Anda di halaman 1dari 7

Modul 4

Bedah Digestif HEMOROIDEKTOMI


(No. ICOPIM: 54!"#
$. T%&%'N
$.$. Tu(ua) *e+,ela(a-a) u+u+
Setelah mengikuti sesi ini, peserta didik memahami dan mengerti tentang anatomia anorektal dan
hubungannya dengan hemoroid, mengerti dan memahami fisiologi anorektal dan hubungannya dengan
hemoroid, serta mengerti dan memahami keluhan dan tanda klinis, diagnosis, pengelolaan, pengobatan
anorektal dan hubungannya dengan hemoroid.
$... Tu(ua) *e+,ela(a-a) /husus
Setelah mengikuti sesi ini, peserta didik akan memiliki kemampuan untuk :
1. Mampu menjelaskan anatomi anorektaldan hubungannya dengan system sirkulasi portal (tingkst
kompetensi K2,A2
2. Mampu menjelaskan patogenesis terjadinya hemoroid (tingkat kompetensi K2,A2
!. Mampu menge"aluasi gejala dan tanda klinis kearah diagnosis hemoroid serta ma#am dan stadium
hemoroid ( tingkat kompetensi K!,A!
$. Mampu menjelaskan komplikasi hemoroid (tingkat kompetensi K2,A2
%. Mampu menjelaskan diagnosis banding dan ketepatan diagnosis hemoroid (tingkat kompetensi K2,A2
&. Mampu menjelaskan indikasi dan melakukan pemilihan dan melaksanakan pengobatan non operatif pada
hemoroid (tingkat kompetensi K2,'$,A!
(. Mampu menjelaskan indikasi dan melakukan pengobatan operatif pada hemoroid (tingkat kompetensi
K2,'$,A!
). Mampu menjelaskan prognosis dan memberikan edukasi pada penderita hemoroid (tingkat kompetensi
K2,'$,A!
*. Mampu menjelaskan dan memberikan pera+atan perioperatif dan mengatasi komplikasi (tingkat
kompetensi K2,'$,A!.
.. POKOK B'H'0'N1 0%BPOKOK B'H'0'N
1. Anatomi dan fisisologi dari anorektal yang berhubungan dengan hemoroid
2. ,tiologi, ma#am,stadium,gejala dan tanda klinis,diagnosis, diagnosis banding, komplikasi dan prognosis
dari hemoroid.
!. 'enatalaksanaan non operatif dan operatif pada hemoroid
$. -eknik operasi hemoroid dan komplikasinya.
%. .ork up penderita hemoroid
&. 'era+atan penderita hemoroid pra operasi dan pas#a operasi.

". 2'KT%
METODE A. 'roses pembelajaran dilaksanakan melalui metode:
1) small group discussion
2 peer assisted learning ('A/
3) bedside teaching
4) task-based medical education
0. 'eserta didik paling tidak sudah harus mempelajari:
1 bahan a#uan (references
2 ilmu dasar yang berkaitan dengan topik pembelajaran
! ilmu klinis dasar
1. 'enuntun belajar (learning guide terlampir
2. -empat belajar (training setting): bangsal bedah, kamar
operasi, bangsal pera+atan pas#a operasi.
4. MEDI' 1. .orkshop 3 'elatihan
2. 0elajar mandiri
!. Kuliah
$. 4roup diskusi
%. 5isite, bed site teaching
&. 0imbingan 6perasi dan asistensi
1
(. Kasus morbiditas dan mortalitas
). 1ontinuing 'rofesional 2e"elopment
5. '3'T B'NT% PEMBE3'&'R'N
Internet, telekonferens, dll.
4. E5'3%'0I
1. 'ada a+al pertemuan dilaksanakan pre7test dalam bentuk essay dan oral sesuai dengan tingkat
masa pendidikan, yang bertujuan untuk menilai kinerja a+al yang dimiliki peserta didik dan
untuk mengidentifikasi kekurangan yang ada. Materi pre7test terdiri atas:
Anatomi dan fisiologi anorektal
'enegakan 2iagnosis
-erapi (tehnik operasi dan non operasi
Komplikasi dan penanganannya
8ollo+ up
2. Selanjutnya dilakukan 9small group dis#ussion: bersama dengan fasilitator untuk membahas
kekurangan yang teridentifikasi, membahas isi dan hal7hal yang berkenaan dengan penuntun
belajar, kesempatan yang akan diperoleh pada saat bedside tea#hing dan proses penilaian.
!. Setelah mempelajari penuntun belajar ini, mahasis+a di+ajibkan untuk mengaplikasikan
langkah7langkah yang tertera dalam penuntun belajar dalam bentuk role-play dengan teman7
temannya (peer assisted learning atau kepada S' (standardized patient. 'ada saat tersebut,
yang bersangkutan tidak diperkenankan memba+a penuntun belajar, penuntun belajar dipegang
oleh teman7temannya untuk melakukan e"aluasi (peer assisted ealuation. Setelah dianggap
memadai, melalui metoda bedside teaching di ba+ah penga+asan fasilitator, peserta didik
mengaplikasikan penuntun belajar kepada nodel anatomik dan setelah kompetensi ter#apai
peserta didik akan diberikan kesempatan untuk melakukannya pada pasien sesungguhnya. 'ada
saat pelaksanaan, e"aluator melakukan penga+asan langsung (direct obseration, dan mengisi
formulir penilaian sebagai berikut:
Pe-lu *e-,ai/a): pelaksanaan belum benar atau sebagian langkah tidak dilaksanakan
Cu/u*: pelaksanaan sudah benar tetapi tidak efisien, misal pemeriksaan terlalu lama atau
kurang memberi kenyamanan kepada pasien
Bai/: pelaksanaan benar dan baik (efisien
$. Setelah selesai bedside teaching, dilakukan kembali diskusi untuk mendapatkan penjelasan dari
berbagai hal yang tidak memungkinkan dibi#arakan di depan pasien, dan memberi masukan
untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan.
%. Self assessment dan !eer "ssisted #aluation dengan mempergunakan penuntun belajar
&. 'endidik3fasilitas:
'engamatan langsung dengan memakai ealuation checklist form (terlampir
'enjelasan lisan dari peserta didik3 diskusi
Kriteria penilaian keseluruhan: #akap3 tidak #akap3 lalai.
(. 2i akhir penilaian peserta didik diberi masukan dan bila diperlukan diberi tugas yang dapat
memperbaiki kinerja (task-based medical education
). 'en#apaian pembelajaran:
're test
;si pre test
Anatomi dan fisiologi anorektal
2iagnosis
-erapi (-ehnik operasi dan non operasi
Komplikasi dan penanggulangannya
8ollo+ up
0entuk pre test
M1<, ,ssay dan oral sesuai dengan tingkat masa pendidikan
0uku a#uan untuk pre test
1. 0uku teks ;lmu 0edah (diagnosis=amilton 0ailey
2. 0uku teks ;lmu 0edah S#h+ar>t
2
!. 0uku -eks ;lmu 0edah ?orton
$. Atlas -ehnik operasi =ugh 2udley
%. 0uku ajar ;lmu 0edah ;ndonesia
0entuk @jian 3 test latihan
@jian 6S1A (K, ', A, dilakukan pada tahapan bedah dasar oleh Kolegium ;.
0edah.
@jian akhir stase, setiap di"isi3 unit kerja oleh masing7masing senter pendidikan.
@jian akhir kognitif nasional, dilakukan pada akhir tahapan bedah lanjut (jaga ;;
oleh Kolegium ;. 0edah.
@jian akhir profesi nasional (kasus bedah, dilakukan pada akhir pendidikan oleh
Kolegium ;. 0edah
6. RE7EREN0I
1. 0uku teks ;lmu 0edah S#h+ar>t
2. 0uku teks ;lmu 0edah ?orton
!. 0uku ajar ;lmu 0edah ;ndonesia
$. 2e Aong ., Sjamsuhidayat,0uhu Ajar ;lmu 0edah 2
nd
ed,,41, 2BB%
%. Atlas6f Surgi#al-e#hniCue Dollinger (
th
ed, M# 4ra+ =ill ;n#, 1**!
8. %R'I'N: HEMOROIDEKTOMI
8.$. I)t-odu/si
a. 2efinisi
Suatu tindakan pembedahan dan #ara pengangkata pleksus hemoroidalis dan mukosa atau tanpa
mukosa yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar7benar berlebih.
b. Euang lingkup
0uang air besar dengan perdarahan berupa darah segar dan tidak ber#ampur dengan feses,prolaps
hemoroid disertai dengan anal dis#harge, pruritus ani dan dermatitis disekitar anus (proktitis.
2alam kaitan penegakan diagnosis dan pengobatan diperlukan pemeriksaan anuskopi atau rektoskopi.
#. ;ndikasi operasi
'enderita dengan keluhan menahun dan hemoroid derajat ;;; dan ;5.
'erdarahan berulang dan anemia yang tidaksembuh dengan terapi lain yang lebih sederhana.
=emoroid derajat ;5 dengan thrombus dan nyeri hebat.
d. Kontra indikasi operasi
=emoroid derajat ; dan ;;
'enyakit 1hronFs
Karsinoma re#tum yang inoperable
.anita hamil
=ipertensi portal
e. 2iagnosis banding
Karsinoma kolorektum
'enyakit di"ertikel
'olip
Kolitis ulseratifa
'rolaps rekti
'rolaps ani
'roktitis spesifik dan non spesifik3 1hronFs disease3 Amubiasis.
f. 'emeriksaan penunjang
Sigmoideskopi (proktosigmoideskopi
8oto barium kolon
Kolonoskopi
Setelah memahami, menguasaidan mengerjakan modul ini maka diharapkan seorang dokter bedah
mempunyai kompetensi melakukan pera+atan non operasi maupun operasi hemoroidektomi serta
penerapannya dapat dekerjakan di ES 'endidikan dan ES jaringan pendidikan.
8... Ko+*ete)si te-/ait de)ga) +odul1 List of skill
!
-ahapan 0edah 2asar (semester ;7;;;
'ersiapan pra operasi:
G Anamnesis
G 'emerikssan fisik
G 'emeriksaan penunjang
G ;nformed #onsent
Asisten 2, asisten 1 pada saat operasi
8ollo+ up dan rehabilitasi
-ahapan 0edah /anjut (semester ;575;; dan #hief residen (semester 5;;;7;H
'ersiapan pra operasi :
G Anamnesis
G 'emeriksaan fisik
G 'emeriksan penunjang
G ;nformed #onsent
Melakukan operasi (0imbingan, Mandiri
o 'enanggulangan komplikasi
o 8ollo+ up dan rehabilitasi
8." 'lgo-it+a da) P-osedu-
'lgo-it+a
Pe)atala/sa)aa)
'ada prinsipnya ada 2 penatalaksanaan hemoroid yaitu :
;. 6perasi
Ada 2 prinsip dalam melakukan operasi hemoroid :
a. 'engangkatan pleksus dan mukosa
b. 'engangkatan pleksus tanpa mukosa
-eknik pengangkatan dapat dilakukan menurut ! metode:
a. Metode /angen7be#k(eksisi atau jahitan primer radier
2imana semua sayatan ditempat keluar "arises harus sejajar dengan sumbu memanjang dari re#tum.
b. Metode .hite head (eksis atau jahitan primer longitudinal
Sayatan dilakukan sirkuler, sedikit jauh dari "arises yang menonjol
#. Metode Morgan7Milligan
Semua primary piles diangkat
;;. ?on 6perasi
2ilakukan pada hemoroid derajat ; dan ;;
1. 2iet tinggi serat untukmelan#arkan buang air besar
$
2. Mempergunakan obat7obatflebodinamik dan sklerotika
!. Eubber band ligation yaitu mengikat hemoroid dengan karet elastiskira7kira 1 minggu.
8.4. Te/)i/ o*e-asi
7 'osisi pasien literatomi atau knee7#hest
7 Anestesia dapat dilakukan dengan general, regional atau lokal anestesia
7 2ilakukan praktoskopi untuk identofikasi hemorrhoid
7 2ibuat insisi triangular mulai dari kulit anal7...... hingga pedikel hemorrhoid
7 Aaringan hemorrhoid di eksisi dengan gunting atau pisau, pedikel hemorrhoid diligasi dengan #hromi#
target !7B
7 2efek kulit dan mukosa dapat dira+at se#ara terbuka atau dijahit sebagian atau dijahit seluruhnya
8.5. Ko+*li/asi O*e-asi
7 ;nkontinensia
7 Eetensio urine
7 ?yeri luka operasi
7 Stenosisani
7 'erdarahan fistula I abses
;. 6perasi
;nfeksi dan edema pada luka bekas sayatan yang dapat menyebabkan fibrosis
;;. ?on 6perasi
0ila mempergunakan obat7obat flebodinamik dan sklerotika dapat menyebabkan striktur
ani.
8.4. Mo-talitas (tidak ada
8.6. Pe-a9ata) Pas:a Bedah
7 0ila terjadi rasa nyeri yang hebat, bisa diberikan analgetika yang berat seperti petidin
7 'orafin #air diberikan selama 27! hari pertama pas#a operasi, dilanjutkan dengan laranti"a untuk
melunakkan faeses
8.8. 7ollo9%*
7 Eendah duduk hangat dapat dilakukan setelah hari ke72 pemeriksaan #olok dubur dilakukan pada hari ke7%
atau & pas#a operasi. 2iulang setiap minggu hingga minggu ke !7$, untuk memastikan penyembuhan luka
dan adanya sposma dari ..... ....... interna
8.!. Kata /u):i: $emorhoid,pera%atan non-operasi dan hemoroidektomi
%
!. D'7T'R CEK PEN%NT%N BE3'&'R PRO0ED%R OPER'0I
?o 2aftar #ek penuntun belajar prosedur operasi
Sudah
dikerjakan
0elum
dikerjakan
PER0I'P'N PRE OPER'0I
1 ;nformed #onsent
2 /aboratorium
! 'emeriksaan tambahan
$ Antibiotik propilaksis
% 1airan dan 2arah
& 'eralatan dan instrumen operasi khusus
'N'0TE0I
1 ?ar#ose dengan general anesthesia, regional, lokal
PER0I'P'N 3OK'3 D'ER'H OPER'0I
1 'enderita diatur dalam posisi terlentang sesuai dengan letak
kelainan
2 /akukan desinfeksi dan tindakan asepsis 3 antisepsis pada
daerah operasi.
! /apangan pembedahan dipersempit dengan linen steril.
TIND'K'N OPER'0I
1 ;nsisi kulit sesuai dengan indikasi operasi
2 Selanjutnya irisan diperdalam menurut jenis operasi tersebut
diatas
! 'rosedur operasi sesuai kaidah bedah digestif
PER'2'T'N P'0C' BED'H
1 Komplikasi dan penanganannya
2 'enga+asan terhadap A01
! 'era+atan luka operasi
1atatan: Sudah 3 0elum dikerjakan beri tanda
&

$;. D'7T'R TI3IK


0erikan tanda dalam kotak yang tersedia bila keterampilan3tugas telah dikerjakan dengan
memuaskan, dan berikan tanda bila tidak dikerjakan dengan memuaskan serta -32 bila tidak
dilakukan pengamatan

Me+uas/a) /angkah3 tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

Tida/
+e+uas/a)
-idak mampu untuk mengerjakan langkah3 tugas sesuai dengan prosedur
standar atau penuntun
T1D Tida/ dia+ati /angkah, tugas atau ketrampilan tidak dilakukan oleh peserta latih selama
penilaian oleh pelatih
?ama peserta didik -anggal
?ama pasien ?o Eekam Medis
D'7T'R TI3IK
No Kegiata) 1 la)g/ah /li)i/
Kese+*ata) /e
$ . " 4 5
'eserta dinyatakan :
/ayak
-idak layak
melakukan prosedur
-anda tangan pelatih
-anda tangan dan nama terang
(