Anda di halaman 1dari 24

Ns. Gresty Masi, S.

Kep
Review Anatomi
Sistem pernapasan.
Jalan napas atas
Hidung, sinus, faring,
dan laring.
Jalan napas Bawah
Trachea, Bronkus dan
percabangannya.
Unit Pertukaran Gas
terdiri atas bagian distal
bronkus terminal
(bronkiolus respiratori,
duktus alveolaris, sakus
alveolaris, dan alveoli.
(asinus).
Review Fisiologi Sistem
pernapasan.
Pada orang normal,
udara Masuk kedalam
paru melalui lubang
hidung (nares
anterior) dan
kemudian masuk
kerongga hidung.
1. Penyaring
2. Pelembab
3. Penghangat Udara
yang dihirup
*Hidung dilapisi dengan membran mukosa yang
mengandung banyak vaskular Mukosa hidung utk
melembabkan dan menghangatkan, dan bulu2 sebagai penyaring
Adalah rongga dalam tengkorak yang
terletak didekat hidung dan mata.
Terdapat empat sinus, yaitu Frontalis,
etmoidalis, sfenoidalis, maksilaris.

FUNGSINYA.
Memperigan tulang tengkorak, memproduksi
mukosa serosa yg dialirkan ke hidung, dan
menimbulkan resonansi suara sehingga memberi
karakteristik suara yg berbeda pada tiap individu.
Faring atau tenggorok adalah rongga yang
menghubungkan antara hidung dan rongga mulut
ke laring.
Terdapat tiga area, yaitu
nasal Nasofaring
oral Orofaring
laring Laringofaring
Fungsi :
Sebagai tempat lewatnya udara menuju paru atau
lewatnya makanan menuju lambung.
Merupakan unit organ terakhir pada jalan napas atas.
Laring sering disebut juga sebagai kotak suara krn
pita suara terdapat disini. Pada laring juga terdapat
tiroid, tulang krikoid, dan kartilago aritenoid.

Fungsi :
memisahkan makanan dan udara, fonasi (menghasilkan
suara), dan inisiasi timbulnya batuk dari saluran napas
bagian atas.
Trakea disebut juga pipa udara, merupakan
organ silinder sepanjang sekitar 10-12cm (pada
dewasa) dan berdiameter 1,5-2,5 cm, terletak
di garis tengah leher dan pada garis tengah
sternum.

Fungsi :
Melembabkan udara, menghangatkan udara
Its
MeLung
Adalah dua organ yang terletak didalam thoraks
Diantara paru2 terdapat mediastinum, yang
terdapat jantung dan pembulu darah besar, trachea
dan esofagus
Paru paru terbagi menjadi lobus lobus
Kiri : 2 lobus (lobus inferior dan
superior)
Kanan : 3 Lobus (lobus atas, tengah
dan bawah)

Paru dilapisi oleh membran halus, licin yaitu
pleura.
Pleura parietalis melapisi
thoraks
Pleura viseralis melapisi
paru-paru
antara kedua pleura ini terdapat ruang yang
disebut Spacium pleura yang mengandung
sejumlah kecil cairan yang melicinkan
permukaan saat bergesekan.
Percabangan bronchial
atau disebut juga
pohon bronchial, yang
menghubungkan jalan
napas atas hingga
unit asinus.
Bronkus dilapisi oleh
epitel bersilia.
Bronkus : terdapat dalam lobus paru.
Meliputi Bronkus Lobaris (3 paru kanan, 2
kiri)

Bronkus segmental (10 kanan, 8 kiri)

Bronkus subsegmental (mengandung
banyak jaringan ikat yg memiliki arteri,
limfatik dan saraf)

Bronkiolus -> bronkiolus terminalis (ada
kelenjar lendir dan silia)

Bronkiolus respiratori ->duktus alveolar
dan sakus alveolar-> Alveoli (tempat
pertukaran gas)

ALVEOLI paru terbentuk oleh sekitar 300 juta
alveoli.

Terdapat 3 jenis sel alveolar..
1. Tipe I Sel epitel yg membentuk dinding
alveolar.
2. Tipe II Sel yang aktif secara metabolik dan
menghasilkan surfaktan (fosfolipid yang
melapisi permukaan dan mencegah alveolar
agar tidak kolaps).
3. Tipe III makrofag yg merupakan sel fagosit yg
besar dan memakan benda asing (cont. lendir,
bakteri) sebagai mekanisme pertahanan yang
penting.

Struktur yang paling
penting dalam
pertukaran gas adalah
alveoli.

MEKANISME VENTILASI.
Faktor fisik yang mengatur aliran udara masuk
dan keluar paru-paru secara bersamaan.
1. Varians tekanan Udara
2. Resistensi jalan udara
3. Kompliens
4. Fungsi Paru

Paru mendapatkan suplai darah dari sirkulasi
pulmonal dan sirkulasi bronchial.

Darah dipompakan dari ventrikel kanan ke paru
melalui arteri pulmonal.

Dari paru yg sudah kaya akan O2, darah
dipompakan ke atrium kiri melalui vena pulmonal,
paru dan selanjutnya di pompakan ke seluruh
tubuh.

Volume oksigen secara fisik terlarut dalam
plasma secara beragam dengan PaO2.
makin tinggi PaO2, makin besar jumlah
oksigen terlarut.
PaO2 normal = 80-100mmHg
saturasi 95%-98%
jika krng dari itu, tidak ada cadangan O2
untuk jaringan.
Perkembangan
Setiap orang akan berbeda tingkat
pernapasannya.
Gaya Hidup
Status Kesehatan
Obat-Obatan
Lingkungan
NextLesson
Nursing Assesment for respiratory sistem


Smeltzer, Suzanne C, Buku ajar keperawatan
medikal bedah, edisi 8, EGC, Jakarta 2001.
Anas tamsuri, klien gangguan pernapasan :
seri asuhan keperawatan, EGC, Jakarta, 2008.
Patofisiologi