Anda di halaman 1dari 3

Keuntungan dan kerugian (preventive maintenance) ,Prediktif Maintenance

11/05/2013 No comments
Keuntungan Perawatan Pencegahan (preventive maintenance)
1. Kerugian waktu operasi/ produksi dapat diperkecil
jadi disini diharuskan mesin harus siap digunakan untuk produksi. dengan sebagian mesin yang lain dilakukan perawatan.
Dalam perusahaan tidak boleh proses produksi itu berhenti karena mesin2nya sedang dilakukan perawatan
2. Biaya perbaikan yang mahal dapat dikurangi
biaya untuk menghidupkan kembalu mesin yang benar2 rusak (unplanned maintenance) lebih mahal ditimbang perbaikan yang kecil yang teratur(preventive
maintenance)
3. Interupsi terhadap jadwal yang telah ditentukan tidak akan terjadi/diminimalisir
Perawatan pencegahan difokuskan pada unit kritis. Unit kritis adalah unit vital, artinya bila unit ini rusak maka:
1. Terancamnya keselamatan/ kesehatan
2. Kualitas produk menurun
3. Menghentikan proses produksi
4. Menimbulkan kerugian finansial
Kerugian Perawatan Pencegahan (preventive maintenance)
1. Time commitment tidak tepat
Ketidak disiplinan bagian perawatan (DOERS)
2. Human error dapat terjadi
Kalau mesin sering dilakukan maintenance rawan terjadi human error
3. Aktifitas tanpa pandang bulu
saatnya perawatan maka harus dilakukan perawatan (tanpaDOERS)
PM yang efektif, bila dapat:
1. menurunkan unscheduled downtime (perawatan tak terjadwal)
2. menurunkan biaya perawatan
3. meningkatkan ketrampilan SDM
4. meningkatkan kapasitas produksi
5. memperpanjang umur mesin
Prediktif Maintenance

Prediktif Maintenance adalah : Perawatan terhadap Mesin sebelum terjadi kerusakan ( terjadi nya Perubahan / Kelainan ) dalam kondisi Fisik maupun Fungsi dari
system peralatan dengan panca indra atau bantuan suatu alat. Dan biasanya dengan memprediksikan, menebak, memperkirakan, yang bersifat korektif.

Langkah Langkah Yang Dibuat / Dikerjakan :
1. Kumpulkan dokumentasi system,
2. Klarifikasikan jenis pemeliharaan,
3. Perioritaskan pemeliharaan prediktif,
4. Menyusun jadwal pemeriksaaan,
5. Membuat form perintah kerja,
6. Membuat jurnal pemeliharaan,
7. Membuat survey berkala.


Sistem pelumasan Pada Mesin Pembangkit Adalah :
Harus diperhatikan dengan perencanaan dan perhitungan yang sangat baik, karena mesin pembangkit listrik bekerja dalam 24 Jam non stop, maka sirkulasi nya
harus tetap berjalan dengan baik, dan harus memiliki tempat tersendiri.

Fungsi pelumas adalah :
1. Sebagai pelapis antar logam agar tidak terjadi gesekan langsung antar logam.
2. Sebagai pendingin ( cooler)
3. Sebagai Pembersih ( cleaning )
4. Sebagai Perapat ( sealing )
5. Sebagai pelumas dan menghindarkan karat yang dapat merusak sistem mesin.

Syarat pelumas bermutu baik adalah :
1. Viskositas minyak mesin harus sesuai dengan jenis operasi mesin yang bersangkutan. Jika viskositasnya
terlampau rendah akan mengakibatkan overheating pada mesin. Sebaliknya jika viskositas minyak
tersebut terlampau tinggi, tahanan gesek akan bertambah sehingga mungkin mesin sukar dihidupkan.
2. Memiliki daya pelapisan atau kelekatan yang baik pada permukaan logam atau komponen-komponen
mesin.
3. Tidak mudah bercampur dengan barang-barang lainnya (kotoran-kotoran).
4. Memiliki titik nyala yang tinggi dan sukar menguap sehingga pelumas tidak mudah terbakar pada suhu
tinggi.
5. Mempunyai koefesien perpindahan panas konduksi yang baik sehingga mudah memindahkan panas.
6. Mempunyai titik beku yang rendah, hal ini dibutuhkan pada kondisi mesin yang bekerja pada daerah dingin

















Prediktif maintenance adalah pemeliharaan berbasis kondisi mesin yaitu memonitoring kondisi mesin saat beroperasi dengan
menggunakan alat bantu (instrument), langkah- langkahnya adalah:


1. amati dan monitoring kondisi mesin saat beroperasi dan dokumentasikan data mesin yang diamati.
2. pasang alat sensor untuk mendeteksi perkembangan data mesin
3. jika data mesin berubah ambil tindakan dan evaluasi penyebabnya lakukan perbaikan sebelum terjadi
kerusakan yang fatal. hal ini dapat dideteksi dengan: getaran, suara, suhu, tekanan, dan sebagainya.



Pada PLTU yang paling dominan agar usia pakai performa PLTU tetap tinggi adalah kualitas air pengumpan boiler dan
air pendinginnya untuk kondensor. Oleh sebab itu air pengumpan dan air pendingin harus memenuhi syarat yang telah
ditentukan.

Urutan prosedur preventive maintenance khususnya serius inspection PLTU:
Kegiatan serious inspection adalah kegiatan PLTU yang telah beroperasi selama 4 tahun atau 3200 jam, sehingga unit
harus shut down untuk direkondisi. urutannya adalah:
1. Dismanthing (pembongkaran fungsi alat)
2. inspeksi metoda- metoda diantaranya memakai instrumen (peralatan)
-VI (visual inspection)
-DI (dimensi inspection)
-PT
-HT (hardness test)
-MT (magnetic test)
-UT (ultrasonic test)
3. cleaning
4. reasembling
5. final check
6. oil flushing
7. individu test
8. test run

Cara melakukan start up pada PLTU:
Start up berarti uap bertekanan sudah dihasilkan oleh boiler dan alat kelengkapan lainnya, tinggal dialirkan
memutar turbin. tahapannya adalah:
Hidupkan jacking oil pump untuk mengangkat poros turbin dari bantalan sumber tenaga pompa jacking dari
sumber tersendiri (mesin diesel). jika poros telah mengambang hidupkan turning gear untuk membantu memutar
turbin yang demikian berat, tenaga penggerak turning gear dari sumber tersendiri ( mesin diesel), maka rotor turbin
mulai berputar perlahan dan uap bertekanan tinggi dari boiler dialirkan ke sudu turbin untuk menaikkan putarannya
. secara perlahan putaran rotor turbin makin tinggi , setelah putaran mendekati 400 rpm turning gear terlepas
secara otomatis, dan putaran turbin dikendalikan oleh tekanan uap turbin sampai mencapai 3000 rpm. Jika putaran
telah 3000rpm dan frekuensi 50 Hz, berikutnya sinkronisasi dengan generator untuk menghasilkan tenaga listrik.