Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan budaya. Indonesia memiliki
etnis dan budaya yang beragam dari Sabang sampai Merauke,bahkan budaya di
Indonesia sebagai objek wisata yang menguntungkan negara. Ihromi (1999)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat mana pun dan tidak
hanya mengenai sebagian dari cara hidup, yaitu bagian oleh masyarakat yang
dianggap lebih tinggi atau lebih diinginkan. Budaya Indonesia dikenal memiliki
keunikan yang luar biasa dan tidak akan ditemukan di tempat manapun. Manusia
dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan karena di mana
manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan
kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya. Pada dasarnya manusia
adalah mahluk budaya yang harus membudayakan dirinya, manusia sebagai
mahluk budaya mampu melepaskan diri dari ikatan dan dorongan nalurinya dan
mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dan mempelajari keadaan
sekitar dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Kebudayaan sangat penting di dalam kehidupan manusia hal ini didukung
dengan pendapat Ihromi (1999) karena kebudayaan mewujudkan suatu
integrasi,maka perubahan pada satu unsur sering menimbulkan pantulan yang
dahsyat dan kadang-kadang pantulan itu terjadi pada bidang-bidang yang sama
2

sekali tidak disangka semula.Papua merupakan salah satu pulau yang masih
mengikat erat budayanya,walaupun di pulau ini terdapat kota (Jaya Pura) namun
masih terdapat daerah-daerah tertentu yang masih hidup dengan kebudayaan tanpa
dipengaruhi oleh budaya asing. Masyarakat pegunungan tengah Papua yang
memiliki kebudyaan melambangkan kesedihan lantaran kehilangan salah satu
anggota keluarganya yaitu tradisi yang diwajibkan adalah tradisi potong jari.
Kebudayaan memotong jari yaitu kebudayaan yang tidak dapat ditemukan di
daerah lain .Pemotongan jari tangan ialah menghilangkan sebuah organ tubuh,
yang akan berpengaruh terhadap kesehatan seseorang.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang diguanakan dalam penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut.
1. Apa pengertian budaya ?
2. Apa pengertian peradaban ?
3. Bagaimanakah hubungan manusia dan kebudayaan ?
4. Bagaimanakah hubungan manusia dan peradaban ?
5. Apa yang dimaksut budaya potong jari di Papua ?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini yakni sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pengertian dari budaya.
2. Untuk mengetahui pengertian dari peradaban
3

3. Untuk mengetahui hubungan antara manusia dan kebudayaan.
4. Untuk mengetahui hubungan antara manusia dan kebudayaan.
5. Untuk mengetahui budaya potong jari yang ada di Papua.

4

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Budaya
Secara etimologis kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta budhayah, yaitu
bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Sedangkan menurut para ahli
ahli adalah sebaga berikut :
1. E.B. Taylor
Memberikan definisi tentang kebudayaan secara sistematis dan ilmiah bahwa
budaya adalah suatu keseluruhan yang kompleks dari pengetahuan, kepercayaan,
seni, moral, hukum, adat istiadat, serta kemampuan-kemampuan dan kebiasaan
lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat
2. Prof.Dr.Koentjoroningrat
Keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar. (Sutardi, 2007)
3. Croydon (1973 : 4 )
Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah
ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia seperti
senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya.




5

2.2 Pengertian Peradaban

1. Bierens De Hann
Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi dan teknik.
Kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan
murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan.
2. Oswald Spengl (1880-1936)
Kebudayaan ialah wujud dari seluruh kehidupan adat, industrial filasafat dan
sebagainya. Peradaban adalah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi atau
sudah mati.
3. Prof. Dr. Koentiaraningrat
Peradaban adalah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti
kesenian.
4. Fairchild, dkk. (1980: 41)
Civilization is cultural development, distincly, human attributes and attainment of
particular societi. In ordinary usage,theterm implies a fairly high stage on the
cultural evolutionary scale. Reference is made topcivilized peoples. More
accurate usage world refer to more highly civilized peoples,the determinative
characteristics being intellectual,aesthetic, technological, and spiritual
attainments.


6

2.3 Hubungan Manusia dan Kebudayaan

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan sangat erat dan
merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Tuhan Yang Maha Esa
menciptakan manusia dengan akal dan pikiran agar mereka dapat menciptakan
dan melestarikan budaya mereka secara turun temurun. Kebudayaan ada karena
manusia yang menciptakannya dan manusia tidak bisa hidup tanpa budaya yang
diciptakannya. Dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat
dipandang setara dengan hubungan manusia dan masyarakat yang dinyatakan
sebagai dialegtis, maksudnya adalah saling terkait antara yang satu dengan yang
lain.
Manusia sangat erat kaitannya dengan kebudayaan. Begitu juga sebaliknya.
Manusia yang membuat kebudayaan. Dan hampir setiap tigkah laku manusia itu
adalah kebudayaan. Dalam sosiologi, manusia dan kebudayaan dinilai sebagai
dwitunggal. Maksudnya adalah walaupun keduanya berbeda, tetapi keduanya
merupakan sebuah kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah
kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai
dengannya. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-
masalahnya bisa kita sebut sebgai way of life, yang digunakan individu sebagai
pedoman dalam bertingkah laku.
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia
sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang
dilaksanakan manusia. Ada lima penyebab terjadinya perubahan kebudayaan,
yaitu :
7

1. Perubahan lingkungan alam
2. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain
3. Perubahan karena adanya penemuan (discovery)
4. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi
beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh
bangsa lain.
5. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya
dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru.
Terciptanya atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil interaksi
antara manusia dengan segala isi alam raya ini. Dengan sumber-sumber
kemampuan daya manusia tersebut, nyatalah bahwa manusia menciptakan
kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri
adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena ada manusia
penciptanya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya,
kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia ada manusia sebagai
pendukungnya.
Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat ,
berbagai macam kekutaan harus dihadapi manusia dan masyarakat seperti
kekuatan alam dan kekuatan lain.


8

2.4 Hubungan Manusia dan Peradaban

Melalui pemikirannya, manusia menyalurkan apa yang ada di benaknya menjadi
sebuah karya nyata, yang umumnya kita sebut dengan kebudayaan. Kebudayaan
yang dibentuk tiap kelompok masyarakat berbeda beda. Karena pada dasarnya
pola pikir manusia itu berbeda beda. Tingkat kreativitas pun berbeda beda.
Kebudayaan yang dapat dibentuk oleh manusia ada tiga wujudnya, yaitu
berbentuk ide ide, aktivitas, atau benda benda hasil karya. Nantinya
kebudayaan kebudayaan ini akan mengakar pada keseharian manusia dan
mempengaruhi segala aktivitasnya. Hingga pada suatu titik kebudayaan tersebut
tidak lagi mengalami perkembangan, atau dapat dikatakan mati, dan berubah
menjadi peradaban. Oleh karena itulah beberapa ahli menyatakan bahwa
peradaban dapat dikatakan sebagai hasil kebudayaan terhadap perilaku dan
kebiasaan manusia.
Peradaban merupakan tahapan ketika suatu kebudayaan dikatakan maju, baik dari
segi teknologi maupun pemikiran manusianya. Dan dari peradaban itu nanti suatu
kelompok manusia dapat dikatakan beradab atau tidak.

2.5 Budaya Potong Jari di Papua
Budaya potong jari atau yang bernama lain Ikipalin adalah budaya yang dilakukan
di Papua, tepatnya oleh suku Dani. Pemotongan jari ini melambangkan kepedihan
dan sakitnya kehilangan anggota keluarga yang dicintai. Ungkapan yang begitu
mendalam hingga harus merelakan anggota tubuh.
9

Bagi Suku Dani, jari bisa diartikan sebagai simbol kerukunan, kebersatuan, dan
kekuatan dalam diri manusia maupun sebuah keluarga. Walaupun dalam
penamaan jari yang ada di tangan manusia hanya menyebutkan satu perwakilan
keluarga yaitu ibu jari. Akan tetapi jika dicermati perbedaan setiap bentuk dan
panjang jari memiliki sebuah kesatuan dan kekuatan kebersamaan untuk
meringankan semua beban pekerjaan manusia. Jari saling bekerjasama
membangun sebuah kekuatan sehingga tangan kita bisa berfungsi dengan
sempurna. Kehilangan salah satu ruasnya saja, bisa mengakibatkan tidak
maksimalnya tangan kita bekerja. Jadi jika salah satu bagiannya hilanglah
komponen persaudaraan dan kebersamaan.
Alasan lainya adalah "Wene opakima dapulik welaikarek mekehasik" atau
pedoman dasar hidup bersama dalam satu keluarga, satu marga, satu honai
(rumah), satu suku, satu leluhur, satu bahasa, satu sejarah/asal-muasal, dan
sebagainya. Kebersamaan sangatlah penting bagi masyarakat pegunungan tengah
Papua. Kesedihan mendalam dan luka hati orang yang ditinggal mati anggota
keluarga, baru akan sembuh jika luka di jari sudah sembuh dan tidak terasa sakit
lagi. Mungkin karena itulah masyarakat pegunungan Papua memotong jari saat
ada keluarga yang meninggal dunia.
Tradisi Potong Jari di Papua sendiri dilakukan dengan berbagai banyak cara,
mulai dari menggunakan benda tajam seperti pisau, kapak atau parang. Ada juga
yang melakukannya dengan menggigit ruas jarinya hingga putus, mengikatnya
dengan seutas tali sehingga aliran darahnya terhenti dan ruas jari menjadi mati,
kemudian baru dilakukan pemotongan jari. Potong jari ini dilakukan sendiri hanya saja
dalam pengobatan biasanya dibantu oleh kerabat dekat. Setelah memotong ruas jari
10

maka akan diobati dengan daun khusus untukpengobatan ini demi menghindari darah
yang terus mengucur. Daun diikiatkan pada jari selama satu bulan dan setiap minggu diganti
dengan yang baru. Ikipalin masih bertahan menerjang zaman dan ada sedikit perubahan yang
terjadi.


11

DAFTAR PUSTAKA

Sutardi, Tedi.2007.Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya.Bandung: PT
SetiaPurna Inves
Setiadi, Elly M.2006.Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.Jakarta: Kencana
Koentjaraningrat,1979.Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Jembatan,
http://news.liputan6.com/read/761129/potong-jari-tradisi-ekstrim-suku-dani-saat-
berduka#sthash.KZl7nVnE.dpuf
http://kebudayaanindonesia.net/id/culture/1065/tradisi-potong-jari
Mulyana, Deddy dan Rakhmat, Jalaluddin.2006. Komunikasi Antar
budaya:Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya.
Bandung: Remaja Rosdakarya