Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN HASIL TITRASI ASAM LEMAH CH

3
COOH DENGAN BASA KUAT
NaOH

TUGAS KIMIA




DINAS PENDIDIKAN KOTA CIREBON
SMA NEGERI 2
JALAN DR.CIPTOMANGKUSUMO NO.1


NAMA : M.RIZKY
XI IPA3



A. Pendahuluan
Assalamualaikum wr wb
Pertama, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memebri saya kemudahan untuk menyelesaikan tugas ini. Shalawat serta
saslam tidak saya lupakan selalu tercurah ke junjungan nabi kita semua nabi
Muhammad SAW. Dan tak lupa kepada Ibu Tuti sebagai guru kimia yang telah
membimbing saya dari awal teori sampai membuat laporan ini
Saya membuat laporan Titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat untuk
memenuhi tugas saya,sebuah kesempatan bagi saya untuk menyelesaikannya.
Semoga laporan ini bergunda dan bermanfaat untuk saya dan oranglain.terima
kasih
Wassalamualaikum wr wb





















TITRASI ASAM LEMAH DENGAN BASA KUAT

I. Tujuan :
Mentukan kadar Cuka (CH3COOH)

II. Dasar Teori :


Teori Dasar Istilah titrasi merujuk ke proses pengukuran volume titran yang diperlukanuntuk
mencapai titik ekuivalensi.Titrasi adalah proses mengukur volume larutan yang terdapat
dalam buret yang ditambahkan ke dalam larutan lain yang diketahui volumenya sampai
terjadi reaksi sempurna. Atau dengan perkataan lain untuk mengukur volume titran yang
diperlukan untuk mencapai titik ekivalen. Titik ekivalen adalah saat yang menunjukkan
bahwaekivalen perekasi-pereaksi sama. Di dalam prakteknya titik ekivalen sukar
diamati,karena hanya merupakan titik akhir teoritis atau titik akhir stoikometri. Hal ini
diatasidengan pemberian indikator asam-basa yang membantu sehingga titik akhir titrasi
dapatdiketahui. Titik akhir titrasi merupakan keadaan di mana penambahan satu tetes
zat penitrasi (titran) akan menyebabkan perubahan warna indikator. Pada proses titrasi
inidigunakan suatu indikator yaitu suatu zat yang ditambahkan sampai seluruh reaksiselesai
yang dinyatakan dengan perubahan warna. Perubahan warna menandakan telahtercapainya
titik akhir titrasi. Dalam stoikiometri titrasi, titik ekivalen dari reaksinetralisasi adalah titik
pada reaksi dimana asam dan basa keduanya setara, yaitu dimanakeduanya tidak ada yang
berlebihan.Persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan metode volumetri adalah:

-Reaksi antara larutan baku dan zat yang hendak ditentukan harus berjalan secarakuantitatif
dan stoikiometri.
-Reaksi berlangsung secara cepat.
-Konsentrasi larutan baku diketahui secara tepat.
-Titik akhir penentuan volumetri harus dapat ditentukan denganmenggunakanindikator
visual.

Alkalimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawayang bersifat
asam dengan menggunakan baku basa.Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah
senyawa kimia asam organik yang dikenal sebgai pemberi rasa asam dan aroma dalam
makanan. Atom hidrogen pada(H) pada gugus karboksil (-COOH) dalam asam karboksilat
seperti dalam asam asetatdapat dilepaskan sebagai ion H+ (proton), sehingga memberikan
sifat asam. Asamasetat adalah asam lemah monoprotik dengan nilai pKa=4.8. Basa
konjugasinya adalah asetat (CH3COO-). Sebuah larutan 1,0 M asam asetat (kira-kira sama
dengankonsentrasi pada cuka rumah) memiliki pH sekitar 2,4.

Mengingat kembali bahwa perhitungan kuantitas zat dalam titrasi didasar pada jumlah
pereaksi yang tepat saling menghabiskan dengan zat tersebut, sehingga berlaku:

Jumlah ekivalen analit = jumlah ekivalen pereaksi
Atau (V x N)aanalit = (V x N)pereaksi

III. Alat & Bahan

NO peralatan Total
1 Erlenmeyer 3 buah
2 Timbangan 1 buah
3 Labu Ukur 1 buah
4 Buret 1 buah
5 Pipet Volume 1 buah
6 Larutan CH3COOH 10x pengenceran 10 mL
7 Larutan NaOH 0,1M 1 gr 250 mL
8 Aquades



IV. Prosedur Bahan
a. Pengenceran CH3COOH
1. CH3COOH sample diencerkan terlebih dahulu
2. Masukan ke dalam gelas ukur 10 ml
3. Pindahkan ke dalam labu ukur 250 ml
4. Tambahkan aquades sampai batas 250 ml

b. Pengolahan data NaOH
M = gr x 1000
Mr mL

0,1 = gr x 1000
40 250

Gr = 1 gram

V. Prosedur Percobaan
1. Masukan 10 ml CH3COOH yang sudah diencerkan ke dalam erlenmeyer
menggunakan pipet volume.
2. Kemudian larutan CH3COOH diteteskan PP 2-3 tetes
3. Masukan larutan NaOH 0.1 M kedalam buret
4. Larutan CH3COOH dititrasi dengan NaOH 0,1 M dengan menggunakan
buret sampai dengan titik ekuivalen dengan mengalami perubahan warna
menjadi pink.
5. Lakukan sampai 3 kali percobaan.


VI. Pengolahan Data
Percobaan 1 69 mL NaOH
Percobaan 2 Gagal
Percobaan 3 Gagal

Diketahui : CH3COOH 10 ml, 10 kali pengenceran
NaOH 0,1 M 60 mL

Ditanyakan: M CH3COOH?
Jawab: Ma . Va . a = Mb . Vb . b
Ma . 10 . 1 = 0,1 . 69 . 1
Ma = 0,69


Jadi Kadar CH3COOH:
M = 10 . % . / Mr
0,69 = 10 . % . 1,049/60
% = 3,95





VII. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah kadar CH3COOH dengan NaOH
sebanyak 60 ml 0,1 M yang sebagai peniter CH3COOH 10 ml 10 kali
pengenceran dengan PP 2-3 tetes, yaitu sebesar 3,95%. Walaupun
sebenarnya untuk mendapatkan hasil peniter yang akurat,harus melakukan
minimal 3kali proses percobaan.

VIII. Daftar Pustaka

http://tumbilung.blogspot.com/2011/04/laporan-praktikum-titrasi-asam-basa.html