Anda di halaman 1dari 38

Yusra Pintaningrum

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram RSUP NTB


2012
1. Lokasi : tempat asal keluhan dan penjalaran
2. Kualitas : seperti ditimpa benda berat, diremas
3. Kuantitas : berat, jumlah, lama keluhan
4. Kronologi: permulaan timbul sampai sekarang
5. Setting: dihubungkan waktu, saat
bekerja/istirahat
6. Faktor yang memperberat atau memperingan :
merubah posisi,obat,istirahat
7. Keluhan yang menyertai
1. Riwayat penyakit dahulu : hipertensi,
diabetes melitus, demam rematik,
penyakit jantung kongenital, dsb
2. Riwayat kebiasaan : makan, merokok,
alkohol
3. Riwayat pengobatan
4. Riwayat keluarga
5. Riwayat kehamilan
1. Sesak nafas : dyspnoe on effort (ec.
tekanan arterial krn vena pulmonal)
DD: - PPOK, anemia, hipertiroid,
obesitas, tidak pernah olahraga
Paroxysmal Nocturnal dyspnea edema
interstitial paru oleh karena gagal
jantung kiri
Orthopnea sesak berkurang posisi
duduk
2. Nyeri dada
- Kardiak : angina pectoris, IMA, aorta stenosis,
Pericarditis akut, diseksi aorta
- Non Kardiak :
a. sistem respirasi : bronkitis, emboli paru,
pleuritis, pneumothorax
b. Sistem neuromuskuler : myalgia
c. Sistem skeletal : osteitis, chondritis daerah
thorakal
d. Psikiatri
e. Sistem gastrointestinal : esofagitis, ulcus
pepticum, gastritis, cholecystitis, pancreatitis
3. Palpitasi
DD:
- Takikardia
- irama ektopik
- stroke volume pada regurgitasi katup
- hiperdinamik/hiperkinetik (anemia,
hipertiroid)
- bradikardi mendadak o.k. Heart block
4. Syncope
Kardiak :
- aritmia : TAVB
- obstruksi aliran darah
- obstruksi aliran darah melalui jantung atau
paru : AS, MS, Myxoma, TOF, PPH, Pulmonary
emboli, pericardial tamponade, prosthetic valve
dysfunction
Non Kardiak
- Penyakit serebrovaskular
- epilepsi
- sindroma hiperventilasi pada px psikoneurosa
5. Batuk :
- hipertensi vena pulmonalis,
- edema paru interstitial dan alveoler
- kompresi saluran trakeo-bronkial
(aneurisma aorta)
Batuk darah:
- edema paru akut
- mitral stenosis
- hipertensi pulmonal tipe arteri (PPH,
eisenmenger syndrome)
6. Fatigue : cardiac output
7. Klaudikasio intermiten : iskemia
ekstremitas bawah
8. Edema
DD: - Malnutrisi (hipoalbumin)
- sirosis hepatis
- nephrotic syndrome
- elephantiasis ( obstruksi limfe)
9. Sianosis
- central : saturasi oksigen arteri (R-L
shunt)
- perifer : sekunder oleh karena
vasokonstriksi kulit ( cardiac output)
Posisi duduk dapat lebih rendah 10-15
mmHg dibanding berdiri.
Apabila turun > 20 mmHg hipotensi
orthostatik
TD lengan kanan dan kiri dapat berbeda
5-10 mmHg.
Apabila > 10-15 mmHg obstruksi
arteri pada daerah TD yg rendah
Keadaan yang mempengaruhi:
1. stres, emosi, nyeri, latihan fisik, berdiri
TD meningkat
2. Berbaring TD turun
3. Cuff terlalu besar TD lebih rendah
4. Cuff terlalu kecil TD lebih tinggi
5. Otot lengan tegang TDD meningkat
10%
1. Frekuensi
2. Irama
3. Pengisian (amplitudo) : A. Carotis, A. brakhialis,
A. Radialis, Aorta, A. Femoralis, A. Poplitea, A.
Dorsalis Pedis, A.Tibialis Posterior
Derajat :
0 = tidak teraba
1+ = melemah
2+ = normal
3+ = hiperaktif
4+ = pulsasi berlebihan
4. Elastisitas : diagnostik atherosklerosis
5. Kualitas khusus : kontur
1. Pulsus Magnus (Pulsus seller, Water-
Hammer pulse) : wide pulse pressure
PDA, AV fistula, Aorta regurgitasi, Beri-
beri, tirotoksikosis, nervositas
2. Pulsus Parvus : kontur normal, amplitudo
rendah isi sekuncup rendah : MS, IMA,
shock, perikarditis konstriktif
3. Pulsus Tardus (Anacrotic Pulse)
fonografi gelombang nadi landai, puncak
melebar, amplitudo kecil : AS
4. Pulsus bisferiens (bifid pulse) :
dua puncak sistolik yang teraba dengan
palpasi : AR
5. Spike and dome pulse :
dua puncak sistolik, tajam diikuti tumpul :
Idiopathic Hypertrophic Subaortic
Stenosis
6. Dicrotic Pulse :
dua gelombang, sistolik dan diastolik :
IMA pada penderita muda, hipovolemia
7. Pulsus alternans : nadi teratur, besar
amplitudo tidak konstan
8. Pulsus paradoksus: penurunan TDS > 10
mmHg saat inspirasi : tamponade
jantung, perikarditis konstriktif, PPOM
9. Pulsus deficit : perbedaan antara
frekuensi denyut jantung dengan
frekuensi nadi
CVP = tekanan atrium kanan melihat
pulsasi vena jugularis 0
Tekanan RA normal 5 mmHg (+ 7cm)
CVP = + 4,5 cm diatas angulus ludovici
Gagal jantung kanan
Penekanan hipokondrium kanan 30-60
detik
Bila kenaikan CVP lebih dari 1 cm
gagal jantung kanan
1. Gagal jantung kanan
2. Fluid/ volume overload
3. Obstruksi inflow atrium kanan : Vena
cava superior syndrome
4. Obstruksi inflow ventrikel kanan:
perikarditis konstriktif, tamponade
perikard, pneumotoraks, efusi pleura
masif, trikuspid stenosis
5. Venokonstriksi karena simpatis >>
1. Deformitas : sindroma marfan (pectus
excavatum, skoliosis), PJB dengan RVH
(voussure cardiaque)
2. Pulsasi normal
3. Pulsasi abnormal
1. Pulsasi normal
2. Pulsasi abnormal : pulsasi berlebihan
pressure overload (AS, HT) ; pulsasi
melebar volume overload
3. Suara yang teraba
Menetapkan batas kiri dan kanan jantung
Punya arti pada: efusi perikard dan
aneurisma aorta
Perkusi : dari lateral ke medial
Perubahan bunyi sonor dari paru-paru
ke redup batas jantung kiri
Normal : atas : ICS II kiri PSL S (pinggang
jantung ; bawah : ICS V MCL S (ictus)
Batas jantung kanan; lateral ke medial
Agak sulit karena jauh dari dinding
depan thorak
Normal : atas : ICS II psl D ; bawah : ICS
III-IV psl D
1. Penutupan katup M/T
2. M1 mendahului dan lebih keras dari T1
3. Nada rendah bell
4. Sinkron dengan pulsasi apex kordis/
karotis
5. S1 mengeras : katup mitral terbuka lebar
saat sistolik MS, high output, interval PR
memendek
6. S1 melemah : AV block derajat 1,
bradikardia
7. S1 bervariasi : TAVB, AF
1. Penutupan katup A /P
2. Nada tinggi diafragma
3. A2 mendahului dan lebih keras dari P2
4. Fixed splitting(inspirasi dan expirasi)
ASD
5. Paradoxical splitting (jelas expirasi) : P2
mendahului A2 AS, LBBB, PDA, HT
6. Wide splitting : MR, RBBB, PS, ASD
7. Physiologic splitting
1. Akhir pengisian cepat ventrikel
2. Nada rendah
3. Apeks kordis
4. Fisiologis pada anak dan dewasa
5. Patologis : dewasa muda gagal
jantung, amiloidosis, kardiomiopati,
miokarditis
6. = irama gallop protodiatolik /
ventrikuler
1. Distensi ventrikel yang dipaksakan
akibat kontraksi atrium
2. Apeks kordis
3. Fisiologis : anak-anak
4. Patologis : dewasa karena pressure
overload AS /PS
5. Irama gallop presistolik / atrial
6. S3 dan S4 bersamaan = gallop summasi
Pembukaan katup mitral yang abnormal.
Contoh : MS
Katup mitral mekanik : fisiologis
opening click
Awal diastolik sesudah S
2
, sebelum S
3
(harus dibedakan dengan Splitting S
2
)
sering dikelirukan dengan wide splitting
S2 atau opening snap
Ok. Penebalan perikardium pengisian
ventrikel berhenti mendadak
Dilatasi mendadak dari aorta & arteri
pulmonalis
Awal sistolik, harus dibedakan dengan
splitting S
Nada tinggi diafragma
Americal College of Cardiology :
rangkaian panjang vibrasi suara yang
bervariasi dalam intensitas, frekuensi,
kualitas, konfigurasi, lama
1. Perbedaan tekanan
Mitral regurgitasi, mitral stenosis, aorta
regurgitasi, aorta stenosis
1. Bising fungsional
-innocent systolic ejection murmur :
- Atrial septal Defect
3. Mekanisme bising yang lain :
Graham steel murmur pulmonary
regurgitasi
1. Fase : sistolik,diastolik,kontinyu
2. Lokasi dan penjalaran
3. Intensitas : I-VI
4. Nada :rendah, medium, tinggi
5. Lama
6. kualitas