Anda di halaman 1dari 13

Investment Material

Investment material merupakan bahan pendam atau bahan tanam yang dipergunakan
untuk mendapatkan mould (ruangan) sewaktu pengecoran logam dalam pembuatan inlay,
onlay, crown dan bridge (GTC).

Dental investment atau bahan pendam yang umum
digunakan ada tiga yaitu bahan pendam gypsum, bahan pendam fosfat, dan bahan pendam
etil-silikat.
1
Dalam berbagai jenis bahan tanam tersebut umumnya komposisinya
mengandung
1,2
:
- Substansi pengeras (refractory substance) yaitu bahan yang tidak terurai atau terpisah
sewaktu penuangan. Banyaknya substansi pengeras pada umumnya adalah 60-65%
- Substansi pengikat (binder) yaitu bahan yang akan mengeras dan bergabung bersama
partikel-partikel substansi pengeras. Banyaknya binder 30-35%
- Zat-zat lain sebesar 5%

Syarat bahan tanam yang baik
Bahan tanam yang baik harus mampu:
2
- Mereproduksi bentuk, ukuran dan detail yang akurat dari pola lilin.
- Pengecoran bahan tuang dilakukan pada suhu yang sangat tinggi, seringkali lebih dari
1000 C, maka bahan tanam harus mampu mempertahankan bentuk dan integritas pada
temperatur tinggi.
- Bahan tanam harus memiliki nilai yang kekuatan kompresi yang cukup tinggi pada suhu
pengecoran sehingga dapat menahan tekanan ketika logam cair memasuki cetakan.
- Dapat mengkompensasi penyusutan pengecoran ini. Hal ini umumnya dicapai dengan
kombinasi dalam pengaturan ekspansi selama pengerasan cetakan dan ekspansi termal
selama pemanasan cetakan pada suhu casting.

A. BAHAN PENDAM GIPSUM
Spesifikasi dari American Dental Association (ADA) No. 2 untuk bahan pendam
pengecoran bagi logam campur mencakup tiga jenis bahan pendam. Ketiganya
dikelompokkan berdasarkan pada apakah pesawat yang akan dibuat itu cekat atau lepasan,
dan meteode yang digunakan untuk mendapatkan ekspansi yang dibutuhkan guna
mengkompensasi kontraksi dari logam campur emas yang cair selama pemadatan.
1


1. Klasifikasi
Bahan pendam gypsum yang digunakan ada 3 macam, yaitu Tipe I, II, dan III.
1,3,4
- Tipe I digunakan pada teknik suhu tinggi, digunakan untuk pengecoran inlai atau
mahkota jika kompensasi penyusutan pengecoran logam campur didapat khususnya
dari ekspansi thermal dari bahan pendam.
- Tipe II digunakan pada teknik suhu rendah, digunakan untuk pengecoran inlai atau
mahkota, tetapi cara kompensasi utamanya adalah dengan ekspansi higroskopis dari
bahan pendam.
- Tipe III digunakan untuk pembuatan gigi tiruan sebagian dengan logam campur emas.



2. Komposisi
Seperti sudah diketahui, bahan dasar utama dari bahan pendam untuk inlai gigi yang
digunakan dengan logam cor adalah -hemihidrat karena member kekuatan yang lebih besar.
1


Gipsum
Bentuk -hemihidrat dari gipsum secara umum merupakan pengikat untuk bahan
pendam yang digunakan pada pengecoran logam campur yang mengandung emas dengan
kisaran titik cair dibawah 1000
o
C (1800
o
F). Jika bahan ini dipanaskan pada temperatur yang
diperlukan untuk melakukan dehidrasi dan cukup tinggi selama pengecoran, ia akan
menyusut cukup besar dan seringkali patah. -hemihidrat yang tidak memerlukan terlalu
banyak air saat pengadukan.
14
Produk gipsum berfungsi sebagai pengikat untuk menahan
bahan-bahan dasar dan memberi kekakuan. Kekuatan bahan pendam tergantung pada jumlah
pengikat yang ada. Bahan pendam dapat mengandum produk gipsum 25-45%.
1

Silika
Silika (SiO
2
) ditambahkan untuk memberikan sifat refraktori selama pemanasan dari
bahan pendam dan untuk mengatur ekspansi termal.
1
Silika juga berguna sebagai bahan
pengeras dan juga menimbulkan ekspansi cekatan dengan ekspansi termis.
Biasanya, model malam dihilangkan dari mold dengan memanaskannya. Selama
pemanasan, bahan pendam diharapkan memuai secara termal untuk mengkompensasi
sebagian atau seluruh penyusutan pengecoran dari logam campur emas. Jika digunakan
bentuk silika yang tepat di dalam bahan pendam, kontraksi selama pemanasan ini dapat
dihilangkan dan diubah menjadi ekspansi.
1
Silika terdapat dalam empat bentuk alotropik: quartz, tridymite, kristobalit, dan quartz
gabungan. Bentuk pertama dan ketiga adalah bentuk yang paling sering digunakan di
kalangan kedokteran gigi.
1
Jika quartz, tridymite, atau kristobalit dipanaskan, akan terjadi
perubahan bentuk kristal pada temperature transisi yang khas dan lebih tinggi dari bentuk
silika tertentu:
- quartz terjadi perubahan dari -quartz menjadi -quartz pada temperatur 575
o
C
- kristobalit terjadi perubahan dari - kristobalit menjadi - kristobalit pada
temperatur 200
o
C dan 270
o
C
- dua perubahan tridymite terjadi pada 117
o
C dan 163
o
C, bentuk -alotropik hanya
stabil di atas temperatur transisi dan perubahan dari bentuk rendah atau bentuk terjadi pada
pendinginan di setiap keadaan. Dalam bentuk bubuk, perubahan terjadi pada kisaran
temperatur tertentu bukan secara instan.
1

Modifier
Selain silika, ada bahan pemodifikasi tertentu, bahan pewarna, dan bahan reduksi
seperti karbon dan bubuk tembaga. Bahan reduksi digunakan pada beberapa bahan pendam
untuk memberikan atmosfer non-oksidasi pada mold jika dilakukan pengecoran logam
campuran emas. Asam borat dan natrium klorida berfungsi dalam ekspansi pengerasan dan
waktu pengerasan serta mencegah penyusutan gypsum jika bahan dipanaskan di atas 300
o
C.
4

3. Waktu Pengerasan
Waktu pengerasan dari bahan pendam dapat diukur dan dikontrol dengan cara yang
sama seperti plaster. Menurut spesifikasi ADA No. 2 untuk bahan pendam nilai inlai cor,
waktu pengerasan antara 5- 25 menit. Biasanya bahan pendam inlai modern mengalami
pengerasan awal dalam 9-18 menit.
4


4. Ekspansi Pengerasan yang Normal
Campuran dari silika dan gipsum hemihidrat menghasilkan ekspansi pengarasan yang
lebih besar daripada produk gipsum yang tidak dicampur. Partikel silika mengganggu
pembentukan anyaman dan penguncian antar kristal. Sehingga kristal-kristal memanjang
keluar selama pertumbuhan, dan meningkatkan ekspansi.
1

Tujuan ekspansi pengerasan adalah membantu memperbesar mold untuk
mengkompensasi sebagian dari penyusutan sewaktu pengecoraan logam emas. Ekspansi
diukur sebagai perubahan dimensi linier yang terjadi waktu bahan pendam mengeras pada
saluran berbentuk v. Jadi, ekspansi pengerasan normal dapat terjadi secara tidak terbatas.
1


5. Ekspansi Pengerasan Higroskopis
Teori ekspansi pengerasan higroskopis mula-mula diuraikan dalam kaitannya dengan
pengerasan plaster dan stone gigi. Di sini ditunjukkan bahwa ekspansi pengerasan
higroskopis lebih besar dibandingkana dengan ekspansi pengerasan normal.
1,4

Spesifikasi ADA No. 2 untuk bahan pendam Tipe II mengharuskan ekspansi
pengerasan minimal dalam air sebesar 1,2%; ekspansi maksimal yang diperbolehkan adalah
2,2% seperti akan dibahas pada bagian berikut, ada sejumlah faktor yang penting dalam
mengontrol ekspansi higroskopis.
4
Efek Komposisi
Besar ekspansi pengerasan higroskopis dari bahan pendam gigi umumnya proporsional
dengan kandungan silika didalamnya. Makin kecil ukuran partikel silika, makin besar
ekspansi higroskopisnya. Secara umum, -hemihidrat menghasilkan ekspansi higroskopis
yang lebih besar bila ada silika dibanding -hemihidrat. Bahan pendam gigi harus
mempunyai cukup pengikat hemihidrat dengan silika untuk mendapatkan kekuatan yang
memadai sesudah ekspansi higroskopis. Bila tidak, dapat terjadi penyusutan selama
pengeringan lebih lanjut dari bahan pendam yang mengeras. Setidaknya diperlukan pengikat
15% untuk mencegah kekeringan akibat penyusutan.
4

Efek Rasio Air:Bubuk.
Makin tinggi rasio air:bubuk dari bahan pendam asli yang dicampur air, makin rendah
ekspansi pengerasan higroskopisnya.
4

Efek Spatulasi.
Pada sebagian besar bahan pendam, bila waktu pengadukan dikurangi, ekspansi higroskopis
akan berkurang.
4

Umur Bahan Pendam
Makin tua umur bahan pendam, makin kecil ekspansi higroskopisnya. Akibatnya, jumlah
bahan pendam yang dibeli jangan berlebihan.
4

Efek Waktu Pemendaman
Terlihat jumlah ekspansi pengerasan higroskopis yang paling besar jika bahan pendam
dipendam sebelum pengerasan awal. Makin lama penundaan perendaman bahan pendam
dalam bak air dalam kaitannya dengan waktu pengerasan awal dari bahan pendam, makin
kecil ekspansi higroskopisnya.
4

Efek Pembatasan
Baik ekspansi pengerasan higroskopis maupun normal dibatasi oleh tekanan yang
berlawanan, seperti dinding wadah bahan pendam atau dinding model malam. Meskipun
demikian, efek pembatasan pada ekspansi higroskopis jauh lebih nyata daripada efek serupa
pada ekspansi pengerasan normal.
4

Efek Jumlah Air yang Ditambahkan



Sudah dibuktikan bahwa besar ekspansi higroskopis adalah berbanding langsung dengan
jumlah air yang ditambahkan selama periode pengerasan sampai terjadi ekspansi maksimal.
Tidak ada ekspansi lanjut terlepas dari jumlah air yang ditambahkan.
4

6. Ekspansi Termal
Umumnya terjadi pada bahan tanam gypsum tipe III. Kontraksi dari gipsum akan
menjadi lebih seimbang jika kandungan quartz dinaikkan menjadi 75%. Jika ada ekspansi
pengerasan dalam jumlah cukup, pengecoran yang dilakukan pada 700
o
C (1292
o
F) barangkali
akan memberi hasil yang cukup baik ketepatannya terhadap die.
1
Besar ekspansi termal yang diinginkan dari bahan tanam tergantung pada
kegunaannya. Jika digunakan ekspansi higroskopis untuk mengkompensasi kontraksi logam
campur emas, seperti untuk bahan tanam tipe II, spesifikasi ADA No.2 mengharuskan adanya
ekspansi termal antara 0% dan 0.6% pada 500
o
C, meskipun demikian untuk bahan tanam tipe
I, yang tergantung terutama pada ekspansi termal untuk kompensasinya, ekspansi termal
tersebut tidak boleh lebih kecil dari 1% namun tidak lebih dari 1.6%.
1
Sifat lain yang
diinginkan pada bahan pendam inlai adalah bahan ini dapat mencapai ekspansi termal yang
maksimal pada temperatur yangtidak lebih tinggi dari 700
o
C (1292
o
F) untuk digunakan pada
logam campur emas.
1
Efek Rasio Air:Bubuk
Besar ekspansi termal berhubungan dengan jumlah bahan padat yang ada. Oleh karena itu,
tampak bahwa makin banyak air yang digunakan dalam pengadukan bahan pendam, makin
kurang ekspansi termal yang diperoleh selama pemanasan lebih lanjut.
1

Efek Modifier Kimia
Kekurangan silika untuk mencegah terjadinya kontraksi selama pemanasan adalah efek
melemahkan dari silika dalam jumlah yang terlalu besar. Penambahan sejumlah kecil
natrium, kalium, atau litium klorida pada bahan pendam akan dapat menghilangkan kontraksi
yang disebabkan oleh gipsum dan meningkatkan ekspansi tanpa perlu silika dalam jumlah
yang lebih. Asam borat mempunyai efek serupa. Asam ini juga mengeraskan bahan pendam
yang sudah mengeras. Meskipun demikian, asam ini kelihatannya akan terdisentigrasi selama
pemanasan bahan pendam dan akan terjadi hasil pengecoran yang mempunyai permukaan
kasar. Silika tidak mencegah penyusutan dari gipsum tetapi melawannya, sementara klorida
benar-benar mengurangi penyusutan gipsum di bawah temperatur 700
o
C (1292
o
F).
1


7. Kontraksi Termal
Sesungguhnya, bahan pendam berkontraksi kurang daripada dimensi semula. Hal ini
terjadi karena penyusutan gipsum ketika dipanaskan pertama kali. Jika bahan pendam
dipanaskan kembali, bahan tersebut akan berekspansi secara termal ke batas maksimal yang
sama seperti ketika dipanaskan pertama kali. Meskipun demikian, pada praktik, bahan
pendam tidak boleh dipanaskan dua kali karena dapat terbentuk retak internal.
1


8. Kekuatan
Kekuatan bahan pendam harus cukup untuk mencegah terjadinya fraktur atau gumpil
dari mold selama pemanasan dan pengecoran logam campur emas. Walaupun diperlukan
kekuatan minimal tertentu untuk mencegah frakturnya mold bahan pendam tidaklah boleh
terlalu tinggi. Pada beberapa penelitian mengenai ketepatan pengecoran yang dibuat dengan
berbagai macam teknik, ditemukan bahwa semua hasil pengecoran untuk die MOD the
National Institute of Standards and Technology menunjukkan pola distorsi yang konstan.
Distorsi ini kelihatannya disebabkan oleh bahan pendam yang menghalangi arah ekspansi
termal dari pengecoran sewaktu logam campur mendingin ke temperatur kamar.
4,5

Kekuatan bahan pendam dipengaruhi oleh rasio air:bubuk, makin banyak air yang
digunakan dalam pengadukan, makin rendah kekuatan komprensinya. Pemanasan bahan
pendam ke temperatur 700
o
C (1292
o
F) akan meningkatkan atau menurunkan kekuatan
sebanyak 65%, tergantung pada komposisinya. Penurunan kekuatan terbesar sewaktu
pemanasan ditemukan pada bahan pendam yang mengandung natrium klorida. Sesudah
bahan pendam didinginkan ke temperatur kamar, kekuatannya akan berkurang cukup besar,
terutama karena terbentuknya retak kecil-kecil selama pendinginan.
4


9. Faktor Pertimbangan Lain pada Bahan Pendam Gipsum
Kehalusan. Kehalusan bahan pendam akan mempengaruhi waktu pengerasan, kekasaran
permukaan hasil pengecoran, dan sifat lainnya. Ukuran partikel yang kecil lebih disukai
daripada yang kasar, karena makin halus bahan pendam, makin kecil ketidakteraturan
pada permukaan hasil pengecoran.
5

Porositas. Selama proses pengecoran, logam cair didorong masuk ke dalam mold dengan
tekanan. Sewaktu logam cair masuk ke dalam mold, udara yang harus didorong keluar
terlebih dahulu. Jika udara tidak dihilangkan seluruhnya, akan terbentuk tekanan yang
mencegah logam campur emas mengisi mold seluruhnya. Metode yang umum digunakan
untuk mengosongkan mold adalah melalui pori-pori bahan pendam.
5

Umumnya, makin banyak Kristal gipsum yang ada dalam bahan pendam yang mengeras,
makin kecil porositasnya. Oleh karena itu, makin rendah kandungan hemihidrat dan
makin besar jumlah air yang digunakan untuk mengaduk bahan pendam, makin poros
bahan tersebut. Ukuran partikel bahan pendam juga merupakan faktor penting. Mekin
merata ukuran partikel, makin besar porositasnya. Faktor ini lebih penting daripada
ukuran partikel yang sesungguhnya. Campurtan dari artikel yang kasar dan halus
menunjukkan porositas yang lebih sedikit daripada bahan pendam yang terdiri atas
partikel berukuran sama.
5

Penyimpanan. Pada kelembaban yang tinggi, waktu pengerasan akan berubah. Pada
keadaan ini, ekspansi pengerasan dan ekspansi higroskopis dapat berubah sehingga
seluruh prosedur pengecoran akan terpengaruh secara negatif. Oleh karena itu, bahan
pendam harus disimpan di dalam wadah yang kedap udara dan cairan. Selama pemakaian
wadah harus dibuka untuk waktu sesingkat mungkin. Semua bahan pendam terdiri dari
sejumlah bahan dasar, masing-masing bahan mempunyai gravitasi khusus yang berbeda-
beda. Ada kecendrungan bahwa komponen-komponen ini akan memisah sewaktu stabil,
menurut gravitasinya masing-masing, di bawah getaran yang normal, yang terjadi di
laboratorium gigi. Pada keadaan tertentu, pemisahan ini akan mempengaruhi waktu
pengerasan dan sifat lain dari bahan pendam.


B. BAHAN PENDAM FOSFAT
Perkembangan yang pesat dari pemakaian restorasi logam dan logam-keramik
menyebabkan meningkatnya penggunaan bahan pendam fosfat dan silika. Walaupun bahan
pendam ini lebih sulit dilepas dari hasil pengecoran, kendala ini sudah dapat dikurangi dan
bahan pendam ini memberi hasil memuaskan untuk logam campus emas konvensional.
15
1. Komposisi
Bahan pendam ini, seperti bahan pendam gipsum, terdiri atas bahan pengisi refraktori
dan pengikat. Bahan pengisinya adalah silika, dalam bentuk kritobalit, quartz, atau
campuran keduanya, dan dalam konsentrasi kira-kira 80%. Tujuan bahan pengisi adalah
memberi ketahanan syok termal pada temperatur dan ekspansi termal yang tinggi.
Bahan pengisi terdiri atas oksidasi magnesium (dasar) dan fosfat yang bersifat
asam. Pada mulanya digunakan asam fosforik, tetapi monoammonium fosfat sudah mulai
menggantikannya, karena dapat disatukan ke dalam bahan pendam berbentuk bubuk.
4

Karbon sering ditambahkan pada bubuk untuk mendapatkan hasil pengecoran yang
bersih dan memudahkan pembongkaran hasil pengecoran dari mold. Penambahan ini
dibenarkan jika logam campur yang digunakan untuk pengecoran adalah emas, tetapi efek
karbon pada bahan pendam fosfat kurang baik bila digunakan logam campur yang digunakan
adalah logam campur cor perak-palladium, palladium-perak, atau logam dasar. Di sini karbon
dapat membuat logam campur menjadi rapuh, meskipun bahan pendam dipanaskan sampai
temperatur yang dapat membakar habis karbon tersebut.
4

Secara teoritis, reaksi ini akan melibatkan penyusutan, tetapi pada praktiknya terjadi
ekspansi kecil dan ini dapat ditingkatkan cukup besar dengan menggunakan larutan silika
koloidal daripada air. Penggantian ini memberikan bahan pendam fosfat sebuah keuntungan
tidak biasa yaitu bahwa ekspansi dapat dikontrol dari penyusutan ekspansi. Penyusutan
termal awal dari bahan pendam fosfat dikaitkan dengan dekomposisi bahan pengikat,
magnesium ammonium fosfat, dan disertai dengan pelepasan ammonia, yang mudah
diketahui melalui baunya.
4

2. Waktu Kerja dan Pengerasan
Berbeda dengan bahan pendam gipsum, bahan pendam fosfat jelas dipengaruhi oleh:
- Temperatur, makin hangat adukan, makin cepat waktu pengerasannya. Reaksi pengerasan
itu sendiri mengeluarkan panas, dan ini akan makin mempercepat laju pengerasan.
- Waktu pengadukan. Meningkatkan waktu pengadukan dan efesiensi pengadukan, akan
menghasilkan pengerasan yang lebih cepat dan kenaikan temperatur yang lebih tinggi.
Teknik yang ideal adalah mengaduk selama mungkin tapi masih cukup waktu untuk
penanaman. Pengadukan mekanis pada keadaan hampa udara lebih disukai.
- Rasio air:bubuk. Kenaikan rasio air:bubuk akan meningkatkan waktu kerja, yang dapat
menjadi sangat singkat (2 menit) jika bahan pendam diaduk menurut rasio air:bubuk dari
pabrik, pada kecepatan tinggi (1750 rpm) selama waktu yang dianjurkan, dan jika
keadaan laboratorium hangat serta air yang digunakan tidak dingin.
4

Reaksi kimia yang menyebabkan investment ini mengeras dapat ditulis:
4

NH
4
PO
4
+ MgO + 5H
2
O NH
4
MgPO
4
. 6H
2
O

C. BAHAN PENDAM ETIL-SILIKAT
Bahan pendam etil-silikat tidak lagi populer karena prosedur manipulasinya rumit dan
memakan waktu banyak, tetapi masih digunakan pada pembuatan gigi tiruan logam dari
logam campur high-fusing. Pada keadaan ini, bahan pengikatnya adalah gel silika yang akan
berubah menjadi silika (kristobalit) jika dipanaskan.
Model yang didapat agak rapuh karena jumlah bahan pengikat cukup sedikit dan pada
dasarnya terdiri atas silika. Model malam dibuat pada model dan dipendam dengan cara yang
sama seperti bahan pendam lain. Prosedur kerja disini memang sedikit lebih rumit karena
penanganan dan pemanasan harus dilakukan dengan hati-hati, sebab digunakan alkhohol
yang mudah terbakar. Jika bahan pendam dipanaskan cukup tinggi, beberapa silika akan
berubah menjadi quartz dan memmberikan ekspansi tambahan. Jenis bahan pendam ini dapat
dipanaskan dari 1090
o
C sampai 1180
o
C (200oF sampai 2150oF) dan cocok dengan logam
campur high-fusing. Ekspansi pengerasannya yang minimal akan memperkecil distorsi.
1


1. Reaksi setting bahan pendam ini terbagi atas tiga yaitu:
6

I. Hydrolisa
Ethyl silika dapat dihidrolisa menjadi asam silicic, dengan pembebasan etil alkhohol:
Si(OC
2
H
5
)
4
+ 4H
2
O Si(OH)
4
+ 4C
2
H
5
OH
II. Pembentukan gel
Sol bercampur dengan kristobalit atau quartz, kemudian pembentukan gel berlangsung di
bawah keadaan alkali dengan pertambahan magnesium oksida. Pada tahap ini terjadi sedikit
kontraksi.
III. Pengeringan
Sewaktu pemanasan terjadi kontraksi lebih lanjut dan hilangnya alkohol serta air,
menyebabkan cetakan yang terbuat dari partikel silika tersusun rapat satu sama lain.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN INVESTMEN MATERIAL
Setiap jenis bahan tanam masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian, yang ditinjau
dari sifat-sifat kimia dan fisis, prosedur pemakaian dan segi ekonomisnya. Dalam hal ini
terdapat beberapa keuntungan dan kerugian dari bahan tanam.
1

I. Keuntungan Investment Material
A. Bahan Pendam Gipsum
1
1. Ekspansi total dari mold biasanya cukup untuk mengimbangi besarnya kontraksi alloy
emas sewaktu pendinginan (sekitar 1,5% volume)
2. Bahan pendam yang mengandung partikel silika dan kalsium sulfat hemihidrat yang lebih
luas, menghasilkan permukaan hasil tuangan yang lebih licin.
3. Bahan pendam gipsum mudah dimanipulasi menghasilkan konsistensi adonan yang halus.
4. Saat setting bahan ini dapat dikontrol dengan mudah seperti pada dental stone dan gyps.
5. Bahan pendam yang telah mengeras dan poreus membantu mencegah timbulnya porositas
pada tuangan oleh karena adanya tekanan balik (back-pressure porosity).
6. Kekuatan hal ini ketika dicampur dengan perbandingan air/bubuk yang benar cukup untuk
menerima tekanan bahan alloy cair yang masuk ke dalam cetakan. Dengan alasan ini maka
lebih cenderung mempergunakan kalsium sulfat hemihidrat daripada yang kalsinet.
7. Dipergunakan pada pengecoran logam tuang emas
8. Harganya murah
B. Bahan Pendam Phospat
1
1. Bahan pendam dapat dipanaskan pada suhu tinggi (1000-1100oC)
2. Bahan yang telah mengeras bertambah kuat sewaktu dipanaskan.
3. Sebagai bahan pendam dalam pekerjaan casting silver dan palladium (Ag-Pd), kronium
molybdenum (Cr-Mo) pada batas kerja gigitiruan sebagian lepasan.
C. Bahan Pendam Etil-Silikat
4

1. Digunakan pada pengecoran kobalt-kromium (Co-Cr) untuk landasan GTSL.
2. Bahan pendam dapat dipanaskan pada suhu yang lebih tinggi 1180oC.

II. Kerugian Investment Material
4

Pada bahan pendam gipsum bahan tidak dapat dipanaskan pada suhu tinggi seperti kobalt-
kromium dimana pada suhu 1200oC terjadi reaksi antara kalsium sulfat dan silika:
CaSO4 + SiO2 CaSiO3 + SO3, gas sulfur triksida yang terbentuk dapat:
1

a). Menyebabkan porositas pada tuangan
b). Turut serta dalam proses korosi tuangan
MANIPULASI
Dental investment digunakan pada tahap pemendaman inlay wax pada prosedur
casting pembuatan logam tuang. Dalam hal ini prosedur yang akan dibahas adalah pada
proses pembuatan mahkota, inlay, onlay, ataupun gigi tiruan jembatan.

Pemendaman
Pola wax harus ditanam segera setelah seusai dibentuk untuk mengurangi
kemungkinan terjadi perubahan bentuk/ukuran akibat perubahan suhu atau stress.
7
Teknik pemendaman:
Pemendaman biasa atau hand casting
Pada pemendaman ini pola wax diulas dengan bahan pemendam kemudian ditanam
dalam tabung cor. Cara ini memerlukan ketelitian pada proses pengadukan dan
perbandingan w/p. Air yang terlalu banyak menghasilkan coran yang kasar
permukaannya.
7

Gambar 2. Pengulasan pola wax dengan adukan bahan pemendam (painting). (Martanto P. Teori dan
praktek ilmu mahkota dan jembatan jilid 1. Bandung 1985).

Pemendaman hampa udara
Udara yang berada dalam adukan bahan pemendam atau terkurung di bagian-bagian
pola wax/tabung sering menghasilkan coran yang pada permukaannya terdapat bintik-bintik.
Meskipun dengan cara painting hal ini dapat diminimalisir, namun untuk menghindari
kesalahan operator, udara dalam adukan dan tabung cor dapat disedot keluar dengan pompa
vakum. Pada cara ini pengadukan bahan pendam dan pemendaman dilakukan dibawah vakum
sebesar 680-740 mmHg. Kekurangan dari vakum ini adalah untuk menghilangkan semua
gelembung udara yang ada dalam adukan maka adukan harus agak cair sedangkan diperlukan
konsistensi adukan yang kental untuk mendapatkan ekspansi yang diperlukan dan permukaan
coran yang halus.
7

Gambar 3. Mesin pemendam hampa udara. (Martanto P. Teori dan praktek ilmu mahkota dan
jembatan jilid 1. Bandung. 1985).
Pembakaran
Sebelum dilakukan pembakaran, bahan pendam harus mengeras terlebih dahulu.
Pembakaran tabung cor sebaiknya dilakukan dalam alat pemanas yang mencapai suhu 700
0
C
dan dilenkapi dengan alat pengatur dan pencatat suhu.
7
Maksud dan tujuan pembakaran tabung cor adalah:
7
- Mengeringkan bahan pemendam
- Mencairkan pola malam dan menguapkan bahan wax yan dapat menguap
- Menghilangkan sisa wax berupa arang (karbon) dalam bentuk CO
2

- Mendapatkan pemuaian (termal expansion) yang diperlukan untuk mengimbangi
penyusutan logam pada waktu pembekuan.

Pengecoran
Setelah semua wax terbakar habis, maka dilakukan pengecoran. Untuk mendorong
logam cair masuk ke dalam ruang cetak bahan investment dapat melalui cara:
7
a. Daya sentrifugal
b. Tekanan hawa udara dan gas
c. Tekanan atmosfir
Diharapkan material investment yang memiliki kekuatan yang baik serta melalui tahap
pengadukan yang benar akan tahan terhadap kekuatan tekanan logam pada saat logam
memasuki mould.




Daftar pustaka
1. Anusavice KJ. Phillips buku ajar ilmu bahan kedokteran gigi. Ed. 10. Alih Bahasa. Budiman
J, Purwoko S. Jakarta: EGC, 1996: 155-170
2. 2. McCabe JF, Walls AWG. 2008. Applied Dental Materials, 9
th
Ed. Oxford: Blackwell
Publishing.
3. 3. Ewing JE. Fixed Partial Prothesis 2
nd
ed. Philadelphia: Lea and Febiger, 1959: 233-48.
4. Shillingburg HT. Hobo S. Whitsett LD. Jacobi R. Brackett SE. Fundamental of fixed
prosthodontics 3rd ed. North Kimberly Drive: Quintessence Publishing Co, Inc. 1997.
5. Obrien, William J. Dental Materials and Their Selection 3rd Ed. Carol stream: Quintessence
publishing Co,Inc.2002.P.259
6. Combe EC. Dental Series: Notes on Dental Material. 5
th
Ed. New York: Churchill
Livingstone, 1986: 38-41.
7. Martanto P. Teori dan praktek ilmu mahkota dan jembatan jilid 1. Bandung: Alumni. 1985.