Anda di halaman 1dari 13

Komix diluncurkan B7 pada tahun 1990 sebagai sirup obat batuk dengan rasa Peppermint.

Nama Komix berasal dari padanan kata cough (batuk) dan mixture (campuran), yang
menunjukkan arti campuran atau formula pereda batuk.
Produk Komix dirancang berdasarkan manfaat fungsional, manfaat emosional dan harga yang
lebih murah. Berdasarkan kriteria itu, B7 memilih unique selling proposition (USP) berupa
kemasan sachet yang praktis dan mudah dibawa kemana-mana sebagai reason to buy bagi
konsumen pada saat melakukan penetrasi pasar. Konsep tersebut kemudian dituangkan dalam
strategi STP (Segmentasi, Targeting dan Positioning) Komix menjadi obat batuk untuk
kalangan massal, berbentuk sirup dalam kemasan sachet.
Setelah cukup sukses dikenal masyarakat maka pada 1994 dikeluarkan varian baru yakni
Komix rasa Jahe. Pertimbangannya, karena masyarakat pada umumnya memanfaatkan jahe
sebagai salah satu minuman penghangat untuk meredakan batuk.
Salah satu kunci sukses Komix adalah penerapan The Power of Tag Line pada komunikasi
pemasaran tahun 1996. sebagai "Obat batuk sachet tanpa sendok". Tagline Komix mudah
dimengerti, diingat dan segera mengalami boom. Kemudian tagline dikembangkan menjadi
"Mana sendoknya? Glek Aja Langsung" dan meraih boom kedua. Positioning tetap sebagai
obat batuk hemat (value for money) dan praktis.
Perusahaan kemudian mengembangkan tema komunikasi baru untuk lebih menguatkan posisi
Komix sebagai obat batuk terpercaya. Muncullah tagline "Batuk? Di-KOMIX aja!" pada
tahun 1997 yang sangat tinggi awareness-nya bahkan lebih tinggi dari "Glek aja langsung"
Pada April 2002 Komix mengeluarkan varian baru yakni rasa Jeruk Nipis. Pertimbangannya
sekali lagi berdasarkan pemahaman kebiasaan masyarakat tradisional yang melakukan
penyembuhan batuk dengan mengonsumsi jeruk nipis yang dicampur dengan kecap dan
madu. Peluncuran varian produk ini didukung dengan komunikasi pemasaran yang gencar
sehingga produk baru ini cepat meraih sukses di pasar. Varian lain, Komix OBH kemasan
sachet, diluncurkan pada Agustus 2003.
Pada tahun 2002-2003 , Majalah SWA Sembada dan perusahaan riset pasar MARS
memberikan Komix penghargaan Indonesian Best Brand Award (IBBA) sebagai merek
terbaik untuk kategori obat batuk.
Pada Juli 2005, formula Komix dikembangkan menjadi Komix G dengan pemakaian bahan
aktif Gliseryl Guaiacolate yang merupakan ekspektoran untuk mengencerkan dahak.
Kinerja Komix dari tahun ke tahun yang bagus dan tetap duduk sebagai pemimpin pasar di
kategori obat batuk adalah hasil upaya inovasi dan memelihara ekuitas merek agar tetap
kokoh secara terus menerus. "Batuk? Di-KOMIX aja!".
Di tahun 2009, Komix menerima 3 penghargaan bergengsi, yaitu : Indonesia Best Brand
Award 2009 dari SWA dan Mars, Indonesia Customer Satisfaction Award 2009 dari SWA
dan Frontier, serta The Most Powerful Distribution Performance 2009 dari SWA dan Majalah
Mix. Ini semakin mengukuhkan posisi Komix sebagai pemimpin pasar obat batuk sirup di
Indonesia dan upaya terus menerus "KOMIX Lawan Batuk".

NEOZEP FORTE

Indikasi:
Untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-
bersin.

Kontra Indikasi:
- Penderita dengan gangguan jantung dan diabetes mellitus.
- Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
Brand: : Medifarma
Product
Code::
W
Komposisi:
Phenylpropanolamine HCl 15 mg, paracetamol 250 mg, salicylamide 150 mg,
chlorpheniramine maleate 2 mg, ascorbic acid 25 mg
Indikasi: Flu, rinitis alergika dan vasomotor, sinusitis
Dosis: Dewasa : 3-4 kali sehari 1 tablet. Anak >6 tahun : dosis dewasa
Pemberian
Obat:
Berikan sesudah makan
Kemasan: Tablet 25 x 4









Pereda Nyeri Bersifat Analgesic, Efek Samping Asam Mefenamat
Asam mefenamat adalah nama zat aktif dari beberapa obat pereda nyeri yang dipasarkan
dengan berbagai nama dagang. Selain dalam bentuk obat bermerek dagang, asam
mefenamat juga dipasarkan sebagai obat generik dengan nama asam mefenamat. Harga
obat generiknya tentu jauh lebih murah dibandingkan dengan obat bermerek dagang.
Asam mefenamat termasuk obat pereda nyeri yang digolongkan sebagai NSAID (Non
Steroidal Antiinflammatory Drugs). Asam mefenamat dapat digunakan untuk mengatasi
berbagai jenis rasa nyeri, namun lebih sering diresepkan untuk mengatasi sakit gigi, nyeri
otot, nyeri sendi dan sakit ketika atau menjelang haid.
Sebagaimana obat-obat lainnya, asam mefenamat dapat menyebabkan berbagai efek
samping. Efek samping asam mefenamat yang paling menonjol adalah kemampuannya
merangsang dan merusak lambung. Sebab itu, asam mefenamat sebaiknya tidak diberikan
pada pasien yang cenderung mempunyai sakit mag atau gangguan lambung lainnya. Risiko
perdarahan lambung ini akan lebih besar lagi pada peminum alkohol.
Untuk mengurangi risiko gangguan lambung, sebaiknya obat-obat yang mengandung asam
mefenamat dikonsumsi bersama makanan atau susu.
Selain dapat menyebabkan gangguan lambung (kembung, nyeri, keram, dan perdarahan
lambung), asam mefenamat juga dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, diare, mual
dan muntah bagi orang-orang yang peka. Kadang-kadang juga dapat terjadi gangguan
penglihatan dan pendengaran: penglihatan menjadi kabur dan telinga berdenging. Asam
mefenamat juga dapat menyebabkan kantuk. Karena itu, orang yang sedang mengonsumsi
asam mefenamat dilarang mengendarai kendaraan, menjalankan mesin, dan melakukan
aktivitas lain yang memerlukan kesadaran tinggi.
Jika sedang mengonsumsi asam mefenamat apalagi dalam jangka waktu cukup lama,
awasilah apakah kotoran (faeces) berubah warna menjadi kehitaman, atau terdapat
bercak-bercak darah. Demikian pula jika pasien muntah apakah terdapat darah. Jika ada,
berarti sudah terjadi perdarahan yang cukup parah di lambung. Jika sudah demikian maka
pemakaian asam mefenamat harus segera dihentikan dan segera laporkan ke dokter.
Overdosis asam mefenamat biasanya ditandai dengan mual, muntah, perdarahan lambung,
pusing, sakit kepala, diare, telinga berdenging, penglihatan kabur, berkeringat banyak,
napas melemah, kejang, dan dapat membawa kematian.
Selain tidak boleh diberikan kepada penderita gangguan lambung dan peminum alkohol,
asam mefenamat juga tidak boleh diberikan kepada orang-orang yang alergi terhadap
salah satu obat golongan NSAIDS (misalnya yang mengandung ketoprofen, naproxen,
diclofenac, fenoprofen, flurbiprofen, indomethacin, nabumetone, oxaprozin, piroxicam,
dan lain-lain), penderita gangguan jantung, ginjal, atau hati, dan penderita hipertensi
(tekanan darah tinggi).
Wanita hamil juga sebaiknya tidak mengonsumsi asam mefenamat, sebab walaupun belum
dapat dipastikan asam mefenamat dapat membahayakan janin di dalam kandungan,
beberapa obat yang satu golongan dengan asam mefenamat terbukti dapat mengganggu
perkembangan jantung janin di dalam kandungan.
Asam mefenamat juga dapat keluar bersama air susu ibu (ASI). Sebab itu, wanita menyusui
sebaiknya tidak mengonsumsi asam mefenamat, sebab akan terminum oleh bayi ketika
menyusu. Asam mefenamat sebaiknya juga tidak diberikan pada anak-anak atau pasien
usia lanjut, sebab dapat menyebabkan efek samping yang lebih parah.
Satu hal lagi mengenai obat, yang sangat penting untuk diperhatikan adalah sifat obat
yang dapat berinteraksi dengan obat lain, atau makanan yang sedang kita konsumsi. Hasil
interaksi obat ini sering kali berefek negatif, dan bahkan dapat membahayakan jiwa
pemakai.
Asam mefenamat dapat berinteraksi dan dapat menimbulkan efek negatif jika digunakan
bersama dengan obat-obat tertentu, seperti misalnya obat-obat golongan NSAIDS lainnya,
obat-obat antikoagulansia (seperti misalnya warfarin dan aspirin), siklosporin, diuretika
(peluruh air seni), obat-obat artritis dan diabetes, dan banyak obat-obat lainnya bahkan
dengan vitamin dan suplemen. Maka, jika Anda sedang mengonsumsi obat atau suplemen
makanan tertentu dan akan mengonsumsi asam mefenamat, sebaiknya konsultasikan lebih
dahulu kepada dokter atau apoteker yang bertugas di apotek.
Karena cukup banyak efek samping negatif yang dapat ditimbulkan, obat-obat yang
mengandung asam mefenamat harus dikonsumsi secara hati-hati dan tidak dalam jangka
panjang. Sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari satu minggu kecuali atas anjuran dokter.
Penting untuk Anda semua, seharusnya setiap kali kita mengonsumsi obat apa pun. Carilah
tahu tentang apa pun yang kita konsumsi. Kita dapat melakukannya dengan bertanya
langsung pada dokter atau apoteker, atau melalui buku atau media apa pun yang dapat
dipercaya. Sebab, yang paling bertanggung jawab atas kesehatan seseorang adalah
orang itu sendiri, bukan dokter atau apoteker.


Asam Mefenamat
Rating: . Direkomendasikan oleh 124 pembaca. Beri rekomendasi:





Asam Mefenamat
Indikasi:
Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit
kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot,
nyeri sehabis operasi, nyeri pada persalinan.

Kontra Indikasi:
N/A

Komposisi:
Tiap tablet salut selaput mengandung asam mefenamat 500 mg.

Dosis:
Digunakan melalui mulut (per oral), sebaiknya sewaktu makan.

Dewasa dan anak di atas 14 tahun :
Dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam.

Dismenore
500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi ataupun sakit dan dilanjutkan
selama 2-3 hari.

Menoragia
500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi dan dilanjutkan selama 5 hari atau
sampai perdarahan berhenti.

Efek samping:
Dapat terjadi gangguan saluran cerna, antara lain iritasi lambung, kolik usus, mual, muntah
dan diare, rasa mengantuk, pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, vertigo, dispepsia.

Pada penggunaan terus-menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih sehari dapat
mengakibatkan agranulositosis dan anemia hemolitik.


Kontraindikasi:
Pada penderita tukak lambung, radang usus, gangguan ginjal, asma dan hipersensitif terhadap
asam mefenamat.

Pemakaian secara hati-hati pada penderita penyakit ginjal atau hati dan peradangan saluran
cerna.


Interaksi Obat:
Obat-obat anti koagulan oral seperti warfarin; asetosal (aspirin) dan insulin.


Cara Penyimpanan:
Simpan di tempat sejuk dan kering.

Kemasan:
Kotak isi 100

Jenis: Tablet

Produsen: PT Indofarma


Untuk meredakan gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin
yang disertai batuk.
Rp. 1.239


Deskripsi
Review
DESKRIPSI
Mengandung : Paracetamol 500 mg, Phenylpropanolamine HCl 15 mg,
dextromethorphan HBr 10 mg.
INDIKASI
Untuk meredakan gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan
bersin-bersin yang disertai batuk.
KEMASAN
Kaplet 4 biji
DOSIS
- Dewasa : 3 kali sehari 1 kaplet.
- Anak-anak usia 6-12 tahun : 3 kali sehari setengah kaplet.
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
PABRIK
Tempo Scan Pacific/Bode
Bodrex Migra
Pada Bodrex migra Tiap kaplet mengandung, Parasetamol 350 mg,
Propifenazon 150 mg, Kofein 50 mg. Propifenazon dan paracetamol merupakan kombinasi
analgetik yang ampuh meringankan rasa sakit kepala.
Bodrex Extra

Setiap tablet bodrex extra mengandung 350 mg parasetamol yang dikombinasikan dengan
200 mg ibuprofen dan 50 mg kafein. Bodrex extra adalah merek obat yang memposisikan
diri sebagai obat untuk meredakan sakit kepala. Namun, dengan adanya kombinasi dengan
ibuprofen yang merupakan obat golongan NSAID (anti radang non-steroid), maka cakupan
pemakaian bodrex ekstra menjadi sebagai analgetik (pereda sakit), antipiretik (pereda
demam) juga efektif sebagai anti radang, misalnya untuk radang pada nyeri gigi dan nyeri
reumatik. Kombinasi dengan kafein memberikan efek meredakan nyeri kepala tegang otot.
Bodrex Flu dan Batuk

Bodrex Flu dan Batuk mengandung Paracetamol 500 mg, pseudoephedrine HCl 30 mg,
glyceryl guaiacolate 50 mg, bromhexine HCl 8 mg sehingga mampu meredakan gejala flu
seperti demam, hidung tersumbat, bersin-bersin yang disertai dengan batuk berdahak.
Bodrex Demam

Tiap tablet lapis dua mengandung Parasetamol 600 mg, Kofein 50 mg. Kandungan
Parasetamol yang bekerja sebagai analgesik dapat meredakan sakit kepala, sakit gigi.
Parasetamol juga bekerja sebagai antipiretik untuk menurunkan demam.

OBAT FLU


PROCOLD
Tiap Kaplet
Mengandung
Parasetamol 500 mg
Pseudoefedrin HCL 30 mg
Klorfeniramin Maleat 2 mg
Aturan
Pemakaian
Dewasa 3-4 x sehari 1 Kaplet
Anak 6-12 tahun 3-4 x sehari 0.5 Kaplet
Cara kerja
obat
Bekerja sebagai analgesik-antipiretik,
antihistamin, dan dekongestan hidung
Indikasi
Meringankan gejala flu seperti demam, sakit
kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin.
Kontra
Indikasi
Penderita dengan gangguan fungsi hati yang
berat
Penderita hipersensitif terhadap komponen obat
Efek
Samping
Mengantuk, gangguan pencernaan, sakit kepala,
insomnia, gelisah, eksitasi, tremor, takikardi,
aritmia ventrikel, mulut kering, palpitasi, sulit
berkemih.
Penggunaan dosis besar dan jangka panjang
menyebabkan kerusakan hati.
Perhatian
dan
Peringatan
Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka
terhadap obat simpatomimetik lain (misal
efedrin, propanotamin, fenilefrin), penderita
tekanan darah tinggi berat, dan yang mendapat
terapi obt antidepresan tipe penghambat
Monoamin Oksidase (MAO).
Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan
Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan
darah tinggi atau yang mempunyai potensi
tekanan darah tinggi atau stroke, seperti pada
penderita dengan derat badan berlebih (over
weight) atau pendertia lanjut usia.
Bila dalam 3 hari gejala flu tidak berkurang
segera hubungi dokter atau unit pelayanan
kesehatan.
Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah
tidur, jantung berdebar dan pusing.
Hati-hati penggunaan pada penderita dengan
gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma,
hipertrofi prostat, hipertiroid, gangguan jantung
dan diabetes melitus.
Tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah 6
tahun, wanita hamil dan menyusul kecuali atas
petunjuk dokter.
Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi
alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan
hati.
Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai
kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-
obat lain yang menekan susunan saraf pusat.
Interaksi
Obat
Penggunaan bersama antidepresan tipe
penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis
hipertensi.
Simpan obat ini ditempat yang bersuhu dibawah 30C
Diproduksi oleh: PT Kalbe Farma Tbk., Bekasi - Indonesia
Panadol adalah obat jenis parasetamol yang di-produksi oleh GlaxoSmithKline (GSK) di
tahun 1955. Parasetamol adalah jenis obat untuk meringankan sakit kepala, demam dan pegal
ringan. Awalnya dikenalkan di suatu rumah sakit di Inggris sebelum akhirnya dijual bebas ke
pasaran sebagai obat bebas. Panadol mempunyai manfaat untuk meringankan rasa sakit,
seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit otot, dan menurunkan demam yang menyertai
flu/influensa dan demam .

Panadol biru merupakan parasetamol dengan dosis 500 mg, aman dikonsumsi jika menderita
demam atau sakit kepala. Namun, jika demam dan sakit kepala tidak kunjung reda dalam 2
atau 3 hari, disarankan untuk menemui dokter. Dokter biasanya juga menyarankan Panadol
untuk meredakan demam dan sakit kepala yang diderita.
Hati-hati dalam mengkonsumsi Panadol, karena parasetamol dapat menyebabkan ketagihan.
Beberapa kasus medis di sejumlah negara ditemukan orang-orang yang ketagihan obat pereda
sakit kepala. Mereka mengaku saat stress melanda selalu mengkonsumsi obat tersebut. Jika
terlalu sering mengkonsumsi, akan merusak fungsi ginjal. Di dalam kemasan Panadol juga
dituli peringatan sebagai berikut:
- Penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.
- Hati-hati pemberian obat ini pada penderita penyakit ginjal.
- Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan
resiko kerusakan fungsi hati.
Efek Samping
Efek samping mengkonsumsi Panadol berbeda di tiap orang, namun dalam kemasannya
tertera dapat menyebabkan hipersensitifitas. Hipersensitifitas adalah alergi, dapat terjadi
alergi di kulit yang menimbulkan bercak kemerahan atau gatal-gatal.
Panadol Biru Untuk Ibu Hamil
Dokter kandungan menyarankan Panadol Biru untuk ibu hamil yang menderita demam atau
sakit kepala. Namun ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi dengan resep dan saran dokter. Dan
tidak disarankan mengkonsumsinya berlebihan. Sakit kepala pada ibu hamil adalah gejala
yang biasa terjadi karena perubahan hormon. Sakit kepala ini bisa diatasi tanpa harus
mengkonsumsi obat-obatan, yaitu dengan istirahat, mengkompres daerah yang sakit dengat
handuk hangat, dan pijatan.
Kemasan Panadol Biru
Kemasannya berbentuk persegi panjang dengan 10 butir tablet di sekelilingnya, ada 4 di
bagian atas dan bawah dan 1 tablet di sisi kanan dan 1 di sisi kiri. Di bagian tengah terdapat
logo berwarna merah.
Harga Panadol
Harga di Jakarta dan pulau Jawa per Desember 2012 adalah sekitar 4,900 5,300 rupiah
Aturan Pakai
Panadol untuk konsumsi dewasa adalah sehari 3-4 kali, dengan pemakaian maksimal 8 tablet
per hari. Namun lebih baik dengan saran dokter.
Produksi
GlaxoSmithKline
PT Sterling Products Indonesia
Bogor, Indonesia.
Panadol Merah Tablet
Panadol


nama dagang terdaftar Analgesik - Antipiretik Untuk meredakan rasa sakit dan demam

CARA KERJA :


Efek analgesik dan antipiretik parasetamol sama dengan golongan salisilat. Khasiat analgesik
parasetamol timbul karena efek depresi selektif tertiadap alat persepsi rasa sakit pada taiamus dan
hipotalamus di susunan saraf pusat. Parasetamol menurunkan suhu badan melalui efek langsung
tertiadap pusat-pusat pengatur suhu di susunan saraf pusat, memperbanyak pengeluaran panas
badan dengan meningkatkan peredaran darah tepi/perifer dan berkeringat.

INDIKASI :



Untuk meringankan rasa sakit, seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit otot, dan menurunkan demam
yang menyertai flu/influensa dan demam sesudah vaksinasi.





KONTRA INDIKASI:



Pada penderita yang hipersensitif terhadap parasetamol, dan penderita dengan gangguan fungsi hati
yang berat.



PERHATIAN :
- Bila rasa sakit bertahan lebih dari 5 hari, dan demam tidak menurun selama 2 hari, atau
bila ada kemerahan pada kulit, segera hubungi dokter.
- Penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.
- Hati-hati pemberian obat ini pada penderita penyakit ginjal.
- Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan
resiko kerusakan fungsi hati.
- Tidak dianjurkan penggunaan secara bersamaan dengan obat lain yang mengandung
parasetamol.


EFEK SAMPING:
Penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati. Efek samping yang
lain yaitu reaksi hipersensitifitas.



KEMASAN,DOSIS DAN ATURAN PAKAI:
1. Panadol Kaplet


Setiap kaplet mengandung 500 mg parasetamol
Dus berisi:
10 blister x 10 kaplet, No. Reg. DBL 9624502804A1
30 blister x 4 kaplet, No. Reg. DBL 9624502804A1
10 blister x 2 kaplet, No. Reg. DBL 96245028O4A1



DOSIS & ATURAN PAKAI:
Dewasa 1-2 kaplet, 3-4 kali sehari. Tidak melebihi 8 kaplet dalam 24 jam.
Anak-anak 7-12 tahun, Vi - 1 kaplet, 3 - 4 kali sehari.



Tidak melebihi 4 kaplet dalam 24 jam. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan, atau
menurut aturan dokter.

2. Panadol Tablet Kunyah (untuk anak-anak)


Setiap tablet kunyah mengandung 120 mg parasetamol

Dus berisi:
2 blister x 10 tablet kunyah, No. Reg. DBL0124501963B1
1 blister x 10 tablet kunyah, No. Reg.DBL0124501963B1
1 blister x 4 tablet kunyah, No. Reg. DBL0124501963B1


DOSIS DAN ATURAN PAKAI :


Dibawah 2 tahun sesuai petunjuk dokter.
2-5 tahun 1-2 tablet, 3-4 kali sehari
6-12 tahun
2-4 tablet, 3-4 kali sehari Tablet ini boleh dikunyah, atau
dihancurkan dengan air atau jus buah-buahan,terutama untuk
anak-anak 6 tahun kebawah.



Panadol tablet kunyah diproduksi oleh PT Glaxo Wellcome Indonesia, Jakarta, untuk PT
Sterling Products Indonesia, Bogor,Indonesia.

3. Panadol Syrup (untuk anak-anak)


Setiap sendok takar (5mL) mengandung parasetamol 160 mg.
Dus berisi botol dengan isi bersih 60 mL & 30 mL. No. Reg. DBL 7624501537A1


DOSIS & ATURAN PAKAI :
0-3 bulan 1/4 sendok takar
4-11 bulan 1/4 sendok takar
12-23 bulan % sendok takar
2-3 tahun 1 sendok takar
4-5 tahun 1 sendok takar
6-8 tahun 2 sendok takar
9-10 tahun 2 sendok takar
11-12 tahun 3 sendok takar



Dosis 4-5 kali sehari, dapat diulang setiap 4 jam. Tidak melebihi 5 kali selama 24 jam.
Pemberian untuk anak-anak dibawah 2 tahun atas petunjuk dokter. Boleh diberikan
langsung atau dicampur dengan air/sari buah.

4. Panadol Drops (untuk bayi)


Setiap 0,8mL mengandung parasetamol 80mg. Dus berisi botol dengan isi bersih 15mL,
No. Reg. DBL 8324500136A1


Dibawah 3 bulan sesuai anjuran dokter.3 - 9 bulan 0,8 mL 10-24 bulan 1,2 mL 2-3 tahun
1,6 mLPanadol Drops dapat diteteskan langsung di lidah bayi dengan alat tetes, atau
campurkan dengan air/sari buah.


Dosis : 3 - 4 kali sehari, atau dapat diulang setiap 4 jam. Tidak melebihi 5 kali selama 24
jam. Pemberian untuk anak-anak dibawah 2 tahun atas petunjuk dokter.

Diproduksi oleh .
PT Sterling Products Indonesia
Bogor, Indonesia.

GlaxoSmithKline
Panadol is a registered trademark of the GlaxoSmithKline group of companies

SIMPAN DALAM WADAH TERTUTUP RAPAT,
DI TEMPAT YANG KERING DAN DIBAWAH 30C.
JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.
C251202 0407 KN