Anda di halaman 1dari 10

Definisi Geomorfologi

Kata Geomorfologi (Geomorphology) berasal bahasa Yunani, yang terdiri dari tiga kata yaitu:
Geos (erath/bumi), morphos (shape/bentuk), logos (ilmu pengetahuan). Berdasarkan dari kata-
kata tersebut, maka pengertian gomorfologi merupakan pengetahuan tentang bentuk-bentuk
permukaan bumi. Namun, Geomorfologi bukan hanya mempelajari bentuk-bentuk muka bumi,
tetapi lebih dari itu mempelajari material dan proses. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa
Geomorfologi membicarakan tentang bentuk lahan dan proses yang terjadi di permukaan bumi
termasuk pergerakan material, air, dan drainase serta faktor lain yang memicu terjadinya proses
geomorfik.

Peran Geomorfologi dalam geologi
Peran dan terapan geomorfologi dalam survei dan pemetaan, survei geologi, hidrologi, vegetasi,
penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan dan perencanaan,
analisis medan, banjir, serta bahaya alam disebabkan oleh gaya endogen.
Peran Geomorfologi terhadap Perencanaan Pembangunan Perumahan dalam Hal
Penentuan Lokasi yang Tepat.
Geomorfologi lingkungan merupakan bagian dari ilmu kebumian yang mengkaji
hubungan antara manusia dengan lingkungan dari sudut geomorfologi yang kemudian menjadi
terapan praktis untuk pemecahan masalah yang ditimbulkan manusia akibat penggunaan atau
pengubahan proses pada atau dekat permukaan lahan.
Contoh dari peranan geomorfologi dalam lingkungan yaitu pemanfaatan ilmu
geomorfologi dalam perencanaan suatu pembangunan perumahan pada suatu wilayah agar
seminim mungkin mengalami resiko geomorfologikal. Dalam hal ini geomorfologi berperan
memilih dan menentukan suatu wilayah yang tepat untuk dijadikan sebagai lahan permukiman.
Hal tersebut dapat ditentukan dengan mempelajari terlebih dahulu bagaimana morfologi suatu
wilayah tersebut, termasuk bentukanlahan apa, hasil proses geomorfologi apa,
apaproses geomorfologi intensif yang bekerja, dan apa batuan penyusun bentuklahan tersebut.
Dengan mengetahui beberapa unsur tersebut kita dapat menganalisis dan meyimpulkan
apakah suata wilayah sesuai untuk dibangun suatu permukiman, bahkan kita juga dapat mencari
suatu pencegahan atau solusi terhadap resiko geomorfologi yang mungkin terjadi pada
permukiman yang sudah dibangun pada lokasi yang kurang tepat. Contohnya suatu perencanaan
proyek pembangunan kompleks perumahan kecil pada lokasi datar seluas 3 hektar, setelah
diteliti ternyata lokasi tersebut merupakan bentuk lahan dataran banjir, yang terbentuk
akibat proses fluvial, dengan material penyusun lahan berupa tanah alluvial akibat pengendapan
material yang terangkut oleh aliran sungai yang sebagian besar tersusun oleh pasir dan lempung.







.
Setelah dianalisis meskipun lokasi tersebut datar namun lokasi tersebut kurang tepat apabila
direncanakan untuk pembangunan kompleks perumahan, karena secara geomorfologi lokasi
tersebut merupakan dataran banjir yang pada musim hujan akan tergenang oleh luapan air
sungai, sehingga apabila lokasi tersebut tetap dibangun suatu kompleks perumahan maka pada
saat musim hujan dipastikan kompleks perumahan akan tergenang air, selain itu pembangunan
perumahan di sekitar aliran sungai dapat merusak keseimbangan DAS akibat adanya
perubahan proses yang dilakukan oleh manusia di dekat DAS tersebut.
Melalui hasil, analisis lokasi tersebut lebih tepat dijadikan sebagai lahan pertanian,
karena sifat tanahnya yang subur yang berupa hasil pengendapan material hulu (gunung). Hasil
analisis tersebut juga dapat dijadikan dasar untuk memecahkan permasalahan banjir pada
perumahan yang telah terlanjur didirikan di daerah dataran banjir, yaitu dengan merancang
rumah berlantai/bertingkat ataupun dengan pembangunan tanggul yang kokoh untuk
menghindari luapan air sungai pada saat musim hujan (resiko geomorfologi).

MASS WASTING DAN PENTINGNYA DALAM GEOMORFOLOGI
Dalam kajian geomorfologi, mass-wasting merupakan proses gerak massa batuan dalam
menuruni lereng karena pengaruh adanya gaya gravitasi bumi. Batuan yang berada di muka bumi
dapat berpindah secara massal dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Perpindahan
tersebut disebabkan antara lain oleh pengaruh gravitasi. Dalam proses gerak massa batuan air
juga memegang peranan sebagai pembantu. Pada batuan yang banyak mengandung air, gerakan
masa batuan akan lebih cepat daripada batuan yang kering. Pada proses gerak massa batuan, air
hanya sebagai pemicu dan jumlahnya sedikit serta fungsinya bukan sebagai pengangkut,
melainkan hanya membantu melancarkan gerakan.
Perpindahan massa batuan dapat juga disebabkan oleh kemiringan lereng, kandungan air,
dan jenis batuan. Perpindahan batuan secara massal disebut mass-wasting. Contoh
gerak massa batuan ialah tanah ambles dan longsor. Dalam kaitannya dengan geomorfologi,
mass-wasting dapat mempercepat maupun memperlambat proses terbentuknya suatu
bentanglahan karena gerakannya ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Mass wasting dapat
terdiri dari rayapan, solifluksi, longsoran, runtuhan, jatuhan, dsb. Selebihnya akan dijelaskan
pada uraian berikut:

Faktor Penyebab
Longsor yang menyebabkan terjadinya gerakan massa tersebut adalah topografi, litologi,
struktur geologi, iklim dan penggunaan lahan. Faktor tersebut saling kait mengkait dan
dalam proses untuk mencapai keseimbanganya akan terjadi berbagai proses baik proses erosi
maupun proses gerakanmassa.
Telah kenyataan bahwa aktivitas manusia dalam memanfaatkan lahan untuk memenuhi
kebutuhan hidup selalu merubah factor topografi, litologi, stratigrafi dan kemungkinan struktur
geologinya. Misalnya aktivitas manusia yang banyak menambang batuan untuk bahan bangunan,
jalan dan bangunan lainnya telah menambah beban yang dapat mengakibatkan atau memacu
terjadinya gerakanmassa. Biasanya kejadian gerakan massa itu bersamaan dengan musim
penghujan yaitu pada saat intensitas curah hujan tinggi dalam waktu relative lama. Dalam
gerakan massa, air pegang peranan, bukan sebagai tenaga, tetapi merupakan faktor pemacu yaitu
menjadi bidang pelicin dan menambah berat massa hancuran batuan. Selain itu air dapat
berfungsi sebagai wahana dalam mempercepat gerakan massa hancuran karena
menyebabkan massa tersebut menjadi lebih encer.

Geomorfologi adalah merupakan salah satu bagian dari geografi yangmempelajari tentang
bentuk muka bumi, meliputi pandangan luas sebagai cakupan satu
kenampakan sebagai bentang alam(landscape)sampai pada satuan terkecil sebagai bentuk
lahan(lands form)Klasifikasi Bentuk lahan antara lain adalah Pegunungan, Perbukitan, Vulkanik,
Karst,Alluvial, Dataran sampai Marine terbentuk oleh pengaruh batuan penyusunnya yang abadi
bawah lapisan permukaan bumi pengamatan dan identifikasi bentuk lahan seperti dilakukan
langsung di lapangan.
Dengan melakukan field trip atau dapat juga dilakukan dengan interpretasi foto udara atau
dengan analisis Citra Satelit (ACS).
Pengindraan jauh sebagai alat bantu untuk memantau atau mengamati objek muka biumi tanpa
ada sentuhan secara langsung antara lain berupa foto udara atau citra satelit.
Bentang lahan akan mudah diidentifikasi dengan pandangan jarak jauh atau kalaumenggunakan f
oto udara atau citra satelit menggunakan skala gambar kecil. Sebaliknyauntuk bentang lahan
mudah diamati dari jarak dekat atau dengan foto udara atau citra satelit dengan skala lebih besar.
Dengan pengamatan dan analisis bentuk lahan dari foto udara akan diperoleh informasi biofisik
lainnya baik yang bersifat sebagai parameter tetap (landform, rock, soil, slope) maupun
parameter berubah (erosion,terrace,land use).
Dengan melakukan fieldtrip akan semakin dikenal betul macam bentuk lahan
dilapangan,sehingga mudah untuk mengingatnya kembali jika pernah melihat secara langsung
dan sebagai bekal memori pada saat melakukan interpretasi foto udara (IFU).
Bentuk lahan walupun mudah diamati dengan foto udara tapi perlu dilakukan
pendekatandengan melakukan mendatangi langsung ke lapangan dalam bentuk kunjungan
lapangan(field trip). Hal tersebut dimaksudkan untuk lebih memastikan unsur pembentuk landfor
m tersiri dari komposisi atau susunan batuan apa saja. Disamping itu dengansurvai lapangna
akan diperoleh beberapa kunci interpretasi fotro udara (IFU) dari hasilkunjungan lapangan pada
berbagai bentuk lahan yang berbeda. Sehingga dengan kunciIFU akan diperoleh analaisis bentuk
lahan yang lebih lengkap yang merupakan satu komponen penyusun bentang lahan.
Bentuk muka bumi yang kompleks telah menjadi suatu pokok bahasan tersendiri khususnya
dalam usaha pemanfaatannya. Dalam hal ini setiap bentukan lahan atau yang tentunya mengarah
untuk tepat guna . sehingga dengan tujuan sama yaitu bermaksud menyederhanakan bentuk lahan
permukaan bumi yang kompleks ini, maka pemahaman mengenai ilmu geomorfologi yang
mempelajari bentukan-bentukan lahan menjadi sangat.



KESIMPULAN

Geomorfologi lingkungan merupakan bagian dari ilmu kebumian yang mengkaji
hubungan antara manusia dengan lingkungan dari sudut geomorfologi yang kemudian menjadi
terapan praktis untuk pemecahan masalah yang ditimbulkan manusia akibat penggunaan atau
pengubahan proses pada atau dekat permukaan lahan.
Dengan mengetahui beberapa unsur tersebut kita dapat menganalisis dan meyimpulkan
apakah suata wilayah sesuai untuk dibangun suatu permukiman, bahkan kita juga dapat mencari
suatu pencegahan atau solusi terhadap resiko geomorfologi yang mungkin terjadi pada
permukiman yang sudah dibangun pada lokasi yang kurang tepat. Contohnya suatu perencanaan
proyek pembangunan kompleks perumahan kecil pada lokasi datar seluas 3 hektar, setelah
diteliti ternyata lokasi tersebut merupakan bentuklahan dataran banjir, yang terbentuk
akibat proses fluvial, dengan material penyusun lahan berupa tanah alluvial akibat pengendapan
material yang terangkut oleh aliran sungai yang sebagian besar tersusun oleh pasir dan lempung.
Setelah dianalisis meskipun lokasi tersebut datar namun lokasi tersebut kurang tepat
apabila direncanakan untuk pembangunan kompleks perumahan, karena secara geomorfologi
lokasi tersebut merupakan dataran banjir yang pada musim hujan akan tergenang oleh luapan air
sungai, sehingga apabila lokasi tersebut tetap dibangun suatu kompleks perumahan maka pada
saat musim hujan dipastikan kompleks perumahan akan tergenang air, selain itu pembangunan
perumahan di sekitar aliran sungai dapat merusak keseimbangan DAS akibat adanya
perubahan proses yang dilakukan oleh manusia di dekat DAS tersebut
Geomorfologi adalah merupakan salah satu bagian dari geografi yangmempelajari
tentang bentuk muka bumi, meliputi pandangan luas sebagai cakupan
satukenampakan sebagai bentang alam(landscape)sampai pada satuan terkecil sebagai bentuk
lahan(lands form)Klasifikasi Bentuk lahan antara lain adalah Pegunungan, Perbukitan, Vulkanik,
Karst,Alluvial, Dataran sampai Marine terbentuk oleh pengaruh batuan penyusunnya yang abadi
bawah lapisan permukaan bumi pengamatan dan identifikasi bentuk lahan seperti dilakukan
langsung di lapangan

Kesimpulan
Dari apa yang telah dikemukakan di atas, maka geomorfologi mempunyai peran dan arti yang
cukup penting. Karena dalam suatu perencanaan pengembangan wilayah, memerlukan informasi
dasar yang menyeluruh baik aspek fisik maupun aspek sosial. Pada aspek fisik geomorfologi
dapat memberikan informasi melalui kajian dengan pendekatan geomorfologi. Pendekatan
geomorfologi digunakan dalam melakakukan analisis dan klasifikasi medan, dimana pada intinya
dalam analisis dan klasifikasi medan dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Relief/morfologi meliputi bagian lereng, ketinggian, kemiringan lereng, panjang lereng,
bentuk lereng, bentuk lembah, dan aspek relief yang lain.
b. Proses geomorfologi meliputi erosi dan tipe erosi, kecepatan dan daerah yang terpengaruh;
banjir yang meliputi tipe, frekuensi, durasi, kedalaman, dan daerah yang terpengaruh; gerakan
massa yang meliputi tipe, kecepatan, daerah yang terpengaruh.
c. Tipe material batuan meliputi batuan induk, material permukaan, kedalaman pelapukan.
d. Vegetasi dan penggunaan lahan meliputi tipe vegetasi, kepadatan, tipe penggunaan lahan,
periode, durasi, dan konservasi.
e. Air tanah mencakup kelembaban permukaan, kedalaman air tanah, fluktuasi air tanah, dan
kualitas air tanah.
f. Tanah mencakup kedalaman, kandungan humus, tekstur, drainase, dan daerah berbatu.

Ringkasan
"Geomorfologi bukan hanya sekedar mempelajari bentuklahan yang tampak saja, tetapi juga
menafsirkan bagaimana bentuk-bentuk tersebut bisa terjadi, proses apa yang mengakibatkan
pembentukan dan perubahan muka bumi. Jadi meliputi bentuklahan (landform), proses-proses
yang menyebabkan pembentukan dan perubahan yang dialami oleh setiap bentuklahan yang
dijumpai di permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar laut/samudera serta mencari
hubungan antara bentuklahan dengan proses-proses dalam tatanan keruangan dan kaitannya
dengan lingkungan. Jadi pembahsannya meliputi morfografi, morfometri, proses-proses
geomorfologi, morfogenesis, morfokronologi serta mempelajari ekologi bentang lahannya yang
tersusun atas batuan, bentuklahan, tanah, vegetasi, penggunaan lahan, dan lain-lain. Dengan
demikian bahwa dalam mempelajari geomorfologi terkait pada geologi, fisiografi, dan proses
geomorfologi yang menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam perubahan
bentuklahan.Konsep dasar Geomorfologi perlu dipahami secara baik untuk mempelajari
Geomorfologi dalam membantu mengenal dan menganilasa kenampakan bentuklahan di
permukaan bumi, sehingga pada akhirnya dapat mengenal peristilahan baik secara deskriptif
maupun secara empiris, terutama nanti dalam melakukan klasifikasi bentuklahan.
Geomorfologi mempunyai peran dan terapan dalam survei dan pemetaan, survei geologi,
hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan
dan perencanaan, analisis medan, banjir, serta bahaya alam disebabkan oleh gaya endogen."