Anda di halaman 1dari 47

.

Ikha mawarni
Rofik Adnan

Jurnal reading


Hubungan antara perilaku kebersihan mulut dan
pengetahuan para pengasuh anak dengan karies usia
dini yang berat

Identitas jurnal
Pengarang: Ru-Shing Tang a, Shun-Te Huang b,c, Hong-Sen Chen b,c, Szu-Yu Hsiao c,
Hsin-Yu Hu c, Fu-Hsiung Chuang.

Tahun terbit: 15 February 2012
.



Latar belakang
ECC S-ECC
Status karies yang terjadi pada usia < 6 tahun
ECC : Early chilhood caries
S-ECC : Severe ECC
.



Ada beberapa definisi lain(definisi lama) seperti:
1. Rampant caries
2. Baby bottle tooth decay
3. Nursing caries
.



Definisi baru
ECC
Segala bentuk karies yang terjadi pada usia < 6 tahun
ECC : Early chilhood caries
S-ECC : Severe ECC
.



Definisi baru
S-ECC
Segala tanda dari karies superfsial yg ringan pada anak
<3 tahun.
ECC : Early chilhood caries
S-ECC : Severe ECC


Goal of WHO

90 % anak usia 5 tahun bebas dari karies pada
tahun 2010.



Tahun 1997

Di taiwan, Angka prevalensi karies usia 4-5 tahun
adalah 89%.
a. ECC yaitu 56%
b. S-ECC yaitu 68.97

Menunjukan masih rendahnya nya status
kesehatan gigi pada anak usia 5 tahun

Apa Dampak Nya????


Tingginya angka prevelensi ini akan berdampak
pada tingkat kesehatan anak selanjutnya

.



Apa Penyebabnya?????
1. Frekuensi konsumsi cairan yang mengandung
karbohidrat
2. Frekuensi minum susu memakai botol pada malam hari
3. Frekuensi menyusui

Semua faktor tersebut meningkatkan
resiko karies

1. Lingkungan
2. Sosial ekonomi
3. Status menikah orangtua
4. Tingginya konsumsi makanan manis
5. Lokasi di daerah urbanisasi di taiwan


Faktor-faktor lain yang berpengaruh

Untuk menganalis faktor apakah ada pengaruh antara
tingkat pengetahuan dasar kesehatan gigi dan perilaku
kebersihan mulut pada pengasuh anak dengan S-ECC.

Tujuan Penulisan
Subjek
Anak Usia 2-5 tahun
Jumlah subjek:101
Didiagnosis S-ECC menurut american academy
of densitry tanpa adanya gangguan mental dan
prematur

Material dan Metode
Alur penelitian
Anak usia 2-5 th
S-ECC
Menurut APD
Alur penelitian
Orangtua/pengasuh
kuisioner
Untuk mengetahui
perilaku kebersihan
mulut dg pengetahuan
Analisis data dg SPSS
Alur penelitian
Isi kuisinoer
1. Karakteristik demografi
2. Status sosial ekonomi keluarga
3. Perilaku kebersihan mulut anak
dan pengasuh
4. Pengetahuan orangtua/pengasuh
yg berhubungan dg kesehatan
mulut

HASIL PENELITIAN
Jumlah subjek adalah 101
Terdiri dari 37 wanita dan 64 laki-laki
Usia rata-rata 3.62 tahun
96 subjek telah menyelesaikan kuisioner dan
mengembelikannya


KARAKTERISTIK
DEMOGRAFI


KARAKTERISTIK
DEMOGRAFI


Pengetahuan dasar tentang
kesehatan mulut


Karakteristik demografi yg berkaitan dg pengetahuan
kesehatan mulut
Hubungan antara pengetahuan dasar tentang
kesehatan mulut dan praktek kebersihan mulut


Hubungan praktek kebersihan mulut
antara anak-anak dan pengasuh



Analisis regresi faktor yang
berhubungan dengan pengetahuan
kesehatan mulut.

Semakin tinggi tingkat pendidikan seorang
ibu, maka semakin baik pemahamannya
tentang kebersihan mulut
DISKUSI
Prevalensi ECC dan S-ECC di Taiwan Selatan lebih tinggi daripada
negara industri lainnya. Faktor yang mempengaruhi : pendidikan anak
dan pengasuh, pengetahuan tentang kesehatan mulut
Perbedaan pengetahuan kesehatan mulut antara survei
nasional (2006) dengan penelitian ini
Hasil ini dapat dipengaruhi oleh pengasuh dan
status sosial ekonomi.
Penelitian sebelumnya dengan
sekarang
Prevalensi caries
gigi lebih tinggi
pada orang dengan
status sosial
ekonomi rendah
dan konsumsi gula
tinggi
Maciel et
al
Prevalensi karies
gigi dipengaruhi
oleh tingkat
pendidikan ibu
Penelitian
ini
Tingkat pendidikan
yang rendah baik
pada 1/2 orang tua
merupakan faktor
risiko terjadinya
karies gigi pada
anak
Wigen &
Wang

Faktor
yang
mempen
garuhi
S-ECC
Personal
Sosial ekonomi
Kultur
Kebiasaan kontrol gigi
Menjaga kebutuhan gizi
Kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut
(menyikat gigi setelah makan dan menggunakan
flouride)
Pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut

Keterbatasan penelitian
Data dari studi cross-sectional dan populasi penelitian
kami tidak bisa mewakili semua anak S-ECC di Taiwan
Efek kausal dari S-ECC tidak bisa dikonfirmasi
Perlu melakukan identifikasi lebih lanjut dari hubungan
kausal antara S-ECC dan faktor lainnya.
Kesimpulan
Perilaku menjaga kebersihan mulut dan
pengetahuan pengasuh mempunyai
hubungan yang signifikan secara statistik
anak-anak dengan S-ECC. Pengetahuan
kesehatan mulut sangat terkait dengan
faktor-faktor yang berhubungan dengan
orang tua. Rendahnya tingkat pendidikan
dan usia ibu muda di Taiwan selatan
mempunyai peranan yang sangat penting.
Perencanaan layanan pendidikan kesehatan gigi
untuk pengasuh anak-anak meliputi 3 aspek:
kebijakan:
(a) membangun kebiasaan menjaga kesehatan mulut, pendidikan
kebersihan mulut, dan program berlatih di kelas prenatal,
(b) mengkoordinasikan program pendidikan kesehatan mulut
dengan program vaksinasi untuk anak-anak, dan mempromosikan
penerapan fluoride setiap 6 bulan untuk anak-anak usia dibawah 5
tahun,
(c) program pendidikan kesehatan oral harus mencakup cara-cara
yang tepat menyikat gigi dan bagaimana untuk menjaga kebiasaan
diet yang tepat untuk mencegah karies anak usia dini, kerusakan
botol bayi,dll
sumber daya
manusia
Meningkatkan pendidikan kesehatan gigi dan mulut
yang profesional (Sumber daya manusia seperti
perawat, pendidikan kesehatan, manajemen
kesehatan) dan lebih dalam (pelatihan dokter gigi,
ahli kesehatan mulut).
Media
keterlibatan Media: Berkoordinasi dengan perusahaan
untuk promosi kesehatan gigi dan mulut, bahan, dan
peralatan (seperti sikat gigi, pasta gigi, obat kumur,
dan fluoride) untuk mengadakan acara pendidikan
kesehatan mulut, atau meningkatkan penyebaran dan
distribusi informasi relatif melalui TV, media, koran,
majalah, internet, dll
Judul dan nama pengarang:
Positif :
Ditulis cetak tebal, kapital pada huruf di awal kalimat
Tidak menggunakan singkatan yang tidak baku
Menyiratkan variabel yang diamati
Kalimatnya positif
Netral
Deskripsi judul menggambarkan isi utama penelitian
Daftar penulis sesuai aturan jurnal

Negatif
Tempat & waktu penelitian tidak ada dalam judul
Lebih dari 12 kata


Kritisi Jurnal
Abstrak

Positif
Uraiannya singkat dan lengkap, yang meliputi
Latar belakang dan tujuan
Sampel
Metode
Hasil
Analisis
Kesimpulan
Abstrak 1 paragraf
Secara keseluruhan Informatif
Mencantumkan kata kunci

Negatif
Lebih dari 250 kata (271 kata)
Pendahuluan
Positif :

-Didukung pustaka yang relevan
-Kurang dari 1 halaman
-Paragraf pertama mengemukakan alasan
dilakukan penelitian



Negatif :
-

Metode Penelitian
Kriteria Ya (+), tidak (-)
Jenis dan rancangan penelitian Cross sectional
Waktu dan tempat penelitian Waktu (-), tempat (+)
Kriteria inklusi & ekslusi Inklusi +, ekslusi +
Teknik sampling +
Perkiraan dan perhitungan besar
sampel
-
Perincian cara penelitian +
Uji statistik p< 0,05 +
Blind -
No. Kriteria Ya (+),tidak (-)
1 Jumlah subjek +
2 Tabel karakteristik subjek +
3 Tabel hasil penelitian +
4 Komentar dan pendapat penulis ttg
hasil
+
5 Tabel analisis data dengan uji +
Hasil Penelitian


Diskusi, kesimpulan, daftar pustaka :

-Positif :
Ada penelitian pembanding
Pembahasan & kesimpulan dipaparkan dengan jelas
Pembahasan mengacu dari penelitian sebelumnya
Pembahasan sesuai landasan teori
Kesimpulan berdasarkan penelitian
Disebutkan keterbatasan penelitian
Disebutkan saran penelitian
Penulisan daftar pustaka sesuai aturan

-Negatif :
Pembahasan dan kesimpulan tidak terpisah


ANALISIS PICO
Patient
caregivers of children with severe early childhood caries
Interventi
on
oral hygiene behavior
Comparis
on
Knowledge of oral health
Outcome
Poor oral hygiene behavior and the knowledge of caregivers are
associated with dental hygiene behavior of children with S-ECC.
However, such education should be directed toward those with a
lower level of education and lower socio-economic status
Bukti valid
Pertanyaan
Apakah alokasi pasien pada
penelitian ini dilakukan secara
acak?
Iya
Apakah pengamatan pasien
dilakukan secara cukup panjang
dan lengkap?

Iya
Apakah semua pasien dalam
kelompok yang diacak,
dianalisis?
Iya
Apakah pasien dan dokter tetap
blind dalam melakukan terapi,
selain dari terapi yang diuji?

Tidak
Apakah kelompok terapi dan
kontrol sama?

Iya
APLIKASI
Dapat diterapkan
Apakah pada pasien kita terdapat perbedaan
bila dibandingkan dengan yang terdapat pada
penelitian sblmnya sehingga hasil tersebut
tidak dapat diterapkan pada pasien kita?
Tidak
Apakah pemberian tambahan follow up
tersebut mungkin dapat diterapkan pada pasien
kita?
Iya
Apakah pasien memiliki potensi yang
menguntungkan atau merugikan bila tambahan
follow up atau program tersebut diterapkan?
Iya