Anda di halaman 1dari 4

Berikan Aku Kesempatan Kedua

Dibawah pohon yang rindang, semilir angin yang sejuk seakan


menyapa setiap orang yang berada di halaman sekolah SMAN 2
Bandung. Di bawah pohon itu terlihat seorang gadis yang duduk
termenung dengan memeluk sebuah buku diary di tangannya.
Bingung. Itulah satu kata yang ku rasakan saat ini. Aku
tahu, aku masih sayang dan mencintainya. Tapi apakah aku harus
meminta dia kembali, setelah apa yang aku lakukan terhadap dia?
Aku mencampakan dia begitu saja tanpa alasan yang tepat. Pasti dia
sakit hati!
Itulah kalimat yang di tuliskan Rhara ke dalam diarynya, buku
usang yang telah menjadi teman dikala dia lagi susah dan senang.
Selain sahabatnya, diary itu yang selalu menemaninya.
Rha.kok ngelamun aja sih? teriak Dina dan Diana
sahabatnya seolah mereka senang membuat sahabatnya itu kaget.
Eh. Kalian? Bikin kaget aja?
Kamu kenapa Rha, masih pagi udah ngelamun aja? Tanya
Dina dan Diana.
Oni din.. Sahut Rhara.
Memangnya kenapa sama Oni? Tanya Dina yang heran
ketika mendengan nama Oni.
Gak kenapa-napa kok.. Kemarin salah satu teman Oni telpon
aku dan dia bilang kalau Oni putus sama pacarnya si Sinta itu. Jawab
Rhara.
Wahhh yang bener? Kesempatan emas dong buat lo Rha, kan
katanya lo pengen balikan lagi sama Oni? Ucap Diana yang tomboy
namun cantik.
Iya bener, katanya Oni diselingkuhin sama si Sinta. Malang
bener yah nasibnya Oni? Dulu gue ninggalin dia karna gue kegoda
sama si Rian. Bego banget yah gue? Huhuu.. pengen nangisss kalo
gue inget kejadian itu lagi. Gue nyesel banget udah ninggalin
Oniiiii. Gue pengen balikan lagi sama dia.
Sekarang terserah lo, gue sebagai sahabat cuman ngingatin
aja? Jangan sampe kalo lo udah jadian lagi sama Oni, terus lo bosen
dan lo ninggalin dia lagi? Pikir-pikir lagi deh Rha, daripada lo entar
bikin Oni sakit hati lagi. Tegas Dina.
Iya, aku sadar akan hal itu.. jawab Rhara.
Keesokan harinya, sepulang sekolah Rhara datang ke kosannya
Oni, bermaksud untuk menemui Oni, karena kostan Oni itu terletak di
seberang sekolahnya jadi Rhara tidak usah menunngu Oni terlalu
lama.
Oni.. Teriak Rhara berlari menghampiri Oni. Oni yang
melihat Rhara, langsung mempercepat langkahnya untuk menghindari
Rhara.
Ni. Tunggu ni Teriak Rhara namun Oni semakin jauh dan
masuk ke kamarnya. Rhara pun bingung, dia langsung pulang karena
Oni tidak mau bicara dengannya
Semenjak Rhara tahu kalau Oni putus sama Sinta, Rhara
berusaha untuk mendapatkan hati Oni lagi. Tiga jam kemudian Rhara
datang lagi ke kostan Oni. Dan ternyata Oni sedang berkumpul di luar
bersama teman-temannya.
Hai.. semua sapa Rhara. Namun, Ijul dan Riko tidak
menjawab sapa Rhara.
Mau apa kamu ke sini?, masih brani juga kamu, setelah apa
yang kamu perbuat terhadap Oni? Tanya Ijul yang geram melihat
Rhara.
SSStt sudah-sudah Jul. Mau apa lo? bukannya udah ada
orang yang lebih sayang dan sempurna buat lo? Atau lo udah
dicampakan dia, seperti yang lo lakuin sama gue? Tanya Oni.
Sebelumnya gue mau minta maaf Ni, gue tahu gue salah, gue
tahu gue udah mencampakan lo, gue menyesali semuanya Ni. Gue
nemuin lo disini hanya pengen balik lagi sama lo Ucap Rhara
berusaha untuk meyakinkan Oni.
Rha, gu emang amat sangat sayang sama lo, tapi itu dulu?
Hati gue terlalu sakit untuk mengenang semuanya, lo tahu berapa
lama gue menahan penderitaan ini? Lo gak tahu kan? Gue bukan
lelaki yang lemah, yang bisa kamu permainkan perasaannya, tanpa
satu kata lo ninggalin gue gitu aja. Gue bingung! Hati gue udah beku
buat lo Rha. Ucap Oni.
Rhara hanya diam terpaku, ketika mendengar kata-kata Oni
yang begitu menyentuh, dia menyesali semua sikapnya, dia tidak
menyangka akan terjadi seperti ini. Dengan hati yang hancur Rhara
pun pergi meninggalkan Oni.
Oni, gue akan melakukan apa saja, biar lo percaya kalo gue
udah berubah. Kata Rhara dalam hatinya.
Satu bulan kemudian.
Rhara bertanya-tanya, apakah Oni mau mengangkat telfonnya.
Ternyara beberapa detik kemudian Oni mengangkat telfon dari Rhara.
Hati Rhara pun deg-degan ketika mendengar suara Oni kembali.
Hallooo Angkat Oni.
Maaf, saya bicara dengan Oni?
Iya, ada apa Rha? Tumben telfon. Rhara pun semakin grogi
ketika tau itu benar-benar Oni.
Hmm.. engga, pengen aja nelfon, emang ga boleh ya? Gue ga
ganggu lo kan? Tanya Rhara.
Ohhh engga ko, nyantei aja kali hehee.. ngomong-ngomong
lagi apa nih Rha? Tanya Oni.
Rhara dan Oni semakin asyik ngobrol di telfon. Mereka sudah
bisa ketawa-ketawa lagi. Betapa senangnya hati Rhara setelah sekian
lama dia tidak bisa measakan hal seperti itu dengan Oni.
Dari hari ke hari Rhara dan Oni semakin akrab. Setelah sekian
lama, Oni sudah bisa menerima Rhara sebagai temannya. Rhara tidak
pernah putus asa untuk mendapatkan cinta Oni lagi.

TEEEET..
Belum selesai Rhara menulis diarynya, terdengar suara bel
rumah. Rhara yang mendengar bel itu, dia langsung bergegegas
keluar dari kamarnya untuk membukanya.
Eh kalian. Ayo masuk? Ajak Rhara.
Gini Rha, kami datang kesini,ingin membicarakan tentang
hubungan kamu sama Oni? Ucap Dina.
Iya Rha, gue punya ide supaya lo bisa balikan lagi sama Oni.
Kata Dina.
wahh wahh . Ide apa tuh? Kasih tau gue dong.. hehe gue
udah ga sabar pengen tau apa ide kalian berdua. Sahut Rhara.
Jadi gini, gimana kalo lo pura-pura sakit.. lo pura-pura dirawat
gitu deh! Hehe..biar Oni agak simpati sama lo. Kata Diana.
Emang ga berlebihan yah?? Gue takut entar yang ada Oni
malah tambah benci sama gue. Sekarang kan hubungan gue sama Oni
udah semakin membaik. Udah gini aja gue bersyukur banget.
Dijamin ga bakal deh, lo tenang aja. Init uh ide brilian
tauuuu.. hahah.. kita berdua siap ko nanggung resikonya.. Tambah
Dina.
Hmmm.. duhhh.. gimana ya? Gue bingung, tapi okelah. Asal
itu semua demi meluluhkan atiya Oni, gue mau deh! hhahaha.. Ujar
Rhara sambil tertawa penuh harapan.
Dina dan Diana pun menjalankan rencana yang sudah mereka
atur. Salah satu dari mereka menelfon Oni dan memberitahukan kalau
Rhara sekarang ini ada di rumah sakit karena tabrakan. Oni yang
mendengar hal itu sangat kaget dan tanpa pikei panjang lagi Oni
langsung pergi ke rumah sakit dimana Rhara dirawat.

Satu jam kemudian Oni pun tiba di Rumah Sakit.
Oni..akhirnya kamu datang juga teriak Diana yang sudah
lama menunggu.
Apa yang terjadi ? Tanya Oni khawatir.
Diana yang tidak menjawabnya menambah rasa khwatir Oni,
merekapun langsung menuju ke kamar dimana Rhara dirawat. Oni
sangat terkejut melihat keadaan orang yang pernah di cintainya.
Kepala, kaki dan tangannya yang dilingkar dengan kain kasa. Oni pun
langsung menghampiri Rhara yang sedang berbaring.
Kenapa kamu bisa sampai kayak gini? tanya Oni lembut
yang masih tetap menatap wajah Rhara.
Aku minta maaf, sebenarnya aku juga sangat merindukanmu,
aku mencintaimu Rha?
Rhara hanya diam dan menutup matanya rapat-rapat, dia
berusaha untuk membuat keadaannya tidak terlihat seperti sandiwara.
Sementara Oni masih terus berbicara pada Rhara, Rhara langsung
bangun dan memeluknya.
Oni aku mencintaimu, apapun akan aku lakukan biar kamu
percaya ucap Rhara.
Iya, aku percaya sama kamu, tapi kamu harus janji nggak akan
ngulangin hal nekat kaya gini? Jawab Oni.
Rha maukah kamu menjadi pacarku lagi? Tanya Oni.
Iya, aku mau jadi pacarmu lagi? Jawab Rhara.
Dengan senang Rhara pun bangkit dari tempat tidurnya dan
lompat-lompat sampai lupa bahwa mereka lagi bersandiwara untuk
meluluhkan hatinya Oni. Oni yang melihat keadaan Rhara dia
langsung marah dan pergi meninggalkan mereka semua karena
merasa telah ditipu habis-habisan.
Oni.tunggu! cegah Rhara.
Mau jelasin apa lagi sich? Jawab Oni.
Aku tau apa yang aku lakukan ini konyol, tapi jika kamu mau
bukti aku akan lakukan biar kamu puas. Ucap Rhara.
Rhara pun berlari keluar Rumah Sakit dan membuktikan bahwa
dia tidak main-main dengan perkataannya.
Rha..aku mencintai kamu? teriak Oni.
Rhara menghentikan langkahnya dan lari menghampiri Oni.
Mereka berduapun saling berpelukan dengan erat tanpa menghiraukan
keadaan di sekitar mereka. Kedua sahabatnya hanya bisa tersenyum
dan berharap cinta mereka akan tetap terjaga selamanya.


Nama : Rani Yulifah Elkanawati
Kelas : X4
NISN : 9950581267


Kerangka Cerpen

1. Tema : Sebuah Penyesalan
2. Tujuan
Eksposisi yaitu memaparkan kejadian yang terjadi di dalam
cerpen tersebut.
3. Penokohan dan Karakter
a. Rhara : Baik, tidak mudah putus asa, mudah tergoda.
b. Oni : Baik, tidak memiliki perasaan dendan walaupun
sudah disakiti dan dihianati, pemaaf.
c. Dina : Selalu mendukung dan membantu sahabatnya.
d. Diana : Tomboy, selalu mendukung dan membatu
sahabatnya.
e. Rian : Playboy, plinpan, mudah tertarik pada wanita.
f. Sinta : Mudah tergoda pada laki-laki.
g. Ijul
h. Riko
4. Alur/Plot





5. Setting/Latar
a. Tempat :
SMAN 2 Bandung (Sekolah Rhara, Dina dan Diana)
Kostan Oni
Rumah Rhara
Rumah Sakit
b. Waktu
Siang, sepulang sekolah.

c. Suasana



6. Amanat
Jangan pernah meninggalkan orang yang menyayangi kita demi
orang yang belum pasti. Kita harus menghargai semua orang
yang menyayangi kita, dan jangan biarkan mereka pergi
sebelum kita menyesal telah meninggalkan orang tersebut.
7. Gaya Bahasa
Gaya bahasa populer, yaitu gaya bahasa yang digunakan
sehari-hari.
8. Sudut Pandang
Orang ketiga pelaku utama.


Nama : Rani Yulifah Elkanawati
Kelas : X4
NISN : 9950581267