Anda di halaman 1dari 13

Alat dan Mesin Pengolah Kopi

PENGUPAS KULIT BUAH KOPI (Pulper)


Kapasitas. 50 kg/jam, Tanpa Penggerak [manual], Bahan pengupas kulit : Tembaga,
Rangka mesin : Baja profil kotak
Kapasitas. 1 ton-3 ton/jam, Penggerak motor HONDA 5,5 PK/ diesel China 16 PK,
Type 2 [double] silinder/3 [triple] silinder,, Transmisi pulley dan sabuk karet V.,
Dilengkapi dengan kopling dan pelindung, Bahan pengupas kulit : plat tembaga
profil, Rangka mesin : Baja profil kotak, Pelengkap : Pipa saluran air pencuci
Fungsi: Melepas kulit buah kopi untuk memudahkan pelepasan atau pembersihan
lapisan lendir dari permukaan kulit tanduk.


PENCUCI KOPI HS (Washer)
Kapasitas. 30 kg/batch [1 bach 5-7 menit], Penggerak motor
bakar Honda 5,5 PK, Transmisi : Sabuk karet V dilengkapi
dengan kopling dan pelindung, Drum pencuci : Pelat
alumunium
Rangka mesin : baja profil kotak

Kapasitas. 500 kg/jam, Type silinder horisontal, Penggerak
motor bakar Honda 5,5 PK, Transmisi : Sabuk karet V
dilengkapi dengan kopling dan pelindung, Drum pencuci : Pelat
alumunium
Rangka mesin : baja profil kotak
Fungsi: Melepas lapisan dan membersihkan benda asing dipermukaan kulit tanduk
kopi.


PENGERING (Dryer)

Fungsi: Mempercepat proses difusi air sehingga aman disimpan dan tetap memiliki
mutu yang baik sampai ke tahap proses pengolahan berikutnya.

Kapasitas 750kg/batch [1 batch = 50 jam], sumber panas : tungku kayu burner
minyak tanah, nabati [sesuai kebutuhan] dengn 1 kipas aksial, Penggerak mesin
diesel 7 PK eks. China/motor listrik HP, Lantai pengering : Ayakan alumunium,
Sistem pemanasan biji : Tidak langsung lewat pipa pindah panas, Rangka mesin :
Baja profil kotak

Kapasitas 4 ton/batch [1 batch = 50 jam], sumber panas : tungku kayu burner minyak
tanah, nabati [sesuai kebutuhan] dengn 3, kipas aksial, Penggerak mesin diesel 7 PK
eks. China/motor listrik 1 HP, Lantai pengering : Ayakan alumunium, Sistem
pemanasan biji : Tidak langsung lewat pipa pindah panas



PENGUPAS KULIT KERING (Huller)
Kapasitas 1000 kg/jam [HS kering], Penggerak mesin diesel China 24 PK, Bahan
pengupas kulit : Baja, Rangka mesin : Baja profil kotak, Pelengkap : Kipas
sentrifugal sebagai pemisah kulit
Kapasitas 200 kg/jam [HS kering], Penggerak mesin diesel China 16 PK, Bahan
pengupas kulit : Baja, Rangka mesin : Baja profil kotak, Pelengkap : Kipas
sentrifugal sebagai pemisah kulit
Fungsi: Memisahkan kulit buah kering, kulit tanduk dan kulit ari sehingga diperoleh
biji kopi pasar yang bersih dan bermutu.


SORTASI KOPI [grader]
Kapasitas 400 kg/jam, Penggerak motor listrik 1/2 HP, Transmisi pulley dan sabuk
karet V., Pemisah biji : Ayakan SS, Rangka mesin : Baja profil kotak
Kapasitas 1200 kg/jam, penggerak motor bakar 5,5 PK, Transmisi pulley dan sabuk
karet V., Pemisah biji : Ayakan SS, Rangka mesin : Baja profil kotak
Fungsi: a. Meingkatkan produktivitas kerja sortasi manual; b. Biji kopi terkumpul
dalam beberapa ukuran yang seragam berdasarkan tingkatan mutunya. Kompartemen
I berupa biji kecil, kompartemen II biji sedang, kompartemen III biji besar, dan
kompartemen IV biji ekstra besar.


GUDANG PENYIMPANAN KOPI DENGAN ATMOSFIR TERKENDALI
Fungsi: a. Menyimpan biji kopi kering hasil sortasi dalam waktu yang relatif lama
sebelum dijual ke konsumen; b. Tujuan pemakaian gudang dengan atmosfir
terkendali adalah untuk mencegah kerusakan mutu biji kopi secara mikrobiologis
dan serangan hama gudang seperti serangga atau tikus. Fleksibilitas dan
Keunggulan: a. Multikomoditi (kakao, jagung, gabah); Suhu dan kelembaban udara
di dalam gudang mudah diatur. Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 1120.000 kg kopi
kering (ka. 12%) b. Jenis kipas: Aksial (3 buah, @ 8 sudu); c. Penggerak: Motor
listrik 1/4 HP, 220 V, 1.440 rpm, single phase; d. Transmisi: Langsung; e. Sumber
panas: Kolektor panas matahari; Luas bangunan: 200 m2; Bahan konstruksi: Besi
baja, pasangan batu-bata, plat aluminium, fiber polycarbonat.



SANGRAI KOPI (Roaster)
Fungsi: a. Untuk membantu pembentukan calon aroma dan citarasa khas kopi bubuk;
b. Memudahkan proses penghalusan. Fleksibilitas dan Keunggulan: a.Multikomoditi
(kakao, makadamia, kacang); b. Kontrol mutu mudah dilakukan; c. Perawatan
mudah dan murah, serta mudah dioperasikan; d. Hasil sangrai seragam, konsisten
dan bersih. Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 10 - 50 kg/batch; b. Sumber panas:
Kompor bertekanan (burner) minyak tanah; d. Penggerak: Motor listrik 1/2 - 1 HP,
220 V, 1.440 rpm, single phase; Transmisi: Pulley dan sabuk karet V, serta rantai
dan roda gigi; e. Dimensi: 1.200 x 1.000 x 1.500 mm; f. Bahan konstruksi: Besi baja,
plat aluminium, plat besi.


PENCAMPUR MEKANIS KOPI SANGRAI (Mixer)

Fungsi: Mencampur biji kopi sangrai agar bubuk kopi yang dihasilkan konsisten dan
seragam. Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Mutu bubuk kopi hasil pencampuran baik;
b. Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan; c. Energi rendah dan
efisien. Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 30 - 40 kg biji kopi sangrai/batch; b. Tipe:
Drum hexagonal; c. Transmisi: roda gigi dan rantai, serta pulley dan sabuk karet V;
d. Penggerak: Motor listrik 3 HP, 220 V, 1.440 rpm; Dimensi: 1.160 x 1.000 x 1.600
mm; f. Bahan konstruksi: Plat aluminium, plat besi.


PEMBUBUK KOPI (Grinder)
Fungsi: Memperkecil ukuran partikel kopi sesuai dengan keinginan konsumen.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Mutu bubuk kopi hasil pembubukan baik; b.
Keseragaman bubuk kopi baik; c. Perawatan mudah dan murah, serta mudah
dioperasikan; d. Energi rendah dan efisien. Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 15-60
kg kopi biji sangrai/jam; b. Tipe: Pin mill; c. Transmisi: Pulley dan sabuk karet V;
Penggerak: Motor listrik 5,5 HP, 220 V, 1.440 rpm, single phase; e. Dimensi: 800 x
600 x 1.000 mm; f. Bahan konstruksi: Plat aluminium, plat besi.


Alat ukur kadar air kopi dan kakao digital [DIGI MOST]

Sumber arus : Baterai type AA 2500 mAh rechargeable 6 buahSkala meter : 5-35%,
Dimensi : 13,5x12x8cm, Berat : 690 g

Alat ukur kadar air kopi dan kakao analog KAKO TESTER

Spesifikasi:a. Sumber arus baterai 6 x 1,5 V tipe AA; b. Skala meter 0 - 20%;
Dimensi : 14,2 x 13,5 x 8,5 cm; c. Berat 830 g. Keunggulan : Akurasi tinggi, harga
murah, praktis. Kegunaan : Untuk mengukur kadar air
biji kopi, biji kakao,
cengkeh, lada, padi.




MESIN SANGRAI UNTUK UJI CITARASA
Fungsi: Sarana pengawasan mutu biji kopi sebelum maupun setelah proses produksi
bubuk kopi. Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Multikomoditi (kakao, makadamia,
kacang); b. kontrol mutu mudah dilakukan; c. Perawatan mudah dan murah, serta
mudah dioperasikan; d. Hasil sangrai seragam, konsisten dan bersih. Spesifikasi
Teknis: a. Kapasitas: 100 g; b. sumber panas: infra Red Tubes (3 unit, @ 500 W),
220V; c. Penggerak : Motor DC 12 W; d. Transmisi: Pulley dan sabuk karet V, serta
rantai dan roda gigi; e. Dimensi: 750 x 250 x 270 mm; f. Bahan konstruksi: Besi
baja, plat aluminium, plat besi.

PENGEMAS VACUM (Vacum sealer)

Fungsi: a. Memperpanjang umur simpan bubuk kopi di dalam kemasan vakum.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Multikomoditi (bubuk cokelat, lemak, pasta coklat,
susu bubuk, krim). Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 10 - 15 bungkus/batch; b. Tipe:
Vaccum; c. Penggerak: Motor listrik 1 HP, 1.440 rpm, 220 V, single phase; d.
Sumber panas: Electric element 2 unit (@ 600 W); e. Dimensi: 950 x 900 x 1.100
mm; f. Bahan konstruksi: Besi baja, plat aluminium.

















PENGOLAHAN KOPI

PENGOLAHAN PRODUK PRIMER KOPI
1. PANEN TEPAT MATANG
Buah buah kopi matang ditandai oleh perubahan warna kulit buah kopi yang semula hijau menjadi
merah.

2. SORTASI BUAH SEHAT
Buah sehat adalah buah matang yang bernas, tidak terkena serangan hama dan penyakit dan ditandai
oleh tampilan kulit buah yang mulus dan segar. Buah kopi merah segera diolah lanjut tanpa penundaan.

3. PENGUPASAN KULIT BUAH
Buah dikupas secara mekanis untuk memisahkan biji berkulit tanduk [biji kopi HS] dan kulit buah. Biji kopi
HS diolah lanjut sebagai bahan minuman, sedangkan kulit buah merupakan limbah yang dapat
digunakan sebagai bahan baku kompos, pakan ternak dan biogas.

4. PENCUCIAN BIJI KOPI
Biji kopi yang telah fermentasi dicuci secara mekanis dan dibilas dengan air sampai permukaan kulit
tanduk menjadi licin.

5. PENCUCIAN BIJI KOPI
Biji kopi yang telah fermentasi dicuci secara mekanis dan dibilas dengan air sampai permukaan kulit
tanduk menjadi licin

6. PENGERINGAN MEKANIS
Biji kopi HS dikeringkan secara mekanis pada suhu 50-55
o
C. Kadar air biji kopi yang semula 55 % turun
menjadi 12 % selama 40 jam. Bahan bakar pengering adalah kayu yang diperoleh dari hasil pangkasan
pohon pelindung tanaman. Kipas udara pengering digerakkan oleh motor listrik atau motor disel dengan bahan
bakar bio-disel.
7. PENGUPASAN BIJI KOPI HS KERING
Kulit tanduk [HS] dikupas secara mekanis sampai dihasilkan biji kopi beras. Kulit tanduk merupakan
limbah dan dapat digunakan sebagai bahan baku kompos dan pakan ternak.


8. SORTASI BIJI KOPI KERING
Biji kopi beras disortasi secara mekanik untuk memisahkan biji ukuran besar [ukuran > 6,5 mm], ukuran
medium [5,5 mm<d<6,5mm] dan ukuran kecil [< 5,5 mm]. Biji pecah dan biji kecil terpisah di rak paling
bawah.

9. PENGEMASAN dan PENGGUDANGAN
Biji kopi beras atas dasar ukurannya dikemas dalam karung goni [@ 60 - 90 kg] berlabel produksi dan
disimpan dalam gudang yang bersih dan berventilasi cukup. Tumpukan karung-karung disangga di atas
palet kayu dan tidak menempel di dinding gudang.

PENGOLAHAN PRODUK SEKUNDER [Biji Kopi Sangrai dan Kopi Bubuk]
1. BIJI KOPI
Biji kopi merupakan bahan baku minuman sehingga aspek mutu [fisik, kimiawi, kontaminasi dan
kebersihan] harus diawasi sangat ketat karena menyangkut citarasa, kesehatan konsumen, daya hasil
[rendemen] dan efisiensi produksi. Dari aspek citarasa dan aroma, seduhan kopi akan sangat baik jika biji kopi
yang digunakan telah diolah secara baik.

2. PENYANGRAIAN
Kunci dari proses produksi kopi bubuk adalah penyangraian. Proses sangrai diawali dengan penguapan
air dan diikuti dengan reaksi pirolisis. Secara kimiawi, proses ini ditandai dengan evolusi gas CO2 dalam
jumlah banyak dari ruang sangrai. Sedang secara fisik, pirolisis ditandai dengan perubahan warna biji
kopi yang semula kehijauan menjadi kecoklatan. Kisaran suhu sangrai yang umum adalah antara 195
sampai 205
o
C.

3. TINGKAT SANGRAI
Waktu penyangraian bervariasi mulai dari 7 sampai 30 menit tergantung pada suhu dan tingkat sangrai
yang diinginkan. Kisaran suhu sangrai adalah sebagai berikut,
Suhu 190 195
o
C untuk tingkat sangrai ringan [warna coklat muda],
Suhu 200 - 205
o
C untuk tingkat sangrai medium [warna coklat agak gelap]
Suhu di atas 205
o
C untuk tingkat sangrai gelap [warna coklat tua cenderung agak hitam].
4. PENCAMPURAN
Untuk mendapatkan citarasa dan aroma yang khas, kopi bubuk bisa diperoleh dari campuran berbagai
jenis kopi atas dasar jenisnya [Arabika, Robusta, Exelsa dll], jenis proses yang digunakan [proses kering,
semi-basah, basah], dan asal bahan baku [ketinggian, tanah dan agroklimat]. Pencampuran dilakukan
dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.


5. PENGHALUSAN BIJI KOPI SANGRAI
Biji kopi sangrai dihaluskan dengan alat penghalus [grinder] sampai diperoleh butiran kopi bubuk
dengan kehalusan tertentu. Butiran kopi bubuk mempunyai luas permukaan yang sangat besar
sehingga senyawa pembentuk citarasa dan senyawa penyegar mudah larut saat diseduh ke dalam air
panas.


6. PENGEMASAN
Biji kopi sangrai atau kopi bubuk dikemas dalam kemasan aluminium foil dan dipress panas. Kesegaran,
aroma dan citarasa kopi bubuk atau kopi sangrai akan terjaga dengan baik pada kemasan vakum supaya
kandungan oksigen di dalam kemasan minimal. Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke
konsumen, kemasan kopi bubuk atas dasar jenis mutu, ukuran kemasan dan bentuk kemasan
dimasukkan dan dimuat di dalam kardus [karton]. Kardus diberi nama perusahan, merek dagang dan label
produksi yang jelas. Tumpukan kardus kemudian disimpan di dalam gudang dengan sanitasi, penerangan dan
ventilasi yang cukup.

PENGOLAHAN PRODUK KOPI INSTAN
1. BUBUK KOPI
Bubuk kopi sangrai merupakan bahan baku kopi instant. Bubuk kopi diperoleh dari proses
penghalusan biji kopi sangrai. Ukuran partikel bubuk diatur pada tingkat medium [hasil ayakan 60
Mesh].


2. PELARUTAN
Ekstraksi bubuk kopi dilakukan secara batch dalam kolom dengan sirkulasi pelarut air perbandingan
1/3,5 pada suhu 80
o
C selama 45 menit. Sisa bubuk hasil pelarutan dikempa secara manual untuk
mengekstrak komponen kopi yang masih tertinggal. Kisaran rendemen ekstraksi antara 30 32 %
[berat]. Sisa bubuk kopi merupakan limbah untuk diolah menjadi biogas.


3. KRISTALISASI
Ekstrak kopi dimasukkan ke dalam alat kristalisator dan ditambah gula dengan proporsi 1/1. Selama 30
menit pertama, larutan ekstrak kopi dan gula dipanaskan pada 100
o
C. Setelah larutan mendekati
jenuh, suhunya diturunkan menjadi 70
o
C selama 20 menit berikutnya. Pada 10 menit terakhir, sumber
panas dimatikan. Larutan jenuh kemudian didinginkan dengan udara lingkungan sampai terbentuk
kristal gula- kopi.



4. PENGHALUSAN
Kristal gula-kopi digiling secara mekanik menjadi bubuk halus.


5. PENCAMPURAN
Selain disajikan dalam bentuk murni, bubuk kopi instant juga bisa dicampur dengan bubuk krimer susu
instant pada proporsi tertentu dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.




6. PENGEMASAN
Bubuk kopi-krimer instant dikemas dalam kemasan saset aluminium foil @ 25 gr [sebagai pengemas
primer].



7. PELABELAN
Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke konsumen, kemasan saset dimasukkan ke dalam
kemasan kertas berlabel [sebagai kemasan sekunder].


PENGOLAHAN PRODUK KOPI INSTAN RENDAH KAFEIN
1. BIJI KOPI
Biji kopi mengandung kafein antara 1,70 sampai 2,50 %. Kafein adalah senyawa penyegar. Bagi peminum
kopi yang sensitif terhadap senyawa ini, kafein diduga mempunyai efek yang kurang baik untuk
kesehatan. Untuk itu, kadar kafein dalam biji perlu diturunkan sampai aman untuk peminum yang sensitif.

2. PELARUTAN
Ekstraksi kafein dari biji kopi dilakukan secara batch dalam kolom dengan sirkulasi pelarut air
perbandingan 1/5 pada suhu 80
o
C selama 5 sampai 7 jam tergantung pada kadar kafein yang akan
diekstrak.


3. PENYANGRAIAN
Biji kopi rendah kafein disangrai dengan kondisi suhu dan waktu seperti halnya menyangrai biji kopi
biasa.



4. PENGHALUSAN BIJI KOPI SANGRAI
Biji kopi rendah kafein yang telah disangrai dihaluskan dengan alat yang sama untuk penghalusan biji
kopi sangrai biasa. Kopi bubuk rendah kafein bisa langsung disajikan dengan cara menyeduh dengan air
mendidih seperti halnya kopi tubruk. Namun, citarasa dan aromanya tidak sebaik dan setajam biji kopi
yang masih asli. Hal ini disebabkan beberapa senyawa pembentuk citarasa dan aroma terikut larut
bersama kafein saat proses ekstraksi berlangsung. Biji kopi rendah kafein juga dapat diproses menjadi kopi
instant.

5. PELARUTAN
Ekstraksi bubuk kopi rendah kafein dilakukan secara batch dalam kolom dengan sirkulasi pelarut air
perbandingan 1/3,5 pada suhu 80
o
C selama 45 menit. Kisaran rendemen ekstraksi antara 27 29 %.


6. KRISTALISASI
Ekstrak kopi rendah kafein dimasukkan ke dalam alat kristalisator dan ditambah gula dengan proporsi
1/1. Selama 30 menit pertama, larutan ekstrak kopi dan gula dipanaskan pada 100
o
C. Setelah larutan
mendekati jenuh, suhunya diturunkan menjadi 70
o
C selama 20 menit berikutnya. Pada 10 menit
terakhir, sumber panas dimatikan. Larutan jenuh didinginkan dengan udara lingkungan sampai
terbentuk kristal gula- kopi.



7. PENGHALUSAN
Kristal gula-kopi rendah kafein digiling secara mekanik menjadi bubuk halus.


8. PENCAMPURAN
Selain dapat disajikan dalam bentuk murni, bubuk kopi rendah kafein dicampur dengan krimer susu
kopi instant pada proporsi tertentu dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.



9. PENGEMASAN
Bubuk kopi rendah kafein-krim instant dikemas dalam kemasan saset aluminium foil @ 25 gr [sebagai
pengemas primer].



10. PELABELAN
Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke konsumen, kemasan saset dimasukkan ke dalam
kemasan kertas berlabel [sebagai kemasan sekunder].


PENGOLAHAN PRODUK KOPI-JAHE INSTAN
1. UMBI [AKAR] JAHE
Umbi jahe dihasilkan dari tanaman jahe [Zingiber officinale] seperti yang umum ditanam di kebun
sebagai bumbu dan obat.


2. PENCUCIAN
Umbi jahe hasil panen dicuci dengan air segera setelah panen. Pencucian dilakukan secara mekanik
[batch] dan dibilas beberapa kali dengan air bersih.

3. PENGIRISAN
Umbi jahe yang telah bersih diiris menjadi lempengan dengan ketebalan 3 sampai 4 mm. Pengirisan
dilakukan secara mekanik dengan pisau berputar, tanpa penambahan air.



4. EKSTRAKSI
Irisan jahe dikempa dengan dengan alat kempa hidrolik sampai cairan [jus] jahe keluar seluruhnya.
Setiap 10 kg irisan umbi jahe diperoleh ekstrak jahe sebanyak 5 kg. Serat jahe tertinggal dalam alat
kempa dan dibilias dengan 10 liter air. Serat diolah menjadi kompos atau biogas.


5. KRISTALISASI LARUTAN JAHE
Ekstrak jahe dimasukkan ke dalam alat kristalisator dan ditambah gula dengan proporsi 1/1. Selama 30
menit pertama, larutan ekstrak jahe dan gula dipanaskan pada 100
o
C. Setelah larutan mendekati
jenuh, suhunya diturunkan menjadi 70
o
C selama 20 menit berikutnya. Pada 10 menit terakhir, sumber
panas dimatikan. Larutan jenuh didinginkan dengan udara lingkungan sampai terbentuk kristal gula-
jahe.



6. PENGHALUSAN
Kristal gula-jahe digiling secara mekanik menjadi bubuk halus.


7. PENCAMPURAN

Kopi jahe dihasilkan dari pencampuran bubuk kristal gula-jahe dan bubuk kopi instant pada proporsi
tertentu dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.



8. PENGEMASAN
Bubuk kopi jahe instant dikemas dalam kemasan saset aluminium foil @ 25 gr [sebagai pengemas
primer].



9. PELABELAN
Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke konsumen, kemasan saset dimasukkan ke dalam
kemasan kertas berlabel [sebagai kemasan sekunder].


PENGOLAHAN PRODUK KOPI-GINSENG INSTAN
1. UMBI [AKAR] GINSENG
Umbi ginseng dihasilkan dari tanaman Pfaffia paniculata, dari
famili Amaranthaceae, genus Pfaffia, dan spesiesPaniculata. Tanaman ini ditanam sebagai tanaman
kebun. Tidak seperti tanaman ginseng dari Korea, umbi tanaman jenis Pfaffia dapat dipanen setelah tanaman
berusia 6 bulan.

2. PENCUCIAN
Umbi ginseng dicuci dengan air segera setelah panen. Pencucian dilakukan secara mekanik [batch]
dan dibilas beberapa kali dengan air bersih.


3. PENGIRISAN
Umbi ginseng yang telah bersih diiris menjadi lempengan-lempengan dengan ketebalan 3 sampai 4
mm. Pengirisan dilakukan secara mekanik dengan pisau berputar, tanpa penambahan air.


4. EKSTRAKSI
Irisan ginseng dikempa dengan dengan alat kempa hidrolik sampai cairan [jus] ginseng keluar
seluruhnya. Setiap 10 kg irisan umbi ginseng diperoleh ekstrak ginseng sebanyak 5 kg. Serat
ginseng tertinggal dalam alat kempa dan dibilias dengan 10 liter air. Serat diolah menjadi kompos
atau biogas.


5. KRISTALISASI LARUTAN GINSENG
Ekstrak ginseng dimasukkan ke dalam alat kristalisator dan ditambah gula dengan proporsi 1/1.
Selama 30 menit pertama, larutan ekstrak ginseng dan gula dipanaskan pada 100
o
C. Setelah larutan
mendekati jenuh, suhunya diturunkan menjadi 70
o
C selama 20 menit berikutnya. Pada 10 menit
terakhir, sumber panas dimatikan. Larutan jenuh didinginkan dengan udara lingkungan sampai
terbentuk kristal gula- ginseng.



6. PENGHALUSAN
Kristal gula-ginseng digiling secara mekanik menjadi bubuk halus.


7. PENCAMPURAN
Kopi ginseng dihasilkan dari pencampuran bubuk kristal gula-ginseng dan bubuk kopi instant pada
proporsi tertentu dengan alat pencampur putar tipe hexagonal.



8. PENGEMASAN
Bubuk kopi ginseng instant dikemas dalam kemasan saset aluminium foil @ 25 gr [sebagai pengemas
primer].



9. PELABELAN
Untuk mempermudah pemasaran dan distribusi ke konsumen, kemasan saset dimasukkan ke dalam
kemasan kertas berlabel [sebagai kemasan sekunder].