Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH TUGAS MATA KULIAH

FARMAKOTERAPI I
FARMAKOTERAPI PENYAKIT
SCHIZOPHRENIA
DISUSUN OLEH:
NURFAJARIANI RAHMAN
N111 05 015
JURUSAN FARMASI FAKULTAS FARMASI
1
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2009
FARMAKOTERAPI PENYAKIT SCHIZOPHRENIA
PENDAHULUAN
Gangguan-gangguan psikis yang sekarang dikenal sebagai
schizophrenia, untuk pertama kalinya diidentifikasi sebagai "demence
precoce" atau gangguan mental dini oleh Benedict Muler (18!-18"#$,
seorang dokter berkebangsaan Belgia pada tahun 18% (dalam
&upratiknyo, 1!!'$( )onsep yang lebih *elas dan sistematis diberikan oleh
+mil )raepelin (18'%-1!,%$, seorang psikiatri -erman pada tahun 18!#(
)raepelin menyebutnya dengan istilah "dementia praeco."( /stilah
dementia praeco. berasal dari bahasa 0atin "dementis" dan "precocius",
mengacu pada situasi dimana seseorang mengalami kehilangan atau
kerusakan kemampuan-kemampuan mentalnya se*ak dini( Menurut
)raepelin, "dementia praeco." merupakan proses penyakit yang
disebabkan oleh penyakit tertentu dalam tubuh( 1ementia praeco.
meliputi hilangnya kesatuan dalam pikiran, perasaan, dan tingkah laku(
2enyakit ini muncul pada usia muda dan ditandai oleh kemampuan-
kemampuan yang menurun yang akhirnya men*adi disintegrasi
kepribadian yang kompleks( Gambaran )raepelin tentang "dementia
preco." ini meliputi pola-pola tingkah laku seperti delusi, halusinasi, dan
tingkah laku yang aneh (3athus, et al(, 1!!1$(
+ugen Bleuler (18'"-1!#!$, seorang psikiater &4iss,
memperkenalkan istilah schizophrenia( /stilah ini berasal dari bahasa
5unani schitos artinya terbelah, terpecah, dan phren artinya pikiran(
&ecara harafiah, schizophrenia berarti pikiran6*i4a yang terbelah6terpecah(
Bleuler lebih menekankan pola perilaku, yaitu tidak adanya integrasi otak
yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan afeksi( 1engan demikian tidak
ada kesesuaian antara pikiran dan emosi, antara persepsi terhadap
kenyataan yang sebenarnya (3athus, et al(, 1!!17 1a8ison, et al(,1!!9$(
221G- /// (2edoman 2enggolongan dan 1iagnosis Gangguan -i4a di
/ndonesia ///$ menempatkan schizophrenia pada kode :,(
&chizophrenia termasuk dalam kelompok psikosis fungsional(
2sikosis fungsional merupakan penyakit mental secara fungsional yang
2
non organis sifatnya, hingga ter*adi kepecahan kepribadian yang ditandai
oleh desintegrasi kepribadian dan malad*ustment sosial yang berat, tidak
mampu mengadakan hubungan sosial dengan dunia luar, bahkan sering
terputus sama sekali dengan realitas hidup7 lalu men*adi ketidakmampuan
secara sosial( ;ilanglah rasa tanggung*a4abnya dan terdapat gangguan
pada fungsi intelektualnya( -ika perilakunya tersebut men*adi begitu
abnormal dan irrasional, sehingga dianggap bisa membahayakan atau
mengancam keselamatan orang lain dan dirinya sendiri, yang secara
hukum disebut gila ()artono, 1!8! < 1%'$( &chizophrenia merupakan
gangguan mental klasifikasi berat dan kronik (psikotik$ yang men*adi
beban utama pelayanan kesehatan *i4a di /ndonesia se*ak *aman
pemerintahan ;india Belanda sampai sekarang( Mengapa men*adi
beban = )arena cirri pokok keruntuhan fungsi peran dan peker*aan,
sehingga penderita men*adi tidak produktif dan harus ditanggung
hidupnya selamanya oleh sanak keluarga, masyarakat, atau pemerintah
(>icaksana,,$(
GEJALA-GEJALA SCHIZOPHRENIA
II.1 ERDASARKAN KONSEP TEORITIS
?oleman (1!"%$ men*elaskan bah4a &chizophrenia adalah
gangguan psikosa yang ditandai oleh split6disorganisasi personality(
mengalami disharmoni psikologis secara menyeluruh,
pendangkalan6kemiskinan emosi, proses berpikir yang memburuk(
menghilangnya kesadaran sosial, adanya delusi, halusinasi, sikap6perilaku
yang aneh, dan emosinya inkoheren dimana bila terdapat ke*adian yang
menyenangkan bisa sa*a penderita malah men*adi bersedih hati, demikian
pula sebaliknya( ;alusinasi adalah pengalaman indera dimana tidak
terdapat stimulasi terhadap reseptor-reseptor( 1elusi adalah keyakinan
yang tidak mempunyai bukti-bukti kebenaran atau bukti-bukti yang dapat
diperlihatkan(
1ibandingkan dengan gangguan abnormalitas psikis lainnya,
penderita schizophrenia relatif paling sedikit yang sembuh maupun yang
meninggal, sehingga "tumplek" di 3umah &akit, dimana '@ pasien 3&-
adalah penderita &chizophrenia( Gangguan kepribadian &chizophrenia ini
bisa ter*adi pada hampir setiap tingkat usia < Modus pada < # - #' tahun
1@ pada < , tahun
%'@ pada < , - 9 tahun
,'@ pada < di atas 9 tahun(
3
II.1.1 E!"#$"%&' ($)"*(+*).
;ilangnya akti8itas afek yang normal, dimana kehidupan afeknya
sangat terganggu( ?iri utama patologi emosinya adalah apatis, dimana
reaksi emosinya datar, tidak 4a*ar, menyulitkan orang normal untuk
melakukan kontak dengan pasien ( seolah-olah diselubungi tembok$
sehingga reaksi emosinya tidak adekuat( &ocial feeling-nya menghilang,
misalnya < bertahun-tahun di bangsal yang sama, bisa tidak saling
berbicara(
3eaksi emosinya sukar diprediksi, inkongruen, ambigous, tanpa
sebab bisa menangis, berteriak-teriak, terkekeh-kekeh, terta4a dibuat-
buat, ambi8alen (misalnya membunuh sambil terta4a terbahak-bahak$(
II.1.2 D+',)$"%).
1i sini subyek memiliki keyakinan yang tidak mempunyai bukti-bukti
yang benar atau bukti bukti yang dapat diperlihatkan( ;al ini lebih dari
seperti bentuk mimpi pada orang normal, lebih fantastis, sukar
dibayangkan anehnya( &emua ide dan rasa yakin yang dimiliki subyek
menyalahi logika dan bersifatf antastis, tetapi pada subyek tidak terdapat
keinginan untuk menentangnya( &egala sesuatu bagaikan dalam dunia
mimpi, penuh khayal tetapi sangat diyakini subyek sebagai hal yang
dialami dan merupakan bagian dari diri subyek(
+-+*&.& -+%#,/ (+',)$0 &%#&*& '&$% :
&. D+',)$"%) "1 R+1+*+%2+,
yaitu keyakinan subyek bah4a orang-orang membicarakannya, menuding,
memuat gambarnya dikoran, dan sebagainya(
-. D+',)$"%) "1 I%1',+%2+,
yaitu keyakinan subyek bah4a "musuh"-nya dengan segala cara berusaha
mempengaruhinya, dengan teknik elektro yang kompleks, memasang
elektroda dikepalanya, dan sebagainya(
2. D+',)$"%) "1 P+*)+2,#$"%),
yaitu keyakinan subyek bah4a ia dimusuhi, diancam komplotan, diburu,
ditekan, dan sebagainya(
(. D+',)$"%) "1 S$%) &%( G,$'#0
yaitu keyakinan subyek akan dosa-dosanya yang tak terampuni, rasa
bersalahnya karena ia mencelakakan orang lain karena ia *ahat, dan
sebagainya(
+. D+',)$"%) "1 G*&%(+,*,
4
yaitu keyakinan subyek bah4a dirinya adalah orang yang serba hebat,
serba luar biasa, mahasuci, dan sebagainya(
1. H3.4"2"%(*$&2&' D+',)$"%),
yaitu keyakinan subyek bah4a dirinya mengalami penyakit yang aneh,
mengerikan, mematikan, dan sebagainya(
5. N$4$'$)#$2 D+',)$"%)0
yaitu keyakinan subyek bah4a dirinya merasa dihukum paksa, dimana
subyek merasa dirinya sudah mati beberapa tahun yang lalu dan *i4anya
sudah menguap tetapi badanya masih tersisa di dunia karena dihukum
paksa(
II.1.6 H&'',2$%&#$"%).
Ge*ala halusinasi ini sangat menin*ol muncul sebagai simptom
schizophrenia dibandingkan dengan pada bentuk gangguan abnormalitas
lainnya( ;alusinasi merupakan persepsi atau pengalaman indera dimana
tidak terdapat stimulasi terhadap reseptor-reseptornya( Macam-macam
halusinasi <
&. A,($#"*3 H&'',2$%&#$"%0
yaitu subyek mendengar sesuatu dimana tidak terdapat stimulasi yang
obyektif terhadap indera dengarnya( Misalnya subyek merasa mendengar
suara Auhan, suara ghoib, dan sebagainya(
-. V$),&' H&'',2$%&#$"%,
yaitu subyek mendengar sesuatu dimana tidak terdapat stimulasi yang
obyektif terhadap indera penglihatannya( Misalnya melihat nabi, melihat,
bidadari, dan sebagainya(
2. O'1&2#"*3 H&'',2$%&#$"%,
yaitu subyek mencium sesuatu dimana tidak terdapat stimulasi yang
obyektif terhadap indera penciumannya( Misalnya mencium gas beracun,
yang disemprotkan ke kamarnya, dan sebagainya(
(. G,)#&#"*3 H&'',2$%&#$"%0
yaitu subyek mengecap sesuatu dimana tidak terdapat stimulasi yang
obyektif terhadap indera pengecapnya( Misalnya, merasakan adanya
racun pada makanan yang dimakannya atau minuman yang diminumnya,
dan sebagainya(
+. T&2#,&' H&'',2$%&#$"%,
yaitu subyek merasakan adanya sesuatu yang menstimulasi indera
rabanya dimana tidak terdapat stimulasi yang obyektif( Misalnya,
merasakan adanya ular yang merayap pada kuduknya atau badannya,
dan sebagainya(
5
II.1.7 S.++24 D$)"*(+*
&ubyek yang mengalami gangguan schizophrenia mengalami
gangguan bicara, bisa dalam bentuk membisu, tidak komunikatif, dan
sebagainya( ;al ini ter*adi karena rendahnya minat untuk mengadakan
relasi sosial( &ubyek tidak merasa perlu untuk berbicara, atau merasa
diperintah untuk tidak bicara, atau takut bau mulutnya mengganggu orang
lain, dan sebagainya( Btau bahkan sebaliknya, subyek banyak bicara
tetapi kualitas bicaranya inkoherent, repetitik, meloncat-loncat, dan tidak
rele8an( ?iri bicaranya adalah tidak dapat atau sukar dimengerti atau tidak
berkaitan( Aer*adi neologisme, yaitu membentuk kata-kata baru dari kata-
kata lama yang hanya subyek sendiri yang mengerti (pada orang normal
biasanya disebut akronim yang terbentuk melalui prinsip-prinsip tertentu$(
I.1.5 T,'$)&%%3& 8&%+48
Aulisan subyek biasanya diulang-ulang (stereotipe$, gan*il, dimuluk-
muluk, dan sebagainya( Bahasa lisannya tidak berhubungan antara satu
kata dengan kata lain, atau satu kalimat dengan kalimat lain, tidak
mengikuti aturan tata bahasa yang benar atau seenaknya sa*a( )ata-
katanya banyak yang hilang atau terpenggal begitu sa*a(
II.1.9 T4$%/$%5 D$)"*(+*)
)arena cara berpikirnya yang tidak terintegrasi dengan baik, kata-
kata yang oleh orang normal disupress, pada schizophrenia dilepas sa*a(
?ara berpikirnya meloncat-loncat, tidak urut, tidak selesai, sehingga sukar
bagi orang normal untuk menyesuaikan cara berpikirnya dengan isi dan
*alan pikiran subyek, karena arahnya tidak *elas, tidak koheren, sukar
diikuti, dan sebagainya( 2emikirannya tidak memiliki sasaran yang *elas,
tidak terorganisir, tidak utuh dalam proses dan cara berpikirnya(
Menurut Bleuer, ter*adi daya asosiasi dalam proses berpikir yang
melemah pada
penderita schizophren( Menurut &torch C >hite, pada penderita
schizophrenia ter*adi regresi dalam kemampuan berpikir dan bahasa,
sehingga menampilkan bentuk-bentuk primitif dalam perkembangan dan
pengendaliannya( 2enderita schizophren berpikir dalam term kongkrit
yang mempunyai arti subyektif( &ubyek tidak mampu mengkonstruksikan
ide-ide yang abstrak( 2ada tes psikologis, hasil tesnya terlihat rendah
pada abstract beha8iour, concept formation, dan generalizing ability( Bila
hasil psikotesnya tersebut baik, maka penderita memiliki kecenderungan
6
untuk sembuh, karena secara menyeuruh subyek mampu mencapai relasi
kelompok dan mampu menghadapi masalah-masalah abstrak(
II.1.: G&%55,&% I%#+'+5+%)$
/ntelligence Duotient (/D$ berada pada sekitar a8erage(
)emunduran intelegensi baru terlihat setelah 1 - , tahun, yaitu di ba4ah
rata-ratatingkat usia mentalnya (tetapi
tidak sama pada setiap penderita$( Aes 8ocabulary kurang begitu
terganggu dibanding tesnya untuk learning, memory, motor ability, dan
abstract thinking( Aetapi, kerusakan intelegensi tidak permanen( 1engan
meningkatnya perbaikan psikis, intelegensi berangsur-angsur normal
seperti semula(
II.1.; G&%55,&% P)$/$) L&$%%3&
;al yang menyolok adalah adanya deteriorasi dan disturbance
emosi, dimana sangat disoriented, yaitu ditandai oleh delusi( 1aya
ingatnya mengalami kemunduran pada fase a4al( ;al itu lebih disebabkan
karena kurangnya perhatian, minat, dan ter*adinya kesalahan6kekeliruan
dalam proses learning( 2ada mulanya penderita masih bisa mengenal
siapa dirinya, identitasnya, dan mengenal orang-orang di sekitarnya( Bkan
semakin melemah seiring dengan semakin parahnya penyakit yang
dideritanya( 2sikomotoriknya kadang-kadang terlihat terganggu, tetapi
kadang-kadang tidak( ;al itu tergantung pada tipe schizophren yang
dideritanya( /nsight melemah cukup menyolok, dimana penderita tidak
mampu menerima penilaian terhadap kenyataan-kenyataan dirinya(
2enderita tidak bisa dia*ak mengerti( 2enderita tidak mampu
mengendalikan aktifitasnyasesuai dengan norma lingkungan sosialnya(
II.1.9 S$!.#"!-S$!.#"! F$)$/
)esehatan tubuh yang dimiliki penderita sangat buruk( ;al ini
disebabkan karena tidak tera4at, kurang gizi, tidur tidak teratur6terganggu,
lemah secara fisik, kurus kering, dan suhu tubuh terganggu(
II.2 MENURUT PPDGJ
Menurut 221G-, schizophrenia pada umumnya ditandai oleh
penyimpangan yang fundamental pada karakteristik pikiran dan persepsi
serta afek yang tidak 4a*ar (inappropriate$ atau tumpul (blunted$(
7
)esadaran yang *ernih (clear consciouness$ dan kemampuan intelektual
biasanya tetap terpelihara, 4alaupun kemunduran kognitif tertentu dapat
berkembang kemudian( 1alam melakukan diagnosa schizophrenia pada
penderita, terdapat beberapa pedoman diagnostik yang harus diikuti, yaitu
pertama harus ada sedikitnya satu ge*ala berikut ini yang amat *elas
(biasanya , ge*ala atau lebih bila ge*ala-ge*ala itu kurang ta*am atau
kurang *elas$(
II.2.1 I)$ P$/$*&%
&. T4",54# E24".
/si pikiran dirinya sendiri yang berulang dan bergema dalam kepalanya
(tidak keras$, dan isi pikiran ulangan, 4alaupun isinya sama, namun
kualitasnya berbeda(
-. T4",54# I%)+*#$"% &#&, <$#4(*&='(
/si pikiran yang asing dari luar masuk ke dalam pikirannya (insertion$ atau
isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (4ithdra4l$
2. T4",54# *"&(2&)#$%5(
/si pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum
mengetahuinya(
II.2.2 D+',)$
&. D+',)$"% "1 C"%#*"'.
>aham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari
luar(
-. D+',&)$"%) "1 I%1',+%2+(
>aham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar(
2. D+',)$"%) "1 P&))$>$#3(
>aham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu
kekuatan dari luar( "Aentang dirinya" artinya secara *elas meru*uk ke
pergerakan tubuh6anggota gerak atau ke pikiran, tindakan, atau
penginderaan khusus$(
(. D+',)$"%&' P+*2+.#$"%(
2engalaman indera4i yang tak 4a*ar, yang bermakna sangat khas bagi
dirinya, biasanya bersifat mistik atau muk*izat(
8
II.2.6 H&',)$%&)$ A,($#"*$/.
a) &uara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap
perilaku penderita(
b) Mendiskusikan perihal penderita di antara mereka sendiri (di antara
berbagai suara yang berbicara$
c) -enis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh(
II.2.7 <&4&! 3&%5 !+%,*,# -,(&3& ($&%55&. #$(&/ =&?&*.
>aham-4aham menetap *enis lainnya, yang menurut budaya
setempat dianggap tidak 4a*ar dan sesuatu yang mustahil, misalnya
perihal keyakinan adama atau politik tertentu, kekuatan dan kemampuan
di atas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca,
berkomunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain$( Kedua, dalam
melakukan diagnosa schizophrenia pada penderita paling sedikit terdapat
, (dua$ ge*ala di ba4ah ini yang harus selalu ada secara *elas(
a) ;alusinasi yang menetap dari panca indera apa sa*a, apabila disertai
baik oleh 4aham yang mengembang maupun yang setengah
berbentuk tanpa kandunganafektif yang *elas, ataupun disertai oleh
ide-ide yang berlebihan (o8er 8alued ideas$ yang menetap, atau
apabila ter*adi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-
bulan terus menerus(
b) Brus pikiran yan terputus (break$ atau yang mengalami sisipan
(interpolation$, yang berakibat inkoherensi atau pembicaraan yang
tidak rele8an atau neologisme(
c) 2erilaku katatonik, seperti keadaan gaduh-gelisah (e.citement$, posisi
tubuh tertentu (posturing$, atau fleksibilitas cerea, negati8isme,
mutisme, dan stupor(
d) Ge*ala-ge*ala "negatif", seperti sikap sangat apatis, bicara yang *arang,
dan respon emosional yang menumpul atau tidak 4a*ar, biasanya yang
mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial( Aetapi, harus *elas
bah4a semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau
medikasi neuroleptika(
Ketiga, adanya ge*ala-ge*ala khas tersebut di atas telah berlangsung
selama kurun 4aktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase
nonpsikotik prodromal(
9
Keempat, harus ada perubahan yang konsisten dan bermakna dalam
mutu keseluruhan (o8erall Euality$ dari beberapa aspek perilaku pribadi
(personal beha8ior$, bermanifestasi sebagai hilangnya minat, hidup tak
bertu*uan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri sendiri (self
absorbed attitude$, dan penarikan diri secara sosial(
TIPE-TIPE KLINIS SCHIZOPHRENIA PADA UMUMNYA
&chizophrenia biasanya dibagi men*adi 9 tipe, yaitu < simple.,
hebephren, katatonik, dan paranoid( 1alam hal ini masih terdapat
permasalahan, yaitu apakah tipologi tersebut sifatnya kaku( &ebab, pada
kenyataannya seringkali simptomnya berubah atau berpindah dari sati tipe
ke tipe lainnya, misalnya mula-mula hebephren kemudian men*adi
kataton, dan seterusnya(
III.1 TIPE SIMPLE@ ADEMENTIA SIMPLE@B
&imptom utamanya adalah apati, yaitu seolah tidak memiliki
kepentingan untuk diri sendiri( Bahkan, sering harus diberikan pengertian
tentang hal-hal yang men*adi kebutuhannya( 2enderita biasanya
berkeinginan untuk berbaring, malas-malasan, *orok, tidur-tiduran, *arang
mandi, motorik lamban, dan *arang berbicara( &ering berperilaku yang
amoral, misalnya memaki-maki orang yang sedang le4at, memainkan alat
kelaminnya(
/ndi8idu pada 4aktu normal adalah anak yang baik, dimana
prestasinya cukup baik, perilakunya menyenangkan( ;al tersebut ter*adi
karena indi8idu tidak mempunyai cukup energi untuk menentang orang
lain atau orang tua sehingga hanya bisa menurut( +nergi lemahnya
tersebut ditampilkan dalam bentuk apatis (kelesuan$( /ndi8idu tidak
memiliki ambisi untuk mendapatkan pemuasan (tidak mau apa-apa$, yang
apabila dipaksakan untuk melakukan sesuatu seringkali muncul reaksi
agresi (marah$, dan apabila hal tersebut semakin dipaksakan maka
biasanya indi8idu akan *atuh sakit(
III.2 TIPE HEEPHREN
2ada tipe ini ter*adi disintegrasi emosi, dimana emosinya bersifat
kekanak-kanakan, ketolol-tololan, seringkali terta4a sendiri kemudian
secara tiba-tiba menangis tersedu-sedu( Aer*adi regresi total, dimana
10
indi8idu men*adi kekanak-kanakan( /ndi8idu mudah tersinggung atau
sangat irritable( &eringkali dihinggapi sarkasme (sindiran ta*am$ dan
men*adi marah meledak-ledak atau e.plosi8e tanpa sebab(
2embicaraannya kacau, suka berbicara ber*am-*am( 2ada a4al gangguan
seringkali komunikatif, tetapi lama-kelamaan komunikasinya men*adi tidak
karuan (inkoheren$, yang bahkan sampai akhirnya indi8idu tidak
komunikatif(
Aer*adi halusinasi dan delusi yang biasanya sifatnya fantastis,
misalnya < ada8ampire yang menyedot darahnya, dan sebagainya( ?ara
berpikirnya kacau( ;al tersebut terlihat dari cara berbicaranya yang tidak
karuan( Aulisan6Graphis yang dibuatnya bersifat kacau, dimana ter*adi
regresi, yaitu bersifat kekanak-kanakan(
III.6 TIPE CATATONIC
1ibandingkan dengan tipe *enis schizophrenia lainnya, tipe
catatonic ini serangannya berlangsung *auh lebih cepat( Bkti8itasnya *auh
berkurang dibandingkan 4aktu normal( 2ada indi8idu ter*adi stufor,
dimana indi8idu diam, tidak mau berkomunikasi, kalau berbicara suaranya
monoton, ekspresi mukanya datar, makan dan berpakaian harus dibantu
dan sikap badannya aneh yaitu biasanya tegang6kaku seperti serdadu dan
biasanya dipertahankan untuk 4aktu yang lama( ?atatonic stufor ini
terdapat dua bentuk, yaitu (1$ rigid, dimana badan men*adi sangat kaku,
bisa seperti bentangan di antara dua benda, (,$ chorea-fleksibility, dimana
badannya men*adi lentur seperti lilin dan posisinya dapat dibentuk(
2enderita schizophrenia catatonic yang parah biasanya ditempat tidur,
tidak mau berbicara, *orok, makan-minum dipaksa, dan apabila mata
terbuka biasanya akan terpaku pada satu titik, tidak berkedip, dan
ekspresi kosong(
2erkembangan selan*utnya yaitu setelah beberapa minggu atau
beberapa bulan, ter*adi catatonic e.citement dimana penderita
menun*ukkan suatu gerakan tertentu dalam 4aktu yang lama dan
kemudian secara ekstrem berubah sebaliknya( Misalnya, berbaring
menghadap tembok kiri dalam 4aktu yang lama dan kemudian
menghadap tembok kanan( 2enderita bersikap negatif (negatifistic$,
dimana penderita tidak ada interest sama sekali terhadap sekelilingnya,
tanpa kontak sosial, dan membisu dalam 4aktu yang lama(
III.7 SCHIZOPHRENIA PARANOID
11
&imptom utamanya adalah adanya delusi persecusion dan
grandeur, dimana indi8idu merasa dike*ar-ke*ar( ;al tersebut ter*adi karena
segala sesuatu ditanggapi secara sensitif dan egosentris seolah-olah
orang lain akan berbuat buruk kepadanya( Fleh karena itu, sikapnya
terhadap orang lain agresif(
1elusi tersebut diperkuat oleh halusinasi penglihatan dan
pendengaran, misalnya terlihat 4a*ah-4a*ah yang menakutkan, terdengar
suara mengancam, dan sebagainya sehingga timbul reaksi menyerang
atau agresi karena terganggu( ;al-hal tersebut *uga bisa mendorong
penderita untuk membunuh orang lain atau sebaliknya bunuh diri, sebagai
usahanya untuk menghindari delusi persecusion
Aerdapat kecenderungan homoseksualitas, dimana penderita laki-
laki akan mengancam laki-laki dan penderita perempuan akan
mengancam perempuan( Bdanya delusion of grendeur dapat
menimbulkan delusion of persecusion, dimana indi8idu menganggap
orang lain cemburu kepada kepintarannya, kekayaannya,
kepopulerannya, kecantikannya, kedudukan sosialnya, dan sebagainya(
2ada penderita timbul "/deas of 3eference", yaitu ter*adi
percampuran antara 4aham dan halusinasi dengan kecenderungan untuk
memberikan impresi6nuansa pribadi terhadap segala ke*adian yang
dialaminya( Misalnya, suara klakson mobil di *alan depan rumah,
dianggapnya sebagai terompet tanda penyerbuan terhadap dirinya segera
akan dimulai (?oleman, 1!"%7 )artono, 1!8!$(
IV. FASE-FASE SCHIZOPHRENIA
1alam mendiagnosa seseorang adalah penderita schizophrenia,
1&M /G (1a8ison, et al(, 1!!9$ menyatakan bah4a orang tersebut
sekurang-kurangnya selama % bulan telah menun*ukkan ge*ala-ge*ala
gangguan( 1alam % bulan tersebut, terdapat fase aktif selama sekurang
kurangnya 1 bulan, fase prodromal periode sisa sebelum fase aktif, dan
fase residual periode sisa setelah fase aktif(
2ada fase prodromal, indi8idu menun*ukkan gangguan-gangguan
fungsi sosial dan interpersonal yang progresif( 2erubahan yang ter*adi
dapat berupa penarikan sosial, ketidakmampuan beker*a secara produktif,
eksentrik, pakaian yang tidak rapi, emosi yang tidak sesuai perkembangan
12
pikiran dan bicara yang aneh, kepercayaan yang tidak biasa, pengalaman
persepsi yang aneh, dan hilangnya inisiatif dan energi(
2ada fase aktif, dimana paling sedikit selama 1 bulan, indi8idu
mengalami simptom psikotik, yaitu halusinasi, delusi, pembicaraan dan
tingkah lakunya yang tidak teratur, dan terdapat tanda-tanda penarikan
diri( 2ada fase residual, terdapat simptom seperti fase sebelumnya, tetapi
tidak parah dan tidak mengganggu (Martaniah, 1!!!$(
PENYEA GANGGUAN SCHIZOPHRENIA
Aerdapat beberapa pendekatan yang dominan dalam menganalisa
penyebab &chizophrenia, yaitu pendekatan biologis (meliputi faktor
genetik dan faktor biokimia$, pendekatan psikodinamik, pendekatan teori
bela*ar(
V.1 PENDEKATAN IOLOGIS
V.1.1 F&/#"* G+%+#$/
&eperti halnya psikosis lain, schizophrenia nampaknya cenderung
berkembang le4at keluarga( 2enelitian terhadap munculnya schizophrenia
dalam keluarga biasanya diadakan dengan mengamati penderita
schizophrenia yang ada di rumah sakit *i4a dan kemudian meneliti tentang
perkembangan kesehatannya serta mencari keterangan dari berbagai
pihak untuk menentukan bagaimana schizophrenia dan psikosis lainnya
muncul di antara keluarga penderita( 1ari penelitian yang dilakukan
ditemukan bah4a resiko timbulnya psikosis, termasuk schizophrenia,
sekitar empat kali lebih besar pada hubungan keluarga tingkat pertama
(saudara kandung, orang tua, anak kandung$ dibandingkan dengan
masyarakat pada umumnya (3athus, et al(, 1!!1$(
&emakin dekat hubungan genetis antara penderita schizophrenia
dan anggota keluarganya, semakin besar kemungkinannya untuk terkena
schizophrenia( ;al ini menun*ukkan bah4a kecenderungan terkena
schizophrenia dapat ditularkan secara genetis( )eluarga penderita
schizophrenia tidak hanya terpengaruh secara genetis akan tetapi *uga
melalui pengalaman sehari-hari( Frang tua yang menderita schizophrenia
dapat sangat mengganggu perkembangan anaknya( ;al ini menimbulkan
persoalan tentang mana yang lebih berpengaruh < genetis atau
lingkungan(Hntuk membedakan hal tersebut, para ahli mengusahakan
13
suatu penelitian terhadap anak kemabar (&ue, et al(,1!8% dan 1a8ison et
al(, 1!!9, serta 3athus, et al(, 1!!1$( )embar identik (monozygotic$ adalah
sama6identik secara genetis, karena itu perbedaan antara anak kembar
identik kiranya dapat dihubungkan dengan perbedaan dalam lingkungan
mereka( -ika mereka dibesarkan bersama, maka kembar identik sama-
sama mengalami, baik lingkungan yang sama maupun genetis yang
sama(
1i pihak lain, kembar yang tidak identik meskipun lahir pada saat
yang hampir bersamaan tetapi secara genetis mereka sama halnya
dengan dua orang saudara kandung( -ika kembar tidak identik dibesarkan
bersama, mereka akan sama mengalami lingkungan yang sama tetapi
latar belakang genetisnya hanya identik sebesar '@( 1alam penelitian
terhadap anak kembar secara umum, tingkat kemungkinan terkena
schizophrenia di antara anak kembar identik adalah sekitar dua atau
empat kali lebih tinggi daripada antara anak kembar yang tidak identik( ;al
ini menun*ukkan kuatnya pengaruh faktor genetis( Bkan tetapi, dalam
suatu penelitian terhadap kembar identik lainnya ternyata menun*ukkan
bah4a tidak satupunh dari anak yang kembarannya terkena schizophrenia
yang *uga menderita schizophrenia( 1engan demikian, usaha untuk
membedakan pengaruh genetis dan pengaruh lingkungan masih kabur(
;asil penelitian terhadap anak kembar belum dapat membedakan
pengaruh genetis dan pengaruh lingkungan karena anak kembar biasanya
dibesarkan bersama( Fleh karena itu, apabila anak yang orang tuanya
menderita schizophrenia *uga menderita schizophrenia maka ada tiga
kemungkinan *a4aban < ibu atau ayah yang menderita schizophrenia
mungkin menularkannya secara genetis, atau anak hidup dalam
lingkungan tertentu yang diciptakan oleh orang tua, atau anak itu
menderita schizophrenia akibat dari faktor genetik dan lingkungan yang
menekan(
Hntuk membedakan akibat gen dan akibat lingkungan tersebut,
diusahakan bebagai penelitian terhadap sekelompok anak yang lahir dari
ibu yang menderita schizophrenia tetapi dipisahkan dari ibunya setelah
dilahirkan sehingga tidak ada kontak dengan ibunya (&ue, et al(, 1!8%7
3athus, et al(, 1!!17 dan 1a8ison, et al(, 1!!9$( Bnak-anak tersebut
kemudian diadopsi oleh keluarga lain( )e7lompok lainnya terdiri dari anak-
anak yang lahir dari ibu yang normal dan *uga diadopsi oleh keluarga lain(
1ari kelompok anak-anak yang lahir dari ibu yang terkena schizophreni,
14
ternyata ' orang menderita schizophrenia dan beberapa lainnya
menderita psikosis lainnya, sedangkan kelompok anak-anak yang lahir
dari ibu yang normal, tidak seorangpun yang terkena schizophrenia( ;al
ini mendukung pendapat bah4a schizophrenia lebih besar
kemungkinannya ditularkan secara genetis( ;asil ini *uga didukung oleh
beberapa penelitian lain (3athus, et al(, 1!!1$, yaitu bah4a anak-anak dari
orang tua schizophrenia mempunyai kemungkinan terkena schizophrenia
dua kali lipat dibandingkan dengan anak-anak dari orang tua yang normal,
entah mereka dibesarkan
oleh orang tua angkat yang menderita schizophrenia maupun tidak(
&ingkatnya hubungan biologis atau genetis dengan penderita
schizophrenia nampaknya merupakan faktor yang paling menyolok untuk
menimbulkan schizophrenia( Beberapa penelitian tersebut menun*ukkan
pengaruh faktor genetis dalam menularkan schizophrenia, namun tetap
men*adi pertanyaan < bagaiman penularan genetis ter*adi( Beberapa
peneliti mencoba hal itu dengan berbagai model (3athus, et al(, 1!!1$,
antara lain <
&. D$)#$%2# H+#+*"5+%$#3 M"(+'.
Model ini menyatakan bah4a schizophrenia terdiri dari se*umlah psikosis,
beberapa diantaranya disebabkan oleh kerusakan gen yang dapat diikuti
oleh gen-gen tertentu dan yang hanya disebabkan oleh faktor lingkungan(
&chizophrenia catatonic, misalnya, mungkin merupakan penyakit yang
muncul secara genetis yang akhirnya diikuti ketidaknormalan gen pada
kromosom tertntu(
-. M"%"5+%$2 M"(+'(
Model ini menyatakan bah4a semua bentuk schizophrenia dapat
disebabkan oleh suatu gen yang cacat( Gen yang cacat ini akan
menyebabkan schizophrenia pada orang yang menerima gen itu dari
kedua orang tuanya (monozygote$, namun kemungkinannya kecil bila
hanya dari satu orang tua (heterozygote$(
2. M,'#$1&2#"*$&'-P"'35+%$2 M"(+'(
Model ini menekankan pengaruh nilai ambang( Menurut model ini,
schizophrenia disebabkan oleh pengaruh berbagai gen, trauma biologis
prenatal dan postnatal dan tekanan psikososial yang saling berinteraksi(
Bspek schizophrenia muncul bila faktor-faktor itu berinteraksi melebihi
batas ambang tertentu( Model-model lainnya mengkombinasikan ciri-ciri
dari ketiga model tersebut( &chizophrenia, misalnya, muncul sebagai
15
akibat dari interaksi gen tunggal dan tekanan lingkungan( Model
Multifactorial-2olygenic nampaknya lebih banyak diterima(
V.1.2 F&/#"* $"K$!$&
)raeplin (&ue, et al(, 1!8%$ telah mengidentifikasikan schizophrenia
sebagai akibat dari adanya ketidakseimbangan kimia4i karena tidak
normalnya kelen*ar kelamin( &ementara ?arl -ung (1a8ison, et al(, 1!!9$
menyebutkan adanya unsur kimia yang tidak diketahui, yang disebutnya
"to.in ."( Bdanya indikasi pengaruh faktor genetis setidaknya
menun*ukkan adanya pengaruh faktor biokimia karena faktor genetis
ter*adi melalui proses biologis dan kimia4i tubuh( 2ara peneliti lain
menemukan adanya substansi kimia yang tidak normal yang disebut
tara.ein dalam serum darah (&ue, et al(, 1!8%$(
3iset terakhir difokuskan pada dopamine, suatu neurotransmitter
yang aktif di 4ilayah otak yang terlihat dalam regulasi emosi atau sistem
limbik (Btkinson, et al(, 1!!,$( ;ipotesis dopamine menyatakan bah4a
schizophrenia disebabkan oleh terlalu banyaknya penerimaan dopamine
dalam otak( )elebihan ini mungkin karena produksi neurotransmitter atau
gangguan regulasi mekanisme pengambilan kembali yang dengannya
dopamine kembali dan disimpan oleh 8estikel neuron parasimpatik(
)emungkinan lain adalah adanya o8ersensitif reseptor dopamine atau
terlalu banyaknya respon dopamine (sue, et al(, 1!8%7 Btkinson, et al(,
1!!,7 3athus, 1!!1$(
2enelitian terhadap pengaruh dopamine dilakukan dengan
menggunakan # macam obat bius, yaitu phenothiazine, 0-1opa, dan
amphetamine( 2henothiazine merupakan obat anti psikosis yang dapat
mengurangi tingkat kekacauan pikiran, halusinasi, dan memperbaiki
suasanan hati penderita schizophrenia( Aerdapat bukti kuat bah4a
phenophiazine mengurangi aktifitas dopamine dalam otak dengan
menghambat penerimaan dalam saraf parasimpatik(
0-1opa biasa digunakan untuk pengobatan ge*ala-ge*ala penyakit
parkinson( Aubuh akan mengubah 0-1opa ini men*adi dopamine dan
kadang-kadang menyebabkan ge*ala-ge*ala seperti schizophrenia (&ue, et
al( 1!8%$( &ementara amphetamine merupakan obat perangsang yang
meningkatkan kemampuan dopamine dalam otak( 2emberian
amphetamine dalam dosis yang berlebihan ternyata menun*ukkan ge*ala-
ge*ala seperti schizophrenia( -ika penderita schizophrenia diberi
16
amphetamine, meski dalam dosis rendah, ternyata ge*ala-ge*ala
schizophrenianya semakin memburuk(
1engan demikian, obat yang dapat menghambat penerimaan
dopamine (seperti phenothiazine$ dapat mengurangi ge*ala-ge*ala
schizophrenia, sementara obat lain yang meningkatkan kemampuan
dopamine (seperti amphetamine dan 0-1opa$ dapat menyebabkan atau
memperburuk ge*ala-ge*ala schizophrenia( ;al ini memperlihatkan bah4a
kelebihan dopamine dapat menyebabkan ge*ala-ge*ala schizophrenia(
Bkan tetapi penemuan ini belum seluruhnya tepat( 2emberian
phenothiazine terhadap penderita schizophrenia memperlihatkan bah4a
seperempat dari mereka memberi respon yang sangat kecil atau tidak
sama sekali, bahkan seperempatnya memberikan respon negatif(
&ementara, sepertiga penderita yang diberi amphetamine tidak
mengalami ge*ala yang makin memburuk( ;al ini memperlihatkan bah4a
seharusnya ada penyebab lain selain dari kelebihan dopamine (&ue, et
al(, 1!8%$(
2erlu disadari bah4a schizophrenia merupakan sekelompok
psikosis dengan efek yang bermacam-macam( Aeori dopamine perlu
dicermati secara hati-hati karena mungkin terlalu sederhana dalam
mencari pen*elasan dengan memusatkan persoalan hanya pada aktifitas
dopamine semata tanpa memperhitungkan interaksi fungsi otak dengan
sistem biokimia secara menyeluruh( 2enyumbatan dopamine mungkin
mempengaruhi ge*ala-ge*ala schizophrenia, tetapi tidak men*adi penyebab
munculnya penyakit tersebut( 2erubahan aktifitas dopamine mungkin
ter*adi setelah munculnya psikosis dan bukan sebelumnya (&ue, et al(,
1!8% dan 1a8ison, et al(, 1!!9$(
V.1.6 O#&/
&ekitar ,-#'@ penderita schizophrenia mengalami beberapa
bentuk kerusakan otak (&ue, et al(, 1!8%$( 2enelitian dengan ?BA
(?omputer B.ial Aomography$ dan M3/ (Magnetic 3esonance /magins$
memperlihatkan bah4a sebagian penderita schizophrenia memiliki
8entrikel serebral (yaitu ruangan yang berisi cairan serebrospinal$ yang
*auh lebih besar dibanding dengan orang normal( /tu berarti *ika 8entriker
lebih besar dari normal, *aringan otak pasti lebih kecil dari normal(
2embesaran 8entrikel berarti terdapat proses memburuknya atau
berhentinya pertumbuhan *aringan otak( Bebebrapa penelitian
memperlihatkan bah4a lobus frontalis, lobus temporalis, dan hipokampus
17
yang lebih kecil pada penderita schizophrenia (Btkinson, et al(, 1!!,$(
2enelitian dengan 2+A (2ositron +mission Aopography, yaitu pengamatan
terhadap metabolisme glukosa pada saat seseorang sedang menger*akan
tes psikologi, pada penderita schizophrenia memperlihatkan tingkat
metabolisme yang rendah pada lobus frontalis(
)elainan syaraf ini dapat pula di*elaskan sebagai akibat dari infeksi
yang disebabkan oleh 8irus yang masuk otak( /nfeksi ini dapat ter*adi
selama perkembangan *anin( Bkan tetapi, *ika kerusakan otak ter*adi pada
masa a4al perkembangan seseorang, pertanyaan yang muncul adalah
mengapa psikosis ini baru muncul pada masa de4asa( >einberger (dalam
1a8ison, et al(, 1!!9$ mengatakan bah4a luka pada otak saling
mempengaruhi dengan proses perkembangan otak yang normal( 0obus
frontalis merupakan struktur otak yang terlambat matang, khususnya pada
usia de4asa( 1engan demikian, luka pada daerah tersebut belum
berpengaruh pada masa a4al sampai lobus frontalis mulai berperan
dalam perilaku(
TERAPI PADA SCHIZOPHRENIA
TIMA P*")+(,* A%#$.)$/")$) A2006B
2ilihan antipsikosis harus dikendalikan dengan mempertimbangkan karakteristik
klinik dari pasien dan efesiensi dan profil efek samping dari pengobatan
Tahap I
Ujicoba SGA dosis tunggal
(ARIPIPRAZOLE, OLANZAPINE, QUETIAPINE,
RISPERIDONE, atau ZIPRASIDONE)
Tahap 2
Uji coba dosis tunggal SGA (bukan SGA ang digunakan !ada ta"a! 1)
18
Tahap 2 A
Uji coba d#ngan dosis tunggal ag#n
$GA%%% atau SGA
(bukan SGA ang digunakan !ada ta"a! 1 & 2)
Tahap 3
CLOZAPINE
Tahap 4
CLOZAPINE
'
($GA( SGA o) *+,)
Tahap 5
Uji coba d#ngan dosis tunggal ag#n
$GA%%% o) SGA
(bukan SGA ang digunakan !ada 1( 2 o) 2A)
Tahap 6
ko-binasi ,#)a!i
#.g.( SGA ' $GA( ko-binasi SGAs( ($GA atau SGA)' *+,( ($GA atau SGA) ' ag#n lain
19
VI.1. TERAPI IOLOGIS
V.1.1 P+%55,%&&% O-&# A%#$.)$/")$)
Fbat-obatan antipsikosis yang dapat meredakan ge*ala-ge*ala
schizophrenia adalah chlorpromazine (thorazine$ dan fluphenazine
decanoate (proli.in$( )edua obat tersebut termasuk kelompok obat
phenothiazines, reserpine (serpasil$, dan haloperidol (haldol$( Fbat ini
disebut obet penenang utama( Fbat tersebut dapat menimbulkan rasa
kantuk dan kelesuan, tetapi tidak mengakibatkan tidur yang lelap,
sekalipun dalam dosis yang sangat tinggi (orang tersebut dapat dengan
mudah terbangun$( Fbat ini tampaknya mengakibatkan sikap acuh pada
stimulus( luar( Fbat ini cukup tepat bagi penderita schizophrenia yang
tampaknya tidak dapat menyaring stimulus yang tidak rele8an$(
Bukti menun*ukkan bah4a obat antipsikotik ini beker*a pada bagian
batang otak, yaitu sistem retikulernya, yang selalu mengendalikan
masukan berita dari alat indera pada corte. cerebral( Fbat-obatan ini
tampaknyamengurangi masukan sensorik pada sistem retikuler, sehingga
informasi tidak mencapai corte. cerebral(
Fbat antipsikotik telah terbukti efektif untuk meredakan ge*ala
schizophrenia, memperpendek *angka 4aktu pasien di rumah sakit, dan
mencegah kambuhnya penyakit( Iamun, obat-obatan tersebut bukan
untuk penyembuhan menyeluruh( )ebanyakan pasien harus
melan*utkannya dengan perbaikan dosis pengobatan agar dapat berfungsi
di luar rumah sakit(
1i samping itu, efek penggunaan obat-obatan antipsikotik tersebut
memiliki dampak sampingan yang kurang menyenangkan, yaitu mulut
kering, pendangan mengabur, sulit berkonsentrasi, sehingga banyak
orang menghentikan pengobatan mereka( &elain itu *uga terdapat dampak
sampingan yang lebih serius dalam beberapa hal, misalnya tekanan darah
rendah dan gangguan otot yang menyebabkann gerakan mulut dan dagu
yang tidak disenga*a(
&elain itu, dalam ,-# tahun terakhir ini, obat-obat psikotropik anti
schizophrenic bermunculan dan mulai digunakan di /ndonesia( Fbat-obat
ini seperti clozapine, risperidone, olanzepine, iloperidol, diyakini mampu
memberikan kualitas kesembuhan yang lebih baik, terutama bagi yang
20
sudah resistendengan obat-obat lama( Fbat-obat generasi kedua ini bisa
menetralisir ge*ala-ge*ala akut schizophrenia seperti tingkah laku kacau,
gaduh gelisah, 4aham, halusinasi pendengaran, inkoherensi, maupun
menghilangkan ge*ala-ge*ala negatif (kronik$ seperti autistik (pikiran penuh
fantasi dan tak terarah, perasaan tumpul, dan gangguan dorongan
kehendak( Iamun, obat-obat anti schizophrenia ini memiliki harga yang
cukup tinggi( &ementara, penderita schizophrenia di /ndonesia
kebanyakan berasal dari golongan sosial ekonomi rendah dan biasanya
menggunakan obat-obatan klasik (generik$(
P*$%)$. U!,! T+*&.+,#$/
Generasi kedua antipsychotics (&GBs$ (*uga dikenal sebagai
antipsychotics tidak representatif$, terkecuali clozapine, merupakan
agen pilihan pertama dalam pengobatan schizophrenia(
2erkembangan saat ini, tetapi masih kontro8ersial, bukti pendukung
bah4a &GBs (e(g(, clozapine, olanzapine, risperidone, Euetiapine,
ziprasidone, and aripiprazole$ memiliki keman*uran yang unggul
untuk pengobatan ge*ala negati8e, kognisi, perasaan, dan
psikopatologi umum( -uga secara umum memiliki tingkat toleransi
yang lebih baik dari :GBs(
&GBs memiliki sedikit atau tidak men*adi akut efek samping
e.trapyramidal (+2&s$( )arakteristik lain dianggap berasal dari
minimal atau tidaknya kecenderungan untuk menyebabkan tardi8e
dyskinesia dan lebih kecil efeknya pada serum prolaktin daripada
:GBs( ?lozapine adalah satu-satunya &GB yang memenuhi semua
criteria tersebut(
?lozapine memiliki keman*uran yang unggul dalam menurunkan
sikap6keinginan untuk bunuh diri, dan dianggap sebagai pilihan
pengobatan lebih banyak (lihat prosedur$ untuk pasien yang ingin
bunuh diri(
2emilihan antipsychotic harus didasarkan pada (1$ kebutuhan
untuk menghindari suatu efek samping, (,$ tindakan medic yang
bersamaan atau psychiatric disorders, dan (#$ pasien atau
keluarga dengan ri4ayat responsi(
&emua :GBs setra keman*urannya dalam beberapa kelompok
pasien ketika digunakan dalam dosis eEuipotent( Fbat-obat dengan
potensi tinggi (e(g(, haloperidol$ sama efektifnya dalam mengobati
agitasi akut dengan potensi rendah, tingginya efek sedatif :GBs
(e(g(, chlorpromazine$(
21
+Eui8alents dosis (dinyatakan sebagai ?2J-eEui8alent
dosagesKLMdosis eEuipotent dari :GB diperbandingkan dengan 1
mg ?2J$ mungkin berguna ketika penggatian dari satu :GB ke
:GB obat lainnya(
2rediksi respon yang baik dari antipsychotic mencangkup respon
baik sebelumnya pada obat pilihan, tidak adanya alcohol dan
penyalahgunaan obat, onset akut dan durasi singkat kesakitan,
stress akut atau faktor-faktor pengendap, kemudian usia onset,
emosional(
M+/&%$)!+ K+*?&%3&
)er*a mutakhir difokuskan pada afinitas relatif antipsychoticsN untuk
memblok reseptor 1
,
la4an terhadap reseptor '-;A
,B
(
Bntipsychotics dapat diklasifikasikan dalam # kategori<
o Ainggi 1
,
antagonis dan rendah ';A
,B
antagonis ( serupa
:GB$
o Menengah ke tinggi 1
,
antagonis dan tinggi '-;A
,B
antagonis (serupa &GB-nonclozapine$
o 3endah 1
,
antagonis dan tinggi '-;A
,B
antagonis (serupa
&GB-clozapine$
Bripiprazole luar biasa dalam berpotensi terhadap agonis ';A
1B
(
tapi lemah terhadap antagonis '-;A
,B
( bersifat parsial terhadap
agonis dopamine pada bagian hypodopaminergic dan lemah
terhadap antagonis dopamine pada bagian hyperdopaminergic(
Jiprasidone memiliki rasio afinitas tertiggi terhadap '-;A
,B
-to-1
,
dibandingkan se*umlah antipsychotics( Aapi *uga berpotensi
terhadap '-;A
1B
agonist and a inhibitor sederhana dari presynaptic
reuptake norepinephrine dan '-;A(
Duetiapine memiliki ikatan lemah terhadap 1
,
(
%@ to %'@ penempatan reseptor 1
,
dianggap perlu untuk
menurunkan ge*ala positif7 ""@ blockade terhadap reseptor 1
,
dihubungkan dengan +2&(
+fek antipsychotic dari :GBs diupayakan berlangsung dalam
system limbic, mencangkup striatum 8entral( ;asil +2& dari
memblokade 1B dalam striatum dorsal(
22
:GBs merupakan antagonis dopaminergic dengan dengan afinitas
tinggi terhadap resptor 1
,
( 5ang terbaru, &GBs memiliki 8ariasi
ikatan 1
,
(
Blockade sementara dari reseptor dopamine kemungkinan cukup
kuat untuk ,menghasilkan efek antipsychotic dan peningkatan
sementara dalam konsentrasi prolaktin serum, tetpi blockade
*angka lama 1
,
diperlukan untuk memproduksi +2&s dan
mempertahankan hyperprolactinemia(
:GBs, khususnya antipsychotics potensi rendah (e(g(,
chlorpromazine and thioridazine$, *uga memblok reseptor
muscarinic, OP
1
-adrenergic, and histaminic berakibat mulut kering,
konstipasi, sinus tachycardia, dan orthostatic hypotension(
VI.1.2 T+*&.$ E'+/#*"/"%>,')$1
Aerapi +lektrokon8ulsif disingkat +?A *uga dikenal sebagai terapi
elektroshock( +?A telah men*adi pokok perdebatan dan keprihatinan
masyarakat karena beberapa alasan( 1i masa lalu +?A ini digunakan di
berbagai rumah sakit *i4a pada berbagai gangguan *i4a, termasuk
schizophrenia( Iamun terapi ini tidak membuahkan hasil yang
bermanfaat( &ebelum prosedur +?A yang lebih manusia4i dikembangkan,
+?A merupakan pengalaman yang sangat menakutkan pasien( 2asien
seringkali tidak bangun lagi setelah aliran listrik dialirkan ke tubuhnya dan
mengakibatkan ketidaksadaran sementara, serta seringkali menderita
kerancuan pikiran dan hilangnya ingatan setelah itu( Bdakalanya,
intensitas keke*angan otot yang menyertai serangan otak mengakibatkan
berbagai cacat fisik(
Iamun, sekarang +?A sudah tidak begitu menyakitkan( 2asien
diberi obat bius ringan dan kemudian disuntik dengan penenang otot(
Bliran listrik yang sangat lemahdialirkan ke otak melalui kedua pelipisatau
pada pelipis yang mengandung belahan otak yang tidak dominan( ;anya
aliran ringan yang dibutuhkan untuk menghasilkan serangan otak yang
diberikan, karena serangan itu sendiri yang bersifat terapis, bukan aliran
listriknya( 2enenang otot mencegah ter*adinya keke*angan otot tubuh dan
kemungkinan luka( 2asien bangun beberapa menit dan tidak ingat apa-
apa tentang pengobatan yang dilakukan( )erancuan pikiran dan hilang
ingatan tidak ter*adi, terutama bila aliran listrik hanya diberikan kepada
belahan otak yang tidak dominan (nondominan hemisphere$( +mpat
sampai enam kali pengobatan semacam ini biasanya dilakukan dalam
23
*angka 4aktu , minggu( Bkan tetapi, +?A ini tidak cukup berhasil untuk
penyembuhan schizophrenia, namun lebih efektif untuk penyembuhan
penderita depresi tertentu(
VI.1.6 P+!-+(&4&% -&5$&% "#&/
2ada tahun 1!#', Moniz (1a8ison, et al(, 1!!9$ memperkenalkan
prefrontal lobotomy, yaitu preoses pembedahan pada lobus frontalis
penderita schizophrenia( Menurut Moniz, cara ini cukup berhasil dalam
proses penyembuhan yang dilakukannya, khususnya pada penderita yang
berperilaku kasar( Bkan tetapi, pada tahin 1!' -an cara ini ditinggalkan
karena menyebabkan penderita kehilangan kemampuan kognitifnya, otak
tumpul, tidak bergairah, bahkan meninggal(
DAFTAR PUSTAKA
1. M, Bakhriansyah( :armakologi Fbat Gangguan &araf( Bagian
Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Banjarbaru( Q&erial on /nternetR( ,8( Qdikutip 1 Bgustus ,!R(
B8ailable from<
24
http<66farmakologi(files(4ordpress(com6,86!6farmakologi-gangguan-
saraf-psik-a*(pdf(
2. &utatminingsih, 3aras( &chizophrenia( :akultas )edokteran 2rog(
&tudi 2sikologi Hni8ersitas &umatera Htara( Digitized by USU digital
Library( Q&erial on /nternetR( ,,( Qdikutip 1 Bgustus ,!R( B8ailable
from<
http<66duniapsikologi(dag(digdug(com6files6,86116schizophrenia(pdf(
3. M, Bakhriansyah( &edatif ;ypnotic 1rugs( Bagian Farmakologi
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru(
Q&erial on /nternetR( ,!( Qdikutip 1 Bgustus ,!R( B8ailable from<
http<66farmakologi(files(4ordpress(com6,!6,6obat-
neuromuskular(neurologi(pdf(
4. >ells, Barbara(G, dkk( Parma!oterapy "andbook( &i. edition(
McGra4-;ill Medica 2ublishing 1i8ision( Ie4 york( ,%( #vailable as
PDF file(
5. ?hilsholm-burns,M, dkk( Parma!oterapy Prin!iples $ Pra!ti!e( &i.
edition( McGra4-;ill Medica 2ublishing 1i8ision( Ie4 york( ,8(
#vailable as PDF file(
6. 1ipiro, -oseph(A, dkk( Parma!oterapy # Patopysiologi! #pproa!(
&i. edition( McGra4-;ill Medica 2ublishing 1i8ision( Ie4 york( ,'(
#vailable as PDF file(
7. )atzung, Bertram G( Basi! and %lini!al Parma!ology( 1
th
edition(
McGra4-;ill Medica 2ublishing 1i8ision( Ie4 york( ,%( #vailable as
PDF file(
25