Anda di halaman 1dari 18

FISIKA FARMASI II

LARUTAN DAPAR
DAN
LARUTAN ISOTONIS
LARUTAN DAPAR ;
ADALAH KOMBINASI ASAM LEMAH DG BASA KONYUGASINYA,
ATAU BASA LEMAH DENGAN ASAM KONYUGASINYA

MISAL DAPAR ASAM ACETAT DG Na-ACETAT, MEKANISMENYA
ADALAH BILA DITAMBAH ASAM, MAKA AKAN BEREAKSI DG BASA
KONYUGAT, SEDANGKAN BILA DITAMBAH BASA, MAKA BEREAKSI
DG ASAM ;
REAKSI ;
Ac
-
+ H
3
O
+
HAc + H
2
O

HAc + OH
-
H
2
O + Ac
-

PERSAMAAN DAPAR UNTUK ASAM LEMAH DAN GARAMNYA;
pH ASAM LEMAH ------ pH = pKa log C.
HENDERSON-HASSELBACH ;
pH DAPAR ----------- pH = pKa + log Cg/Ca.

PERSAMAAN DAPAR UNTUK BASA LEMAH DAN GARAMNYA ;
pOH = pKb + log Cg/Cb ----- pH = pKw pKb + log Cb/Cg

PERSAMAAN DAPAR TERKOREKSI DG KOEFISIEN AKTIFITAS ;
RUMUS MENJADI ;
pH = pKa + log Cg/Ca + log
g

g
= KOEF. AKTIFITAS

BERDASARKAN DEBYE-HUCKEL,
MAKA RUMUS DIATAS MENJADI ;
pH = pKa + log Cg/Ca +

UNTUK DAPAR BERBASA BANYAK MENJADI ;
pH = pKa + log Cg/Ca +





u
u
r

1
5 , 0
log
u
u O

1
5 ,
u
u n A

1
) 1 2 (
CONTOH SOAL ;
SUATU LARUTAN DAPAR MENGANDUNG 0,05 MOL PERLITER
ASAM FORMIAT DAN 0,1 Na-FORMIAT, pKa =3,75, KEKUATAN ION
LAR. TSB = 0,1, HITUNGLAH pH DAPAR TANPA TERKOREKSI, DAN
DG TERKOREKSI.

FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI pH ;
1. PENAMBAHAN GARAM ; MENGUBAH KEKUATAN ION, DG
SENDIRINYA AKAN MERUBAH pH LARUTAN.
2. PENGENCERAN ; DAPAT MENGUBAH KOEFISIEN KEAKTIFAN,
SEKALIGUS AIR DPT BERTINDAK SBG ASAM LEMAH/BASA LMH
BATES MENYATAKAN PEGENCERAN LAR. HINGGA +/- 50%
DARI KEKUATAN SEMULA AKAN MENGUBAH pH. PERUBAHAN
pH DAPAT DILIHAT PADA TABEL BERIKUT ;
3. TEMPERATUR ; KOLTHOFF DAN TEKELENBURG
MEMBUKTIKAN BAHWA DAPAR ACETAT AKN NAIK pH DG NAIK
TEMPERATUR, SEDANGKAN DAPAR BORAX AKAN TURUN pH
DG NAIKNYA TEMPERATUR.
PERUBAHAN LARUTAN DAPAR NBS PD PENGENCERAN DGN
VOLUME YANG SAMA.

KOMPOSISI pH
NILAI
PENGENCERAN
KAPASITAS
DAPAR ()
KALIUN TETRA
OKSALAT 0,05 M
1,68 + 0,19 0,070
K-H-PTHALAT 0,05 M
4,01 + 0,05 0,016
K-DIHIDROGEN
POSFAT DAN DI Na-
H-POSFAT
ANHIDRAT 0,025 M
6,86 + 0,08 0,029
BORAX, 0,02 M
9,18 + 0,01 0,020
OBAT-OBAT YG DAPAT SEBAGAI DAPAR ;

LARUTAN OBAT YANG MERUPAKAN ELEKTROLIT LEMAH DAPAT
BEKERJA SEBAGAI DAPAR, SEBAGAI CONTOH ;
1. LAR. ASAM SALISILAT DLM BOTOL KACA LUNAK, DIPENGARUHI
OLEH KEBEBASAN LOGAM DARI WADAH, DIMANA ION Na AKAN
BEREKASI DG. ASAM SALISILAT MENJADI Na-SALISILAT, SHG
DG ASAM SALISILAT AKAN MENJADI DAPAR.
2. LARUTAN EFEDRIN BASA, DITAMBAH SEDIKIT ASAM AKAN
TERBENTUK EFEDRIN HCl, DG EFEDRIN MENJADI DAPAR.

SEKALIPUN DEMIKIAN DAPAR YG TERJADI ADALAH SANGAT LMH
SEHINGGA DGN CO2 DAN PELEPASAN LOGAM DR WADAH TETAP
BELUM BISA MEMPERTAHANKAN pH, SEHINGGA MASIH PERLU
DITAMBAHKAN DAPAR DARI LUAR.
INDIKATOR pH
INDIKATOR ASAM-BASA, PERUB. WARNANYA DPT DIJELASKAN
DG DAPAR ;
Hind + H2O H3O
+
+ Ind
-

(Asam 1) (Basa 1) (Asam 2) (Basa 2)

PERSAMAAN ;

HInd = BNTK ASAM, MEMBERIKAN WARNA ASAM, Ind = BTK BASA,
MEMBERIKAN WARNA BASA.
DARI RUMUS DIATAS ; pH = pH
ind
+ log Cb/Ca.
PERUBAHAN WARNA TERJADI BILA Cb : Ca = 1 : 10
INDIKATOR EFEKTIF ADALAH ; pH = pK
IND
+/- 1
APABILA INDIKATOR DIKOMBINASIKAN, DAPAT MENJADI
INDIKATOR UNIVERSAL .


Kind
HInd
Ind O H

) (
) )( 3 (
) (
) (
) (
3
Ind
Hind
Kind O H

KAPASITAS DAPAR/EFISIENSI DAPAR/INDEX DAPAR ;


ADALAH BESARNYA PENAHANAN PERUBAHAN pH OLEH DAPAR,
ATAU PERBANDINGAN PERTAMBAHAN BASA KUAT/ASAM KUAT
DG SDKT PERUBAHAN PH YANG TERJADI KRN PENAMBAHAN TSB
= B/pH
DIMANA = KAPASITAS DAPAR, B = PERUBAHAN BASA, pH =
PERUBAHAN Ph
HAc + NaOH NaAc + H2O
(0,1 0,01) (0,01) (0,1 + 0,01)

pH = pKa + log (Cg+Cb)/(Ca-Cb)
PH = 4,76 + log (0,1 + 0)/(0,1 0) = 4,76

PERSAMAAN KAPASITAS DAPAR VAN SLYKE ;
=
2
3
3
)) ( (
) (
3 , 2

O H K
O H K
Cx
a
a
CONTOH SOAL ;
PADA KONSENTRASI ION HIDROGEN SEBESAR 1,75 x 10
-5
(pH =
4,76), BERAPA KAPASITAS DAPAR YG MENGANDUNG 0,1 mol/liter
ASAM ACETAT ? KONSENTRASI TOTAL C = (ASAM) + (GARAM) =
0,2 mol/L, TETAPAN DISOSIASI = 1,75 x 10
-5


PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP KAPASITAS DAPAR ;
KAPASITAS DAPAR DIPENGARUHI OLEH PERUBAHAN pH , SDG
PERUBAHAN pH DIENGARUI OLEH Ca DAN Cg SBB ;


KAPASITAS DAPAR MAKSIMUM ;
RUMUS VAN SLYKE ; = 2,3 C x {Ka(H
3
O
+
}/{Ka + (H
3
O
+
)}
2

DAPAR MAKSIMUM BILA pH = pKa ------ H
3
O
+
= Ka
RUMUS VAN SLYKE MENJADI ;
MAK
= 2,3C x (H
3
O
+
)
2
/{2 (H
3
O
+
)}
2



pH = pKa + log (Cg+Cb)/(Ca-Cb) = B/pH

MAK
= 2,303/4 x C = 0,576C
CONTOH SOAL ;
BERAPAKAH KAPASITAS MAKSIMUM DARI DAPAR ACETAT DGN
KONSENTRASI TOTAL SEBESAR 0,02 mol/liter.

BERBAGAI DAPAR DALAM SISTEM FARMASI DAN BIOLOGI ;
SISTEM DAPAR BIOLOGIS IN VIVO;
1. DARAH ; pH DARAH SELALU = 7,4
1.1 DAPAR PRIMER DLM PLASMA ; (ASAM KARBONAT + Na-
BIKARBONAT), (GARAM Na-ASAM/BASA DARI ASAM POSFAT)
PROTEIN PLASMA SEBAGAI ASAM DAN GARAMNYA).
1.2 DAPAR SEKUNDER PD ERITROSIT (HB DGN OXI-HB DAN
GARAM ASAM/BASA DG ASAM POSFAT)
2. CAIRAN LACRIMAL ; pH = 7,4
ASAM KARONAT DG Na-KARBONAT. SAKIT PD UMUNYA KRN
TERJADI PENGENCERAN.
DAPAR DALAM BIDANG FARMASI ;
PADA UMUMNYA LARUTAN DAPAR UNTUK FARMASI ADALAH UTK
OBAT MATA. SECARA TEORI DAPAR DLM FARMASI SBB ;
1. GIFFORD ; DAPAR YG MENGANDUNG ASAM BORAT, ATAU YG
MENGANDUNG Na-H-CARBONAT --- pH ; 5 - 9
2. SORENSEN ; GARAM Na-POSFAT, DI + NaCl UTK ISOTONIS .----
pH ; 6 - 8
3. PALITZCH , HIND & GOYAN ; ASAM BORAT + Na-BORAT, DAN
NaCl UTK ISOTONIS. pH ; 7 - 9
4. CLARK & LUBS ;
4.1 HCl DAN KCl ; pH 1,2 2,3
4.2 HCl DAN K-H-PTHALAT ; pH 2,2 4,0
4.3 NaOH DAN K-H-PTHALAT ; pH 4,2 5,8
4.4 NaOH DAN KH2PO4 ; pH 5,8 8,0
4.5 ASAM BORAT, NaOH DAN KCl ; pH 8,0 10,0

LARUTAN DAPAR ISOTONIS ;

DISAMPING pH, FAKTOR ISOTONIS MENJADI FAKTOR PENTING PD
PEMBUATAN OBAT, KHUSUSNYA OBAT MATA DAN PARENTERAL ;
DALAM DARAH ;
-. TERJADI CRENATED/MENGERUT/MENGECIL BILA HIPERTONIS.
-. TERJADI HEMOLISIS/SEL DARAH PECAH BILA HYPOTONIS.

APABILA 2 CAIRAN DIBANDINGKAN TONISITASNYA ;
1. TONISITAS LAR. 1 < LAR. 2, DISEBUT HIPOTONIS.
2. TONISITAS LAR. 1 = LAR. 2, DISEBUT ISOTONIS.
3. TONISITAS LAR. 1 > LAR. 2. DISEBUT HIPERTONIS.

RUMUS TONISITAS ; = RTm.

PERHITUNGAN TONISITAS DG Liso ;
RUMUS PENURUNAN TITIK BEKU ; Tb = Kf x m x i
BILA L = i x Kf ---- MAKA Tb = L x m ---- L = Tb/m
UNTUK LARUTAN NaCl 0,9% (ISOTONIS) ---- Liso = Tb/m
BILA ; Tb NaCl 0,9% (ISOTONIS) = 0,52 , DAN m = 0,154
MAKA Liso = 0,52/0,154 = 3,4

TIPE Liso CONTOH
NON-ELEKTROLIT 1,9 SUKROSE, GLISERIN, UREA,CAMPHON
ELEKTROLIT LEMAH 2,0 ASAM BORAT, FENOBARBITAL, EFEDRIN
ELEKTROLIT BI-BI VALEN 2,0 Mg-SULFAT, Zn-SULFAT
ELEKTROLIT UNI-UNI VALEN 3,4 NaCl, KOKAIN HCl, Na-FENOBARBITAL
ELEKTROLIT UNI-BI VALEN 4,3 Na-SULFAT, ATROPIN-SULFAT.
ELEKTROLIT BI-UNI VALEN 4,8 CaCL2, ZnCl2
ELEKTROLIT UNI-TRI VALEN 5,2 Na-CITRAT, Na-POSFAT
ELEKTROLIT TRI-UNI VALEN 6,0 AlCl3, FeCl3
ELEKTROLI BORAX 7,6 Na-TETRABORAT, K-BORAT
NILAI Liso RATA-RATA BERBAGAI TIPE ION
PERHITUNGAN UNTUK ISOTONIS DENGAN 2 CARA ;

1. BERDASARKAN PENURUNAN TITIK BEKU 1% BAHAN.
PERHITUNGAN PENURUNAN TITIK BEKU SBB ;
Tb = Liso x m UTK 1 %
m = W/M x 1000/V Tb = Liso x 1/M x 1000/100

2. BERDASARKAN EKIVALENSI DG LAR. Na-Cl 1%.
MENGGUNAKAN RUMUS ; E = 17 Liso/M

DAFTAR PERHITUNGAN Tb DAN E MASING-MASING BAHN DAPAT
DILIHAT PADA DAFTAR.
METODE PENGATURAN ISOTONIS ;
1. METODE KRIOSKOPIK BERDASARKN PENURUNAN TTK BEKU
CARA ;
1.1 HITUNG Tb LARUTAN YG ADA.
1.2 HITUNG Tb YG BLM ISOTONIS = 0,52 - Tb HASIL 1.1.
1.3 HITUNG PENAMBAHAN BAHAN UTK ISOTONIS DARI 1.2
PENAMBAHAN BAHAN (X) = Tb 1.2/ Tb DAFTAR x 1%.

2. METODE F.I BERDASAR PENURUNAN TITIK BEKU ;
B = (0,52 b
1
C) / b
2

3. METODE MELLEN & SELTZER ---- DASAR EKIVALENSI DG NaCl
Eiso = WxE

4. METODE WHITE-VINCENT ; ----- DASAR EKIVALENSI DG NaCl
V = WxEx111,1