Anda di halaman 1dari 6

BAB IV

ASPEK PASAR

4.1 TINJAUAN UMUM
Pada zaman serba instan seperti sekarang ini, dalam hal memenuhi kebutuhannya,
manusia selalu menginginkan kepraktisan dan kemudahan, tidak terkecuali dalam
memenuhi kebutuhan akan pangan. Oleh karena itu, kami menghadirkan MoRes (mobil
restoran), yaitu caffe dengan konsep dimana caffe ini mempunyai mobilitas yang tinggi
dalam pemasarannya, sehingga kamilah yang menghampiri para konsumen. Dengan
demikian, kami dapat memenuhi permintaan konsumen yang selalu menginginkan segala
sesuatu dengan cara yang praktis. Karena konsep dari usaha kami ialah menghampiri
konsumen, maka lokasi pemasaran yang kami pilih adalah tempat yang dipenuhi oleh
khalayak ramai. Sehingga, pasar utama dari usaha kami ialah masyarakat, penduduk, dan
para mahasiswa UNDIP yang berdomisili di wilayah sekitar Tembalang Selatan, dan
UNDIP Tembalang, baik dari kalangan bawah sampai kalangan menengah ke atas.
Berdasarkan pasar utama tersebut, maka kajian aspek pasar dititikberatkan pada
besarnya minat masyarakat dalam hal mengonsumsi makanan cepat saji (fast food). Data-
data yang ada diperoleh dari tiga sumber, yaitu data dari Kepala Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil Kota Semarang, PT. JASAPATRIA GUNATAMA, serta peninjauan
secara langsung terhadap penjual burger (fast food) di daerah sekitar Tembalang.

4.2 ANALISA KEBUTUHAN
Analisa kebutuhan makanan cepat saji (fast food) ini didasarkan pada perkiraan
jumlah penduduk Kecamatan Tembalang pada tahun 2013 yang menggemari makanan
cepat saji (fast food).



Tabel 4.1: Jumlah penduduk kecamatan Tembalang tahun 2013
Tinjauan
Jenis Kelamin Total
Laki-laki Perempuan
(Jiwa)
(Jiwa) (Jiwa)
Berdasarkan Kartu Keluarga (KK) 42,283 6,756 49,041
Tidak berdasarkan Kartu Keluarga 85,145 84,626 169,771

Sumber : Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang
Berdasarkan data pada tabel 4.1, jumlah penduduk di daerah Tembalang ialah
169,771 jiwa. Jumlah ini bertambah setiap tahunnya sebesar (sumber : PT.
JASAPATRIA GUNATAMA). Terdapat perbedaan jumlah penduduk antara jumlah yang
ditinjau berdasarkan kartu keluarga dan yang tidak ditinjau berdasarkan kartu keluarga,
dimana jumlah penduduk yang tidak ditinjau berdasarkan kartu keluarga lebih besar
jumlahnya, yakni 169,771 jiwa. Ini menandakan bahwa selisih kedua jumlah tersebut
merupakan jumlah para mahasiswa yang tidak berdomisili secara permanen di
Tembalang, yaitu sebanyak 120,730 jiwa. Dengan pertimbangan ini, maka analisa
kebutuhan makanan (fast food) pada tahun 2013 di daerah sekitar Tembalang dilakukan
dengan asumsi sebagai berikut:
1. Jumlah penggemar fast food sebesar 30% dari jumlah mahasiswa yang tidak
berdomisili secara permanen di Tembalang dan 10% dari jumlah penduduk
yang secara permanen berdomisili di Tembalang (memiliki KK Tembalang).
2. Pertambahan jumlah penduduk per tahun 2%, dimana pertambahan jumlah ini
hanya dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah mahasiswa yang tidak
berdomisili secara permanen di Tembalang.
3. Penggemar makanan cepat saji, mengonsumsi makanan ini setidaknya 12 kali
dalam setahun.
Mengacu pada asumsi ini, diperoleh perkiraan kebutuhan makanan cepat saji (fast
food) untuk tahun 2013 seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.2.



Tabel 4.2: Perkiraan Permintaan akan Fast Food pada Tahun 2013
Penggemar Fast Food
Jumlah Peminat Frekuensi Permintaan
Total Permintaan
(Jiwa) (Per Tahun)
Per
Tahun
Rata-rata per
Hari
Mahasiswa
36,219 12 434,628 1190.76
(Yang tidak berdomisili secara permanen)
Masyarakat
4,904 12 58,848 161.22
(Yang berdomisili secara permanen)
TOTAL
493,476 1352

Dari tabel 4.2, didapat perkiraan jumlah permintaan akan fast food pada tahun
2013 sebesar 1352 permintaan per hari. Jumlah inilah yang menjadi perkiraan pasar
potensial untuk usaha MoRes (mobil restoran) kami.

4.3 PESAING

Dalam hal ini, pesaing ialah mereka yang memiliki usaha dalam bidang makanan
cepat saji (fast food), dan membuka usaha mereka di daerah Tembalang dan sekitarnya.
Data pada tabel 4.3 menunjukkan banyak konsumen yang dapat dilayani oleh semua
pesaing yang ada di daerah Tembalang Selatan, kampus UNDIP Tembalang dan
sekitarnya, data berikut diperoleh dari hasil peninjauan secara langsung di lapangan.
Jumlah yang ada pada table 4.3 didapat berdasarkan perkiraan banyaknya konsumen yang
dapat dilayani para pesaing dalam sehari, dengan asumsi sebagai berikut:
1. Jumlah pengunjung sama dengan kapasitas tempat yang disediakan untuk
pengunjung.
2. Pesaing dapat melayani pengunjung yang berbeda dengan jumlah sesuai
kapasitas tempat yang tersedia setiap jamnya.
3. Pesaing membuka usahanya selama 8 jam per hari (Minggu-Jumat) dan 10
jam pada hari Sabtu.


Tabel 4.3: Jumlah Permintaan akan Fast Food yang Dapat Dilayani pada
Tahun 2013
Pesaing
Kapasitas Pengunjung Jam Buka Usaha Per Minggu
Konsumen yang Dapat Dilayani
Per Minggu
(Jiwa) (Jam) (Jiwa)
Mister Burger 5 58 290
Blueber Burger 48 58 2784
Semar Mendem 40 58 2320
TOTAL 5394
Rata-rata Per Hari 771

Dari tabel 4.3, terlihat bahwa pasar yang telah dikuasai sebesar 771 jiwa per hari,
sedangkan potensi pasar yang ada di Tembalang sebesar 1352 jiwa per hari, artinya sisa
pasar yang masih dapat dikuasai sebesar 581 jiwa per hari atau sebesar 43%. Dengan
demikian perkiraan target pasar yang ingin dikuasai oleh usaha MoRes ini ialah sebesar
450 jiwa per hari.
Bila harga jual produk sama untuk masing-masing penjual, maka yang memiliki
jarak terdekat dengan khalayak ramailah (Tembalang Selatan, UNDIP Tembalang) yang
memiliki kemampuan bersaing lebih tinggi. Kemudian, karena pasar cenderung terdiri
dari para mahasiswa, fasilitas (seperti MP3 music, free hotspot, promo potongan harga,
dan sebagainya) yang dapat diberikan oleh penjual juga mempengaruhi kemampuan
bersaing penjual. Dengan demikian, penjual yang dapat memberikan fasilitas yang lebih,
akan cenderung memiliki kemampuan bersaing yang tinggi. Selain itu, harga jual juga
menentukan tingginya kemampuan bersaing penjual, penjual yang dapat memberikan
harga jual yang lebih rendah, berpotensi memiliki kemampuan bersaing yang lebih tinggi.
Tabel 4.4
Pesaing
Jarak
Fasilitas yang
diberikan
Harga
dari Tembalang Selatan dari UNDIP Tembalang
(Km) (Km) (dalam rupiah)
Sirajudin - 7500-13000
Ngesrep MP3 Music 8000-15000
Gondang - 8000-13000

Karena MoRes memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, yakni MoRes yang
meghampiri para konsumen, maka MoRes memiliki kelebihan dalam hal jarak
dibandingkan dengan para pesaing. Kemudian, MoRes juga menyediakan fasilitas free
hotspot kepada para konsumen. Sedangkan untuk perkiraan harga jual fast food yang
akan ditawarkan oleh MoRes berkisar antara Rp5000,- hingga Rp13000,-. Terlihat
adanya sedikit perbedaan harga, dimana Mores dapat memberikan harga yang sedikit
lebih rendah dari pesaing yang ada. Dari ketiga hal tersebut di atas, terlihat bahwa usaha
MoRes yang akan dijalankan ini akan memiliki kemampuan bersaing yang cukup tinggi
untuk memenuhi permintaan konsumen.
4.4 SISTEM PEMASARAN
Sistem pemasaran yang umumnya dilakukan oleh restoran-restoran (rumah
makan) fast food adalah dengan membagi-bagikan brosur restoran kepada konsumen,
atau kegiatan lain yang sejenisnya. Untuk MoRes sendiri, kami tidak hanya membagi-
bagikan brosur kepada konsumen, tetapi kami juga memberikan informasi tentang lokasi
keberadaan MoRes kami pada suatu waktu tertentu melalui jejaring sosial seperti
facebook dan/atau twitter kepada masyarakat Tembalang. Hal tersebut kami lakukan,
karena mengacu pada konsep caffe kami, yakni kami yang menghampiri konsumen
kami, sehingga para konsumen dapat mengetahui posisi kami setiap saat, dengan
demikian mereka dapat mengetahui kapan MoRes sedang berada pada lokasi yang dekat
dengan mereka. Tidak hanya memberikan informasi, tetapi lewat jejaring social tersebut
kami juga menerima kritik dan saran dari para konsumen, serta konsumen pun dapat
meminta kepada MoRes untuk mengunjungi lokasi yang dekat dengan konsumen tertentu
(jika lokasinya bukanlah lokasi yang dipilih MoRes untuk berjualan), sehingga jika
banyak dari konsumen yang meminta MoRes untuk berjualan pada lokasi tersebut, maka
MoRes akan menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat untuk berjualan pula. Untuk
penyajian makan, MoRes menyajikannya dengan menggunakan kemasan kardus yang
menarik dan bermutu baik, bersih dan aman digunakan sebagai wadah makan. Satu porsi
makanan, tidak termasuk dengan minunan. Tetapi kami menyediakan beberapa macam
paket makanan, yang didalamnya sudah termasuk dengan minuman. Kemudian untuk
transaksi penjualannya kami lakukan dengan sistem pembayaran tunai dan debit.
4.5 ANALISA PROYEKSI PENJUALAN
Proyeksi penjualan makanan cepat saji (fast food) yang akan dijalankan
didasarkan pada perkiraan permintaan akan fast food pada Tahun 2013. Dari perkiraan
tersebut diperoleh jumlah permintaan akan fast food per hari sebesar 1352 permintaan.
Kapasitas terpasang MoRes yang akan dijalankan adalah 500 permintaan per hari. Pasang
pasar yang mungkin direbut sebesar 43% atau sebanyak 582 permintaan. Kemudian
perkiraan target yang ingin dicapai ialah sebanyak 90% dari kapasitas terpasang (450
permintaan). Dengan demikian, untuk memenuhi target tersebut, harus mampu merebut
pangsa pasar sebesar 77% per hari.



http://dispendukcapil.semarangkota.go.id/statistik/jumlah-penduduk