Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KASUS

Guillain-Barre Syndrome
ANAMNESA (10 JUNI 01!"
Diperoleh dari penderita dan keluarganya
Iden#i#a$
Nama : Nn. Y
Umur : 17 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Asrama !KN 1 "a#en
Peker$aan : Pela$ar
!asuk % :&'(11(&'1)
No %! : '*+&1*(&'1)
Kelu%an U#ama&
Kedua kaki tidak ,isa digerakkan
Ri'aya# Penya(i# Se(aran)& (allo anamne$a dan au#o anamne$a "
Nn. Y datang ke I-D diantar oleh temannya . pukul &'.'' dalam keadaan
sadar dengan keluhan tidak dapat digerakkan kedua tungkai kakinya. Nn. Y
merasakan keluhan tungkai tidak dapat digerakkan se$ak sore . $am 1/.''. Pasien
$uga tidak dapat merasakan sentuhan pada kedua tungkainya. Keluhan dirasakan
se0ara ti,a(ti,a saat ,angun tidur. Keluhan dirasakan terus menerus1 tidak
,erkurang dengan istirahat. e,elumnya pasien ,elum memeriksakan diri ke
dokter ataupun meminum o,at untuk keluhannya. Pasien tidak mengeluh adanya
pusing1 mual1 muntah1 demam ini atau pun semingguan ini1 Pasien ,aru pertama
kali mengalami keluhan seperti ini.Pasien $uga mengeluh adanya nyeri di ulu hati
1
saat saat ini.
akit ulu hati dirasakan se$ak pagi hari . pukul '2.''. akit dirasakan
terus menerus dan seperti di remas1 untuk nilai 1(1' pasien mem,erikan 7 untuk
nyeri ulu hatinya. Keluhan nyeri ulu hati tidak ,elum dio,ati atau diperiksakan
$uga. Keluhan le,ih terasa enak $ika di,uat tiduran1 dan merasa nyeri $ika
,ergerak. Pasien se,elumnya pada pagi hari tidak sarapan pagi dulu. Pasien
memiliki ri#ayat sakit maag se$ak & tahun lalu dan $arang tim,ul.
Ri'aya# Penya(i# *a%ulu
%i#ayat trauma se,elumnya disangkal
%i#ayat tekanan darah tinggi disangkal
%i#ayat sakit ken0ing manis disangkal
%i#ayat stroke disangkal
%i#ayat maag di akui
Ri'aya# Penya(i# Keluar)a
%i#ayat keluhan serupa disangkal
%i#ayat tekanan darah tinggi disangkal
%i#ayat sakit ken0ing manis disangkal
Ri'aya# Penya(i# So$ial E(onomi
Pasien tinggal diasrama ,ersama teman(temannya
Pasien seorang pela$ar !A dan ikut $uga latihan ,eladiri
Pasien untuk konsumsi akan sehari(hari dari ,eli di #arung
Untuk pengo,atan ,iaya ditanggung oleh orang tua1 orang tua ,eker$a
se,agai pedagang sem,ako.
Anamne$i$ Si$#em&
istem sere,rospinal : 3idak ada keluhan
istem kardio4askuler : 3idak ada keluhan
istem respirasi : 3idak ada keluhan
&
istem gastrointestinal : Nyeri ulu hati
istem mus0uloskeletal : Kedua tungkai tidak ,isa digerakkan
istem integumentum : ensasi pera,a ,erkurang pada kedua tungkai
istem urogenital : 3idak ada keluhan
Re$ume Anamne$a&
Nn. Y kedua tungkai kakinya tidak dapat digerakkan dan $uga tidak dapat
merasakan sentuhan pada kedua tungkainya dirasakan se0ara ti,a(ti,a saat ,angun
tidur1 dirasakan terus menerus1 tidak ,erkurang dengan istirahat. Pusing 5(61 mual
5(61 muntah 5(61 demam 5(6. Keluhan lain ,erupa nyeri ulu hati seperti diremas1
terus menerus dan ,erkurang $ika di,uat tiduran.
PEMERIKSAAN (*ila(u(an +ada #an))al , No-em.er 01!"
Status Generalis
Keadaan Umum : 3ampak kesakitan
Kesadaran 0ompos mentis1 -7: 8*9:!/
3anda 9ital : 3ekanan darah : 1&7;+1 mm<g
Nadi : 7/=;menit
Na>as : &'=;menit
uhu : )/1&
o
7
Kepala : !esosephal1 Kon$ungti4a tidak anemis1 sklera tidak
ikterik1 pupil isokor diameter );) mm1 re>lek 0ahaya .;.1
re>lek kornea .;.
?eher : ?im>onodi tak mem,esar1
Dada : Paru: sonor1 4esikuler diseluruh lap. paru1 suara
tam,ahan 5(6. Jantung: Kon>igurasi kesan dalam ,atas
normal1 I(II tunggal1 ,ising 5(6
A,domen : Inspeksi : 0em,ung1 #arna sesuai kulit sekitar
Auskultasi : ,ising usus 5.6 : kali;menit
Perkusi : thimpany seluruh lapang a,omen
Palpasi : upel1 nyeri didaerah epigastrium1 hepar
dan lien tak tera,a
8kstremitas : 8dema 5(61 atro>i otot 5(61 4ulnus ekskoriatum di
punggung tangan kanan1 siku tangan kanan1 dengkul
kanan1 mata kaki kiri
)
Status Neurologis:
ikap 3u,uh : imetri
-erakan A,normal : 5(6
7ara "er$alan : 3idak ,isa dinilai
Kepala : !eso0ephal
Ner-i /raniali$ Kanan Kiri
N I Daya Penghidu N N
N II Daya Penglihatan N N
!edan Penglihatan N N
Pengenalan #arna N N
N III Ptosis 5(6 5(6
-erakan !ata " "
Ukuran Pupil ) mm ) mm
"entuk Pupil "ulat "ulat
%e>leks 7ahaya 5.6 5.6
%e>leks Akomodasi 5.6 5.6
N I9 tra,ismus Di4ergen 5(6 5(6
-erakan !ata Ke ?ateral "a#ah 5.6 5.6
tra,ismus Kon4ergen 5(6 5(6
N 9 !enggigit 5.6 5.6
!em,uka !ulut 5.6 5.6
ensi,ilitas !uka N N
%e>leks 7ornea 5.6 5.6
3rismus 5(6 5(6
N 9I -erakan !ata Ke ?ateral 5.6 5.6
tra,ismus Kon4ergen 5(6 5(6
Diplopia 5(6 5(6
N 9II Kedipan !ata 5.6 5.6
?ipatan Nasola,ial imetris
udut !ulut imetris
!engerutkan Dahi 5.6 5.6
!engerutkan Alis 5.6 5.6
!enutup !ata 5.6 5.6
!eringis 5.6 5.6
!enggem,ungkan Pipi 5.6 5.6
Daya Ke0ap ?idah &;) Depan N N
N 9III !endengar uara "er,isik 5.6 5.6
!endengar Detik Arlo$i 5.6 5.6
3es %inne 3idak
dilakukan
3idak
dilakukan
*
Ner-i /raniali$ Kanan Kiri
3es @e,er 3idak
dilakukan
3idak
dilakukan
3es 0h#a,a0h 3idak
dilakukan
3idak
dilakukan
N IA Arkus Baring N N
Daya Ke0ap ?idah 1;) "elakang N N
%e>leks !untah 5.6 5.6
uara engau 5(6 5(6
3ersedak 5(6 5(6
N A Denyut Nadi 7/ = ; menit 7/ = ; menit
Arkus Baring N N
"ersuara N N
!enelan 5.6 5.6
N AI !emalingkan Kepala 5.6 5.6
ikap "ahu N N
!engangkat "ahu 5.6 5.6
3ro>i Ctot "ahu 8utro>i 8utro>i
N AII ikap ?idah Ditengah
Artikulasi N
3remor ?idah 5(6
!en$ulurkan ?idah imetris
3ro>i Ctot ?idah 8utro>i 8utro>i
Basikulasi ?idah 5(6
?eher : Kaku kuduk 5(61 !eningeal ign 5(6
8kstremitas : - " " K : : %B . .

3 3 1 1 . .

%P ( ( 3n N N 3r 8 8 7l ( ; (
( ( N N 8 8
. .
ensi,ilitas : ( (
:
Bungsi 9egetati> : "AK : tidak ada gangguan
"A" : tidak ada gangguan
*a)no$i$ Semen#ara
Diagnosis Klinik : Kelemahan tungkai kanan dan kiri
Diagnosis topik : ara> peri>er e=tremitas in>erior
Diagnosis etiologik : -uillain("arre yndrome
Pemeri($aan +enun0an) & (ren1ana"
Pemeriksaan 0airan 0ere,rospinal
Pemeriksaan 8!-
?a, darah rutin
*ia)no$a A(%ir
Diagnosis Klinik : Kelemahan tungkai kanan dan kiri
Diagnosis topik : ara> peri>er e=tremitas in>erior
Diagnosis etiologik : -uillain("arre yndrome
Pena#ala($anaan
Pada pasien ini di,erikan terapi :
In$e0t 7e>tria=on & A 1 gr
7e>tria=one merupakan golongan se>alosporin yang mempunyai
spektrum luas dengan #aktu paruh eliminasi + $am. 8>ekti> terhadap
mikroorganisme gram positi> dan gram negati>. Dengan mengham,at
pem,entukan dinding kuman. Dosis I9 pada de#asa '1:(&g. 8>ek
,akterisida 0e>tria=one dihasilkan aki,at pengham,atan sintesis dinding
kuman.7e>tria=one mempunyai sta,ilitas yang tinggi terhadap ,eta(
laktanase1 ,aik terhadappenisilinase maupun se>alosporinase yang
dihasilkan oleh kuman gram(negati>1 gram(positi>
In$e0t Pira0etam & A ) gr
Pira0etam ,erperanan untuk meningkatkan energi 5A3P6 otak1
meningkatkan akti>itas adenylat kinase 5AK6 yang merupakan kun0i
/
meta,olisme energi dimana mengu,ah ADP men$adi A3P dan A!P1
meningkatkan sintesis dan pertukaran 0yto0hrome ,: yang merupakan
komponen kun0i dalam rantai transport elektron dimana energi A3P
diproduksi di mitokondria. Pira0etam $uga digunakan untuk memper,aiki
de>isit neurologi khususnya kelemahan motorik dan kemampuan ,i0ara
pada kasus(kasus 0ere,ral iskemia1 dan $uga dapat mengurangi se4eritas
atau kemun0ulan post traumatik ; 0on0ussion sindrom.
In$e0t %anitidin & A 1 amp
%anitidin di,erikan se,agai gastroprotektor dan men0egah e>ek
samping dan interaksi dari o,at lain. %anitidine adalah suatu histamin
antagonis reseptor <& yang mengham,at ker$a histamin se0ara kompetiti>
pada reseptor <& dan mengurangi sekresi asam lam,ung.
A?A /'' 1=1 5 alpha lipoi0 a0id 6
Pro)no$i$
Guillain Barre $yndrome ( GBS "
Death : Du,ia ad ,onam
Disease : Du,ia ad ,onam
Disa,ility : Du,ia ad ,onam
Dis0om>ort : Du,ia ad ,onam
Dissatis>a0tion : Du,ia ad ,onam
Distitution : Du,ia ad ,onam
7
*e2ini$i
-uillain "arre syndrome 5 -" 6 adalah suatu kelainan sistem keke,alan
tu,uh manusia yang menyerang ,agian dari susunan sara> tepi dirinya sendiri
dengan karekterisasi ,erupa kelemahan atau are>leksia dari sara> motorik yang
si>atnya progresi>. Kelainan ini kadang kadang $uga menyerang sara> sensoris1
otonom1 maupun susunan sara> pusat.
E#iolo)i
Kelemahan dan paralisis yang ter$adi pada -" dise,a,kan karena
hilangnya myelin1 material yang mem,ungkus sara>. <ilangnya myelin ini
dise,ut demyelinisasi. Demyelinisasi menye,a,kan penghantaran impuls oleh
sara> terse,ut men$adi lam,at atau ,erhenti sama sekali. -" menye,a,kan
in>lamasi dan destruksi dari myelin dan menyerang ,e,erapa sara>. Cleh
karena itu -" dise,ut $uga A0ute In>lammatory Demyelinating
Polyradi0uloneuropathy 5AIDP6. Penye,a, ter$adinya in>lamasi dan destruksi
pada -" sampai saat ini ,elum diketahui. Ada yang menye,utkan kerusakan
terse,ut dise,a,kan oleh penyakit autoimun. Pada se,agian ,esar kasus1 -"
didahului oleh in>eksi yang dise,a,kan oleh 4irus1 yaitu 8pstein("arr 4irus1
0o=sa0kie4irus1 in>luenDa4irus1 e0ho4irus1 0ytomegalo4irus1 hepatitis4irus1 dan
<I9. elain 4irus1 penyakit ini $uga didahului oleh in>eksi yang dise,a,kan
oleh ,akteri seperti 7ampylo,a0ter Je$uni pada enteritis1 !y0oplasma
+
pneumoniae1 piro0haeta 1 almonella1 ?egionella dan 1 !y0o,a0terium
3u,er0ulosa. 9aksinasi. In>eksi ini ,iasanya ter$adi & E * minggu se,elum
tim,ul -" .
Pa#o2i$iolo)i
In>eksi 1 ,aik yang dise,a,kan oleh ,akteri maupun 4irus1 dan antigen lain
memasuki sel 0h#ann dari sara> dan kemudian mereplikasi diri. Antigen
terse,ut mengakti4asi sel lim>osit 3. el lim>osit 3 ini mengakti4asi proses
pematangan lim>osit " dan memproduksi autoanti,odi spesi>ik. Ada ,e,erapa
teori mengenai pem,entukan autoanti,odi 1 yang pertama adalah 4irus dan
,akteri mengu,ah susunan sel sel sara> sehingga sistem imun tu,uh
mengenalinya se,agai ,enda asing. 3eori yang kedua mengatakan ,ah#a
in>eksi terse,ut menye,a,kan kemampuan sistem imun untuk mengenali
dirinya sendiri ,erkurang. Autoanti,odi ini yang kemudian menye,a,kan
destruksi myelin ,ahkan kadang kadang $uga dapat ter$adi destruksi pada
a=on. Destruksi pada myelin terse,ut menye,a,kan sel sel sara> tidak dapat
mengirimkan signal se0ara e>isien1 sehingga otot kehilangan kemampuannya
untuk merespon perintah dari otak dan otak menerima le,ih sedikit impuls
sensoris dari seluruh ,agian tu,uh.
Ge0ala (lini$
-" merupakan penye,a, paralisa akut yang dimulai dengan rasa ,aal1
parestesia pada ,agian distal dan diikuti se0ara 0epat oleh paralisa ke empat
ekstremitas yang ,ersi>at asendens. Parestesia ini ,iasanya ,ersi>at ,ilateral.
2
%e>elks >isiologis akan menurun dan kemudian menghilang sama sekali.
Kerusakan sara> motorik ,iasanya dimulai dari ekstremitas ,a#ah dan
menye,ar se0ara progresi> 1 dalam hitungan $am1 hari maupun minggu1 ke
ekstremitas atas1 tu,uh dan sara> pusat. Kerusakan sara> motoris ini ,er4ariasi
mulai dari kelemahan sampai pada yang menim,ulkan Fuadriplegia >la0id.
Keterli,atan sara> pusat 1 mun0ul pada :' G kasus1 ,iasanya ,erupa facial
diplegia. Kelemahan otot pernapasan dapat tim,ul se0ara signi>ikan dan
,ahkan &' G pasien memerlukan ,antuan 4entilator dalam ,erna>as. -e$ala
yang dirasakan penderita ,iasanya ,erupa parestesia dan disestesia pada
e=tremitas distal. Kelainan sara> otonom tidak $arang ter$adi dan dapat
menim,ulkan kematian. Kelainan ini dapat menim,ulkan takikardi1 hipotensi
atau hipertensi1 aritmia ,ahkan cardiac arrest 1 facial flushing1 s>in0ter yang
tidak terkontrol1 dan kelainan dalam ,erkeringat.
116
<ipertensi ter$adi pada 1'
E )' G pasien sedangkan aritmia ter$adi pada )' G dari pasien. Kerusakan
pada susunan sara> pusat dapat menim,ulkan ge$ala ,erupa dis>agia1 kesulitan
dalam ,er,i0ara1 dan yang paling sering 5 :'G 6 adalah bilateral facial palsy.
-e$ala ge$ala tam,ahan yang ,iasanya menyertai -" adalah kesulitan untuk
mulai "AK1 inkontinensia urin dan al4i1 konstipasi1 kesulitan menelan dan
,ernapas1 perasaan tidak dapat menarik napas dalam1 dan penglihatan ka,ur
(blurred visions).

Pemeri($aan 3i$i(
1'
Pada pemeriksaan neurologis ditemukan adanya kelemahan otot yang
,ersi>at di>us dan paralisis.

%e>leks tendon akan menurun atau ,ahkan
menghilang. "atuk yang lemah dan aspirasi mengindikasikan adanya
kelemahan pada otot otot inter0ostal. %e>leks patologis seperti re>leks
"a,insky tidak ditemukan.
Pemeri($aan Penun0an)
Pada pemeriksaan 0airan 0ere,rospinal didapatkan adanya kenaikan kadar
protein 5 1 E 11: g ; dl 6 tanpa diikuti kenaikan $umlah sel. Keadaan ini
oloeh -uillain1 12/11 dise,ut se,agai disosiasi al,umin sitologis.
Pemeriksaan 0airan 0ere,rospinal pada *+ $am pertama penyakit tidak
mem,erikan hasil apapun $uga. Kenaikan kadar protein ,iasanya ter$adi
pada minggu pertama atau kedua. Ke,anyakan pemeriksaan ?7 pada
pasien akan menun$ukkan $umlah sel yang kurang dari 1' ; mm
)
.
-am,aran elektromiogra>i pada a#al penyakit masih dalam ,atas normal1
kelumpuhan ter$adi pada minggu pertama dan pun0aknya pada akhir
minggu kedua dan pada akhir minggu ke tiga mulai menun$ukkan adanya
per,aikan.

Pada pemeriksaan 8!- minggu pertama dapat dilihat adanya
keterlam,atan atau ,ahkan ,lok dalam penghantaran impuls 1 gelom,ang
B yang meman$ang dan latensi distal yang meman$ang. "ila pemeriksaan
dilakukan pada minggu ke &1 akan terlihat adanya penurunan potensial
aksi 57!AP6 dari ,e,erapa otot1 dan menurunnya ke0epatan konduksi
sara> motorik.
Pemeriksaan !%I akan mem,erikan hasil yang ,ermakna $ika dilakukan
kira kira pada hari ke 1) setelah tim,ulnya ge$ala. !%I akan
memperlihatkan gam,aran 0auda eFuina yang ,ertam,ah ,esar. <al ini
dapat terlihat pada 2:G kasus -".

"iopsi otot tidak diperlukan dan ,iasanya normal pada stadium a#al. Pada
11
stadium lan$ut terlihat adanya denervation atrophy.
Kri#eria dia)no$#i( GBS menuru# 4%e Na#ional In$#i#u#e o2 Neurolo)i1al
and /ommuni1a#i-e *i$order$ and S#ro(e ( NIN/*S"
-e$ala utama
1. Kelemahan yang ,ersi>at progresi> pada satu atau le,ih ekstremitas dengan
atau tanpa disertai ata=ia
&. Are>leksia atau hipore>leksia yang ,ersi>at general
-e$ala tam,ahan
1. Progresi4itas dalam #aktu sekitar * minggu
&. "iasanya simetris
). Adanya ge$ala sensoris yang ringan
*. 3erkenanya P1 ,iasanya ,erupa kelemahan sara> >a0ialis ,ilateral
:. Dis>ungsi sara> otonom
/. 3idak disertai demam
7. Penyem,uhan dimulai antara minggu ke & sampai ke *
Pemeriksaan ?7
1. Peningkatan protein
&. el !N H 1' ;ul
Pemeriksaan elektrodiagnostik
1. 3erlihat adanya perlam,atan atau ,lok pada konduksi impuls sara>
-e$ala yang menyingkirkan diagnosis
1. Kelemahan yang si>atnya asimetri
&. Dis>ungsi 4esi0a urinaria yang si>atnya persisten
). el P!N atau !N di dalam ?7 I :';ul
*. -e$ala sensoris yang nyata
1&
Pena#ala($anaan
C,ser4asi tanda tanda 4ital
Pasien dengan progresi4itas yang lam,at dapat hanya dio,ser4asi tanpa
di,erikan medikamentosa.
16
Plasma exchange therapy 5P86 telah di,uktikan dapat memperpendek
lamanya paralisa dan meper0epat ter$adinya penyem,uhan. @aktu yang
paling e>ekti> untuk melakukan P8 adalah dalam & minggu setelah
mun0ulnya ge$ala. %egimen standard terdiri dari : sesi 5 *' E :' ml ; kg
""6 dengan saline dan al,umine se,agai penggantinya. Perdarahan akti>1
ketidaksta,ilan hemodinamik ,erat dan septikemia adalah kontraindikasi
dari P8.
Intravenous inffusion of human Immunoglobulin 5 I9Ig 6 dapat
menetralisasi autoanti,odi patologis yang ada atau menekan produksi auto
anti,odi terse,ut. I9Ig $uga dapat memper0epat kata,olisme Ig-1 yang
kemudian menetralisir antigen dari 4irus atau ,akteri sehingga 3 0ells
patologis tidak ter,entuk. Pem,erian I9Ig ini dilakukan dalam & minggu
setelah ge$ala mun0ul dengan dosis '1* g ; kg "" ; hari selama : hari.
Pem,erian P8 dikom,inasikan dengan I9Ig tidak mem,erikan hasil yang
le,ih ,aik di,andingkan dengan hanya mem,erikan P8 atau I9Ig.
Bisiotherapy $uga dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dan
>leksi,ilitas otot setelah paralisa.
Kom+li(a$i
Komplikasi yang dapat ter$adi adalah gagal napas1 aspirasi makanan atau
0airan ke dalam paru1 pneumonia1 meningkatkan resiko ter$adinya in>eksi1
trom,osis 4ena dalam1 paralisa permanen pada ,agian tu,uh tertentu1 dan
1)
kontraktur pada sendi.
Pro)no$i$
2: G pasien dengan -" dapat ,ertahan hidup dengan 7: G diantaranya
sem,uh total. Kelemahan ringan atau ge$ala sisa seperti dropfoot dan
postural tremor masih mungkin ter$adi pada se,agian pasien.

Kelainan ini $uga dapat menye,a,kan kematian 1 pada : G pasien1 yang
dise,a,kan oleh gagal napas dan aritmia.
1*
*a2#ar Pu$#a(a
1. idharta1 priguna. 122+. Neurologi Klinis Dasar. Dian %akyat :
Jakarta
&. Ina#ati. IND%C! -UI??AIN "A%%8 5-"6. Departemen
Patologi Anatomi BK. Uni4ersitas @i$aya Kusuma ura,aya
). http:;;###.guillain,arresyndrome.net;
1:

Anda mungkin juga menyukai