang digunakan :
- Siapkan crucible
- Setting furnace dengan temperatur 900 C
- Fine Coal
- Timbangan
1.2 Pijarkan Crucible dalam furnace selama + 30 menit pada temperatur 1000C
1.3 Keluarkan dan dinginka dalam desikator
1.4 Timbang crucible + fine coal + 1 gram
1.5 Masukkan ke dalam furnace temperatur = 900 C selama 3 jam
1.6 Keluarkan lalu masukkan dalam desikator selama + 30 menit
1.7 Timbang Cricible + ash
2. Perhitungan
ASH = ( ) x 100 %
Dimana :
C = Berat Crucible + sisa pembakaran
B = Berat Sampel
A = Berat Crucible













C A
B
Penentuan kandungan abu (ash) di dalam batubara
ASH = ( ) x 100 %
Dimana :
C = Berat Crucible + sisa pembakaran
B = Berat Sampel
A = Berat Crucible

ASH = ( ) x 100 % = 13,84%

Penentuan bahan yang mudah menguap (volatil matter) batubara
1. Prosedur
1.1 Alat dan bahan yang digunakan :
- Petridish yang ada tutupnya
- Furnace : 900 C
- Crucible Tang
- Stop Watch
1.2 Bahan yang digunakan yaitu fine coal
1.3 Timbang Petridish yang kosong + tutupnya yang telah dipijarkan pada temperatur
1000 C terlebih dahulu dan telah diinginkan di desikator
1.4 Masukkan petridish yang telah diisi dengan fine coal dalam keadaan tertutup ke
dalam furnace temperatur 900C dengan menggunakan crucible tang, selama 7
menit.
1.5 Setelah 7 menit, keluaran petridish dari furnace dan biarkan sementara agar dingin
+5 menit.
1.6 Masukkan petridish ke dalam desikator untuk pendinginan selama 5 menit jadi
total waktu 17 menit
1.7 Setelah petridish dingin, tambang petridish tersebut.
2. Pehitungan :
VM = ( ) IM
Dimana :
A = Berat Sampel
B = Berat petridish
C = Berat petridish + sisa pembakaran
IM = Inherent Moisture
VM = Volatile Matter






C A
B
12,8431 12,7040
1.0050
(A + B)
A
X 100
Penentuan bahan yang mudah menguap (volatil matter) batubara
VM = ( ) IM
Dimana :
A = Berat Sampel
B = Berat Crucible
C = Berat Crucible + sisa pembakaran
IM = Inherent Moisture
VM = Volatile Matter

VM = ( ) 2,46%
= 43,3%


































( A + B) - C )
A
X 100
( 1,0023 + 12,4626 ) 13,0062
1,0023
X 100
Pengujian nilai panas (heating value) dengan bomb calorimeter
1. Prosedur
1.1 Persiapkan Alat :
- Siapkan mesin Bomb serta air, suhu air tidak boleh lebih besar dari suhu
ruang.
- Siapkan timbangan dengan ketelitian 0.001 gram
- Siapkan sampel fine coal /IDO / solar yang akan dianalisa
- Siapkan kawat ( fuse ) sepanjang 10 cm
- Tabung oksigen berikut isinya, peralatan siap dioperasikan
1.2 Hidupkan power calorimeter
1.3 Aktivkan pompa dan heater
1.4 Timbang fine coal atau fuel sebanyak 1 + 0,001 gram dan IDO/Solar
sebanyak 0,5 + 0,0001 gram
1.5 Masukkan fine coal /IDO/Solar yang sudah ditimbang ke dalam mangkuk
sampel ( combution Crucible ), pasang kawat standar pada lubang
eloktroda sedemikian rupa meyentuh sampel
1.6 Masukkan sampel yang telah dipasang kawat kedalam bomb dan
masukkan oxygen dengan menekan Fiil O
2
harus diperhatikam sampai
komplet. Pada saat memasukkan O
2
harus diperhatikan tekanan gas O
2

masuk minimal 420 psig ( 405 psi = 28 atm )
1.7 Masukkan bomb dalam bucket sebanyak 2000 ml, suhu air harus kecil dari
suhu ruang.
1.8 Hubungkan kabel elektroda ke dalam bomb.
1.9 Tutup cup calorimeter
1.10 Tunggu temperatur jacket sampai +35 C.
1.11 Tekan tombol start
1.12 Biarkan proses pembakaran sampai selesai sampai terdengar bunyi.
1.13 Keluarkan bomb, buang oxygen yang tersisa.
1.14 Buka bomb kemudian ukur panjang kawat yang tersisa
1.15 Tekan tombol F3 masukkan ID sample yang dianalisa
1.16 Masukkan data koreksi :
1.17 Hasil analisa dapat dibaca dari hasil print out.