Anda di halaman 1dari 16

Dinamika Keuangan dan Perbankan, Nopember 2010, Hal: 97 - 110 Vol. 2, No.

2
IN :1979-!"7"
#N#$II %&D#$ P'N(#%IN#N D#N P')I$#K* MORAL HAZARD D#$#% K'+I(#K#N
LIMITED GUARANTEE: ,in-auan Kri.i/ Pada $P-Indone/ia
0 e n d 1
(wendy.gouw@gmail.com)
*ni2er/i.a/ ,an-ungpura, Pon.ianak
ABSTRACT
This article discusses two main issues. First, the risk-shifting behavior in the banking
industry, and secondly, capital adequacy problems of LP. !lanket guarantee policy is considered
able to restore public confidence in the "ndonesian banking industry post of #$$% monetary crisis.
&evertheless, this policy has led to various practices of moral ha'ard. This condition initiates the
(overnment to issue a limited guarantee policy which the implementation is submitted to LP. The
study shows that the two policies are equally potential to create moral ha'ard, but with a different
pattern. The analysis from the capital side indicated that the LP capital is still very limited. !y
simulating si) scenarios of the bailout fund, the simulation results indicated that LP capital can
only assume clients claim a ma)imum of #* of total third-party funds which they guaranteed.
Keywords+ risk-shifting, blanket guarantee, limited guarantee, LP, and the bailout
P'ND#H*$*#N
Industri perbankan merupakan salah satu
komponen vital dalam perekonomian suatu negara
yang sangat rentan terhadap goncangan krisis
ekonomi. Kondisi tersebut terjadi karena faktor
duration mismatched antara assets dan liabilities,
di mana bank menerbitkan liquid liabilities
sementara investasinya dilakukan pada illiquid
assets (Zhu !""#). Krisis moneter yang melanda
Indonesia pada tahun $%%&'$%%( merupakan salah
satu contoh nyata dan telah memberikan pelajaran
berharga bahwa kepercayaan masyarakat dan
stabilitas sistem perbankan merupakan dua aspek
penting yang tidak boleh diabaikan dalam suatu
perekonomian. )enutupan $* bank umum pada
awal perioda krisis $%%& telah menimbulkan
keraguan dan ketidakpercayaan masyarakat
terhadap sistem keamanan perbankan Indonesia
yang selanjutnya mendorong terjadinya bank-runs
serta arus capital flight yang luar biasa.
+elihat kondisi tersebut )emerintah
mencoba meningkatkan kembali kepercayaan
masyarakat terhadap sistem perbankan Indonesia
dengan mengeluarkan kebijakan blanket
guarantee. Kebijakan ini dituangkan dalam
Keppres ,omor !* dan ,omor $%- .ahun $%%(
yang mengatur penjaminan pemerintah terhadap
seluruh kewajiban bank umum dan bank
perkreditan rakyat. Kebijakan ini juga
dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk
memperbaiki kinerja perbankan serta memperkuat
struktur pemodalan bank dan mengurangi berbagai
dampak negatif akibat peristiwa bank-runs.
)rogram penjaminan tersebut selanjutnya
dijalankan oleh /adan )enyehatan )erbankan
,asional ($%%( 0 1ebruari !""2) dan Kementerian
Keuangan melalui 3nit )elaksana )enjaminan
)emerintah (sejak !& 1ebruari !""2).
Kebijakan blanket guarantee menunjukkan
implikasi positif dalam mengembalikan
kepercayaan masyarakat terhadap industri
perbankan. +eskipun demikian kebijakan tersebut
menyebabkan beban keuangan negara dan potensi
moral ha'ard (tindakan tidak terpuji yang
disengaja) meningkat. 3ntuk meminimalisir
dampak negatif tersebut )emerintah selanjutnya
mengurangi lingkup penjaminan menjadi limited
guarantee. Kebijakan ini tertuang dalam pasal -&
huruf b 33 )erbankan ,omor $" .ahun $%%(
yang menyatakan bahwa setiap bank wajib
menjamin dana nasabahnya. 3ntuk kepentingan
penjaminan tersebut maka )emerintah membentuk
97
0end1
Dinamika Keuangan dan Perbankan
4embaga )enjamin 5impanan (4)5) pada tanggal
!! 5eptember !""2 yang ditetapkan dengan 33
,omor !2 .ahun !""2. 4)5 resmi beroperasi pada
tanggal !! 5eptember !""# mengambil peran
sebagai salah satu jaring pengaman sistem
keuangan dan perbankan (financial and banking
safety net) di Indonesia.
6alam menjalankan kegiatannya 4)5 (dan
)emerintah) menetapkan besaran dana penjaminan
yang berubah'ubah sesuai dengan kondisi
perekonomian. )ada awalnya dana pihak ke tiga
yang dijamin adalah $"" persen (!! 5eptember
!""# 0 !$ +aret !""*) yang kemudian berturut'
turut diturunkan menjadi lima milyar 7upiah (!!
+aret !""* 0 !$ 5eptember !""*) satu milyar
7upiah (!! 5eptember !""* 0 !$ +aret !""&) dan
seratus juta 7upiah (sejak !! +aret !""&). 8kan
tetapi seiring dengan terjadinya krisis kredit
perumahan tidak prima (subprime-mortgage) di
8merika tahun !""( yang memicu krisis ekonomi
global maka dana penjaminan dinaikkan menjadi
dua milyar 7upiah berdasarkan )eraturan
)emerintah 7I ,omor ** .ahun !""( tertanggal $-
9ktober !""( (berlaku sampai artikel ini ditulis).
)ergeseran kebijakan blanket guarantee
menjadi limited guarantee diharapkan dapat
meminimalisir berbagai dampak negatif dan moral
ha'ard yang mungkin terjadi. Kebijakan blanket
guarantee yang menjamin seluruh dana pihak ke
tiga memungkinkan para konglomerasi (yang
sering juga sebagai pemilik bank) sengaja
:membangkrutkan; banknya dengan memberikan
pinjaman kepada grupnya (yang mungkin berisiko
tinggi) sementara dana mereka tetap dijamin oleh
)emerintah. Kebijakan tersebut membuat bank
semakin berani beroperasi dengan tingkat risiko
yang tinggi. Kajian <hang (!""") terhadap dana
bailout I+1 saat krisis 8sia $%%&'$%%(
menunjukkan peningkatan moral ha'ard yang
signifikan dari para pelaku pasar.
5elain memperkuat sistem perbankan
penetapan limited guarantee melalui sistem
penjaminan 4)5 diharapkan juga dapat
meminimalisir praktik moral ha'ard. 8kan tetapi
apakah benar keberadaan 4)5 mampu menekan
praktik moral ha'ard tersebut atau bahkan
mungkin menciptakan moral ha'ard baru= 5elain
masalah moral ha'ard 4)5 juga berhadapan
dengan masalah pemodalan. Krisis tahun !""(
yang mendorong )emerintah mengambil ahli /ank
<entury .bk. menjadi pelajaran berharga bagi 4)5
ketika harus mengucurkan dana bailout lebih dari
enam triliun 7upiah (kurang lebih e>uivalen
dengan &#? total ekuitas 4)5 pada akhir tahun
!""(). Kedua permasalahan tersebut perlu
mendapat perhatian khusus karena berhubungan
erat dengan stabilitas perekonomian Indonesia.
3ntuk itu artikel ini mencoba menganalisis isu'isu
tersebut dengan menelaah berbagai artikel empiris
dan konseptual yang membahas aspek moral
ha'ard dalam 4)5 serta menghitung dan
menyimulasikan kecukupan modal 4)5.
+akalah ini terdiri atas empat bagian utama.
/agian pertama menjelaskan latar belakang isu dan
alasan didirikannya 4)5. /agian kedua
menjelaskan penetapan premi penjaminan dan
kemungkinan terjadinya potensi risk-shifting.
/agian ini juga membahas beberapa temuan
empiris mengenai potensi terjadinya moral ha'ard
dalam skema penjaminan simpanan. /agian ketiga
dari makalah ini mencoba menyimulasikan
kecukupan modal 4)5 guna mengantisipati
terjadinya bank-runs yang mengakibatkan perlunya
dana bailout. /agian terakhir ditutup dengan
diskusi serta beberapa simpulan dan keterbatasan
kajian.
Premi Pen-aminan dan Perilaku Moral Hazard
4embaga penjamin simpanan mulai
dipikirkan 8merika sejak resesi ekonomi dunia di
awal tahun $%-"'an. /erdasarkan The !anking ,ct
.ahun $%-- )emerintah 8merika secara resmi
mendirikan lembaga penjamin simpanannya
dengan nama federal deposit insurance
corporation (16I<). )remi penjaminan simpanan
ditetapkan dengan skema tetap (fi)ed-rate) di
mana bank'bank perserta penjaminan menyetorkan
premi secara berkala kepada 16I< dengan
persentase yang sama. )ada saat krisis moneter
melanda Indonesia di pertengahan tahun $%%&
sektor perbankan mendapat pukulan berat dan
berdampak pada ketidakstabilan sistem ekonomi.
5ejak itulah keberadaan lembaga penjamin
simpanan mulai dirintis )emerintah hingga secara
resmi didirikan pada tanggal !! 5eptember !""2 di
bawah 33 7I ,omor !2 .ahun !""2.
5esuai dengan 33 7I ,omor !2 .ahun !""2
)asal $- ayat ($) dikatakan bahwa para peserta
penjaminan (/ank 3mum dan /)7) membayar
98
Vol. 2 No. 2, Nopember 2010 Dinamika Keuangan dan
Perbankan
premi untuk setiap perioda (maksimal -$ @anuari
dan -$ @uli) dengan tingkat persentase yang sama
yaitu "$? (satu perseribu) dari rata'rata saldo
bulanan total simpanan (giro deposito sertifikat
deposito tabungan dan atau bentuk lainnya yang
dipersamakan dengan itu). /unyi ayat tersebut
secara eksplisit menyebutkan bahwa premi 4)5
ditetapkan berdasarkan persentase tetap (fi)ed-rate)
untuk semua bank.
+enurut 6uan et al. ($%%!) penggunaan
skema premi tetap memiliki sejumlah keterbatasan.
6alam studinya terhadap kebijakan premi 16I< di
8merika dikatakan bahwa penetapan premi tetap
dapat memberikan insentif kepada bank'bank untuk
mengalihkan risikonya (risk-shifting) kepada 16I<
dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. Aal
ini terjadi karena premi yang ditetapkan tidak
didasarkan pada risiko masing'masing bank
sehingga memberi peluang terjadinya praktik
moral ha'ard. -oral ha'ard tersebut diwujudkan
melalui peningkatan risiko operasi bank yang
disesuaikan dengan biaya penjaminan simpanan.
4ebih jauh 6uan et al. ($%%!) menjelaskan bahwa
apabila dikaitkan dengan model penilaian +erton
($%&&) sedikitnya terdapat dua jenis risiko yang
dapat digeser bank kepada 16I< yaitu asset risk
dan leverage risk.
+enurut +erton ($%&&) sebagaimana
dijelaskan dalam 6uan et al. ($%%!) perubahan
asset risk akan berdampak pada variabilitas return
atas underlying asset ketika put option tercipta
sedangkan perubahan pada leverage risk akan
berpengaruh pada e)ercise price atas put option
tersebut. 6engan menggunakan analisis
perbandingan statik (comparative static analysis)
+erton menunjukkan bahwa peningkatan kedua
risiko tersebut pada akhirnya akan meningkatkan
risk-ad.usted value pada deposit insurance.
)erilaku risk-shifting sendiri menurut 6uan et
al. ($%%!) dapat dipicu oleh aspek pricing yaitu
apakah deposit insurace dinilai lebih (over-priced)
atau dinilai kurang (under-priced) dari nilai
aktuarialnya (actuarial value). )erilaku risk-
shifting akan meningkat apabila nilai aktuarial
asuransi (actuarial value of insurance) lebih besar
dari biaya yang seharusnya atau dengan kata lain
telah terjadi underpricing. 5ementara itu /user et
al. ($%($) menyatakan bahwa penggunaan sistem
penjaminan tetap (fi)ed-rate) cenderung membuat
16I< melakukan under-price deposit insurance.
+eskipun perilaku risk-shifting secara konseptual
dapat dijelaskan dengan gamblang namun
pembuktian secara empiris masih terbatas. 6uan et
al. ($%%!) mencoba meneliti isu tersebut dengan
menganalisis hubungan antara leverage dan asset
risk. 5tudi mereka menunjukkan hanya sekitar
seperlima sampel yang sukses melakukan risk-
shifting kepada 16I<.
)enelitian lain dilakukan oleh 6e4ong dan
5aunders (!""(). +ereka mencoba menganalisis
kebijakan premi fi)ed-rate yang ditetapkan 16I<
pada tahun $%--. +enurut mereka kebijakan
fi)ed-rate cenderung membuat bank menjadi
kurang disiplin dan berupaya melakukan moral
ha'ard (meningkatkan risiko kemudian
mengalihkan risiko tersebut kepada 16I<).
.emuan mereka mengindikasikan bahwa Industri
perbankan secara umum beroperasi dengan tingkat
risiko yang lebih tinggi setelah kebijakan skema
premi penjaminan tetap diambil.
Bueyie dan 4ai (!""-) melakukan penelitian
di Kanada. )emerintah Kanada mulai mengaktifkan
peran /anada 0eposit "nsurance /orporation
(<6I<) pada tahun $%*& dengan menggunakan
skema premi penjaminan tetap. Kajian mereka
menunjukkan bahwa selama penggunaan skema
premi tetap terdapat peningkatan pada total risk of
equity, the market risk, dan the implicit volatility of
bank1s asset. .emuan lain menunjukkan bahwa
disiplin pasar dan nilai capital ratios mengalami
penurunan.
/eberapa temuan empiris tersebut
mengindikasikan bahwa meskipun dana simpanan
sudah tidak dijamin penuh (seperti kebijakan
blanket guarentee) potensi melakukan moral
ha'ard tetap ada. Kebijakan blanket guarantee
membuat bank lebih berani mengambil risiko
misalnya dengan memberikan kredit kepada
perusahaan'perusahaan (yang mungkin juga bagian
dari konglomerasinya) yang berpotensi gagal
bayar. -oral ha'ard tersebut terjadi karena bankir
merasa dana pihak ke tiga telah dijamin penuh
)emerintah sehingga apabila terjadi gangguan
likuiditas nasabah tetap dilindungi (bankir
menggeser risiko mereka kepada )emerintah dan
debtholders). 6alam era blanket guarantee

99
0end1
Dinamika Keuangan dan Perbankan
perilaku moral ha'ard juga terjadi dari sisi
nasabah. )ara nasabah menjadi lebih berani
menyimpan dana mereka pada bank'bank yang
menawarkan tingkat suku bunga tinggi (cenderung
lebih berisiko). 6engan demikian kebijakan
penjaminan penuh yang diambil )emerintah telah
memberikan potensi moral ha'ard yang semakin
besar kepada pasar.
5alah satu motif perubahan kebijakan blanket
guarantee menjadi limited guarentee adalah untuk
menimimalisir perilaku moral ha'ard tersebut.
+eskipun demikian kebijakan limited guarantee
melalui peran 4)5 juga tidak mampu
menghilangkan praktik moral ha'ard. )otensi
terjadinya moral ha'ard tetap ada baik dari sisi
bank maupun dari sisi nasabah. 6ari sisi nasabah
simpanan nasabah yang melebihi batas penjaminan
maksimum (misal 7p! +) dapat dipecah mereka ke
dalam beberapa rekening pada bank yang berbeda
dengan total maksimum sama dengan batas
penjaminan. Aal ini dapat dilakukan nasabah
karena tidak diatur dalam 33 4)5.
)otensi moral ha'ard ke dua dapat dianalisis
dari sisi perbankan. /ankir yang tadinya menggeser
risiko kepada )emerintah (kebijakan blanket
guarantee) kini dapat menggeser risikonya kepada
4)5. /eberapa temuan empiris telah menunjukkan
kecenderungan perilaku tersebut (6uan et al.
$%%!C 6e4ong D 5aunders !""(C serta Bueyie D
4ai !""-) di mana bankir cenderung
meningkatkan risiko perusahaannya. 5elain
menggeser risiko kepada 4)5 bankir juga dapat
menggeser risiko kepada bank lain. Aal ini
berpotensi terjadi ketika 4)5 tidak menetapkan
premi penjaminan berdasarkan tingkat risiko
masing'masing bank melainkan dengan
menetapkan skema premi penjaminan tetap (fi)ed-
rate). 6alam konteks ini bank dengan tingkat
risiko yang lebih tinggi secara tidak langsung
menggeser risikonya kepada bank dengan tingkat
risiko yang lebih rendah (terjadi subsidi premi)
karena persentase premi yang ditetapkan 4)5 sama
untuk semua bank.
-oral ha'ard lain yang berpotensi terjadi
adalah :kecurangan; managemen bank. Aasil
diskusi penulis dengan pegawai marketing di
beberapa bank umum dan /)7 menunjukkan
bahwa bank sering menawarkan suku bunga :di
luar batas; suku bunga yang dijamin 4)5 (saat ini
/ank 3mum &? dan /)7 $".!#?). 5uku bunga
:tambahan; tersebut berkisar antara satu sampai
tiga persen yang dapat diterima tunai di muka
ketika nasabah membuka rekening. 5ebagai contoh
4)5 menentukan suku bunga penjaminan &? untuk
/ank 3mum namun /ank 3mum tertentu bisa
menawarkan (&? plus $.#?) kepada nasabah &?
sesuai aturan 4)5 (tetap dijamin) sementara $.#?
diberikan tunai kepada nasabah.
)ada tahun !""% praktik :tambahan bunga;
tersebut besarnya pernah mencapai tiga persen
untuk semua nasabah tanpa melihat berapa besar
jumlah simpanan mereka. ,amun beberapa bulan
terakhir ini :tambahan bunga; tersebut turun
menjadi sekitar satu setengah persen dan hanya
diberikan untuk pembukaan rekening (misalE
deposito) di atas 7p$"" juta
1
. )enulis tidak
memperoleh informasi dialokasikan ke akun mana
tambahan bunga satu hingga tiga persen tersebut
karena jika bank memperlakukannya sebagai suku
bunga jelas simpanan tersebut tidak dijamin 4)5.
5ecara umum pola pergeseran moral ha'ard dari
era blanket guarantee ke limited guarantee dapat
dilihat pada gambar satu. Bambar satu menjelaskan
bahwa pada era blanket guarantee perbankan
umumnya hanya menggeser risiko mereka kepada
)emerintah dan para pemegang hutang sementara
itu pada era limited guarantee terjadi pola risk-
shifting yang berbeda.
6ana pihak ke tiga (nasabah) yang diterima
oleh bank dialokasikan pada berbagai set
kesempatan investasi melalui penyaluran kredit.
8danya penjaminan 4)5 memberikan kesempatan
kepada bank untuk beroperasi dengan tingkat risiko
yang lebih tinggi. 6i sini terjadi pergeseran risiko
dari bank kepada 4)5 dan juga debtholders.
5ementara itu ketika 4)5 menetapkan premi tetap
(fi)ed-rate) maka bank berisiko tinggi secara tidak
langsung menggeser sebagian risikonya untuk
ditanggung oleh bank yang kurang berisiko melalui
skema pembayaran premi tetap tersebut. 6engan
demikian baik pada era blanket guarantee maupun
pada era limited guarantee potensi moral ha'ard
tetap tercipta namun dengan pola dan mekanisme
yang berbeda.
1. Informasi tersebut diperoleh dari beberapa pegawai
Bank Umum dan BPR di Yogyakarta dan Pontianak.
100
Vol. 2 No. 2, Nopember 2010 Dinamika Keuangan dan
Perbankan
Akan tetapi, karena alasan tertentu, nama bank dan
karyawan tidak diantumkan.

101
0end1
Dinamika Keuangan dan Perbankan
3ambar 1. )erubahan )erilaku -oral 2a'ard )erbankan )aska !lanket (uarantee
#nali/i/ Pemodalan $P
Kegiatan 4)5 dapat kita analogikan layaknya
sebuah perusahaan asuransi. 8da dua kegiatan
utama 4)5 yaituE ($) menarik premi secara berkala
dari bank'bank perserta penjaminan dan (!)
melakukan kegiatan penjaminan apabila di antara
bank'bank tersebut ada yang mengalami gangguan
likuiditas sehingga diambil ahli oleh 4)5.
)engambilalihan bank gagal tersebut biasanya
berakhir dengan dua opsi diselamatkan atau
ditutup. )erbedaan utama 4)5 dengan perusahaan
asuransi lainnya terletak pada payung hukum 4)5.
4)5 bekerja berdasarkan 33 4)5 baik dalam hal
penetapan premi batas penjaminan (jumlah
nominal simpanan dan suku bunga simpanan)
keputusan penyelamatan maupun keputusan
penutupan bank yang kesemuanya dikoordinasikan
dengan Kementerian Keuangan dan /ank
Indonesia.
Keputusan penyelamatan dan penutupan bank
berdampak sistemik yang diambil )emerintah dan
4)5 akan berakibat pada pengucuran dana
penjaminan (bailout). 6engan demikian dalam
situasi seperti ini kecukupan modal menjadi salah
satu aspek yang harus diprioritaskan mengingat
perbankan merupakan salah satu sektor yang sangat
rentan terhadap krisis. )enelitian 6oherty dan
Barven ($%%#) terhadap perusahaan'perusahaan
asuransi menunjukkan adanya perilaku siklikal
dalam industri asuransi yang dapat mengakibatkan
equity-shocks (misalnya ketika terjadi bencana
alam). )erusahaan pada perioda tertentu sangat
mungkin mengalami krisis pemodalan, di mana
dana internal tidak mampu lagi menutupi klaim.
3ntuk mengatasi masalah siklikal tersebut mereka
menyarankan agar perusahaan asuransi
menyiapkan sejumlah sumber pendanaan
(leverage) yang apropriate sesuai jumlah asuransi
yang ditanggung.
/eranjak dari riset 6oherty dan Barven
($%%#) maka 4)5 seharusnya menganalisis dengan
baik kecukupan modalnya untuk mengantisipasi
perioda siklikal tertentu (misalnya saat krisis
ekonomi) yang dapat mengakibatkan krisis
pemodalan. 6engan menggunakan data dana pihak
ke tiga yang ada di bank umum penulis mencoba
menganalisis isu tersebut.
,abel 1. @umlah 5impanan pada /ank 3mum berdasar ,ominal
102
Bank
(Risiko Tinggi)
LPS Nasabah
Bank
(Risiko Rendah)
Pemerintah
Nasabah Debtholders
Debtholders
!ra Blanket Guarantee
!ra Limited Guarantee
Kredit
Kredit
Vol. 2 No. 2, Nopember 2010 Dinamika Keuangan dan
Perbankan
Kla/i4ika/i
impanan
5)upia67
(uma6 Nominal 5dalam ,riliun )upia67
(an.
2009
8eb.
2009
%ar.
2009
#pril
2009
%ei
2009
(uni
2009
(uli
2009
#gu/.
2009
s.d. $"" @t. ---.#( --*.*% --#.$$ --(.*$ --&.2% -2#.$! -22.&! -2-."#
F $"" @t. s.d. !""
@t.
$!$.$- $!$."% $!$.&( $!$.#$ $!-.-* $!-.*% $!2.$% $!#.&%
F !"" @t. s.d. #""
@t.
$(#.$# $(2.%% $%$.!- $(2.(" $(#.$% $(&.%! $((.*( $%".$#
F #"" @t. s.d. $ + $*(.%( $*(.%% $&".!" $*%.&" $*%.$$ $&!."# $&-.*! $&2.2"
F $ + s.d. ! + $#".*! $#-."% $##.2% $#$.2- $#!.$# $#!.#2 $#$.*" $#*.&$
F ! + s.d. # + $#&.%2 $#%.*2 $*$.2( $#%.(2 $*".!% $**.*$ $*(.2* $*%.*-
F # + *2*.(% *#%.!# **!.(2 **#.&! **%.!& *%*.&& **%.(! &"".2&
Kla/i4ika/i
impanan
5)upia67
(uma6 Nominal 5dalam ,riliun )upia67
ep.
2009
&k..
2009
No2.
2009
De/.
2009
(an.
2010
8eb.
2010
%ar.
2010
#pr.
2010
%ei
2010
s.d. $"" @t. -#".2
%
-#-.!
2
-##.#
%
-&!.#
#
-#$.!( -*2.!" -**.(2 -*%.-
(
-*%.-
"
F $"" @t. s.d.
!"" @t.
$!(.!
*
$!%.!
*
$!%.*
-
$-#.%
!
$-#."" $-$.%- $-$.(* $-$.-
%
$-!.2
&
F !"" @t. s.d.
#"" @t.
$%2.&
$
$%#.#
2
!"".#
#
!$".2
*
!$$.*! !"&.(( !"%.** !"%.2
-
!$!.$
(
F #"" @t. s.d. $
+
$&(."
!
$&%.#
2
$(!.#
2
$%$.!
#
$((.&- $(2.%( $(*.2% $(#.2
2
$((.*
!
F $ + s.d. ! + $#(.$
2
$#*.%
"
$#%.&
&
$&".-
*
$**.(* $*2.*% $*#.&( $*2.-
-
$**.!
%
F ! + s.d. # + $&!.(
&
$&#.*
$
$&&.&
&
$%".(
&
$(&.!2 $($.%& $(*.$! $(-.#
#
$(*.*
-
F # + *((.2
#
*(&.2
%
&"&.(
"
&!2.-
2
&!*.$$ &$!.(% &#-.(& &##.*
#
&&-.&
!
umberE www.lps.go.id (tanggal aksesE $( 8pril dan $" @uni !"$")
.abel $ menampilkan jumlah dana pihak ke
tiga pada bank'bank umum di Indonesia perioda
!""%'!"$". 6ata dalam tabel tersebut menunjukkan
bahwa jumlah simpanan nasabah di bank'bank
umum cukup signifikan di mana terjadi
pertumbuhan dari perioda ke perioda. 8rtikel ini
tidak menganalisis dana pihak ke tiga di bank
perkreditan rakyat (/)7) karena jumlahnya yang
relatif kecil dan tidak signifikan ketika
dibandingkan dengan dana pihak ke tiga pada bank
umum. Karena 4)5 menetapkan batas penjaminan
maksimal 7p! miliar sejak pertengahan 9ktober
!""( maka data tabel satu direkapitulasi ulang
untuk mengetahui proporsi dana yang dijamin dan
yang tidak dijamin 4)5. .abel ! menampilkan
data rekapan tersebut.

103
0end1
Dinamika Keuangan dan Perbankan
,abel 2. 5impanan pada /ank 3mum yang 6ijamin dan .idak 6ijamin
+ulan ,a6un
,o.al impanan
Pi6ak Ke.iga
9Triliu Ru!ia"
9
(umla6 Di-amin
5/.d. )p2 %7
9Triliu Ru!ia"
9
(umla6 ,idak
Di-amin
5di a.a/ )p2 %7
9Triliu Ru!ia"9
@anuari !""% $&*2.!% %#%.2* #2.-( ? ("2.(- 2#.*! ?
1ebruari !""% $&(-.&2 %*2.(# #2."% ? ($(.(% 2#.%$ ?
+aret !""% $&%(.$- %&-.($ #2.$* ? (!2.-! 2#.(2 ?
8pril !""% $&%$.*$ %**."# #-.%! ? (!#.#* 2*."( ?
+ei !""% $&%*.(* %*&.-" #-.(- ? (!%.#* 2*.$& ?
@uni !""% $(22.&" %($.-! #-.!" ? (*-.-( 2*.(" ?
@uli !""% $(!$."% %(!.($ #-.%& ? (-(.!( 2*."- ?
8gustus !""% $(*".!" %%".$" #-.!- ? (&".$" 2*.&& ?
5eptember !""% $(&".%2 $""%.*! #-.%* ? (*$.-! 2*."2 ?
9ktober !""% $(&&.#( $"$2.2( #2."- ? (*-.$" 2#.%& ?
,ovember !""% $%$-.*# $"!(."( #-.&! ? ((#.#& 2*.!( ?
6esember !""% $%%#.&# $"(".#2 #2.$2 ? %$#.!$ 2#.(* ?
@anuari !"$" $%**.(2 $"#-.2% #-.#* ? %$-.-# 2*.22 ?
1ebruari !"$" $%2(.#2 $"#-.*( #2."( ? (%2.(* 2#.%! ?
+aret !"$" !""".*! $"*".*- #-."! ? %-%.%% 2*.%( ?
8pril !"$" $%%%.$# $"#%.%* #-."! ? %-%.$% 2*.%( ?
+ei !"$" !"!%.!! $"*(.(& #!.*& ? %*".-# 2&.-- ?
)a.a-)a.a 1,"":.0; 1,012.:; ;<.70 = "7<.!1 !:.<0 =
umberE 6iolah dari situs www.lps.go.id (tanggal aksesE $( 8pril dan $" @uni !"$")
6ata pada tabel ! menunjukkan total
simpanan pada awal tahun !""% sebesar
7p$.&*2!% triliun. @umlah tersebut terus
meningkat tiap periodenya dan mencapai nilai
7p!."!%!! triliun pada pertengahan !"$". 8pabila
dirata'ratakan total dana pihak ketiga yang
disimpan pada bank'bank umum di Indonesia
sekitar 7p$.((*"# triliun. 6ari total tersebut tidak
semuanya dijamin 4)5. 4)5 hanya menjamin
simpanan sampai batas maksimum 7p ! miliar
sehingga dari hasil perhitungan di kolom empat
diketahui bahwa rata'rata dana pihak ketiga yang
dijamin 4)5 setiap bulannya sekitar 7p$."$!*#
triliun atau sekitar #-&" persen dari total dana
pihak ke tiga. 5uatu angka yang cukup fantastik
untuk ukuran 4)5 yang masih ;balita3. .abel !
juga menampilkan dana pihak ke tiga yang tidak
dijamin (di atas 7p! miliar) dengan rata'rata per
bulan sebesar 7p(&-2$ triliun atau 2*-" persen
dari total dana pihak ke tiga di bank umum.

3ntuk melihat perbandingan dana pihak
ketiga dengan jumlah rekeningnya penulis
membagi jumlah rekening ke dalam dua kelompok
yaitu di atas 7p! miliar dan di bawah 7p! miliar.
Aasil pembagian ditampilkan pada tabel -.
/erdasar tabel tersebut terlihat bahwa rerata
proporsi dana nasabah sebesar #-&" persen yang
dijamin oleh 4)5 dimiliki oleh %"&# juta nasabah
pada bulan 8pril !"$" dan %$(* juta nasabah pada
bulan +ei !"$". 8pabila jumlah tersebut
dipersentasekan dengan total nasabah maka dana
simpanan yang dijamin telah mencakup %%%"
persen nasabah. 5ementara itu sisanya sebesar "$"
persen (jumlah nasabah yang tidak dijamin)
ternyata menguasai 2*-" persen dari total dana
pihak ke tiga di bank umum. 8nalisis ini sekaligus
menunjukkan kesenjangan yang besar antara
pemilik modal besar dan pemilik modal kecil di
Indonesia.
104
Vol. 2 No. 2, Nopember 2010 Dinamika Keuangan dan
Perbankan
,abel <. )erbandingan @umlah 7ekening )ada /ank 3mum
Nominal 5N7
#pril 2010 %ei 2010
(umla6 5)ibu7 Per/en 5=7 (umla6 5)ibu7 Per/en 5=7
, G 7p! + %"&2*.2- %%.%" %$(*-.$% %%.%"
, F 7p! + %$.*! ".$" %-.!! ".$"
,o.al 90,"<".0; 100 91,9;:.!2 100
umber: )ublikasi 4)5 /ulan 8pril 0 +ei !"$" (www.lps.go.id diakses tanggal $"
@uni !"$")
6ilihat dari sisi jumlah nasabah maka
penjaminan yang dilakukan 4)5 sudah tepat karena
telah melingkupi hampir seluruh nasabah (%%%"
persen). 5ecara teoritis kebijakan tersebut telah
mampu mereduksi kepanikan masyarakat umum
sehingga stabilitas perbankan dapat dijaga apabila
terjadi goncangan ekonomi. +eskipun demikian
4)5 juga harus mulai memikirkan sisi kuantitas
dana yang tidak dijamin. 4ogikanya apabila terjadi
krisis
keuangan yang memengaruhi sektor perbankan
sehingga mengakibatkan bank-runs maka stabilitas
keuangan pasti akan tergoncang ketika pemodal
besar (2*-" persen) walaupun jumlahnya hanya
"$" persen dari total nasabah menarik dananya
dari bank. Bambar dua menunjukkan
perbandingan dana pihak ke tiga yang dijamin 4)5
dengan total dana pihak ke tiga yang berada pada
bank'bank umum di Indonesia.
3ambar 2. )erbandingan dana pihak ke tiga yang 6ijamin 4)5 dengan .otal dana pihak ke tiga
pada /ank'/ank 3mum di Indonesia (dalam .riliun 7upiah)
umberE 6ata 9lahan (!"$")

105
0end1
Dinamika Keuangan dan Perbankan
6ana pihak ke tiga yang dijamin 4)5
memang sangat besar. +eskipun demikian 4)5
tidak harus menyediakan modal sebesar itu karena
di antara dana yang dijamin tersebut hanya total
dana pihak ke tiga pada bank yang dinyatakan
dalam status pengawasan khusus yang harus
diantisipasi 4)5. .abel 2 menunjukkan
perkembangan jumlah bank dengan status
pengawasan khusus selama perioda !""&'!""%.
6ari berbagai publikasi yang diterbitkan 4)5 dan
statistik /I penulis tidak berhasil menemukan
jumlah dana pihak ke tiga yang berada pada bank'
bank dengan status pengawasan khusus tersebut.
9leh karena itu untuk menyimulasikan kecukupan
modal 4)5 penulis merekapitulasi beberapa data
keuangan 4)5 seperti total pendapatan premi dan
surplus serta nilai aktiva dan ekuitas 4)5 dari
!""#'!""% kemudian membuat estimasi berdasar
rerata pertumbuhan tahun sebelumnya untuk
memrediksi kondisi keuangan tahun !"$".
Informasi tersebut penulis sajikan secara sekuensial
pada tabel # dan tabel *.
,abel !. @umlah /ank dengan 5tatus )engawasan Khusus
+ulan
(umla6 5*ni.7
+ulan
(umla6 5*ni.7
2007 200" 2009 2007 200" 2009
@anuari -$ $% !- @uli -* !- -"
1ebruari 2! $% !- 8gustus -& !2 -!
+aret 22 !" !! 5eptember !( !( -2
8pril #! $* !2 9ktober !$ !( --
+ei 22 $( !$ ,ovember !$ !2 !%
@uni 22 !$ !# 6esember !$ !2 !$
)a.a-)a.a <; 22 2:
umberE 4aporan .ahunan 4)5 (!""&'!""%)
,abel ;. 7ekapitulasi )endapatan )remi dan 5urplus /ersih 4)5
*raian
Perioda
200; 200: 2007 200" 2009
)endapatan )remi
)enjaminan
7p#2$2! + 7p!-& . 7p!&2 . 7p-$* . 7p-&( .
5urplus /ersih 7p!(!$- + 7p$!% . 7p$-& . 7p$&- . 7p$*( .
umberE 4aporan .ahunan 4)5 (!""#'!""%)
,abel :. 7ekapitulasi ,ilai 8ktiva dan Hkuitas 4)5
Perioda
#k.i2a 5,riliun )upia67 'kui.a/ 5,riliun )upia67
Nominal
Naik > 5,urun7 Nomina
l
Naik > 5,urun7
Nominal Per/en Nominal Per/en
8khir !""# 2.&$ ' ' 2.!( ' '
8khir !""* &.!" !.2% #!.(* #.#& $.!% -".$2
8khir !""& $".!% -."% 2!.%! *.%# $.-( !2.("
8khir !""( $-.%# -.** -#.#& (.*( $.&- !2.%"
8khir !""% $&.%# 2."" !(.*& $".-* $.*( $%.-#
8khir !"$" !#.$- II &.$( 2" I $!.%- II !.#& !2.(" I
umberE 6ata 9lahan (!"$") I) +erupakan nilai estimasi persentase pertumbuhan yang diperoleh dari rerata pertumbuhan tahun'
106
Vol. 2 No. 2, Nopember 2010 Dinamika Keuangan dan
Perbankan
tahun sebelumnya.
II) 8ngka prediksi dihitung menggunakan nilai estimasi persentase pertumbuhan (I).

107
0end1
Dinamika Keuangan dan Perbankan
5etelah merekap nilai aktiva dan nilai ekuitas
4)5 antara tahun !""#'!""% serta membuat
prediksi untuk tahun !"$" maka penulis mencoba
membuat simulasi kebutuhan dana bailout yang
harus disediakan 4)5 apabila terjadi krisis
keuangan yang mengakibatkan bank mengalami
kegagalanJlikuidasi. .abel & menyimulasikan
kebutuhan dana tersebut melalui enam skenario
mulai dari skenario terendah (".#?) hingga
skenario tertinggi (-?). 5etiap skenario
menunjukkan besarnya dana yang dibutuhkan 4)5
yang jumlahnya dihitung dengan mengalikan total
dana pihak ke tiga yang dijamin 4)5 dengan
persentase kegagalan bank pada masing'masing
skenario.
,abel 7. 5imulasi Kebutuhan +odal 4)5 Ketika .erjadi !ailout
+ulan ,a6un
impanan
1ang
Di-amin
Kebu.u6an Dana 5,riliun )upia67
S-1
0.;=
S-2
1.0=
S-<
1.;=
S-!
2.0=
S-;
2.;=
S-:
<.0=
(anuari 2009 9;9.!: !."0 9.;9 1!.<9 19.19 2<.99 2".7"
1ebruari !""% %*2.(# 2.(! %.*# $2.2& $%.-" !2.$! !(.%#
+aret !""% %&-.($ 2.(& %.&2 $2.*$ $%.2( !2.-# !%.!$
8pril !""% %**."# 2.(- %.** $2.2% $%.-! !2.$# !(.%(
+ei !""% %*&.-" 2.(2 %.*& $2.#$ $%.-# !2.$( !%."!
@uni !""% %($.-! 2.%$ %.($ $2.&! $%.*- !2.#- !%.22
@uli !""% %(!.($ 2.%$ %.(- $2.&2 $%.** !2.#& !%.2(
8gustus !""% %%".$" 2.%# %.%" $2.(# $%.(" !2.&# !%.&"
5eptember !""% $""%.*! #."# $".$" $#.$2 !".$% !#.!2 -".!%
9ktober !""% $"$2.2( #."& $".$2 $#.!! !".!% !#.-* -".2-
,ovember !""% $"!(."( #.$2 $".!( $#.2! !".#* !#.&" -".(2
De/ember 2009 1,0"0.;! ;.!0 10."1 1:.21 21.:1 27.01 <2.!2
@anuari !"$" $"#-.2% #.!& $".#- $#.(" !$."& !*.-2 -$.*"
1ebruari !"$" $"#-.*( #.!& $".#2 $#.($ !$."& !*.-2 -$.*$
+aret !"$" $"*".*- #.-" $".*$ $#.%$ !$.!$ !*.#! -$.(!
8pril !"$" $"#%.%* #.-" $".*" $#.%" !$.!" !*.#" -$.("
+ei !"$" $"*(.(& #.-2 $".*% $*."- !$.-( !*.&! -!."&
@uni !"$" I $"&*.!- #.-( $".&* $*.$2 !$.#! !*.%$ -!.!%
@uli !"$" I $"(-.*2 #.2! $".(2 $*.!# !$.*& !&."% -!.#$
8gustus !"$" I $"%$.$" #.2* $".%$ $*.-& !$.(! !&.!( -!.&-
5eptember !"$" I $"%(.*$ #.2% $".%% $*.2( !$.%& !&.2& -!.%*
9ktober !"$" I $$"*.$& #.#- $$."* $*.#% !!.$! !&.*# --.$%
,ovember !"$" I $$$-.&( #.#& $$.$2 $*.&$ !!.!( !&.(2 --.2$
De/ember 2010 ? 1,121.!; ;.:1 11.21 1:."2 22.!< 2".0! <<.:!
)a.a-)a.a 1,0<7.7; ;.19 10.<" 1;.;7 20.7: 2;.9! <1.1<
umberE 6ata 9lahan (!"$")
I) +erupakan angka prediksi yang dihitung menggunakan rerata pertumbuhan simpanan /ank 3mum
yang dijamin 4)5 antara bulan @anuari !""% hingga +aret !"$" yaitu sebesar ".*%?.
108
Vol. 2 No. 2, Nopember 2010 Dinamika Keuangan dan
Perbankan
,abel ". )erbandingan @umlah 8ktiva dan Hkuitas 4)5 dengan 6ana !ailout
Perioda
#k.i2a
$P
'kui.a/
$P
Kebu.u6an Dana Bailou# 5,riliun )upia67
0.;= 1.0= 1.;= 2.0= 2.;= <.0=
8khir !""( $-.%# (.*( 2.(" %.#% $2.-% $%.$% !-.%% !(.&(
8khir !""% $&.&# $".-* #.2" $".($ $*.!$ !$.*$ !&."$ -!.2!
8khir !"$" I !#.$- I $!.%- #.*$ $$.!$ $*.(! !!.2- !(."2 --.*2
umberE 6ata 9lahan (!"$")
I) 8ngka estimasi
6engan menggunakan data di setiap akhir
perioda estimasi pada tabel & dan
mengompilasikannya dengan data keuangan di
tabel enam maka dapat dibuat perbandingan antara
nilai aktiva dan nilai ekuitas 4)5 dengan besarnya
kebutuhan dana bailout yang dibutuhkan
berdasarkan skenario satu ("#?) sampai dengan
skenario enam (-?). Aasil perbandingan tersebut
ditampilkan pada tabel delapan.
8nalisis pada tabel ( menunjukkan bahwa
dengan kemampuan modal 4)5 apabila setengah
persen dari dana yang dijamin mengalami
kegagalan maka 4)5 harus menyediakan dana
bailout sebesar 7p2(" triliun pada tahun !""(
7p#2" triliun pada tahun !""% dan 7p#*$ triliun
pada tahun !"$". 6engan kemampuan ekuitas saat
ini maka 4)5 masih mampu menyediakan dana
bailout sebesar setengah persen dari total simpanan
yang dijamin tersebut. Kemampuan modal 4)5 ini
terlihat masih dapat bertahan hingga skenario dua
yaitu satu persen. +ulai skenario tiga ($#?)
hingga skenario enam (-?) ternyata total ekuitas
4)5 sudah tidak mencukupi lagi. 5ementara dari
sisi total aktiva ternyata total aktiva 4)5 juga
masih terbatas dan hanya mampu menjamin dana
bailout hingga skenario tiga ($#?). Kondisi ini
dapat dimaklumi karena 4)5 baru beroperasi
beberapa tahun selain itu modal awal yang
disetorkan )emerintah juga tergolong kecil yaitu
sebesar 7p2 triliun 7upiah (33 ,omor !2 .ahun
!""2 tentang 4embaga )enjamin 5impanan )asal
($ ayat ($)).
Di/ku/i
.elaah pada artikel ini menujukkan bahwa
penggunaan premi tetap sangat mungkin
menimbulkan potensi moral ha'ard di mana bank
beroperasi dengan tingkat risiko yang lebih tinggi
(risk-taking behavior) serta berupaya melakukan
risk-shifting (menggeser risiko). /eberapa pendapat
mengenai isu moral ha'ard dan perilaku risk-
shifting dalam skema premi penjaminan tetap
(fi)ed-rate) disampaikan oleh beberapa ahli
perbankan. +arcus ($%(2) berargumentasi bahwa
bank memiliki charter (price book) value yang
dapat membatasi perilaku risk-taking yang
berlebihan. ,ilai ini dapat digunakan sebagai salah
satu batasan dalam mengobservasi perilaku risk
taking para bankir. )endapat lain disampaikan oleh
/enston et al. ($%(*) sebagimana dijelaskan dalam
6uan et al. ($%%!). +enurut /enston sistem
limited guarentee memungkinkan adanya dana
yang tidak terasuransi. )ara depositors, debtors,
maupun equity holders yang tidak terasuransi
tersebut dapat berperan sebagai control group
dalam mencegah perilaku risk-taking secara
alamiah. +ereka cenderung akan mensyaratkan
tingkat pengembalian yang lebih tinggi (bunga dan
kompensasi) ketika manajemen semakin berani
mengambil risiko.
5aunders et al. ($%%") memiliki pendapat
lain. +elalui studi empirisnya 5aunders
menyatakan bahwa tidak semua manager menyukai
risk taking. )erilaku risk-averse yang ditunjukkan
oleh para manager bank dalam risetnya dapat
digunakan untuk membatasi perilaku risk-taking
secara alamiah. ementara itu, pendapat yang
berbeda disampaikan oleh 6uan et al. ($%%!). 6uan
menyarankan untuk mendesain kembali peraturan
perbankan guna mencegah upaya penggeseran
risiko dan wealth transfer yang mungkin dilakukan
oleh managemen bank. )endapat 6uan sejalan
dengan apa yang disampaikan oleh 1lannery ($%(!
$%(%). 1lannery berargumen bahwa dengan

109
0end1
Dinamika Keuangan dan Perbankan
meningkatkan implementasi regulasi perbankan
misalnya melalui capital adequacy to loan quality
secara tidak langsung akan mengeliminasi potensi
terjadinya risk-shifting.
5imulasi kebutuhan modal 4)5 pada bagian
sebelumnya menunjukkan bahwa modal 4)5 masih
sangat terbatas sehingga 4)5 perlu berhati'hati
dalam menjalankan kegiatannya terutama dalam
menghadapi perilaku siklikal seperti krisis
ekonomi. )embatasan terhadap lingkup investasi
4)5 juga menjadi salah satu aspek yang membuat
lambatnya pertumbuhan modal 4)5. 5esuai dengan
33 ,omor !2 .ahun !""2 pasal (! ayat (!)
dikatakan bahwa 4)5 hanya dapat menempatkan
investasinya pada surat berharga yang diterbitkan
oleh )emerintah Indonesia danJatau /ank
Indonesia. 4ebih jauh ayat (-) pada pasal tersebut
menjelaskan bahwa 4)5 tidak boleh menempatkan
investasinya pada bank atau perusahaan lainnya
kecuali dalam bentuk penyertaan modal sementara
dalam rangka penyelamatan atau penanganan bank
gagal.
)ayung hukum tersebut memberikan batasan
yang jelas kepada 4)5 dalam berinvestasi. Aal ini
bertujuan agar managemen 4)5 tidak
menempatkan kekayaannya pada aset'aset yang
berisiko karena dana mereka dapat dibutuhkan
sewaktu'waktu sehingga likuiditasnya harus tetap
terjaga. 6engan demikian dari sisi pemodalan
peran )emerintah masih sangat dibutuhkan 4)5
saat ini apalagi ketika terjadi ketidakstabilan
ekonomi yang mengakibatkan krisis perbankan dan
membuat jumlah bank gagal bertambah secara
signifikan.
I%P*$#N D#N K',')+#,##N
.elaah dalam artikel ini menunjukkan bahwa
potensi moral ha'ard dapat terjadi baik dalam era
blanket guarantee maupun dalam era limited
guarantee. Kebijakan blanket guarantee dianggap
mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat
pada industri perbankan Indonesia. +eskipun
demikian kebijakan ini memiliki keterbatasan
terutama dalam mereduksi perilaku moral ha'ard.
6alam era blanket guarantee praktik moral ha'ard
dapat terjadi pada bank dan nasabah. )erbankan
dapat beroperasi dengan tingkat risiko yang lebih
tinggi karena dana nasabah seluruhnya telah
dijamin )emerintah. )erilaku risk-shifting
dilakukan oleh bank dengan menggeser risikonya
kepada )emerintah dan juga debtholders.
5ementara itu dari sisi nasabah praktik moral
ha'ard dilakukan dengan menempatkan dana
simpanan mereka pada bank'bank yang
menawarkan suku bunga tinggi (yang sekaligus
memiliki probabilitas kebangkrutan lebih tinggi).
,asabah menjadi lebih berani setelah )emerintah
menyatakan menjamin seluruh dana pihak ke tiga.
6imulainya era limited guarantee dengan
mendirikan 4)5 pada bulan 5eptember !""2
diharapkan dapat mengatasi praktik moral ha'ard
dalam era blanket guarantee. +eskipun demikian
potensi moral ha'ard tetap terjadi namun dengan
pola perilaku yang berbeda. )enggunaan skema
premi penjaminan tetap (fi)ed-rate) memberikan
potensi moral ha'ard baru. /ank yang beroperasi
dengan tingkat risiko tinggi dapat menggeser
risikonya kepada tiga pihak yaitu 4)5
debtholders dan bank lain dengan tingkat risiko
yang lebih rendah. 3ntuk meminimalisir dampak
tersebut 4)5 perlu mempertimbangkan
penggunaan skema premi penjaminan tidak tetap
yang didasarkan pada tingkat risiko masing'masing
bank. 6engan demikian bank dengan tingkat risiko
lebih tinggi akan dikenakan premi yang lebih
tinggi demikian juga sebaliknya.
Aasil telaah juga mengindikasikan adanya
praktik :kecurangan; yang dilakukan bank dengan
menawarkan dua jenis suku bunga simpanan. 5uku
bunga pertama sesuai dengan tingkat suku bunga
yang disyaratkan 4)5 sementara suku bunga
kedua merupakan suku bunga :tambahan; yang
dapat diterima di muka secara tunai oleh nasabah
ketika membuka rekening (misalnya deposito).
)raktek ini jelas bertentangan dengan aturan 4)5
namun bank berhasil mengemasnya dengan model
yang berbeda.
6ari sisi nasabah penetapan batas maksimum
simpanan yang dijamin membuat nasabah mencari
celah dari kelemahan aturan tersebut. 33 4)5
menyebutkan bahwa 4)5 menanggung sejumlah
batas penjaminan tertentu untuk setiap deposan
pada setiap bank (pasal $$ ayat ($) 33 4)5 ,omor
!2 .ahun !""2). 8turan tersebut membuka celah
bagi nasabah untuk memecah dananya (apabila
telah melewati batas penjaminan) guna
ditempatkan pada bank'bank lain sehingga tetap
dijamin oleh 4)5.
110
Vol. 2 No. 2, Nopember 2010 Dinamika Keuangan dan
Perbankan
8nalisis dari sisi pemodalan menunjukkan
bahwa modal 4)5 masih sangat terbatas. +odal
4)5 hanya mampu menjamin hingga maksimal
satu persen dari total dana pihak ke tiga yang
dijaminnya atau maksimal satu setengah persen
dengan memperhitungkan seluruh aktivanya. Aal
ini sangat berisiko apabila terjadi perilaku siklikal
seperti krisis ekonomi yang membuat
bertambahnya bank gagal. 9leh karena itu campur
tangan )emerintah terutama mengenai aspek
pemodalan 4)5 saat ini masih sangat dibutuhkan.
8rtikel ini ditulis menggunakan metoda riset
yang sangat sederhana di mana tidak ada pengujian
statistik yang dilakukan. )enulis hanya
mengumpulkan data kemudian menyajikan data
tersebut dengan melakukan perhitungan'
perhitungan dan simulasi sederhana. 9leh karena
itu dibutuhkan sejumlah kajian empiris dengan
menggunakan metoda riset yang lebih baik guna
menglarifikasi argumentasi'argumentasi yang
disampaikan penulis. 5elain itu riset selanjutnya
juga perlu menganalisis kondisi pemodalan
lembaga'lembaga penjamin simpanan di negara
lain kemudian membandingkan rasionya dengan
kondisi pemodalan 4)5. Aal ini penting agar
interpretasi kecukupan modal yang disampaikan
tidak hanya diberikan berdasar pada satu perspektif
saja seperti yang dilakukan penulis dalam artikel
ini.
D#8,#) P*,#K#
/enston B. @. Hisenbeis 7. AorvitK ). Kane
H. and Kaufman B. $%(*. Perspectives on
afe and ound !anking+ Past, Present,
and Future. -"T Press /ambridge.
/user 5. 8. <hen 8. A. and Kane H. @. $%($.
:1ederal 6eposit Insurance 7egulatory
)olicy and 9ptimal /ank <apital.;
4ournal of Finance. Lol. -# pp. #$'*".
<hang A. @. !""". :.he AaKard of +oral
AaKardE 3ntangling the 8sian <risis.;
5orld 0evelopment. Lol. !( (2) pp. &&#'
&((.
6e4ong B. and 5aunders 8. !""(. :6id the
Introduction of 1iMed'rate 1ederal 6eposit
Insurance Increase 4ong'term /ank 7isk'
taking=; 4ournal of Financial tability.
,rticle in Press pp. $'&.
6oherty ,. 8. Barven @. 7. $%%#. :Insurance
<yclesE Interest 7ates and the <apacity
<onstraint +odel.; 4ournal of !usiness
vol. *( no. -.
6uan @.<. +oreau 8. 1. and 5ealey <. N.
$%%!. :1iMed'rate 6eposit Insurance and
7isk'shifting /ehavior at <ommercial
/anks.; 4ournal of !anking and Finance.
Lol. $* pp. &$#'&2!.
1lannery +. @. $%(!. :6eposit Insurance <reates
a ,eed for /ank 7egulation.; !usiness
6eview pp. $&'!&.
1lannery +. @. and @ames <. +. $%(%. :.he
Incidence of 6eposit Insurance 5ubsidies
and the +oral AaKard )roblem in
/anking.; Paper presented at the ,F,
-eetings, ,tlanta.
Bueyie @. ). and 4ai L. 5. !""-. :/ank +oral
AaKard and the Introduction of 9fficial
6eposit Insurance in <anada.;
"nternational 6eview of 7conomics and
Finance. Lol. $! pp. !2&'!&-.
Keputusan )residen ,omor !* dan ,omor $%-
.ahun $%%( tentang Kebijakan !lanket
(uarentee.
4aporan .ahunan 4embaga )enjamin 5impanan
(4)5) .ahun !""#
4aporan .ahunan 4embaga )enjamin 5impanan
(4)5) .ahun !""*
4aporan .ahunan 4embaga )enjamin 5impanan
(4)5) .ahun !""&
4aporan .ahunan 4embaga )enjamin 5impanan
(4)5) .ahun !""(
4aporan .ahunan 4embaga )enjamin 5impanan
(4)5) .ahun !""%
+arcus 8. @. $%(2. :6eregulation and /ank
1inancial )olicy.; 4ournal of !anking and
Finance. Lol. ( pp. ##&'#*#.
)eraturan )emerintah 7epublik Indonesia ,omor
** .ahun !""( tentang )erubahan ,ilai
)enjaminan 5impanan 4)5.
5aunders 8. 5trock H. and .ravlos ,. B.
$%%". :9wnership 5tructure 6eregulation
and /ank 7isk .aking.3 4ournal of
Finance. Lol. 2# pp. *2-'*#2.

111
0end1
Dinamika Keuangan dan Perbankan
3ndang'3ndang 7epublik Indonesia ,omor $"
.ahun $%%( tentang )erbankan.
3ndang'3ndang 7epublik Indonesia ,omor !2
.ahun !""2 tentang 4embaga )enjamin
5impanan (4)5).
www.lps.go.id diakses tanggal $( 8pril !"$"
pukul $*.!# NI/ dan $" @uni !"$" pukul
$2.$# NI/
Zhu A. !""#. :/ank 7uns Nelfare and )olicy
Implications.; 4ournal of Financial
tability. )p. !%&'-"&.
112