Anda di halaman 1dari 10

KONTRIBUSI ASAP KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KESEHATAN

MASYARAKAT DI KOTA JAMBI


Meyliana Santy, Nova Srikandi
*

ABSTRAK
Perencanaan transportasi mutlak diperlukan untuk mendukung aktivitas
masyarakat perkotaan saat ini. Penggunaan jasa transportasi akan terus meningkat
seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan kecenderungan untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Kota Jambi merupakan salah satu kota kecil namun padat penduduk di
Indonesia. Sebagai salah satu kota yang padat penduduk dengan beragam aktivitas,
tentunya mereka menggunakan jasa transportasi, baik umum maupun pribadi untuk
mempermudah mobilitas mereka. Hal tersebut mengakibatkan kualitas udara di Kota
Jambi semakin memburuk, yang nantinya akan berpengaruh besar terhadap tingkat
kesehatan penduduk karena asap buang gas kendaraan bermotor mengandung karbon
monooksida (CO), karbon dioksida (CO
2
)
,
nitrogen oksida (NOx), hidrokarbon (HC),
sulfur dioksida (SO
2
), timbal (Pb) dan partikulat debu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket
(kuisioner), dan studi literatur/studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah
teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada
pengaruh yang cukup besar antara emisi gas buang kendaraan bermotor terhadap
kesehatan masyarakat Kota Jambi. Umumnya, masyarakat menderita penyakit ISPA
(Infeksi Saluran Pernafasan Akut), sesak nafas, batuk-batuk, mata perih, dan lain-lain.
Jumlah penderita penyakit akibat emisi gas buang kendaraan bermotor akan terus
bertambah seiring dengan menurunnya kualitas udara akibat pertambahan jumlah
kendaraan bermotor.


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk semakin meningkat dengan
nilai konsumsi atas barang dan jasa yang meningkat pula sehingga dapat
menimbulkan efek terhadap lingkungan hidup. Sebagai contoh, perencanaan
transportasi mutlak diperlukan untuk mendukung aktivitas masyarakat perkotaan
saat ini. Penggunaan jasa transportasi akan terus meningkat seiring dengan
peningkatan jumlah penduduk dan kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan
hidup. Hal ini dikarenakan tidak semua fasilitas yang dibutuhkan masyarakat berada
pada satu tempat.
Aktivitas transportasi tidak selamanya membawa dampak positif melainkan
juga membawa dampak negatif. Salah satunya yaitu dampak terhadap lingkungan

*
Penulis adalah siswa SMA 3 Jambi
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
sekitarnya. Khusus di daerah perkotaan, sektor transportasi merupakan kontribusi
terbesar polusi udara. Hal ini disebabkan karena meningkatnya jumlah kendaraan
bermotor setiap tahunnya yang sebanding dengan meningkatnya emisi gas buang
kendaraan bermotor. Keadaan ini dapat diperparah lagi apabila kendaraan bermotor
tersebut tidak melakukan pemeriksaan emisi dan perawatan secara rutin.
Kota Jambi merupakan salah satu kota kecil namun padat penduduk di
Indonesia. Sebagai salah satu kota yang padat penduduk dengan beragam aktivitas,
tentunya mereka menggunakan jasa transportasi, baik umum maupun pribadi untuk
mempermudah mobilitas mereka. Hal tersebut yang tidak dapat dihindari. Kualitas
udara di Kota Jambi semakin memburuk, yang nantinya akan berpengaruh besar
terhadap tingkat kesehatan penduduk. Untuk itu, perlu dilakukan suatu studi untuk
mengetahui seperti apa keterkaitan antara transportasi khususnya kendaraan
bermotor terhadap kesehatan penduduk khususnya di Kota Jambi sehingga lahirlah
karya tulis ilmiah yang berjudul Kontribusi Asap Kendaraan Bermotor Terhadap
Kesehatan Masyarakat Di Kota Jambi .

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang karya tulis ilmiah yang telah dijelaskan
sebelumnya, maka penulis merumuskan beberapa permasalahan yaitu sebagai
berikut :
1. Bagaimana potensi emisi gas buang kendaraan bermotor sebagai pencemar udara
? ;
2. Bagaimana peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kota Jambi tiap tahunnya
? ;
3. Zat apa yang menyebabkan emisi gas buang dari kendaraan bermotor berbahaya
bagi kesehatan manusia ? ; dan
4. Bagaimana keterkaitan antara emisi gas buang kendaraan bermotor terhadap
tingkat kesehatan masyarakat di Kota Jambi ?

1.3 Tujuan
Tujuan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui potensi emisi gas buang kendaraan bermotor sebagai
pencemar udara ;
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
2. Untuk mengetahui jumlah peningkatan kendaraan bermotor di Kota Jambi tiap
tahunnya ;
3. Untuk mengetahui zat hasil emisi gas buang kendaraan bermotor yang berbahaya
bagi kesehatan manusia ; dan
4. Untuk mengetahui keterkaitan antara emisi gas buang kendaraan bermotor
terhadap tingkat kesehatan masyarakat di Kota Jambi.

1.4 Manfaat
Karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi atau
pengetahuan sehingga dapat mengetahui bahaya dari emisi gas buang kendaraan
bermotor yang digunakan tiap harinya bagi kesehatan manusia itu sendiri. Selain itu,
karya tulis ilmiah ini juga diharapkan dapat menyadarkan masyarakat kota di
Indonesia akan pentingnya udara yang bersih dan sehat.

II. TELAAH PUSTAKA
2.1 Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin
pembakaran dalam maupun mesin pembakaran luar yang dikeluarkan melalui sistem
pembuangan mesin.
Proses pembakaran merupakan proses oksidasi yang memerlukan oksigen.
Untuk menghasilkan tenaga pada kendaraan bermotor berbahan bakar minyak bumi,
maka terjadi reaksi kimia berupa pembakaran senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon
yang biasa digunakan adalah oktana. Proses pembakaran pada kendaraan bermotor,
ikatan hidrokarbon (HC) pada bahan bakar (BB) hanya akan bereaksi dengan
oksigen pada saat proses pembakaran sempurna dan menghasilkan air (H
2
O) serta
karbondioksida (CO
2
) sedangkan nitrogen akan keluar sebagai N
2
. Pada dasarnya,
reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
C
8
H
18
(oktana) + 25/2O
2
8CO
2
+ 9H
2
O
Reaksi tersebut adalah reaksi pembakaran yang terjadi secara sempurna
walaupun masih terdapat polutan, yaitu karbon dioksida (CO
2
). Teoritis pembakaran
sempurna didapat dengan perbandingan udara/BB (Air to Fuel Ratio) adalah 14,7
dan sering disebut sebagai Stoichiometry, juga sering disebut sebagai perbandingan
Lambda=1.
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
.
2.2 Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Emisi
Emisi gas buang tiap-tiap kendaraan bermotor tidak sama satu dengan yang
lainnya. Perbedaan komposisi kandungan senyawa kimia gas buang kendaraan
bermotor tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis bahan bakar yang
digunakan, kondisi mengemudi, jenis mesin (tahun pembuatan dan tipe), alat
pengendali emisi bahan bakar, suhu operasi, dan berbagai faktor lainnya. Namun
faktor yang paling berpengaruh adalah jenis mesin. Dalam hal ini terdapat lima jenis
mesin, yaitu mesin empat langkah, dua langkah, mesin bensin, mesin diesel, dan
mesin rotari.
Bahan bakar juga sangat penting dalam menentukan tingginya emisi suatu
kendaraan. Contohnya jika kendaraan berkompresi rendah diisi dengan bensin
beroktan tinggi, maka mesin akan lebih cepat terkena karat. Sehingga kerja mesin
menjadi kurang optimal. Selain itu kinerja mesin juga tidak meningkat, malah mesin
menjadi cepat panas dan boros. Dengan tidak efisiennya mesin, emisi pun menigkat
sehingga polusi semakin bertambah.
Lalu apabila sebaliknya (mesin kompresi tinggi diisi dengan bensin oktan rendah),
ledakan akan terjadi beruntun pada ruang pembakaran yang semestinya hanya boleh
terjadi satu ledakan. Hal ini terjadi karena bensin beroktan rendah lebih cepat
terbakar sehingga terjadi ledakan beruntun pada ruang pembakaran mesin kompresi
tinggi. Dengan adanya ledakan tersebut, mesin menjadi rusak dan emisi menjadi
naik dan polusi pun bertambah.

2.3 Pencemaran Udara
Saat ini, masalah pencemaran udara sudah sering didengar, baik di kalangan
intelektual maupun orang awam. Bahkan masalah pencemaran udara telah menjadi
masalah dunia, dimana semua orang turut merasakan akibatnya. Polusi atau
pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat
energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas
lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi
kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-
undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
Definisi tentang pencemaran (polusi) udara telah banyak disampaikan oleh
beberapa ahli diantaranya Lee dan Parkins. Polusi udara menurut CC. Lee : 1997
adalah sebagai berikut.
Air pollution means the presence in the atmosphere of one or more
air contaminants in sufficient quantities and of such characteristics and
duration as to be injurious to human, plant, or animal life, to health, or to
property, or to unreasonably interfere with the enjoyment of life or property


Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pencemaran (polusi) udara
adalah masuknya zat lain ke dalam udara, baik disengaja maupun secara alamiah,
sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang dapat menyebabkan
gangguan dan atau kerugian terhadap makhluk hidup atau benda-benda di
sekitarnya. Bahkan sering disampaikan pula bahwa masuknya zat tersebut tidak
hanya merupakan zat namun juga dapat berupa makhluk hidup, energi atau
komponen lainnya (berbentuk gas dan atau partikel kecil/aerosol) termasuk juga di
dalamnya adalah kebisingan yang berasal dari kegiatan manusia atau oleh proses
alam.
.
2.4 Dampak Emisi Gas Buang
Emisi gas buang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia
melalui berbagai cara, antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor
pencetus sejumlah penyakit. Kelompok yang terkena terutama bayi, orang tua dan
golongan berpenghasilan rendah biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi
perumahan dan lingkungan yang buruk.Polusi kendaraan mempengaruhi manusia di
lebih dari satu cara. Emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan bermotor adalah
racun tidak hanya untuk manusia, tetapi untuk semua makhluk hidup lainnya.

III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada :
Hari, Tanggal : Senin, 18 Juli 2011 dan Jumat, 22 Juli 2011
Tempat : Dinas Pendapatan Kota Jambi, Dinas
Kesehatan Kota Jambi, PT PERTAMINA,
dan BAPEDALDA Kota Jambi.
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

3.2 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara yang
dilakukan penulis kepada staf/pegawai Dinas Pendapatan Kota Jambi, Dinas
Kesehatan Kota Jambi, PT PERTAMINA, dan Badan Pengendalian Dampak
Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) Kota Jambi dengan mengajukan sejumlah
pertanyaan. Selain itu penulis juga menggunakan metode angket (kuisioner) yang
diberikan kepada setiap siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Penulis
juga menggunakan metode studi literatur/studi pustaka untuk mendukung data-data
yang telah dikumpulkan.

3.3 Populasi dan Sampel
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kendaraan bermotor di Kota
Jambi. Sementara, penulis mengambil sampel sebanyak 50 penduduk Kota Jambi
(baik pengendara maupun bukan) yang merupakan pelajar SMA Negeri 3 Kota
Jambi yang kemudian akan didata seberapa besar pengaruh asap kendaraan terhadap
kesehatan mereka masing-masing.

3.4 Data dan Sumber Data
Data dan sumber data diperoleh dalam karya tulis ilmiah ini berasal dari
hasil wawancara yang penulis lakukan. Selain itu, sumber data juga diperoleh dari
angket yang penulis sebarkan kepada 50 pelajar (baik pengendara maupun bukan).
Hasil wawancara dan angket tersebut juga berpanduan kepada buku-buku dan
artikel-artikel yang ada di internet.

3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan
menggunakan metode skala, yaitu suatu metode pengambilan data di mana data-data
yang diperlukan dalam penelitian diperoleh melalui pernyataan atau pertanyaan
yang diajukan kepada responden mengenai suatu hal yang disajikan dalam bentuk
suatu daftar pertanyaan (Koentjaraningrat, 1994 : 173).

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik
analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis kualitatif data yang berupa reduksi
data, display data kemudian mengambil kesimpulan dan verivikasi digunakan untuk
menganalisis hasil wawancara dan hasil penyebaran angket (kuisioner) kepada 50
pelajar di Kota Jambi.
Sedangkan teknik analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data
dari hasil wawancara yang berupa kenaikan jumlah kendaran bermotor di kota Jambi
pada tahun-tahun tertentu, jumlah kenaikan dampak dari emisi gas buang kendaraan
bermotor di Kota Jambi terhadap masalah kesehatan yang dihadapi dan lain-lain
yang ditulis dalam bentuk persentase dan juga diagram.

IV. PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Kota Jambi merupakan salah satu kota kecil di Indonesia namun padat
penduduk. Hal tersebut terjadi karena tidak idealnya perbandingan antara luas
wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk. Laju pertumbuhan penduduk rata-rata
di Kota Jambi dari tahun 2000 hingga 2005 adalah 3,37 %. Pertumbuhan penduduk
tersebut berbanding lurus dengan tingkat transportasi. Setiap tahunnya, jumlah
kendaraan bermotor yang berada di Kota Jambi selalu meningkat. Berdasarkan data
yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Kota Jambi, jumlah kendaraan bermotor
yang terdaftar di kantor pelayanan pajak kendaraan bermotor tersebut dilampirkan
dalam tabel berikut.
Tabel Jumlah Kendaraan Bermotor Yang Terdaftar Di KPP
Tahun

Jenis
kendaraan

Jumlah

Tatol
Kendaraan
Dalam
(%)
Roda 4 Roda 2
2005 51.433 359.816 411.249 10,30 %
2006 56.966 441.601 498.567 12,48 %
2007 63.311 529.886 593.197 14,85 %
2008 73.015 657.084 730.099 18,28 %
2009 80.752 730.012 810.764 20,30 %
2010 90.672 859.727 950.399 23,79 %
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
Total 3.994.275
100%
Sumber : Dinas Pendapatan Kota Jambi

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah kendaraan, baik roda 4
maupun roda 2 selalu meningkat setiap tahunnya dengan kenaikan rata-rata sebesar
2,70 % tiap tahunnya atau sama dengan sekitar 107.845 buah kendaraan bermotor
setiap tahun.
Sementara itu, berdasarkan data yang penulis dapat dari Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) Kota Jambi, untuk saat
ini, kualitas udara ambien kota Jambi masih berada pada ambang batas normal
(baik). Namun, akan terjadi kecenderungan yang meningkat pada trend
pertumbuhan ambang batas kualitas udara. Hingga pada tahun tertentu, ambang
batas ini akan melebihi ambang batas normal (baik) karena terjadi peningkatan
jumlah kendaraan bermotor seiring dengan berjalannya waktu. Dari sampel
kendaraan bermotor sebanyak 504 unit yang diambil BAPEDALDA untuk uji emisi
pada tahun 2008, sebanyak 135 unit atau 26,8 % kendaraan tidak lulus uji emisi.
Hal ini jugalah yang menyebabkan semakin tingginya tingkat polusi udara di Kota
Jambi.

4.2 Pembahasan
Bahaya gas buang kendaraan bermotor terhadap kesehatan tergantung dari
toksisitas (daya racun) masing-masing senyawa dan seberapa luas masyarakat
terpajan olehnya. Pada umumnya istilah dari bahaya terhadap kesehatan yang
digunakan adalah pengaruh bahan pencemar yang dapat menyebabkan
meningkatnya resiko atau penyakit atau kondisi medik lainnya pada seseorang atau
kelompok orang. Pengaruh ini tidak dibatasi hanya pada pengaruhnya terhadap
penyakit yang dapat dibuktikan secara klinik saja, tetapi juga pada pengaruh yang
pada suatu mungkin juga dipengaruhi faktor lainnya seperti umur.
Dari hasil penyebaran angket yang penulis lakukan kepada 50 pelajar SMA
N 3 Kota Jambi (baik pengendara sepeda motor maupun bukan) ternyata didapatkan
hasil bahwa sebanyak 32 siswa menggunakan kendaraan bermotor (kesemuanya
adalah beroda dua). Sementara 18 siswa lainnya tidak menggunakan kendaraan
bermotor melainkan diantar-jemput oleh orang tua mereka.
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan sebelumnya, maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa asap kendaraan bermotor memiliki pengaruh yang
cukup besar terhadap kesehatan masyarakat di Kota Jambi. Namun, pengaruh dari
pencemaran/polusi udara khususnya akibat kendaraan bermotor tidak sepenuhnya
dapat dibuktikan karena sulit dipahami dan bersifat kumulatif. Penyakit yang paling
umum dan dominan yang diderita oleh masyarakat Kota Jambi adalah penyakit
saluran pernafasan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Penyakit
tersebut akan terus menyerang penduduk Kota Jambi karena jumlah kendaraan
bermotor terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang
akhirnya akan memperparah kondisi udara di Kota Jambi.

5.2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat
diajukan saran-saran sebagai berikut :
1. Pemerintah hendaknya lebih serius memperhatikan tentang pengendalian
pencemaran udara terutama dengan lebih intensif melakukan pemeriksaan gas
buang (uji emisi) kendaraan bermotor baik untuk roda dua maupun roda empat
(pribadi maupun dinas) dan mensosialisasikan pentingnya perawatan kendaraan
bermotor ;
2. Pemerintah sebaiknya menetapkan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB)
yang pernah dilaksanakan di Jakarta dimana seluruh lapisan masyarakat tanpa
terkecuali hanya diperbolehkan menggunakan sepeda ;
3. Masyarakat hendaknya memiliki prinsip hemat dalam mengonsumsi kendaraan
bermotor dengan mengurangi jumlah kendaraan pribadi dan menggunakan
kendaraan umum.
4. Kepada semua masyarakat yang berkompeten agar menciptakan bahan bakar
alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti CNG (Compressed Natural Gas),
LPG, dan minyak nabati.

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal dan Sukoco. 2009. Pengendalian Polusi Kendaraan.Bandung :
ALFABETA
Sukardjo. 2009. Kimia SMA/MA. Jakarta : PT Bumi Aksara

________. Bahan Bakar Minyak Untuk Kendaraan Bermotor, Rumah Tangga,
Industri, dan Kapal. Jakarta : PERTAMINA

http://ada-blazer.blogspot.com/2009/12/polusi-kendaraan-bermotor.html (diakses
tanggal 06 Juli 2011)

http://cepot.wordpress.com/2006/11/04/analisa-emisi-gas-buang/ ( diakses tanggal 09 Juli
2011 )

http://forum.otomotifnet.com/otoforum/showthread.php?4911-Polusi-mesin-kendaraan-
bermotor ( diakses tanggal 06 Juli 2011 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Emisi_gas_buang ( diakses tanggal 09 Juli 2011 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_udara ( diakses tanggal 08 Juli 2011 )
http://kafemotor.wordpress.com/2007/11/09/bahaya-polusi-kendaraan-bermotor-i/ (diakses
tanggal 06 Juli 2011)
http://radmarssy.wordpress.com/2007/02/06/dampak-polusi-asap-kendaraan-bagi-kesehatan/
( diakses tanggal 06 Juli 2011 )

http://sains.kompas.com/read/2009/12/07/07514859/ada.seribu.racun.di.asap.kendaraan (
diakses tanggal 09 Juli 2011 )

http://techno.okezone.com/read/2011/04/08/56/443806/awas-polusi-kendaraan-sebabkan-
kerusakan-otak ( diakses tanggal 06 Juli 2011 )

http://www.i-berita.com/hot/awaspolusi-kendaraan-sangat-berbahaya-bagi-kesehatan.html (
diakses tanggal 06 Juli 2011 )

http://www.ligagame.com/forum/index.php?topic=69747.0;wap2 ( diakses tanggal 09 Juli
2011 )







Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.