Anda di halaman 1dari 78

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Diabetes Mellitus
3.1.1 Pengertian
Menurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2010, Diabetes
mellitus tipe 2 merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan
karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja
insulin, atau kedua-duanya (Perkeni, 2011)
Menurut !ans "andra 200# , Pada diabetes tipe 2 pankreas masih bisa
membuat insulin, terapi insulinnya buruk , tidak dapat ber$ungsi dengan baik
sebagai kun%i untuk memasukkan glukosa kedalam sel Akibatnya glukosa dalam
darah meningkat
Diabetes tipe-2 adalah yang kemungkinan tidak tergantung insulin (non-
dependent diabetes mellitus) , pada penderita diabetes tipe 2 insulin di produksi
dalam jumlah %ukup namun, oleh penyebab tertentu, glukosa gagal masuk
kedalam sel &egagalan tersebut terjadi karena sel kebal (resisten) terhadap insulin
('ingga, 2012)
Menurut (utanto,201) Diabetes Mellitus disebut juga sebagai noninsulin-
dependent diabetes, diabetes yang tidak bergantung pada insulin *ni merupakan
perbedaan diabetes tipe-1 dengan diabete tipe 2 Pada diabetes tipe -1 penderita
memiliki ketergantungan pada injeksi insulin !al ini di karenakan organ pankreas
14
15
penderita tidak mampu memproduksi insulin dengan jumlah yang %ukup bahkan
tidak memproduksi sama sekali "api pada diabetes tipe-2 ,organ pankreas
penderita mampu memproduksi insulin dengan jumlah yang %ukup namun sel- sel
tubuh tidak merespon insulin yang ada dengan benar +ika dide$inisikan diabetes
tipe-2 adalah penyakit dabetes yang di sebabkan karena sel- sel tubuh tidak
merespon insulin yang di lepaskan pankreas, inilah yang disebut dengan resistensi
insulin
Diabetes tipe 2 ini adalah jenis diabetes yang paling sering dijumpai
(ekitar ,0-,-. penderita diabetes adalah diabetes tipe 2 Pada diabetes ini
pan%reas masih bisa membuat insulin, tetapi kualitas insulinnya buruk, tidak dapat
ber$ungsi dengan baik sebagai kun%i untuk memasukkan glukosa ke dalam sel
Akibatnya glukosa darah akan meningkat Pasien biasanya tidak perlu tambahan
suntikan insulin dalam pengobatannya tetapi memerlukan obat yang bekerja untuk
memperbaiki pengolahan gula di hati ("andra, 200#)
3.1.2 Patoisiologi
Menurut (uyono, 2011 (eperti suatu mesin badan memerlukan bahan
untuk membentuk sel baru dan mengganti sel yang rusak Disamping itu badan
juga memerlukan energy supaya sel badan dapat ber$ungsi dengan baik /nergi
pada mesin berasal dari bahan bakar yaitu bensin Pada manusia bahan bakar itu
berasal dari bahan makanan yang kita makan sehari-hari, yang terdiri dari
karbohidrat (gula dan tepung-tepungan)
Pengolahan bahan makanan dimulai di mulut kemudian ke lambung dan
selanjutnya ke usus Didalam saluran pen%ernaan itu makanan di pe%ah menjadi
1!
bahan dasar dari makanan itu &arbohidrat menjadi glukosa, protein menjadi asam
amino dan lemak menjadi asam lemak &etiga 0at makanan itu akan diserap oleh
usus kemudian masuk ke dalam pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh
untuk dipergunakan oleh organ 1 organ di dalam tubuh sebagai bahan bakar
(upaya dapat ber$ungsi sebagai bahan bakar,0at makanan itu harus masuk dulu
kealam sel supaya dapat diolah Didalam sel, 0at makanan terutama glukosa
dibakar melalui proses kimia yang rumit, yang hasil akhirnya adalah timbulnya
energi Proses ini disebut metabolisme Dalam proses metabolism itu insulin
memegang peran yang sangat penting yaitu bertugas memasukkan glukosa
kedalam sel, untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan bakar insulin ini
adalah hormone yang di keluarkan oleh sel beta di pankreas ((uyono,2011)
Pankreas yang disebut kelenjar ludah perut adalah kelenjar penghasil
insulin yang terletak di belakang lambung Di dalamnya terdapat kumpulan sel
yang berbentuk seperti pulau pada peta, karena itu disebut pulau-pulau langerhans
yang berisi sel beta yang mengeluarkan hormone insulin yang sangat berperan
dalam mengatur kadar glukosa darah ((ubekti ,2011)
Menurut (uyono,2011 Dalam keadaan normal artinya kadar insulin %ukup
dan sensiti2e, insulin akan ditangkap oleh reseptor insulin yang ada pada
permukaan sel otot, kemudian membuka pintu masuk sel hingga glukosa dapat
masuk sel untuk kemudian dibakar menjadi energy3 tenaga Akibatnya kadar
glukosa dalam darah normal
Pada diabetes dimana didapatkan jumlah insulin yang kurang atau pada
keadaan kualitas insulinnya tidak baik (resistensi insulin), meskipun insulin ada
1"
dan reseptor juga ada, tapi karena ada kelainan didalam sel itu sendiri pintu masuk
sel tetap tidak dapat terbuka dan tetap tertutup hingga glukosa tidak dapat masuk
sel untuk dibakar (dimetabolisme) Akibatnya glukosa tetap berada di luar sel ,
hingga kadar glukosa dalam darah meningkat ((uyono,2011)
3.1.3 Pen#ebab Diabetes Mellitus
Menurut 4ilous 200#, Penyebab diabetes meliitus adalah gula dalam darah
berasal dari makanan kita yang di olah se%ara kimia5i oleh hati (ebagian gula
disimpan dan sebagian lagi digunakan untuk energi *nsulin bentuknya unik,
menempel dalam 5adah-5adah khusus pada permukaan sel-sel di seluruh 5adah
khusus pada permukaan sel-sel diseluruh tubuh Dengan %ara demikian, insulin
membuat sel sari gula dari darah dan men%egahnya untuk menghan%urkan protein
dan lemak
Menurut (ustrani 'anny, dkk (2006), Diabetes Mellitus disebabkan
berkurangnya produksi dan ketersediaan insulin dalam tubuh atau gangguan
$ungsi insulin yang sebenarnya berjumlah %ukup &ekurangan insulin, disebabkan
adanya kerusakan sebagian ke%il atau sebagian besar sel-sel beta pulau langerhans
dalam kelenjar pankreas yang ber$ungsi menghasilkan insulin 7amun jika
diruntut lebih lanjut, beberapa $aktor yang menyebabkan Diabetes Mellitus
sebagai berikut8
a 9enetik atau $aktor keturunan
Diabetes Mellitus %enderung di5ariskan atau diturunkan, bukan
ditularkan Anggota keluarga penderita Diabetes Mellitus memiliki kemungkinan
lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang
1$
tidak menderita Diaabetes Mellitus para ahli kesehatan juga menyebutkan
Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang terpaut kromosom seks atau kelamin
4iasanya kaum laki-laki menjadi penderita sesungguhnya, sedangkan kaum
perempuan sebagai pihak yang memba5a gen untuk di5ariskan kepada anak-
anaknya
b :irus dan 4akteri
:irus penyebab Diabetes Mellitus adalah rubella, mumps, dan human
%o;sa%kie2irus 4< Melalui mekanisme in$eksi sitolotik dalam sel beta, 2irus ini
mengakibatkan dekstruksi atau perusakan sel 4isa juga, 2irus ini menyerang
melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta
Diabetes Mellitus akibat bakteri belum bisa dideteksi 7amun para ahli kesehatan
menduga bakteri %ukup berperan menyebabkan penyakit Diabetes Mellitus
% 4ahan "oksik atau 4era%un
4ahan bera%un yang mampu merusak sel beta se%ara langsung adalah
allo;an, pyrinuron (rodentisida), dan strepto0o;tin (produk dari sejenis jamur)
4ahan lain adalah sianida yang berasal dari singkong
d =2er5eight
7utrisi yang berlebihan (o2ernutrition) merupakan $a%tor resiko pertama
yang diketahui menyebabkan Diabetes Mellitus (emakin berat badan berlebih
atau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan, semakin besar kemungkinan
seseorang terjangkit Diabetes Mellitus &egemukan dapat menghentikan kerja
insulin dalam menurunkan kadar gula darah dan hal ini disebut resistansi insulin
1%
yang dapat menyebabkan Diabetes Mellitus tipe 2 =leh sebab adanya kenaikan
jumlah penderita obesitas, diabetes jenis ini pun mulai banyak ditemukan
3.1.4 &a'tor(a'tor #ang )e)*ertinggi resi'o Diabetes Mellitus
Menurut >!= Depkes ?* ,1,,, (udah lama diketahui bah5a diabetes
merupakan penyakit keturunan Artinya bila orang tuanya menderita diabetes,
anak-anaknya akan menderita diabetes !al itu memang benar, tetapi $aktor
keturunan saja tidak %ukup,diperlukan $aktor lain yang disebut $aktor resiko atau
$aktor pen%etus misalnya adanya in$eksi 2irus (pada *DDM), kegemukan, pola
makan yang salah, minum obat-obatan yang bisa meningkatkan kadar glukosa
darah, proses menua, stress dll
Menurut (usastry lanny,2006 @aktor-$aktor yang mempertinggi resiko
Diabetes Mellitus adalah8
a &elainan 9enetika
Diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap
Diabetes, karena kelainan gen yang mengakibatkan tubuhnya tidak dapat
menghasilkan insulin dengan baik "etapi resikonya terkena diabetes tergantung
juga pada $aktor kelebihan berat badan, stress, dan kurang bergerak
b Asia
Amumnya manusia mengalami perubahan $isiologi yang se%ara drastis
menurun dengan %epat setelah usia <0 tahun Diabetes sering mun%ul setelah
seseorang mamasuki usia ra5an tersebut, terutama setelah usia <- tahun pada
2+
mereka yang berat badannya berlebih, sehingga tubuhnya tidak peka lagi terhadap
insulin
% 9aya !idup (tres
(tres kronis %enderung membuat seseorang men%ari makanan yang manis-
manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar seronin otak (eretonin ini
mempunyai e$ek penenang sementara untuk meredakan stresnya "etapi gula dan
lemak itulah yang berbahaya bagi mereka yang beresiko Diabetes
Menurut Mahendra,200# Adapun $aktor resiko yang mepertinggi diabetes
mellitus adalah 8
1 =besitas atau &egemukan &egemukan akan menyebabkan adanya
resistensi insulin
2 &urang berolahraga =lahraga se%ara teratur dapat mengurangi
resisistensi insulin sehingga insulin dapat dipergunakan lebih baik oleh
sel-sel tubuh dan dosis pengobatannya diturunkan (ebuah penelitian
menunjukan bah5a peningkatan akti2itas $isik (sekitar )0 menit perhari)
dapat mengurangi resiko diabete
) Asupan makanan berenergi tinggi dan rendah serat Asupan makanan
terutama melalui makanan yang berenergi tinggi atau kaya karbohidrat
dan serat yang rendah dapat menganggu stimulasi sel beta pankreas dalam
memproduksi insulin
< Asupan asam lemak trans yang tinggi dan asupan lemak dengan rasio
lemak tak jenuh atau lemak jenuh rendah Asupan lemak kedalam tubuh
21
perlu diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap kepekaan insulin
Dalam hal ini perlu dihindari asupan lemak jenuh yang dapat
memperburuk kepekaan insulin
Menurut (utanto 201) , @aktor lain yang dapat mempertinggi dan menjadi
penyebab diabetes mellitus adalah rokok dan alkohol !ubungan rokok dengan
diabetes terkait dengan terjadinya resistensi insulin dan gangguan terhadap
produksi insulin oleh pankreas ,merokok juga hanya bisa meningkatkan resiko
terkena penyakit diabetes tetapi juga kompilkasi diabetes lainnya yang lebih
berbahaya, komplikasi diabetes yang paling mematikan adalah tekanan darah
tinggi yang dapat meningkatkan penyakit jantung (ama halnya dengan rokok,
alkohol juga memiliki e$ek yang tidak jauh mengkonsumsi alkohol berlebihan
dapat meningkatkan resiko diabetes &aitan alkohol dengan resiko diabetes adalah
daya rusak alkohol terhadap organ-organ tubuh khususnya organ pankreas
Mengonsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan radang kronis terhadap
pankreas (pan%reatitis) Pankreas memiliki $ungsi penting dalam memproduksi
insulin, kerusakan pada organ ini menyebabkan produksi insulin terhambat
bahkan terhenti +ika sudah begitu , kadar gula di dalam darah tidak dapat di
kontrol, terjadilah hiperglikemia dan diabetes
3.1.5 Tan,a ,an -e.ala Diabetes Mellitus
3.1.5.1 Tan,a Diabetes Mellitus
Menurut Perkeni, 2011 "anda pada penyakit Diabetes Mellitus tipe 2
meliputi8
"abel )1 "arget Pengendalian DM
22
/esi'o Kar,io0as'uler
1(2
/esi'o Kar,io0as'uler
132
*M" (kg3m2) 1#,- - B2)
9lukosa darah
Puasa (mg3d') B 100
2 jam PP
(mg3d')
B 1<0
A1C . B D0 B D0
"ekanan Darah
(istolik (mm!g) E 1)0 E 1)0
Diastolik (mm!g) E #0 E #0
Pro$il 'ipid
'D' &olesterol B 100 B D0
Su)ber 4 Perkeni ,2011
"abel )2 &riteria Pengendalian Diabetes Mellitus "ipe 2
4aik (edang 4erat
9lukosa darah puasa
(mg3dl)
#0 -10, 110 - 12- F 126
9lukosa darah 2 jam
(mg3dl)
110-1<< 1<- 1 1D, F 1#0
A*C (.) B 6,- 6,- 1 # G#
&olesterol total (mg3dl) B 200 200 1 2), F 2<0
&olesterol 'D' (mg3dl) B 100 100 1 12, F 1)0
&olesterol !D' (mg3dl) G<-
"rigliserida (mg3dl) B 1-0 1-0 1 1,, F 200
*M" (kg3m
2
) 1#,- 1 22,, 2) 1 2-
G2-
"ekanan darah (mm!g) B 1)03#0
1)011<0 3 #0-
,0
G 1<03,0
(umber 8 Waspadji,2011
Antuk pasien berumur G 60 tahun , sasaran kadar glukosa darah lebih
tinggi dari pada biasa (puasa B1-0 mg3dl dan sesudah makan B200 mg3dl),
demikian pula lipid, tekanan darah, dll menga%u pada batasan pengendalian
kriteria sedang
23
3.1.5.2 -e.ala Diabetes Mellitus
Menurut (utanto 201), Antara 2 tipe diabetes , tipe 1 dan tipe 2, masing 1
masing memiliki karakteristik gejala yang berbeda 9ejala diabetes tipe 1 mun%ul
se%ara tiba-tiba pada saat usia anak-anak sebagai akibat dari kelainan genetik ,
sehingga tubuh tidak memproduksi insulin dengan baik (edangkan gejala
diabetes tipe 2 mun%ul se%ara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang
jelas 7amun se%ara umum ,gejala diabetes yang paling sering terjadi dapat
dibedakan menjadi ) yaitu gejala a5al, gejala akut, dan gejala kronis
19ejala A5al
9ejala a5al adalah gejala permulaan diabetes 9ejala a5al yang paling
umum terjadi ini biasa disebut dengan istilah )P yaitu H
- Poliuria
Poliuria adalah seringnya seseorang buang air ke%il atau ken%ing
Penderita sering buang air ken%ing, terutama pada malam hari dan dengan
2olume yang banyak, kondisi sering ken%ing ini disebabkan oleh tingginya
kadar gula dalam darah yang tidak bisa di toleransi oleh ginjal, dan agar
urin yang di keluarkan tidak terlalu pekat , ginjal harus menarik banyak
%airan dari dalam tubuh
- Polidipsia
Polidipsia adalah seringnya seseorang minum karena rasa haus yang
berlebihan , kondisi polidipsia ini adalah akibat dari kondisi sebelumnya
yaitu poliuria &etika ginjal menarik banyak %airan dari tubuh maka se%ara
otomatis, tubuh akan merasa kehausan akibatnya penderita akan minum
terus menerus untuk mengobati rasa hausnya
24
- Poli$agia
Adalah seringnya seseorang makan karena rasa lapar yang besar =rang
yang menderita diabetes sering merasa kelaparan *ni terjadi karena gula
darah tidak bisa masuk kedalam sel, akibatnya sel-sel akan mengirim
sinyal lapar ke otak 9lukosa adalah makanannya sel-sel tubuh, sel- sel
tubu yang tidak dapat menyerap glukosa menjadi kelaparan, akibatnya
tubuh se%ara keseluruhan kekurangan energi dan lemas, kondisi ini
membuat otak mengirimkan sinyal untuk menggerakkan penderita agar
makan terus menerus
2 9ejala Akut
9ejala akut adalah tahap selanjutnya dari gejala a5al yang tidak di atasi
dengan baik 4erikut gejala akut diabetes yaitu8
- Cepat mengalami kelelahan dan lemas, tanpa penyebab yang
jelas
- Air ken%ing di kerumuni semut hitam &andungan gula di
dalam darah salah satunya dapat dilihat dari indikasi ini, air
ken%ing dikerumuni semut karena rasa yang manis
- Penurunan berat badan yang drastis tanpa penyebab yang jelas
Dalam hitungan 2-< minggu saja berat badan penderita bisa
turun -- 10 kg
- &ondisi-kondisi diatas apabila tidak segera di tangani dengan
baik berpotensi terhadap terjadinya koma diabetes
25
) 9ejala &ronis
9ejala kronis yang paling sering timbul adalah
- ?asa kesemutan pada jari tangan dan kaki, diabetes
menyebabkan sirkulasi darah terhambat &arena sirkulasi darah
yang tidak lan%ar, maka bagian tubuh yang paling jauh dari
jantung , seperti pada jari tangan dan kaki mengalami
kesemutan
- "erasa panas di kulit, juga terasa sakit seperti tertusuk-tusuk
&ulit juga terasa tebal
- (ering terjadi kram
- 9ejala gangguan kulit seperti badan terasa gatal-gatal berupa
kulit merah dan menipis
- (ering merasa lelah dan mengantuk tanpa penyebab yang jelas
- 9angguan penglihatan3pandangan kabur
- Menurunya kemampuan seksual pada pria
- 9atal didaerah kelamin pada 5anita
- 9angguan kesehatan mulut dan gigi (eseorang yang terserang
penyakit diabetes bisa dideteksi dengan kesehatan mulut dan
giginya, bentuknya berupa gusi merah, bengkak, dan sensiti2e
!al ini kemudian menyebabkan gigi mudah goyah dan lepas
2!
- +ika terjadi luka sulit untuk sembuh 9ejala kronik diabetes
lainnya yaitu sulitnya sembuh jika terjadi luka 4iasanya
dibutuhkan 5aktu berbulan-bulan agar luka tersebut dapat
sembuh 'amanya proses penyembuhan luka disebabkan
karena terhambatnya sirkulasi suplay darah akibat
menyempitnya pembuluh darah
- 9ejala sakit di beberapa bagian tubuh Penderita diabetes
mengalami sakit dibeberapa bagian tubuh terutama dipunggung
bagian ba5ah dan anggota badan >alaupun penderita
meminum obat penghilang rasa sakit namun rasa nyeri tidak
kunjung sembuh
- +ika dilakukan test urin dan test darah keduanya menunjukkan
nilai kadar gula dalam darah yang tinggi
3.1.! Klasii'asi Diabetes Mellitus
Menurut (uyono, 2011 Diabetes digolongkan dalam empat jenis, yaitu
sebagai berikut8
1 Diabetes tipe 1
Iakni Diabetes yang terjadi karena pan%reas sangat sedikit atau bahkan
sama sekali tidak dapat menghasilkan insulin Diabetes tipe 1 kebanyakan dialami
oleh anak-anak dan remaja yang pada umumnya tidak gemuk (etelah diabetes
diketahui, diabetes tipe 1 harus langsung menggunakan insulin
2 Diabetes tipe 2
2"
Iakni Diabetes yang umumnya terjadi pada orang de5asa, meskipun
dapat pula terjadi pada anak-anak dan remaja Diabetes tipe 2 disebabkan oleh
adanya kekurangan hormon insulin se%ara relati$ Amumnya terjadi perlahan-
lahan, tanpa gejala, dan se%ara bertahap bertambah berat
) Diabetes 9estasional
Iakni diabetes yang terjadi hanya pada saat kehamilan dan kembali
normal setelah persalinan
< Diabetes tipe lain
Iakni gangguan yang diakibatkan oleh kerusakan atau kelainan $ungsi
kelenjar pankreas &elainan ini dapat disebabkan oleh bahan kimia, obat-obatan
atau penyakit pada ke lenjar tersebut
"abel )) &lasi$ikasi Diabetes Mellitus
"ipe 1 Destruksi sek beta umumnya menjurus
ke de$isiensi insulin absolut
- Autoimun
- *diopatik
"ipe 2 4er2ariasi, mulai yang dominan
resistensi insulin disertai de$isiensi
insulin relati$e sampai yang dominan
de$ek sekresi insulin disertai resistensi
insulin
"ipe 'ain - De$ek genetik $ungsi sel beta
- De$ek genetik kerja insulin
- Penyakit eksokrin pankreas
- /ndokrinopati
- &arena obat atau 0at kimia
- *n$eksi
- (ebab imunologi yang jarang
(umber 8 Perkeni,2011
3.1." Ko)*li'asi Diabetes Mellitus
2$
Menurut "andra (200#) komplikasi dalam penyakit Diabetes Mellitus
dapat dibedakan menjadi komplikasi yang bersi$at akut dan menahun atau kronis
&omplikasi akut yaitu yang memerlukan tindakan pertolongan yang %epat
&omplikasi yang bersi$at menahun atau kronis timbul setelah penderita mengidap
Diabetes selama --10 tahun atau lebih
a &omplikasi Akut
&omplikasi akut meliputi &etoa%idosis Diabetika (D&A), koma non-
ketosis hiperosmolaritas terdapat hiperglikemia, tetapi D&A dibedakan dengan
hiperglikemia (hiperosmolaritas) Pada D&A terdapat adanya ketonemia dan
ketonuria Pada keduanya terdapat kenaikan kadar gula darah yang kadang-
kadang dapat men%apai <00 mg3dl, dehidrasi dan drowsiness sampai koma
&eduanya memerlukan terapi insulin yang menurunkan gula darah dengan %epat
!ipoglikemia adalah suatu keadaan dengan kadar gula darah yang menurun
sampai kurang dari -0 mg3dl &eadaan ini pada penderita Diabetes biasanya
timbul karena pemberian insulin yang berlebihan 9ejala akut timbul akibat
kurangnya konsumsi %airan, yang dapat diper%epat dengan adanya in$eksi, stroke,
in$ark jantung, atau gangguan pen%ernaan Dengan adanya kekurangan %airan
akan mengakibatkan gangguan kesadaran penderita
b &omplikasi &ronis
&omplikasi kronis atau komplikasi yang bersi$at menahun pada umumnya
terjadi pada penderita yang telah mengidap penyakit Diabetes Mellitus selama --
10 tahun &omplikasi ini dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu komplikasi
mikro2askular (Micro Angio Pathy) dan komplikasi makro2askular
2%
1 &omplikasi Mikro2askular
&omplikasi mikro2askular adalah komplikasi dimana pembuluh-
pembuluh rambut menjadi kaku atau menyempit, sehingga organ kekurangan
suplai darah =rgan-organ yang biasanya terkena yaitu mata, ginjal dan
syara$-syara$ peri$er Pada mata akan terjadi retinopati, pada ginjal dikenal
sebagai ne$ropati, dan pada syara$ peri$er dikenal neuropati
a ?etino Diabetika
?etinopati Diabetika menyerang retina yang dalam proses penglihatan
dapat diumpamakan sebagai $ilm dari sebuah kamera &erusakan pada retina,
terutama pada tempat-tempat tertentu, dapat menyebabkan $ungsi penglihatan
menurun se%ara drastis ?etinopati Diabetika sebenarnya merupakan
kerusakan yang unik pada Diabetes Mellitus karena selain gangguan
mikro2askular, juga ada gangguan biokimia darah yang mengakibatkan
menumpuknya 0at-0at tertentu pada jaringan retina
b 7e$ropati Diabetika
7e$ropati Diabetika adalah gangguan ginjal yang diakibatkan karena
penderita mengidap Diabetes Mellitus dalam 5aktu yang %ukup lama Pada
stadium a5al, gangguan ginjal tidak menunjukkan gejela-gejala atatu
keluhan "anda-tanda yang mungkin dapat ditemui pertama kali adalah
adanya albuminuria (adanya protein didalam urin) Pada keadaan lanjut
mungkin ditemui adanya kenaikan tekanan darah yang dapat diikuti dengan
pembengkakan kaki karena timbunan %airan Pada stadium akhir dapat terjadi
kegagalan ginjal
3+
% 7europati Diabetika
7europati Diabetika adalah gangguan system syara$ akibat komplikasi
dari Diabetes 9angguan ini merupakan akibat dari pengurangan suplai darah
ke jaringan-jaringan syara$ tersebut 9angguan ini sering menurunkan
kualitas kehidupan penderita "anda atau gejala klinik yang ditimbulkan
neuropati autonomis tergantung dari organ yang diserang Pada umumnya
penderita yang mengidap neuropati jenis ini juga mengidap polineuropati
simetris 9ejala yang dapat ditimbulkan penyakit ini antara lain impotensi,
gangguan pada kandung ken%ing, dan gangguan system pen%ernaan
2 &omplikasi Makro2askular
&omplikasi Makro2askular adalah komplikasi yang mengenai
pembuluh darah arteri yang lebih besar sehingga menyebabkan
artherosklerosis ini antara lain penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke,
dan gangrene pada kaki
Menurut Perkeni,2011 Dalam perjalanan penyakit Diabetes Mellitus, dapat
terjadi penyulit akut dan menahun8
1. Pen#ulit a'ut
a &etoasidosis diabetik (&AD)
Merupakan komplikasi akut diabetes yang ditandai dengan
peningkatan kadar glukosa darah yang tinggi ()00-600 mg3d'),
disertai dengan adanya tanda dan gejala asidosis dan plasma keton (J)
kuat =smolaritas plasma meningkat ()00-)20 m=s3m') dan terjadi
peningkatan anion gap
31
b !iperosmolar non ketotik (!7&)
Pada keadaan ini terjadi peningkatan glukosa darah sangat tinggi
(600-1200 mg3d'), tanpa tanda dan gejala asidosis, osmolaritas plasma
sangat meningkat ())0- )#0 m=s3m'), plasma keton (J3-), anion gap
normal atau sedikit meningkat
% !ipoglikemia
!ipoglikemia dan %ara mengatasinya
- !ipoglikemia ditandai dengan menurunnya kadar glukosa
darah B 60 mg3d'
- 4ila terdapat penurunan kesadaran pada penyandang diabetes
harus selalu dipikirkan kemungkinan terjadinya hipoglikemia
!ipoglikemia paling sering disebabkan oleh penggunaan
sul$onilurea dan insulin!ipoglikemia akibat sul$onilurea dapat
berlangsung lama, sehingga harus dia5asi sampai seluruh obat
diekskresi dan 5aktu kerja obat telah habis "erkadang
diperlukan 5aktu yang %ukup lama untuk penga5asannya 2<-
D2 jam atau lebih, terutama pada pasien dengan gagal ginjal
kronik atau yang mendapatkan terapi dengan =!= kerja
panjang)
- !ipoglikemia pada usia lanjut merupakan suatu hal yang harus
dihindari, mengingat dampaknya yang $atal atau terjadinya
kemunduran mental bermakna pada pasien Perbaikan
kesadaran pada DM usia lanjut sering lebih lambat dan
memerlukan penga5asan yang lebih lama
32
- 9ejala hipoglikemia terdiri dari gejala adrenergi% (berdebar-
debar, banyak keringat, gemetar, dan rasa lapar) dan gejala
neuro-glikopenik (pusing, gelisah, kesadaran menurun sampai
koma)
- !ipoglikemia harus segera mendapatkan pengelolaan yang
memadai 4agi pasien dengan kesadaran yang masih baik,
diberikan makanan yang mengandung karbohidrat atau
minuman yang mengandung gula berkalori atau glukosa 1--20
gram melalui intra 2ena Perlu dilakukan pemeriksaan ulang
glukosa darah 1- menit setelah pemberian glukosa 9lukagon
diberikan pada pasien dengan hipoglikemia berat
- Antuk penyandang diabetes yang tidak sadar, sementara dapat
diberikan glukosa <0. intra2ena terlebih dahulu sebagai
tindakan darurat, sebelum dapat dipastikan penyebab
menurunnya kesadaran
2. Pen#ulit )ena5un
a Makroangiopati
- Pembuluh darah jantung
- Pembuluh darah tepi8 penyakit arteri peri$er sering terjadi pada
penyandang diabetes, biasanya terjadi dengan gejala tipikal
claudicatio intermittent, meskipun sering tanpa gejala "erkadang
ulkus iskemik kaki merupakan kelainan yang pertama mun%ul
- Pembuluh darah otak
b Mikroangiopati8
33
- ?etinopati diabeti%
&endali glukosa dan tekanan darah yang baik akan mengurangi
risiko dan memberatnya retinopati "erapi aspirin tidak men%egah
timbulnya retinopati
- 7e$ropati diabetik
&endali glukosa dan tekanan darah yang baik akan mengurangi
risiko ne$ropati
Pembatasan asupan protein dalam diet (0,# g3kg44) juga akan
mengurangi risiko terjadinya ne$ropati
% 7europati
- &omplikasi yang tersering dan paling penting adalah neuropati
peri$er, berupa hilangnya sensasi distal 4erisiko tinggi untuk
terjadinya ulkus kaki dan amputasi
- 9ejala yang sering dirasakan kaki terasa terbakar dan bergetar
sendiri, dan lebih terasa sakit di malam hari
- (emua penyandang diabetes yang disertai neuropati peri$er harus
diberikan edukasi pera5atan kaki untuk mengurangi risiko ulkus
kaki Antuk penatalaksanaan penyulit ini seringkali diperlukan kerja
sama dengan bidang3disiplin ilmu lain
d Dislipidemia pada Diabetes
- Dislipidemia pada penyandang diabetes lebih meningkatkan risiko
timbulnya penyakit kardio2askular
- Perlu pemeriksaan pro$il lipid pada saat diagnosis diabetes
ditegakkan Pada pasien de5asa pemeriksaan pro$il lipid sedikitnya
34
dilakukan setahun sekali dan bila dianggap perlu dapat dilakukan
lebih sering (edangkan pada pasien yang pemeriksaan pro$il lipid
menunjukkan hasil yang baik ('D'B100mg3d'H !D'G-0 mg3d'
(laki-laki G<0 mg3d',5anita G-0 mg3d')H trigliserid B1-0 mg3d'),
pemeriksaan pro$il lipid dapat dilakukan 2 tahun sekali
- 9ambaran dislipidemia yang sering didapatkan pada penyandang
diabetes adalah peningkatan kadar trigliserida, dan penurunan kadar
kolesterol !D', sedangkan kadar kolesterol 'D' normal atau
sedikit meningkat
- Perubahan perilaku yang tertuju pada pengurangan asupan
kolesterol dan penggunaan lemak jenuh serta peningkatan akti2itas
$isik terbukti dapat memperbaiki pro$il lemak dalam darah
- Dipertimbangkan untuk memberikan terapi $armakologis sedini
mungkin bagi penyandang diabetes yang disertai dislipidemia
- "erapi kombinasi statin dengan obat pengendali lemak yang lain
mungkin diperlukan untuk men%apai target terapi, dengan
memperhatikan peningkatan risiko timbulnya e$ek samping
- 7iasin merupakan salah satu obat alternati$ yang dapat digunakan
untuk meningkatkan !D', namun pada dosis besar dapat
meningkatkan kadar glukosa darah
e =besitas pada Diabetes
- Pre2alensi obesitas pada DM %ukup tinggi, demikian pula kejadian
DM dan gangguan toleransi glukosa pada obesitas %ukup sering
dijumpai
35
- =besitas, terutama obesitas sentral se%ara bermakna berhubungan
dengan sindrom dismetabolik (dislipidemia, hiperglikemia,
hipertensi), yang didasari
- oleh resistensi insulin
- ?esistensi insulin pada diabetes dengan obesitas membutuhkan
pendekatan khusus
3.1.$ Diagnosis Diabetes Mellitus
Menurut Perkeni ,2011, Diagnosis Diabetes Mellitus ditegakkan atas dasar
pemeriksaan kadar glukosa darah Diagnosis tidak dapat ditegakkan atas dasar
adanya glukosuria 9una penentuan diagnosis Diabetes Mellitus, pemeriksaan
glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa se%ara en0imatik
dengan bahan darah plasma 2ena Penggunaan bahan darah utuh (5holeblood),
2ena, ataupun angka kriteria diagnostik yang berbeda sesuai pembakuan oleh
>!= (edangkan untuk tujuan pemantauan hasil pengobatan dapat dilakukan
dengan menggunakan pemeriksaan glukosa darah kapiler dengan glukometer
Menurut Perkeni,2011 4erbagai keluhan dapat ditemukan pada
penyandang diabetes &e%urigaan adanya DM perlu dipikirkan apabila terdapat
keluhan klasik DM seperti di ba5ah ini8
- &eluhan klasik DM berupa8 poliuria, polidipsia, poli$agia, dan penurunan
berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya
- &eluhan lain dapat berupa8 lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur,
dan dis$ungsi ereksi pada pria, serta pruritus 2ul2ae pada 5anita
Diagnosis DM dapat ditegakkan melalui tiga %ara8
3!
1 +ika keluhan klasik ditemukan, maka pemeriksaan glukosa plasma
se5aktu G 200 mg3dl sudah %ukup untuk menegakkan diagnosis DM
2 Pemeriksaan glukosa plasma puasa F 126 mg3dl dengan adanya keluhan
klasik
) "es toleransi glukosa oral (""9=) Meskipun ""9= dengan beban D- g
glukosa lebih sensiti$ dan spesi$ik dibanding dengan pemeriksaan glukosa
plasma puasa, namun pemeriksaan ini memiliki keterbatasan tersendiri
""9= sulit untuk dilakukan berulang 1 ulang dan dalam praktek sangat
jarang dilakukan karena membutuhkan persiapan khusus
Menurut Perkeni,2006 diagnosa DM ditegakkan atas dasar pemeriksaan kadar
glukosa darah Diagnosis tidak dapat ditegakkan atas dasar adanya glukosuria,
9una penentuan diagnosis DM, pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan
adalah pemeriksaan glukosa se%ara en0imatik dengan bahan darah plasma 2ena
3.2 Pilar Penatala'sanaan Diabetes Mellitus
Menurut Perkeni, 2011 Ada < pilar penatalaksanaan Diabetes Mellitus
yaitu edukasi , terapi gi0i medis , latihan jasmani, inter2ensi $armakologis
(edangkan menurut Askandar "jokropra5iro,2001 Ada - Pilar
penatalaksanaan Diabetes Mellitus yaitu peren%anaan makan, latihan jasmani,
edukasi, asupan obat hipoglikemik, %angkok pankreas
3.2.1 Tera*i &ar)a'ologis
3"
Menurut (utanto 201), =!A (=ral !ypogli%emi% Agents) adalah penurun
kadar glukosa dalam darah =!A sendiri bukanlah hormon insulin yang diberikan
se%ara oral =!A bekerja melalui beberapa %ara untuk menurunkan kadar glukosa
darah 4erdasarkan %ara kerjanya, =!A terdiri dari dua kelompok, yaitu
kelompok yang ber$ungsi memi%u produksi insulin dan kelompok yang ber$ungsi
memperbaiki atau meningkatkan kerja insulin
1 &elompok =!A yang memi%u produksi insulin
- (ol$onilurea
Cara kerja obat ini dalam mengobati diabetes adalah merangsang
sel-sel beta dalam pankreas untuk memproduksi banyak insulin (elain itu,
obat ini juga membantu sel- sel tubuh menjadi lebih baik dalam merespon
insulin ((utanto,201))
=bat golongan ini mempunyaia e$ek utama untuk sekresi insulin
oleh sel beta pankreas, dan merupakan pilihan utama untuk pasien dengan
berat badan normal dan kurang 7amun masih boleh diberikan kepada
pasien dengan berat badan lebih Antuk menghindari hipoglikemia
berkepanjangan pada berbagai keadaaan seperti orang tua, gangguan $aal
ginjal dan hati, kurang nutrisi serta penyakit kardio2askular, tidak
dianjurkan penggunaan sul$onilurea kerja panjang (Perkeni,2011)
- Meglitinida
Cara kerja meglitinida mempunya %ara kerja yang sama dengan
sol$onilurea, yaitu bekerja dengan %ara merangsang sel-sel beta pada
pankreas untuk memproduksi insulin ((utanto,201))
3$
9linid merupakan obat yang %ara kerjanya sama dengan
sul$onilurea, dengan penekanan pada peningkatan sekresi insulin $ase
pertama 9olongan ini terdiri dari 2 ma%am obat yaitu ?epaglinid (deri2at
asam ben0oat) dan 7ateglinid (deri2at $enilalanin) =bat ini diabsorpsi
dengan %epat setelah pemberian se%ara oral dan diekskresi se%ara %epat
melalui hati =bat ini dapat mengatasi hiperglikemia post prandial
(Perkeni,2011)
2 &elompok =!A yang memperbaiki atau meningkatkan kerja insulin
((utanto,201))
- 4iguanida
Cara kerja obat biguanida adalah mengurangi penyerapan 0at gula
dari usus dan mempunya pengaruh yang rumit pada hati
- "hia0olidinedione
=bat thia0olidinedione bekerja dengan mengakti$kan gen- gen
tertentu yang terlibat dalam sintetis lemak dan metabolism
karbohidrat Proses ini berguna untuk meningkatkan kerja
insulin (menurunkan resistensi insulin)
3.2.2 Tera*i Non &ar)a'ologi
3.2.2.1 Psi'ologi
3%
@akta yang ada sekarang adalah $aktor psikologis seperti stres dapat
menyebabkan kadar gula menjadi tidak terkontrol sehingga dapat
memun%ulkan simptom-simptom diabetes melitus, baik simptom hiperglikemia
maupun simptom hipoglikemia (Pit K Phillips, 1,,1 dalam &usuma De5i ,2011)
:italiano et al ,1,,6 dalam Melina,2011 Menyatakan bah5a $aktor
psikologis seperti stresor harian, rasa marah, sikap bermusuhan, dan dukungan
sosial berhubungan erat dengan tinggi rendahnya insulin dan kadar gula darah
pasien diabetes
Penelitian ?ose et al, 2002 dalam &usuma De5i ,2011 Menunjukkan
bah5a $aktor kepribadian dapat memperburuk kualitas hidup, terlepas dari
penderitaan yang diakibatkan penyakit $isik dan jumlah komplikasi yang mun%ul
Dari penelitian tersebut ditemukan bah5a pasien yang lebih optimis terhadap
masa depan dan mempunyai e$kasi diri yang tinggi, dilaporkan memiliki
kualitas hidup yang lebih baik, meskipun pada pasien tersebut menderita
penyakit sekunder *ndi2idu yang optimis memiliki moti2asi dan keinginan
untuk mengambil bagian dalam proses terapi Moti2asi dan keinginan untuk
berpartisipasi dalam terapi merupakan $ondasi penting dalam melakukan
manajemen diri yang baik dan menghasilkan kadar gula darah yang optimal
karena kualitas hidup pada indi2idu dengan diabetes dipengaruhi oleh
pengaturan kadar gula darah
3.2.2.2 6ati5an Jas)ani
Menurut Perkeni 2011, &egiatan jasmani sehari-hari dan latihan jasmani
se%ara teratur ()-< kali seminggu selama kurang lebih )0 menit), merupakan salah
4+
satupilar dalam pengelolaan DM tipe 2 &egiatan sehari-hari seperti berjalan kaki
ke pasar, menggunakan tangga, berkebun harus tetap dilakukan'atihan jasmani
selain untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan
memperbaiki sensiti2itas insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa
darah 'atihan jasmani yang dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersi$at
aerobik seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang 'atihan
jasmani sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani Antuk
mereka yang relati$ sehat,intensitas latihan jasmani bisa ditingkatkan, sementara
yang sudah mendapat komplikasi DM dapat dikurangi !indarkan kebiasaan
hidup yang kurang gerak atau bermalas-malasan
Menurut Askandar,2001'atihan jasmani teratur, ) 1 < kali tiap minggu
selama L )0 menit yangsi$atnya sesuai !"P# ( ontinous, !hytmical, "nter$al,
Progressi$e, #ndurancetraining ) 'atihan dilakukan terus menerus tanpa berhenti,
otot-otot berkontraksi dan relaksasi se%ara teratur, selang seling antara gerak %epat
dan lambat,berangsur-angsur dari sedikit kelatihan yang lebih berat se%ara bertahap
danbertahan dalam 5aktu tertentu'atihan yang dapat dijadikan pilihan adalah
jalankaki, jogging, lari, renang, bersepeda, dan mendayung !al yang perlu
diperhatikan dalam latihan jasmani adalah jangan memulaiolahraga sebelum makan,
memakai sepatu yang pas, harus didampingi oleh orangyang tahu mengatasi serangan
hipoglikemia, harus selalu memba5a permen, memba5a tanda pengenal sebagai
penderita diabetes mellitus dalam pengobatan,dan memeriksa kaki se%ara %ermat
setelah olahraga
'atihan $isik atau olahraga teratur dapat memperbaiki pengendalian kadar
glukosa karena meningkatkan sensiti2itas insulin Diduga terjadi melalui
41
penurunan lemak perut, peningkatan 9'A"-< di otot, peningkatan aliran darah ke
jaringan yang sensiti2e insulin dan menurunkan kadar asam lemak bebas
=lahraga juga berman$aat menurunkan tekanan darah, memperbaiki otot jantung,
menurunkan kadar triglisirida serum dan meningkatkan kadar kolesterol !D'
(&aryadi,2002)
=lah raga bukan sekedar ber$aedah menipiskan tumpukan lemak disekitar
perut dan mengikis berat badan, tetapi juga berkhasiat memperbaiki kepekaan
insulin serta pengendalia gula darah Perbaikan kepekaan insulin adalah dampak
dari pertambahan a$initas reseptor insulin dan penurunan kebutuhan akan insulin
itu sendiri, sementara perbaikan pengendalian glukosa mengarah pada penundaan
penebalan membrane basal pembuluh darah, penambahan massa tubuh tak
berlemak, serta peningkatan kapasitas kerja (Arisman,2002)
3.2.2.3 7,u'asi
Diabetes tipe 2 umumnya terjadi pada saat pola gaya hidup dan perilaku telah
terbentuk dengan mapan Pemberdayaan penyandang diabetes memerlukan
partisipasi akti$ pasien, keluarga dan masyarakat "im kesehatan mendampingi
pasien dalam menuju perubahan perilaku sehat Antuk men%apai keberhasilan
perubahan perilaku, dibutuhkan edukasi yang komprehensi$ dan upaya
peningkatan moti2asi Pengetahuan tentang pemantauan glukosa darah mandiri,
tanda dan gejala hipoglikemia serta %ara mengatasinya harus diberikan kepada
pasien Pemantauan kadar glukosa darah dapat dilakukan se%ara mandiri, setelah
mendapat pelatihan khusus /dukasi dapat dilakukan se%ara indi2idual dengan
pendekatan berdasarkan penyelesaian masalah (eperti halnya dengan proses
42
edukasi, perubahan perilaku memerlukan peren%anaan yang baik,implementasi,
e2aluasi, dan dokumentasi (Perkeni, 2011)
Menurut (upariasa,2012 Ciri- %iri dan karakteristik sasaran perlu
dipertimbangkan dalam memilih metode Ciri dan karakteristik sasaran meliputi
tingkat pendidikan sasaran, jumlah sasaran, bahsa yang dimengerti sasaran, adat
dan istiadat sasaran dan pengalaman sasaran 4erikut ini beberapa metode
penyuluhan 8
- Metode Ceramah
- Metode Diskusi &elompok
- Metode Diskusi Panel
- Metode Curah Pendapat
- Metode Demonstrasi
- Metode 4ermain Peran
- Metode (imulasi (Permainan)
- Metode Meninjau 'apangan (@ield "rip)
- Metode (tudy &asus
- Metode (imposium
Menurut Perkeni,2002 dalam Atomo,2011 Diabetes tipe2 umumnya
terjadi pada saat pola gaya hidup dan perilaku setelah terbentuk dengan kokoh
&eberhasilan pengelolaan diabetes mandiri membutuhkan partisipasi akti$ pasien,
43
keluarga dan masyarakat Antuk men%apai keberhasilan perubahan perilaku,
dibutuhkan edukasi yang komprehensi$ yang meliputi pemahaman tentang8
a Penyakit DM
b Makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan DM
% Penyulit DM
d *nter2ensi $armakologis dan non-$armakologis
e !ipoglikemia
$ Masalah khusus yang dihadapi
g Cara mengembangkan system pendukung dan mengajarkan
ketrampilan
h Cara mempergunakan $asilitas pera5atan kesehatan
Menurut Perkeni,2002 dalam Atomo,2011 /dukasi se%ara indi2idual dan
pendekatan berdasarkan penyelesaian masalah merupakan inti perubahan perilaku
yang berhasil Adapun perilaku yang diinginkan antara lain adalah8
A Mengikuti pola makan sehat
4 Meningkatkan kegiatan jasmani
C Menggunakan obat diabetes dan obat obat-obat pada keadaan khusus
se%ara aman dan teratur
D Melakukan Pemantauan 9lukosa Darah Mandiri (P9DM) dan
/ Meman$aatkan data yang ada
Menurut (upariasa,2012 +enis alat peraga yang dapat digunakan dalam
penyampaian penyuluhan adalah8
- Poster
44
- 'ea$let
- 'embar balik
- @lash%ard
- @ood model
3.2.2.4 Tera*i Diet
A. Tata 6a'sana -i8i
Menurut Perkeni,2011 "erapi 7utrisi Medis ("7M) merupakan bagian
dari penatalaksanaan diabetes se%ara total &un%i keberhasilan "7M adalah
keterlibatan se%ara menyeluruh dari anggota tim (dokter, ahli gi0i, petugas
kesehatan yang lain serta pasien dan keluarganya) (etiap penyandang diabetes
sebaiknya mendapat "7M sesuaidengan kebutuhannya guna men%apai sasaran
terapi
Pasien Diabetes Mellitus, terutama yang gemuk dapat dikendalikan hanya
dengan pengaturan diit saja, serta gerak badan yang ringan dan teratur
Peren%anaan makan merupakan salah satu pilar pengelolaan Diabetes Mellitus
yang harus disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing indi2idu @aktor yang
berpengaruh pada respon glikemik makanan adalah %ara memasak, proses
penyiapan makanan dan bentuk makanan serta komposisi makanan (karbohidrat,
lemak, protein) +umlah masukan kalori makanan yang berasal dari karbohidrat
lebih penting dari pada sumber atau ma%am dari karbohidratnya 9ula pasir
sebagai bumbu masakan tetap dii0inkan Pada keadaan glukosa darah yang
terkendali, masih diperbolehkan mengkonsumsi (sukrosa) atau gula pasir sampai
45
-. dari kebutuhan kalori &arbohidrat 60-D0., protein 10-1-., lemak 20-2-.
(Priyanto, 2006)
&ebiasaan makan yang tidak seimbang akan menyebabkan
obesitas&ondisi obesitas tersebut akan memi%u timbulnya DM tipe 2 Pada orang
de5asa,obesitas akan memiliki risiko timbulnya DM tipe 2 < kali lebih besar
dibandingkan dengan orang dengan status gi0i normal (>i%aksono,2011)
Pola santap diabetes diran%ang berdasarkan jumlah kalori yang dibutuhkan
serta kandungan karbohidrat (gram) dalam makanan yang tersedia 4agi diabetes
yang memerlukan insulin, pola santap mesti disusun bukan hanya berdasarkan
jumlah kebutuhan akan kalori dan kandungan karbohidrat dalam makanan, tetapi
juga berpedoman pada jenis insulin yang akan digunakan &arena itu onset,
pun%ak, dan lama kerja insulin yang akan digunakan harus diketahui dan
dimengerti (Arisman,2002)
Menurut Almatsier,200- +umlah kalori disesuaikan dengan status gi0i,
umur, ada tidaknya stress akut, kegiatan jasmani Antuk penentuan status gi0i
dapat dipakai *ndeks Massa "ubuh (*M") *ndeks Massa "ubuh (*M") dapat
dihitung dengan rumus8
*M" M 44 (kg)
"4 (m
2
)
&ategori *M" 8
*M" normal 5anita M 1#,- 1 2),-
*M" normal pria M 22,- 1 2-
4!
44 kurang M B 1#,-
44 normal M 1#,- 1 22,,
44 lebih M F 2),0
a Dengan ?esiko M 2),0 1 2<,,,
b =2er 5eight M 2-,0 1 26,,,
% =bes * M 2D,0 1 2,,,,
d =bes ** M F )0,0
1. Tu.uan Diit Diabetes Mellitus
Menurut Dalimartha 2012, agar berhasil mengelola DM dengan baik
diperlukan peren%anaan yang matang berupa tujuan jangka panjang , jangka
pendek dan tindakan
1 +angka pendek 8 Peren%anaan jangka pendek bertujuan untuk
menghilangkan keluhan dan gejala DM serta mampu mengendalikan
glukosa darah
2 +angka panjang 8 Peren%anaan jangka panjang bertujuan untuk men%egah
progresiti2itas penyulit mikroangiopati, makroangiopati dan neuropati
sehingga terjadi penurunan morbiditas dan mortalitas dini
) "indakan8 "indakan yang dilakukan dalam peren%anaan tersebut meliputi
pengendalian kadar glukosa darah , tekanan darah, pro$il lipid, kekentalan
4"
darah , serta berat badan se%ara holisti% dengan perubahan perilaku dan
pemeriksaan berkala
Menurut Almatsier,200-"ujuan Diet Diabetes Mellitus adalah, membantu
pasien memperbaiki kebiasaan makan dan olahraga untuk mendapatkan %ontrol
metaboli% yang lebih baik, dengan %ara8
1 Mempertahankan kadar gula darah supaya mendekati normal dengan
menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin (endogenous atau
e;ogenouis), dengan obat penurunan glukosa oral dan akti$itas $isik
2 Men%apai dan mempertahankan kadar lipida serum normal
) Memberi %ukup energi untuk mempertahankan atau men%apai berat badan
normal
< Menghindari atau menangani komplikasi akut pasien yang menggunakan
insulin seperti hipoglikemia, komplikasi jangka pendek dan jangka lama serta
serta masalah yang berhubungan dengan latihan jasmani
- Meningkatkan derajat kesehatan se%ara optimal keseluruhan se%ara gi0i
optimal
2. Prinsi* Diit Diabetes Mellitus
Menurut "jokopra5iro,2001 Dalam pelaksanaan diit diabetes sehari-hari,
hendaklah mengikuti pedoman )+ (jumlah, jenis, jad5al), yang artinya8
1 "epat jumlah (+1 8 jumlah kalori yang diberikan harus habis, jangan dikurangi
atau ditambah)
4$
+umlah asupan energi dan 0at gi0i lain harus sesuai dengan jumlah energi dan
jumlah kebutuhan
2 "epat +ad5al (+2 8 jad5al diit diikuti sesuai dengan inter2alnya)
Artinya diit yang diberikan harus berinter2al atau berjarak tiap ) jam sekali,
dan harus dimakan saat itu juga Pada dasarnya diit diabetes diberikan ) kali
makan dan tiga kali kudapan
"abel )< Contoh >aktu Pemberian Makan 8
>aktu pemberian makan Prosentase
06)0 20 .
0,)0 10 .
12)0 2- .
1-)0 10 .
1#)0 2- .
21)0 10 .
) "epat +enis (+) 8 jenis makanan yang manis harus dihindari termasuk
NpantangO buah golongan A dan makanan lain yang manis
Menurut Departemen &esehatan ?* dan >!=, 1,,, pada dasarnya harus
mengikuti prinsip berikut 8
1 Cukup kalori untuk men%apai atau mempertahankan berat badan ideal
2 Perhatikan bila ada komplikasi pengaturan diet disesuaikan dengan
komplikasi itu
) Cukup 2itamin dan mineral
4%
Menurut Perkeni 2011, Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes
hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum yaitu makanan yang
seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan 0at gi0i masing-masing
indi2idu Pada penyandang diabetes perlu ditekankan pentingnya keteraturan
makan dalam hal jad5al makan, jenis, dan jumlah makanan, terutama pada
mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin
Menurut Almatisier,200- Adanya kesesuaian antara jenis bahan makanan
yang dikonsumsi dan di anjurkan dan tidak boleh dikonsumsi
4ahan yang dianjurkan untuk diit diabetes adalah sebagai berikut8
- (umber karbohidrat kompleksH seperti roti, mie, kentang, ubi, singkong,
tepung terigu dan sagu
- (umber protein rendah lemakH seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur dan
susu skim
- (umber lemak diberikan dalam jumlah terbatas yaitu bentuk makanan
yang mudah di%erna Makanan terutama diolah dengan %ara dipanggang,
dikukus, disetup, direbus, dan dibakar
4ahan makanan yang dibatasi untuk diit Diabetes Mellitus adalah8
- Mengandung banyak gula sederhana, sepertiH
- 9ula pasir, gula ja5a
- (irup, jam, jelly, buah-buahan yang dia5etkan dengan gula (usu
kental manis, minuman botol ringan, dan es krim
5+
- &ue-kue manis, dodol dan %ake
- Mengandung banyak lemak seperti makanan siap saji ($ast $ood) dan
makanan yang digoreng (goreng-gorengan)
- Mengandung banyak natrium, seperti ikan asin, telur asin, makanan
yang dia5etkan
3.S#arat Diit Diabetes Mellitus
(yarat-syarat diet penyakit Diabetes Mellitus
a. 7nergi 4
/nergi %ukup untuk men%apai dan mempertahankan berat badan
normal Makanan dibagi dalam ) porsi besar, yaitu makan pagi (20.),
siang ()0.), dan sore (2-.), serta 2-) porsi ke%il untuk makanan selingan
(masing-masing 10-1-.) (Almatsier ,200-)
Apabila diet yang dimakan seseorang memberikan energi yang
melampaui jumlah yang diperlukan, maka makanan yang berlebih itu akan
dipakai untuk pembuatan lemak yang dapat disimpan dalam jumlah besar
di dalam tubuh Makin tinggi jumlah kelebihan energi, makin besar jumlah
%adangan lemak yang akan memperbesar ukuran tubuh seseorang +umlah
energi yang diperlukan untuk menggerakkan tubuh, misalnya berjalan atau
mengerjakan pekerjaan, akan makin tinggi dengan makin besarnya ukuran
tubuh (ebaliknya bila terjadi de$isit dalam intake energi, maka untuk
memenuhi kebutuhan basal serta kegiatan $isik akan dipergunakan
%adangan yang tersedia (lemak tubuh) ((utanto,201))
51
&ebutuhan akan energi yang harus dimakan umumnya disesuaikan
dengan jumlah energi yang harus dikeluarkan /nergi diperlukan manusia
untuk bergerak dan melakukan akti$itas $isik dan juga menggerakkan
proses-proses di dalam tubuh, misalnya sirkulasi darah, denyut jantung,
perna$asan dan pen%ernaan Makanan merupakan sumber energi, namun
tidak semua energi yang terkandung didalamnya dapat diubah
((utanto,201))
b. Protein
Menurut Almatsier, 200- &ebutuhan protein normal, yaitu 10-
1-. dari kebutuhan energi total
Menurut Perkeni, 2011 Protein dibutuhkan sebesar 10 1 20. total
asupan energi(umber protein yang baik adalah sea%ood (ikan, udang,
%umi, dll), daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, produk susu rendah
lemak, ka%ang-ka%angan, tahu, dan tempe Pada pasien dengan ne$ropati
perlu penurunan asupan protein menjadi 0,# g3&g 44 perhari atau 10.
dari kebutuhan energi dan 6-. hendaknya bernilai biologik tinggi
Menurut 'ingga (2012), sebagian dokter menganjurkan agar
pasien diabetes tidak berlebihan dalam asupan protein harian dengan
alasan bah5a protein membahayakan kesehatan ginjal 7amun protein
perlu untuk penderita diabetes karena mengandung asam amino Asam
amino diperlukan tubuh untuk membangun sel yang rusak akibat gly%ation
serta meredam hormone stress penyebab ke%anduan gula
52
De$isiensi Protein akan melemahkan kinerja sel yang bertugas
memproses gula (elain itu, proses penyembuhan akan berlangsung lama
karena ketiadaan asam amino penting yang diperlukan tubuh untuk
meregenerasi sel yang rusak akibat le2el gula darah yang tinggi (elain itu
de$isiensi asam amino terutama sistein dan taurin menyebabkan
peningkatan le2el insulin Peningkatan le2el insulin terkait dengan stress
yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya asupan asam amino yang bekerja
sebagai neurotransmitter di otak (&aryad,2002)
Asupan protein yang berlebihan akan disimpan oleh tubuh menjadi
lemak yang akan mengakibatkan terjadinya obesitas jika %adangan lemak
berlebihan 4erkurangnya akti$itas insulin pada penderita Diabetes
Mellitus menghambat sintesis protein ('ingga,2012)
(aat mengkonsumsi protein, tubuh akan mendapat pasokan energy
tanpa memerlukan insulin untuk memprosesnya 4erbeda dengan gula
yang membutuhkan insulin untuk disalurkan ke dalam sel Protein dalam
sel daapat berlangsung di man$aatkan sebagai sumber energy +ika
mengkonsumsi protein, maka tubuh tidak memerintahkan pankreas untuk
memproduksi insuln seperti halnya saat mengonsumsi gula Artinya
mengonsumsi protein berman$aat untuk menghemat penggunaan insulin
('ingga,2012)
9. 6e)a'
&ebutuhan lemak sedang, yaitu 20-2-. dari kebutuhan energi
total, dalam bentuk B10. dari kebutuhan energi total berasal dari lemak
53
jenuh, 10. dari lemak tidak jenuh ganda, sedangkan sisanya dari lemak
tidak jenuh tunggal Asupan makanan kolesterol dibatasi, yaitu E )00 mg
per hari (Almatsier,200-)
- &ebutuhan lemak untuk pasien diabetes mellitus ialah lemak jenuh dan
tidak jenuh, dimana lemak jenuh3(@A hanya BD. dari kebutuhan total,
lemak tidak jenuh3PA@A dan MA@A B10. Dimana sumber lemak jenuh
yang harus dibatasi dalam diit DM ialah margarine, mentega, minyak
kelapa sa5it dll Dan sumber lemak tidak jenuh yang dianjurkan ialah ikan
,minyak ikan, minyak 5ijen dll ('ingga,2012)
- Penyandang diabetes mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan
penyakit jantung dan pembuluh darah, oleh karena itu lemak dan
kolesterol dalam makanan perlu dibatasi ((utanto,201))
- Peningkatan konsumsi lemak akan melemahkan sensiti$itas insulin
sehingga akan mempengaruhi kadar glukosa darah ('ingga,2012)
- Asupan lemak yang sesuai dengan kebutuhan sangat baik untuk tubuh
Akan tetapi, jika asupan lemak tersebut lebih dari kebutuhan, maka akan
disimpan oleh tubuh menjadi %adangan lemak yang ada dalam tubuh
Dalam hal kadar glukosa menjadi meningkat sedangkan glukosa tidak
dapat masuk ke dalam sel, sehingga kadar glukosa darah menjadi
meningkat ((uyono, 2011)
(edangkan menurut Perkeni,2011 yaitu
54
- Asupan lemak dianjurkan sekitar 20-2-. kebutuhan kalori "idak
diperkenankan melebihi )0. total asupan energi
- 'emak jenuh B D . kebutuhan kalori
- 'emak tidak jenuh ganda B 10 ., selebihnya dari lemak tidak jenuh
tunggal
- 4ahan makanan yang perlu dibatasi adalah yang banyak mengandung
lemak jenuh dan lemak trans antara lain8 daging berlemak dan susu penuh
(whole milk)
- Anjuran konsumsi kolesterol B 200 mg3hari
,. Karbo5i,rat
Menurut Almatsier,200- &ebutuhan karbohidrat adalah sisa dari
kebutuhan energi total, yaitu 60-D0. &ebutuhan karbohidrat sederhana
-. dari total kalori
Pada penderita diabetes, karbohidrat merupakan sumber penting
dari makanan yang perlu di perhatikan takarannya dan lebih dari setengah
energy diperoleh dari karbohidrat *stilah karbohidrat yang terkandung
dalam makanan dapat diartikan dalam 2 golongan yaitu 0at-0at tepung
(star%hes) dan gula (sugar) ((uyono,2011)
&arbohidrat merupakan 0at gi0i yang paling berpengaruh terhadap
kadar gula darah Penderita diabetes mellitus yang mengkonsumsi
karbohidrat sesuai dengan kebutuhannya, akan menimbulkan e$ek glukosa
55
darah yang konsisten (emua karbohidrat yang masuk kedalam tubuh akan
diubah menjadi glukosa darah, mengkonsumsi karbohidrat dalam 5aktu
tertentu pada makanan utama dan selingan dalam dosis terbagi akan
mengendalikan kadar glukosa dalam darah Mengkonsumsi karbohidrat
dalam satu 5aktu akan sangat meningkatkan kadar glukosa darah
('ingga,2012)
&adar gula darah dapat meningkat pada proses metabolism
glikolisis, glukoneogenesis, dan glikogenolisis, sedangkan metabolism
yang menurun ialah gilkogenesis ((uyono,2011)
Menurut "andra(200#), 9ula adalah karbohidrat yang merangsang
pankreas mengeluarkan insulin &arbohidrat yang berlebihan bisa
menaikkan trigliserida, terutama bila makan se%ara berlebihan dan glukosa
darah tidak terkontrol dengan baik Dari makanan yang masuk karbohidrat
kompleks akan di%erna menjadi karbohidrat yang sederhana yaitu gula
(edangkan kebutuhan karbohidrat menurut Perkeni, 2011 yaitu 8
- &arbohidrat yang dianjurkan sebesar <--6-. total asupan energi
- Pembatasan karbohidrat total B1)0 g3hari tidak dianjurkan
- Makanan harus mengandung karbohidrat terutama yang berserat tinggi
- 9ula dalam bumbu diperbolehkan sehingga penyandang diabetes dapat
makan sama dengan makanan keluarga yang lain
- (ukrosa tidak boleh lebih dari -. total asupan energi
- Pemanis alternati$ dapat digunakan sebagai pengganti gula, asal tidak
melebihi batas aman konsumsi harian (Accepted Daily "ntake)
5!
- Makan tiga kali sehari untuk mendistribusikan asupan karbohidrat dalam
sehari &alau diperlukan dapat diberikan makanan selinga buah atau
makanan lain sebagai bagian dari kebutuhan kalori sehari
e. Serat
(eperti halnya masyarakat umum penyandang diabetes dianjurkan
mengonsumsi %ukup serat dari ka%ang-ka%angan, buah, dan sayuran serta
sumber karbohidrat yang tinggi serat, karena mengandung 2itamin,
mineral, serat, dan bahan lain yang baik untuk kesehatan (Perkeni,2011)
Menurut Almatsier,200- Anjuran konsumsi serat adalah L 2-
g3hari dengan mengutamakan serat larut air yang terdapat di sayur dan
buah Menu seimbang rata- rata memenuhi kebutuhan sehari- hari
Makanan tinggi serat mampu mengontrol glukosa darah dan
mengurangi kebutuhan insulin Makanan tinggi serat juga memberi rasa
kenyang yang lebih lama tanpa menambah energi sehingga jarak 5aktu
timbulnya rasa lapar semakin lama !al ini dapat membantu penderita
Diabetes Mellitus "ipe 2 menurunkan berat badan dan men%egah
kegemukan Anjuran asupan serat untuk penderita Diabetes Mellitus "ipe
2 sama dengan untuk orang normal yaitu 20 1 )- gr3hari dengan
mengutamakan serat larut air (&onsensus, 2006)
. Natriu)
Anjuran natrium menurut Perkeni,20118
5"
- Anjuran asupan natrium untuk penyandang diabetes sama dengan anjuran
untuk masyarakat umum yaitu tidak lebih dari )000 mg atau sama dengan
6-D gram (1 sendok teh) garam dapur
- Mereka yang hipertensi, pembatasan natrium sampai 2<00 mg garam
dapur
- (umber natrium antara lain adalah garam dapur, 2etsin, soda, dan bahan
penga5et seperti natrium ben0oat dan natrium nitrit
Menurut Almatsier,200- Pasien DM dengan tekanan darah normal
diperbolehkan mengkonsumsi natrium dalam bentuk garam seperti orang
sehat yaitu )000mg3hari, apabila mengalami hipertensi, asupan garam
harus dikurangi
g. Pe)anis alternati
Penggunaan gula alternati$ dalam jumlah terbatas 9ula alternati$
adalah pemanis selain sukrosa Ada dua jenis gula alternati$ yaitu yang bergi0i
dan yang tidak bergi0i 9ula alternati$ yang bergi0i adalah $ruktosa, gula
alkohol berupa sorbitol, manitol dan silitol, sedangkan gula alternati$ tak
bergi0i yaitu aspartame dan sakarin Penggunaan gula alternati$ hendaknya
dalam jumlah terbatas @ruktosa dalam jumlah 20. dari kebutuhan energi
total dapat meningkat kolesterol dan 'D' ,sedangkan gula alkohol dalam
jumlah berlebihan mempunyai pengaruh laksati$ (Almatsier,200-)
(edangkan Pemanis Alternati$ menurut Perkeni,2011 adalah8
- Pemanis dikelompokkan menjadi pemanis berkalori dan pemanis tak
berkalori "ermasuk pemanis berkalori adalah gula alkohol dan $ruktosa
5$
- 9ula alkohol antara lain isomalt, lactitol, maltitol, mannitol, sorbitol dan
&ylitol
- Dalam penggunaannya, pemanis berkalori perlu diperhitungkan
kandungan kalorinya sebagai bagian dari kebutuhan kalori sehari
- @ruktosa tidak dianjurkan digunakan pada penyandang diabetes karena
e$ek samping pada lemak darah
- Pemanis tak berkalori yang masih dapat digunakan antara lainaspartam,
sakarin, a%esul$ame potassium, sukralose, dan neotame
- Pemanis aman digunakan sepanjang tidak melebihi batas aman (Accepted
Daily "ntake 3 AD*
4. Per5itungan Kebutu5an Kalori
Menurut Perkeni, 2011 Ada beberapa %ara untuk menentukan jumlah kalori
yang dibutuhkan penyandang diabetes Di antaranya adalah dengan
memperhitungkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 2--)0 kalori3kg44 ideal,
ditambah atau dikurangi bergantung pada beberapa $aktor seperti8 jenis kelamin,
umur, akti2itas, berat badan, dll
Perhitungan berat badan *deal (44*) dengan rumus 4ro%%a yang dimodi$ikasi
adalah sbb8
- 4erat badan ideal M ,0. ; ("4 dalam %m - 100) ; 1 kg
- 4agi pria dengan tinggi badan di ba5ah 160 %m dan 5anitadi ba5ah 1-0
%m, rumus dimodi$ikasi menjadi 8
- 4erat badan ideal (44*) M ("4 dalam %m - 100) ; 1 kg
- 44 7ormal 8 44 ideal L 10 .
- &urus 8 B 44* - 10 .
5%
- 9emuk 8 G 44* J 10 .
- @aktor-$aktor yang menentukan kebutuhan kalori antara lain 8
- +enis &elamin
&ebutuhan kalori pada 5anita lebih ke%il daripada pria &ebutuhan kalori
5anita sebesar 2- kal3kg 44 dan untuk pria sebesar )0 kal3 kg 44
- Amur
Antuk pasien usia di atas <0 tahun, kebutuhan kalori dikurangi -. untuk
dekade antara <0 dan -, tahun, dikurangi 10. untuk dekade antara 60 dan
6, tahun dan dikurangi 20., di atas usia D0 tahun
- Akti2itas @isik atau Pekerjaan
&ebutuhan kalori dapat ditambah sesuai dengan intensitas akti2itas $isik
Penambahan sejumlah 10. dari kebutuhan basal diberikan pada kedaaan
istirahat, 20. pada pasien dengan akti2itas ringan, )0. dengan akti2itas
sedang, dan -0. dengan akti2itas sangat berat
- 4erat 4adan
4ila kegemukan dikurangi sekitar 20-)0. tergantung kepada tingkat
kegemukan
4ila kurus ditambah sekitar 20-)0. sesuai dengan kebutuhan untuk
meningkatkan 44
- Antuk tujuan penurunan berat badan jumlah kalori yang diberikan paling
sedikit 1000-1200 kkal perhari untuk 5anita dan 1200-1600 kkal perhari
untuk pria
- Makanan sejumlah kalori terhitung dengan komposisi tersebut di atas
dibagi dalam ) porsi besar untuk makan pagi (20.), siang ()0.), dan sore
!+
(2-.), serta 2-) porsi makanan ringan (10-1-.) di antaranya Antuk
meningkatkan kepatuhan pasien, sejauh mungkin perubahan dilakukan
sesuai dengan kebiasaan Antuk penyandang diabetes yang mengidap
penyakit lain, pola pengaturan makan disesuaikan dengan penyakit
penyertanya
Menurut "jokropra5iro,2001 Penentuan gi0i penderita dilaksanakan dengan
menghitung Percentage o% !elati$e 'ody Weight (!'W) atau 44? (4erat 4adan
?elati$) dengan rumus8
''! * '' + ,' -100 . 100 /
"abel )- &lasi$ikasi Per%entage o$ ?elati2e 4ody >eight (?4>)
&lasi$ikasi 4erat 4adan ?elati$ (44?)
Andernutrition
&urus (under5eight)
7ormal (ideal )
9emuk (=2er5eight)
=besitas bila 44? F 120 .
B #0.
44? B ,0 .
,0 1 100.
F 110 .
=besitas ?ingan 44? 120 . - 1)0.
=besitas (edang 44? 1)0 . - 1<0.
=besitas berat 44? G 1<0.
=besitas morbid G 200.
B. Pangan &ungsional
Menurut 4adan P=M, 2001 dalam 7urdjanah,200- Pangan $ungsional
adalah pangan yang se%ara alami maupun telah melalui proses mengandung satu
atau lebih senya5a yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai
$ungsi-$ungsi $isiologis tertentu yang berman$aat bagi kesehatan Pangan
$ungsional dikonsumsi sebagaimana layaknya makanan atau minuman,
mempunyai karakteristik sensori berupa penampakan, 5arna, tekstur dan %ita rasa
yang dapat diterima oleh konsumen, serta tidak memberikan kontraindikasi dan
e$ek samping terhadap metabolisme 0at gi0i lainnya jika digunakan dalam jumlah
yang dianjurkan
!1
Makanan $ungsional dibuat dengan %ara-%ara yang umum digunakan
dalam pembuatan produk makanan pada umumnya !anya saja dalam $ormulasi
dan pengolahannya perlu diperhatikan si$at-si$at kestabilan dari komponen yang
ditambahkan agar $ungsi $isiologisnya dapat dipertahankan (>inarti,2010)
Pangan $ungsional dibedakan dari suplemen makanan atau obat
berdasarkan penampakan dan pengaruhnya terhadap kesehatan 4ila $ungsi obat
terhadap penyakit bersi$at kurati$, maka pangan $ungsional lebih bersi$at
pen%egahan terhadap penyakit 4erbagai jenis pangan $ungsional telah beredar di
pasaran, mulai dari produk susu probiotik tradisional seperti yoghurt, ke$ir dan
%oumiss sampai produk susu rendah lemak siap dikonsumsi yang mengandung
serat larut +uga produk yang mengandung ekstrak serat yang bersi$at larut yang
ber$ungsi menurunkan kolesterol dan men%egah obesitas (7urdjanah,200-)
1. 6i,a5 Bua#a
'idah buaya (Aloe $era ') merupakan tanaman asli A$rika, tepatnya
/thiopia, tanaman ini termasuk kedalam golongan 0iliaceae (Mar%h, 2006 dalam
?amadhia dkk,2012)
Melihat potensinya yang sangat besar, tanaman lidah buaya sudah
dibudidayakan se%ara komersial 'idah buaya telah dibudidayakan se%ara luas di
&alimantan 4arat, khususnya Pontianak pada lahan lebih dari 2-000 ha Produksi
lidah buaya yang telah diman$aatkan baru sekitar 0,02., sedangkan sisanya
diekspor dalam bentuk daun segar dengan harga yang sangat rendah ke berbagai
negara seperti (ingapura, Malaysia, "ai5an, dan negara /ropa (Maskur ,2001
dalam 7urdjanah,200- )
!2
'idah buaya (Aloe 2era) merupakan salah satu tanaman yang dapat diolah
menjadi berbagai aneka makanan dan minuman Pada pembuatan makanan dan
minuman tersebut yang diman$aatkan adalah daging dari lidah buaya
(Paimin,2002 dalam Asngad,200#)
"anaman lidah buaya termasuk semak rendah, tergolong tanaman yang
bersi$at sekulen dan menyukai hidup di tempat kering 4atang tanaman pendek,
mempunyai daun yang bersa$-sa$ melingkar (roset), panjang daun <0-,0 %m, lebar
6- 1) %m dengan ketebalan kurang 2,- %m di pangkal daun, serta bunga berbentuk
lon%eng (Do5ling,1,#) dalam Adi,2006)
Adapun klasi$ikasi dari lidah buaya adalah 8
&ingdom 8 Plantae
Di2isio 8 (permatophyta
Di2isio 8 Angiospermae
Class 8 Mono%otyledonea (Mono%otylea)
=rdo 8 'iliales ('ili$lorae)
@amilia 8 'ili%iae
9enus 8 Aloe
(pe%ies 8 Aloe 2era 'inn
(Do5ling ,1,#) dalam Adi ,2006)

a. Kan,ungan -i8i
&omposisi terbesar dari gel lidah buaya adalah air, yaitu ,,,- . (isanya
adalah padatan yang terutama terdiri dari karbohidrat, yaitu mono dan
polisakarida (Morsy, 1,,1 dalam Adi , 2006)
!3
'idah buaya mempunyai kandungan 0at gi0i yang diperlukan tubuh
dengan %ukup lengkap, yaitu 2itamin A, 41, 42, 4), 412, C, /, choline, inositol
dan asam $olat &andungan mineralnya antara lain terdiri dari8 kalsium (Ca),
magnesium (Mg), potasium (&), sodium (7a), besi (@e), 0in% (Pn), dan kromium
(Cr) 4eberapa unsur 2itamin dan mineral tersebut dapat ber$ungsi sebagai
pembentuk antioksidan alami, seperti 2itamin C, 2itamin /, 2itamin A,
magnesium, dan 0in% Antioksidan ini berguna untuk men%egah penuaan dini,
serangan jantung, dan berbagai penyakit degenerati$ sp (+atnika dan
(aptoningsih,200, dalam Adi,2006)
Ditemukan bah5a di dalam lidah buaya (aloe $era) terdapat banyak unsur
mineral dan ada juga yang ber$ungsi sebagai anti oksidan alami, misalnya 2itamin
C, 2itamin / ,Pin% dan kromium sehingga dengan kandungan 0at tersebut, lidah
buaya dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus yang
tidak tergantung insulin, dimana lidah buaya berperan dalam menstimulasi
pankreas sehingga $ungsi pankreas yang terganggu dapat diperbaiki dengan
membangun kembali sel dan jaringan pankreas yang rusak ((utanto,201))
(e%ara kuantitati$ kandungan protein dalam gel lidah buaya ditemukan
dalam jumlah yang %ukup ke%il, akan tetapi se%ara kualitati$ protein lidah buaya
kaya akan asam-asam amino essensial terutama leusin , lisin , 2alin dan histidin
(elain kaya asam amino essensial lidah buaya juga kaya akan asam glutamat dan
asam aspartat, 2itamin lidah buaya larut dalam lemak,selain itu juga terdapat asam
$olat dan kholin dalam jumlah ke%il Polisakarida gel lidah buaya terutama terdiri
dari glukomanan serta jumlah ke%il arabian dan galaktan Monosakarida berupa
!4
D-glukosa, D-manosa, arabinosa, galaktosa, dan ;ylosa (Morsy,1,,1 dalam
Adi,2006)
"abel )6 Da$tar &andungan Asam Amino /ssensial 'idah 4uaya per 100 gr
+enis Asam Amino &andungan (Q3g)
'isin #,2D
!istidin -,,2
Arginin <,#1
Asam aspartat 1<,)D
"reonin -,6#
(erin 6, )-
Asam glutamat 1<, 2D
9lisin D,#0
Alanin 1,0,
(istin 0,02
:alin 6,#-
Metionin 1,#)
*soleusin ),D2
"irosin ),2<
@enilalanin <,<D
'eusin #,-)
Prolin 0,0D
(umber 8 Djubaedah ,200) dalam 7urdjanah,200-
Menurut Dinas Pertanian "anaman Pangan &alimantan 4arat,1,,# dalam
Adi,2006 7utrisi yang terkandung dalam lidah buaya antara lain 2itamin (A, 41,
42,4),412,C,/,%holin , inositol, asam $olat) , mineral (kalsium, magnesium,
potassium, sodium, besi, seng , %hromium), en0im (amilase, katalase, selulousa,
karboksipeptidase, karboksihelolase) dan asam amino (arginin, asparagin, asam
aspartat, analin, serin , 2alin , glutamin , threonin, glisin , lisin , tirosin ,
$enilalanin, prolin, histidin , leusin dan isoleusin)
"abel)D Da$tar &andungan Pat 9i0i 'idah 4uaya dalam 100 gr
&omposisi +umlah
&adar air (.)
&arbohidrat (gr)
&alori (kal)
'emak (gr)
,,,-
0,)0
1,D)- 2,)0
0,0- -0,0,
!5
Protein (gr)
:itamin A (A*)
:itamin C (mg)
"hiamin (mg)
?ibo$la2in (mg)
7ia%in (mg)
&alsium (mg)
4esi (mg)
0,01- 0,06
2,00- <,60
0,-0 1 <,20
0,00) 1 0,00<
0,01-0,02
0,0)#- 0,0<0
,,,20 1 1,,,20
0,00060 1 0,)20
(Morsy , 1,,1 dalam Adi,2006)
"abel )# Da$tar &andungan Mineral pada Daging 'idah buaya per 100 gr
Ansur &adar (ppm)
&alsium
@os$or
"embaga
4esi
Magnesium
<-#
20,1
0,11
0,1#
60,#
((uryo5idodo ipb ,1,## dalam Adi,2006
(edangkan menurut Departemen &esehatan ?* (1,,2) &andungan 0at
gi0i lidah buaya dapat di jelaskan pada tabel berikut8
"abel ), Da$tar Pat 9i0i dalam 'idah 4uaya
Pat 9i0i &andungan 3 100 gr
/nergi (kal)
Protein (gr)
'emak (gr)
&arbohidrat
(erat (gr)
Abu (gr)
&alsium (mg)
@os$or (mg)
4esi (mg)
:itamin C (mg)
:itamin A (*A)
:itamin 41( mg
<,00
0,10
0,20
0,<
0,)0
0,10
#-,00
1#6,00
0,0#0
),<D6
<,-,<
0,01
1umber 2 Departemen 3esehatan !4" , 1552 dalam syahputra,2006
'idah buaya juga %o%ok untuk Anda yang ingin berdiet &andungan kalori
aloe2era sangat rendah yaitu < kalori dalam 100 gram, protein 01 gram, lemak
0,2 gram, karbohidrat 0,< gram (&os5ara, 200-)
!!
(umber lain menyebutkan bah5a, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah
buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis aloe $era 'arbadensis
Miller4 'idah buaya jenis ini mengandung D2 0at yang dibutuhkan oleh tubuh
Diantara ke-D2 0at yang dibutuhkan oleh tubuh itu, terdapat 1# ma%am asam
amino, kalbohidrat, lemak, air, 2itamin, mineral, en0im, hormon dan 0at golongan
obat, antara lain antibiotik, antiseptik, anti bakteri, anti kanker, anti 2irus, anti
jamur, anti in$eksi, anti peradangan, anti parkinson dan anti aterosklerosis
(&loppenberg dan :ersteegh, 1,,# dalam (ulistia5ati,20011)
&andungan dari lidah buaya yang dianggap mampu menurunkan kadar
gula darah adalah kromium, inositol, 2itamin A, dan getah kering lidah buaya
yang mengandung hypoglycemic (+atnikaK (aptoningsih, 200, dalam
(ulistia5ati,2011)
&romium adalah mineral mikro yang penting untuk mengatasi resistensi
insulin Meskipun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, keberadaan kromium bagi
penderita diabetes tipe 2 sangat penting untuk mengatasi resistensi insulin
&e%ukupan kromium sangat berarti untuk menurunkan kadar gula darah Dosis
kromium yang biasa direkomendasikan oleh ahli di Amerika sebanyak -0-
200m%g3 hari (tudi yang dilakukan oleh lembaga penelitian yang berbeda
merekomendasikan agar indi2idu de5asa yang mengalami resistensi insulin
melakukan suplementasi kromium sebanyak 200 m%g3hari ('ingga,2012)
(elain kromium bentuk mineral lain yaitu magnesium Dalam sebuah studi
yang dilakukan terhadap 1<000 pria dan 5anita, dapat disimpulkan bah5a
indi2idu yang mengalami kekurangan magnesium memiliki resiko diabetes dua
kali lebih tinggi dibandingkan dengan indi2idu lain yang %ukup magnesium
!"
&e%ukupan magnesium sangat diperlukan untuk mendorong ber$ungsinya insulin
dalam proses metabolism gula menjadi energy Proses tersebut dapat terlaksana
karena peran magnesium dalam proses produksi insulin, pelepasan insulin dari sel
beta dan peningkatan sensi2itas sel terhadap insulin &onsumsi magnesium
dianjurkan sebanyak <00-#00 mg3 hari !indari konsumsi suplementasi
magnesium dosis tinggi sebesar 1000 mg3hri atau lebih karena akan
mengakibatkan kera%unan &era%unan magnesium menyebabkan diare serta
mengganggu penyerapan mineral lain yang sama-sama bermuatan 2
J
7 (Ca,
Pn,@e,Cu) Antuk meningkatkan e$ekti2itas suplemen magnesium, perhatikan
ke%ukupan 2itamin b1 , b6, seng dan $os$or ('ingga,2012)
Menurut ,he American Association o% ereal hemist (AA, 20012.
(elain itu serat dalam lidah buaya juga sangat berpengaruh dalam penurunan
kadar glukosa darah serat adalah merupakan bagian yang dapat di makan dari
tanaman atau karbohidrat analog yang resisten terhadap pen%ernaan dan absorpsi
pada usus halus dengan $ermentasi lengkap atau partial pada usus besar (erat
makanan tersebut meliputi pati, polisakarida, oligosakarida, lignin dan bagian
tanaman lainnya
'idah buaya yang digunakan dalam pembuatan minuman dari daging lidah
buaya terhadap kadar serat kasar yaitu ),#1. Dalam hal ini lidah buaya
mengandung serat makanan yang %ukup tinggi "ingginya kadar serat ini
menyebabkan lidah buaya sangat berman$aat dalam melan%arkan proses
pen%ernaan (Iohanes,200- )
!$
(uatu penelitian di Amerika membuktikan bah5a diet serat yang tinggi
yaitu 2- gram3hari mampu memperbaiki pengontrolan gula darah, menurunkan
peningkatan insulin yang berlebihan di dalam darah serta menurunkan kadar
lemak darah (+oseph,2002)
4erbagai penelitian sampai dengan tahun 2002, telah menunjukkan bah5a
serat dapat memperbaiki respon glukosa darah dan indek insulin (erat kasar
($iscous %iber) menghambat le5atnya glukosa melalui dinding saluran pen%ernaan
menuju pembuluh darah Para ahli per%aya bah5a perbaikan yang berarti pada
pengendalian kadar gula darah hanya dapat di%apai dengan pemberian suplemen
serat dosis tinggi se%ara hati-hati, hal ini tidak dapat di%apai dengan mengonsumsi
makanan berserat tinggi (+oseph,2002)
Antioksidan 2itamin berman$aat dapat mengurangi kerusakan oksidati$
pada penderita diabetes !asil penelitian di "urki menunjukkan pada tiga puluh
penderita DM-2 ditemukan adanya ketidakseimbangan oksidan dan antioksidan
dalam plasma penderita diabetes dibanding kontrol Demikian juga berdasarkan
hasil penelitian enters %or Disesase ontrol and Pre$ention (CDC) kadar
2itamin A, 2itamin / lebih rendah, tidak untuk konsentrasi 2itamin C pada
penderita diabetes dibanding kontrol :itamin C membantu men%egah komplikasi
DM-2 dengan penghambatan produksi sorbitol (orbitol adalah hasil sampingan
dari metabolisme gula yang akan diakumulasikan di dalam sel dan berperan
terhadap perkembangan neuropati dan katarak ((teelsmith,2001 dalam
>ido5ati,200#)
!%
Penelitian di (higa-+epang pemberian antioksidan 2itamin / dapat
memperbaiki komplikasi diabetes, memperbaiki $ungsi ginjal (ren), menormalkan
hipertensi pada he5an uji yang menderita DM-2 hal ini menunjukkan bah5a stres
oksidati$ berperan dalam perkembangan diabetes ne$ropati dan antioksidan
sebagai terapeutik DM-2 Penelitian di (5edia menunjukkan bah5a pemberian R-
to%opherol ternyata dapat men%egah diabetes dan melindungi gangguan ginjal
pada tikus Pemberian diet yang kaya to%otrienol dapat menurunkan kadar glukosa
darah dibanding pada he5an uji kontrol Pemberian 2itamin / setiap hari selama <
bulan pada pasien ternyata dapat melindungi dari diabetes ne$ropati
((%hoenhels,200- dalam >ido5ati,200#)
b. Kan,ungan &ito'i)ia
Penapisan @itokimia adalah pemeriksaan kandungan kimia se%ara
kualitati$ untuk mengetahui golongan senya5a yang terkandung dalam suatu
tumbuhan Pemeriksaan dilakukan pada senya5a metabolit sekunder memiliki
khasiat bagi kesehatan seperti alkaloid, glukosida, $la2onoid, terpenoid ,tanin dan
saponin (!arborne,1,#D dalam Andriyani,2011)
Pat bioakti$ yang terkandung dalam tanaman lidah buaya ini umumnya
terdiri dari satu atau lebih senya5a, antara lain alkaloid, $la2onoids, gly%osides,
saponin, dan tannin (9*'', 1,,, dalam Andriyani,2011)
/ktrak etanol daun lidah buaya mengandung tanin, saponin, $la2onoid dan
terpenoid (Arunkuman dan Mutuhusel2an,200,) (elain itu glikosidan dan
antrakuinon (+oseph dan ?aj ,200, dalam Andriyani,2011)
Alkaloid adalah senya5a yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen,
biasanya dalam gabungan sebagai bagian dari system siklik Alkaloid umumnya
"+
tidak ber5arna sering kali bersi$at optis akti$ dan umumnya berbentuk &ristal
tetapi hanya sedikit yang berupa %airan pada suhu kamar , misalnya nikotin
(!arborne,1,#D dalam Andriyani,2011)
9likosida adalah suatu senya5a bila di hidrolisis akan terurai menjad gula
(glikagon) dan senya5a lain (aglikon atau genin) 9likosida dibedakan menjadi R
glikosida dan S glikosida Pada tanaman, glikosida biasanya teradapat dalam
bentuk beta ((irait,200D dalam Andriyani,2011)
@la2onoid merupakan senya5a yang umunya terdapat pada tumbuhan
berpembuluh, terikat pada gula sebagai glikosida dan aglikon $la2onoid
(!arborne,1,#D dalam Andriyani,2011)
"anin merupakan senya5a umum yang terdapat dalam tumbuhan
berpembuluh, memiliki gugus $enol memiliki rasa sepat dan mampu menyamak
kulit karena kemampuannya menyambung silang protein (!arborne,1,#D dalam
Andriyani,2011)
(aponin adalah glikosida triterpen yang merupakan senya5a akti$
permukaandan bersi$at seperti sabun yang diko%ok kuat akan menimbulkan busa
seperti sabun (!arborne,1,#D dalam Andriyani,2011)
4erdasarkan hasil penelitian Ary Andryani - Ani2ersitas *ndonesia ,2011
menunjukan bah5a $itokimia pada tumbuhan seperti glikosida, saponin dan tanin
dapat menghambat akti2itas en0im R glikosidase
R glikosidase merupakan en0im yang berada di sepanjang dinding usus
halus /n0im ini dapat meme%ah karbohidrat komplek menjadi gula sederhana
Penghambatan en0im ini dapat menunda penyerapan karbohidrat pada saluran
"1
pen%ernaan,sehingga dapat men%egah peningkatan konsentrasi glukosa darah
setelah makan (Chisolm-4urn et al,200# dalam Andriyani,2011)
"abel)10 &andungan 4ioakti$ dalam 'idah 4uaya
Pat Man$aat
'ignin Memiliki kemampuan penyerapan yang
tinggi yang memudahkan perssiapan gel
kel kulit sehingga mampu melindungi
kulit dari dehidrasi dan menjaga
kelembapan kulit
(aponin
Memiliki kemampuan
membersihkan (aspekti$)
(ebagai bahan pen%u%i yang
sangat baik
&omplek anthraTuinon aloin,barbaloin,
iso-barbaloin, anthranol, aloe emodin,
anthra%ene, aloeti% a%id, asam sinamat,
asam krisophanat, eteral oil, dan
resistanol
4ahan laktasi$
Penghilang rasa sakit
(enya5a antibakteri
Mempunyai kandungan
antibioti%
((uryo5idodo,1,## dalam Adi ,2006)
9. 6i,a5 Bua#a ,an Diabetes
9usta2 @is%her :erlag ,1,,6 di 7e5 Iork telah melakukan penelitian pada
penderita diabetes mellitus dengan kriteria yang telah ditetapkan Pasien yang
diberikan +us 'idah 4uaya sebanyak 2 sendok makan atau <0 gr dari gel lidah
buaya (Aloe2era) yang di kombinasikan dengan gliben%lamide mengalami
penurunan kadar glukosa darah yang signi$ikan 7amun pasien yang hanya di
berikan gliben%lamide tidak mengalami perubahan kadar glukosa darah Pada
penelitian ini menunjukan bah5a tidak ada e$ek se%ara khusus gliben%lamide pada
perubahan kadar glukosa darah, namun pada jus aloe2era menunjukan e$ek se%ara
khusus dalam penurunan kadar glukosa darah Penurunan glukosa terjadi dalam
jangka 5aktu 2 minggu dan terjadi pula penurunan trigliserida dalam jangka
5aktu < minggu
"2
,. /ese* 6i,a5 Bua#a
Menurut &os5ara ,200- 'angkah-langkah menghilangkan rasa pahit
bau dan getir pada lidah buaya 8
1 4ersihkan kemudian Cu%i dan simpan dalam lemari es (suhu
<
o
C) selama - hari sebelum dikonsumsi
2 &upas, ambil gel atau dagingnya, rendam dalam air tambahkan
0,02- . asam sitrat dan 0,02- . garam dapur kurang lebih 1-2
jam kemudian %u%i kembali
) 4lan%hing atau rendam ke dalam air mendidih selama 20 detik
Agar bahan akti$ yang ada tidak rusak
< Dengan demikian lidah buaya siap untuk diolah
- Cara membuat +us 'idah buaya
Ba5an 4
'idah 4uaya 8 <0 gr
>ortel 8 20 gr
Madu 8 2- gr
Air matang 8 ditambahkan s3d 200 %
:ara Me)buat 4
1 9el ( bagian yang ber5arna bening ) lidah buaya, irisan 5ortel
yang sudah dibersihkan dan dipotong ke%il 1 ke%il
"3
2 Campur dengan air hingga 200 %% lalu haluskan dengan %ara di
blender
) "ambahkan madu aduk rata boleh ditambahkan es atau
langsung diminum
Nilai -i8i 4
- /nergi 8 #2,# kkal
- Protein 8 0)< g
- 'emak 8 00# g
- &arbohidrat 8 21D6 g
&omposisi yang mendukung pada jus lidah buaya adalah 5ortel >ortel
merupakan salah satu sayuran yang %ukup dikenal oleh masyarakat luas >ortel
dikenal sebagai sayuran sumber 2itamin A karena kandungan karotennya &aroten
dapat ber$ungsi sebagai antioksidan bagi tubuh manusia >ortel juga merupakan
sumber serat pangan yang baik >ortel segar mengandung air, protein,
karbohidrat, lemak, serat, abu, 0at anti kanker (alkaloid, $la2onoid), gula alamiah
($ruktosa, sukrosa, dektrosa, laktosa, dan maltosa), pektin, glutanion, mineral
(kalsium,$os$or, besi, kalium, natrium, magnesium, kromium), 2itamin
(betakaroten, 41, dan C), asam lemak tak jenuh ganda serta asparagines
(Dalimartha, 2006 dalam Abdillah, 200#)
(uatu penelitian di Amerika membuktikan bah5a diet serat yang tinggi
yaitu 2- gram3hari mampu memperbaiki pengontrolan gula darah, menurunkan
"4
peningkatan insulin yang berlebihan di dalam darah serta menurunkan kadar
lemak darah (+oseph dkk,2002)
(elain itu bahan yang digunakan selain 5ortel adalah madu &andungan
nutrisi dalam madu terdiri dari beberapa jenis gula sederhana, garam mineral dan
bahan lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh manusia ((ihombing, 1,,< dalam
Martiyarini,2011)
Man$aat mengkonsumsi madu sangat baik karena mengandung mineral yang
dibutuhkan oleh tubuh manusia, seperti8 Cu, Ma, (i, Cl, Ca, 7a, P, Mg, dan Al
Madu juga mengandung 2itamin, khususnya dari kelompok 4 kompleks yaitu 41,
42, 46 dan 4) yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar
dan serbuk sari Madu juga mengandung gula yaitu $ruktosa, glukosa dan sukrosa
yang dalam jumlah ke%il dapat meningkatkan energi karena kandungan kalori
yang tinggi (Aden,2010 dalam Martiyarini,2011)
Pengaruh $ruktosa terhadap kadar glukosa darah melalui proses sintesa dan
peme%ahan glikogen yang dikontrol se%ara ko2alen komplek oleh protein
phosphorolase dan dephosporilase dengan meregulasi en0im glikogen sintetase
dan glikogen phosphorilase @ruktosa dapat meningkatkan penyimpanan glikogen
hati sehingga $ruktosa lebih baik dari pada glukosa dalam glikogenesis
9lukokinase akti$ akan meningkatkan serapan glukosa, penyimpanan glikogen
dan mengurangi hyperglikemia postprandial, dan dapat berman$aat bagi penderita
Diabetes Mellitus tipe ** (/rma5ati, 200D dalam Martiyarini,2011)
2. Ka#u Manis
&ayu Manis atau %innamon termasuk dalam anggota genus Cinnamomum
dari $amili 'aura%eae 4eberapa spesies kayu manis yang penting dalam perdagangan
"5
dunia adalah 4 cassia, 4 7eylanicum, 4 camphora Diantara ketiga jenis kayu manis
tersebut, innamomum cassia merupakan tumbuhan yang banyak dibudidayakan di
*ndonesia dan diman$aatkan sebagai %ampuran bumbu masakan maupun diolah
dengan distilasi uap untuk diambil minyaknya (+ayaprakasha et al4, 2002 dalam
Prasetya,2006 )
Menurut taksonominya, kayu manis diklasi$ikasikan sebagai berikut
&ingdom 8 Plantae
Di2isi 8 9ymnospermae
(ubdi2isi 8 (permatophyta
&elas 8 Di%otyledonae
(ub kelas 8 Dialypetalae
=rdo 8 Poli%arpi%ae
@amili 8 'aura%eae
9enus 8 innamomum
(pesies 8 innamomum burmannii
(?ismunandar dan Paimin ,2001 dalam Prasetya,2006)
&ayu manis adalah tanaman herbal tua yang sudah dipilih oleh %ina sekitar
<000 tahun yang lalu sebagai obat Di negara Cina mempelajari bah5a tanaman
kayu manis mempunyai kandungan kimia yang di$okuskan untuk memperbaiki
kadar gula dalam darah dan konsentrasi lemak dalam tubuh penderita penyakit
diabete mellitus tipe 2 !al ini diketahui dari per%obaan ektrak kayu manis yang
dilakukan se%ara in 2itro dalam meningkatkan produksi insulin &ayu manis dapat
meningkatkan produksi insulin dalam pankreas dan dapat memperbaiki bagian
"!
organ yang rusak bagi penderita diabetes ((hen Ian, et al, 2010 dalam
Prasetya,2006)
a. Kan,ungan -i8i Ka#u Manis
Menurut @arrel,1,,0 dalam 7gadi5iyana,2011 &ayu manis merupakan
tanaman *ndonesia yang mempunyai kandungan 0at gi0i 4erikut ini kandungan gi0i
kayu manis per 100 gr
"abel )11 Da$tar &andungan 9i0i &ayu Manis per 100 gr
7utrisi Anit +umlah
Air
&alori
&arbohidrat
Protein
'emak
(erat
Abu
&alium
9
k%al
g
g
g
g
g
mg
,,-
)--
D,,,
),,
),2
2<,<
),6
122#,-
(@arrel,1,,0 dalam 7gadi5iyana,2011)
(edangkan ,menurut "abel &omposisi Pangan *ndonesia,2011 &ayu manis
per 100 gr mengandung energy sebesar 261 kal , protein ),, gram , lemak ),2 gram,
karbohidrat D,,# gram dan mempunyai kandungan serat -<,) gram
b. Kan,ungan Ki)ia
Menurut Departemen &esehatan ?*, 1,,D &ayu manis mengandung minyak
atsiri 1-). dengan kandungan kimia utama kulit kayu manis adalah sinamaldehid
(60-#-. dari komponen minyak atsiri), tanin, damar, lendir, kalsium oksalat
&omponen utama minyak kayu manis adalah sinamaldehid (<2-D-.),
sedangkan komponen lain adalah eugenol, a-pinen, linalool dan ben0aldehid
(Prasetya and 7gadi5iyana dkk, 2006)
""
"abel )12 Da$tar &andungan (enya5a &ayu Manis per 100 gr
+enis &omposisi
&ayu manis (%innamon) Minyak Atsiri
(inamaldehida (<2- D-.)
/uganol (<-#.)
&adar abu (26-)6.)
"erpena
(a$role
"annin
(Prasetya and 7gadi5iyana, 2006)
(enya5a yang dapat berperan sebagai penghambat akti2itas R-glukosidase
adalah senya5a ka$eat, sinamat (Matsui, et al, 200< dalam 7gadi5iyana,2011)
(inamaldehid mempunyai gugus $ungsi yang paling mirip dengan senya5a
ka$eat dan sinamat dibandingkan komponen minyak kayu manis yang lain
sehingga diharapkan mempunyai kemampuan penghambatan akti2itas R-
glukosidase (7gadi5iyana,2011)
4erdasarkan hasil penelitian 7gadi5iyana,2011 Menjelaskan bah5a
(inamaldehid mempunyai potensi mengahambat R-glukosidase sehingga sangat
potensial dikembangkan sebagai senya5a antidiabetes
Penghambatan R-glukosidase pada usus mamalia mampu menurunkan kadar
glukosa darah dari hasil metabolisme polisakarida atau oligosakarida Perlambatan
penyerapan glukosa darah menyebabkan pengurangan hiperglikemia postprandial
untuk men%egah komplikasi kronis dari Diabetes Millitus (DM) seperti retinopati,
nepropati, neuropati dan masalah mikro2askuler serta makro2askular ((hibano, et
al, 200# dalam 7gadi5iyana,2011)
9. Ka#u Manis ,an Diabetes Mellitus
&han dkk ,200) melakukan penelitian terhadap 60 pasien diabetes tipe 2
dimana 60 pasien tersebut dibagi dalam ) kelompok &elompok pertama diberi 1
"$
gr serbuk kayu manis3hari , kelompok ke 2 diberikan ) gr3hari , sedangkan
kelompok ) diberikan 6 gr3 hari serbuk kayu manis (uplementasi pemberian
serbuk kayu manis selama <0 hari ini se%ara signi$ikan mengurangi glukosa darah
pas%a makan siang (&amla-?aj,200,)
4erdasarkan hasil penelitian &amla-?aj ,200, Dilakukan Penelitian
suplementasi serbuk kayu manis terhadap )0 pasien diabetes tipe 2 yang berusia
sekitar <0-60 tahun, dimana )0 pasien tersebut dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
kelompok kontrol dan kelompok eksperimental Pada kelompok eksperimental
diberikan 2 gram suplementasi serbuk kayu manis yang diisikan kedalam kapsul
gelatin (edangkan pada kelompok kontrol diberikan diet modi$ikasi dimana diet
modi$ikasi ini diberikan diet tinggi lemak, tinggi kalsium, tinggi thiamin, tinggi
2itamin C dan tinggi nia%in sedangkan untuk protein dan 0at besi di berikan
rendah (uplementasi ini di berikan selama <0 hari 9ula darah yang diperiksa
meliputi gula darah puasa dan gula darah 2 jam post prandial Pemeriksaan gula
darah dilakukan pada hari ke 0 , hari ke 20 dan hari ke <0 Antuk pemeriksaan
gula darah puasa kelompok eksperimental pada hari ke 0 1<#,D)mg3dl lalu pada
hari ke 20 menurun hingga 1)< mg3dl , penurunan itu terjadi se%ara signi$ikan
hingga pemeriksaan hari ke <0 yaitu 120,66 mg3dl (edangkan untuk pemeriksaan
gula darah PP (post prandial) kelompok eksperimental pada hari ke 0 yaitu
1#D,66 mg3dl lalu pada pemeriksaan hari ke 20 mengalami penurunan kadar gula
darah 1D2,,)mg3dl penurunan itu juga terjadi se%ara signi$ikan pada hari ke <0
yaitu 16),60 mg3dl Antuk pemeriksaan kadar gula darah pada kelompok kontrol
juga di lakukan pada hari ke 0, 20 dan <0 Pemeriksaan yang di lakukan adalah
pemeriksaan gula darah puasa dan gula darah 2 jam pp (post prandial) !asil
"%
pemeriksaan gula darah puasa pada hari ke 0 1-2 mg3dl , pada hari ke 20
mengalami kenaikan yaitu 1--,<6 mg3dl ,dan pada hari ke <0 mengalami
penurunan yaitu 1-2,,2 mg3dl , dan pada pemeriksaan gula darah 2jpp (post
prandial) pada hari ke 0 yaitu 1,6,<< mg3dl , pada hari ke 20 mengalami
penurunan yaitu 1,),22 mg3dl namun mengalami kenaikan pada hari ke <0 yaitu
menjadi 1,- mg3dl Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bah5a penurunan
kadar gula darah baik gula darah puasa maupun gula darah 2jpp (post prandial)
terjadi penurunan se%ara signi$ikan pada kelompok eksperimental yang diberikan
serbuk kayu manis sebanyak 2gr3hari selama <0 hari
3.3 Ta5a* Asu5an -i8i
3.3.1 Asu5an -i8i
Aritonang dan Priharsi5i (200,) mengungkapkan 8utrition are Process
(8P) adalah suatu metode peme%ahan masalah yang sistematik dibidang gi0i
yang dilakukan agar para ahli gi0i mampu ber$ikir kritis dan membuat keputusan
yang tepat terkait dengan masalah pasien "erdapat < tahapan dalam 7CP
diantaranya sebagi berikut 8
1 "ahap 1, berupa 8utritional Assesment atau Penilaian 9i0i
2 "ahap 2, berupa 8utritional Diagnosis atau Diagnosis 9i0i
) "ahap ), berupa 8utritional "nter$ention atau *nter2ensi 9i0i
< "ahap <, berupa 8utritional Monitoring and #$aluation atau
Pemantauan dan /2aluasi 9i0i
$+
Menurut Ameri%an Dieteti% Asso%iation,200# "ahapan proses asuhan gi0i
terdiri dari 8
- Assesment 9i0i
1 Antropometri
2 4iokimia
) &linik3$isik
< Dietary J ?i5ayat personal
- Diagnosis 9i0i
1 Problem (masalah)
2 /tiologi (penyebab)
) (ign3symtom (tanda3gejala)
- *nter2ensi 9i0i
1 Peren%anaan
2 *mplementasi
- Monitoring /2aluasi 9i0i
1 ?espon inter2ensi
3.3.2 Asu5an -i8i Diabetes Mellitus
Proses asuhan gi7i merupakan langkah - langkah khusus dan konsisten
yang digunakan untuk melaksanakan ,erapi 8urisi Medis Proses asuhan gi0i
$1
dimulai dengan mengembangkan pendekatan personal dengan pasien baik
dilakukan dengan %ara indi2idual atau kelompok, proses ini melibatkan suatu
tahap yaitu assessment gi0i, diagnosis gi0i , inter2ensi gi0i , monitoring dan
e2aluasi gi0i (Mahan and (tump,200#)
"ahapan proses asuhan gi0i dapat dijelaskan sebagai berikut8
1. Asess)ent
'angkah pertama dalam 8utrition are Process adalah melengkapi
8utrition Assesment yang di teliti 7utrition Assesment meliputi ri5ayat gi0i,
ri5ayat penyakit, data sosek, pengukuran data antropometri, data laboratorium,
data $isik3klinis, data penunjang lainnya (Arianton dan Priharsi5i, 200,)
(edangkan menurut Mahan and (tump,200# Dapat dijelaskan sebagai
berikut8
Asesment nutrisi meliputi pengumpulan data sebelum dan selama
pertemuan yang dibutuhkan untuk mengidenti$ikasi masalah terkait dengan gi0i
(elama masa pengkajian data, ahli gi0i harus mengumpulkan data klinis pasien
yang bersumber dari rujukan atau rekam medik Ahli gi0i harus menyediakan
kumpulan data assessment, data rujukan minimum dan parameter untuk menilai
pengembangan dalam penanganan gi0i 4eberapa dari in$ormasi ini bisa
dikumpulkan dari kuesioner pasien
(elain itu penting untuk mempelajari tentang gaya hidup pasien dan pola
makan pasien ?i5ayat makan dan makanan bisa diketahui dengan beberapa %ara
yang objekti$ untuk mengetahui jad5al dan pola makan pasien !al ini bisa di
$2
lakukan dengan %ara meminta indi2idu untuk merekam atau melaporkan apa yang
pasien makan, berapa banyak, dan kapan pasien makan selama 2< jam
Pendekatan lain adalah meminta pasien untuk memba5a %atatan asupan
makan selama ) hari atau seminggu
Pendekatan ini dapat memberikan in$ormasi sebagai berikut
- Asupan kalori
- &ualitas gi0i atau makanan
- >aktu , ukuran dan jenis makanan (makanan pokok maupun kudapan)
- &ebiasaan makan 3pola makan
- @rekuensi makanan yang disantap di luar rumah
- (iapa yang biasa menyiapkan makanan
- Masalah makan (misalnya 8 keadaan geligi, pen%ernaan dan masalah lain)
- Asupan minuman beralkohol
- (uplemen yang biasa dikonsumsi
(elain itu ,penting juga untuk mempelajari rutinitas dan jad5al harian pasien
*n$ormasi yang di butuhkan adalah sebagai berikut8
- >aktu bangun tidur
- >aktu makan biasanya
- +am kerja atau sekolah
- "ipe, jumlah dan 5aktu olahraga
- &ebiasaan tidur
Data rujukan minimal yang dibutuhkan sebelum pertemuan pertama ialah 8
- Aturan penanganan diabetes 8 terapi gi0i khusus diabetes H terapi gi0i dan
obat penurun glukosa H terapi gi0i dan insulin (aturan tetap atau $isiologis)H
$3
- Data laboratorium 8 tanggal tes, glukosa plasma puasa atau non puasaH
$raksionasi lipid (kolesterol, kolesterol 'D' dan !D', trigliserida),
mikroalbumin urin (rasio albumin ke %reatinine)H tekanan darah
- "ujuan penanganan pasien8 target le2el glukosa darah (sebelum dan
sesudah makan)H metode dan $rekuensi monitor diri dan glukosa darah,
ren%ana instruksi dan e2aluasi monitoring glukosa
- (ejarah medis8 diagnosis pasien lain seperti penyakit kardio2askular,
hipertensi, penyakit ginjal, neuropathy autonomik, khususnya pen%ernaan
- Medikasi8 $rekuensi dan dosis obatH suplemen makanan
- Panduan olahraga8 i0in medis untuk olahragaH batasan olahraga, jika ada
Data yang akan dikumpulkan dari asesmen makanan dan nutrisi
- Data anthropometric2 berat badanH tinggi badan (untuk de5asa pada
kunjungan a5al dan remaja pada setiap kunjungan)H indeks masa tubuhH
lingkar pinggang
- ?i5ayat diabetes8 edukasi diabetes sebelumnya, monitoring glukosa darah,
masalah diabetes (hipoglikemia, hiperglikemia, rasa takut pada insulin)
- ?i5ayat makanan dan gi0i untuk pengingat kembali total asupan harian
biasanya seperti 8 5aktu makan dan sna%k, perubahan jad5al, $rekuensi
mengkonsumsi makanan diluar, rutinitas olahraga (tipe, jumlah dan
5aktu), kebiasaan tidurH masalah pen%ernaan3napsu makanH
alergi3intoleran makananH penggunaan al%oholH sejarah berat badanH tujuan
berat badan
- Data sosek meliputi 8 pekerjaanH jam kerja jauh dari rumahH situasi hidupH
masalah keuangan
$4
- Medikasi3 suplemen meliputi 8 obat obatan yang dipakai, 2itamin3 mineral3
suplemen yang dipakai, suplemen herbal
- Dasar pengetahuan8 moti2asi untuk berubahH kesiapan untuk berubah
2. Diagnosis -i8i
Menurut Aritonang dan Priharsi5i (200,), diagnosis gi0i terdiri dari tiga
komponen yaitu 8
1 Masalah (problem), adalah semua masalah gi0i yang didapat pada
pasien, meliputi perubahan dari normal menjadi tidak normal
(alteration), perubahan dari suatu kebutuhan normal (de%rease),
peningkatan dari kebutuhan normal (in%rease), dan resiko mun%ulnya
gangguan gi0i tertentu &omponen ini dibuat Ahli 9i0i berdasarkan
temuan lansung pada pasien
2 (ebab (/tiologi), adalah semua hal yang dapat menyebabkan
mun%ulnya masalah (problem) pasien &omponen ini bisa merupakan
komponen gi0i yang dibuat Ahli 9i0i atau bisa merupakan komponen
medik yang dibuat oleh dokter
) 9ejala atau "anda ((ign3(ymptoms), adalah semua temuan berupa
gejala dan atau tanda (bukti) yang didapat pada pasien terkait dengan
mun%ulnya masalah gi0i &omponen ini bisa merupakan komponen
gi0i yang dibuat Ahli 9i0i atau bisa merupakan komponen medik yang
dibuat oleh dokter
Menurut A(D*,2011 Diagnosa gi0i merupakan kalimat yang saling berkaitan
antara komponen problem dengan etiology dan etiology dengan sign and
$5
symptomps Pernyataan problem dan etiology dihubungkan dengan kata
Nberkaitan dengan9, sedangkan kaitan etiology dan sign and symptomps
menggunakan kata penghubung :ditandai dengan94 (ehingga pernyataan
diagnose gi0i ditulis dengan susunan P/(
Menurut Mahan and (tump,200# Diagnosis gi0i ialah menggambarkan
status gi0i pasien yang menjadi tanggung ja5ab ahli gi0i untuk ditangani se%ara
mandiri Diagnosis nutrisi ditulis dalam $ormat P/( yang menyatakan masalah
(P), etiologi (/) (etiologiM ilmu yang mempelajari sebab penyakit), dan tanda dan
gejala ((3s) 4erikut ini %ontoh pernyataan diagnosis nutrisi8
- 7ilai glukosa darah yang berubah (P) terkait dengan insulin yang tak
%ukup (/) yang dibuktikan dengan kadar gula darah yang tinggi meskipun
kebiasaan makan bagus
- Asupan karbohidrat yang tidak konsisten (P) terkait 5aktu makan yang
tidak konsisten (/) yang dibuktikan dengan $luktuasi besar le2el glukosa
darah
- Asupan lemak makanan yang tidak sesuai (P) terkait pengetahuan yang
tidak %ukup (/) yang dibuktikan dengan asupan tinggi makanan yang
mengandung lemak jenuh
"abel )1) Contoh Diagnosis 7utrisi (Masalah) "erkait Diabetes Mellitus
7* 1< Asupan energi tidak %ukup 7C- 2) *nteraksi medikasi makanan
7* 1- Asupan energi berlebihan 7C-)1 &urang berat badan
7* <) Asupan al%ohol berlebihan 7C-)2Penurunan berat badan tidak
sengaja
7* -12 Asupan lemak berlebihan 7411 &urang pengetahuan makanan
dan nutrisi
7* -1) Asupan lemak makanan yang
tidak sesuai 1 khusus
74-1)"idak siap untuk perubahan gaya
hidup3diet
7* -21 Asupan protein berlebihan 74-1-Pola makan terganggu
7* -)1 Asupan karbohidrat tidak 7* 16 ?ekomendasi pembatasan terkait
$!
%ukup nutrisi yang terbatas
7* -)2 Asupan jenis karbohidrat tidak
sesuai 1 khusus
7421 "idak melakukan akti$itas $isik
7* -)) Asupan karbohidrat tidak
konsisten
7C-2) &urang atau tidak minat untuk
mengatur pera5atan diri
74--)- Asupan serat tidak %ukup 742< &etidakmampuan menyiapkan
makanan
7C -1< @ungsi 9* berubah
7C-22 7ilai laborat terkait nutrisi
yang berubah (misal glukosa)
(umber 8 American Dietetic Associatin 2 8utrition diagnosis 2a critical step
in the nutrition process, hicago,""",200;, American Dietetic Associaton
3. Inter0ensi -i8i
Menurut Anggreani (2012) inter2ensi gi0i adalah rangkaian kegiatan yang
teren%ana dalam melakukan tindakan ke dalam pasien untuk mengubah semua
aspek yang berkaitan dengan gi0i pada pasien agar didapatkan hasil yang optima
(edangkan menurut Mahan and (tump,200# *nter2ensi gi0i dibedakan dalam
dua proses berbeda yaitu 8
1 Peren%anaan inter2ensi gi0i
2 Mengimplementasikan inter2ensi gi0i
Pada dasarnya peren%anaan bentuk diet, jenis makanan dan kebiasaan
makan pada pasien diberikan tergantung keadaan masing-masing pasien !asil
implementasi akan dipantau setiap indi2idu dan dilakukan setiap 5aktu
*nstrument da$tar bahan makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi harus
sesuai dengan asuhan kesehatan yang lainnya Maka dari itu antara ahli gi0i harus
berkoordinasi dengan petugas kesehatan yang lainnya sehingga inter2ensi dapat
berjalan dengan baik , pemantauan dilakukan dari hasil laboratorium, dan e2aluasi
konsumsi obat pada pasien
$"
- Penge)bangan *eren9anaan )a'anan
Pengakajian data (assessment) digunakan untuk
mendapatkan in$ormasi dan data makanan dan in$ormasi ri5ayat
makanan pada pasien untuk meren%anakan makanan agar bisa di
atur atau didesain sesuai keinginan pasien , lalu diberikan sample
untuk mengetahui bah5a pasien tersebut menyukai makanan yang
diberikan atau tidak Mengatur menu untuk pasien tidak perlu
memperhitungkan jumlah kalori dan makronutien yang
dibutuhkan (etelah mengetahui apakah menu tersebut disukai oleh
pasien atau tidak baru dilakukan modi$ikasi menu untuk pasien
yang diperhitungkan jumlah kalori dan makronutrient
Antuk pasien dengan diabetes tipe 2 yang diberikan proses asuhan gi0i
khusus Pemberian tiap makan untuk 5anita de5asa adalah < dan - untuk pria
de5asa Pemberian sna%k diberikan 1 -2 kali perhari Disarankan untuk
memonitoring glukosa darah sebelum makan dan 2 jam setelah makan !asil dari
monitoring glukosa darah harus disampaikan kepada pasien
Antuk pasien yang membutuhkan insulin atau pasien Diabetes "ype 1
>aktu makan sangat penting untuk diperhatikan &onsumsi makanan harus
disesuaikan dengan 5aktu bekerja insulin Antuk men%egah hipoglikemia malam,
beberapa pasien mungkin memerlukan sna%k selama jam tidur
4. 70aluasi ,an )onitoring
(ebelum pasien meninggalkan proses inter2ensi Dilakukan monitoring pasien
dan menge2aluasi hasil inter2ensi gi0i (etelah itu dilakukan kunjungan lanjut
untuk memonitoring keadaan pasien Pasien juga diberikan in$ormasi agar bisa
$$
menjalankan terapi gi0i se%ara mandiri Pasien disarankan untuk men%atat pola
makan dan ri5ayat makan selama ) hari dan disarankan untuk menghubungi ahli
gi0i lagi jika ada masalah
!asil medis dan klinis harus dimonitoring pada kunjungan kedua atau ketiga,
untuk menentukan apakah pasien mengalami kemajuan dalam men%apai
tujuannya +ika tidak ada kemajuan , indi2idu dan ahli gi0i perlu perlu melakukan
re2isi ren%ana pada sebelumnya (Mahan and (tump,200#)
5. Do'u)entasi
Dokumentasi sangat penting untuk proses asuhan gi0i Dokumentasi
digunakan untuk pen%atatan kemajuan pasien dan perbaikan asuhan gi0i jika ada
asuhan gi0i yang tidak men%apai tujuan Dokumentasi di%atat bedasarkan keadaan
a5al pasien yang bersumber dari %atatan rekam medik pasien (Mahan and
(tump,200#)
"abel )1< @ormat penulisan3langkah-langkah pada dokumen medik pasie
Iang lalu (aat ini
(ubjekti$ Assessment
=bjekti$ Diagnosis gi0i
Assessment *nter2ensi gi0i
Planning Monitoring K e2aluasi
a. Assess)ent -i8i
1 Menggali in$ormasi yang memadai untuk mengidenti$ikasi masalah gi0i
2 Membedakan atau memilah data yang penting dan tidak penting
$%
) Data yang dikumpulkan terdiri dari - kategori (A, 4, C, D J ri5ayat
personal)
< Pengumpulan data gi0i dilakukan dengan %ara obser2asi langsung (data
primer) atau dari rekam medik (data sekunder)
- (etelah data terkumpul dilakukan analisis dan interpretasi dengan %ara
membandingkannya dengan standar, untuk menemukan ketidaknormalan
dari data
6 Data 1 data yang tidak normal dapat menjadi $aktor yang potensial
timbulnya masalah gi0i (problem)
b. Diagnosis -i8i 1Nutrition Diagnosis2
Mengidenti$ikasi dan memberi nama masalah gi0i se%ara 8
- +elas dan singkat
- (pesi$ik
- Akurat
- 4erdasarkan data assessment
- Diagnosis 9i0i bukan Diagnosis Medis
- Diagnosis 9i0i Dinyatakan dalam kalimat yang terstruktur P/(
- P (Problem) 8 Masalah 9i0i spesi$ik yang aktual (nama3lebel diagnosis
gi0i)
- / (/tiologi) 8Akar penyebab masalah
%+
- (ign3symtom 8 @akta3bukti yang menunjukan masalah gi0i
- P berkaitan dengan / ditandai dengan (3( (ada kata penghubung antara P
dan / dan ()
Diagnosis gi0i terdiri dari ) domain, yaitu 8
1 "ntake (8") 2 "erlalu banyak atau terlalu sedikit makanan30at gi0i yang
dikonsumsi dibandingkan dengan kebutuhan
2 linical (8) 2 Masalah gi0i yang berhubungan dengan kondisi
$isik3medi%al
) 'eha$ioral+en$ironmental 2 Pengetahuan,sikap,keper%ayaan,lingkungan,
keamanan pangan, keterbatasan memperoleh makanan
9. Inter0ensi -i8i
"erdiri dari 8
- Planing
- *mplementasi
*nte2ensi 9i0i bertujuan untuk menanggulangi masalah gi0i (asaran
inter2ensi gi0i adalah etiologi (akar masalah) Apabila etiologi tidak dapat
dirubah oleh praktisi gi0i3dietisien, maka inter2ensi gi0i ditujukan untuk
mengurangi tanda K gejala
,. Monitoring Dan 70aluasi -i8i
Menentukan derajat perkembangan yang di%apai dibandingkan dengan tujuan
yang diinginkan dengan %ara 8
%1
1 Monitor perkembangan tingkat konsumsi 0at gi0i
2 Mengukur perubahan antropometri, hasil $isik klinis, perubahan nilai
laboatorium
) Melakukan e2aluasi hasil (membandingkan assessment a5al dengan
terbaru) sesuai tujuan inter2ensi