Anda di halaman 1dari 30

1. Apakah gunanya mempelajari Teori Akuntansi ?

Teori Akuntansi adalah sebuah teori yang berkaitan dengan ilmu yang dipakai dalam praktik bisnis,
sehingga saat kita memasuki dunia bisnis kita sudah mempunyai bekal dalam menjalaninya dengan
mempelajari Teori Akuntansi.
Teori Akuntansi juga bermanfaat sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan diharapkan mungkin
terjadi di masa yang akan datang. Dengan mempelajari Teori Akuntansi, kita mengetahui sejarah
akuntansi, struktur akuntansi, proses akuntansi , standar akuntansi, perumusan akuntansi sampai
elemen dan cara penyusunan Laporan Keuangan yang merupakan output dari akuntansi.
Teori Akuntansi merupakan pegangan, pedoman, bahkan kerangka rujukan bagi siapapun yang
berkaitan dengan dunia bisnis ataupun dunia akuntansi dalam menyelesaikan masalah akuntansi.
2. a. Sebutkan beberapa postulat dan konsep teoritis akuntansi!
b. Jelaskan pula perbedaan antara prinsip akuntansi dengan teknik akuntansi menurut
struktur akuntansi tersebut!
Jawab:
a. Beberapa postulat:
-Postulat entitas mengatakan bahwa setiap perusahaan merupakan
unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain. Postulat entitas
merumuskan bidang perhatian akuntan dan membatasi jumlah objek, peristiwa dan atribut peristiwa
yang harus dimasukkan dalam laporan keuangan.
-Postulat kelangsungan usaha, atau postulat kontinuitas, menyatakan bahwa entitas akuntansi akan
terus beroperasi untuk melaksanakan projek, komitmen, dan aktivitas yang sedang berjalan.
-Postulat periode akuntansi Periode akuntansi dibutuhkan investor untuk mengetahui kinerja
operasional perusahaan. Oleh karena itu postulat ini berkebalikan dengan postulat keberlangsungan
usaha.
Postulat unit pengukur menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan proses
mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter.
Konsep teoritisnya:
-Teori Proprietary / Teori Kepemilikan adaalah Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat
kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatan akuntasni dan membuat laporan keuangan
-Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yg terpisah dan berbeda dari pihak yg menyediakan
modal pada entitas
Teori dana memandang unit bisnis terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan
restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya
b. perbedaan antara prinsip akuntansi dengan teknik akuntansi menurut struktur akuntansi adalah
terdapat pada pengertian dan penjelasannya yang pertama yaitu Prinsip-prinsip akuntansi adalah
aturan pengambilan keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan maupun konsep teoritis
akuntansi yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.
Teknik akuntansi adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi yang
menerangkan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi
tersebut.
3.)Jelaskan pengertian:
a. Going Concern
b. Full Disclosure
c. Materiality
d. Conservatism
Jawab:
a. Going concern adalah gagasan dalam akuntansi bahwa bisnis harus dinilai atas dasar asumsi
bahwa ia akan terus ada dan dapat menggunakan aset-asetnya sesuai peruntukannya. Going
concern atau dalil kontinuitas menganggap bahwa entitas bisnis akan melanjutkan operasinya
cukup lama untuk merealisasikan proyek, komitmen, dan aktivitasnya yang berkelanjutan.
Dalil ini mengasumsikan bahwa entitas tersebut akan berlanjut sampai periode yang tidak
dapat ditentukan. Dengan demikian, laporan keuangan menyediakan suatu pandangan
mengenai situasi keuangan dari perusahaan tersebut dan hanyalah merupakan sebagian dari
serangkaian laporan kontinu.
b. Full Disclosure adalah pengungkapan penuh yang mengharuskan laporan keuangan
dirancang dan disusun untuk menggambarkan secara akurat kejadian-kejadian ekonomi yang
telah memengaruhi perusahaan selama periode berjalan dan supaya mengandung informasi
yang mencukupi guna membuatnya berguna dan tidak menyesatkan bagi investor. Lebih
eksplisit lagi, prinsip pengungkapan penuh mengimplikasikan bahwa tidak ada informasi atas
substansi atau kepentingan bagi kebanyakan investor yang akan dihilangkan atau
disembunyikan.
c. Conservatism adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi dalam hal bahwa prinsip
tersebut bertindak sebagai batasan terhadap penyajian data akuntansi yang relevan dan andal.
Prinsip konservatism menganggap bahwa ketika memilih antara dua atau lebih teknik
akuntansi yang berlaku umum, suatu preferensi ditunjukkan untuk opsi yang memiliki
dampak paling tidak menguntungkan terhadap ekuitas pemegang saham. Secara lebih
spesifik, prinsip tersebut mengimplikasikan bahwa nilai terendah dari aktiva dan pendapatan
serta nilai tertinggi dari kewajiban dan beban yang sebaiknya dipilih untuk dilaporkan.
d. Materiality adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi. Prinsip tersebut menganggap
bahwa transaksi dan kejadian yang memiliki dampak ekonomi yang tidak signifikan dapat
ditangani secara sangat cepat, tanpa memedulikan apakah hal tersebut sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum atau tidak.

4. Jelaskan pengertian full disclosure dan sebutkan beberapa tingkatannya !
Jawab:
Full disclosure
Pengertian Disclosure
Kata Disclosure memiliki arti tidak menutupi atau tidak menyembunyikan. Apabila dikaitkan
dengan data, Disclosure berarti memberikan data yang bermanfaat kepada pihak yang
memerlukan. Jadi data tersebut harus benar-benar bermanfaat, karena apabila tidak
bermanfaat, maka tujuan dari pengungkapan (Disclosure) tersebut tidak akan tercapai.
Yang dimaksud dengan prinsip pengungkapan lengkap (full disclousure) adalah menyajikan
informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Karena infomasi yang disajikan itu
merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi dalam satu periode dan juga saldo-saldo dari
rekening-rekening tertentu, tidaklah mungkin untuk memasukkan semua informasi-informasi
yang ke dalam laporan keuangan.
Apabila dikaitkan dengan laporan, Full Disclosure mengandung arti bahwa laporan keuangan
harus memberikan informasi dan penjelasan yang cukup mengenai hasil aktifitas suatu unit
usaha. Dengan demikian informasi yang diungkapkan harus jelas, lengkap dan dapat
menggambarkan secara tepat mengenai kejadian-kejadian ekonomi yang berpengaruh
terhadap hasil operasi unit usaha tersebut.
Tiga tingkatan pengungkapan yang umumnya diusulkan adalah sebagai berikut :
Pengungkapan yang cukup (Adequate)
Disclosure yang minimal harus ada sehingga ikhtisar-ikhtisar keuangan menjadi tidak
menyesatkan.
Wajar (Fair Disclosure)
Tersirat tujuan-tujuan etis untuk memberikan perlakuan yang sama kepada semua pihak
yang merupakan pembaca potensi pembaca potensial dari laporan keungan.
Lengkap (Full)
Berarti penyajian semua informasi yang relevan. Bagi beberapa pihak Full Disclosure
berarti penyajian informasi secara berlebih-lebihan dan karenanya tidak tepat. Informasi
yang berlebih-lebihan adalah berbahaya karena penyajian informasi dengan detail terlalu
banyak justru akan menyembunyikan informasi yang penting dan membuat laporan
keuangan menjadi sukar diinterpretasikan.
Yang paling umum digunakan dari ketiga konsep diatas adalah pengungkapan yang
cukup (Adequate).
Tujuan yang positif dari Disclosure adalah untuk memberikan informasi yang penting dan
relevan kepada para pemakai laporan keuangan, sehingga dapat membantu mereka dalam
membuat keputusan dengan cara yang terbaik. Ini berarti bahwa informasi yang tidak material
atau relevan harus diabaikan apabila kita mengaharapkan bahwa informasi yang disajikan itu
mempunyai makna dan dapat dimengerti.
5. Apa mungkin diterapkan konsep comparability ? Jelaskan.
Jawab :
Konsep comparability mungkin saja bisa diterapkan. Menurut suwardjono (2006:175),
Comparability adalah kemampuan informasi untuk membantu para pemakai untuk
mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara dua perangkat statement keuangan yang
merepresentasi kegiatan dua badan usaha. Dua hal atau lebih dapat dibandingkan kalau mereka
mempunyai beberapa karakteristik bersama sebagai basis perbandingan. Contoh karakteristik
bersama dua perusahaan misalnya asset, pertumbuhan, ukuran, likuiditas, dan laba. Perbandingan
dilakukan biasanya dengan menilai atau mengukur karakteristik bersama secara kualitatif.
Dengan adanya konsep comparability (dapat dibandingkan) maka perusahaan dapat menilai
dan mengukur sejauh mana kinerja mereka apakah sudah meningkat atau masih kurang dari rata-
rata. Selain itu para pemakai laporan keuangan juga perlu membandingkan antara kinerja dan
kekayaan perusahaan dengan melihat laporan keuangan tahun yang lalu dengan tahun yang
sekarang dengan tujuan apakah perusahaan tersebut masih memiliki going concern yang
panjang, hal tersebut bisa membawa keuntungan bagi pihak yang berkepentingan. Sehingga
pihak berkepentingan bisa saja menginvestasikan dananya kembali keperusahaan tersebut. Akan
tetapi, apabila para pemakai laporan keuangan melihat dan membandingkan adanya
ketidakpastian mengenai perusahaan, maka bisa saja mereka menarik atau tidak
menginvestasikan dananya kembali keperusahaan tersebut.
Sumber :Suwardjono.2006.Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan.
Yogyakarta:BPFE-Yogyakarta
6. Sebutkan hal hal yang harus diperhatikan dalam penyajian laporan keuangan agar
disebut Full disclosure!
Menurut Skinner beberapa hal yang harus diperhatikan agar laporan keuangan disebut full
disclosure adalah sebagai berikut:
a. Penjelasan tentang metode dan kebijaksanaan akuntansi. Khususnya untuk penerapan metode
akuntansi yang memerlukan pertimbangan atau apabila metode itu hanya khusus untuk entitas
yang dilaporkan atau apabila ada beberapa alternative metode yang dapatdigunakan.
b. Informasi tambahan untuk membantu melakukan analisis investasi atau menunjukan hak dari
beberapa pihak yang memiliki klaim kepada perusahaan yang dilaporkan.
c. Perubahan kebiijaksanaan akuntansi dengan tahun sebelumnya atau metode penerapannya dan
pengaruh perubahan tersebut.
d. Transaksi yang berasal dari pihak yang mempunyai hak mengontrol perusahaan atau dimana
perusahaan mempunyai hubungan istimewa dengan perusahaan yang dilaporkannya.
e. Aktiva atau kewajiban yang masih bersifat contingency dan yang mengandung komitmen
tertentu.
f. Transaksi keuangan atau transaksi yang bukan operasional yang terjadi setelah tanggal neraca
yang memberikan pengaruh material terhadap posisi keuangan perusahaan sebagaimana
disajikan dalam laporan akhir tahun.
( Sumber : BukuTeoriAkuntansi ; Sofyan Syafri Harahap ; Halaman 89-90 )
7. Sebutkan pengaruh konsep dibawah ini terhadap prinsip/standar akiuntansi! Berikan
contoh!
a. Propitory theory
Menurut konsep ini entity itu dianggap sebagai agen, perwakilan, wakalah atau penugasan
dari pengusaha atau pemilik. Oleh karena itu, proprietor (pemilik) merupakan pusat perhatian
yang akan dilayani oleh informasi akuntansi, yang digambarkan dalam pelaksanaan pencatatan
akuntansi dan penyajian laporan keuangan. Tujuan utama dari teori ini adalah menentukan dan
menganalisis net worth atau kekayaan bersih perusahaan yang merupakan hak si pemilik. Dalam
teori ini kesamaan akuntansinya adalah:

Kesamaan ini dibaca: Pemilik memiliki aset dan sekaligus juga mempunyai kewajiban,
sehingga kekayaan bersihnya adalah kekayaan perusahaan dikurangi dengan kewajiban
perusahaan. Oleh karena itu, teori ini berorientasi pada Neraca atau Balance Sheet Oriented.
Aset dinilai dan neraca disajikan untuk mengetahui dan mengukur perubahaan hak dan
kekayaan pemilik, penghasilan dan biaya dianggap sebagai kenaikan dan penurunan harta
kekayaan pemilik bukan dianggap berasal dari investor atau pengambilan pemilik sehingga
biaya dan dividen adalah pengambilan modal.
Beberapa istilah akuntansi yang dipengaruhi oleh teori ini adalah seperti penyajian
dividen per share, earning per share, equity method dalam pencatatan perkiraan investasi
pada perusahaan lain, dan lain-lain.
b. Entity theory
Menurut teori ini, entity itu dianggap sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak
yang menanamkan modal ke dalam perusahaan dan unit usaha itulah yang menjadi pusat
perhatiaan dan menyajikan informasi yang harus dilayani, bukan pemilik. Unit usaha (entity)
itulah yang dianggap memiliki kekayaan dan kewajiban perusahaan baik kepada kredtor maupun
kepada pemilik. Kesamaan akuntansi menurut teori ini adalah:


Asset Liabilities = Proprietors Equity
Asset = Equities
Asset = Liabilities + Stockholders
Equity

Aset adalah hak perusahaan, equity (pemilik fiktif) merupakan sumber aset yang bias berasal
dari kreditor atas pemilik yang merupakan kewajiban entity. Kreditor dan pemilik sebenarnya
adalah pemilik perusahaan yang merupakan tempat dimana entity memiliki kewajiban. Walaupun
mereka berbeda dalam hal perlakuan atas income, resiko, pengawasan, dan likuidasi. Laba adalah
milik entity sebelum dibagikan kepada pemilik.
Teori entity iniberorientasi pada income atau income oriented atau income statement oriented.
Pertanggungjawaban pada pemilik dilakukan dengan cara mengukur prestasi kegiatan dan prestasi
keuangan yang ditunjukkan entity atau perusahaan. Dengan demikian, income adalah merupakan
kenaikan entity pemilik atau kenaikan kewajiban entity kepada pemilik. Setelah dikurangi hak
kreditor kenaikan entity pemilik terjadi setelah dividen dikeluarkan dan laba ditahan tetap
dianggap sebagai hak milim entity sampai suatu saat dibagikan. Dalam teori ini pajak dan bunga
pinjaman dianggap sebagai bagian laba untuk pemerintah dan kreditor. Oleh karena itu, bukan
biaya.
Beberapa pengaruh teori ini pada metode pencatatan dan penyajiaan akuntansi adalah:
1) penggunaan LIFO dalam menilai persediaan pada masa inflasi.
Metode ini lebih baik dalam penentuan pendapatan daripada FIFO, pada masa inflasi;
2) penyajian laporan keuangan konsolidasi;
3) definisi tentang revenuedan expenseyang lazim sesuai dengan konsep ini.
Kalau teori entity menekankan pada penentuan income dari pemilik, teori Preprietory
menekankan pada penilaian aset, maka kedua teori ini mengarah pada Current Value
Accounting bukan Historical Cost Accounting.
c. Fund theory
Menurut teori yang dikemukakan W. Y. Vatter (1959), ini yang menjadi perhatian bukan
pemilik dan bukan pula perusahaan, tetapi sekelompok aset yang ada dan kewajiban yang harus
ditunaikan yang disebut fund yang masing-masing pos memiliki aturan dalm penggunaannya.
Dengan demikian, teori fund menganggap bahwa unit usaha merupakan sumber ekonomi (funds)
dan kewajiban yang ditetapkan sebagai pembatasan-pembatasan terhadap penggunaan asset atau
fund tersebut.
Dengan demikian kesamaan akuntansinya adalah:


Dalam persamaan ini unit akuntansi didefinisikan dalam istilah aset. Dan penggunaan aset ini
adalah terbatas. Kewajiban merupakan suatu pembatasan ekonomi secara hukum terhadap
penggunaan aset. Teori Fund ini memusatkan perhatian pada harta atau asset centered
dalam arti kata yang menjadi fokus perhatiannya adalah penggunaan aset yang dibatasi.
Teori ini berorientasi pada Laporan Sumber dan Penggunaan Dana. Laporan ini
Aset = Pembatasan Aset
menggambarkan sumber dari mana dana perusahaan dan kemana penggunaan dana
perusahaan. Umumnya teori ini berlaku untuk organisasi pemerintah atau nonprofit
(nirlaba).
Karena dalam organisasi seperti ini fokusnya adalah penggunaan aset yang harus
dikontrol secara penggunaannya yang ditetapkan oleh parlemen (organisasi pemerintah)
atau donator (untuk nirlaba seperti yayasan). Teori ini umumnya dipraktikkan dalam
melaporkan keuangan lembaga pemerintah dan lembaga nonprofit seperti rumah sakit,
universitas, pemerintah pusat, pemerintah kota, kabupaten, propinsi, dan lain-lain. Namun,
bukan berarti tidak berguna bagi perusahaan yang mencari laba seperti untuk Akuntansi Cabang,
Sinking Found, dan lain-lain.

d. Residual equity theory
Sebenarnya ini merupakan baian dari entity theory atau nisa juga disebut sebagai gabungan
antara entity dan proprietory theory. Menurut Andrew Paton (1959) yang menjadi sorotan itu
adalah residual equity bukan semua pemilik, residual equity itu hanya pemegang saham biasa
atau common stockholders. Residual equity dari pemegang saham umum (common stock)
tergambar dari perubahaan pinjaman penilaian aset, laba, laba ditahan dan perubahan dari pemilik
saham lainnya. Di luar common stockholders ini dianggap pihak luar yang diperlakukan sebagai
kreditor. Sehingga rumus kepemilikannya adalah:


Liabilities dan Prefered stockholders dianggap sebagai specific equities yang merupakan
outsider. Tetapi dalam situasi khusus misalnya dalam hal terjadinya likuidasi, residual equity
adalah kreditor dan pemegang saham preferen karena secara hukum mereka yang
diutamakan pembayarannya dalam hal terjadi likuidasi. Kemungkinan jika dana tidak
cukup pemegang saham biasa akan hilang. Dengan memfokuskan perhatian pada residual
equity maka penyajian informasi untuk pengambilan keputusan akan lebih mudah dan
terfokus untuk kepentingan pihak ini.
e. Investor theory
Dalam teori yang dikemukakan George Staubus (1961) ini pusat perhatian kita adalah
investor, yaitu mereka yang tergolong pemilik specific equities (kreditor) dan residual equity
(pemegang saham). Sehingga kesamaan akuntansinya adalah:


Specific Equities ini dianggap sama dengan kreditor dan pemegang saham preferred stock
sedangkan sisanya adalah pemegang saham biasa. Teori Investor ini hamper sama dengan
residual equity theory hanya saja perbedaannya kalau residual equity ini fokusnya adalah
Asset Liabilities Prefered Equities = Residual Equity
Asset = Specific Equities = Residual Equity
para investor. Biasanya kebutuhan investor adalah untuk peramalan tentang kesanggupan
perusahaan untuk mendapatkan kas di masa yang akan datang. Menurut Staubus, kas yang
akan diterima investor di masa yang akan datang tergantung pada:
1) kemampuan perusahaan untuk melakukan pengeluaran kas
2) keinginan manajemen untuk mebayar investor
3) prioritas pembayaran terhadap klaim investor.
Sehingga dalam teori ini peranan laporan arus kas sangat penting untuk memenuhi
kepentingan informasi investor dalam proses pengambilan keputusan.

f. Commander theory
Menurut Lois Goldberg (1965), bukan teori entity atau proprietory yang perlu dijadikan
sebagai pusat pehatian atau sebagai pemilik perusahaan atau lembaga, tetapi cukup melihat
commander-nya atau mereka yang memiliki kekuasaan atau wewenang untuk melakukan kontrol
ekonomi atas resorsis yang efektif terhadap suatu lembaga. Penekanan informasi menurut teori
ini adalah pertanggngjawaban atau stewardship. Bagaimana mereka yang dipercayai
mengelola kekayaan yang dimusnahkan kepadanya.

g. Enterprise theory
Sejalan dengan kemajuan sosial dan meningkatkannya pertanggungjawaban publik oleh
perusahaan, maka konsep teoretis akuntansi juga berubah. Hal ini terbukti dengan munculnya
enterprise theory ini. Sekarang ini perusahaan besar biasanya harus memerhatikan berbagai
kepentingan khususnya kepentingan masyarakat secara umum. Stakeholders dalam konsep teori
ini yang menjadi pusat perhatian adalah keseluruhan pihak atau kontestan yang terlibat atau yang
memiliki kepentingan baik langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan atau entity.
Misalnya pemilik, manajemen, masyarakat, pemerintah, kreditor, fiskus, regulator, pegawai,
langganan, dan pihak yang berkepentingan lainnya. Dalam teori ini pihak-pihak ini harus
diperhatikan dalam penyajian informasi keuangannya. Menurut teori ini akuntansi jangan
hanya mementingkan informasi bagi pemilik entity, tetapi juga pihak lainnya yang juga
memberikan contributor langsung dan tidak langsung kepada eksistensi dan keberhasilan
suatu perusahaan atau lembaga. Munculnya employee reporting, human resources accounting,
valu added reporting, environmental accounting, socio-aconomic accounting merupakan
fenomena yang sejalan dengan teori enterprise ini.
h. Amanah (Accountability) atau Ibadah Theory
Teori ini beranggapan bahwa Akuntansi atau laporan keuangan harus bisa memenuhi
kebutuhan dalam menjelaskan kepada semua pihak bahwa entitas telah memenuhi atau sejauh
mana memenuhi tanggung jawabnya kepada Tuhan dan kepada pihak yang diperintahkan Tuhan
sesuai tujuan dan maksud yang ditetapkan syariat. Di sini laporan keuangan diharapkan dapat
menjelaskan informasi tentang pertanggungjawaban manusia sebagai makhluk yang
mendapat amanah dalam mengerti entitas baik kepada mausia (horizontal) maupun kepada
Allah (vertical). Teori ini masih dalam tahap perkembangan seiring dengan munculnya
entitas yang dikelola secara syariah. Teori ini yang dipakai Akuntansi Syariah. Sebenarnya
hampir sama dengan enterprice theory, tetapi harus disebut Islamic Enterprice Theory.
8. Siapa yang mendukung konsep investor theory? Apa justifikasi teori tersebut?
The investor theory, dikemukakan oleh George Staubus (1961).
Residual Equity Theory, menurut Andrew paton (1959) yang menjadi sorotan itu bukan semua
pemilik, residual equity itu hanya pemegang saham biasa.
NOMOR 9 TIDAK ADA YANG MENJAWAB
NOMOR 10
Siapa pula pencetus commander theory? Apa justifikasi teori ini?
Pencetus commander theory adalah Lois Goldberg (1965). Tidak seperti Proprietor Theory yang
menjadikan pemilik sebagai pusat perhatian yang akan dilayani oleh informasi akuntansi, atau seperti
Entity Theory yang mengangap sebuah unit usaha sebagai pemilik kekayaan dan kewajiban
perusahaan baik kepada kreditor maupun kepada pemilik sehingga unit usaha tersebut dijadikan
sebagai pusat perhatian dan harus dilayani oleh informasi akuntansi, menurut Commander Theory ini,
yang perlu diperhatikan adalah commander, atau mereka yang memiliki wewenang atau kekuasaan
untuk melakukan kontrol ekonomi atasresorsis yang efektif terhadap suatu lembaga. Penenkanan
informasi adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan kekayaan yang diserahkan kepada para
pemilik wewenang tersebut. (Sofyan Syafri Harahap, 2012:78)
11. Untuk jenis organisasi apa konsep enterprise theory relevan?
Pusat perhatiannya adalah keseluruhan pihak atau konsisten yang terlibat atau yang memiliki
kepentingan baik langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan. Munculnya employee
reporting, human resources accounting, value added reporting, enviromental accounting. Socio-
economic accounting merupakan fenomena yang sejalan dengan teori enterprise ini.

12. Mengapa pemegang saham preferen dinilai sebagai kreditur ? apakah anda setuju ?
Jawab :
Ya, kami setuju bahwa pemegang saham preferen dinilai sebagai kreditur. Karena pemegang saham
preferen itu pada akhir periode akan mendapatkan bunga dan pada situasi khusus misalnya dalam hal
likuidasi, maka residual equity adalah kreditur dan pemegang saham preferen secara hukum mereka
diutamakan pembayarannya dalam hal terjadi likuidasi. Akan tetapi, kemungkinan jika dana tidak
mencukupi, maka dana pemegang saham biasa akan hilang. Dimana asset adalah hak perusahaan, dan
ekuitas (modal) merupakan sumber asset perusahaan yang bisa diperoleh melalui kreditur atas pemilik
yang merupakan suatu kewajiban entitas. Modal tersebut bisa berupa saham biasa maupun saham
preferen. Menurut Andrew Paton (1959) yang menjadi sorotan itu adalah residual equity bukan semua
pemilik, residual equity itu hanya pemegang saham biasa (common stockholders). Residual equity
dari pemegang saham umumnya tergambar dari perubahan penilaian asset,laba, laba ditahan, dan
perubahan dari pemilik saham lainnya. Di luar pemegang saham biasa dianggap sebagai pihak luar
yang diperlakukan sebagai kreditur.
sumber :
Harahap,Sofyan Syafri.2012.Teori Akuntansi-Edisi Revisi 2011.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada
13. Menurut anda teori mana yang menjadi trend akuntansi dimasa depan?
Jawab:
Menurut saya trend yang dibuat Enthoven menjadi trend akuntansi yang cocok di masa depan. Hal ini
dapat dilihat dari sepuluh shift yang dijadikan dasar Enthoven untuk memprediksi pengaruh tren ke
dalam profesi dan bidang ilmu akuntansi
1. Dunia akan bergerak dari ekonomi nasional ke ekonomi global.
2. Dasar pemikiran orang akan beralih dari skup jangka pendek ke skup jangka panjang.
3. Ciri masyarakat akan beralih dari masyarakat industry ke masyarakat informasi.
4. Struktur organisasi akan berubah dari yang bersifat hierarki dengan inti kekuasaan ke struktur
organisasi yang bersifat jaringan.
5. Pilihan semakin banyak sehingga masyarakat beralih dari dua pilihan ke pilihan banyak.
6. Pertumbuhan ekonomi akan beralih dari dunia bagian utara ke bagian selatan.
7. Politik masyarakat akan beralih dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipasi.
8. Dari bantuan institusi menjadi mandiri.
9. Kemajuan teknologi beralih dari teknologi keras ke teknologi lunak.
10. Kekuasaan akan beralih dari sentralisasi ke desentralisasi.
Dari keadaan ini dapat ditarik kesimpulan tren yang sesuai dengan perkembangan tuntutan
masyarakat adalah menuju suatu sifat yang lebih bernuansa social, etis, lebih relevan, dan
bertanggungjawab.
14. Sebutkan sembilan prinsip akuntansi sebagaimana disebut dalam elemen dari struktur teori
akuntansi !
Jawab:
Sembilan prinsip akuntansi :
1. Prinsip Kos
Yaitu dasar penilaian untuk mencatat perolehan barang,jasa harga pokok, biaya, maupun ekuitas,
sehingga yang paling pokok adalah penilaian didasarkan harga pertukaran pada tanggal perolehan.
2. Prinsip Revenue
Prinsip ini lebih menjelaskan tentang sifdan komponene, pengukururan, maupun pengakuan
pendapatan sebagai salah satu komponen penyusunan laporan laba rugi.
3. Prinsip Penandingan
Menjelaskan masalah pengaturan pembebanan biaya pada periode yang sama dengan periode
pengakuan hasil, sehingga hasil alan diakui pada periode menurut prinsip dasar pengakuan hasil,
sedangkan biaya dibebankan sesuai periode tersebut.
4. Prinsip Objective
Kegunaan informasi keuangan tergantung pada tingkat reliabilitas prosedur pengukuran yg digunakan
Karena menjamin reliabilitas maksimum adalah sangat sulit, akuntan telah menggunakan prinsip
objektifitas utk menjustifikasi pemilihan prosedur pengukuran yang digunakan
5. Prinsip Konsistensi
Pada prinsip ini,prosedur dan prinsip akuntansi yang sama harus diterapkan dalam periode yang
bersangkutan, sehingga laporan keuangan dapat diperbandingkan.
6. Prinsip Pengungkapan Penuh
Prinsip pengungkapan penuh (full disclosure) mengharuskan laporan keuangan dibentuk dan
disajikandari peristiwa ekonomi yang mempengaruhi perusahaan dalam suatu periode.
7. Prinsip Konservatisme
Prinsip ini digunakan untuk hal yang sifatnya tidak menentu ditengah kondisi ketidakpastian.
Contohnya adalah penyajian persediaan pada nilai terendah antara harga perolehan dan harga pasar
yang bertentangan dengan konsep biaya historis.
8. Prinsip Materialitas
Prinsip oni mengandung arti bahwa laporan keuangan hanya menyangkut informasi yang dianggap
penting dalam memengaruhi penilaian.
9. Prinsip Keseragaman dan Komparabilitas
Prinsip ini menekankan pada keseragaman dan dapat diperbandingkan, yang merupakan salah satu
tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan prinsip akuntansi.

15. Sebutkan asumsi dasar akuntansi menurut SAK !
Jawab:
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) IAI menetapkan asumsi dasar sebagai berikut:
a. Dasar Akrual.
Yang menyebutkan bahwa dalam mencapai tujuannya, laporan keuangan disusun atas dasar
akural. Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan
bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan akuntansi
serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Laporan keuangan
yang disusun atas dasar akural memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi
masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas, tetapi juga kewajiban
pembayaran kas di masa depan, serta sumber daya yang mempersentasekan kas yang akan
diterima di masa depan.
b. Kelangsungan Usaha.
Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan usaha perusahaan dan
akan melanjutkan usahanya dimasa depan. Oleh karena itu, perusahaan diasumsikan tidak
bermaksud atau berkeinginan untuk melikuidasi atau membubarkan uasahanya.
16. Apa perbedaan antara cash basis dengan accrual basis?
Dalam website resmi KSAP (www.ksap.org) menyetakan akuntansi berbasis akrual adalah
suatu basis dimana transaksi ekonomi dan peristiwa lainnya diakui, dicatat, dan disajikan dalam
laporan keuangan pada saat terjadinya transaksi tersebut tanpa harus memperhatikan waktu kas atau
setara kas yang diterima atau dibayarkan. Dalam akuntansi akrual, waktu pencatatan sesuai dengan
saat terjadinya arus sumber daya, sehingga dapat menyediakan informasi yang paling komprehensif
karena seluruh arus sumber daya dicatat.
Akuntansi berbasis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan
peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar untuk pengakuan pendapatan,
belanja, dan pembiayaan. Basis kas akan mencatat kegiatan keuangan pada saat kas atau uang telah
diterima misalkan perusahaan menjual produknya akan tetapi uang pembayaran belum diterima maka
pencatatan penjualan produk tersebut tidak dilakukan.
Perbedaan dari Basis akrual dan Basis Kas yaitu pada saat pengakuan pendapatan dan beban
yaitu:
a. Basis Kas
a) Pengakuan Pendapatan :
Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada saat
perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep cash basis menjadi hal yang
kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam cash
basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak
mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
b) Pengakuan Biaya :
Pengakuan biaya, pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran
secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya
sudah diakui pada saat itu juga. Untuk usaha-usaha tertentu masih lebih menggunakan
cash basis ketimbang accrual basis, contoh : usaha relative kecil seperti toko, warung, mall
(retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah
ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai kas basis).

b. Basis Akrual
a) Pengakuan pendapatan :
Saat pengakuan pendapatan pada accrual basis adalah pada saat perusahaan mempunyai
hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep akrual
basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas benar- benar diterima.
Makanya dalam accrual basis kemudian muncul adanya estimasi piutang tak tertagih,
sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.

b) Pengakuan biaya :
Pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi. Sehingga dengan
kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah terjadi, maka titik ini dapat dianggap
sebagai starting point munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar. Dalam era
bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantiasa menggunakan konsep
accrual basis ini.
17. a. Dalam revenue principle dikenal tiga penafsiran tentang revenue, sebutkan!
b. Jelaskan pengertian revenue secara luas dan sempit!
c. Bagaimana pula metode pengukurannya?
Jawab:
a. Tiga penafsiran tentang revenue principle yaitu :
1. Arus masuk net asset sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa
2. Arus keluar barang dan jasa dari perusahaan kepada langganan
3. Produksi perusahaan sebagai akibat dari semata mata penciptaan barang dan jasa
oleh perusahaan selama periode tertentu.

b. Pengertian revenue
Secara luas, revenue termasuk seluruh hasil dari perusahaan dan kegiatan investasi.
Termasuk revenue adalah seluruh perubahan net asset yang timbul dari kegiatan
produksi dan dari laba rugi yang berasal dari penjualan aktiva dan investasi.
Secara sempit, revenue hanya berasal dari kegiatan produksi dan tidak termasuk laba
rugi yang berasal dari penjualan aktiva tetap.

c. Pengukuran revenue
Revenue merupakan nilai yang diukur menurut produk atau jasa yang ditukar dengan cara
transaksi yang objektif.
Nilai disini dapat berupa:
1. Net cash atau Equivalent
2. Nilai discounted dari uang yang diterima atau akan diterima sebagai imbalan pertukaran
barang dan jasa yang diserahkan perusahaan kepada langganannya.


18. a. Apa yang diharapkan dari keseragaman ( uniformity ) ?
Jawab :
Dengan adanya keseragaman ini maka diharapkan :
Mengurangi perbedaan penggunaan prinsip akuntansi dan ketidak lengkapan praktik
akuntansi
Dapat memberikan arti apabila kita membandingkan laporan keuangan perusahaan yang
berbeda
Meningkatkan keyakinan pemakai laporan keuangan
Cenderung adanya campur tangan pemerintah dalam mengatur penyusunan prinsip
akuntansi
b. Apa pula alasan pihak lain yang menolak konsep ini ?
Jawab :
Alasan pihak lain yang menolak konsep uniformity adalah :
1. Menyeragamkan prosedur akuntansi untuk menyajikan kasus-kasus yang terjadi dapat
menimbulkan risiko, yaitu menyemunyikan perbedaan-perbedaan penting dari kasus-
kasus tersebut.
2. Perbandingan itu utopis, comparability tidak dapat dicapai dengan hanya mengikuti
peraturan-peraturan perusahan tanpa meneliti perkiraan-perkiraan yang cukup dari faktor
situasi yang berbeda.
3. Berbeda dalam hal-hal tertentu atau (the circumstansial variable) akan menimbulkan
perbedaan perlakuan sehingga laporan keuangan perusahaan dapat menampung keadaan
tersebut dimana transaksi dan kejadian itu terjadi. The circumstansial variable adalah
kondisi lingkungan yang berbeda diantara perusahaan-perusahaan dan yang
mempengaruhi :
a. Alternative metode akuntansi.
b. Keobjektifan ukuran yang berasal dari penerapan metode akuntansi.
sumber :
Harahap,Sofyan Syafri.2012.Teori Akuntansi-Edisi Revisi 2011.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada

19. Elemen yang digambarkandalam struktur teori akuntansi
20. Apa perbedaan antara konsep teoritis dengan postulat?
Jawab :
Konsep Teoritis Akuntansi adalah yang bisa membuktikan kebenaran sendiri atau disebut
juga aksioma yang sudah diterima umum karena kesesuaiannya dengan (untuk menopang dan
mewujudkan) tujuan laporan keuangan yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang
disajikan sesuai kebutuhan dan penekanananya (pemakaianya) yang berperan dalam ekonomi
bebas yang ditandai oleh adanya pengakuan pada pemilikan pribadi.
Postulat Akuntansi adalah penyataan yang bisa membuktikan kebenaran sendiri atau disebut
juga aksioma yang sudah diterima karena kesesuaiannya dengan (untuk menopang dan
mewujudkan) tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan aspek ekonomi, politik,
sosiologis, dan hukum dari suatu lingkungan di mana akuntansi itu beroperasi.
21.) Apa fungsi diketahuinya konsep teoritis dari akuntansi?
Jawab:
Konsep Konsep Teoritis Akuntansi
1. Teori Proprietary / Kepemilikan
Menurut teori ini, entitas sebagai "agen, perwakilan atau susunan melalui wirausahawan
individual atau pengoperasi pemegang saham". Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat
kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatan akuntansi dan membuat laporan keuangan.
Tujuan utama teori proprietary adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik,
dengan persamaaan akuntansi:
(Aset Utang = Ekuitas Pemilik.)
Dengan kata lain, pemilik memiliki aset dan utang. Jika utang dianggap aset negatif, maka
teori proprietary dikatakan berpusat pada aset dan, secara konsekuen, berorientasi neraca. Aset dinilai
dan neraca disusun untuk mengukur perubahan dalam kepentingan atau kesejahteraan
pemilik. Revenue dan expenses dianggap meningkat atau menurun secara berturutturut dalam
kepemilikan yang bukan berasal dari investasi pemilik atau penarikan modal oleh pemilik. Jadi,
income bersih atas utang dan pajak penghasilan perusahaan adalahexpenses; deviden adalah penarikan
modal.
Meskipun teori kepemilikan secara umum dipandang terutama dapat diterapkan dalam
perusahaan dengan kepemilikan terbatas seperti proprietorshipdan kemitraan, pengaruh
teori proprietary mungkin ditemukan dalam beberapa teknik akuntansi dan terminologi yang
digunakan oleh perusahaan yang dimiliki secara luas.
Contoh, Konsep tentang income perusahaan, yang dihasilkan setelah memperlakukan bunga
dan pajak income sebagai expenses, menunjukkan "net income bagi pemegang saham" dan bukan
untuk semua penyedia modal. Demikian pula, istilah seperti "laba per lembar saham" dan "deviden
perlembar saham" berkonotasi pada penekanan pemilik. Metode ekuitas dalam akuntansi untuk net
income perusahaan anak yang belum dikonsolidasikan termasuk dalam net income. Jadi konsep
proprietary mengandung makna praktis.
Teori proprietary dapat dianggap memiliki paling tidak dua bentuk, yang menjadi dasar untuk
membedakan siapa yang termasuk dalam kelompok proprietary yaitu;
1. Bentuk pertama, hanya pemegang saham biasa yang merupakan bagian dari
kelompokproprietary dan pemegang saham preferred tidak termasuk di dalamnya. Jadi, deviden
preferen dikurangkan ketika menghitung earnings pemilik. Bentuk kelompok proprietary yang
sempit ini identik dengan konsep ekuitas residual yang dikembangkan Staubus. Konsisien
dengan bentuk teori proprietary ini, net income diperluas dengan
mengurangkan deviden preferen untuk menghasilkan net income kepada ekuitas residual yang
menjadi dasar perhitungan laba per lembar saham.
2. Bentuk kedua, teori proprietary, baik saham biasa dan saham preferen termasuk dalam ekuitas
pemilik. Pandangan yang lebih luas tentang teori ini memfokuskan perhatian pada bagian ekuitas
pemegang saham dalam neraca dan jumlah yang dikreditkan pada semua pemegang saham dalam
laporan income.
1. Teori Entitas
Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang
menyediakan modal pada entitas. Secara sederhana, unit bisnis, bukan pemilik, merupakan pusat
kepentingan akuntansi. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung jawab
terhadap pemilik maupun kreditor.
Persamaan :
( Aset = Ekuitas)
(Aset = Utang + Ekuitas Pemegang saham)
Aset adalah pertumbuhan hak perusahaan; ekuitas menunjukkan sumber aset dan terdiri dari
utang dan ekuitas pemegang saham. Baik kreditor dan pemegang saham adalah pemilik ekuitas,
meskipun mereka memiliki hak yang berbeda terkait dengan income, kontrol risiko, dan likuidasi.
Jadi, income yang diperoleh merupakan properti entitas hingga didistribusikan sebagai deviden
kepada pemegang saham. Karena unit bisnis bertanggung jawab untuk memenuhi klaim pemilik
ekuitas, teori entitas disebut sebagai "berpusat pada income" dan secara konsekuen berorientasi pada
laporan laba rugi. Akuntabilitas kepada pemilik ekuitas dicapai dengan mengukur kinerja operasi dan
keuangan perusahaan. Dengan demikian, income merupakan peningkatan dalam ekuitas pemegang
saham setelah klaim pemilik ekuitas lainnya (sebagai contoh, bunga pinjaman jangka panjang dan
pajak penghasilan) telah terpenuhi.
Peningkatan dalam ekuitas pemegang saham dipertimbangkan sebagai income bagi pemegang
saham hanya jika deviden telah diumumkan. Demikian halnya, laba yang tidak dibagi (undistributed
profit) tetap menjadi milik entitas karena mereka menunjukkan "corporation's proprietary equity in
itself". Sebagai catatan bahwa ketaatan yang kaku pada teori entitas mendikte bahwa pajak
penghasilan dan bunga pinjaman dianggap sebagai distribusi income dan bukan expenses. Akan tetapi
keyakinan umum dan interpretasi teori entitas, adalah bahwa bunga dan pajak penghasilan
adalah expenses. Teori entitas merupakan teori yang paling dapat diterapkan pada perusahaan bisnis
bentuk korporat, yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya.
1. Teori Dana
Dalam teori dana, dasar akuntansi bukan teori proprietary maupun teori entitas, tetapi
kelompok aset dan kewajiban dan restriksi terkait, disebut dana, yang mengatur penggunaan aset.
Jadi, teori dana memandang unit bisnis terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan
restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya.
Persamaan:
(Aset = Restriksi Aset)

Unit akuntansi didefinisi dalam pengertian aset dan penggunaan aset yang telah
dilakukan. Kewajiban menunjukkan serangkaian restriksi hukum dan ekonomi pada penggunaan aset.
Sehingga, teori dana "berorientasi aset" dalam pengertian bahwa fokus utamanya adalah pada
administrasi dan penggunaan aset secara memadai. Laporan sumber dan penggunaan dana, bukan
neraca atau laporan keuangan, merupakan tujuan utama pelaporan keuangan. Laporan ini
merefleksikan perilaku operasi perusahaan yang berkaitan sumber dan penggunaan dana.

Teori dana terutama berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba. Rumah sakit,
universitas, unit kota dan pemerintahan, sebagai contoh, dijalankan dalam operasi yang beraneka segi
sehingga memerlukan pemisahan dana. Setiap dana (selfbalanced fund) menghasilkan laporan
terpisah melalui sistem akuntansi yang terpisah dan serangkaian catatan yang memadai.

Dana dapat didefinisi sebagai:
entitas fiskal dan akuntansi independen dengan pencatatan serangkaian akun kas dan atau
sumber daya lain yang berimbang bersama dengan utang, kewajiban, cadangan, dan ekuitas yang
terpisah untuk tujuan melakukan aktivitas tertentu atau mencapai tujuan tertentu sesuai dengan aturan
khusus, restriksi, atau limitasi.

Jumlah dana dalam institusi nirlaba tergantung pada jumlah dan tipe aktivitas yang memiliki
restriksi hukum berkaitan dengan penggunaan aset yang dipercayakan kepada organisasi.
Sebagai contoh, berikut ini terdapat delapan dana utama yang direkomendasikan untuk
administrasi keuangan unit pemerintahan yang baik:
1. Dana Umum (General Funds) untuk mencatat semua transaksi keuangan yang tidak layak dicatat
dalam dana lain.
2. Dana Penerimaan Khusus (Special Revenue Funds) untuk mencatat hasil atas sumber penerimaan
khusus (selain perkiraan khusus) atau untuk mendanai aktivitas tertentu yang diminta oleh hukum atau
aturan administratif.
3. Dana Jasa Peminjaman (Debt Service Funds) untuk mencatat pembayaran bunga dan pokok pinjaman
jangka panjang selain iuran khusus (special assessment) dan revenue bonds.
4. Dana Projek Modal (Capital Projects Funds) untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran uang dan
untuk memperoleh fasilitas modal selain yang dibiayai oleh iuran khusus dan dana perusahaan.
5. Dana Perusahaan (Enterprises Funds) untuk mencatat pendanaan jasa bagi masyarakat umum, di
mana sernua atau hampir sernua kos yang termasuk dibayarkan dalam bentuk beban oleh pemakai
jasa.
6. Dana Perwalian dan Agen (Trust and Agency Funds) untuk mencatat aset yang dimiliki unit
pemerintahan sebagai bendahara atau agen individual, organisasi swasta, dan unit organisasi
pemerintahan lain.
7. Dana Jasa antar Pemerintahan (Intragovermental Service Funds) untuk mencatat pendanaan aktivitas
khusus dan jasa yang dilakukan oleh unit organisasi yang ditunjuk dalam batas kekuasaan pemerintah.
8. Dana luran Khusus (Spedal Assessment Funds) untuk mencatat iuran khusus yang dipungut guna
mendanai perbaikan masyarakat atau jasa yang bermanfaat bagi kekayaan yang menjadi dasar
pemungutan iuran tersebut.
Teori dana juga relevan untuk organisasi berorientasi laba, yang menggunakan dana untuk aktivitas
yang bermacammacam seperti dana pelunasan (sinking funds), akuntansi untuk kebangkrutan dan
perkebunan dan perwalian, akuntansi cabang atau divisional, pemisahan aset dalam aset lancar atau
tetap, dan konsolidasi.
22. Sebutkan tujuan laporan keuangan menurut SAK !
Menurut SAK No.1 Tujuan Laporan keuangan adalah sebagai berikut :
a. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,
kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah
besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

b. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian
besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi
yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara
umum menggambarkan pengaruh keuangaan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan
untuk menyediakan informasi non keuangan.
c. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen, atau
pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai
yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat
demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup,
misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau
keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.
( Sumber : BukuTeoriAkuntansi ; Sofyan Syafri Harahap ; Halaman 125)
23.) A. Apakah yang diartikan dengan entity concept dan proprietory concept dalam teori
akuntansi?
B. Jelaskan perbedaannya dengan memberikan dua contoh sehingga proprietor concept
dalam akuntansi dapat terlihat akibatnya terhadap daftar keuangan.
Jawab:
A. Konsep Konsep Teoritis Akuntansi
1. Teori Proprietary / Kepemilikan
Menurut teori ini, entitas sebagai "agen, perwakilan atau susunan melalui wirausahawan
individual atau pengoperasi pemegang saham". Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat
kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatan akuntansi dan membuat laporan keuangan.
Tujuan utama teori proprietary adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik,
dengan persamaaan akuntansi:

Aset Utang = Ekuitas Pemilik.

Dengan kata lain, pemilik memiliki aset dan utang. Jika utang dianggap aset negatif, maka
teori proprietary dikatakan berpusat pada aset dan, secara konsekuen, berorientasi neraca. Aset dinilai
dan neraca disusun untuk mengukur perubahan dalam kepentingan atau kesejahteraan
pemilik. Revenue dan expenses dianggap meningkat atau menurun secara berturutturut dalam
kepemilikan yang bukan berasal dari investasi pemilik atau penarikan modal oleh pemilik. Jadi,
income bersih atas utang dan pajak penghasilan perusahaan adalahexpenses; deviden adalah penarikan
modal.
Meskipun teori kepemilikan secara umum dipandang terutama dapat diterapkan dalam
perusahaan dengan kepemilikan terbatas seperti proprietorshipdan kemitraan, pengaruh
teori proprietary mungkin ditemukan dalam beberapa teknik akuntansi dan terminologi yang
digunakan oleh perusahaan yang dimiliki secara luas. Contoh,
Konsep tentang income perusahaan, yang dihasilkan setelah memperlakukan bunga dan pajak
income sebagai expenses, menunjukkan "net income bagi pemegang saham" dan bukan untuk semua
penyedia modal. Demikian pula, istilah seperti "laba per lembar saham" dan "deviden perlembar
saham" berkonotasi pada penekanan pemilik. Metode ekuitas dalam akuntansi untuk net income
perusahaan anak yang belum dikonsolidasikan termasuk dalam net income. Jadi konsep proprietary
mengandung makna praktis.
Teori proprietary dapat dianggap memiliki paling tidak dua bentuk, yang menjadi dasar untuk
membedakan siapa yang termasuk dalam kelompok proprietary yaitu;
1. Bentuk pertama, hanya pemegang saham biasa yang merupakan bagian dari kelompokproprietary dan
pemegang saham preferred tidak termasuk di dalamnya. Jadi, deviden preferen dikurangkan ketika
menghitung earnings pemilik. Bentuk kelompok proprietary yang sempit ini identik dengan konsep
ekuitas residual yang dikembangkan Staubus. Konsisien dengan bentuk teori proprietary ini, net
income diperluas dengan
mengurangkan deviden preferen untuk menghasilkan net income kepada ekuitas residual yang
menjadi dasar perhitungan laba per lembar saham.
2. Bentuk kedua, teori proprietary, baik saham biasa dan saham preferen termasuk dalam ekuitas
pemilik. Pandangan yang lebih luas tentang teori ini memfokuskan perhatian pada bagian ekuitas
pemegang saham dalam neraca dan jumlah yang dikreditkan pada semua pemegang saham dalam
laporan income.

1. Teori Entitas
Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang
menyediakan modal pada entitas. Secara sederhana, unit bisnis, bukan pemilik, merupakan pusat
kepentingan akuntansi. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung jawab
terhadap pemilik maupun kreditor.
Persamaan :
Aset = Ekuitas
Aset = Utang + Ekuitas Pemegang saham

Aset adalah pertumbuhan hak perusahaan; ekuitas menunjukkan sumber aset dan terdiri dari
utang dan ekuitas pemegang saham. Baik kreditor dan pemegang saham adalah pemilik ekuitas,
meskipun mereka memiliki hak yang berbeda terkait dengan income, kontrol risiko, dan likuidasi.
Jadi, income yang diperoleh merupakan properti entitas hingga didistribusikan sebagai deviden
kepada pemegang saham. Karena unit bisnis bertanggung jawab untuk memenuhi klaim pemilik
ekuitas, teori entitas disebut sebagai "berpusat pada income" dan secara konsekuen berorientasi pada
laporan laba rugi. Akuntabilitas kepada pemilik ekuitas dicapai dengan mengukur kinerja operasi dan
keuangan perusahaan. Dengan demikian, income merupakan peningkatan dalam ekuitas pemegang
saham setelah klaim pemilik ekuitas lainnya (sebagai contoh, bunga pinjaman jangka panjang dan
pajak penghasilan) telah terpenuhi.
Peningkatan dalam ekuitas pemegang saham dipertimbangkan sebagai income bagi pemegang
saham hanya jika deviden telah diumumkan. Demikian halnya, laba yang tidak dibagi (undistributed
profit) tetap menjadi milik entitas karena mereka menunjukkan "corporation's proprietary equity in
itself". Sebagai catatan bahwa ketaatan yang kaku pada teori entitas mendikte bahwa pajak
penghasilan dan bunga pinjaman dianggap sebagai distribusi income dan bukan expenses. Akan tetapi
keyakinan umum dan interpretasi teori entitas, adalah bahwa bunga dan pajak penghasilan
adalah expenses. Teori entitas merupakan teori yang paling dapat diterapkan pada perusahaan bisnis
bentuk korporat, yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya.

B. Penjelasan mengenai perbedaan dengan memberikan dua contoh agar proprietor concept
dalam akuntansi dapat terlihat akibatnya terhadap daftar keuangan.
1. Proprietary Theory
Theory ini adalah yang paling pertama digunakan dalam sejarah teori penyusunan laporan
keuangan konsolidasi. Theory ini didasari oleh satu asumsi, bahwa: Laporan keuangan Konsolidasi
adalah perluasan dari laporan keuangan perusahaan induk, oleh karenanya harus dibuat dari sudut
pandang pemegang saham perusahaan induk. Artinya: laporan keuangan konsolidasi dibuat semata-
mata hanya untuk kepentingan stockholder perusahaan induk, dan laba bersih pada laporan keuangan
konsolidasi merupakan ukuran laba bagi perusahaan induk saja.

Theory ini menjadi tidak applicable ketika kepemilikan perusahaan induk pada perusahaan
investee tidak mencapai 100%. Timbul ketidak-konsisten-an atas perlakuan
akuntansinya.Misalnya:
Kepemilikan minoritas merupakan kewajiban dari sudut pandang stockholder perusahaan
induk (kemepilikan minoritas dimasukkan ke dalam kelompok kewajiban), kenyataannya
kewajiban yang dimaksudkan disini bukan kewajiban yang berdasarkan pada konsep
kewajiban yang lazim.
Laba kepemilikan minoritas dianggap sebagai beban dari sudut pandang stockholder
perusahaan induk, beban yang dimaksudkan tidak memenuhi criteria beban yang common.

2. Entity Theory (Teori Entitas)
Theory ini mencoba menjawab (memberikan solusi) atas persoalan-persoalan yang timbul pada
proprietary theory:
Entity theory merefleksikan sudut pandang keseluruhan entitas usaha.
Laba kepemilikan minoritas merupakan distribusi total laba konsilidasi.
Kepemilikan minoritas merupakan bagian dari equitas pemegang saham konsolidasi.
Laba dan ekuitas subsididiary (perusahaan anak) ditentukan terhadap seluruh pemegang
saham, sehingga total laba dapat di-distribusi-kan secara consisten kepada both stockholder
mayoritas dan minoritas.
Seluruh aktiva bersih preusan anak dikonsolidasikan pada nilai wajarnya, berdasarkan harga
yang dibayarkan oleh preusan induk untuk kepemilikannya. Hal ini untuk menjamin
konsistensi penilaian atas aktiva bersih kepemilikan both mayoritas dan minoritas. Bisa
dilihat bahwa theory entitas seperti memaksakan seolah olah kepemilikan minoritas (minority
owner) berkepntingan atas laporan konsolidasi, padahal kenyataannya tidak. Laba bersih
dianggap kompenen dari ekuitas neraca konsolidasi. It sounds irrelevant obviously.

Perbedaan
Perbedaan konsep pelaporan antara The Entity Theory danThe Proprietory Theory:
Menurut The Entity Theory, entity dianggap sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari
pihak yang menanamkan modal ke dalam perusahaan dan unit usaha itulah yang menjadi
pusat perhatian dan menyajikan informasi yang harus dilayani, bukan pemilik.

Menurut The Proprietory Theory, entity itu dianggap sebagai agen, perwakilan, wakalah atau
penugasan dari pengusaha atau pemilik. Oleh karena itu, proprietor (pemilik) merupakan
pusat perhatian yang akan di layani oleh informasi akuntansi, yang di gambarkan dalam
pelaksanaan pencatatan akuntansi dan penyajian laporan keuangan.


NOMOR 23
a. Apakah yang diartikan dengan entity concept dan proprietory concept dalam teori akuntansi?
Proprietory Concept
Menurut teori ini, entitas sebagai "agen, perwakilan atau susunan melalui wirausahawan individual
atau pengoperasi pemegang saham". Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat kepentingan
terefleksi dalam cara memelihara catatan akuntansi dan membuat laporan keuangan. Tujuan utama
teori proprietary adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik, dengan
persamaaan akuntansi:
Aset Utang = Ekuitas Pemilik.
Dengan kata lain, pemilik memiliki aset dan utang. Jika utang dianggap aset negatif, maka teori
proprietary dikatakan berpusat pada aset dan, secara konsekuen, berorientasi neraca. Aset dinilai dan
neraca disusun untuk mengukur perubahan dalam kepentingan atau kesejahteraan pemilik. Revenue
dan expenses dianggap meningkat atau menurun secara berturutturut dalam kepemilikan yang bukan
berasal dari investasi pemilik atau penarikan modal oleh pemilik. Jadi, income bersih atas utang dan
pajak penghasilan perusahaan adalah expenses; deviden adalah penarikan modal. Meskipun teori
kepemilikan secara umum dipandang terutama dapat diterapkan dalam perusahaan dengan
kepemilikan terbatas seperti proprietorship dan kemitraan, pengaruh teori proprietary mungkin
ditemukan dalam beberapa teknik akuntansi dan terminologi yang digunakan oleh perusahaan yang
dimiliki secara luas.
Entity Concept
Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang
menyediakan modal pada entitas. Secara sederhana, unit bisnis, bukan pemilik, merupakan pusat
kepentingan akuntansi. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung jawab
terhadap pemilik maupun kreditor.
Persamaan :
Aset = Ekuitas
Aset = Utang + Ekuitas Pemegang saham
Aset adalah pertumbuhan hak perusahaan; ekuitas menunjukkan sumber aset dan terdiri dari utang
dan ekuitas pemegang saham. Baik kreditor dan pemegang saham adalah pemilik ekuitas, meskipun
mereka memiliki hak yang berbeda terkait dengan income, kontrol risiko, dan likuidasi. Jadi, income
yang diperoleh merupakan properti entitas hingga didistribusikan sebagai deviden kepada pemegang
saham. Karena unit bisnis bertanggung jawab untuk memenuhi klaim pemilik ekuitas, teori entitas
disebut sebagai "berpusat pada income" dan secara konsekuen berorientasi pada laporan laba rugi.
Akuntabilitas kepada pemilik ekuitas dicapai dengan mengukur kinerja operasi dan keuangan
perusahaan. Dengan demikian, income merupakan peningkatan dalam ekuitas pemegang saham
setelah klaim pemilik ekuitas lainnya (sebagai contoh, bunga pinjaman jangka panjang dan pajak
penghasilan) telah terpenuhi.
Peningkatan dalam ekuitas pemegang saham dipertimbangkan sebagai income bagi pemegang saham
hanya jika deviden telah diumumkan. Demikian halnya, laba yang tidak dibagi (undistributed profit)
tetap menjadi milik entitas karena mereka menunjukkan "corporation's proprietary equity in itself".
Sebagai catatan bahwa ketaatan yang kaku pada teori entitas mendikte bahwa pajak penghasilan dan
bunga pinjaman dianggap sebagai distribusi income dan bukan expenses. Akan tetapi keyakinan
umum dan interpretasi teori entitas, adalah bahwa bunga dan pajak penghasilan adalah expenses.
Teori entitas merupakan teori yang paling dapat diterapkan pada perusahaan bisnis bentuk korporat,
yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya.
b. Jelaskan perbedaannya dengan memberikan 2 contoh sehingga proprietory concept dalam teori
akuntansi yang terlihat akibatnya terhadap daftar keuangan!
Meskipun teori kepemilikan secara umum dipandang terutama dapat diterapkan dalam perusahaan
dengan kepemilikan terbatas seperti proprietorship dan kemitraan, pengaruh teori proprietary
mungkin ditemukan dalam beberapa teknik akuntansi dan terminologi yang digunakan oleh
perusahaan yang dimiliki secara luas.

Contoh,
Konsep tentang income perusahaan, yang dihasilkan setelah memperlakukan bunga dan pajak income
sebagai expenses, menunjukkan "net income bagi pemegang saham" dan bukan untuk semua penyedia
modal. Demikian pula, istilah seperti "laba per lembar saham" dan "deviden perlembar saham"
berkonotasi pada penekanan pemilik. Metode ekuitas dalam akuntansi untuk net income perusahaan
anak yang belum dikonsolidasikan termasuk dalam net income. Jadi konsep proprietary mengandung
makna praktis.
(sofyan Harahap; 74-46)
24. Sebutkan dan jelaskan tiga konsep (accounting concept) yang dikenal dalam teori
akuntansi ?
Jawab:
Konsep dasar pada umumnya merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakteristik
lingkungan tempat atau wilayah diterapkannya pelaporan keuangan. Konsep dasar secara implisit
melekat pada tiap penalaran dalam merekayasa akuntansi. Konsep dasar bersifat asumsi yang
validitasnya tidak selalu dapat diuji tetapi bermanfaat sebagai basis penalaran.
Berbagai sumber manyajikan daftar konsep dasar yang berbeda-beda karena perbedaan
persepsi terhadap arti pentingnya suatu konsep untuk disebut sebagai konsep dasar. Konsep dasar
yang satu dalam banyak hal merupakan turunan atau konsekuensi dari konsep dasar lainnya.
Penentuan konsep dasar menerut APB dipengaruhi oleh karakteristik lingkungannya dimana
akuntansi keuangan beroperasi.
Konsep dasar itu, melandasi prinsip akuntansi yang berlaku umum juga berfungsi sebagai
fondasi bagi prinsip akuntansi lain, yang berlandaskan pada karakteristik lingkungan yang sama.
Konsep dasar merupakan konsep yang dianut dan dijadikan dasar dalam penalaran dan
perekayasaan. Konsep konsep dasar sebagaimana dinyatakan APB dalam statemen No 4, berturut-
turut sebagai berikut :
1. Entitas akuntansi (accounting entity)
Makna entitas atau kesatuan akuntansi adalah perusahaan dianggap sebagai entitas ekonomi
dan entitas hokum yang terpisah dari pihak pihak yang berkepentingan, oleh karena itu informasi
akuntansi hanya berhubungan dengan entitas dimaksud yang membatasi kepenmtingan para
pemiliknya.
2. Kesinambungan ( going concern )
Suatu entitas akuntansi dipandang akan berjalan terus apabila tidak terdapat bukti sebaliknya.
Hal itu, berarti bahwa perusahaan sebagai suatu kesatuan, dianggap akan melanjutkan usahanya
berkesinambungan (going Concern), dimana sejak saat didirikannya tidak pernah ada niatan untuk
dibubarkan.
3. Pengukuran sumber-sumber ekonomi dan kewajiban (Measurement of economic
resources and obligations)
Akuntansi keuangan, terutama berkepentingan dengan pengukuran (Measurement) atas
seluruh sumber-sumber ekonomi dan kewajiban-kewajiban perusahaan.
a. Periode akuntansi (Time Periods)
Proses akuntansi keuangan ini, adalah untuk menyajikan informasi tentang aktivitas ekonomi
perusahaan dalam periode waktu tertentu.

b. Pengukuran dalam nilai uang (Measurement in term of money)
Akuntansi keuangan, menggunakan atribut pengukuran terhadap sumber-sumber ekonomi dan
kewajiban perusahaan serta seluruh perubahannya dalam satuan ukur uang (Term of money).

c. Dasar akrual (accrual)
Penentuan hasil usaha periodik, dan posisi keuangan perusahaan itu, dipengaruhi oleh metode
pengakuan dan pengukuran atas sumber-sumber ekonomi dan kewajiban perusahan, serta
seluruh perubahannya pada saat realisasi penerimaan atau pengeluaran uang.

d. Harga pertukaran ( Exchange price )
Pengukuran dalam akuntansi keuangan terutama didasarkan pada harga pertukaran yaitu
jumlah yang harus diterima atau dibayarkan dalam transaksi normal pada saat terjadinya.
IAI/IASC
Ada dua konsep dasar (asumsi pelandas) yang disebut secara spesifik dalam rerangka
konseptual IASC :
1. Basis akrual
2. Usaha berlanjut
Paul Grady
Grady (1965) melakukan studi untuk menginventarisasi praktik akuntansi di Amerika untuk
mengidentifikasi berbagai faktor lingkungan, kebiasaan, konsep, prinsip, praktek, metode, dan
teknik yang membentuk teknik akuntansi berterima umum Amerika. Grady mengidentifikasi
sepuluh konsep dasar yang dianggap melandasi praktek bisnis dan akuntansi di Amerika. Grady
mendeskripsikan konsep dasar sebagai konsep yang mendasari kualitas kebermanfaatan dan
keterandalan informasi akuntansi atau sebagai keterbatasan yang melekat pada statemen
keuangan.
Konsep dasar merupakan konsep yang mendasari kualitas kebermanfaatan dan keterandalan
informasi akuntansi atau sebagai keterbatasan yang melekat pada statement keuangan.10 konsep
dasar menurut Paul Grady adalah:
1. Struktur masyarakat dan pemerintah yang mengakui hak milik pribadi
2. Entitas bisnis spesifik
3. Usaha berlanjut
4. Penyimbolan secara moneter dalam seperangkat akuntansi
5. Konsistensi antara periode untuk entitas yang sama
6. Keanekaragaman perlakuan akuntansi diantara entitas independen
7. Konservatisma
8. Keterandalan data melalui pengendalian internal
9. Matearilitas
10. Ketepatwaktuan dalam pelaporan keuangan memerlukan taksiran

24. Sebutkan dan jelaskan tiga konsep (accounting concept) yang dikenal dalam teori akuntansi!

Dalam Suwardjono (30:2010) 3 (tiga) konsep teori akuntansi yaitu:
a. Teori Akuntansi Semantik
Teori akuntansi semantic menekankan pembahasan pada masalah penyimbolan dunia
nyata atau realitas (kegiatan perusahaan) kedalam tanda-tanda bahasa akuntansi (elemen
statemen keuangan) sehingga orang daoat membayangkan kegiatan fisis perusahaan tanpa harus
secara langsung menyaksikan kegiatan tersebut.
Teori ini berusaha untuk menjawab apakah elemen statemen keuangan benar-benar
mempresentasika apa yang memang dimaksudkan dan untuk menyakinkan bahwa makna yang
terkandung dalam simbol pelaporan tidak disalah artikan oleh pemakai. Misalnya, dalam
pendefinisian asset, penugasan (control) bukannya pemilikan (ownership) yang dijadikan criteria
karena kalau pemilikan menjadi criteria asset akan banyak objek yang tidak masuk sebagai asset.
Pendefinsian dan pemaknaan laba bersih (net income) juga menjadi perhatian penting teori ini
karena akuntansi berusaha untuk melekatkan makna laba akuntansi agar mendekati konsep laba
(earnings) atas dasar asas akrual merupakan indikator kemampuan mendatang kas dimana
datang, laba bukan sekedar kenaikan kas dalam suatu periode.
b. Teori Akuntansi Sintatik
Teori akuntansi sintatik adalah teori yang berorientasi untuk membahas masalah-masalah
tentang bagaimana kegiatan-kegiatan perusahaan yang telah disimbolkan secara semantic dalam
elemen-elemen keuangan dapat diwujudkan dalam bentuk statemen keuangan. Teori sisntatik
meliputi pula hubungan antara unsure-unsur yang membentuk struktur pelaporan keuangan atau
struktur akuntansi dalam suatu Negara yaitu manajemen, entitas pelapor (pelaporan), pemakai
informasi, sistem akuntansi, dan pedoman penyusunan laporan (PABU).
Teori sintatikk berusaha memberikan penjelasan dan penalaran tentang apa yang harus
dilaporkan, siapa melaporkan, kapan dilaporkan, dan bagaimana melaporkannya. Struktur
pelaporan keuangan dalam suatu Negara akan bergantung pada jawaban atas pertanyaan-
pertanyaan sintatik antara
c. Teori Akuntansi Pragmatik
Teori akuntansi pragmatic memusatkan perhatiannya pada pengaruh informasi terhadap
perubahan perilaku pemakai laporan, dengan kata lain teori ini membahas reaksi pihak yang
dituju oleh informasi akuntansi. Apakah informasi sampai ke yang dituju dan diinterprestasi
dengan tepat merupakan masalah keefektifan komunikasi.
Teori pragmatic membahas berbagai hal dan masalah yang berkaitan dengan pengujian
kebermanfaatan informasi baik dalam konteks pelaporan keuangan eksternal maupun manajerial.
Teori pragmatic akan banyak berisi pengujian-pengujian teori tentang hubungan antara variable
akuntansi dengan variable perunbahan atau perbedaan perilaku pemakai. Subjek atau pemakai
yang diukur perilakunnya dapat berupa para akuntan, pelaku pasar modal, manajer dan auditor.
Indikator perubahan perilaku antara lain peruabahan harga saham, volume saham, kinerja
manajer, kinerja perusahaan, dan perbedaan pemilihan metoda akuntansi

25. Dalam standar akuntansi dikenal prinsip yang berhubungan dengan potongan penjualan.
Jelaskan kedua cara tersebut dan berikan pula pendapat saudara yang paling tepat ditinjau
dari segi teori!

Jawab:
Nilai discounted dari uang yang diterima atau akan diterimasebagai imbalan pertukaran barang dan
jasa yang diserahkan perusahaan kepada langganannya.
Dari nilai ini ada dua penafsiran yang muncul:
1) Potongan harga (cash discount) dan pengurangan lain dari harga tetap seperti Rugi Piutang
Ragu. Hal ini perlu disesuaikan untuk menghitung net cash yang sebenarnya atas nilai
diskonto uang yang diklaim yang harus dikurangi untuk menghitung revenue.
Pendapat ini bertentangan dengan anggapan bahwa cash discount dan Rugi Piutang Ragu
dianggap sebagai biaya.
2) Untuk transaksi yang bukan melalui kas, nilai tukarnya dianggap sama dengan nilai pasar
wajar dari jumlah yang akan diterima yang paling mudah dan paling jelas dapat dihitung.

Menurut kami, dari kedua penilaian diatas, yang paling tepat adalah pada poin kedua karena cara yang
digunakan tidak rumit sehingga lebih mudah dipraktikkan dan minim terjadi kesalahan perhitungan.

26. Dalam akuntansi dikenal beberapa jenis perubahan akuntansi (accounting changes).
a. Apakah tujuan dari pedoman yang berkenaan dengan akuntansi ?
Akuntansi pada dasarnya adalah ilmu yang harus selalu dikembangkan menurut
perkembangan zaman, dan oleh karena itu sangat diwajibkan adanya pedoman-pedoman yang
berkaitan dengan akuntansi. Tujuan mendasar dari pedoman ini adalah untuk
mengembangkan sistem akuntansi yang ada saat ini agar bisa lebih bermanfaat dan lebih
gampang serta lebih bisa digunakan oleh orang lain selain para ahli akuntansi pada umumnya.
b. Sebutkan semua jenis perubahan akuntansi tersebut dengan memberikan contoh masing-
masing !
1). Change in Accounting Estimate (Perubahan dalam estimasi akuntansi) , contoh
bidang-bidang yang sering mengalami perubahan estimasi akuntansi yaitu:
Piutang tidak tertagih (Uncollectible receivables)
Masa manfaat aktiva yang disusutkan atau aktiva tak berwujud (useful lives of
depreciable orintangible assets)
Nilai sisa dari aktiva yang disusutkan (Residual values for depreciable assets)
Kewajiban garansi (Warranty Obligations)
Jumlah cadangan tambahan yang akan dideplesi (Quantities of mineral reserves to
be depleted)
Asumsi-asumsi dalam penaksiran pensiun (actuarial assumptions for pensions or
other postemployment benefits)
Jumlah periode yang menerima manfaat dari biaya yang ditangguhkan (number of
periods benefited by deferred costs)
2). Change in Accounting Principle (Perubahan dalam prinsip akuntansi) , contoh perlakuan
umum terhadap perubahan prinsip akuntansi yaitu anggaplah PT A pada tahun 1998
mengubah metode penyusutannya dari metode dipercepat, yang digunakan baik untuk
pelaporan maupun perpajakan menjadi metode garis lurus. Maksudnya agar praktek
pelaporannya sama dengan mayoritas pesaingnya. Tarif pajak penghasilan adalah 40%,
dan perusahaan membayar 20% bonus manajemen dari penghasilan operasi sebleum pajak.
3). Change in reporting rentity (Perubahan dalam entitas pelaporan), contohnya :
Penyajian laporan konsolidasi atau laporan gabungan sebagai pengganti laporan dari
masing-masing perusahaan afiliasai
Mengubah perusahaan anak tertentu yang termasuk dalam kelompok perusahaan
yang dibuatkan laporan konsolidasinya
Mengubah perusahaan yang tercakup dalam laporan keuangan gabungan
Penggabungan usaha yang merupakan suatu penyatuan hak pemilikan kepentingan
c. Suatu perusahaan mengadakan perubahan akuntansi berikut : Pada tahun yang lalu dan
sebelumnya umur penyusutan berdasarkan double declining. Tahun ini umur mesin ditinjau
kembali dari taksiran semula dan ditetapkan 10 tahun dan sistem penyusutan menjadi straight
line. Termasuk perubahan jenis manakah ini ?
Menurut kami perubahan akuntansi ini termasuk perubahan jenis Change in Accounting
Principle (Perubahan dalam prinsip akuntansi).
d. Suatu perusahaan lain mengadakan perubahan sistem penilaian dari marginal costing menjadi
full costing. Jelaskan apakah perubahan ini termasuk perubahan akuntansi dan termasuk
jenis yang mana !
Menurut kami perubahan diatas termasuk perubahan akuntansi mengingat tujuan pokok
penyajian laporan keuangan adalah menyediakan informasi untuk membantu para pemakai
laporan dalam memprediksi, membandingkan, dan menilai kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dan arus kas di masa mendatang.
Dari alasan diatas perubahan dari sistem marginal costing ke full costing akan berpengaruh
pada laba atau rugi perusahaan sehingga merupakan suatu perubahan akuntansi.
Menurut kami perubahan akuntansi di atas termasuk dalam Change in Accounting Estimate
(Perubahan dalam estimasi akuntansi).
e. Bagaimana aturan PSAK ?
Menurut PSAK 25 terkait dengan Perubahan Akuntansi, dijelaskan bahwa Entitas mengubah
suatu kebijakan akuntansi hanya jika perubahan tersebut: a). dipersyaratkan oleh suatu PSAK;
atau b) menghasilkan laporan keuangan yang memberikan informasi yang andal dan lebih
relevan tentang dampak transaksi, peristiwa atau kondisi lainnya terhadap posisi keuangan,
kinerja keuangan atau arus kas entitas.
Entitas mencatat perubahan kebijakan akuntansi akibat dari penerapan awal suatu PSAK
sebagaimana yang diatur dalam ketentuan transisinya, jika ada; dalam PSAK tersebut, dan
entitas mengubah kebijakan akuntansi untuk penerapan awal suatu PSAK yang tidak
mengatur ketentuan transisi untuk perubahan tersebut, atau perubahan kebijakan akuntansi
secara sukarela, diterapkan secara retrospektif.