Anda di halaman 1dari 19

FILSAFAT ILMU

FILSAFAT ILMU
BOBOT : 2 SKS
BOBOT : 2 SKS
DRS. DEDE KOSASIH, M.SI.
DRS. DEDE KOSASIH, M.SI.
REFERENSI
JUJUN. S.SURIASUMANTRI; FILSAFAT
ILMU; SINAR HARAPAN JAKARTA
SUDARTO; METODOLOGI PENELITIAN
FILSAFAT; RAJA GRAFINDO; JAKARTA
SIDI GAZALBA; SISTIMATIKA FILSAFAT;
BULAN BINTANG; JAKARTA
METAFISIKA; LORENS BAGUS;
GRAMEDIA JAKARTA
BERFILSAFAT !!!!
BERFILSAFAT !!!!

ADA ORANG YANG TAHU DITAHUNYA


ADA ORANG YANG TAHU DITAHUNYA

ADA ORANG YANG TAHU


ADA ORANG YANG TAHU
DITIDAKTAHUYA
DITIDAKTAHUYA

ADA ORANG YANG TIDAK TAHU


ADA ORANG YANG TIDAK TAHU
DITAHUNYA
DITAHUNYA

ADA ORANG YANG TIDAK TAHU DI


ADA ORANG YANG TIDAK TAHU DI
TIDAK TAHUNYA
TIDAK TAHUNYA

(DUMM GEBOREN WENIG LERNEN


(DUMM GEBOREN WENIG LERNEN
ALLES VERGESSEN)
ALLES VERGESSEN)
APAKAH FILSAFAT???
APAKAH FILSAFAT???
PENGETAHUAN DAN PENYELIDIKAN
PENGETAHUAN DAN PENYELIDIKAN
DGN AKAL BUDI TTG HAKIKAT
DGN AKAL BUDI TTG HAKIKAT
SESUATU
SESUATU

FILSAFAT SEBAGAI ILMU


FILSAFAT SEBAGAI ILMU
ILMU
ILMU
YANG MENYELIDIKI MAKNA
YANG MENYELIDIKI MAKNA
TERDALAM REALITA MANUSIA
TERDALAM REALITA MANUSIA
FILSAFAT
FILSAFAT
SEBAGAI
SEBAGAI
ILMU
ILMU
D
I
D
A
S
A
R
K
A
N

D
I
D
A
S
A
R
K
A
N

A
T
A
S


A
T
A
S


AKAL BUDI DAN PENGALAMAN
AKAL BUDI DAN PENGALAMAN

CARA MEMPELAJARINYA:
CARA MEMPELAJARINYA:

SUDUT PANDANG KESEJARAHAN : LAHIR
SUDUT PANDANG KESEJARAHAN : LAHIR
PADA ABAD KE
PADA ABAD KE
-
-
6
6
Sm
Sm
;
;
SOCRATES, PLATO, ARISTOTELES
SOCRATES, PLATO, ARISTOTELES

SECARA SISTIMATIS: CABANG
SECARA SISTIMATIS: CABANG
-
-
CABANGNYA; LOGIKA, METODOLOGI,
CABANGNYA; LOGIKA, METODOLOGI,
METAFISIKA/ONTOLOGI,EPISTIMOLOGI,
METAFISIKA/ONTOLOGI,EPISTIMOLOGI,
ETIKA DLL
ETIKA DLL
FILSAFAT SEBAGAI
CARA BERPIKIR
BERPIKIR TRADISONAL; TANPA
BERDASARKAN ATURAN ILMIAH
BERPIKIR ILMIAH;
METODIS
SISTIMATIS
OBJEKTIF
UMUM

METODE
METODE
-
-
METODE FILSAFAT (ANTON
METODE FILSAFAT (ANTON
BAKKER)
BAKKER)

METODE INTUITIF
METODE INTUITIF
(205
(205
-
-
270) PALTINOS & HENDRI BERGSON
270) PALTINOS & HENDRI BERGSON

METODE SKOLASTIK
METODE SKOLASTIK
(1859
(1859
-
-
1941) THOMAS AQUINAS
1941) THOMAS AQUINAS

METODE GEOMETRIS
METODE GEOMETRIS
(1596
(1596
-
-
1650) RENE DESCARTES
1650) RENE DESCARTES

METODE EKSPERIMENTAL
METODE EKSPERIMENTAL
DAVID HUME
DAVID HUME

METODE KRITIS
METODE KRITIS
-
-
TRASENDENTAL
TRASENDENTAL
(1724
(1724
-
-
1808)
1808)
IMMANUeL
IMMANUeL
KANT
KANT

METODE DIALEKTIS (GERAKAN PIKIRAN)
METODE DIALEKTIS (GERAKAN PIKIRAN)
1770
1770
-
-
1883) HEGEL
1883) HEGEL

METODE FENOMENOLOGIS
METODE FENOMENOLOGIS
(1859
(1859
-
-
1838) EDMUND HUSSERL
1838) EDMUND HUSSERL
FILSAFAT SEBAGAI PANDANGAN HIDUP;
MANGAN ORA MANGAN ASAL NGUMPUL
NGUMPUL ORA NGUMPUL ASAL MANGAN
WELTANSCHAUUNG (Worldview)
FILSAFAT : PENERATAS
FILSAFAT : PENERATAS
PENGETAHUAN
PENGETAHUAN

BACALAH !!! BISMILLAH


BACALAH !!! BISMILLAH

..
..
PASUKAN MARINIR MEREBUT PANTAI
PASUKAN MARINIR MEREBUT PANTAI
UNTUK PENDARATAN
UNTUK PENDARATAN

.
.
PASUKAN INFANTRI
PASUKAN INFANTRI

.SIIIIIAAAAP
.SIIIIIAAAAP
MEMBELAH GUNUNG DAN MERAMBAH
MEMBELAH GUNUNG DAN MERAMBAH
HUTAN BELANTARA
HUTAN BELANTARA

..
..
PASUKAN SERGAP
PASUKAN SERGAP

!! SIAGA
!! SIAGA

.
.
MENYEMPURNAKAN KEMENANGAN
MENYEMPURNAKAN KEMENANGAN
TIAP ILMU DIAWALI DENGAN
TIAP ILMU DIAWALI DENGAN
FILSAFAT DAN DIAKHIRI DENGAN
FILSAFAT DAN DIAKHIRI DENGAN
SENI (WILL DURANT)
SENI (WILL DURANT)
-----
-----

MUNCUL
MUNCUL
DALAM HIPOTESIS DAN
DALAM HIPOTESIS DAN
BERKEMBANG KE KEBERHASILAN
BERKEMBANG KE KEBERHASILAN

AUGUSTE COMTE; TINGKAT


AUGUSTE COMTE; TINGKAT
PERKEMBANGAN PENGETAHUAN:
PERKEMBANGAN PENGETAHUAN:

TAHAP RELIGIUS
TAHAP RELIGIUS

TAHAP METAFISIKA DAN


TAHAP METAFISIKA DAN

POSITIF ( PENGETAHUAN ILMIAH)


POSITIF ( PENGETAHUAN ILMIAH)
BIDANG TELAAHAN FILSAFAT
BIDANG TELAAHAN FILSAFAT

SEGALA MASALAH YANG MUNGKIN
SEGALA MASALAH YANG MUNGKIN
DIPIKIRKAN;
DIPIKIRKAN;

LOGIKA
LOGIKA

ETIKA
ETIKA

ESTETIKA
ESTETIKA
DASAR PENGETAHUAN
DASAR PENGETAHUAN
MANUSIA
MEMPUNYAI
BAHASA
BERPIKIR
MENGEMBANGKAN
PENGETAHUAN
PENALARAN
PENALARAN
PROSES BERPIKIR,
MENARIK KESIMPULAN
BERPIKIR
KEGIATAN MENEMUKAN
PENGETAHUAN YANG
BENAR
CIRI PENALARAN
CIRI PENALARAN

POLA BERPIKIR LUAS (LOGIKA);


POLA BERPIKIR LUAS (LOGIKA);
INTUITIF, WAHYU.
INTUITIF, WAHYU.

SIFAT ANALITIK (LOGIKA ILMIAH)


SIFAT ANALITIK (LOGIKA ILMIAH)
LOGIKA
PENGKAJIAN
BERPIKIR
SECARA SAHIH
PENALARAN
ILMIAH
DEDUKTIF
INDUKTIF
RASIONAL EMPIRIS
SUMBER PENGETAHUAN
SUMBER PENGETAHUAN
RASIO
RASIO EMPIRIS
EMPIRIS
KRITERIA KEBENARAN
KOHERENSI
pernyataan yang bersifat
konsisten dengan
pernyataan sebelumnya
dianggap benar
KORESPONDENSI
materi pengetahuan yang
dikandung berkorespondensi
dengan objek yang dituju.
PRAGMATIS
pernyataan yang bersifat
fungsional dalam kehidupan
sehari-hari
PERNYATAAN DIANGGAP BENAR JIKA :