Anda di halaman 1dari 1

PENDAHULUAN

Saliva merupakan cairan biologis yang kompleks dan dinamis, yang memiliki berbagai
fungsi dan memegang peranan penting dalam rongga mulut (ts1). Saliva merupakan salah satu
dari cairang di rongga mulut yang diproduksi dan diekskresikan oleh kelenjar saliva dan
dialirkan kedalam rongga mulut melalui suatu saluran. Saliva diproduksi oleh berbagai kelenjar
saliva, terutama tiga kelenjar mayor yakni kelenjar parotis, submandibularis, dan sublingualis
dan beberapa kelenjar minor. Saliva terdiri atas 99% air dengan mineral, mukus, elektrolit, asam
nukleat, dan protein seperti enzim, faktor-faktor pertumbuhan, sitokin, immunoglobulin, dan
glikoprotein
Fungsi saliva diantaranya sebagai lubriakan untuk berbicara, pengunyahan makanan, dan
perlindungan dari mikroorganisme.. Saliva merupakan filtrasi darah yang mencerminkan kondisi
fisiologis dari tubuh, sehingga dapat digunakan sebagai monitor status klinis dan prediksi
penyakit sistemik. Berdasarkan beberapa penelitian yang ada, saliva dapat digunakan sebagai
cairan diagnostik untuk mendeteksi berbagai penyakit kardiovaskular, ginjal, autoimun, infeksi
bakteri dan virus, dan kanker (s2)
Saliva sebagai cairan diagnostik memiliki keuntungan yang signifikan bila dibandingkan dengan
darah, (s2). Saliva dapat dikumpulkan dengan mudah , biaya yang yang dihunakan terjangkau.
Tidak seperti darah yang harus difiltrasi terlebih dulu untuk mendapatkan serum darah , saliva
tidak tidak memerlukan proses tersebut sehingga saliva merupakan cairan diagnostic yang ideal
bila ditinjau dari alat uji coba, pada orang yang takut pada jarum suntik dapat diambil sample
saliva saja, dan pengumpulan smple saliva memiliki resiko minimal bahkan hamper tidak ada
terhadap kemungkinan infeksi HIV, hepatitis B dan C. Pada makalah ini akan dibahas mengenai
peran saliva sebagai cairan diagnostik pada penyakit kanker payudara

.