Anda di halaman 1dari 47

1

KEBIJAKAN PERENCANAAN
REGULASI SPEKTRUM
FREKUENSI PADA 2.4 GHz
DG POSTEL
Departemen Perhubungan RI
5 Oktober 2004
2
Topik
Regulasi Spektrum
Perangkat Wireless yang ada di Pasar
Tren Teknologi dan Layanan
3
I. Regulasi Spektrum
Band 2.4 GHz
4
Latar Belakang
Regulasi diperlukan untuk menghindarkan
dampak negatif yang mungkin timbul dari
pemanfaatan frekuensi nirkabel karena
keperluan ISM (Industrial, Scientific,
Medical) maupun kegiatan telekomunikasi
(internet).
5
Regulasi di Indonesia
Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999
Pasal 33:
Penggunaan frekuensi radio dan orbit satelit
harus berizin.
Penggunaan frekuensi radio dan orbit satelit
harus sesuai dengan peruntukannya dan tidak
saling mengganggu.
6
Regulasi di Indonesia
Keputusan Direktorat Jenderal Pos dan
Telekomunikasi Nomor 241/Dirjen/2000
tentang Penggunaan Bersama (sharing)
Pita Frekuensi 2.4 GHz untuk LAN Akses
Internet bagi pengguna di luar gedung
dan Microwave Link
7
Regulasi di Indonesia
Maksud dari SK Dirjen Postel
No.241/Dirjen/2000 yang memperkuat UU
No.36/1999 bertujuan menjaga dan
mengamankan kontinuitas kepentingan
umum dan untuk lebih memberdayakan
pemanfaatan kanal frekuensi 2,4 GHz baik
bagi keperluan ISM maupun
telekomunikasi (internet).
8
Regulasi Spektrum ISM ITU-R
Radio Regulation S5.150:
Penggunaan perangkat
komunikasi radio atau
telekomunikasi yang
bekerja pada band ISM
harus siap menerima
gangguan dari perangkat
ISM lainnya.
Band ISM ITU-R
13,553 13,567 kHz
26,957 27,283 kHz
40,660 40,700 MHz
902 928 MHz (Region 2)
2.400 2.500 MHz
5.725 5.875 MHz
24 24,25 GHz
9
Regulasi Spektrum ITU-R
ITU-R tidak memberikan peraturan atau
pembatasan apapun terhadap penggunaan
frekuensi 2,4 GHz (ISM) untuk pemakaian
komunikasi wireless unlicensed.
Rekomendasi ITU-R SM.1056: Setiap anggota
ITU bebas menetapkan persyaratan
administrasi dan aturan hukum yang
berkaitan dengan pembatasan daya pada
perangkat ISM.
10
Regulasi ISM Band di
Negara Maju-Sebagai Pembanding
Faktor
Regulasi
Inggris
Amerika
Serikat
Jepang Korea
Lisensi
Komersial
Ya Tidak Tidak Tidak
Lisensi
Bisnis
Ya Ya Ya Tidak
Regulator
RA (Spektrum),
OFTEL (Bisnis)
FCC MPMHT MIC
Level
Regulasi
Kuat ->
Menengah
Lemah Menengah
Lemah ->
Menengah
11
ALOKASI SPEKTRUM 2.4 GHz
NEGARA BAND (MHz) ALOKASI KETERANGAN
ITU-R 2450 2483.5

Fixed, Mobile,
Radio Loc., Amatir
Indonesia 2300 2450
2450 2483.5
(exc. Amatir)
Fixed, Mobile,
Radio Loc., Amatir
Microwave link,
amatir-UHF, Tetap
Darat-UHF
Australia 2400 WLAN unlicensed,
ACA class license
EIRP max 4 W =
36 dBm
Perangkat lain :
short-range
fixed links,
cordless Telp.,
wireless medical
telemetry
equipment ,
Bluetooth
12
ALOKASI SPEKTRUM 2.4 GHz
NEGARA BAND (MHz) ALOKASI KETERANGAN
UK 2.4 GHz WLAN
unlicensed
EIRP max. 100
mW
Perancis 2400 2483.5 RLAN
unlicensed,
Militer.
Dec. no. 2002-
1008 &
No. 2002-1009
Jerman 2400 2483.5 RLAN CEPT/ERC/Rec.
70-03
13
ALOKASI SPEKTRUM 2.4 DAN 5 GHz
NEGARA BAND (MHz) ALOKASI KETERANGAN
USA
(FCC)
2400 2483.5 Point to point,
point to multi
point, comply with
FCC part 15
1. Untuk sistem freq. hopping
dan direct seq., daya maks. 1
watt (=30 dBm)
2. Jika digunakan directional
antennas dengan gain > 6 dBi
maka daya keluaran maks.
dikurangkan dari batas 30 dBm,
dengan sejumlah kelebihan gain
antena dari 6 dBi. Dengan kata
lain batas EIRP adalah 36 dBm
atau 4 watt.
3. Jika digunakan khusus untuk
fixed/ point-to-point boleh
Menggunakan TX antenna
dengan directional gain > 6 dB,
asal daya keluaran maks.
dikurangi dengan 1 dB untuk
setiap 3 dB kelebihan gain.
14
Benchmarking Regulasi Singapura
Pada 2.4 GHz
Pada band 2.4 GHz digunakan untuk
Wireless LAN dengan syarat:
Band 2,400.00 2,483.50 MHz, maksimum
EIRP 100 mW
Band 5,150.00 5,350.00 MHz, maksimum
EIRP 200 mW
Band 5,725.00 5,875.00 MHz, maksimum
EIRP 100 mW
15
Persyaratan Umum (Singapura)
Perangkat WLAN yang bebas license harus
memenuhi hal-hal berikut:
Operasi hanya dalam gedung atau pada site yang
terlokalisasi (localised on site). Untuk
penggunaan outdoor harus berlisensi.
Beroperasi pada band ISM dan low power device
sehingga ada potensi interferensi dan tidak ada
proteksi.
Hanya perangkat yang memenuhi spesifikasi di
bawah berikut yang boleh dijual dan dipakai di
Singapura
16
Persyaratan Teknis (Singapura)
1. Perangkat WLAN beroperasi pada band dan daya output
berikut:
Band 2,400.00 2,483.50 MHz, maksimum 100 mW
EIRP
Band 5,150.00 5,350.00 MHz, maksimum 200
mW EIRP
Band 5,725.00 5,875.00 MHz, maksimum 100 mW
EIRP
2. WLAN yang beroperasi pada band 5.250 5.350 GHz
harus mengimplementasikan Dynamic Frequency
Selection (DFS).
3. WLAN yang beroperasi pada band 5.250 5.350 GHz
harus memakai Automatic Transmitter Power Control
(ATPC) untuk mengurangi daya output rata-rata sebesar
minimal 3 dB. Jika ATPC tidak diimplementasikan maka
batas daya harus dikurangi menjadi 100 mW EIRP.
17
Persyaratan Evaluasi (Singapura)
1. Pengajuan Type Approval harus menjamin bahwa
perangkat telah diuji dan sesuai dengan persyaratan
yang ditetapkan oleh salah satu dari berikut:
i) FCC Rules Part 15.247 or 15.407
ii) MPT 1349
iii) ETSI EN 300 328 or EN 301 893
2. Laporan uji (test report) harus sesuai dengan standar
tersebut di atas dan disertai dengan hal-hal berikut:
i) Daftar semua uji (test) dan peralatan ukur serta
alat tambahan (accessories) yang dipakai
ii) Informasi tentang laboratorium uji di mana
pengujian dilaksanakan
3. Perangkat WLAN harus diuji oleh rumah uji (test
house) yang diotorisasi oleh administrasi negara
yang bersangkutan.
18
Benchmarking Regulasi India Pada
ISM Band
Tahun 2002 NFAP ( National Frequency Allocation Plan)
mengatur bahwa:
Primary Services : komunikasi fixed
Secondary Services : sistem komunikasi mobile
konsekuensi: mobile communication tidak boleh
menginterferensi fixed communication dan tidak bisa
meminta proteksi terhadap
interferensi yang ditimbulkan oleh fixed
communication.
Frekuensi 2.400 2.483,5 MHz : untuk sistem
komunikasi berdaya rendah, berbasis spread spectrum,
non-interference type systems, non-protection dan non-
exclusive.
EIRP : 4 W dengan lebar kanal 10 MHz.
19
Regulasi India Pada ISM Band
Sedangkan sistem komunikasi dengan daya
rendah, berbasis spread spectrum, non-
interference type systems boleh menggunakan
secara bersama-sama pita frekuensi 5.725
5.825 MHz, tetapi tidak ada proteksi dan non-
exclusive.
Penggunaan wireless technology (termasuk
802.11b) untuk outdoor perlu lisensi dari
Wireless Planning Committee (WPC), sedang
Untuk penggunaan indoor tidak memerlukan
lisensi.
20
Kondisi Implementasi 2.4 GHz di
Indonesia
Test Drive (Sampling) di Bandung dan
Jogja untuk wireless LAN -> Peta Hot
Spot
21
Kajian Pola dan
Alternatif Metode
Regulasi
22
Kajian Penetapan Regulasi dan
Pengaturan Pembatasan Daya
Tanpa Lisensi
Keuntungan
Sebagai promosi kompetisi di pasar, rintangan
memasuki pasar rendah.
Menghindari pembatasan karena regulasi.
Kerugian
Berpotensi terbentuk lingkungan yang kurang
teratur.
Sulit mengatur masalah interferensi
23
Penetapan Regulasi dan
Pengaturan Pembatasan Daya
Pembatasan: Berdaya rendah & range
Keuntungan
Memungkinkan memperbesar coverage area jika
populasi yang dilayani bertambah.
Dalam jangka panjang akan mempertinggi
persaingan.
Mendorong untuk melakukan inovasi dan
eksperimen.
Kerugian
Kalau tidak disiplin , Level interferensi dapat naik.
Pita frekuensi mungkin menjadi padat dan tidak
dapat digunakan
24
Pola Pengaturan Bertingkat
Variasi konfigurasi perangkat dapat
diterapkan pada tingkat/macam layanan
yang berbeda. Sebagai contoh Regulator
dapat menetapkan bahwa untuk layanan
jarak jauh dan level daya tertentu hanya
boleh menggunakan antena directional
(P2P). Dengan pengaturan dan batasan
yang jelas akan memudahkan
pemberdayaan regulasi tersebut.
25
Pola Pengaturan Bertingkat
Keuntungan
Mengurangi rintangan memasuki pasar tetapi
masih ada jaminan bahwa interferensi
terkontrol.
Kerugian
Kesulitan dalam regulasi yang bersifat umum,
maka akan lebih sulit untuk menegakkan struktur
bertingkat.
Aturan mengenai konfigurasi perangkat akan
menghambat inovasi.
26
Strategi Implementasi ISM Band
Parameter yang dipertimbangkan:
Alokasi pita frekuensi
Bagaimana kondisi eksisting sistem komunikasi?
Apakah regulasi akan sederhana dalam
implementasi dan pengontrolan serta akan
menguntungkan ?
Bagaimana skala prioritas pihak yang akan
diuntungkan, apa harus ditetapkan ?
27
Strategi Implementasi ISM Band
Paramater yang dipertimbangkan
Apakah alokasi berlaku global atau internal
dalam negeri ?
Apakah interferensi terhadap frekuensi
berlisensi minimal ?

28
Alternatif Pemanfaatan Pita
Frekuensi
1. Tanpa lisensi dan tanpa regulasi
Sistem komunikasi komersial/bisnis dan sistem
ISM dapat menggunakan pita frekuensi yang
berbasis non-interference, non-protection,
dan non-exclusiveness. Konsekuensi sistem
komunikasi komersial/bisnis yang berlisensi
dan ingin memanfaatkan pita frekuensi ini
harus menanggung cost yang tinggi untuk
mengatasi interferensi dari perangkat ISM.
29
Alternatif Pemanfaatan Pita Frekuensi
2. Tanpa lisensi dengan regulasi
Regulasi melekat pada perangkat. Harus
ada mekanisme law enforcement pada
implementasi dilapangan agar sesuai
dengan spesifikasi standar.
Sistem komunikasi komersial/bisnis yang
ingin memanfaatkan pita frekuensi ini harus
melakukan registrasi perangkat, untuk
memperoleh free license
30
Alternatif Pemanfaatan Pita Frekuensi
3. Lisensi dan dengan regulasi
Regulasi melekat pada perangkat. Harus
ada mekanisme law enforcement pada
implementasi dilapangan agar sesuai
dengan spesifikasi standar.
Sistem komunikasi komersial/bisnis yang
ingin memanfaatkan pita frekuensi ini
harus mendapatkan license .

31
Multi Sharing Pita Frekuensi
Pada pola pendekatan kebijakan ini pita frekuensi
digunakan secara bersama-sama.
1. Pita frekuensi 2.4 dan 5 GHz digunakan multi sharing dengan
cara mengatur kanal mana yang untuk komunikasi komersial
/bisnis (berlisensi) dan kanal yang tanpa lisensi-> KANALISASI
! (Secara Teknologi sulit diaplikasikan, karena semua
perangkat di import)
2. Hanya salah satu pita frekuensi 2.4 atau 5 GHz saja yang
ditetapkan sebagai un-licensed band. Secara bertahap, tapi
berjangka waktu, operator berlisensi yang menggunakan pita
frekuensi ini akan memindahkan frekuensinya ke pita
frekuensi lain.
3. Pita frekuensi 2.4 dan 5 GHz, digunakan secara bersama-sama
antara layanan yang berlisensi dan tak berlisensi , dengan
prioritas layanan berlisensi. Pemisahan dilakukan secara
geografis -> GEOGRAPHIC SEPARATION!
32
Klasifikasi Layanan WLAN Pada 2.4
GHz Untuk Penentuan Lisensi
1. Layanan berlisensi untuk keperluan Bisnis bagi
perusahaan besar
2. Layanan tanpa Lisensi untuk keperluan
komersial bagi UKM
3. Layanan tanpa Lisensi untuk keperluan Publik
(Sekolah, Universitas, RS, internal perusahan,
komunitas terbatas, dan keperluan publik lain
yang akan didefinisikan kemudian)

33
II. PERANGKAT WIRELESS
YANG BEROPERASI
PADA 2.4 GHz
34
Teknologi Perangkat Wireless
di 2.4 GHz
Bluetooth
Perangkat dengan standar IEEE 802.11 (WiFi)
802.11b
802.11a
802.11g
Microwave Oven
RF Lighting
Cordless Telephone
Video Security System
Wireless Camcoder
Baby monitor, perangkat medis diathermal
35
Karakteristik Perangkat
Bluetooth (standar : IEEE 802.15.1)
Data rate maksimum 1 Mbps (teoritis), 721 kbps secara
praktis.
Frekuensi operasi : 2,40 2,4835 GHz
ERP nominal : 0 - +20 dBm, dengan klasifikasi:
Class 1: +4 hingga +20 dBm (2,5 100 mW) , wajib ada power control
Class 2: 0 hingga +4 dBm (1,0 2,5 mW), power control opsional
Class 3: hingga 0 dBm (1,0 mW)
Jarak dekat, antara 10 m - 100 m
Modulasi: FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum),
dengan lebih dari 75 hop frekuensi dan spasi kanal 1 MHz,
1600 hop/detik (dwell time: 625 mikrodetik) .
36
Karakteristik Perangkat
IEEE 802.11 (WiFi)
IEEE 802.11a
Data rate maksimum adalah 54 Mbps
Frekuensi operasi :
5,15 5,35 Ghz (U-NII 1) di Amerika
5,47 5,725 GHz di Eropa
5,725 5,85 Ghz
Modulasi: Orthogonal Frequency Division Multiplex
(OFDM)
ERP nominal : +16 dBm dengan antena 6 dBi
Jarak sedang, biasanya 30 m (indoor) dan 300m
(Outdoor)
User yang didukung: hingga 256 per Access Point,
Roaming antar Access Point
37
Karakteristik Perangkat
IEEE 802.11 (WiFi):
IEEE 802.11b
Data rate per kanal maksimum 11 Mbps
Frekuensi operasi : 2,40 2,4835 GHz
Metoda Modulasi: DSSS (Direct Sequence Spread
Spectrum)
Nominal ERP : +10 - +23 dBm, biasanya 15 dBm
Jarak medium, biasanya 90m(indoor) - 450m
(outdoor)
Statiun yang didukung : hingga 256 per Access Point
Roaming antara Access Point
Penggunaan : Access Point, Router, Bridge, Video
Txer.
38
Karakteristik Perangkat
IEEE 802.11 (WiFi)
IEEE 802.11g
Data rate maksimum 54 Mbps
Frekuensi operasi: 2,40 2,4835 GHz
Modulasi: OFDM (Orthogonal Frequency Division
Multiplexing)
Nominal ERP : +10 hingga +20 dBm, biasanya 15
dBm
Jarak Sedang, 100m (indoor) - 400m (outdoor)
Stasiun yang didukung : hingga 256 per Access
Point
Roaming antar Access Point
39
Karakteristik Perangkat
Perangkat lain (bukan untuk telekomunikasi) namun
emisinya harus diperhitungkan akibat daya yang
digunakan oleh perangkat tersebut cukup besar
Microwave oven, daya 500 800 W, frek = 2.4 GHz
RF (fusion) Lighting, 5700 K, 95 lumens/W, f = 2.4
GHz
Perangkat medis diathermal
Baby monitor
Garage Opener
Perangkat-perangkat di atas, bekerja pada daerah
yang terbatas, dan waktu yang tidak terus menerus
40
DATA PERANGKAT
Data Perangkat Selengkapnya ada pada
Interim Report
41
III. TREN TEKNOLOGI
DAN APLIKASI
42
TREN TEKNOLOGI & APLIKASI
Infrared technology
bandwidth terbatas, jarak dekat,
contoh aplikasi : antar PC, grafik dengan resolusi rendah.
Bluetooth
Komunikasi device to device, low power, short range 10 meter
contoh aplikasi : mobile phones, headsets, PDA, note book,PC.
Radio Frequency Identification Tags (RFID)
Teknologi baru,murah, untuk Identifikasi,
contoh aplikasi : pengganti plastic cards, inventory control, tracking product
dalam production line, lebih presisi dibanding label barcode
Zigbee
Frekuensi 868 MHz & 915 MHz, rate 128 kbps.
contoh aplikasi : home automation, remote controls, toys, health care
monitoring, asset management, access control
WiFi (wireless Fidelity)/wireless Ethernet
Standar WLAN : IEEE 802.11a, b, g, range : 30 to 300 m; broadband
access.
WiMAX
IEEE 802.16x, untuk standar industri dibuat oleh IEEE dan ETSI
Unlicensed maupun licensed spectrum,Broader band, mobility.
43
TREN TEKNOLOGI & APLIKASI
WiFi

Standar IEEE 802.11b IEEE 802.11a IEEE 802.11g
Frekuensi 2.4 GHz 5 GHz 2.4 GHz
Max. data
rate
11 Mbps 54 Mbps 54 Mbps
Jarak (in/out
door)
30-100m/
100-300m
10-30m/
100-300m
10-30m/
100-300m

Masuk pasar 1999 1999 2004
Availability Global US Global
44
TREN TEKNOLOGI & APLIKASI
WiMax

Standar IEEE 802.16 IEEE 802.16a
IEEE 802.16d/e
Spectrum 10 - 66 GHz < 11 GHz < 6 GHz
data rate 32-134 Mbps
in
BW: 28 MHz
< 75 Mbps in
BW: 20 MHz
< 15 Mbps in
BW : 5 MHz
Jarak/radius 2 5 km 7 10 km
Max. 50 km
2 5 km

Mobilitas fixed Fixed,
portable
Full mobile
Completed Dec. 2001 Jan. 2003 Mid. 2004
45
Perbandingan Teknis
WiFi dan WiMax
802.11 (WiFi) 802.16 (WiMax) Perbedaan Teknis
Jarak Dibawah 9 km
(P2P) & 300m
(P2MP)
Hingga 50 km Teknik 256 FFT di 802.16
menyebabkan jarak jangkauan yang
jauh
Coverage Optimal untuk
Indoor
Outdoor Non-
LOS
802.16 memiliki gain yang lebih tinggi
Skalabilitas LAN (user max
256 per AP,
tipical puluhan
user), Kanal fix
20 MHz
Sampai 100
pengguna,
Kanal bervariasi
1,5 sd 20 MHz
Pengaturan pintar slot-slot TDMA
Bitrate 1 sampai 54
Mbps
Sampai 100
Mbps di kanal
20 MHz
Teknik modulasi, error correction
QoS Tidak dirancang
mendukung QoS
QoS dirancang
di MAC
Pengaturan pintar slot-slot TDMA
46
Standar ETSI dan IEEE Pada ISM Band
Standar
Ratificatio
n
RF band Max.
Data
Rate
Physical
Layer
Typical
Range
IEEE
802.11
Jun. 1997

2.4 GHz

2 Mbps

FHSS,
DSSS, IR
50-100m
IEEE
802.11b
Sept. 1999

2.4 GHz

11 Mbps

DSSS/CCK

50-100m

IEEE
802.11a
Sept. 1999 5 GHz

54 Mbps OFDM 50-100m
IEEE
802.11g
June 2003

2.4 GHz 54 Mbps

OFDM,
PBCC
50-100m

ETSI
HIPERLAN
/1
Early 1996

5 GHz

23.5 Mbps

GMSK


50m

ETSI
HIPERLAN
/2
Feb. 2000 5 GHz 54 Mbps OFDM 50m
indoor,
300m
outdoor
MMAC
HiSWANa
April 1999

5 GHz

27 Mbps

OFDM

100-150m

47
TERIMA KASIH