Anda di halaman 1dari 20

Judul Praktikum : Pengukuran Daya Hantar Listrik pada Larutan dengan

Menggunakan Konduktometer
Tanggal praktikum : 03 Mei 2012
Dosen Pembimbing : Harita N Chamidy, LRSC
I. Dasar Teori:
Daya hantar listrik adalah ukuran seberapa kuat suatu larutan dapat menghantarkan listrik.
Daya hantar listrik merupakan kebalikan dari hambatan listrik (R),
R = l/A
Suatu hambatan dinyatakan dalam ohm () , adalah tahanan spesifik atau resistivitas
dalam ohm cm (satuan SI, ohm m), l adalah panjang dalam cm, dan A luas penampang
lintang dalam cm2. Oleh karena itu daya hantar listrik dinyatakan,
K = 1/
Daya hantar listrik disebut Konduktivitas. Satuannya disingkat -1cm-1. Konduktivitas
digunakan untuk pengukuran larutan / cairan elektrolit. Konsentrasi elektrolit sangat
menentukan besarnya konduktivitas.
Energi listrik dapat di transfer melalui materi berupa hantaran yang bermuatan listrik yang
berwujud arus listrik. Ini berarti bahwa hars terdapat pembawa muatan listrik di dalam
materi serta adanya gaya yang menggerakkan pembawa muatan tersebut.
Pembawa muatan dapat berupa elektron seperti logam, dapat pula berwujud ion positif dan
ion negative seperti dalam larutan elektrolit dan lelehan garam. Pembawa muatan yang
berwujud logam disebut elektrolit atau metalik, sedangkan pembawa muatan yang berupa
larutan disebut ionic atau elektrolit. Gaya listrik yang membuat muatan bergerak biasanya
berasal dari baterai, generator atau sumber energy listrik yang lain.
Perpindahan muatan listrik dapat terjadi bila terdapat beda potensial antara satu tempat
terhadap yang lain, dan arus listrik akan mengalir dari tempat yang meiliki potensial tinggi
ke tempat potensial rendah. Didalam suatu larutan, terjadinya arus listrik dikarenakan
adanya ion yang bergerak.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan ion adalah: Berat dan muatan ion
Adanya hidrasi Orientasi, atmosfer pelarut, Gaya tarik antar ion, Temperatur, Viskositas
Jika larutan diencerkan maka untuk elektrolit lemah -nya semakin besar dan untuk
elektrolit kuat gaya tarik antar ion semakin kecil. Pada pengenceran tidak terhingga, daya
hantar ekivalent elektrolit hanya tergantung pada jenis ionnya. Masing-masing ion
mempunyai daya hantar ekivalent yang tergantung pada Jumlah ion yang ada
Kecepatan ion pada beda potensial antara kedua elektroda yang ada
Jumlah ion yang ada tergantung dari jenis elektrolit (kuat/lemah) dan konsentrasi
selanjutnya pengenceran baik untuk elektrolit lemah/kuat memperbesar daya hantar dan
mencapai harga maksimum pada pengenceran tak berhingga. Penghantar logam disebut
penghantar kelas utama, dalam penghantar ini listrik mengalir sebagai electron. Tekanan
dari penghantar ini bertambah dengan naiknya temperatur. Larutan elektrolit juga dapat
menghantarkan listrik, penghantar ini disebut penghantar kedua. Dalam penghantar ini
disebabkan oleh gerakan dari ion-ion kutub satu ke kutub lainnya. Berbeda dengan
penghantar logam, penghantar elektrolit tahanannya berkurang bila temperatur naik.
Pengukuran daya hantar listrik mempunyai arti penting dalam proses-proses kimia. Pada
pembuatan aquades, efisiensi dari penghilang zat terlarut yang berupa garam-garam dapat
diikuti dengan mudah dengan cara mengukur daya hantar larutan. Derajat ionisasi elektrolit
lemah dapat ditentukan dengan pengukuran daya hantarnya. Seperti diketahui, daya hantar
berbanding lurus dengan jumlah ion yang ada dalam larutan.
Daya Hantar Listrik Suatu Larutan
Daya hantar ini bergantung pada jenis dan konsentrasi lain yang ada di dalam larutan.
Menurut hukum Ohm, arus (I) berbanding lurus dengan gaya listrik (E), yang digunakan
tetapi berbanding terbalik dengan tahanan listrik (R).
I = E/R
G = I/R
Daya hantar listrik (G) berbanding terbalik dengan tahanan sehingga mempunyai satuan
ohms (ohm
-1
) atau Siemens (S).
Bila arus listrik dialirkan ke suatu larutan melalui dua elektroda, maka daya hantar listrik
berbanding lurus dengan luas bidang elektroda (A) dan berbanding terbalik dengan jarak
kedua elektroda (l).
G = 1/R = K.A/l
A/l = tetapan sel
K = konduktivitas ( ohm cm
-1
atau Scm
-1
)
Daya hantar suatu zat terlarut disebut daya hantar molar () yang bergantung pada
konsentrasi larutan.
= 1000.K/C ( S mol
-1
)

II. Alat dan Bahan
Alat Bahan
Batang pengaduk
Botol semprot
Corong pendek
Filler
Gelas kimia 50mL
Konduktometer
Labu ukur 250mL
Pipet seukuran 25mL
Pipet tetes
Spatula
Aquadest
Garam NaCl








III. Cara Kerja
A. Pembuatan Larutan
Membuat larutan NaCl dengan konsentrasi 8,5g/L, sebanyak 100 mL (larutan induk)
1. Mengambil larutan induk sebanyak 40 mL (larutan 1)
2. Membuat larutan dengan 2 kali pengenceran sebanyak 40 mL dengan
konsentarsi 4,25 g/L (Larutan 2)
3. Membuat larutan dengan 5 kali pengenceran sebanyak 40 mL dengan
konsentrasi 1,7 g/L (Larutan 3)
4. Membuat larutan dengan 6 kali pengenceran sebanyak 40 mL dengan
konsentrasi 1,417 g/L (larutan 4)
5. Membuat larutan dengan 10 kali pengenceran sebanyak 40 mL dengan
konsentrasi 0,85 g/L (larutan 5)
6. Membuat larutan dengan 20 kali pengenceran sebanyak 40 mL dengan
konsentrasi 0,425 g/L (larutan 6)
7. Membuat larutan dengan 30 kali pengenceran sebanyak 40 mL dengan
konsentrasi 0,283 g/L (larutan 7)
8. Membuat larutan dengan 50 kali pengenceran sebanyak 40 mL dengan
konsentrasi 0,17 g/L (larutan 8)
9. Membuat larutan dengan 80 kali pengenceran sebanyak 40 mL dengan
konsentrasi 0,10625 g/L (larutan 9)
10. Mengambil air aquades lalu memasukkannya pada gelas kimia sebanyak 40 mL
(larutan 10)

B. Proses pengukuran
1. Pastikan skala pada konduktiviti meter terbaca, dan elektroda tercelup sempurna
pada larutan yang akan diukur konduktivitasnya
2. Mengukur daya hantar listrik larutan-larutan tersebut dengan konduktometer,
dimulai dari larutan yang memiliki konsentrasi terendah (larutan 10) sampai
larutan dengan konsentrasi tertinggi (larutan1)
3. Mengukur daya hantar listrik larutan-larutan tersebut dengan konduktometer,
dimulai dari larutan yang memiliki konsentrasi tertinggi (larutan 1) sampai
larutan dengan konsentrasi terrendah (larutan2)
4. Mengulang langkah 2 dan 3 secara berurutan (sebanyak 3 kali)


















IV. Data percobaan
No
larutan
Larutan
Pengenceran Nilai Konduktansi
satuan
Pengukuran naik Pengukuran turun
1 1 x
13.21 12.82 11.93 13.38 12.58 11.82 20 ms
2 2x
7.17 6.97 6.56 7.16 6.85 6.44 20 ms
3 5x
3.81 3.47 3.33 3.85 3.67 3.41 20 ms
4 6x
2.64 2.52 2.38 2.6 2.51 2.32 20 ms
5 10x
1.578 1.545 1.454 1.544 1.506 1.38 2 ms
6 20x
0.826 0.793 0.764 0.815 0.781 0.709 2 ms
7 30x
0.54 0.528 0.501 0.53 0.518 0.478 2 ms
8 50x
0.35 0.333 0.327 0.325 0.331 0.307 2 ms
9 80x
0.221 0.21 0.204 0.209 0.206 0.185 2 ms
10 aquadest
26.9 25.1 25.6 25.8 25.5 23.4 200 s

V. Perhitungan
1. Membuat larutan Induk NaCl sebanyak 100 mL dengan konsentrasi 8,5 g/L
A. Massa yang harus di timbang:









B. Konsentrasi larutan Induk :
Data penimbanganNaCl = 0,8504g


2. Variasikonsentrasi
C. Kondiktivitas dan Konsentrasi larutan pengenceran 2x
V
1
M
1
= V
2
M
2

V
1
= 40 mL


= 20 mL



No
larutan
Larutan
Pengenceran
Konsentrasi
(ppm)
Konsentrasi
(g/L)
Konsentrasi
(M)
Nilai
Konduktansi
(mS)
1 1 x 8500 8,5 0.145 17
2 2x 4250 4.25 0.0725 8.5
3 5x 1700 1.7 0.029 3.4
4 6x 1416.7 1.417 0.024167 2.834
5 10x 850 0.85 0.0145 1.7
6 20x 425 0.425 0.00725 0.85
7 30x 283.3 0.283 0.004833 0.566
8 50x 170 0.17 0.0029 0.34
9 80x 106.25 0.10625 0.001813 0.2125
10 aquadest 0 0 0 0



D. Perhitungan Untuk Aquades
S= 10
-3
mS
1 ppm = 2 S/cm
misal pada pengukuran naik ke 1 nilai konduktansi yang terbaca adalah 26,9 S
maka :
mS = S/10
-3

26,9 S/10
-3
= 0,00269 mS
No
larutan
Larutan
Pengenceran
Nilai
Konduktansi
perhitungan
(mS)
Nilai Konduktansi terbaca (mS)
Pengukuran naik Pengukuran turun
1 1 x 17 13,21 12,82 11,93 13,38 12,58 11,82
2 2x
8.5 7,17 6,97 6,56 7,16 6,85 6,44
3 5x
3.4 3,81 3,47 3,33 3,85 3,67 3,41
4 6x 2.834 2,64 2,52 2,38 2,6 2,51 2,32
5 10x 1.7 1,578 1,545 1,454 1,544 1,506 1,38
6 20x
0.85 0,826 0,793 0,764 0,815 0,781 0,709
7 30x
0.566 0,54 0,528 0,501 0,53 0,518 0,478
8 50x 0.34 0,35 0,333 0,327 0,325 0,331 0,307
9 80x 0.2125 0,221 0,21 0,204 0,209 0,206 0,185
10 aquadest 0 0,002
69 0,00251 0,00256
0,0025
8
0,002
56
0,002
34

E. NilaiPresisi
Rata-Rata



= 6,90
Standar Deviasi




= 0,311


Ketelitian


Pengukuran naik


Pengukuran turun
Pengenceran
Pengukuran
y Sy Presisi
1 2 3
Aquadest
0.00269 0,00251 0,00256
0,00259 9,29 x 10
-5
0,036
80x
0.221 0.210 0.204
0.212 0.009 0.041
50x
0.350 0.333 0.327
0.337 0.020 0.035
30x
0.540 0.528 0.501
0.523 0.020 0.038
20x
0.826 0.793 0.764
0.794 0.031 0.039
10x
1.578 1.545 1.454
1.526 0.064 0.042
6x
2.64 2.52 2.38
2.51 0.130 0.052
4x
3.81 3.47 3.33
3.54 0.247 0.069
2x
7.17 6.97 6.56
6.90 0.311 0.045
1x
13.21 12.82 11.93
12.65 0.656 0.052
Pengenceran
Pengukuran
y Sy Presisi
1 2 3
1 x
13.38 12.58 11.82
12.59 0.78 0.062
2x
7.16 6.85 6.44
6.82 0.36 0.053
5x
3.85 3.67 3.41
3.64 0.22 0.061
6x
2.60 2.51 2.32
2.48 0.14 0.058
10x
1.544 1.506 1.380
1.477 0.086 0.058

Maka, nilai presisi alat ialah 0.070 pada pengukuran turun pengenceran 20 kali.

F. NilaiLinearitas



Slope :0,78 Intersep :0,26
regresi :0.996

y = 0,78x + 0.26
r = 0.996
0
2
4
6
8
10
12
14
16
0 0.2125 0.34 0.566 0.85 1.7 2.834 3.4 8.5 17
pengukuran 1
pengukuran naik pengukuran turun Linear (pengukuran naik)
20x
0.815 0.781 0.709
0.768 0.054 0.070
30x
0.530 0.518 0.478
0.509 0.027 0.053
50x
0.325 0.331 0.307
0.321 0.012 0.039
80x
0.209 0.206 0.185
0.200 0.013 0.065
aquadest
0,00258 0,00256 0,00234
0,0025 1,33 x10
-4
0,053


Slope : 0,75 Intersep : 0,25
Regresi : 0.996




Slope : 0,70 Intersep : 0,24
Regresi : 0,996


y = 0.75x + 0.25
R: 0.996
0
2
4
6
8
10
12
14
0 0.2125 0.34 0.566 0.85 1.7 2.834 3.4 8.5 17
pengukuran 2
pengukuran naik pengukuran turun Linear (pengukuran turun)
y = 0,70x + 0.24
R = 0,996
0
2
4
6
8
10
12
14
0 0.2125 0.34 0.566 0.85 1.7 2.834 3.4 8.5 17
pengukuran 3
pengukuran naik pengukuran turun Linear (pengukuran turun)
G. NilaiAkurasi
1. Dalam variable pengukuran
No
larutan
Larutan
Pengenceran
Nilai
Konduktansi
(mS)
Pengukuran naik Pengukuran turun
1 2 3 1 2 3
1 1 x
17
3.79 4.18 1.28 3.62 4.42 5.18
2 2x
8.5
1.33 1.53 0.61 1.34 1.65 2.06
3 5x
3.4
0.41 0.07 0.48 0.45 0.27 0.01
4 6x
2.834
0.194 0.314 0.26 0.234 0.324 0.514
5 10x
1.7
0.122 0.155 0.124 0.156 0.194 0.32
6 20x
0.85
0.024 0.057 0.062 0.035 0.069 0.141
7 30x
0.566
0.026 0.038 0.039 0.036 0.048 0.088
8 50x
0.34
0.01 0.007 0.023 0.015 0.009 0.033
9 80x
0.2125
0.008
5
0.002
5 0.017
0.003
5
0.006
5
0.027
5
10 aquadest 0 0.002
69
0,002
51
0,002
56
0,002
58
0,002
56
0,002
34

Akurasi = 5.18 (mS) berdasarkan variable pengukuran

2. Dalam presentasi span
Span 0,2mS 20 mS





Maka akurasi dalam span adalah 26 %.

3. Dalam presentasi terhadap skala maksimum
Full Scale = 20




%
Maka akurasi dalam Full Scale adalah 25,9 %.
4. Dalam presentasi pembacaan
No
Nilai
Konduk
tansi
(mS)
Pengukuran naik
selisih
bias
Pengukuran turun
selisih
bias
1 2 3 1 2 3
1 17 13.21 12.82 11.93 1.28 13.38 12.58 11.82 1.56
2 8.5 7.17 6.97 6.56 0.61 7.16 6.85 6.44 0.72
3 3.4 3.81 3.47 3.33 0.48 3.85 3.67 3.41 0.44
4 2.834 2.64 2.52 2.38 0.26 2.6 2.51 2.32 0.28
5 1.7 1.578 1.545 1.454 0.124 1.544 1.506 1.38 0.164
6 0.85 0.826 0.793 0.764 0.062 0.815 0.781 0.709 0.106
7 0.566 0.54 0.528 0.501 0.039 0.53 0.518 0.478 0.052
8 0.34 0.35 0.333 0.327 0.023 0.325 0.331 0.307 0.018
9 0.2125 0.221 0.21 0.204 0.017 0.209 0.206 0.185 0.024
10 0 0.0026 0.0025 0.0026 0.0002 0.0026 0.0026 0.0023 0.0002






Jadi akurasi dalam persentasi pembacaan adalah 9,2 %.

H. Nilai Sensitivitas
Pada pengenceran 5x dan 80 x
Pada pengukuran 1 K =

= 1,12
Pada pengukuran 2 K =

= 1,02
Pada pengukuran 3 K =

= 0,98
Maka nilai sensitivitas alat ialah 1,12

I. Nilai Histeresis
No
larutan
Larutan
Pengencer
an

Pengukuran 1 pengukuran 2 pengukuran 3
naik turun
selisih
naik turun
selisih
naik turun selisi
h
1 1 x
13.21 13.38
0.17
12.82 12.58 0.24 11.93 11.82 0.11
2 2x
7.17 7.16
0.01
6.97 6.85 0.12 6.56 6.44 0.12
3 5x
3.81 3.85
0.04
3.47 3.67 0.2 3.33 3.41 0.08
4 6x
2.64 2.6
0.04
2.52 2.51 0.01 2.38 2.32 0.06
5 10x
1.578 1.544
0.034
1.545 1.506 0.039 1.454 1.38 0.074
6 20x
0.826 0.815
0.011
0.793 0.781 0.012 0.764 0.709 0.055
7 30x
0.54 0.53
0.01
0.528 0.518 0.01 0.501 0.478 0.023
8 50x
0.35 0.325
0.025
0.333 0.331 0.002 0.327 0.307 0.02
9 80x
0.221 0.209
0.012
0.21 0.206 0.004 0.204 0.185 0.019
10 aquades
0 0
0
0 0 0 0 0 0

Pada pengukuran 1=0.17
Pada pengukuran 2=0.24
Pada pengukuran 3=0.12
Maka nilai histerisis alat adalah 0.24 pada pengukuran ke 2 NaCl tanpa pengenceran.




VI. Pembahasan
Pada percobaan ini dilakukan untuk mengetahui daya hantar suatu larutan dengan
konsentrasi yang berbeda-beda. Dari pengukuran larutan NaCl dengan konsentrasi yang
berbeda-beda tersebut dapat diketahui presisi, histerisis, akurasi alat, dll. Pada percobaan
ini dilakukan pengukuran pada kesepuluh larutan dengan konsentrasi yang berbeda-beda.
Kesepuluh larutan tersebut memiliki konsentrasi 8500 ppm, 4250 ppm, 1700 ppm, 1416,67
ppm, 850 ppm, 425 ppm, 283,33 ppm, 170 ppm, 106,25 ppm, 0 ppm. Dari kesepuluh larutan
tersebut dilakukan pengukuran berturut-turut dari konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi
yang rendah serta dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi yang masing-masing
pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali. Larutan yang diukur tersebut, larutan yang memiliki
konsentrasi 8500 ppm merupakan larutan induk. Dari larutan NaCl 8500 ppm tersebut,
kemudian dilakukan pengenceran dimana pelarut yang digunakan adalah air sehingga
larutan tersebut menjadi konsentrasi-konsentrasi kesembilan larutan tersebut.
Larutan yang diukur konduktivitasnya adalah larutan NaCl. Larutan NaCl merupakan
larutan elektrolit. NaCl merupakan senyawa ionik yang bila dilarutkan dalam air, maka
menjadi larutan elektrolit. Larutan NaCl akan terionisasi sempurna dan berubah menjadi
ion-ion dalam larutannya yaitu ion Na
+
dan Cl
-
, sehingga larutan NaCl ini memiliki muatan-
muatan negatif dan positif yang muatan-muatan tersebut dapat menghantarkan listrik.
Dikarenakan NaCl dapat terionisasi sempurna, maka larutan NaCl merupakan larutan
elektrolit kuat. Senyawa yang termasuk elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang
relatif baik walaupun memiliki konsentrasi yang kecil. Pada percobaan ini dilakukan
pengukuran daya hantar listrik dengan berbagai konsentrasi. Pengaruh konsentrasi pada
pengukuran daya hantar listrik ini adalah semakin besar konsentrasi larutan, maka daya
hantar listriknya semakin besar pula. Hal ini dikarenakan semakin pekat konsentrasi larutan,
maka semakin banyak NaCl yang terlarut dalam air sehingga menyebabkan semakin banyak
NaCl yang terionisasi dan menghasilkan muatan-muatan negatif dan positif. Apabila semakin
banyak muatan-muatan dalam larutan maka semakin banyak arus listrik yang dihantarkan
hal ini tentunya akan menyebabkan nilai daya hantar listrik suatu larutan akan semakin
besar. Begitupun sebaliknya dengan larutan yang memiliki konsentrasi rendah, maka
semakin sedikit muatan-muatan yang ada pada larutan, maka semakin kecil daya hantar
listrik suatu larutannya.
Pada percobaan ini alat yang digunakan adalah konduktivity meter. Konduktivity
meter adalah metode analisis kimia berdasarkan hubungan antara konduktansi listrik dan
konsentrasi larutan. Sel terdiri dari sepasang elektroda berupa logam yang dilapisi dengan
logam untuk menahan evektivitas permukaan elektroda. Pada larutan yang memiliki
konduktivitas atau elektrolitik, ion positif (kation) akan bergerak kearah katoda, dan ion
negatif (anion) bergerak kearah anoda. Reduksi dan oksidasi akan terjadi pada katoda dan
anoda. Pada reaksi ini, elektron akan berpindah dari anoda ke katoda dengan dihantarkan
listrik. Pada percobaan ini nilai yang diukur oleh konduktivity meter adalah konduktansi dari
suatu larutan. Sehingga percobaan ini akan didapatkan nilai konduktansi dari suatu larutan,
sedangkan nilai konduktivitasnya tidak dapat diketahui karena larutan tidak memiliki luas
penampang. Konduktivitas adalah ukuran dari kemampuan suatu bahan untuk
menghantarkan arus listrik (satuan ohm.meter), sedangkan konduktansi (G) didefinisikan
sebagai kemampuan untuk menghantarkan arus listrik dan dalam standar SI mempunyai
satuan siemens (S). Nilai konduktansi yang besar menunjukkan bahwa bahan tersebut
mampu mengkonduksikan arus dengan baik, tetapi nilai konduktansi yang rendah
menunjukkan bahan itu susah mengalirkan muatan. Dari kedua definisi diatas, nilai suatu
konduktansi menunjukkan kemampuan untuk menghantarkan arus listrik biasanya
digunakan untuk mengukur larutan elektrolit, sedangkan nilai suatu konduktivitas
menunjukan kemampuan untuk mengalirkan muatan arus listrik dalam suatu luas
penampang.
Pada percobaan ini, dalam pengukuran konduktivitas sebaiknya dilakukan
pengukuran dari konsentrasi kecil ke konsentrasi besar. Hal ini untuk mencegah banyaknya
ion-ion yang menempel pada logam konduktivitimeter. Sehingga terkontaminasinya ion-ion
pada larutan lain juga semakin kecil. Pada saat pengukuran konduktivitas, elektroda
konduktivity meter harus tercelup seluruhnya ke dalam larutan, hal ini dimaksudkan agar
elektroda mengukur daya hantar listrik larutan secara benar, apabila tidak tercelup
seluruhnya kemungkinan sensor elektroda tidak akan mengukur konduktivitas larutan
dengan benar.
Dari hasil percobaan yang didapat nilai presisi alat adalah 0,070 pada pengukuran
pengenceran 20 kali. Kepresisian alat menunjukan nilai ketidaktelitian pengukuran alat, nilai
yang didapatkan dari percobaan nilai kepresisiannya tidaklah terlalu besar. Nilai kepresisian
yang didapat yaitu sebesar 0,070, nilai kepresisian tersebut menunjukan ketidaktelitian alat
dalam menunjukan nilai konduktansi hasil pengukuran, misalnya nilai hasil pengukuran nilai
konduktansi pada pengenceran 2 kali yaitu 8,5 maka nilai pengukuran yang sebenarnya
berkisar antara 8,5 0,07. Alat dikatakan cukup presisi karena nilai presisi tersebut relatif
kecil apabila dibandingkan dengan nilai hasil pengukuran. Selain mengukur presisi, akurasi
dari alat pun dihitung. Akurasi berdasarkan variabel pengukuran adalah sebesar 5.18(mS),
sehingga akurasi dalam persentasi span adalah 26 %, akurasi dalam presentasi terhadap
skala maksimum adalah 25,9 % dan akurasi dalam persentasi pembacaan adalah 9,2 %. Dari
hasil percobaan tersebut, akurasi terbesar terdapat pada akurasi berdasarkan persentasi
span. Hal ini dikarenakan pada rentang yang tinggi yaitu 19,8 menyebabkan ketidaktepatan
yang tinggi pula. Dari percobaan ini pula didapat nilai sensitivitas alat ialah sebesar 1,12, hal
ini menunjukkan alat cukup sensitif dalam mengukur daya hantar listrik larutan, sensitivitas
adalah perbandingan nilai hasil pengukuran dengan nilai yang sebenarnya, sehingga
idealnya hasil yang didapat adalah 1. Nilai histerisis alat adalah 0.24 pada pengukuran ke 2
NaCl tanpa pengenceran, hal ini menunjukan pada pengukuran ke 2 tanpa pengenceran
adalah penyimpangan terbesar.
Dari ketiga pengukuran naik dan turun, didapat linearitas dari ketiga pengukuran.
Dari ketiga grafik yang telah digambar, terlihat bahwa kurva naik dan turun berhimpit.
Linieritas ketiga kurva tersebut memiliki nilai regresi yang sama, dan memiliki gradien dan
intersep yang hampir sama. Hal ini menunjukan bahwa pada ketiga pengukuran naik
maupun turun, alat tersebut memiliki pengukuran daya hantar listrik larutan yang hampir
sama sehingga alat tersebut dikatakan repeatability.
Jadi dapat disimpulkan bahwa alat tersebut memiliki ketelitian yang tinggi karena
banyaknya keterulangan nilai hasil pengukuran, tetapi alat tidak menunjukan ketepatan
karena memiliki selisih yang cukup besar ketika dibandingkan dengan nilai sebenarnya.








VII. Kesimpulan
1. Nilai presisi alat adalah sebesar 0,070
2. Nilai akurasi alat:
Berdasarkan variabel pengukuran adalah sebesar 5.18(mS)
Berdasarkan dalam persentasi span adalah 26 %
Berdasarkan presentasi terhadap skala maksimum adalah 25,9%
Berdasarkan persentasi pembacaan adalah 9,2 %.
3. Nilai sensitivitas alat ialah 1,12
4. Linearitas pengukuran dengan persamaan garis ketiga pengukuran:
Pengukuran 1 : y = 0,78x + 0,26 dengan regresi adalah sebesar 0,996
Pengukuran 2 : y = 0.75x + 0.25 dengan regresi adalah sebesar 0,996
Pengukuran 3 : y = 0,70x + 0.24 dengan regresi adalah sebesar
0,996
Jadi dapat disimpulkan bahwa alat tersebut memiliki ketelitian yang tinggi karena
banyaknya keterulangan nilai hasil pengukuran, tetapi alat tidak menunjukan ketepatan
karena memiliki selisih yang cukup besar ketika dibandingkan dengan nilai sebenarnya.














Daftar Pustaka

Anonim, 2012. Konduktivitas Listrik, (online),
(http://id.wikipedia.org/wiki/Konduktivitas_listrikdiunduh 05 April 2012 pkl. 18.27)

Anonim, Penyebab Larutan Elektrolit Dapat Menghantarkan Listrik, (online),
(http://www.scribd.com/doc/57073141/12/Penyebab-Larutan-Elektrolit-dapat-
Menghantarkan-Listrik diunduh 05 April 2012 18.35)

Anonim, Konduktansi Elektrolit Kuat Dan Lemah, (online),
(http://ml.scribd.com/doc/52687112/KONDUKTANSI-ELEKTROLIT-KUAT-DAN-LEMAH
diunduh 06 April 2012 pkl. 09.10)

Hendri, 2012. Daya Hantar Listrik, (online), (http://hendrichem.blogspot.com/ diunduh 06
April 2012 pkl. 08.13)

Seran, 2011. Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit, (online),
(http://wanibesak.wordpress.com/2011/06/18/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit-2/
diunduh 06 April 2012 pkl. 08.02)











LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI DAN PENGUKURAN
KONDUKTIVITAS

Dosen Pembimbing : Harita N Chamidy, LRSC

Kelompok 5
M Syarif Hidayatullah NIM 111431017
Nadia Luthfi Nuran NIM 111431018
Neng Teti Komala NIM 111431019
Nevy Puspitasari NIM 111431020

Tanggal Percobaan : 03 Mei 2012
Tanggal Penyerahan : 10 Mei 2012


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
TEKNIK KIMIA - D3 ANALIS KIMIA
Tahun Ajaran 2011-2012