Anda di halaman 1dari 24

MOH A MUSTAPA

FARMASI
FIKK UNG
EKSPRESI GEN
KOMPETENSI
Dapat menjelaskan dan mengambar bagan alir
ekspresi gen
Dapat menyebutkan peran ARN pada ekspresi gen
Dapat menjelaskan pengertian dogma sentral
Dapat memahami pengertian kode genetik dan
memberikan contohnya
Dapat menterjemahkan urutan nukleotida menjadi
urutan asam amino dengan menggunakan kode
genetik
PENGANTAR
Berdasar berbagai laporan penelitian maka
disimpulkan bahwa ADN adalah bahan genetik.
Berarti pada ADN terdapat banyak informsi
biologi
Informasi tersebut supaya berfungsi harus
diekpresikan
Ekspresi informasi tersebut ternyata memiliki
beberapa tahap yang rumit.
Pada bab ini kita hanya akan membicarakan
garis besar ekspresi, sedang pembahasan lebih
rinci pada masing-masing tahap akan
dibicarakan pada bab tersendiri.
TAHAPAN EKSPRESI GEN
Ekspresi informasi genetik merupakan suatu proses
yang sangat kompleks, tetapi pada dasarnya dapat
dibagi menjadi dua tahap utama yaitu transkripsi dan
translasi.
Pada tahap transkripsi informasi yang dikandung
oleh ADN ditulis ulang dalam bahasa ARN.
Di ribosom terjadi penerjemahan dari urutan
nukleotida ke urutan asam amino, peristiwa ini juga
dinamakan translasi (translation).
TRANSKRIPSI
Pembuatan salinan informasi dalam ADN ke
ARN dilakukan dengan cara membentuk pita
baru pasangan ADN yaitu pita ARN
Segmen ADN yang digunakan sebagai
cetakan pita ARN disebut ADN templat
(template DNA).
ARN hasil transkripsi akan dilepas dari pita
ADN dan kemudian bermigrasi ke sitoplasma
SKEMA TRANSKRIPSI
RIWAYAT SELANJUTNYA
Setelah pita ARN lepas dari ADN maka ARN tersebut
akan bermigrasi menembus membran inti menuju
sitoplasma dan bergabung dengan ribosom.
ARNd menempel pada ribosom untuk dibaca pesan
yang dibawanya
ARN t akan membawa asam amino yang sesuai dan
masuk ke dalam ribosom bergantian sesuai dengan
urutan nukleotida ARNd.
Di dalam ribosom asam amino yang dibawa ARNt
akan digabung dengan asam amino yang dibawa
ARNt berikutnya.
Dengan demikian di ribosom terjadi penerjemahan
dari urutan nukleotida ke urutan asam amino
Penerjemahan dalam bahasa Inggris disebut
translation, oleh karena itu peristiwa ini juga
dinamakan translasi (translation).
SKEMA KERJA ARN
BAGAN ALIR EKSPRESI GEN
DOGMA SENTRAL
BAGAN ALIR MENUNJUKKAN BAHWA:
Proses sintesis protein dimulai dari ADN.
ADN akan mensintesis ARN, dan selanjutnya
ARN akan mensintesis protein.
Tidak ada gambaran bahwa proses tersebut akan
terbalik: protein mensintesis ARN, dan ARN akan
mensintesis ADN.
Proses inilah merupakan dasar bagi dogma
sentral dalam genetika molekuler (central dogma
of molecular genetics): ADN membuat ARN, dan
ARN membuat protein.
DOGMA SENTRAL SEBAGAI DASAR
BERPIKIR GENETIKA MOLEKULER
Ada virus yang bahan genetiknya hanya
ARN, tetapi dogma sentral tetap
digunakan sebagai dasar berpikir dalam
bidang genetika molekuler.
Memang virus tersebut akan mensintesis
ADN, tetapi selanjutnya tetap mengikuti
dogma sentral.

KODE GENETIK
Pada akhir dasawarsa 1950an, ketika belum
diketahui bahwa ARNd (mRNA) bertindak sebagai
perantara perubahan informasi genetik ke protein,
ADN dianggap berpartisipasi secara langsung dalam
sintesis protein.
ADN bergabung dengan ribosom, dan selanjutnya
informasi genetik dibaca selama proses sintesis.
Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana
kombinasi empat nukleotida dapat mengkode 20
jenis asam amino.
INFORMASI DISIMPAN DALAM
BENTUK KODE GENETIK
Seandainya satu nukleotida hanya mengkode satu asam
amino tentu akan kurang, kemungkinan lain adalah
tumpang tindih.
Dugaan yang paling mungkin adalah bahwa setiap
nukleotida merupakan bagian dari satu kata yang
mengkode asam amino.
Tahun 1961 Franois Jacob dan Jacques Monod
mempostulasikan keberadaan messenger RNA (mRNA
atau ARNd).
Begitu ARNd ditemukan maka menjadi jelas bahwa
sekalipun informasi genetik tersimpan dalam ADN, kode
tersebut selanjutnya dipindahkan ke ARN dan kemudian
ditranslasi (diterjemahkan) menjadi protein.
KODE GENETIK ADALAH
TRIPLET
Pada awal tahun 1960an, Sidney Brenner
mengajukan pendapat bahwa kode genetik harus
triplet
Bila tersusun dari kombinasi dua nukleotida hanya
menghasilkan 16 macam kode.
Bila triplet akan ada 64 kode, jumlah yang melebihi
dari 20 kode yang diperlukan
Bila menggunakan kombinasi empat nukleotida akan
ada 256 macam kode, sangat berlebihan.
DAFTAR KODE GENETIK
INFORMASI TAMBAHAN
Hanya 61 yang merupakan kode bagi asam amino
Tiga kode lainnya berfungsi untuk memberi tanda
akhir kode, bukan kode spesifik untuk asam amino.
Kode genetik ditulis linear dengan menggunakan
basa yang menyusun ARNd: A, C, G, dan U.
Dengan diketahuinya kode genetik maka sekarang
dapat menentukan protein yang dibentuk bila
urutan nukleotida pada ADN template diketahui
Sebaliknya bila urutan asam amino pada protein
tersebut diketahi maka dapat mencari gennya.
Aliran informasi genetik dari ADN sehingga menjadi protein
Kode genetik tidak tumpang
tindih dan tanpa koma
Penelitian para ahli lmenghasilkan
kesimpulan bahwa kode genetik tidak
dapat tumpang tindih.
Antara tahun 1958 1960 informasi yang
berhubungan dengan kode genetik terus
terkumpul.
Crick mengajukan hipotesis bahwa kode
genetik tidak mengenal tanda koma.
TIGA ALASAN MENGAPA TIDAK TUMPANG TINDIH
Bila kode tumpang tindih maka secara teoritis hanya
akan ada 16 kombinasi kode yang di tengah(2
4
).
Kenyataannya asam amino yang di tengah lebih dari 16
jenis
Bila kode tersusun tumpang tindih, maka bila ada mutasi
satu nukleotida pasti akan mengubah seluruh nukleotida.
Kenyataannya hanya satu asam amino saja yang
berubah.
Ditinjau dari segi kemungkinan terjadinya ikatan kimia
antara kecocokan urutan nukleotida dengan asam
amino.
Konsep bahwa susunan kode genetik tidak tumpang
tindih tanpa kecuali tidak mendapat penolakan,
semua bukti dan argumen mendukungnya.
Degenerasi kode dan Wobble hypothesis
Dari kamus kode genetik tampak bahwa satu asam
amino dapat memiliki lebih dari satu kode, kecuali
metionin dan triptofan.
Perhatikan lebih teliti lagi: Hampir semua kode
genetik yang mengkode asam amino sama memiliki
urutan dua nukleotida pertama yang sama.
Berarti yang menentukan sebagai kode adalah
nukleotida pertama dan kedua dari tiga nukleotida.
Berdasar hal di atas Crick mengajukan postulat yang
dikenal dengan Wobble hypothesis.
HIPOTESIS CRICK
Hipotesis Crick ini menduga bahwa dua ribonukleotida
pertama dari kode triplet lebih penting dalam menarik ARNt
yang tepat dibandingkan dengan ribonukleotida ke tiga.
Dia berpendapat bahwa ikatan hidrogen pada ribonulrotida
ketiga antara kodon (bagian pada ARNd) dan antikodon
(bagian dari ARNt) tidak begitu erat, karena itu disebut
wobble (arti harfiahnya berayun).
Dengan demikian antikodon dari ARNt dapat berpasangan
dengan lebih dari satu jenis triplet pada ARNd. Dengan
demikian U pada posisi pertama (ujung 5) dari triplet
antikodon dapat berpasangan dengan G atau A pada posisi ke
tiga (ujung 3) dari triplet pada ARNd.
Kode Genetik tidak bersifat Umum
(tidak universal)
Antara tahun 1960 sampai tahun 1978 diasumsikan bahwa
kode genetik bersifat umum.
Pada tahun 1979 ditemukan bahwa ADN mitokondria
(mtDNA) dari ragi dan manusia memiliki bahasa yang
berbeda.
Sejak itu diteliti kemungkinan kode yang berbeda pada
berbagai jenis organisme.
Perhatikan bahwa pada umumnya pola alternatif itu
melibatkan posisi nukleotida ke tiga (posisi wobble),
misalnya AUA merupakan kode untuk isoleusin pada
sitoplasma, tetapi menjadi kode untuk metionin pada
mitokondria.
Pengecualian arti kode universal