Anda di halaman 1dari 11

KASUS UJIAN MINI-CEX

HEMATOMA SUBKONJUNGTIVA OS
Oleh:
Karina Puspita Sari S.Ked
NIM : 70 2009 011
Penguji:
dr. Hj. Hasmeinah, Sp.M
BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA
FK UNIVESITAS MUHAMMA!I"AH PALEMBANG
S# MUHAMMA!I"AH PALEMBANG
$%&'
BAB I
LAPOAN KASUS MINI-CEX
ANAMNESIS
Autoanamnesis
N()( : An. !
U)u* : 10 tahun
u(ng : "
Kel(+ : "
Nama #en$%ap : An. !
&mur : 10 'ahun
Pe%erjaan : pe(ajar
A(amat : )(n. Pendataan *arat. 12 &(u
)enis Ke(amin : (a%i"(a%i
Pendidi%an : S*
!,-.e* /(ng Me*(0(. : dr. Hj. Hasmeinah, Sp.M
!,-.e* Mu1( : Karina Puspita Sari S.Ked
'an$$a( Pemeri%saan : 21 )anuari 201+
K#&HAN &'AMA :
Merah pada mata %iri
K#&HAN 'AM,AHAN:
Mata %iri terasa $ata(, n-eri dan si(au.
.i/a-at Pen-a%it Se%aran$:
Seja% 0 1 hari -an$ (a(u pasien merasa merah pada mata %iri
di%arena%an terjadi pu%u(an pada matan-a, disertai 2en$%a% pada %e(opa%
mata dan pen$(ihatan pada mata %iri tida% menurun. *emam 345, mua( 345,
muntah 3"5, pusin$ 345, n-eri pada mata %iri 345, mata 2erair 3"5, se%ret3"5.
Pasien 2ero2at %e2idan di 2eri sa(ep mata tapi pasien (upa nama sa(epn-a,
dan pasien ju$a di2eri o2at ma%an. Namun mata pasien tida% men$a(ami
peru2ahan.
0 + hari SM.S, pasien merasa merah pada mata tida% 2er%uran$,
pasien ju$a men$e(uh%an rasa $ata( 345, se%ret pada mata 3"5,mata 2erair 3"5,
si(au 345, pen$(ihatan menurun 3"5, n-eri 345.Kemudian penderita 2ero2at %e
po(i%(ini% .SMP.
Pasein men$a%u 2aru pertama %a(i men$a(ami %e(uhan seperti ini.
&# i0(/(. Pen/(-i. !(hulu
Hasi( autoanamnesis di%etahui in6ormasi men$enai ri/a-at pen-a%it terdahu(u
pada pasien se2a$ai 2eri%ut.
.i/a-at mata Ka2ur3"5
.i/a-at 'rauma 345
.i/a-at Mata Merah 3"5
.i/a-at ,atu% (ama 3"5
$# i0(/(. Pen/(-i. Kelu(*g(
Hasi( autoanamnesis di%etahui in6ormasi men$enai ri/a-at pen-a%it da(am
%e(uar$a se2a$ai 2eri%ut.
.i/a-at ada an$$ota -an$ memi(i%i %e(uhan -an$ sama seperti -an$
pasien %e(uh%an disan$%a(
.i/a-at darah tin$$i da(am %e(uar$a disan$%a(
.i/a-at %en7in$ manis da(am %e(uar$a disan$%a(
PEMEIKSAAN FISIK
N()( : An. !
U)u* : 10 tahun
u(ng : "
Kel(+ : "
S.(.u+ Gene*(li+
Keadaan &mum : ,ai%
Kesadaran : 8ompos mentis
9ita( Si$n :
" 'e%. *arah : 100:;0 mmH$
" Nadi : 7; %a(i:menit
" #aju Napas : 21 %a(i: menit
" Suhu : <=,= >8
S.(.u+ O2.(l),l,gi+
?* ?S
N,# Pe)e*i-+((n O! OS
&# Vi+u+ 20:20 20:20
$# Te-(n(n In.*( O-ule* 'ida% di(a%u%an 'ida% di(a%u%an
3# Ke1u1u-(n B,l( M(.(
Posisi ?rto6oria ?rto6oria
%so6ta(mus 3"5 3"5
no6ta(mus 3"5 3"5
'# Pe*ge*(-(n B,l( M(.(
Atas
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
,a/ah 'ida% ada ham2atan 'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah %ese$a(a arah
'empora(
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
'empora( atas
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
'empora( 2a/ah
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
Nasa(
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
Nasa( atas
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
Nasa( 2a/ah
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
'ida% ada ham2atan
%ese$a(a arah
Nista$mus 3"5 3"5
4# P(l5e6*(e
Hematom 3"5 345
dema 3"5 3"5
Hiperemis 3"5 3"5
,enjo(an 3"5 3"5
&(%us 3"5 3"5
!iste( 3"5 3"5
Hordeo(um 3"5 3"5
Ka(a@ion 3"5 3"5
Ptosis 3"5 3"5
%tropion 3"5 3"5
ntropion 3"5 3"5
Se%ret 3"5 3"5
'ri%iasis 3"5 3"5
Madarosis 3"5 3"5
7# Pun8.u) L(-*i)(li+
dema 3"5 3"5
Hiperemis 3"5 3"5
,enjo(an 3"5 3"5
!iste( 3"5 3"5
9# K,njung.i:( T(*+(l Su5e*i,*
dema 3"5 3"5
Hiperemis 3"5 3"5
Se%ret 3"5 3"5
pi%antus 3"5 3"5
;# K,njung.i:( T(*+(li+ In2e*i,*
Kemosis 3"5 3"5
Hiperemis 3"5 3"5
Anemis 3"5 3"5
!o(i%e( 3"5 3"5
Papi( 3"5 3"5
#ithiasis 3"5 3"5
Sim2(e6aron 3"5 3"5
Se%ret 3"5 3"5
<# K,njung.i:( Bul6i
Kemosis 3"5 3"5
Pteri$ium 3"5 3"5
Pin$ue%u(a 3"5 3"5
!(i%ten 3"5 3"5
Sim2(e6aron 3"5 3"5
Inje%si %onjun$tiAa 3"5 3"5
Inje%si si(iar 3"5 3"5
Inje%si epis%(era 3"5 3"5
Perdarahan su2%onjun$tiAa 3"5 345
&%# K,*ne(
Kejernihan )ernih )ernih
dema 3"5 3"5
&(%us 3"5 3"5
rosi 3"5 3"5
In6i(trat 3"5 3"5
!(i%ten 3"5 3"5
Kerati% presipitat 3"5 3"5
Ma7u(a 3"5 3"5
Ne2u(a 3"5 3"5
#eu%oma 3"5 3"5
#eu%oma adherens 3"5 3"5
Sta6i(oma 3"5 3"5
NeoAas%u(arisasi 3"5 3"5
Im2i2isi 3"5 3"5
Pi$men iris 3"5 3"5
,e%as jahitan 3"5 3"5
'es sensi2i(itas 3"5 3"5
&&# Li)6u+ -,*ne(
Ar%us seni(is 3"5 3"5
,e%as jahitan 3"5 3"5
&$# S-le*(
S%(era 2iru 3"5 3"5
pis%(eritis 3"5 3"5
S%(eritis 3"5 3"5
&3# K()e*( O-uli An.e*i,*
Keda(aman 8u%up 8u%up
Kejernihan )ernih )ernih
!(are 3"5 3"5
Se( 3"5 3"5
Hipopion 3"5 3"5
Hi6ema 3"5 3"5
&'# I*i+
Barna 8o%(at 8o%(at
Cam2aran radier )e(as:tida% je(as )e(as:tida% je(as
%sudat 3"5 3"5
Atro6i 3"5 3"5
Sine%ia posterior 3"5 3"5
Sine%ia anterior 3"5 3"5
Iris 2om2e 3"5 3"5
Iris tremu(ans 3"5 3"5
&4# Pu5il
,entu% ,u(at ,u(at
,esar 0 < mm 0 < mm
.e$u(aritas .e$u(ar .e$u(ar
Iso%oria 345 345
#eta% Sentra( Sentra(
.e6(e%s 7aha-a (an$sun$ 345 345
Se%(usio pupi( 3"5 3"5
?%(usi pupi( 3"5 3"5
#eu%o%oria 3"5 3"5
&7# Len+(
Kejernihan )ernih )ernih
Shado/ test 3"5 3"5
.e6(e%s %a7a 3"5 3"5
#u%sasi 3"5 3"5
Su2(u%sasi 3"5 3"5
Pseudo6a%ia 3"5 3"5
A6a%ia 3"5 3"5
&9# Fun1u+-,5i 'ida% di(a%u%an 'ida% di(a%u%an
.e6(e%s 6undus
Papi(
" /arna papi(
" 2entu%
" 2atas
.etina
" /arna
" perdarahan
" e%sudat
Ma%u(a (utea
PEMEIKSAAN PENUNJANG
N()( : An. !
U)u* : 10 tahun
u(ng : "
Kel(+ : "
Anju*(n Pe)e*i-+((n:
D Pemeri%saan darah (en$%ap 3H2, Ht, 'rom2osit, #eu%osit, #*, 8', ,', *85
INGKASAN ANAMNESIS !AN
PEMEIKSAAN JASMANI
N()( : An. !
U)u* : 10 tahun
u(ng : "
Kel(+ : "
Seja% 0 1 hari -an$ (a(u pasien merasa merah pada mata %iri di%arena%an terjadi
pu%u(an pada matan-a, disertai 2en$%a% pada %e(opa% mata dan pen$(ihatan pada
mata %iri tida% menurun. *emam 345, mua( 345, muntah 3"5, pusin$ 345, n-eri pada
mata %iri 345, mata 2erair3"5, se%ret 3"5. Pasien 2ero2at %e2idan di 2eri sa(ep mata tapi
pasien (upa nama sa(epn-a, dan pasien ju$a di2eri o2at ma%an. Namun mata pasien
tida% men$a(ami peru2ahan. 0 + hari SM.S, pasien merasa merah pada mata tida%
2er%uran$. Pasien men$a%u 2aru pertama %a(i men$a(ami %e(uhan seperti ini.
!(2.(* M(+(l(h:
1. Mata %iri merah.
2. Pa(pe2ra : ?S Hematom345
<. Konjun$tiAa ,u(2i : ?S perdarahan su2%onjun$tiAa
Ke)ung-in(n Pen/e6(6 M(+(l(h :
?S Hematoma Su2%onjun$tiAa
ENCANA PENGELOLAAN
N()( : An. !
U)u* : 10 tahun
u(ng : "
Kel(+ : "
1. Medi%amentosa :
a. 9itamin ,1, ,=, ,12 ta2 < E 100 m$
2. du%asi :
1. Hindari pema%aian aspirin, i2upro6en, naproE-n, atau 2e2erapa NSAI* (ain -an$ dapat
menin$%at%an perdarahan untu% sementara.
2. Hindari men$u7e% mata -an$ merah.
<. Kondisi ini a%an mem2ai% den$an sendirin-a se(ama 1"< min$$u, perdarahan
su2%onjun$tiAa dapat diserap da(am satu atau dua min$$u. ,iasan-a, pemu(ihan terjadi
utuh, tanpa adan-a masa(ah jan$%a panjan$
+. Kontro( %e po(i sete(ah 1 min$$u atau se$era %em2a(i ji%a perdarahan 2ertam2ah (uas 3mata
2ertam2ah merah5.
BAB II
ANALISA KASUS
Seja% 0 1 hari -an$ (a(u pasien merasa merah pada mata %iri
di%arena%an terjadi pu%u(an pada matan-a, disertai 2en$%a% pada %e(opa%
mata dan pen$(ihatan pada mata %iri tida% menurun. *emam 345, mua(
345, muntah 3"5, pusin$ 345, n-eri pada mata %iri 345, mata 2erair 3"5,
se%ret3"5. Pasien 2ero2at %e2idan di 2eri sa(ep mata tapi pasien (upa nama
sa(epn-a, dan pasien ju$a di2eri o2at ma%an. Namun mata pasien tida%
men$a(ami peru2ahan.
0 + hari SM.S, pasien merasa merah pada mata tida% 2er%uran$,
pasien ju$a men$e(uh%an rasa $ata( 345, se%ret pada mata 3"5,mata 2erair
3"5, si(au 345, pen$(ihatan menurun 3"5, n-eri 345.Kemudian penderita
2ero2at %e po(i%(ini% .SMP.
Pasein men$a%u 2aru pertama %a(i men$a(ami %e(uhan seperti ini.
*ari %e(uhan utama dan ri/a-at perja(anan pen-a%it ini dapat dipi%ir%an
dia$nosis, -aitu hematoma su2%onjun$tiAa. Katara% ini terdiri atas 2 ma7am
2erdasar%an %emun$%inan pen-e2a2n-a, -aitu Perdarahan su2%onjun$tiAa dapat terjadi
se7ara spontan, a%i2at trauma. Pada pasien ini men$a(amiperdarahan su2%onjun$tiAa
a%i2at trauma sehin$$a perdarahan su2%onjun$tiAa spontan dapat disin$%ir%an.
,erdasar%an hasi( pemeri%saan 6isi% o6ta(mo(o$is didapat%an Aisus ?*
20:20 dan ?S 20:20 menunju%%an 2ah/a pasien ini tida% men$a(ami penurunan
pen$(ihatan.
*ari hasi( pemeri%saan men$$una%an penlight den$an 2antuan pen$(ihatan
men$$una%an #up dan Slit Lamp ditemu%an pada %onjun$tiAa 2u(2i ?S terdapat
su2%onjun$tiAa 2(eedin$, dan pada pa(pe2ra ?S. 'ida% terdapat in6i(trat.
,erdasar%an pemeri%saan penunjan$ -an$ dianjur%an di(a%u%an
pemeri%saan darah (en$%ap 2erupa H2, #eu%osit, #*, 8', ,' dan *8 -an$
tujuann-a untu% meni(ai apa%ah pasien ini terjadi in6e%si a%ut maupun %ronis
serta %ondisi perdarahan pada pasien.
*ari hasi( anamnesis dan pemeri%saan 6isi% -an$ te(ah dije(as%an
se2e(umn-a, ma%a pasien ini men$a(ami ?S Hematoma Su2%onjun$tiAa
,erdasar%an ren7ana tinda%an -an$ a%an di(a%u%an pada pasien ini se7ara
medi%amentosa a%an di2eri%an