Anda di halaman 1dari 11

OLEH

LILI WINARTI, SP. MP




FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN AGRIBISNIS/EKONOMI PERTANIAN
UNIVERSITAS DARWAN ALI
2012
Pendekatan simpex juga dapat digunakan untuk
menentukan skala usaha suatu sistem usaha yang terdiri
atas beberapa komponen, seperti usaha campuran.
Untuk menerapkan fungsi keuntungan dalam usaha
tani dan ternak yang terintegrasi atau usaha tani
campuran.
Metode simplex(linear programming) dapat digunakan
untuk melihat berbagai pilihan yang akan
menghasilkan skala usaha tertentu (optimum solusion).
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam
penyusunan tabel simplex, antara lain:
1. Nilai kanan(NK/RHS) fungsi tujuan harus sama
dengan nol
2. Nilai kanan fungsi kendala harus positif, apabila
negatif harus, nilai tersebut harus dikalikan dengan
-1
3. Fungsi kendala tanda di ubah dalam bentuk=
dengan menambahkan variabel slack/surplus.
Variabel slack/surplus disebut juga variabel dasar.
4. Fungsi kendala dengan tanda diubah menjadi
dengan cara mengalikan dengan -1, lalu diubah
kebentuk persamaan dengan ditambahkan variabel
slack.
Soal usahatani untuk pendekatan simplex :

Seorang petani mengusahakan tanaman pangan sambil
memelihara ternak. Kedua jenis usaha ini masing-masing
menggunakan lahan (L), tenaga kerja(K), dan Modal (M). Petani
tersebut mempunyai 16 lahan, 11 HOK tenaga kerja keluarga, dan
Rp 15.000modal kerja. Untuk satu unit usaha tanaman pangan
diperlukan 2 ha lahan, 1 HOK tenaga kerja dan Rp 1000 modal
kerja, sedangkan untuk pemeliharaan ternak diperlukan 1 ha
lahan untuk hijauan pakan, 2 HOK tenaga kerja untuk
pemeliharaan ternak , dan Rp 3000 modal tenaga kerja. Apabila
keuntungan unit usaha tanaman sebesar Rp30.000 dan untuk
setiap unit usaha ternak Rp 50.000, maka setiap unit usahatani
tanaman pangan dan berapa unit usaha ternak harus dijalankan
untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.
Sumberdaya Usaha tani
pangan
Usaha Ternak Ketersediaan
sumberdaya
Lahan

Tenaga Kerja

Modal
2

1

1
1

2

3
16

11

15
Keuntungan 30.000 50.000
Pembuatan Tabel simplex:
Fungsi tujuan: z = 30x1 + 50 x2

Kendala:
1. 2x1 + X2 16
2. x1 + 2x2 11
3. x1 + 3x2 15

Langkah2:
1. Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala.
Tujuan : z = 30x1 + 50x2 z 30x1-50x2 = 0
Fungsi kendala:
1. 2x1 + x2 16 2x1 + x2 + x3 =16
2. x1+ 2x211 x1 + 2x2+ x4 =11
3. x1+3x215 x1 + 3x2 + x5=15
2. Menyusun persamaan-persamaan kedalam tabel









Angka kunci koef.angka kolom kunci
- Memilih kolom kunci:kolom yang mempunyai
nilai pada baris z yang bernilai negatif
dengan angka terbesar.



Var.
dasar
z x1 x2 x3 x4 x5 NK Index
Z 1 -30 -50 0 0 0 0
X3 0 2 1 1 0 0 16 16
X4 0 1 2 0 1 0 11 5.5
X5 0 1 3 0 0 5 15 5
- Memilih baris kunci

Index = Nilai kanan (NK)
Nilai kolom kunci
Baris kunci adalah baris yang mempunyai index
terkecil.

-Mengubah nilai-nilai baris kunci
dengan cara membaginya dengan angka
kunci
Baris baru kunci = baris kunci: angka kunci

Var.
Dasar
z x1 x2 x3 x4 x5 NK index
Z 1 -30 -50 0 0 0 0
X3 0 2 1 1 0 0 16 16
X4 0 1 2 0 1 0 11 5.5
X5 0 1/3 1 0 0 1 5 5
APLIKASI CONTOH SOAL
PADA SAAT PERKULIAHAN
BERLANGSUNG DAN PADA
HANDOUT
Nilai akhir dari proses simplex ini dimulai dari 0,
250,290 dan akhirnya 310, jadi keuntungan maksimal
dari sistem usahatani dapat mencapai Rp 310.000.-